KADO ISTIMEWA UNTUK ORANG TERKASIH DI HARI IDUL ADHA

KADO ISTIMEWA UNTUK ORANG TERKASIH DI HARI IDUL ADHA

Idul Adha mengandung makna hari berkurban. Idul Adha memperingati peristiwa saat Nabi Ibrahim a.s. menjalankan perintah Allah untuk mengurbankan putranya, Ismail a.s.. Namun, seperti yang kita ketahui dan pahami, Allah mengganti posisi Nabi Ismail a.s. dengan seekor domba. Hal ini menandakan dimulainya kewajiban untuk berkurban bagi umat Muslim yang sudah mampu atau membagikan daging kurban ke sesama.

Pada hari raya tersebut, yang terpenting bukan hanya soal makan daging dan perayaan. Lebih dari itu, rasa empati kita sebagai manusia pun diasah. Kepekaan untuk berbagi kebahagian sebagai ungkapan rasa syukur dapat diekspresikan dengan cara bersedekah, membagi daging kurban kepada sanak saudara, tetangga, ataupun orang-orang yang membutuhkan. Dari awal bulan Dzulhijjah hingga hari raya Idul Adha adalah waktu terbaik untuk memberikan sedekah apapun bentuknya. Salah satu bentuk sedekah kepada sesama yang dapat kita berikan yaitu bahan makanan. Pilihan bahan makanan yang dapat menjadi kado sekaligus sedekah Anda untuk orang terkasih yaitu beras.

Mengapa beras? Beras adalah makanan pokok masyarakat Indonesia dan menjadi makanan yang harus selalu ada dalam setiap menu makan. Apalagi, Moms, saat Idul Adha, olahan daging belum afdol jika tidak disantap dengan sepiring nasi yang mengepul.

Tentunya jika Anda bersedekah ataupun memberikan kado istimewa untuk orang terkasih, tidak hanya setengah-setengah, tetapi all out dan berikan yang terbaik. Moms bisa memberi kado istimewa untuk orang terkasih di hari Idul Adha dengan beras organik dari Eka Farm (Selengkapnya: MENGAPA HARUS BERAS ORGANIK? SIMAK 7 ALASANNYA). Eka Farm menyediakan berbagai macam pilihan beras organik yang dapat menjadi pilihan berkualitas untuk kado istimewa. Yuk, langsung saja cek pilihan beras organik dari Eka Farm.

1. Beras merah organik Eka Farm

Beras merah adalah beras yang masih memiliki lapisan dedak (bran) dan germ mengandung berbagai nutrisi, mulai dari karbohidrat kompleks, protein, lemak, vitamin, mineral, serta antioksidan. Pigmen antosianin yang memberikan warna merah keungu-unguan pada beras merah merupakan sumber antioksidan pada beras merah. Selain itu, beras merah juga kaya akan protein, asam amino, dan vitamin E. Senyawa fenolik yang dijumpai pada kandungan beras merah berperan sebagai zat anti-inflamasi dan menghambat proliferasi sel sehingga dapat menurunkan risiko penyakit kanker. Vitamin E mampu membantu tubuh untuk melawan efek buruk radikal bebas dan merawat kesehatan kulit. Beras merah juga mengandung vitamin B kompleks, dan berbagai mineral seperti magnesium, zat besi, kalsium, fosfor, mangan, dan yang lainnya.

Selain bermanfaat bagi kesehatan tubuh, air tajin beras merah pun dapat dimanfaatkan untuk kecantikan, obat diare, MPASI, dan yang lainnya.

2. Beras coklat organik Eka Farm

Beras coklat atau sering juga disebut beras pecah kulit dan beras embrio adalah terbuat dari padi layaknya beras putih, teteapi hanya melalui proses pengelupasan kulit arinya saja. Mengkonsumsi satu takaran beras coklat  sudah mencukupi 21% kebutuhan magnesium (Mg) per hari. Magnesium berfungsi dalam proses metabolisme dan bersama kalsium (Ca) menjaga kesehatan tulang. Magnesium juga berperan sebagai co-faktor untuk meningkatkan kecepatan reaksi kimia bagi lebih dari 300 enzim, termasuk enzim-enzim yang terlibat di dalam pemanfaatan glukosa dan pengeluaran insulin. Disamping magnesium, satu takaran beras coklat sudah mencukupi 90% kebutuhan mangan (Mn) per hari. Mangan berperan pada proses metabolisme tubuh sebagai komponen enzim superoxide dismutase (SOD) yang melindungi mitokondria terhadap kerusakan oksidasi.

