DIET UNTUK PENDERITA ASAM LAMBUNG

DIET UNTUK PENDERITA ASAM LAMBUNG

Apakah Anda penderita asam lambung, tetapi berniat untuk diet? Keresahan jika diet akan memperparah kondisi asam lambung kemungkinan besar dirasakan oleh penderitanya. Pertanyaan lain yang mungkin juga muncul saat penderita asam lambung atau gangguan pencernaan adalah, “Amankah diet untuk penderita asam lambung?”

Amankah diet untuk penderita asam lambung?

Penyakit asam lambung seperti maag dan GERD (gastroesophageal reflux disease) adalah gangguan pencernaan yang menjadi permasalahan umum banyak orang. Maag ditandai dengan rasa nyeri pada bagian tengah agak kiri perut atau bagian ulu hati (tempat lambung berada). Pemicu maag diantaranya, luka terbuka di lapisan lambung (tukak lambung), infeksi bakteri, efek samping konsumsi obat tertentu, misalnya obat anti-inflamasi non-steroid, dan stres.

Baca juga: Hal-hal yang memicu sakit maag semakin parah

Saat menyinggung masalah diet, penderita asam lambung pasti ketar- ketir sendiri, bingung harus makan apa dan yang bagaimana agar asam lambung tetap terkontrol? Apakah menjalani program diet untuk menurunkan berat badan itu aman?

Penderita asam lambung sah- sah saja dan aman untuk menjalani program diet penurunan berat badan. Lalu, apakah sama antara diet orang yang tak memiliki masalah asam lambung atau gangguan pencernaan lainnya dengan penderita asam lambung?

Makanan diet yang baik untuk penderita asam lambung

makanan diet untuk penderita asam lambung
Pilihan makanan diet untuk penderita asam lambung tetap banyak, kok

Bukan sembarangan pilihan makanan diet untuk orang yang memiliki masalah asam lambung. Beberapa jenis makanan dapat membantu mencegah atau meringankan gejala penyakit asam lambung. Daftar makanan di bawah ini adalah makanan yang bersahabat dengan asam lambung dan dapat dijadikan pilihan makanan diet sehat.

Penderita asam lambung terkadang merasakan sakit perut yang tak tertahankan jika telat atau salah makan. Iritasi atau sakit ini dapat disebabkan oleh asam lambung yang menyentuh kerongkongan akibat katup lambung sudah tidak berfungsi dengan baik. Kondisi ini menandakan penderita asam lambung sudah merasakan gejala GERD.

Pada dasarnya, beberapa jenis makanan di bawah ini adalah makanan rendah lemak dan gula. Selain itu, karena Anda sedang diet, makanan di bawah ini juga rendah kalori sehingga tidak perlu terlampau khawatir akan menambas massa lemak di tubuh. Kedua jenis zat tersebut dapat memicu gejala asam lambung.

1. Sayur- sayuran

Sayur secara alamiah rendah gula dan lemak sehingga dapat membantu membuat perut nyaman dan mengurangi produksi asam lambung. Dari ratusan ribu tanaman yang bisa dimakan oleh manusia, baru beberapa saja yang sering dikonsumsi.Artinya, peluang Anda untuk mengeksplor berbagai macam sayuran.

Anda tak perlu takut bosan. Beberapa contoh pilihan sayuran untuk menu diet penderita asam lambung yaitu buncis, kembang kol, kentang, timun, brokoli, asparagus, dan sayur- sayuran berdaun hijau tua. Sayur- sayuran mengandung serat larut dan tak larut air yang masing- masing memiliki efek positif untuk sistem pencernaan manusia.

2. Makanan tinggi serat

Mengutip dari healthline, diet yang tinggi serat dapat mengurangi risiko refluks asam lambung. Beberapa pilihan biji- bijian utuh yang tinggi serat yaitu oats, jelai utuh, dan beras berwarna (beras merah, beras coklat, dan beras hitam), dan sorgum. Beras berwarna selain merupakan sumber serat, juga mengandung berbagai mineral, vitamin B, dan antioksidan.

Baca juga: TAHUKAH ANDA MANFAAT BERAS COKLAT UNTUK MENURUNKAN BERAT BADAN?

