Ekafarm Peduli Gempa dan Tsunami Palu

Eka Farm Peduli Gempa Dan Stunami Palu- Berbagai bangunan, seperti rumah warga, pusat perbelanjaan, hotel, rumah sakit, dan bangunan hancur tersapu gelombang tsunami akibat gempa bumi dengan magnitudo hingga 7,4 yang mengguncang Sulawesi Tengah, 28 September 2018 lalu.

Sejumlah wilayah bahkan amblas, hilang ditelan bumi. Sementara itu, ribuan orang mengungsi karena kehilangan tempat tinggal. Ribuan orang meninggal dan ribuan orang  dinyatakan hilang, dan ribuan korban masih tertimbun reruntuhan bangunan dan belum berhasil dievakuasi.

Bukan itu saja, mereka yang selamat dari hantaman gelombang tsunami dan reruntuhan kini terlantar di berbagai tempat pengungsian kekurangan makanan.

Jumlah Korban

Data terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) jumlah korban gempa dan tsunami Palu, Sulawesi Tengah, korban meninggal bertambah menjadi 1.763 orang per, 7 Oktober 2018. Sedang 5.000 orang diperkirakan masih tertimbun reruntuhan dan dalam proses evakuasi.

“Jumlah korban bertambah, karena tim terus melakukan pencarian,” kata Kepala Data, Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho di kantornya.

Sutopo menuturkan akibat gempa berkekuatan 7,4 skala richter yang mengguncang Palu, Donggala, Sigi dan Parigi Moutong pada Jumat, 28 September 2018 disusul terjangan tsunami di kawasan Palu,  membuat korban meninggal terbanyak di Kota Palu, yaitu 1.519 orang. Korban meninggal sebanyak 159 orang di Donggala, 69 orang di Sigi, 15 orang di Parigi Moutong dan 1 di Pasangkayu.

Sutopo mengatakan jumlah korban jiwa masih bisa bertambah karena banyak korban yang tertimbun belum berhasil dievakuasi. Pencarian korban akan terus dilakukan hingga 11 Oktober nanti. Setelah itu, pencarian tetap dilanjutkan tetapi jumlah personel dan peralatan dikurangi.

Tim gabungan masih terus melakukan pencarian dan evakuasi korban akibat gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah pada 28 September 2018. Fokus pencarian korban kini tertuju pada dua wilayah yang terdampak cukup parah, yakni Balaroa dan Petobo, di Palu.

Kondisi memilukan yang menimpa ribuan warga di Palu, Petobo, dan Balaroa, Sulawesi Tengah, pun mengundang banyak simpati masyarakat dari berbagai belahan Indonesia, bahkan dari sejumlah negara tetangga.

Untuk sedikit membantu meringankan beban warga korban stunami Palu, Eka Farm, sebuah perusahaan yang bergerak dibidang pangan organik membuat gerakan Eka Farm Peduli Gempa dan Stunami Palu.

Yuk berdonasi melalui Ekafarm

Perusahaan yang bermarkas di Ngoto, Jl. Imogiri Barat, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, bekerjasama dengan ACT ini menjual paket khusus beras baik itu beras organik maupun beras non organik yang  akan disumbangkan kepada warga korban gempa dan tsunami Palu.

“Kami juga mengundang teman-teman yang ingin berdonasi untuk korban Gempa Dan Stunami Palu, dengan cara membeli beras produk Eka Farm, yakni untuk Paket 5 Kilogram seharga Rp. 50.000 untuk beras non organik, dan Rp. 65.000 untuk beras organik,” ujar Dirut Eka Farm, Hasnil Afrizal Mutaqiem.

Bagi warga masyarakat dimanapun berada yang ingin berdonasi untuk korban gempa dan stunami Palu, bisa mengkontak marketing Eka Farm melalui telpon, WA (081216162122), maupun facebook Eka Farm.

Selain menyediakan beras paket khusus Eka Farm Peduli Gempa Dan Tsunami Palu, Eka Farm juga tetap membuka layanan order on line untuk kebutuhan beras organik, seperti beras merah, beras hitam, beras coklat dan beras beras putih organik.

Bukan itu saja, Eka Farm juga memiliki berbagai produk pangan organik lain, seperti tepung garut, VCO, dan sereal beras hitam, sereal beras merah serta gula semut yang aman untuk penderita diabetes.

Untuk berdonasi korban Gempa Dan Tsunami Palu, silahkan hubungi 081216162122 dan bagi anda yang ingin mendapatkan berbagai beras organik produk Eka Farm hubungi 081225755759

 

Tinggalkan komentar