Selain itu, mengkonsumsi beras coklat juga merupakan salah satu upaya untuk mencegah kanker usus besar (colorectal cancer). Kandungan serat, selenium, dan mangan dalam beras coklat bekerja sama untuk melawan sel kanker usus besar. Asupan selenium yang diimbangi dengan folat mampu menurunkan risiko kanker usus besar hingga 50%. Kekurangan dua mikronutrien penting ini dapat menurunkan kekebalan tubuh terhadap kanker.

3. Beras hitam organik Eka Farm

Kekayaan nutrisi dan manfaat beras hitam sudah terkenal sejak zaman Dinasti Cina kuno, ribuan tahun sebelum Masehi. Pembatasan konsumsi beras ini yang hanya diperdagangkan dan diperuntukkan untuk kalangan bangsawan dan Kekaisaran Cina kuno membuatnya dijuluki beras terlarang atau forbidden rice. Jadi, jangan heran Moms jika julukan tersebut selalu tertera saat Anda mencari informasi atau ingin membeli beras hitam secara online. Pigmen antosianin pada beras hitam paling tinggi dibandingkan dengan beras berwarna lainnya. Pigmen ini juga yang menyebabkan beras hitam memiliki kadar antioksidan tinggi, setara dengan buah blueberi.

Beras hitam terbukti mengandung antioksidan berupa antosianin yang tinggi, memiliki zat antitumor, anti-inflamasi, antikanker, antidiabetes, menjaga kadar kolesterol. Beras hitam umum diasosiasikan dengan upaya mengontrol kadar lipid (termasuk lemak atau trigliserida dan kolesterol) dalam darah. Selain itu, kandungan antioksidan yang tinggi dalam beras hitam mampu membantu tubuh untuk menghadapi efek stres oksidatif. Antosianin dalam bentuk naturalnya dapat menjangkau hingga usus besar dan kemudian berpotensi untuk menangani gangguan saluran pencernaan (gastrointestinal tract disorder).

Beras hitam aman dikonsumsi penderita diabetes, cocok untuk MPASI, kaya akan vitamin B kompleks dan E, serta dilengkapi mineral yang penting bagi tubuh seperti mangan, zat besi, fosfor, kalium, sodium, dan yang lainnya.

4. Beras mentik wangi susu organik Eka Farm

Beras mentik wangi susu adalah perpaduan antara beras mentik wangi dengan beras mentik susu. Bulir padi mentik wangi susu mirip dengan beras ketan. Warnanya putih susu, bukan bening cenderung transparan, berbeda dengan bulir beras yang umum dijumpai. Jenis beras yang mirip dengan beras mentik wangi susu yaitu beras pandan wangi. Akan tetapi, warna beras mentik wangi susu lebih putih daripada pandan wangi. Selain itu, bulir berasnya lonjong, gemuk, dan sedikit lebih panjang dibandingkan beras pandan wangi.

Beras ini memiliki aroma yang khas dan wangi, begitu pula dengan nasinya. Kadar zat amilosa pada beras mentik wangi susu pun rendah sehingga teksturnya setelah dimasak menjadi empuk dan pulen. Selain itu, mirip seperti ketan, beras mentik wangi susu cenderung lengket (sticky) setelah dimasak sehingga dalam penggunaanya, nasi mentik wangi susu dapat digunakan sebagai bahan nasi sushi, lontong.

Beras mentik wangi susu dapat dijadikan bahan makanan pendamping ASI, aman dikonsumsi penderita diabetes dan penderita hipertensi.

5. Beras pink organik Eka Farm

Beras pink adalah salah satu jenis beras organik dengan warna memikat. Untuk mendapatkan beras pink, bulir padi beras merah harus melalui 2 kali proses penggilingan (grinded). Warna pink pada Beras Pink Ekafarm berasal dari kulit ari beras merah yang tertinggal setelah proses penyosohan, atau pengupasan sekam (husk/hull) beras. Kult beras yang semula merah keungu-unguan, kaya akan pigmen warna antosianin, akan perlahan berwarna merah muda saat kulitnya disosoh sedikit. Meskipun pigmen antosianinnya sedikit berkurang dibandingkan dengan beras merah, beras pink tetap menjadi pilihan yang lebih bernutrisi daripada beras biasa.