3. Jahe

Jahe terkenal akan sifat anti-inflamasinya. Rimpang satu ini juga memiliki banyak manfaat, termasuk untuk penderita asam lambung. Jahe dapat menjadi bahan alami untuk menangani heartburn atau masalah pencernaan yang lainnya. Heartburn adalah kondisi yang ditandai dengan dada terasa panas dan terbakar. Sensasi hangat saat mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung jahe juga dapat membuat tubuh nyaman.

4. Buah yang tidak masam

Buah- buahan menjadi sumber antioksidan penting bagi tubuh, disamping serat, air, vitamin, dan mineral. Memilih buah yang aman untuk penderita penyakit asam lambung seperti maag dan GERD harus hati- hati karena beberapa buah, termasuk buah tropis bersifat asam.

Penderita asam lambung harus membatasi asupan asamnya, termasuk buah- buahan seperti jeruk, tomat, nanas, anggur, dan lemon. Beberapa pilihan buah rendah asam yang aman untuk penderita asam lambung yaitu semangka, melon, pisang, apel, alpukat, kiwi, kurma, buah tin, buah persik, dan pir.

5. Lauk rendah lemak, tinggi protein

Beberapa pilihan lauk rendah lemak yang aman dan cocok sebagai makanan diet untuk penderita asam lambung yaitu dada ayam, daging kalkun, makanan laut, putih telur. Perhatikan pengolahan dan cara memasak lauk agar tetap aman untuk asam lambung Anda. Anda dapat meng-grill, memanggang, atau mengukus pilihan lauk tersebut.

6. Lemak baik

Diet tinggi lemak memang tidak dianjurkan untuk penderita asam lambung. Akan tetapi, tentu saja lemak baik dibutuhkan dalam diet untuk penderita asam lambung. Kuncinya adalah memilih sumber lemak baik atau makanan yang rendah lemak jenuh seperti alpukat, kacang- kacangan (kenari, almond, mete, dsb), minyak kelapa murni, minyak zaitun, biji chia, biji flax, wijen, biji bunga matahari.

7. Probiotik

Banyak makanan atau minuman yang mengandung probiotik bersahabat untuk lambung. Namun, sebelum membahas makanan yang mengandung probiotik lebih lanjut, apa sih probiotik itu? Probiotik adalah bakteri baik yang memiliki efek baik terhadap pencernaan kita. Beberapa makanan dan minuman yang mengandung probiotik dan cocok untuk diet penderita asam lambung yaitu tempe, yogurt rendah lemak, susu rendah lemak, kombucha, kimchi, kefir, dan asinan.

Kenapa harus memilih produk susu dan olahannya yang rendah lemak? Alasannya yaitu lemak dapat memicu refluks asam. Namun, susu rendah lemak dapat membantu meredakan gejala heartburn.

Buat diary diet untuk mengontrol diet Anda

diet untuk penderita asam lambung
Track dietmu penting bagi penderita asam lambung

Menurut seorang gastroentrologis di Johns Hopkins Medicine, Ekta Gupta, M.B.B.S., M.D., diet memegang peranan penting dalam mengontrol gejala asam lambung. Diet juga termasuk dalam barisan pertama penanganan GERD (gastroesophageal reflux disease).

Tujuan utama diet untuk penderita asam lambung bukan hanya untuk menurunkan berat badan, tapi yang lebih utama yaitu untuk mengontrol dan meminimalisir gejala asam lambung. Salah satu tips diet yang juga dapat dipraktikkan untuk diet penderita asam lambung yaitu membuat diary atau jurnal makanan dan minuman harian.

Apa fungsinya? Salah satu pemicu gejala asam lambung yaitu dari faktor diet, berupa makanan dan minuman yang dikonsumsi. Diary atau jurnal harian berfungsi untuk mengontrol dan men-track makanan yang sehari- hari dimakan. Tips ini bermanfaat untuk penderita asam lambung karena saat gejala asam lambung muncul, Anda bisa memperikirakan jika berasal dari makanan atau minuman tertentu.

Buat Anda penderita asam lambung, tidak perlu lagi takut untuk menjalani program diet. Namun, pastikan untuk mengikuti panduan diet untuk penderita asam lambung atau meminta panduan dokter.

Asam Lambung Berlebihan, Bahayakah?

Asam Lambung Berlebihan, Bahayakah?

Asam lambung yang berlebihan dan tidak ditangani dengan segera bisa menyebabkan berbagai penyakit ikutan.

