REMAJA SEHAT, BEBAS ANEMIA DENGAN BERAS MERAH ORGANIK

REMAJA SEHAT, BEBAS ANEMIA DENGAN BERAS MERAH ORGANIK

Tanggal 25 Januari selalu diperingati sebagai Hari Gizi Nasional. Di tahun 2021, tema Hari Gizi Nasional yaitu “Remaja Sehat, Bebas Anemia”. Mengapa tema anemia yang diangkat? Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), 3 dari 10 remaja Indonesia mengalami anemia atau kekurangan sel darah merah yang sehat. Padahal, sel darah merah (eritrosit) berfungsi untuk mengedarkan oksigen dari paru- paru ke seluruh bagian tubuh, bersama dengan sistem peredaran darah.

Apa saja tanda- tanda anemia?

Mengutip dari alodokter, berikut gejala awal anemia:

  • lemas dan cepat lelah
  • sakit kepala, pusing, atau migraine
  • sering mengantuk
  • kulit terlihat pucat/ kekuningan
  • detak jantung tidak teratur
  • ritme napas pendek
  • nyeri dada
  • tangan dan kaki terasa dingin

Jika sudah anemia, maka efeknya terhadap produktivitas juga akan terasa. Tanda- tanda anemia seperti lemah, lesu, lunglai, jelas akan mempengaruhi aktivitas Anda sehari- hari. Selain mengganggu aktivitas sehari- hari, anemia juga berpotensi untuk menyebabkan obesitas jika penderitanya malas gerak atau beraktivitas. Apalagi, Moms, kegiatan para remaja banyak macamnya. Masa remaja juga merupakan salah satu masa teraktif, masa untuk mengeksplor diri sendiri dan mencoba atau mengikuti berbagai jenis aktivitas positif.

Selain anemia, masalah kesehatan lain yang umum dialami oleh remaja Indonesia yaitu kurang gizi (1 dari 10 remaja) dan obesitas (1 dari 7 remaja). Sekitar 95% remaja Indonesia juga ternyata masih kurang makan sayur dan buah. Wajar saja, jika malnutrisi

Apa yang menyebabkan anemia?

Secara umum, ada 3 penyebab anemia. Pertama, anemia bisa disebabkan oleh kekurangan sel darah merah. Kedua, kehilangan darah seperti saat menstruasi atau perdarahan internal. Perdarahan dalam perut atau usus juga dapat menyebabkan anemia. Lah, kok bisa perdarahan di perut atau usus? Perdarahan tersebut dapat disebabkan oleh ulkus/ luka, hemoroid, pembengkakan dalam usus besar/ kerongkongan, dan beberapa jenis kanker. Terakhir, anemia bisa juga disebabkan karena sel darah merah dihancurkan secara cepat.

Bagaimana dengan remaja di Indonesia?

Sebagian besar kasus anemia di Indonesia disebabkan oleh kekurangan mikronutrien zat besi (Fe). Kekurangan mikronutrien seperti zat besi, menstruasi, kekurangan folat (B9) atau riboflavin (B12) dapat memicu anemia. Kehilangan darah atau perdarahan juga menjadi salah satu penyebab anemia.

Anemia pada remaja berisiko mengancam kesehatan saat hamil di kemudian hari

Saat hamil nantinya, kebutuhan zat besi wanita akan meningkat hingga 3 kali lipat. Zat besi dibutuhkan untuk membentuk plasenta dan juga menyuplai kebutuhan gizi sang janin. Maka dari itu, apabila saat remaja, anemia tidak dicegah atau diatasi, bukan hal yang tidak mungkin kondisi tersebut akan berlanjut hingga menikah dan hamil. Tentu saja Anda tidak menginginkannya, bukan?

Baca juga: ANEMIA PADA IBU HAMIL

Anemia bukan hanya akan berdampak pada sang ibu dan janin, tapi dapat berlanjut hingga bayi lahir. Bayi yang kekurangan zat besi berisiko mengalami stunting. Stunting juga masih menjadi problema kesehatan utama yang dihadapi oleh Indonesia.

Solusi mencegah anemia

Pertama, berubah ke gaya hidup sehat. Mulai beraktivitas fisik selain olahraga secara rutin. Apa saja contohnya? Memilih jalan kaki daripada eskalator atau lift. Bersepeda ke supermarket atau pasar yang dekat dengan rumah. Membuang sampah pada tempatnya saat di kantor, jangan nitip teman, dan masih banyak lainnya.

Kedua, Perhatikan isi piring anak remaja Anda dan penuhi kebutuhan gizi harian. Pemenuhan gizi harian akan membantu tubuh berfungsi secara optimal. Selain itu, dengan asupan gizi yang cukup, aktivitas remaja juga akan berjalan baik dan mereka dapat menikmati hari dengan optimal.

Ketiga, pastikan untuk selalu menjaga dan mengecek kesehatan tubuh anak remaja Anda. Ukur BMI sebagai pertimbangan dasar apakah berat badan remaja ideal ataukah tidak. Jangan sampai, karena teman- teman anak remaja Anda banyak fokus ke tubuh kurus, anak Anda juga ikut terpengaruh mindset “tubuh ideal ya, kurus.” Diet boleh, tapi diet juga harus padat gizi. Diet bukan berarti memangkas gizi dalam makanan anak remaja. Saat mereka ingin menurunkan berat badan, jadilah pendamping sekaligus supporter perjalanan kesehatan anak remaja Anda.

Remaja sehat, bebas anemia dengan beras merah organik

Asupan gizi menjadi salah satu kunci utama untuk menurunkan, bahkan memberantas tingkat anemia pada remaja Indonesia. Salah satu asupan yang dibutuhkan penderita anemia yaitu zat besi. Maka dari itu, Eka Farm punya solusi jika anemia anak remaja Anda disebabkan oleh kekurangan zat besi atau vitamin B. Apa solusinya? Beras Merah Organik dari Eka Farm. Memang apa spesialnya beras satu ini?

Baca juga: PILIH MANA, BERAS HITAM ATAU BERAS MERAH?

Pertama, beras merah memiliki kandungan zat besi dan seng yang paling tinggi dibandingkan dengan beras berwarna lainnya seperti beras coklat dan hitam. Zat besi adalah salah satu komponen penting dalam pembentukan hemoglobin. Hemoglobin adalah protein sel darah merah yang akan mengangkut oksigen dari paru- paru ke dalam jaringan tubuh. Lebih dari itu, zat besi juga dibutuhkan selama masa pertumbuhan fisik, perkembangan saraf, fungsi sel, dan pembentukan beberapa jenis hormon

Selain dapat membantu mencegah anemia, konsumsi nasi merah juga dapat mengurangi risiko penyakit jantung dan diabetes tipe 2. Kandungan serat dalam nasi merah yang tinggi juga dapat membantu membuat Anda kenyang lebih lama. Kondisi tersebut kemudian dapat membantu mencegah obesitas, yang juga menjadi salah satu problema kesehatan remaja di Indonesia.

Jadilah orang tua rasa teman

Salah satu masalah dalam hubungan orang tua dan anak yaitu komunikasi. Seringkali, anak melihat orang tuanya saklek, menghakimi, dan tidak fun. Maka dari itu, menjadi orang tua bukan berarti sudah paling tahu dan berhenti belajar.

Selalu temani dan dengarkan untuk memahami perjalanan kehidupan anak remaja Anda agar mereka menganggap Anda sebagai teman dan sahabat yang bisa diajak cerita. Mengapa hal ini penting? Hal ini menjadi penting karena jika anak remaja merasa tak lagi bisa cerita ke orang tua, mereka akan beralih ke temannya. Mereka akan beralih mendengarkan apa yang teman sebaya mereka sarankan. Padahal, tak semua remaja sudah mampu mengelola emosi dan memiliki kualifikasi secara emosional ataupun pengalaman untuk memberikan saran yang dibutuhkan. Kalau sudah demikian, jarak antara anak dan orang tua pun akan semakin melebar. Bukankah Anda tidak menginginkannya, Moms?