Salah satu keunggulan beras pink daripada beras organik lainnya yaitu tekstur dan rasanya yang hampir mirip dengan beras biasa. Bagi orang yang baru pertama kali mencoba nasi dari beras organik tidak akan kaget dengan perbedaan rasa dan tekstur nasi dari beras pink.

Salah satu nutrisi yang diunggulkan dari beras pink yaitu kandungan vitamin B6 atau piridoksin yang tinggi. vitamin ini berperan dalam proses metabolisme protein, karbohidrat, serta lipid. Disamping itu, vitamin B6 juga berfungsi untuk mempertahankan kadar normal asam amino dalam darah, berperan dalam fungsi sistem imun, serta dalam pembentukan hemoglobin.

Beras pink aman dikonsumsi para penderita diabetes serta cocok untuk bahan makanan pendamping ASI (MPASI).

6. Beras lurik organik Eka Farm

Varian beras organik satu ini pasti sulit untuk Anda temui, baik di pasaran maupun di berbagai toko online. Beras ini adalah beras unik dari Eka Farm yang mengkombinasikan beras hitam, beras coklat, dan beras merah. Nutrisi dan manfaat yang akan Anda dapatkan pun kombinasi dari ketiga jenis beras berwarna tersebut. Beras lurik mengandung karbohidrat kompleks, protein, lemak (jenuh dan tidak jenuh), vitamin B kompleks, vitamin E, dan berbagai mineral yang diperlukan oleh tubuh. Beras lurik dapat membantu manjaga daya tahan tubuh, memperlancar kerja saluran pencernaan, membantu program diet, menurunkan risiko penyakit jantung, dan banyak manfaat lainnya.

Selain keenam beras organik di atas, Eka Farm pun masih punya berbagai produk beras organik yang terjamin keaslian dan kualitas nutrisinya. Yuk, langsung cek ke website Eka Farm atau langsung pesan beras organik dari Eka Farm melalui reseller dan drop shipper terdekat di kota Anda. Memberi kado istimewa untuk orang terkasih dengan produk Eka Farm adalah salah satu bentuk empati di bulan Dzulhijjah ini. Anda pun dapat memilih ukuran beras yang dibeli, baik yang dalam kantong vakum maupun kemasan, keduanya sama-sama terjaga keamanan dan keaslian berasnya. So, jangan sia-siakan kesempatan untuk beramal sebaik-baiknya.

BAGAIMANA PEMOTONGAN HEWAN KURBAN DI MASA PANDEMI COVID-19?

BAGAIMANA PEMOTONGAN HEWAN KURBAN DI MASA PANDEMI COVID-19?

Ada yang berbeda dengan perayaan Idul Adha 1441 H tahun ini. Status PSBB pandemi Covid-19 masih ditegaskan oleh pemerintah. Kurva kasus virus baru ini pun belum menunjukkan tanda akan melandai stabil. Akibatnya, berbagai aspek kehidupan harus menyesuaikan dan mematuhi protokol yang telah ditetapkan oleh Pemerintah demi menjaga keselamatan individu maupun orang lain. Dampak pandemi Covid-19 pun tak berhenti di hari raya Idul Fitri kemarin, tetapi kembali dirasakan pada hari raya umat Islam Idul Adha 1441 Hijiriah. Idul Adha identik dengan pelaksanaan ibadah haji dan juga pemotongan hewan kurban serta berbagi hewan kurban. Pada masa pandemi ini, selain protokol sholat ied yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, Pemerintah pun mengeluarkan protokol tentang pemotongan hewan kurban.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian menyebutkan protokol kesehatan saat pelaksanaan kurban tahun 2020 terdiri dari 3 pokok, yaitu kesehatan hewan kurban, proses penyembelihan hewan kurban dan distribusi daging kurban.

Yuk, langsung saja simak, cermati, dan terapkan protokol pemotongan hewan kurban berdasarkan surat edaran dari Ditjen PKH Kementerian Pertanian tahun 2020 di bawah.

