Gong Xi Fa Cai ( Ghong Shi Fa Choi ), selamat Tahun Baru Imlek 2019, untuk kawan-kawan Thiong Hoa.

Gong Xi Fa Cai ( Ghong Shi Fa Choi ), selamat Tahun Baru Imlek 2019, untuk kawan-kawan Thiong Hoa.

Gong Xi Fa Cai ( Ghong Shi Fa Choi ), selamat Tahun Baru Imlek 2019, untuk kawan-kawan Thiong Hoa. Ini yang menarik. Pada perayaan tahun baru Imlek umumnya masyarakat keturunan Tionghoa di Indonesia merayakannya dengan deretan perhelatan besar seperti pertunjukan barongsai dan juga pesta kembang api.

Selain itu, biasanya banyak terdapat lampion-lampion kertas berwarna merah menggantung di depan pintu-pintu rumah. Yang lebih menarik lagi, biasanya masyarakat Tionghoa tersebut menggunakan pakaian berwarna merah juga meletakkan uang di dalam amplop berwarna merah  ( ang pao ) sebelum memberikannya pada anak-anak.

Mengapa Harus Merah

Memangnya kenapa Imlek harus serba merah? Ternyata merah adalah simbol kebahagiaan dan suka cita. Itu sebabnya, sepanjang perayaan tahun baru Imlek, kawan-kawan  etnis Tionghoa mengenakan pakaian warna merah, sebab warna tersebut dianggap sebagai simbol kebahagiaan dan suka cita. Ini berlaku baik masyarakat Tionghoa kuno maupun modern. Mereka sepakat untuk menghargai warna merah. Nggak heran kalau selama Imlek kita juga akan melihat banyak ornamen-ornamen khas Tiongkok berwarna merah di banyak tempat.

Karena merah juga menjadi lambang optimisme. Sedang warna putih biasa identik dengan lambang kesucian, maka merah merupakan lambang optimisme. Diyakini dengan memakai pakaian juga hiasan rumah serba merah bisa menumbuhkan keyakinan yang optimis untuk menyongsong kehidupan di tahun baru nanti. Rasa optimis yang tumbuh dalam diri itu ternyata bisa memicu tekad yang kuat dalam meraih apa yang dicita-citakan.

Merah Berarti Keberuntungan

Warna merah dipercaya datang secara alami sesuai dengan nyala api. Sehingga merah dianggap pula sebagai pembawa keberuntungan bagi pemakainya. Perayaan Imlek dengan warna serba merah dianggap bisa membawa keburuntungan di tahun yang akan datang. Uniknya, masyarakat Tionghoa biasa mengenakan pakaian berwarna merah hingga tujuh hari setelah perayaan tahun baru Imlek. Mereka juga dilarang untuk mengenakan pakaian berwarna hitam, sebab dipercaya akan membawa kemalangan bahkan kematian.

Bahkan sejak dahulu kala masyarakat Tionghoa mengenakan warna merah sebagai peerwujudan hidup yang penuh semangat. Sehingga pada perayaan tahum baru Imlek pun mereka akan memakai pakaian dan serba-serbi lainnya dengan warna merah agar bisa mewujudkan semangat

Nah, yang amat penting, masyarakat Tionghoa memiliki legenda bahwa ada sosok Nian atau raksasa yang bisa mengganas pada suatu desa dan mengganggu kehidupan warga desa tersebut. Warna merah adalah warna yang sangat ditakuti oleh makhluk tersebut. Sehingga masyarakat Tionghoa akan mengenakan pakian berwarna merah untuk menghalau gangguan raksasa bernama Nian.

Selamat Tahun Baru Imlek 2018, untuk kawan-kawan Thiong Hoa

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *