Telaah Kadar Gula: Nasi Putih vs. Nasi Merah – Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan

Telaah Kadar Gula: Nasi Putih vs. Nasi Merah – Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan

Bicara soal makanan khas Indonesia, tak ada yang bisa mengalahkan nasi dalam perannya sebagai makanan pokok. Bagaimana pun, nasi adalah sumber energi utama bagi masyarakat di seluruh Nusantara. Tapi, pernahkah Anda berpikir betapa kadar gula dalam nasi bisa memengaruhi kesehatan kita?

Mari kita telisik lebih jauh.

Cerita di Balik Nasi Putih dan Nasi Merah

Sebuah penelitian baru-baru ini mengungkapkan bahwa kadar gula dalam nasi putih cukup tinggi. Dibandingkan dengan nasi merah, nasi putih memiliki kandungan karbohidrat sederhana yang cenderung lebih cepat dicerna oleh tubuh, meningkatkan kadar gula darah dengan cepat.

Sebagai contoh, 100 gram nasi putih mengandung sekitar 28 gram karbohidrat, sedangkan nasi merah hanya mengandung sekitar 23 gram dalam jumlah yang sama. Ini berarti, mengonsumsi nasi putih dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang lebih besar daripada nasi merah.

Baca Juga : Asam Lambung Naik, Boleh Nggak Si Makan Nasi?

Statistik yang Mencerahkan

Menurut Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Departemen Kesehatan Republik Indonesia, prevalensi diabetes di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2020, sekitar 10% populasi Indonesia telah menderita diabetes. Dan salah satu penyebab utama diabetes adalah pola makan yang tinggi gula, termasuk konsumsi nasi putih yang berlebihan. Selain itu, penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal PLOS Medicine menemukan bahwa konsumsi nasi putih yang tinggi berkaitan dengan peningkatan risiko diabetes tipe 2, terutama pada individu yang mengonsumsi lebih dari lima porsi nasi putih per minggu.

Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia: https://www.kemkes.go.id/, nasi putih memiliki IG 73, tergolong tinggi. Artinya, karbohidrat dalam nasi putih diubah menjadi gula darah dengan cepat, sehingga memicu pelepasan insulin berlebihan dan berujung pada kelelahan. Di sisi lain, nasi merah hadir sebagai penyelamat. Kandungan serat dan IG yang lebih rendah (55) pada nasi merah membantu memperlambat penyerapan gula darah, sehingga stabilitas energi dan rasa kenyang lebih terjaga.

Berdasarkan penelitian Harvard School of Public Health: https://www.hsph.harvard.edu/faculty-research/, konsumsi nasi merah secara rutin dapat menurunkan risiko diabetes tipe 2 hingga 17%. Tak hanya itu, nasi merah juga kaya akan vitamin B, zat besi, dan magnesium yang penting bagi kesehatan tubuh.

Baca Juga : Menakar Karbohidrat Sehat: Memahami Indeks Glikemik Nasi Putih

Eka Farm: Sahabat Setia Menu Sehatmu

Bagi kamu pecinta nasi merah, Eka Farm hadir sebagai solusi praktis untuk menikmati nasi merah berkualitas. Beras merah organik Eka Farm ditanam tanpa pestisida dan pupuk kimia, sehingga lebih aman dan menyehatkan. Eka Farm juga menawarkan berbagai jenis beras merah, seperti hitam, merah muda, dan merah klasik, dengan tekstur dan rasa yang variatif. Kamu dapat memilih beras merah yang sesuai dengan seleramu dan kebutuhan gizi.

Memilih nasi merah bukan hanya tentang kadar gula darah, tetapi juga tentang gaya hidup sehat. Kombinasikan dengan konsumsi protein, sayur, dan buah-buahan untuk mendapatkan nutrisi yang seimbang. Ingat, kunci utama kesehatan adalah pola makan yang baik dan gaya hidup aktif. Jadikan nasi merah Eka Farm sebagai bagian dari pola makan sehatmu dan rasakan manfaatnya!

Kesimpulan

Nasi merah terbukti lebih unggul dalam menjaga kadar gula darah dibandingkan nasi putih. Selain itu, nasi merah kaya akan serat dan nutrisi penting lainnya. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, beralih ke nasi merah Eka Farm dan rasakan manfaatnya untuk kesehatanmu! Kami dengan bangga mempersembahkan kepada Anda beras merah berkualitas tinggi dari Eka Farm, sebuah produsen yang berkomitmen untuk memberikan produk alami dan berkualitas.