1. Jaga jarak fisik meliputi:

  • Pemotongan hewan kurban dapat dilakukan di rumah potong hewan Ruminansia (RPH-R). Akan tetapi, ika kapasitas RPH-R terbatas dan tidak terjangkau, masyarakat memiliki alternatif lain untuk memotong hewan kurban di luar RPH-R. Fasilitas pemotongan hewan kurban di luar RPH-R wajib sudah mendapat izin Pemerintah Daerah Kabupaten/ Kota setempat melalui dinas yang membidangi fungsi kesehatan masyarakat veteriner;
  • Mengatur kepadatan kerumunan di tempat pemotongan hewan kurban;
  • Membatasi kehadiran di tempat pemotongan hewan hanya untuk panitia;
  • Jaga jarak minimal 1 meter antarpanitia pada saat pengulitan, pencacahan, penanganan, dan pengemasan daging;
  • Distribusi daging dilakukan oleh panitia kurban kepada para mustahik kurban.

 

2. Menerapkan kebersihan personal

  • Setiap panitia pemotongan daging dan penanganan daging kurban setelah dipotong harus dibedakan;
  • Setiap orang harus menggunakan alat pelindung diri minimal masker sejak perjalanan keluar ataupun menuju rumah dan selama berada di tempat pemotongan hewan;
  • Panitia yang melakukan pengulitan, penanganan dan pencacahan karkas/ daging dan jeroan harus memakai alat pelindung diri seperti masker, face shield, sarung tangan sekali pakai, apron (celemek) dan penutup alas kaki atau sepatu;
  • Penanggung jawab kegiatan kurban harus mengedukasi setiap orang untuk menghindari menyentuh muka, termasuk mata, hidung, telinga dan mulut;
  • Penanggung jawab kegiatan kurban menyediakan fasilitas cuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer;
  • Menghindari berjabat tangan atau kontak langsung satu sama lain serta memperhatikan etika batuk, bersin atau meludah;
  • Setiap orang harus menjaga kebersihan tempat pemotongan dan peralatan yang akan maupun telah digunakan serta membuang kotoran dan atau limbah pada fasilitas penanganan kotoran atau limbah;
  • Setiap orang yang berada di tempat pemotongan hewan kurban harus segera membersihkan diri (mandi dan mengganti pakaian) sebelum kontak langsung dengan keluarga/ orang lain saat tiba di rumah.

3. Pemeriksaan kesehatan awal sebelum dilakukan kegiatan pemotongan

  • Pengukuran suhu tubuh di tiap pintu masuk tempat pemotongan;
  • Tiap orang yang memiliki gejala demam atau nyeri tenggorokan atau batuk, pilek atau sesak napas dilarang masuk ke tempat pemotongan;
  • Panitia sebaiknya berasal dari lingkungan tempat tingal yang sama dan tidak dalam masa karantina mandiri.

Perlu diperhatikan bahwa meskipun kita sedang merayakan hari besar umat Islam dan sedang dalam keadaan bersuka cita, bukan lantas kemudian teledor dan lalai menerapkan protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah selama masa pandemi Covid-19. Lindungi keluarga Anda dan orang lain dengan mematuhi protokol pemotongan hewan kurban Idul Adha 1441 H ya, Moms. Selamat Idul Adha 1441 H untuk Anda sekeluarga di rumah.

ARTIKEL SPESIAL IDUL ADHA:

TRIK MEMASAK DAGING AGAR BUMBU MERESAP SEMPURNA

RESEP NASI KEBULI BERAS MERAH

 

7 Makanan Khas yang Wajib Ada saat Nyepi

7 Makanan Khas yang Wajib Ada saat Nyepi

Berbeda dengan hari raya lainnya, Nyepi justru tidak ada acara yang besar. Perayaan besar hanya dilakukan sebelum dan setelahnya. Ada pun rangkaian acaranya seperti melasti, ogoh-ogoh, ritual yoga atau brata, ritual ngembak agni, dan sebagainya.

Namun, seperti halnya perayaan besar di Indonesia, tetap ada makanan yang biasanya wajib disajikan. Tak terbatas di Bali, inilah 7 makanan khas Nyepi di Indonesia.

1. Celorot

Tak hanya di Bali dan Lombok, makanan ini juga cukup terkenal di kawasan Jawa Tengah. Celorot berbahan dasar tepung beras dan gula merah. Rasanya manis dan teksturnya kenyal. Kue ini dibungkus menggunakan cetakan dari janur atau daun kelapa muda dengan bentuk kerucut.

2. Lawar

Sebagai salah satu makanan khas Bali, lawar menjadi makanan wajib saat Nyepi. Lawar merupakan masakan berupa campuran sayur-sayuran dan daging cincang yang dibumbui secara merata. Agar rasanya semakin lezat, beberapa orang menambahkan lawar dengan darah dari daging yang dia masak.

