081225225131 halo.ekafarm@gmail.com

Beras Diabetes – Sejauh ini, kita mungkin pernah mengetahui bahwa ada berbagai macam jenis beras yang tersebar diseluruh dunia. Kira-kira ada sekitar 40.000 jenis varian beras di seluruh dunia yang mana memiliki kandungan gizi berbeda-beda. Nah, kandungan gizi tersebut pada dasarnya dipengaruhi oleh berbagai macam hal seperti jenis tanah, kondisi tanah, perlakuan pada beras dan juga proses yang dialami oleh beras sebelum dikonsumsi.

Berdasarkan dari beraneka macamya beras yang ada di dunia ini, tentu kita pasti akan mencari beras yang memiliki kandungan manfaat tinggi. Apalagi ada fakta yang mengatakan bahwa jenis beras yang selalu kita makan sekarang itu memiliki kandungan karbohidrat sederhana.

Artinya, kandungan karbohidrat sederhana itu dapat membuat rasa cepat kenyang yang mana menandakan bahwa gula dari nasi telah masuk ke dalam darah dengan sangat cepat. Pasti ada kan diantara kita disini yang justru cenderung makan terlalu berlebihan karena rasa kenyang yang tidak bertahan lama dari beras yang kita sering konsumsi bersama?

Tau tidak sih bahwa mengkonsumsi beras putih biasa sebanyak 100 gram itu sama halnya kita mengkonsumsi gula sebanyak 86 gram? Itulah mengapa karbohidrat sederhana tidak direkomendasikan oleh para ahli kesehatan untuk kita yang menginginkan tubuh sehat sampai tua nanti.

Jadi, apabila ingin mengkonsumsi beras yang baik untuk kesehatan dan tidak menimbulkan penyakit diabetes karena kandungan gulanya terlalu tinggi, maka kita harus memperhatikan kadar glikemik pada beras itu sendiri.

Glikemik Indeks adalah skala atau angka yang diberikan pada makanan tertentu berdasarkan tentang seberapa cepat makanan tersebut meningkatkan kadar gula darah. Dari pengertian ini, mungkin kita bisa menyimpulkan bahwa beras putih biasa yang sering kita konsumsi itu merupakan beras dengan kadar glikemik yang tinggi.

Secara umum, Glikemik Indeks pada beras itu ditentukan oleh varietas atau jenis padi dan juga gabahnya. Hal itu tentu ada hubungannya dengan sifat fisiko kimia, namun juga bisa dipengahuri oleh proses pengolahannya.

Perubahan gaya hidup dan juga pola konsumsi pangan masyarakat tentu saja telah mengakibatkan peningkatan penyakit degeneratif seperti misalnya penyakit diabetes. Hmm… Ya, penderita penyakit diabetes tentunya memerlukan makanan yang tidak menaikkan kadar gula secara drastis karena itu pasti akan memperburuk tubuh.

Caranya?

Tentu saja dengan mengkonsumsi beras diabetes!

Beras diabetes merupakan salah satu dari beberapa varietas unggul padi yang telah berkembang dewasan dan memiliki indeks glikemik rendah. Oleh karena itu, pagi para penderita penyakit diabetes pun tidak perlu khawatir untuk mengkonsumsi nasi dari beras diabetes, sepanjang itu tidak meleihi kebutuhan energi setiap individu.

Inti dari beras diabetes ini merupakan beras yang mana beramilosa tinggi dan juga glikemik indeksnya rendah. Oleh karena itu, berikut akan kamu jabarkan mengenai beberapa macam beras yang termasuk sebagai beras diabetes.

1. Beras Diabetes Putih

Untuk beberapa orang, ketika mereka telah mengetahui fakta akan nasi putih yang sering kita konsumsi, pasti mereka akan beranggapan bahwa mendapatkan beras diabetes putih merupakan hal yang sulit ketimbang mencari beras putih biasa.

Ya, itu wajar saja memang agak sulit untuk membedakannya.

Namun tenang, disini, ada cara yang bisa kalian lakukan untuk memilih beras diabetes berwarna putih ini, salah satunya adalah dengan melihat kandungan glikemik indeks yang ada pada beras putih tersebut.