Beras merah kami berasal dari ladang-ladang yang subur dan diproses dengan teliti untuk memastikan kualitasnya tetap terjaga. Kaya akan nutrisi dan serat, beras merah kami cocok untuk mendukung gaya hidup sehat dan aktif. Dengan harga yang kompetitif dan kualitas yang tak tertandingi, kami yakin produk kami akan memenuhi harapan Anda. Segera hubungi kami di nomor +62-811-2650-296 untuk mendapatkan lebih banyak informasi atau memesan produk kami.

Beras Putih Organik Untuk Penderita Diabetes

Beras Putih Organik Untuk Penderita Diabetes

Beras putih organik untuk diabetes – Selain beras merah dan beras hitam yang dipercaya mampu memberikan khasiat untuk penderita diabetes. Saat ini telah muncul beras putih organik untuk penderita diabetes. Beras ini tentu sangat cocok bagi seseorang yang ingin mengurangi kadar gula darah namun tidak suka mengkonsumsi beras merah atau beras hitam.

Tapi ingat jangan samakan beras putih organik dengan beras putih biasa. Beras putih organik memiliki nutrisi bermanfaat untuk mengontrol gula dalam darah. Kok bisa? Ada beberapa faktor yang menyebabkan kandungan nutrisi dalam beras putih organik dengan beras putih berbeda.

Dan jawabanya bisa kamu temukan setelah membaca artikel ini sampai selesai. Pada artikel ini kamu akan mengetahui apa itu beras putih organik, perbedaan, manfaat, kandungan beras putih organik dan harganya

.

Apa itu beras putih organik?

Beras putih organik adalah jenis beras yang dihasilkan melalui proses alami tanpa menggunakan pupuk dan pestisida berbahan kimia. Sedangkan proses untuk beras putih biasanya menggunakan pupuk dan pestisida berbahan kimia.

Inilah mengapa beras putih organik cocok untuk penderita diabetes, karena dari prosesnya saja sudah berbeda. Sehingga kandungan nutrisi yang dihasilkan beras tersebut juga berbeda dengan beras biasa. Lalu apa saja perbedaan beras putih organik dengan beras biasa? Berikut penjelasanya.

Baca Juga : 5 Manfaat Beras Hitam Organik

 

Perbedaan Beras Putih Organik Untuk Diabetes Dengan Beras Biasa?

Bila dilihat dari pengertian beras putih organik, maka perbedaan yang pertama adalah soal pupuk yang digunakan. Jika beras putih organik dalam proses pertumbuhan menggunakan pupuk dan pestisida alami maka beras biasa menggunakan pupuk pestisida berbahan kimia.

Perbedaan yang kedau soal nutrisi yang ada di dalam beras. Berdasarkan penelitian, kandungan nutrisi pada padi yang tumbuh alami tanpa menggunakan pupuk berbahan kimia, memiliki kandungan nutrisi yang lebih baik untuk kesehatan tubuh. 

Sedangkan untuk padi yang menggunakan pupuk kimia kandungan nutrisi yang ada di dalam beras mengalami beberapa kekurangan. Dan kekurangan ini tidak baik dikonsumsi untuk penderita diabetes.

Lalu perbedaan yang ketiga lama proses pertumbuhan. Lama proses pertumbuhan untuk menghasilkan beras organik umumnya lebih lama daripada beras biasa. Hal ini dikarenakan penggunaan pupuk alami dan pestisida alami yang digunakan. Sehingga padi dapat tumbuh secara alami.

Perbedaan yang keempat soal tenaga perawatan padi. petani padi akan memerlukan tenaga ekstra untuk merawat padi sehingga bisa menghasilkan beras putih organik. Tenaga tersebut seperti pemberian pupuk alami yang lebih banyak daripada biasanya.   

 

Manfaat Beras Putih Organik untuk Diabetes

1. Mampu mengatasi gangguan pencernaan

manfaat beras putih organik yang pertama adalah mengatasi gangguan pencernaan.  Dengan mengkonsumsi beras putih organik tubuh mampu meningkatkan pembakaran kalori dan meningkatkan metabolisme. Sehingga sangat cocok untuk seseorang yang menjalankan program diet.

2. Dapat Kontrol diabetes

Dengan mengkonsumsi beras putih organik, lonjakan insulin pada tubuh akan berkurang. Hal ini dikarenakan kandungan glikemik pada beras putih organik yang rendah.

3. Mendapatkan kolesterol sehat

Manfaat yang ketiga adalah tubuh akan mendapatkan kolesterol sehat. Secangkir beras putih organik terdapat 80% kandungan makan harian yang diperlukan oleh tubuh. Sehingga tubuh akan menghasilkan asam lemak sehat sehingga menghasilkan kolesterol sehat pula.