 

So, yuk bersama sukseskan program gizi nasional untuk membebaskan remaja Indonesia dari anemia. Beras Merah Organik dari Eka Farm siap untuk menemani anak remaja Anda untuk mencukupi kebutuhan gizi termasuk zat besi harian. Mau kepoin lebih lanjut, Moms? Main ke katalog Eka Farm, ya. Atau bisa juga langsung hubungi CS kami.

 

 

BERAPAKAH PORSI BERAS MERAH UNTUK DIABETES?

BERAPAKAH PORSI BERAS MERAH UNTUK DIABETES?

Konsekuensi memiliki potensi diabetes (pre- diabetes) atau sudah menderita diabetes, Anda harus lebih hati- hati terhadap diet dan aktivitas fisik yang dilakukan. Mengontrol asupan karbohidrat dan indeks glikemik makanan adalah salah satu cara untuk menjaga kestabilan gula darah.

Jika Anda tidak melakukan perubahan gaya hidup dan pola diet, padahal sudah menderita diabetes, bukan tidak mungkin komplikasinya akan muncul. Apa saja penyakit komplikasi yang dapat mengiringi penyakit diabetes? Komplikasi diabetes di antaranya yaitu penyakit kardiovaskular, kerusakan ginjal, atau infeksi kaki.

Maka dari itu, kesadaran untuk mengubah gaya hidup dan pola diet menjadi kunci untuk mengubah kualitas hidup penderita diabetes. Mencari alternatif sumber karbohidrat selain nasi putih dapat menjadi salah satu cara mengontrol gula darah. Beras merah yang sudah terkenal gizi dan manfaatnya untuk diet dapat menjadi pilihan sumber karbohidrat untuk penderita diabetes.

Baca juga: SUDAHKAH ANDA TAHU TENTANG MEAL PLAN UNTUK DIABETES?

Mengapa memilih beras merah untuk diabetes?

Beras merah menjadi salah satu pilihan penderita diabetes untuk menggantikan beras putih yang biasa dikonsumsi. Selain nilai indeks glikemiknya yang rendah (56), beras merah pun lebih padat gizi daripada beras putih biasa. Kandungan gizi dalam 100 gram nasi merah (dari ½ cangkir beras merah) yaitu:

  • Energi 110 kalori
  • karbohidrat 22,87 gram (84%)
  • protein 2,56 gram (9%)
  • lemak 0,89 gram (7%)
  • serat 1,8 gram

Berbeda dengan beras putih, beras merah adalah sumber serat, vitamin B, zat besi, magnesium, kalsium, seng, mangan, selenium, serta antioksidan.

Baca juga: PILIH BERAS MERAH ATAU OATMEAL UNTUK MENURUNKAN BERAT BADAN?

Makanan yang memiliki nilai indeks glikemik rendah, seperti nasi merah, lebih lama dicerna dan diserap sehingga kenaikan kadar gula darah dan insulin dalam tubuh pun lebih terkontrol. Kandungan serat dan protein pada biji- bijian utuh, termasuk beras merah, mempengaruhi pelepasan glukosa yang lebih lambat ke dalam darah.

Selain itu, beberapa penelitian menunjukkan bahwa makanan dengan indeks glikemik yang rendah dapat memperbaiki glukosa, lemak, dan resistensi insulin pada penderita diabetes melitus.

Berapakah porsi beras merah untuk diabetes?

Saat Anda sudah didiagnosis dengan penyakit diabetes, asupan karbohidrat pun harus dibatasi. Mengutip dari healthline, rekomendasi asupan karbohidrat harian penderita diabetes atau pra-diabetes yaitu sekitar 45- 60 gram. Selain itu, perhatikan nilai indeks glikemik nasi yang Anda makan juga ya, Moms. Indeks glikemik adalah ukuran relatif kemampuan karbohidrat dalam makanan untuk menaikkan kadar gula darah setelah makan (Fitzgerald, 2011).

Manfaat magnesium dalam nasi merah untuk diabetes

Jika Anda sudah terdiagnosis pre-diabetes, mengonsumsi makanan dengan magnesium yang cukup, termasuk beras merah, atau ditambah dengan suplemen, dapat mencegah diabetes tipe- 2. Kebutuhan magnesium harian untuk wanita dewasa yaitu 320- 360 mg, sedangkan untuk pria dewasa yaitu 410- 420 mg.

Mengutip dari healthline, penderita diabetes biasanya kekurangan mineral magnesium. Padahal, salah satu fungsi magnesium adalah untuk mengatur gula darah. Penderita diabetes yang sering kekurangan magnesium yaitu penderita diabetes tipe- 2. Mengapa demikian? Diabetes tipe- 2 disebabkan oleh resistensi insulin, yaitu kondisi saat tubuh tidak memproduksi hormon insulin yang cukup. Resistensi insulin ini berkaitan dengan kadar magnesium yang rendah. Selain itu, orang yang memiliki resistensi insulin juga kehilangan magnesium melalui urin.

Selain rutin mengonsumsi beras merah, sumber magnesium harian yaitu sayuran hijau, kacang- kacangan, selai kacang, alpukat, dada ayam, daging cincang, oatmeal, dan yogurt. Mencukupi kebutuhan magnesium harian dapat membantu penderita diabetes untuk meningkatkan kontrol glikemik.

Hindari menggoreng nasi merah

Nasi yang digoreng umumnya memiliki kandungan lemak jenuh yang tinggi, layaknya gorengan atau makanan cepat saji. Kandungan lemak tersebut, ditambah lagi dengan lauk yang menjadi teman nasi goreng dapat membahayakan penderita diabetes atau pra- diabetes. Lauk yang menemani nasi goreng biasanya juga digoreng, seperti ayam goreng, telur ceplok, sosis goreng, bakso goreng, dan yang lainnya juga dapat menambah lemak jenuh dalam sepiring nasi goreng.

Mengonsumsi lemak jenuh yang terlalu banyak dapat meningkatkan resistensi insulin serta berpotensi untuk menyebabkan komplikasi penderita diabetes.

Pilih sayur rendah zat pati untuk menemani nasi merah

Beberapa pilihan sayuran rendah zat pati dan indeks glikemik di antaranya yaitu wortel, brokoli, tomat, kembang kol, kacang hijau, selada, terong, paprika, bayam, seledri. Selain itu, sawi hijau, bok choy, dan kacang polong pun dapat menjadi variasi menu sayur harian Anda sekeluarga untuk menemani nasi merah.

Bagaimana, Moms? Apakah tertarik untuk mencoba nasi merah? Jika masih belum bisa melepas nasi putih, coba pilih Beras Diet yang mengkombinasikan beras putih dan merah. Anda tetap bisa mendapatkan gizi nasi merah, sekaligus perlahan- lahan beradaptasi dengan tekstur dan rasa nasi merah.  Cek katalog Eka Farm untuk mendapatkan informasi lebih lanjut ya, Moms.

 

 

 

 

 

 

MANFAAT BERAS MERAH UNTUK ASAM URAT

MANFAAT BERAS MERAH UNTUK ASAM URAT

Membahas manfaat beras organik untuk kesehatan tubuh memang tak akan ada habisnya karena penelitian dan uji klinis beras selalu dilakukan. Beras merah organik adalah salah satu jenis beras yang banyak diminati masyarakat Indonesia ataupun global karena kandungan gizi dan manfaatnya untuk mendukung metabolisme tubuh. Tahukah, Moms, jika beras merah dianjurkan untuk dikonsumsi bagi penderita asam urat atau untuk mencegah asam urat? Sebelum membahas manfaat beras merah untuk asam urat, yuk kenali dulu asam urat dan penyebabnya.