Ya, sebagaimana yag telah kita ketahui bersama, beras putihini sering dituding sebagai pemicu naiknya kadar gula darah bagi penderita diabetes. Hal itu tentu terjadi karena beras yang telah dimasak menjadi nasi itu mengandung karbohidrat sederhana yang tinggi. Hampir semua dokter diabetes pun menganjurkan kepada pasien diabetes untuk mengurangi porsi makan nasi.

Namun, bukan berarti kita tidak boleh mengkonsumsi nasi dari beras putih biasa ya? Asal, ya itu. Perhatikan glikemik indeks pada beras putih yang ingin kita konsumsi agar itu bisa disebut sebagai beras diabetes yang menyehatkan.

2. Beras Diabetes Merah

Beras diabetes merah ini merupakan salah satu pilihan beras yang paling banyak dicari oleh para penderita penyakit diabetes. Mengapa tidak? Beras diabetes merah ini memiliki kadar glikemik yang rendah dibandingkan dengan beras putih yang telah dijabarkan diatas.

Jika seseorang ada yang mau untuk mengganti porsi makan nasi putihnya sebanyak satu per tiga porsi dengan nasi dari beras diabetes merah ini, tentu saja resiko untuk terkena diabetes tipe 2 pastinya akan menurun secara drastis dan tubuh akan sehat kembali.

Beras bagi penderita diabetes ini pun juga memiliki kandungan yang kaya akan serat. Tentu hal itu sangat baik untuk manusia pada umumnya ataupun bagi penderita diabetes pada khususnya.

Serat yang dimaksud disini adalah sejenis mineral yang tidak mudah untuk dicerna maupun diserap oleh tubuh. Serat ini hampir sama seperti halnya karbohidrat yang mampu untuk memberikan energi pada tubuh, namun bedanya, serat itu memiliki kandungan kalori yang lebih rendah.

Meskipun sulit untuk dicerna,  ternyata meningkatkan konsumsi serat itu ternyata bisa menurunkan penyakit kardiovaskular, diabetes, kanker dan juga obesitas karena serat ini akan memperlambat masuknya glukosa dalam darah.

Oh iya, kandunga serat pada beras diabetes merah ini juga dapat untuk menjaga pencernaan loh.

3. Beras Diabetes Hitam.

Beras diabetes jenis ini adalah jenis beras yang bisa dikatakan sebagai rajanya bras. Bagaimana tidak, beras yang memiliki nama lain Oryza Sativa Lindica ini memiliki aleuron dan juga antosianin yang lebih tinggi ketimbang beras putih biasa.

Aleuron yang dimaksud disini merupakan salah satu jenis protein yang termasuk globulin, yang mana butiran-butirannya yang sangat besar dapat kita temukan pada biji jarak, pun juga pada beras diabetes hitam ini. Pada butir besar aleuron ini lazimnya terdiri dari protein amorf, protein kristal dan juga protein globoid.

Wah sangat bermanfaat sekali ya kandungan pada beras diabetes hitam ini.

Adapun fungsi dari kandungan antosianin dalam beras ini adalah sebagai antioksidan di dalam tubuh sehingga hal itu dapat mencegah terjadinya aterosklerosis, atau bisa dimaksud dengan penyakit penyumbatan pembuluh darah. Antosianin ini bekerja menghambat proses aterogenesis dengan cara mengoksidasi lemak jehat dalam tubuh.

Bertambah ya nilai positif dari beras diabetes hitam ini.

Menurut data dari para ahli gizi di Indonesia, beras jenis ini mengandung kurang lebih 351 Kkal Energi dan hanya memiliki kandungan 1.3 gram karbohidrat saja di dalamnya. Artinya, beras ini tidak muda dicerna oleh tubuh yang mana akan membuat gula darah meningkat.

Selain itu, beras ini pun juga memiliki kandungan serat yang baik untuk tubuh, seperti halnya beras diabetes berwarna merah diatas. Namun sayangnya, karena beras ini memiliki manfaaat yang sangat baik untuk kesehatan, budidaya yang susah serat sering disebut sebagai rajanya beras, maka beras ini terbilang susah untuk didapatkan dan juga berharga mahal.

Tapi jangan khawatir, beras ini masih bisa didapatkan dengan mudah kok sekarang.

