PERLUKAH MENCUCI BERAS SAMPAI AIR BENING?

PERLUKAH MENCUCI BERAS SAMPAI AIR BENING?

Hayo, Moms, apakah Anda termasuk tim mencuci beras sampai air bening, jika belum bening merasa beras belum bersih, masih kotor, menyimpan kuman, bakteri, atau pestisida? Benarkah jika mencuci beras berulang kali, bahkan beberapa orang beranggapan harus minimal 3 kali cuci, dapat menjamin kebersihan beras dan membuat kualitasnya lebih baik? Mari sejenak kita telusuri asumsi yang sudah mengakar dalam masyarakat Indonesia satu ini.

Tentang mencuci beras dan kehilangan nutrisi beras

Beras yang biasa dijumpai di pasaran dan umum dikonsumsi rakyat Indonesia adalah beras putih. Beras jenis ini terkadang masih banyak tercampur dengan kotoran seperti kerikil- kerikil kecil, kulit gabah, dan sebagainya yang akan mengapung saat beras dicuci. Hal ini menjadi salah satu faktor yang dapat menyebabkan asumsi bahwa beras harus dicuci minimal 3 kali atau sampai air cucian beras bening untuk mendapatkan beras yang bersih dan aman untuk dikonsumsi.

Selain itu, beberapa orang juga beranggapan bahwa jika beras tidak dicuci hingga bersih sempurna, yang ditandai dengan air cucian beras berwarna bening, nasi yang dihasilkan akan cepat basi. Padahal, Moms, nasi mudah basi atau tidak itu tergantung pada cara penyimpanan nasi serta kualitas dari beras yang dimasak.

Hati-hati dalam mencuci beras agar tidak menghilangkan vitamin di dalamnya

Beras putih diselubungi oleh zat pati yang dapat menyeabkan bulir-bulir beras saling menempel satu sama lain saat ditanak sehingga akan menghasilkan nasi yang menggumpal. Mencuci beras akan membantu menghilangkan serbuk pati yang menempel pada butiran beras. Akan tetapi, cara mencuci beras pun perlu diperhatikan agar vitamin yang terkandung dalam bulir beras tidak sepenuhnya ikut luruh bersama dalam air cucian beras.

Melansir dari Kumparan, ahli gizi dr. Juwalita Surapsari, M.Gizi, Sp. GK mengatakan bahwa mencuci beras sebenarnya tak perlu sampai airnya menjadi bening. Mengapa demikian? Beliau menuturkan terdapat beberapa vitamin yang terkandung dalam bulir beras mudah larut dalam air sehingga jika pencucian beras dilakukan berkali-kali, bahkan hingga air menjadi bening, bukan tidak mungkin vitamin tersebut ikut hilang. Dr Juwita menyarankan untuk mencuci beras 1-2 kali cuci saja. disamping itu, pastikan juga Anda tidak meremas beras dengan terlalu keras agar bulir beras tidak hancur. Bulir beras memang terkadang rentan terhadap tekanan sehingga teksturnya pun dapat berubah.

Beras mengandung vitamin B1 atau thiamin yang cenderung mudah larut dalam air. Padahal, thiamin memiliki fungsi penting bagi metabolisme tubuh, misalnya untuk membantu pencernaan dan penyerapan sari makanan dalm tubuh dan mengubah karohidrat menjadi energi. Proses penggilingan padi menjadi beras putih dengan mesin telah banyak menyosoh lapisan dedak dan germ sehingga vitamin B1 berkurang drastis. Ditambah lagi dengan cara pencucian yang salah dapat meningkatkan risiko kehilangan vitamin ini seluruhnya.

Perhatikan juga pembuangan air cucian beras

Dilansir dari laman WikiHow, air cucian beras yang masuk ke dalam saluran ataupun tubuh air dapat membahayakan pertumbuhan alga. Kasus seperti ini telah terbukti di Jepang, sehingga Pemerintah menghimbau warganya untuk tidak mencuci beras. Akan tetapi, tentunya hal tersebut juga diimbangi dengan imbauan pada petani untuk mengontrol penggunaan pestisida ataupun zat kimia lain dalam pembudidayaan padi serta membersihkan beras sebelum didistribusikan dan dijual.

Bingung dengan cara penanganan air cucian beras? Moms punya tanaman di rumah? Siramilah tanaman tersebut dengan air cucian beras untuk memanfaatkan limbah air beras dengan efisien dan tidak membahayakan lingkungan.

Opsi tambahan: beralih ke beras organik

Beras putih melalui proses penggilingan berulang kali. Selain itu, proses perawatan dan budidaya padi dengan berbagai bahan kimia yang dapat membahayakan tubuh dan lingkungan. Sedangkan beras organik hanya melalui 1-2 kali proses penggilingan dengan hanya mengelupas kulit ari dan menjaga keutuhan lapisan dedak dan germ. Kedua lapisan tersebut sudah hilang pada beras putih, padahal vitamin B kompleks dan serat melimpah dalam lapisan tersebut. Kandungan vitamin B kompleks dalam beras organik jauh melampaui beras biasa. Selain itu, penggunaan pestisida alami, pupuk alami, dan pengontrol hama dan gulma alami mejadikan beras lebih sehat dan aman dikonsumsi. Anda pun jadi lebih tenang jika hanya mencuci beras organik 1-2 kali.  

Jadi, Moms, hilangkan anggapan mencuci beras harus sampai air berwarna bening, ya. Cukup 1-2 kali cuci saja untuk menghilangkan serbuk pati, kotoran, ataupun pestisida. Jangan sampai nasi yang kita konsumsi kehilangan vitamin dan mineral penting di dalamnya, rugi bukan?

Tinggalkan Balasan