Sekilas tentang asam urat

Apakah itu asam urat? Urat adalah hasil pemecahan senyawa purin. Purin dihasilkan secara alami oleh tubuh dan juga dapat berasal dari protein yang kita konsumsi sehari- hari. Senyawa purin kemudian dipecah menjadi asam urate dan asam uric. Ginjal berfungsi untuk menyaring asam urat. Akan tetapi, tetapi jika produksi senyawa purin berlebih, maka limbah asam urat hasil pemecahan purin tersebut akan menumpuk dalam darah dan menyebabkan nyeri sendi. Selain itu, penumpukan asam urat juga dapat disebabkan oleh ketidakmampuan ginjal dalam menyaring asam urat dalam darah. Penumpukan asam urat juga dapat disebabkan oleh kombinasi antara kelebihan produksi purin dan ketidakmampuan ginjal dalam menyaring asam urat.

Lalu, apa itu penyakit asam urat?

Penyakit asam urat atau gout adalah penyakit sendi yang disebabkan oleh penumpukan kristal monosodium urat pada sendi dan jaringan sehingga kadar asam urat dalam darah tinggi. Penyakit asam urat adalah jenis artritis yang biasanya menyerang bagian ibu jari kaki, tetapi juga dapat terjadi di berbagai sendi lain seperti lutut, siku tangan, ataupun sendi jari tangan.

Apa yang dirasakan oleh penderita asam urat saat penyakitnya kambuh?

Penderita asam urat akan merasakan nyeri sendi, bagian sendi panas saat diraba, bahkan hingga terjadi pembengkakan dan kemerahan pada bagian sendi. Mengutip dari alodokter, gejala asam urat biasanya dirasakan pada malam hari dan dapat terasa hingga 12- 14 jam, kemudian mulai mereda dalam waktu sekitar 2 minggu. Asam urat akan kambuh jika penderitanya mengkonsumsi makanan tinggi purin. Batas maksimal kadar purin yang dianjurkan untuk dikonsumsi penderita asam urat yakni 100 mg.

Bagaimana cara mencegah dan menyembuhkan asam urat?

Gejala asam urat dapat disembuhkan dengan metode pengobatan yang tepat serta pemilihan asupan makanan yang dapat mencegah ataupun membantu mengurangi kadar asam urat dalam tubuh. Penderita asam urat memang harus benar- benar memperhatikan dan mengontrol asupan makanan. Bahkan, konsumsi beberapa sayur dapat berbahaya bagi penderita asam urat.

Beras merah untuk asam urat

Beras merah dapat membantu menurunkan risiko asam urat dengan cara mencegah faktor pemicu penyakit asam urat. Selain itu, indeks glikemik beras merah yang rendah dapat membantu mencegah penyakit ini. Sebuah penelitian pada tahun 2016 yang dipublikasikan dalam Arthritis Rheumatol. menyebutkan bahwa mangkonsumsi makanan yang mengandung indeks glikemik rendah dapat membantu mengurangi kadar asam urat dalam darah. Indeks glikemik beras merah memang tergolong jauh lebih rendah dibandingkan beras putih, yaitu sekitar 55.

Bagaimana cara kerja beras merah untuk mencegah faktor pemicu penyakit asam urat?

Mengubah asupan makanan dan juga gaya hidup dapat membantu menstabilkan kadar asam urat dalam darah. Selain itu, pola makan dengan gizi seimbang dapat membantu mencegah faktor pemicu asam urat seperti obesitas, tekanan darah tinggi, serta kadar kolesterol tinggi. Mengutip dari laman Patient, penurunan berat badan pada penderita obesitas dapat membantu meningkatkan resistensi insulinyang kemudian akan berdampak pada penurunan kadar asam urat dalam darah. Namun, usahakan untuk memilih program penurunan berat badan yang stabil hingga berat badan Anda ideal.

Beras merah mengandung karbohidrat kompleks yang tinggi dengan kadar gula rendah serta tinggi serat dan nutrisi. Kandungan nutrisi serta serat yang utuh dalam beras merah mampu menjaga Anda tetap kenyang sehingga mendukung program penurunan berat badan ataupun untuk mengontrol berat badan ideal Anda. Selain itu, beras merah dilengkapi berbagai vitamin dan mineral yang membantu metabolisme tubuh seperti zat besi, seng, magnesium, vitamin B kompleks, dan masih banyak lainnya.

Tentu saja, mengkonsumsi beras merah harus diimbangi dengan gaya hidup sehat serta menjaga asupan makanan berkadar purin tinggi. Pastikan untuk membatasi konsumsi daging, jeroan, dan makanan laut. Selain itu, cukupi kebutuhan cairan Anda dnegan meminum air putih yang cukup. Menjaga hidrasi tubuh dapat mengurangi risiko pembenrukan kristal asam urat pada sendi dan mengurangi risiko asam urat kambuh. Hindari mengkonsumsi minuman manis seperti sirup, soda, dan berbagai minuman dalam kemasan karena dapat meningkatkan risiko kenaikan gula darah dan obesitas yang merupakan faktor pemicu asam urat. Jangan lupa juga, untuk mengkonsultasikan penyakit asam urat Anda ke dokter dan memilih pengobatan yang tepat, Moms.

 

 

 

PILIH MANA, BERAS HITAM ATAU BERAS MERAH?

PILIH MANA, BERAS HITAM ATAU BERAS MERAH?

Beras masih menjadi makanan pokok favorit rakyat Asia, termasuk Indonesia. Variasi beras yang lebih bernutrisi utuh dan bermanfaat bagi kesehatan tubuh dibandingkan beras putih pun semakin dilirik dan dicari masyarakat. Kesadaran akan pola hidup sehat dan asupan gizi seimbang guna mendukung metabolisme tubuh dan membantu memerangi berbagai macam penyakit memicu masyarakat untuk mulai mengevaluasi dan mengambil kontrol terhadap asupan nutrisi harian. Jika Anda sudah kerap membaca artikel tentang perbandingan beras putih dengan beras berwarna, tentunya Anda akan lebih paham mengenai perbedaan signifikan di antara kedua pilihan beras tersebut.

Beras berwarna lebih unggul dari segi nutrisi dan juga keamanan pangan. Pemrosesan beras berwarna yang hanya mengelupas kulit ari atau sekam padi membuat bulir beras masih utuh dilingkupi oleh lapisan dedak (bran) dan germ. Kedua lapisan penting pada beras berwarna ini mengandung berbagai macam mineral, vitamin, dan serat yang lebih banyak daripada beras putih. Variasi beras berwarna yaitu beras merah, beras coklat, dan beras hitam. Pada artikel kali ini, Eka Farm akan membahas mengenai beras hitam dan beras merah.

Mengapa harus beras hitam atau beras merah?

Jawaban nomor satu, kedua jenis beras ini populer di kalangan masyarakat yang ingin beralih ke pola hidup lebih sehat dengan turut mengganti asupan beras sehari- hari. Alasan kedua yaitu, beras hitam dan beras merah memang sudah terkenal dan terbukti nutrisi serta manfaatnya di kalangan masyarakat. Beras hitam dan beras merah sama-sama memiliki kalori yang lebih rendah daripada beras putih, kadar gula yang lebih rendah, dengan kandungan serat, mineral, dan vitamin yang jauh lebih tinggi daripada beras putih.

Beras hitam atau beras merah dari segi gizi?

Beras hitam dan beras merah memiliki nilai energi yang tidak terlalu berbeda signifikan. Kadar karbohidrat dan lemak dalam beras hitam lebih rendah dibandingkan beras merah, dengan kadar protein yang lebih tinggi. Beras hitam memiliki kadar protein yang paling tinggi dibandingkan varietas beras berwarna ataupun beras putih. Kandungan serat dalam 100 gram nasi merah lebih tinggi daripada nasi hitam, yaitu 7% berbanding 2% dari angka kecukupan serat harian.

Kandungan serat ini lebih tinggi dibandingkan beras putih. Beras berwarna tidak mengalami proses penyosohan dan penggilingan sepanjang beras putih sehingga lapisan dedak (bran) dan germ dalam beras berwarna masih utuh. Lapisan dedak menjadi sumber berbagai vitamin dan mineral seperti vitamin B kompleks. Lapisan ini juga mengandung 95% mineral dan serat pangan. Bagian germ tersimpan karbohidrat dan protein. Nilai gizi beras hitam vs beras merah tiap 100 gram dapat dilihat pada diagram di bawah.

beras hitam atau beras merah

 

Keunggulan beras merah dibandingkan beras hitam

Mineral unggulan dalam beras merah yaitu zat besi (Fe) dan seng (Zn). Tahukah Anda, jika beras merah memiliki kandungan zat besi dan seng yang paling tinggi dibandingkan dengan beras berwarna lainnya? Beras merah memiliki kandungan zat besi 5,5 mg/ 100 gram dan seng sebesar 3,3 mg/ 100 gram.

Zat besi membantu produksi sel darah merah yang akan mengangkut oksigen ke sel-sel tubuh serta membantu mengurangi risiko bayi lahir prematur atau dengan berat badan di bawah normal, sedangkan seng akan berperan dalam pembekuan darah dan pemulihan luka bersama dengan mineral mangan. Kandungan mangan dalam beras merah turut membantu proses metabolisme tubuh. Beras merah juga mengandung mineral magnesium yang melimpah untuk membantu pengaturan fungsi saraf dan otot.

Selain itu, beras merah juga menyuplai 23% kebutuhan B6 harian tiap porsinya. B6 berperan dalam mengontrol mood Anda dengan menjaga keseimbangan produksi hormon serotonin dan norepinefrin.

Keunggulan beras hitam dibandingkan beras merah

Manfaat dan khasiat beras hitam sudah terkenal sejak zaman dahulu. Bahkan, saat zaman DInasti Ming di Cina, beras hitam mendapat julukan ‘beras terlarang’ karena hanya diperuntukkan untuk keluarga Kaisar serta bangsawan. Rakyat biasa dilarang membudidayakan atau mengkonsumsi tanpa izin. Bangsawan Cina kuno saat itu telah mengetahui manfaat dan bahkan kegunaan beras hitam sebagai obat sehingga menjadi komoditas mahal untuk diperdagangkan pada sesama keluarga bangsawan.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam National Instititutes of Health tentang konstituen fitokimia dalam beras hitam, merah, dan coklat menyebutkan hasil bahwa kandungan fitokimia, kapasitas, dan aktivitas antioksidan yang paling tinggi terdapat dalam lapisan dedak beras hitam, disusul beras merah, kemudian baru beras coklat. Senyawa antioksidan yang terdapat dalam beras hitam yaitu flavonoid dan karotenoid.  Flavonoid dan karotenoid serta 23 senyawa tumbuhan yang mengandung antioksidan dijumpai pada bulir beras hitam. Antosianin adalah salah satu anggota kelompok pigmen tanaman flavonoid yang memberikan warna hitam keungu-unguan dalam lapisan dedak beras hitam. Kandungan antosianin yang paling tinggi di antara varietas beras lainnya menjadi unggulan dari beras ini.

Selain itu, beras hitam juga memiliki sifat anti-kanker dan anti-inflamasi. Sifat anti-kanker ini berhubungan dengan senyawa antioksidan fenolik. Fenolik adalah salah satu antioksidan alami dan termasuk grup fitokimia dalam serealia utuh. Fenolik berperan untuk menghambat efek buruk stres oksidatif terhadap molekul biologis seperti lipid, protein, dan DNA. Asam fenolik terbukti mampu meningkatkan pertumbuhan bakteri baik dan mengendalikan produksi bakteri jahat dalam usus. Konsumsi beras hitam secara rutin dapat mendukung kinerja usus dan dapat membantu mencegah kanker usus besar atau colorectal cancer. Tentunya, pencegahan kanker membutuhkan sinergi dari berbagai faktor kesehatan, termasuk gaya hidup dan lingkungan.

Jadi, beras hitam atau beras merah?

Beras hitam cenderung sulit didapatkan daripada beras merah. Jika Anda berniat untuk mengganti beras putih dengan varietas beras lain yang lebih kaya serat dan nutrisi, beras merah dapat menjadi pilihan mudah. Namun, jika memang Anda ingin menyisipkan beras dengan tujuan untuk mendapatkan khasiat seperti obat dan juga membantu pencegahan kanker, beras hitam dapat menjadi pilihan Anda dan keluarga. Kedua jenis beras ini aman dikonsumsi penderita diabetes, bebas zat gluten, dan menjaga kestabilan gula darah. Apapun pilihan berasnya, imbangi dengan pemenuhan gizi seimbang, menjauhi kebiasaan buruk bagi kesehatan, dan terapkan gaya hidup sehat ya, Moms.

PILIH MANA UNTUK DIET SEHAT, BERAS DIET ATAU BERAS MERAH?

PILIH MANA UNTUK DIET SEHAT, BERAS DIET ATAU BERAS MERAH?

Konsistensi dalam menjaga pola makan seimbang menjadi salah satu kunci keberhasilan diet. Jika Anda sudah memutuskan untuk diet, persiapkan diri Anda untuk mengubah gaya hidup termasuk makanan yang Anda konsumsi. Usaha untuk menurunkan berat badan yang sehat bukanlah sesuatu yang instan. Proses dan konsistensi dalam merubah apa yang Anda konsumsi dapat memberikan dampak baik terhadap kesehatan tubuh secara umum sekaligus untuk membantu menunjang diet.

Ingat Moms, perlahan tapi konsisten dan stabil agar progres diet tidak berhenti dan gagal di tengah jalan. Jangan langsung ubah total, misalnya dengan langsung memotong semua porsi makan atau sama sekali tidak mengkonsumsi makanan manis dan gula. Keberlangsungan pola makan seimbang akan menentukan kestabilan program diet kita. Jangan pernah mematok untuk langsung turun berat badan drastis dalam jangka waktu pendek karena hal tersebut dapat membuat beban pikiran dan bahkan menghalangi Anda untuk memulai diet.

Saat diet, Anda tak harus mengeliminasi nasi dari menu makan harian

Jika Anda menyukai nasi biasa, Anda bisa tetap mengkonsumsinya selama diet. Salah satu pilihan untuk transisi ke pola makan seimbang dalam program diet yaitu dengan perlahan mengganti nasi putih yang selama ini Anda konsumsi. Beras sebagai sumber asupan utama karbohidrat bukan menjadi musuh untuk program diet Anda. Justru, konsumsi nasi dapat memberikan dampak baik untuk menurunkan ataupun mengontrol berat badan ideal.

Sebuah penelitian yang dipresentasikan pada The European Congress on Obesitydi Glasgow, Inggris, menyebutkan fakta menarik bahwa negara dengan jumlah konsumsi nasi lebih banyak (150 gram per hari tiap orang) memiliki tingkat obesitas lebih kecil dibandingkan negara yang mengkonsumsi nasi dalam jumlah sedikit (14 gram per hari tiap orang). Nasi merupakan pilihan banyak orang di benua Asia, khususnya Asia Tenggara, untuk memenuhi kebutuhan energi harian. Beras yang populer sebagai menu diet yaitu beras merah. Selain karena kandungan nutrisinya yang masih utuh dan kalorinya yang lebih rendah, beras yang hanya mengalami pengelupasan kulit terluar ini pun mudah didapatkan.

Eits, tapi ternyata ada pilihan beras lain yang dapat Anda konsumsi saat diet. Alternatif selain beras merah yaitu beras diet. Sesuai dengan namanya, beras ini dipilih para pejuang diet yang ingin konsisten dalam menurunkan berat badan. Beras diet adalah campuran dari beras merah dan beras putih varietas khusus dengan indeks glikemik yang rendah, berbeda dengan indeks glikemik beras putih pada umumnya yang tergolong tinggi.