Selain daging, lawar biasanya juga dibuat menggunakan sayur nangka. Warnanya juga beragam tergantung bahan yang digunakan, seperti merah, putih, dan padamare.

3. Jaja apem

Kata “jaja” mempunyai makna “kue” dalam bahasa Lombok. Kue apem asal Bali ini mempunyai ciri khas tidak ada tambahan gula layaknya daerah lain.

Meski tidak semanis lainnya, kue apem Bali ditambahkan taburan kelapa parut dan gula merah cair. Tidak hanya saat Nyepi, jaja apem juga kerap hadir di setiap upacara adat di Bali.

4. Pulung Nyepi

Sesuai namanya, kue ini memang sering hadir saat perayaan Nyepi. Pulung Nyepi mirip seperti kolak biji salak yang disajikan tanpa kuah santan dan gula merah. Kue ini merupakan makanan khas Desa Sukasada yang berbahan dasar tepung beras dan kanji.

5. Entil

Layaknya Lebaran yang khas dengan ketupat, umat Hindu juga mempunyai entil. Bedanya, entil tidak dibungkus dengan daun pisang, melainkan menggunakan daun nyelep atau talengdi. Proses pembuatannya juga lebih lama daripada memasak ketupat.

Proses yang lama tersebut membuat entil terasa lebih lezat dan awet. Aroma dari daunnya juga sangat harum dan menggugah selera.

6. Nasi tepeng

Bukan ayam betutu, nasi tepeng lebih diharapkan sebagai hidangan berat saat Nyepi. Makanan ini disajikan dengan beberapa sayuran. Misalnya seperti kacang panjang, kacang merah, nangka mudah, terong, daun kelor, dan kelapa parut. Biasanya nasi tepeng juga disajikan beralas pincuk daun pisang.

7. Ketongkol

Bentuknya sama dengan celorot, bedanya ketongkol dibungkus menggunakan daun pisang. Ketongkol biasanya disantap bersama lauk dan sayur, tak ketinggalan sambal matahnya. Dimakan tanpa tambahan tersebut pun rasanya sudah gurih, sedap, dan nikmat banget.

Kenapa Ada Angpau Pada Imlek

Kenapa Ada Angpau Pada Imlek

Kenapa Ada Angpau Pada Imlek- Angpau bisa jadi hal yang paling ditunggu oleh anak-anak saat perayaan Imlek. Tradisi memberi uang di Tahun Baru China memang telah lama dilakukan dan bahkan menyebar ke tradisi perayaan lain.

“Cerita mengenai angpau banyak yang paling umum adalah bungkusan merah guna mengusir setan,” kata Hermina Sutami, Ketua Program Studi China Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia.

Arti Ampau

Angpau sendiri memiliki arti bungkusan merah. Pada buku 5000 Tahun Ensiklopedia Tionghoa 1 karya Christine dan kawan-kawan, terbitan St Dominic Publishing tahun 2015 disebutkan bahwa warna merah di China juga identik dengan api. Melambangkan kemeriahan dan kehangatan. Maka tak heran warna merah mendominasi ornamen Imlek.

Selain arti dari warna merah, angpau juga memiliki makna filosofi transfer kesejahteraan atau energi. “Transfer kesejahteraan dari orang mampu ke tidak mampu, dari orangtua ke anak-anak, dari anak-anak yang sudah menikah ke orangtua,” ujar Budayawan Budi Santosa Tanuwibawa.

Tradisi Tionghoa juga mengenal pemberian angpau yang diberikan tujuh hari menjelang Imlek. Budi menyebut hal ini sebagai Hari Persaudaraan. Ini mewajibkan orang yang merayakan Tahun Baru Imlek untuk membantu sesama yang tak mampu merayakannya,” kata Budi.

Menariknya dalam tradisi memberi angpau ada peraturan tidak tertulis. Sebelum menerima angpau, anak-anak mengucapkan selamat tahun baru dengan membungkus kepalan tangan kanan dengan tangan kiri. Sebab tangan kanan berkesan agresif.

Pemberi angpau biasanya adalah orang yang telah menikah. Jadi selain anak-anak, orang yang belum menikah masih berhak mendapatkan angpau. Bukan hanya berbagi rezeki tetapi juga doa agar cepat mendapat jodoh.

Jika orang yang belum menikah ingin memberikan uang, dapat memberi uang tanpa dibungkus amplop merah tersebut. Tidak ada aturan untuk besaran jumlah uang di angpau. Semua disesuaikan dengan kemampuan yang memberi.