Cairan lambung atau yang biasa dikenal dengan asam lambung berguna dalam proses pencernaan kita. Guna dari cairan lambung ini meliputi fungsi penyerapan nutrisi seperti zat besi, kalsium, dan vitamin B12 hingga untuk membunuh bakteri yang tertelan bersama makanan.

Cairan lambung tersebut terdiri dari campuran air, asam klorida, pepsin, faktor intrinsik, lendir, elektrolit (natrium, kalium, kalsium, fosfat, sulfat, dan bikarbonat), dan zat organik (lendir, pepsins, dan protein).

Cairan ini sangat asam dan dapat berisiko mengikis dinding lambung karena terdapat kandungan asam klorida. Jika berlebihan dan didiamkan begitu saja, bahaya asam lambung bisa mengintai kesehatan tubuh. Berikut beberapa penyakit yang bisa ditimbulkan karena asam lambung.

Heartburn

Heartburn atau nyeri ulu hati adalah sensasi nyeri dan perih di dada atau tenggorokan. Kondisi ini terjadi ketika asam lambung naik ke kerongkongan, yaitu saluran yang membawa makanan dari mulut ke perut. Rasa sakit tersebut bisa menjadi lebih parah ketika kita berbaring atau membungkuk. Heartburn yang terjadi sesekali saja biasanya tidak perlu dikhawatirkan dan dapat diobati dengan obat-obatan yang dijual bebas. Namun, jika sering terjadi atau sampai mengganggu rutinitas harian kita, perawatan medis lebih lanjut kemungkinan diperlukan. Karena ini bisa saja merupakan gejala dari kondisi yang lebih serius.

GERD

Gastroesophageal reflux disease atau GERD merupakan penyakit pencernaan kronis yang terjadi ketika asam lambung atau isi perut naik kembali ke kerongkongan hingga mengiritasi lapisan kerongkongan. GERD ditandai dengan heartburn yang muncul lebih dari dua kali dalam seminggu atau jika dokter menemukan iritasi di kerongkongan Anda. Bahaya asam lambung yang satu ini bisa diobati dengan mengubah gaya hidup dan mengonsumsi obat-obatan, namun ada juga yang memerlukan operasi.

Gigi rusak

Asam lambung dan cairan lambung yang naik ke esofagus dan mulut,dapat mengikis enamel (email) gigi atau lapisan luar gigi yang keras. Akibatnya, gigi pun menjadi rusak. Biasanya orang-orang tidak menyadari kerusakan gigi yang dialami sampai akhirnya mencapai stadium lanjut.

Pernapasan

Asam lambung juga bisa memperparah penyakit asma atau pneumonia hingga menyebabkan sesak napas dan kesulitan bernapas. Hal ini terjadi bila asam lambung yang naik tidak sengaja tersedot saat bernapas.

Radang Teronggorok

Ketika memasuki kerongkongan, bahaya asam lambung yang naik ke atas bisa menyebabkan esofagitis (cairan asam lambung mengiritasi lapisan esofagus hingga membengkak dan terasa sakit saat menelan), menimbulkan peradangan bahkan hingga borok atau luka di kerongkongan, dan striktur esofagus (penyempitan kerongkongan).

Esofagus Barrett

Jika tidak diobati selama bertahun-tahun, asam lambung yang terus naik dapat menyebabkan esofagus Barret. Bahaya asam lambung yang satu ini merupakan komplikasi serius dari penyakit GERD. Pada esofagus Barrett, jaringan normal yang melapisi esofagus berubah menjadi jaringan yang menyerupai lapisan usus. Penyakit ini tidak memiliki gejala khusus, meskipun pasien dengan esofagus Barret mungkin memiliki gejala yang berhubungan dengan GERD. Bahaya utama dari kondisi ini adalah risiko terjadinya kanker esofagus yang dapat berisiko kematian. Dokter dapat mendiagnosis esofagus Barrett dengan melakukan prosedur endoskopi.

Kanker kerongkongan

Dalam kasus yang sangat serius, bahaya asam lambung yang tidak diobati dapat menyebabkan kanker kerongkongan. Menderita GERD bisa sedikit meningkatkan peluang kita untuk terserang jenis kanker ini. Tanda-tanda kanker kerongkongan seperti penurunan berat badan, nyeri di dada dan sulit menelan, bahkan baru muncul setelah penyakit mencapai tahap lanjut yang sudah sulit untuk diobati. Kondisi ini biasa terjadi pada orang dengan riwayat GERD menahun dan berusia di atas 50 tahun.