Lalu, pilih mana, beras diet atau beras merah?

Kedua jenis beras tersebut merupakan pilihan yang sama-sama sehat dan bisa Anda jadikan pengganti nasi putih. Untuk memutuskan antara beras merah atau beras diet yang akan Anda beli dan konsumsi, poin-poin berikut dapat menjadi bahan pertimbangan sebelum menjatuhkan pilihan.

  • Perubahan tekstur dan rasa nasi

Jika Anda sudah siap untuk merasakan nasi yang memiliki rasa nutty dan memiliki tekstur serta rasa yang berbeda dari nasi putih, beras merah dapat menjadi pilihan Anda. Namun, tidak perlu cemas jika Anda masih sulit untuk sepenuhnya melepaskan nasi putih dari konsumsi menu makan harian. Anda bisa memilih beras diet memiliki tekstur dan rasa yang lebih mendekati nasi putih daripada beras merah. Beras putih yang menjadi komposisi beras diet memang tidak sepulen dan sewangi beras Mentik Wangi Susu atau beras Pandan Wangi, tetapi bukan berarti beras putih ini tidak akan menghasilkan nasi pulen beraroma wangi. Tekstur beras putih dalam beras diet lebih pulen daripada beras merah sehingga dapat menyeimbangkan tekstur keseluruhan beras diet. Dengan demikian, lidah Anda tidak akan langsung merasakan perubahan drastis dari yang semula mengkonsumsi nasi putih.

  • Kandungan nutrisi dalam beras

Jelas saja, jika sudah menyebut faktor nutrisi, beras merah akan lebih unggul daripada beras diet karena mengandung senyawa antioksidan tinggi, vitamin B kompleks, vitamin E, serta berbagai mineral yang dapat membantu proses metabolisme lemak seperti magnesium. Selain itu, kalori beras merah pun lebih sedikit dibandingkan beras diet karena full terdiri dari bulir beras merah. Berikut adalah fakta nutrisi dalam 1 gelas nasi merah.

  • Khasiat lain selain untuk menurunkan berat badan

Beras diet dan beras merah sama-sama memiliki indeks glikemik yang rendah sehingga aman dikonsumsi penderita diabetes maupun kolesterol tinggi. Kandungan serat dalam beras merah ataupun beras diet mampu menjaga fungsi saluran pencernaan dan menjaga rasa kenyang lebih lama. Beras merah mengandung banyak khasiat lain bagi kesehatan tubuh jika dikonsumsi secara rutin. Kadar antosianin yang tinggi serta selenium dalam beras merah mampu membantu mengurangi risiko kanker usus besar. Mengutip dari The Asian Parent, beras merah juga mampu membantu depresi dan kecemasan, menurunkan risiko penyakit neurodegenerative seperti Alzheimer dan Parkinson, dan mengurangi gejala asma pada anak.

So, Moms, apakah sudah bisa menentukan pilihan beras untuk diet? Terlepas dari pilihan beras diet atau beras merah, kesuksesan menu makanan diet sehat Anda juga bergantung pada keseimbangan nutrisi. Pastikan untuk memenuhi asupan sayur dan buah, mengontrol konsumsi makanan berminyak, gula, dan garam, serta minum air putih yang cukup.

BINGUNG MASAK SARAPAN APA? NASI UDUK BERAS MERAH SAJA

BINGUNG MASAK SARAPAN APA? NASI UDUK BERAS MERAH SAJA

Menu makanan nasi uduk adalah sajian masakan popular di Indonesia untuk berbagai kalangan dan usia. Siapa yang tak kenal nasi uduk? Nasi dengan citarasa khas nusantara yang gurih ini banyak dijadikan pilihan menu sarapan. Nasi uduk adalah masakan khas Jakarta yang umumnya terbuat dari bahan baku nasi putih dicampur santan dan rempah seperti pala, kayu manis, jahe, serai, dan merica lalu diaron dan dikukus.

Namun, Moms, kali ini Eka Farm akan berbagi resep nasi uduk yang lebih bergizi dan tidak kalah enak dari nasi uduk biasanya. Rahasianya? Ganti bahan baku nasi uduk dari yang semula adalah beras putih menjadi beras merah. Beras merah mengandung nutrisi serealia utuh (whole grain) yang lebih rendah kalori dan kaya nutrisi daripada beras putih. Beras merah kaya akan antioksidan, vitamin B kompleks, zat besi, magnesium, dan berbagai mineral lain. Selain itu, kandungan serat dalam beras merah pun lebih tinggi dibandingkan beras putih karena beras merah hanya melalui proses pengelupasan kulit terluar dan masih mengandung lapisan dedak serta germ.

Bagaimana cara membuat nasi uduk beras merah? Jangan takut ribet. Anda memiliki 2 opsi metode memasak nasi uduk beras merah, yaitu dengan cara memasak tradisional atau menggunakan rice cooker. Tentu saja opsi memasak tradisional akan menghasilkan nasi uduk yang lebih nikmat daripada nasi uduk rice cooker, tetapi bukan berarti nasi uduk rice cooker bisa dipandang sebelah mata. Di zaman serba cepat dan instan ini, inovasi kreasi masakan dengan rice cooker makin banyak diminati masyarakat. Rasa dan tekstur nasi uduk beras merah rice cooker pun tidak akan berbeda jauh dengan cara memasak tradisional. Langsung saja kita intip resep nasi uduk beras merah, yuk Moms.

Resep nasi uduk beras merah

Bahan Nasi Uduk

  • 300 gr beras merah , cuci bersih
  • 200 ml santan kelapa kental
  • 350 ml air
  • 2 lembar daun salam
  • 2 batang serai, memarkan
  • 5 cm lengkuas
  • Secukupnya Garam

Bahan ayam lengkuas:

  • 1/2 ekor (±400 gr) ayam, potong 4
  • 125 g lengkuas, parut kasar
  • 1 sdm air asam jawa
  • 300 ml air
  • 3 lembar daun salam
  • 2 batang serai
  • 2 sdt kaldu bubuk
  • 3 sdm minyak
  • 500 ml minyak, untuk menggoreng

Bahan bumbu halus:

  • 8 buah bawang merah
  • 5 siung bawang putih
  • 5 butir kemiri, sangrai
  • 1 sdm kunyit bubuk
  • 1 sdt ketumbar bubuk
  • 1 sdt gula pasir
  • 1 sdt garam

Bahan Kering tempe

  • 100 gr tempe potong korek api
  • 50 gr kacang tanah goreng
  • 4 siung bawang merah (haluskan)
  • 2 siung bawang putih (haluskan)
  • 1 sdt air asam jawa
  • 2 sdm kecap manis
  • 1/2 sdt garam
  • 2 sdm gula pasir
  • 20 ml air
  • 2 buah cabe keriting iris tipis

Cara memasak nasi uduk beras merah dengan rice cooker cukup simpel. Anda hanya perlu merebus santan, daun salam, serai, lengkuas, dan garam ke dalam rice cooker. Masak hingga mendidih. Kemudian masukkan beras merah yang telah dicuci bersih. Masak lagi hingga nasi matang. Mudah bukan, Moms? Yuk, coba resep nasi uduk beras merah ini.

 

TIPS CARA MEMILIH BERAS MERAH TERBAIK

TIPS CARA MEMILIH BERAS MERAH TERBAIK

Moms, ingin beralih ke beras merah untuk memenuhi asupan karbohidrat utama di rumah? Masih kebingungan bagaimana cara memilih beras merah dengan kualitas yang baik? Pemilihan beras dengan kualitas yang baik penting untuk memastikan keutuhan nutrisi serta keamanannya untuk dikonsumsi dalam waktu jangka panjang. Kali ini, Eka Farm ingin berbagi tips cara memilih beras merah. Moms bisa langsung ikuti tips berikut agar mendapatkan nasi merah yang enak dan bernutrisi.

1. Warna beras merah

Cara memilih beras merah yang pertama karena langsung terlihat yaitu amati warna bulir beras merah. Walaupun sama-sama merah, beberapa beras merah berwarna sedikit lebih cerah daripada yang lainnya. Warna beras merah yang lebih cerah ini dapat disebabkan oleh penggilingan lebih dari satu kali sehingga nutrisinya pun berkurang. Karena itu Moms, pilihlah beras merah yang berwarna merah gelap. Warna merah keungu-unguan pada beras merah menandakan pigmen antosianin yang tinggi. Selain itu, pastikan juga Moms memilih beras merah yang bersih dan belum berubah warna. Perubahan warna beras merah menjadi kecoklatan dapat memberi petunjuk bahwa beras tersebut tidak lagi fresh. Jika tidak lagi fresh, beras merah dikhawatirkan membawa racun jika nantinya dikonsumsi.

2. Tidak ada kulit terluar (husk/ hull)

Cara memilih beras merah yang kedua yaitu, pastikan beras merah yang Anda beli sudah tidak memiliki kulit terluar (husk/ hull) atau sekam. Kulit terluar padi yang dipisahkan dari beras ini tidak dapat dikonsumsi oleh manusia.

3. Tekstur beras merah

Cara memilih beras merah terbaik yang ketiga yaitu coba rasakan tekstur beras merah yang akan Anda beli. Bulir beras merah berkualitas tidak akan mudah pecah jika Anda mencoba menekannya. Buliran beras merah yang berkualitas pun relatif keras dan memiliki tekstur yang halus.

4. Pastikan keaslian beras merah

Cara memilih beras merah terbaik yang ketiga yaitu dengan memastikan keasliannya. Ada 2 cara untuk memastikan keaslian beras merah yang dapat Anda lakukan di rumah.

  • Amati saat direndam dalam air

Tidak hanya uang yang bisa palsu, tetapi beras merah pun bisa palsu. Lantas, bagaimana cara untuk memastikan keaslian beras merah yang dibeli? Cara untuk membedakan beras merah asli dan palsu salah staunya dengan memperhatikan kondisi saat beras merah direndam. Beras merah palsu mengandung zat plastik yang akan mengambang di permukaan air saat beras direndam.

  • Panaskan atau bakar beras merah

Selain itu, keaslian beras merah pun dapat dipastikan dengan memanaskan atau membakar beras merah. Jika saat dipanaskan atau dibakar, bulir beras merah lengket dan saling menyambung satu sama lain, maka beras merah tersebut adalah beras merah palsu.

5. Pastikan Anda membeli beras merah dari merk yang terpercaya kualitasnya

Di zaman milenial serba cepat dan serba instan ini, belanja secara online menjadi opsi yang banyak orang pilih. Selain mudah dan praktis, pilihan barang yang ditawarkan pun berbagai macam, dengan rentang harga yang bervariasi sehingga Anda dapat menyesuaikan dengan kondisi kantong. Namun, salah satu hal penting yang perlu menjadi perhatian Anda yaitu kualitas dan keasliannya. Maka dari itu, untuk menjamin keaslian dan kualitas beras merah yang Anda beli, percayakan pada merk beras merah yang telah terkenal dan mendapatkan review baik dari para pembelinya. Merk beras merah yang sudah terpercaya di antaranya sebagai berikut.

merk beras merah

Setelah tahu tips cara memilih beras merah terbaik di atas, semoga Moms dapat lebih terbantu dalam memilih beras merah dengan kualitas yang baik dan nutrisi yang juga utuh untuk keluarga. Kehati-hatian dalam memilih beras merah sebelum Anda membelinya merupakan sebuah keharusan agar Anda tidak sia-sia membeli beras merah. Selain itu, kehati-hatian dalam memilih beras merah juga dapat memastikan keamanan beras merah untuk dikonsumsi.Anda dapat memesan Beras Merah di https://www.ekafarm.com/ atau silahkan hubungi whatsapp 0811-2650-296

 

 

PILIH BERAS MERAH ATAU OATMEAL UNTUK MENURUNKAN BERAT BADAN?

PILIH BERAS MERAH ATAU OATMEAL UNTUK MENURUNKAN BERAT BADAN?

Moms, pernah punya pertanyaan seperti ini: beras merah atau oatmeal yang lebih baik untuk menurunkan berat badan? Jika jawabannya iya, simak artikel ini sampai selesai, ya. Beras merah merupakan menu makanan sehat dengan nutrisi utuh yang sudah terkenal sebagai makanan diet. Diet atau menurunkan berat badan berkaitan erat dengan defisit kalori, pola makan dengan gizi seimbang,  serta gaya hidup sehat. Menurunkan berat badan bukan hanya sekadar memotong jumlah kalori asupan (intake), tetapi lebih dari itu, diet adalah upaya untuk memberikan apa yang tubuh kita butuhkan. Jika hanya berfokus pada memotong jumlah kalori tanpa memperhatikan nutrisi pada menu makanan, program diet Anda kemungkinan tidak akan konsisten dan bertahan lama.

Asupan karbohidrat tetap dibutuhkan oleh tubuh walaupun sedang menjalani program diet. Karbohidrat berfungsi untuk memberi suplai pembentukan energi bagi tubuh. Hal yang perlu menjadi perhatian yaitu pemilihan sumber karbohidrat. Jika ingin beralih ke pola hidup lebih sehat, pertimbangkan untuk mengganti sumber karbohidrat utama Anda menjadi karbohidrat kompleks.

Apa itu karbohidrat kompleks?

Jenis karbohidrat terdiri dari 2 jenis, yaitu karbohidrat sederhana dan karbohidrat kompleks. Karbohidrat kompleks adalah karbohidrat yang banyak mengandung serat pangan (dietary fiber) dan pati (starch). Jenis karbohidrat yang lain yaitu karbohidrat sederhana. Karbohidrat sederhana, atau sering disebut sebagai gula. Mengapa disebut gula? Karena karbohidrat sederhana mengandung molekul gula yang lebih sedikit, yaitu 1-2 molekul gula sehingga cepat dicerna oleh tubuh dan diubah menjadi glukosa untuk kemudian diubah menjadi energi. Proses pengubahan karbohidrat sederhana menjadi glukosa yang relatif cepat menjadi faktor yang membuat karbohidrat sederhana mampu menaikkan gula darah dan membuatnya fluktuatif alias tidak stabil. Sebaliknya, karbohidrat kompleks akan lebih lama dicerna tubuh karena memiliki rantai molekul lebih panjang sehingga membuat Anda pun kenyang lebih lama dan gula darah relatif stabil.

Pilihan karbohidrat kompleks untuk menu makanan diet yaitu makanan whole grain atau serealia utuh. Serealia utuh mencakup makanan yang tidak banyak mengalami proses pasca panen, misalnya penggilingan. Serealia utuh masih memiliki lapisan dedak (bran) dan germ utuh sehingga kandungan serat serta mikronutrien seperti vitamin dan mineral dalam bulirnya masih terjaga. Serealia utuh yang dapat menjadi pilihan menu diet yaitu beras merah dan oats. Meskipun kedua bahan makanan tersebut termasuk dalam satu keluarga rerumputan (Poaceae) dan termasuk dalam kelompok makanan serealia utuh (whole grains), terdapat beberapa perbedaan di antara keduanya.