Tradisi memberi angpau ini juga ada di momen perayaan lain, seperti Lebaran. Budaya Betawi mengadopsi kebiasaan keturunan Tionghoa ini untuk memberikan angpau kepada anak-anak kecil. Amplopnya sudah tidak berwarna merah lagi, tetapi hijau,” kata Hermina.

 

Arti Kue Keranjang Pada Saat Imlek

Arti Kue Keranjang Pada Saat Imlek

Selain identik dengan warna merah, imlek juga sangat dekat dengan kue keranjang. Kue keranjang mulai ramai dicari dan dijual pada hari-hari mendekati tahun baru imlek. Namun kira-kira apa yang membuat kue keranjang ini harus ada serta sangat dekat dengan perayaan imlek?

Kue keranjang adalah kue khas yang selalu disajikan pada saat perayaan imlek. Kue ini terbuat dari tepung ketan dan gula yang menjadikan kue keranjang ini memiliki tekstur yang kenyal dan lengket.

Kue keranjang mulai digunakan sebagai sesaji dalam upacara persembahan kepada leluhur saat tujuh hari menjelang tahun baru imlek, dan pada malam menjelang tahun baru imlek. Kue ini biasanya juga tidak dimakan makan hingga hari Cap Go meh atau malam ke-15 setelah tahun baru imlek.

Legenda raksasa Nian

Ada sebuah mitos dalam sejarah terciptanya kue keranjang atau Nian Gao. Pada zaman China kuno, ada seekor raksasa yang bernama ‘Nian’ tinggal di sebuah gua yang berada di gunung, dan akan keluar dari gua untuk berburu hewan ketika merasa lapar.

Pada musim dingin, hewan-hewan banyak yang berhibernasi dan membuat Nian ini turun ke desa-desa dan mencari korban untuk disantap ketika ia lapar Banyak masyarakat desa hidup dengan ketakutan dengan Nian selama beberapa dekade.

Sampai akhirnya ada seorang warga desa yang bernama ‘Gao’ memiliki akal yang cerdik dengan membuat beberapa kue sederhana yang terbuat dari campuran tepung ketan dan gula  ini kemudian diletakkan di depan pintu untuk diberikan kepada Nian.

Ketika Nian turun untuk mencari mangsa, Nian tidak lagi mencari manusia untuk dijadikan sebagai santapan namun menemukan kue-kue keranjang ini di depan pintu dan menyantapnya hingga kenyang dan kemudian pergi meninggalkan desa.

Setelah Nian pergi kembali ke gunung, warga desa senang karena akhirnya mereka tidak menjadi santapan Nian. Sejak saat itu, penduduk desa membuat kue keranjang pada setiap musim dingin untuk mencegah Nian memburu dan memakan manusia.

Makna kebersamaan

Secara filosofis, kue keranjang yang terbuat dari tepung ketan dan memiliki sifat yang lengket memiliki arti persaudaran yang sangat erat dan menyatu. Rasa kue keranjang yang manis juga menggambarkan rasa suka cita, menikmati kerberkatan,kegembiraan, dan selalu memberikan yang terbaik dalam hidup.

Sesuai dengan tekstur serta daya tahan kue keranjang yang disantap pada saat imlek juga memiliki arti filosofi. Tekstur yang kenyal merupakan simbol dari sebuah kegigihan, keuletan, daya juang dan pantang menyerah dalam meraih tujuan hidup. Sedangkan untuk daya tahan kue keranjang yang begitu lama mempunyai arti hubungan yang abadi biarpun zaman telah berubah.

Kesetiaan dan sikap saling tolong menolong pun sangat penting untuk dapat mewujudkan pesan ini, sehingga walaupun waktu terus berjalan, rasa kekeluarga akan selalu terjalin dengan baik.

Sabar dan pantang menyerah

Proses pembuatan kue keranjang yang cukup lama, yakni 11-12 jam juga memiliki arti. Proses pembuatan yang begitu lama tersebut mewakili rasa kesabaran, keteguhan hati serta cita-cita untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Usaha yang begitu keras juga harus dilakukan dengan pikiran yang bersih dan jernih, penuh kesopanan dan konsentrasi yang tinggi dengan membersihkan hati dari prasangka buruk sehingga kue keranjang yang sedang dibuat tersebut akan memiliki bentuk, rasa dan tekstur yang sempurna.

Jika semua nilai-nilai tersebut dilanggar, kemungkinan kue yang dihasilkan akan terlihat lembek dan pucat. Oleh karena itulah, dalam pembuatan kue keranjang dibutuhkan kehati-hatian ekstra dan tidak semua orang dapat membuat kue ini.

Walaupun memiliki bentuk yang sederhana, kue keranjang memiliki filosofi yang sangat luar biasa. Selamat tahun baru imlek!

 

 

Gong Xi Fa Cai ( Ghong Shi Fa Choi ), selamat Tahun Baru Imlek 2019, untuk kawan-kawan Thiong Hoa.

Gong Xi Fa Cai ( Ghong Shi Fa Choi ), selamat Tahun Baru Imlek 2019, untuk kawan-kawan Thiong Hoa.

Gong Xi Fa Cai ( Ghong Shi Fa Choi ), selamat Tahun Baru Imlek 2019, untuk kawan-kawan Thiong Hoa. Ini yang menarik. Pada perayaan tahun baru Imlek umumnya masyarakat keturunan Tionghoa di Indonesia merayakannya dengan deretan perhelatan besar seperti pertunjukan barongsai dan juga pesta kembang api.

Selain itu, biasanya banyak terdapat lampion-lampion kertas berwarna merah menggantung di depan pintu-pintu rumah. Yang lebih menarik lagi, biasanya masyarakat Tionghoa tersebut menggunakan pakaian berwarna merah juga meletakkan uang di dalam amplop berwarna merah  ( ang pao ) sebelum memberikannya pada anak-anak.

Mengapa Harus Merah

Memangnya kenapa Imlek harus serba merah? Ternyata merah adalah simbol kebahagiaan dan suka cita. Itu sebabnya, sepanjang perayaan tahun baru Imlek, kawan-kawan  etnis Tionghoa mengenakan pakaian warna merah, sebab warna tersebut dianggap sebagai simbol kebahagiaan dan suka cita. Ini berlaku baik masyarakat Tionghoa kuno maupun modern. Mereka sepakat untuk menghargai warna merah. Nggak heran kalau selama Imlek kita juga akan melihat banyak ornamen-ornamen khas Tiongkok berwarna merah di banyak tempat.

Karena merah juga menjadi lambang optimisme. Sedang warna putih biasa identik dengan lambang kesucian, maka merah merupakan lambang optimisme. Diyakini dengan memakai pakaian juga hiasan rumah serba merah bisa menumbuhkan keyakinan yang optimis untuk menyongsong kehidupan di tahun baru nanti. Rasa optimis yang tumbuh dalam diri itu ternyata bisa memicu tekad yang kuat dalam meraih apa yang dicita-citakan.

Merah Berarti Keberuntungan

Warna merah dipercaya datang secara alami sesuai dengan nyala api. Sehingga merah dianggap pula sebagai pembawa keberuntungan bagi pemakainya. Perayaan Imlek dengan warna serba merah dianggap bisa membawa keburuntungan di tahun yang akan datang. Uniknya, masyarakat Tionghoa biasa mengenakan pakaian berwarna merah hingga tujuh hari setelah perayaan tahun baru Imlek. Mereka juga dilarang untuk mengenakan pakaian berwarna hitam, sebab dipercaya akan membawa kemalangan bahkan kematian.

Bahkan sejak dahulu kala masyarakat Tionghoa mengenakan warna merah sebagai peerwujudan hidup yang penuh semangat. Sehingga pada perayaan tahum baru Imlek pun mereka akan memakai pakaian dan serba-serbi lainnya dengan warna merah agar bisa mewujudkan semangat

Nah, yang amat penting, masyarakat Tionghoa memiliki legenda bahwa ada sosok Nian atau raksasa yang bisa mengganas pada suatu desa dan mengganggu kehidupan warga desa tersebut. Warna merah adalah warna yang sangat ditakuti oleh makhluk tersebut. Sehingga masyarakat Tionghoa akan mengenakan pakian berwarna merah untuk menghalau gangguan raksasa bernama Nian.

Selamat Tahun Baru Imlek 2018, untuk kawan-kawan Thiong Hoa

Yu Sheng, Salad Khas Imlek

Yu Sheng, Salad Khas Imlek

Yu Sheng, Salad Khas Imlek- Keluarga biasanya akan menyantap Yu Sheng bersama sambil berteriak untuk bersuka cita menyambut tahun baru Imlek. Tentu, teriakan-teriakan tersebut adalah doa yang dipanjatkan agar tahun berikutnya bisa lebih baik.