4. Membantu menurunkan berat badan

Seperti beras merah dan beras hitam. Ternyata beras putih organik juga mampu membantu seseorang yang sedang menjalankan program diet. Beras putih organik memiliki kandungan serat, protein, magnesium, kalsium dan potasium inilah yang akan membantu proses penurunan berat badan.

Dengan adanya beberapa kandungan dalam beras putih organik tersebut akan membentuk tubuh untuk meningkatkan metabolisme dan membuang lemak jahat secara menyeluruh.

Baca Juga : Beras Amandia Yang Rendah Indeks Glikemik

 

Apakah Beras Putih Organik untuk Diabetes lebih Sehat?

Apabila dilihat dari proses menanam padi sampai memanen padi, beras putih organik jelas memiliki kandungan nutrisi lebih banyak daripada beras putih biasa. Karena perbedaan proses inilah beras putih organik menjadi lebih sehat daripada beras biasa. Sehingga cocok untuk dikonsumsi semua kalangan baik anak – anak, dewasa dan orang tua.

Tapi, ini bukan berarti beras putih biasa tidak sehat untuk dimakan. Pemilihan beras untuk dikonsumsi setiap hari, tergantung kepada kebutuhan nutrisi tubuh masing-masing. Seperti pada orang yang menderita penyakit diabetes. Pasti orang tersebut lebih memilih untuk mengkonsumsi beras putih organik atau beras merah organik untuk membantu menurunkan kadar gula darah. Inilah mengapa ada beberapa orang yang mengatakan bahwa beras organik lebih sehat untuk dikonsumsi daripada beras biasa.

Ada juga beberapa orang yang lebih memilih beras putih organik dengan alasan, saat ini para pedagang sudah mulai curang saat menjual beras putih. Kecurangan tersebut seperti memberikan pemutih atau pewarna pada beras agar terlihat bersih dan sehat. Bahkan pernah ada juga kasus tentang penjual yang menjual beras plastik. Dan mungkin masih banyak lagi kecurang-kecurangan oleh para penjual demi mendapatkan konsumen dan meraup keuntungan lebih banyak.

Dari kasus-kasus inilah masyarakat mulai takut dan lebih berhati-hati dalam membeli beras putih di toko dan p

asar terdekat. Hingga ada sebagian yang beralih untuk mencoba beras organik yang jelas memiliki mutu dan kualitas yang lebih baik.

 

Alasan Beras Putih Organik Untuk Diabetes Lebih Mahal

Untuk orang yang baru mengenal beras organik pasti pernah berfikir “apa penyebab beras putih organik lebih mahal daripada beras putih biasa? Padahal kalau dilihat sepintas beras memiliki bentuk sama, cuma berbeda jenis packingnya yang rapi? Apakah karena bungkus beras, beras organik menjadi mahal?” Dan mungkin masih ada beberapa tanggapan para konsumen yang baru mengenal beras organik.

Beras organik memang selalu dibungkus dengan baik dan menarik. Hal ini tentu bertujuan untuk membuat beras tetap steril dan layak untuk pasarkan. Packaging beras bukan menjadi salah satu faktor beras organik menjadi mahal. Salah satu faktor yang menyebabkan beras organik lebih mahal daripada beras biasa yaitu prosesnya.

Proses untuk menghasilkan beras organik petani harus memerlukan tenaga lebih dan pupuk alami lebih banyak dari yang biasanya. Pemilihan butir beras untuk mendapatkan beras yang  yang sempurna pada setiap butir beras, juga menjadi tantangan sendiri bagi petani beras organik.

Jika kalian mengamati dengan teliti perbedaan bentuk beras antara beras putih organik dengan beras putih biasa pasti hasilnya berbeda. Bentuk dan warna dari beras organik pasti lebih sempurna dan bersih. Dan dari segi aroma, beras organik memiliki aroma lebih harum.

Jadi itulah ,manfaat beras putih untuk penderita diabetes dan beberapa alasan kenapa beras organik lebih mahal daripada beras putih biasa. Semoga artikel ini dapat membantu dan memberikan wawasan bermanfaat. Pilih beras sesuai dengan kebutuhan ya, jangan lupa untuk selalu memperbaiki gizi yang diperlukan oleh tubuh. Dengan sekali membeli beras organik agar nutrisi yang diperlukan tubuh seimbang dan tubuh terasa sehat terhindar dari penyakit.

Jika anda sedang mencari BERAS ORGANIK gunakanlah BERAS ORGANIK dari EKA FARM karena beras organik eka farm dapat membantu kamu dalam menurunkan berat badan. kamu dapat membelinya melalui Whatsapp 0811-2650-296 atau kunjungi web kami di PRODUSEN BERAS ORGANIK YOGYAKARTA