Beras merah (Oryza punctata)

Beras merah yang termasuk dalam genus Oryza sativa L. ini merupakan variasi beras dengan warna merah keungu-unguan. Warna merah keungu-unguan menandakan tingginya kadar pigmen warna antosianin (zat antioksidan) dalam beras merah. Persentase makronutrien (karbohidrat, protein, dan lemak) yang terdapat dalam 1 gelas nasi merah tersaji dalam diagram di bawah.

nutrisi nasi merah

Presentase protein dan lemak pada nasi merah hampir setara. Sumber lemak pada nasi merah didominasi oleh lemak tak jenuh tunggal maupun ganda sehingga menyehatkan bagi tubuh. Selain itu, nasi merah juga mengandung mikronutrien mayor yaitu zat besi (Fe) sebesar 5,8%, disusul seng, serat, dan potassium. Kandungan serat dalam 1 gelas nasi merah yaitu sekitar 3,6 gram. Konsumsi 1 porsi nasi merah dapat memenuhi 14% kebutuhan serat harian serta memenuhi 23% kebutuhan B6 harian. B6 berfungsi untuk menyeimbangkan perkembangan serotonin, sel darah merah yang membantu pembentukan DNA. Selain itu, kandungan antioksidan yang tinggi pada beras merah dapat membantu mengurangi efek negatif radikal bebas.

Oats (Avena sativa)

Oats merupakan serealia utuh yang masih asing bagi lidah sebagian besar rakyat Indonesia. Hal ini dapat dimaklumi karena oats memang tidak dibudidayakan secara massif di Asia Tenggara. Namun, lambat laun oats mulai diincar para pejuang diet, orang-orang yang ingin beralih ke gaya hidup sehat, atau sekadar ingin makanan praktis, mengenyangkan, dan cepat. Oats dapat dijadikan pilihan untuk menggeser nasi putih sebagai sumber asupan karbohidrat kompleks. Persentase karbohidrat dalam oats cenderung lebih kecil dibandingkan nasi merah, dengan kandungan protein dan lemak yang lebih tinggi. Persentase makronutrien (karbohidrat, protein, dan lemak) dalam 1 cup oatmeal (oat yang sudah dimasak dengan air, tanpa tambahan bahan lain) tersaji dalam diagram berikut.

nutrisi oatmeal

Oats merupakan sumber utama karbohidrat polisakarida berupa beta glukan (β-glucan). Beta glukan yang berbentuk gel akan mengikat asam empedu yang kaya akan lemak dalam usus. Di sisi lain, hati, sebagai organ yang memproduksi kolesterol dalam tubuh akan mengambil lebih banyak kolesterol dalam darah untuk membuat getah empedu sehingga kolesterol dalam darah akan berkurang. Oats mengandung banyak vitamin, mineral, serta merupakan sumber serat harian.

Kandungan serat dalam 1 cup oatmeal sekitar 3,7 gram dan memenuhi 13% kebutuhan serat harian. Mikronutrien mayor dalam oats yaitu mineral mangan, fosfor, magnesium, kalsium, zat besi, vitamin B1, biotin, serta masih banyak lainnya. Mengutip dari laman alodokter, vitamin B1 berfungsi untuk membantu mengubah karbohidrat menjadi energi bagi tubuh, terutama untuk otak dan sistem saraf.

Jadi, beras merah atau oatmeal?

Well, Moms, setelah membaca sekilas tentang nutrisi keduanya, beras merah ataupun oatmeal sama-sama dapat menjadi sumber karbohidrat kompleks bagi tubuh. Selain tinggi serat untuk menjaga kita tetap kenyang lebih lama, nutrisi keduanya pun lengkap. Beberapa hal yang perlu menjadi perhatian adalah:

  • Sebagian besar oats belum berlabel gluten-free

Oats merupakan salah satu bahan makanan yang mengandung protein gluten. Protein ini berbahaya jika dikonsumsi orang yang menderita penyakit gangguan pencernaan seperti celiac, autisme, down syndrome, atau orang yang memiliki penyakit autoimun. Meskipun ada beberapa oats yang sudah berlabel gluten-free, tetapi peredarannya belum luas sehingga sebaiknya hindari oats jika anak Anda memiliki celiac atau autisme.

  • Oats instan memiliki GI tinggi

Nilai indeks glikemik atau GI berhubungan dengan apakah suatu bahan makanan aman dikonsumsi para penderita diabetes atau tidak. Oats yang disarankan dapat dikonsumsi para penderita diabetes yaitu rolled-oats atau oat yang hanya mengalami proses penguapan (steamed) kemudian dipipihkan dengan digiling (rolled). Oats jenis ini memiliki nilai GI rendah, sama seperti beras merah. Akan tetapi, oat yang sering dijumpai di pasaran yaitu oatmeal instan yang sudah mengalami banyak proses di industri sehingga angka GI-nya tergolong tinggi meskipun nutrisinya tidak jauh berbeda dengan rolled oats.

  • Tekstur oats yang masih ‘aneh’ dan ‘asing’ bagi lidah masyarakat Indonesia

Oats memiliki tekstur yang lebih lembek dan hambar, berbeda dengan nasi merah yang memiliki tekstur pulen dan beraroma wangi (nasi merah organik). Tekstur oats mirip dengan bubur dan chewy, dan cenderung masih asing bagi lidah masyarakat Indonesia sehingga banyak masyarakat Indonesia yang belum berminat untuk mengkonsumsinya.

Sekian Moms, bahasan tentang nasi merah atau oatmeal. Sudah bisa tentukan pilihan? Jika masih penasaran, coba Moms sediakan stok persedian kedua bahan makanan sehat ini di rumah, lalu hidangkan untuk keluarga. Namun yang perlu diingat, perhatikan keamanan beras merah atau oatmeal yang Anda beli. Jika membeli beras merah, pastikan organik. Jika membeli oatmeal, usahakan bukan yang instan. Keberhasilan program diet Anda tentunya adalah hasil kerjasama berbagai faktor, bukan hanya dari asupan makanan. Ubah gaya hidup dan mulai aktif bergerak untuk mendukung kesuksesan penurunan berat badan.

BACA JUGA:

Selain untuk Diet, Ada Keunggulan Lain Beras Merah

RESEP NASI KEBULI BERAS MERAH

RESEP NASI KEBULI BERAS MERAH

Moms, Idul Adha sudah semakin dekat. Dua hari lagi menuju salah satu hari raya umat Islam, hari raya kurban. Di hari yang mulia tersebut, pasti Moms sudah punya berbagai macam rencana untuk mengolah daging kambing ataupun sapi yang akan dibagikan oleh para panitia kurban. Pengolahan daging kambing yang juga menjadi salah satu daging potong hewan kurban umumnya membuat pusing beberapa orang karena baunya yang tidak mudah hilang (prengus). Kehati-hatian dalam memasak daging kambing dan memilih menu masakan yang tepat merupakan suatu kewajiban agar masakan tidak sia-sia. Salah satu resep menu masakan daging kambing yang patut Moms coba di Idul Adha kali ini yaitu nasi kebuli beras merah.

Nasi kebuli adalah menu makanan asal Indonesia dengan pengaruh dari budaya Arab. Nasi kebuli sudah mengalami asimilasi menjadi makanan yang cocok dengan lidah orang Indonesia dibandingkan dengan bentuk aslinya, yaitu sajian khas Timur Tengah (Mediterranean). Nasi kebuli yang kaya akan rempah-rempah khas Indonesia membuatnya mudah untuk menjadi makanan berat variasi nasi yang digemari oleh orang Indonesia.

Eits, tapi tentu saja ada yang berbeda dengan nasi kebuli satu ini. Jika biasanya Anda menggunakan nasi dari beras biasa untuk memasak nasi kebuli, kali ini Eka Farm ingin berbagi resep nasi kebuli beras merah. Beras merah memiliki kandungan nutrisi yang lebih utuh daripada beras putih. Beras merah kaya akan antioksidan, karbohidrat kompleks, protein, vitamin B kompleks, berbagai jenis mineral mulai dari zat besi, kalsium, kalium, dan mineral lainnya, serta serat. Selain itu, beras merah juga aman untuk dikonsumsi penderita diabetes karena memiliki nilai indeks glikemik (GI) yang rendah. Kalori dalam nasi merah pun lebih rendah dibandingkan dengan nasi putih. Langsung saja, yuk Moms mulai masak nasi kebuli beras merah.