4. Beras Diabetes Singkong.

Beras untuk penderita diabetes jenis ini merupakan salah satu terobosan baru bagi dunia kesehatan di Indonesia. Maka, tidak mengherankan apabila sedikit orang yang mengetahui tentang beras yang satu ini. Harga dari beras ini pun juga cukup mahal kurang lebih Rp.7000 per kilonya.

Beras jenis ini tentu sangat baik untuk meredakan penyakit diabetes dan juga penyakit jantung koroner, susah buang air besar dan juga kolesterol yang berlebihan. Namun sayangnya, seperti halnya beras diabetes hitam, beras ini juga sulit untuk didapatkan.

5. Beras diabetes beramilosa Tinggi

Ya, segala beras yang memiliki amilosa tinggi tentu memiliki kadar glikemik rendah. Oleh karena itu, diusahakan apabila ada orang yang mengidap penyakit diabetes, sebaiknya mereka memilih untuk mencari beras yang beramilosa tinggi.

Beras yang beramilosa tinggi ini biasanya memiliki tekstur yang kasar atau pera sehingga kadang tidak disukai oleh para pengidap penyakit diabetes. Cukup aneh sebenarnya, namun, segala utuh perjuangan untuk bisa hidup sehat.

Oh iua, beras beramilosa tinggi yang memiliki indeks glikemik rendah ini tentunya sangat layak untuk dikonsumsi oleh para penderita penyakit diabetes. Namun, anggapan bahwa beras yang beramilosa tinggi memiliki indeks glikemik rendah itu ternyata tidak selalu benar.

Ada beras dari varietas Batang Piaman dan juga iliwung yang berkadar amilosa tinggi, namun juga memiliki indeks glikemik yang tinggi pula. Pun juga sebaliknya, beras yang memiliki indeks glikemik rendah, tidak hanya beramilosa tinggi, tapi juga yang berailosa sedang, seperti misal beras dari varietas Ciherang.

Indeks Glikemik dari bahan pangan itu dipengaruhi oleh kadar amilosa, lemak, protein, serat, dan daya cerna pati. Daya cerna pati merupakan kemampuan pati untuk dapat dicerna dan diserap dalam tubuh. Karbohidrat yang lambat diserap menghasilkan kadar glukosa darah yang rendah dan berpotensi mengendalikan kadar glukosa darah.

Kandungan pati dan komposisi amilosa/amilopektin berpengaruh terhadap daya cerna pati beras atau nasi. Sampai saat ini masih terjadi silang pendapat antar ilmuwan tentang kecepatan pencernaan pati dan hubungannya dengan kandungan amilosa/amilopektin.

Sebagian besar ilmuwan berpendapat bahwa amilosa lebih lambat dicerna dibandingkan dengan amilopektin, karena amilosa merupakan polimer dari gula sederhana dengan rantai lurus. Rantai yang lurus ini menyusun ikatan amilosa yang solid sehingga tidak mudah tergelatinasi. Oleh karena itu, amilosa lebih sulit dicerna dibandingkan dengan amilopektin yang merupakan polimer gula sederhana, bercabang, dan struktur terbuka.

Berdasarkan karakteristik tersebut maka bahan pangan yang mengandung amilosa tinggi memiliki aktivitas hipoglikemik yang lebih tinggi dibanding bahan pangan yang mengandung amilopektin tinggi. Oleh karena itu, beras dengan kandungan amilosa tinggi cenderung memiliki indeks glikemik yang rendah.

Jadi, bisa dipastikan bahwa beras diabetes tentu sangat diperuntukkan olah para pengidap penyakit diabetes. Hal ini harus diperhatikan bahwa para pengidap penyakit harus sembuh, dan salah satunya adalah dengan cara mengkonsumsi beras jenis ini.

Karena pada dasarnya, beras merupakan penyokong stamina dalam tubuh. Jadi, tanpa pandang bulu, beras seharusnya layak untuk dikonsumsi oleh siapapun, tanpa harus ada diselimuti rasa takut akan kadar gula yang meninggi ataupun memperparah kesehatan.

Jadi, konsumsilah beras diabetes ini untuk tubuh yang lebih sehat.

Cara Belanja Klik