Resep ini mengacu pada dailycookingquest dengan beberapa modifikasi.  Bahan-bahan dalam membuat nasi kebuli beras merah ini terbagi menjadi bahan utama,  bumbu halus dan bahan rempah-rempah pelengkap. Resep ini akan menghasilkan sekitar 4 porsi nasi kebuli.

Bahan utama membuat nasi kebuli beras merah:

300 gram beras merah, cuci hingga bersih.

350 gram paha kambing, potong dadu

500 ml air

600 ml santan

2 buah bawang bombay

3 butri pala

1 ruas jahe, geprek

3 butir cengkeh

2 lembar daun salam

1 sendok makan minyak samin (minyak samin menjadi ciri khas nasi kebuli)

Bahan halus untuk membuat nasi kebuli beras merah

4 siung bawang merah

2 siung bawang putih

1 sebdok teh ketumbar

1 sendok teh jinten

1/4 sendok teh adas

1 ruas kunyit, kupas

1 ruas jahe, kupas

Bahan rempah tambahan untuk resep nasi kebuli beras merah:

1 batang kayu manus

3 butir cengkeh

1/4 sendok teh pala bubuk

1 buah pekak/ kembang lawang

2 buah kapulaga

1 batang serai, geprek

4 buah jeruk nipis

1 lembar daun salam

1 sendok makan garam

1/4 sendok teh merica bubuk

Kismis secukupnya

Cara membuat nasi kebuli beras merah :

  1. Rebus daging kambing dengan daun salam, cengkeh, dan jahe hingga daging empuk.
  2. Setelah empuk, tiriskan dan sisihkan daging kambing.
  3. Haluskan bumbu halus dengan diblender ataupun diulek.
  4. Panaskan minyak samin di wajan. Masukkan bumbu halus dan bumbu rempah tambahan. Tumis hingga harus, sekitar 3 menit.
  5. Masukkan santan cair ke dalam wajan, rebus hingga mendidih. Setelah mendidih, sisihkan.
  6. Masukkan beras merah ke dalam rice cooker bersamaan dengan daging kambing yang sudah direbus, santan, dan kismis (opsional).
  7. Nyalakan rice cooker dan tunggu hingga beras merah matang. Diamkan 10 menit setelah indikator nasi matang menyala, kemudian hilangkan daun salam dan serai. Aduk nasi sebentar. Nasi kebuli siap untuk disajikan.

Gimana Moms, sudah tergiur dengan resep nasi kebuli beras merah ini? Anda juga bisa menyajikan nasi kebuli beras merah bersama dengan  asinan nanas, acar mentimun, sambal goreng ati, atau taburan kacang. Selamat mencoba!

BACA:

TRIK MEMASAK DAGING AGAR BUMBU MERESAP SEMPURNA

Selain untuk Diet, Ada Keunggulan Lain Beras Merah

 

 

 

RESEP PUDING BERAS MERAH

RESEP PUDING BERAS MERAH

Puding Beras Merah – Sahabat Eka Farm, apa nih, dessert atau hidangan penutup favorit Anda? Cake, es krim, atau puding mungkin banyak menjadi jawaban Anda. Kali ini, Eka Farm ingin berbagi resep membuat puding yang sehat, bahannya mudah dicari, dan citarasanya pun lezat. Warna beras merah pun sudah menjadi pewarna alami pada puding, tanpa perlu menambah zat tambahan lain.

Siapa bilang, konsumsi beras merah harus melulu dalam bentuk nasi merah dan resep-resep makanan berat nasi merah lainnya? Beras merah juga bisa loh, dinikmati sebagai sajian makanan manis pengganjal perut. Bisa juga nih, dijadikan kesempatan untuk berbisnis kuliner karena bahan dan cara memasaknya yang sederhana dan praktis. Puding home made akan lebih berkesan dan dapat dijaga serta dipantau behan-bahan yang digunakan, daripada puding yang Anda beli di supermarket. Kegiatan memasak pun dapat mempererat hubungan dalam keluarga Anda. Misal, coba ajak anak Anda untuk jadi koki cilik, asisten masak di dapur Anda.

Oke sahabat Eka Farm, sekarang langsung yuk, cek resep membuat puding beras merah di bawah. Pastikan semua bahannya segar, belum berbau, apalagi kadaluarsa, ya.

BAHAN YANG DIBUTUHKAN

Bahan Lapisan Puding 1:

600 ml        santan dari ½  butir kelapa (alternatif: santan instan dalam kemasan)

  50 ml        air

135 gram    gula merah, sisir halus

  50 gram    beras merah

    2 sdt       agar-agar bubuk putih

1/2 sdt       garam

   2 lembar daun pandan (pemberi aroma khas yang wangi)

Bahan Lapisan Puding 2:

300 ml        santan

75 gram     nangka, dipotong kotak-kotak (opsional, bisa diganti buah dengan tekstur yang serupa)

35 gram     gula pasir*

1 1/2 sdt   agar-agar bubuk putih

CARA MEMASAK

Bahan Lapisan Puding 1

  1. Rebus santan, gula, dan daun pandan hingga mendidih.
  2. Masukkan beras merah dan rebus hingga matang.
  3. Tambahkan larutan agar-agar dan garam. Rebus sampai mendidih,
  4. Angkat dari kompor dan tuang adonan lapisan puding 1 setebal ¾ tinggi cetakan kue talam. Biarkan hingga setengah padat.

Bahan Lapisan Puding 2

  1. Rebus santan, gula, dan agar-agar sambil diaduk hingga mendidih.
  2. Tambahkan potongan nangka dan aduk hingga merata.
  3. Angkat adonan dari kompor dan tuang di atas lapisan puding 1. Diamkan hingga memadat.
  4. Keluarkan lapisan puding beras merah dari cetakan.
  5. Puding beras merah siap untuk menjadi hidangan penutup ataupun penunda rasa lapar bagi Anda sekeluarga. Dapat disajikan dalam kondisi hangat atau dingin (disimpan dalam kulkas).

*Bahan lapisan puding 2 berupa gula pasir dapat diganti dengan pilihan pemanis lain yang lebih menyehatkan seperti gula semut, gula aren, stevia, ataupun madu. Sesuaikan tingkat kemanisan dengan selera Anda.

Lalu, bagaimana jika puding beras merahnya masih lembek?

Tenang, puding nasi merah akan mengental seiring pendinginannya. Jadi, saat puding nasi merah masih terlihat lembek, dan masih ada sedikit cairan yang tertinggal dalam lapisan puding, jangan khawatir, cairan tersebut akan terserap.

Berapa lama masa penyimpanan puding beras merah ini?

Sekitar 3- 4 hari jika disimpan dalam kulkas.

Bagaimana, sahabat Eka Farm? Mudah dan simpel kan resep membuat puding beras merah? Selain citarasa yang tidak kalah dengan puding- puding komersial lain, puding beras merah pun kaya akan nutrisi.

Beras merah merupakan salah satu sumber serat pangan dan antioksidan yang tinggi. Serat pangan ini dapat membantu mengurangi rasa lapar dan menjaga perut Anda tetap kenyang dalam jangka waktu yang lebih lama. Antioksidan dalam beras merah berasal dari pigmen antosianin yang memberi warna merah keungu-unguan pada beras merah membantu tubuh dalam menghadapi radikal bebas. Tidak ketinggalan, beras merah juga kaya akan mikronutrien penting bagi fungsi tubuh, yaitu kalsium Ca), selenium (Se), mangan (Mn), magnesium (Mg), vitamin B, vitamin E, zat besi (Fe), serat, zat seng (Zn), fosfor (P), omega-3, dan omega-6.

Yakin, masih mau beli puding-puding di luar yang nutrisinya lebih sedikit dan kaya akan pemanis buatan? Cek beras merah organik dari Eka Farm untuk bahan resep puding nasi merah Anda untuk menjaga keutuhan nutrisi dan kualitasnya.

BACA: Resep Tepung Beras Merah