Yu seng

Yu Sheng sekilas seperti salad. Bahan utamanya adalah ikan mentah, yaitu ikan salmon. Sementera sayuran yang digunakan terdiri dari potongan wortel, lobak, jeruk, kacang, daun jeruk limau, acar jahe merah, lobak, aneka manisan, dan paprika merah.

Saus Yu Sheng terdiri dari sari buah plum, lada putih, minyak zaitun, wijen panggang, dan kayu manis bubuk. Makanan ini dikenal di daratan Singapura dan Malaysia.

Guru Besar Program Studi China Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, Hermina Sutami mengatakan budaya menyantap Yu Sheng berasal dari etnis China di Singapura.

Ia menyebutkan Yu Sheng sangat populer di Singapura sehingga bisa ditemukan di sebagian besar restoran Singapura. “Yu sheng itu makanan khas di Singapura, bukan di Indonesia. Kalau di Indonesia makannya bandeng. Memang seperti salad, pakai sayur dan ikan,” kata Hermina.

Cara menyantap Yu Sheng dengan diaduk menggunakan sumpit. Setiap detail Yu Sheng ternyata penuh filosofi. Mulai dari perlambang pengharapan rezeki yang melimpah, nasib baik, dan kemakmuran.

Pertama-tama, sebelum memulai meracik Yu Sheng, ucapan “Gong Xi Fa Cai, Wan Shi Ru Yi” atau “Selamat atas kesuksesan Anda, semoga semua permohonan Anda terkabul” akan meluncur.

Setelah itu tambahkan ikan sambil berkata “Nian Nian You Yu” sebagai harapan di tahun baru rezeki berlimpah. Selanjutnya peras jeruk di atas salmon. Sambil memeras, permohonan pun akan diucapkan.

Usai meracik, saatnya mencampur semua bahan. Seluruh anggota keluarga bersiap-siap dengan sumpit. Lalu bersama-sama mengaduk Yu Sheng dengan sumpit.

Semua bahan Yu Sheng biasanya akan diaduk sambil diangkat tinggi-tinggi. Oleh karena itu, anggota keluarga akan berdiri saat melakukannya. Sambil mengaduk, mereka akan mengucapkan “Lo Hei” atau “aduk”.

“Nah mengaduk bersama itu berarti dalam menjalani kehidupan itu tidak bisa sendiri. Kemudian, mengangkat tinggi-tinggi itu perlambang pengharapan rejeki bisa semakin tinggi,” jelas Hermina.

Sementara, ikan salmon sendiri melambangkan kemakmuran. Pasalnya, memang harga ikan salmon itu dianggap mahal. Pada kebiasaan masyarakat China menjelang Imlek, menurut Hermina, ikan salmon biasanya dimakan secara utuh.

Pada hari-hari menjelang Imlek, umumnya sejumlah restoran-restoran oriental dan juga hotel-hotel yang memiliki restoran bermenu China akan menyediakan menu Yu Sheng untuk perayaan.

 

 

Tradisi Yee Sang dan Kue Beras Merah

Tradisi Yee Sang dan Kue Beras Merah

Tradisi Yee Sang dan Kue Beras Merah-Ini dia, yang selalu unik dan menarik untuk disimak. Selain pentingnya jamuan makan bersama, hidangan serba merah, dan aneka kue dari beras merah pada  perayaan Imlek, ada ritual khusus menyantap Yee Sang. Sajian khas Imlek, seperti salad yang bisa juga disebut Yu Sheng ini terdiri dari beragam sayuran warna-warni, irisan ikan mentah, biasanya salmon, rempah serta saus plum.

Sayur-mayur bahan baku Yee Sang ditata sedemikian rupa dalam piring besar sehingga tampak cantik. Ada irisan daun ketumbar, kol ungu, lobak, wortel hingga jeruk Bali. Bumbunya terdiri dari saus plum, minyak, bubuk lada dan kayu manis.

Berikut adalah sembilan langkah saat menyiapkan Yee Sang:

  1.  Letakkan Yee Sang di tengah meja makan seraya mengucapkan “Fat Chai Yi Sen” (Yi Sang kemakmuran)
  2.  Peras jeruk nipis atau keruk lemon di atas ikan, ucapkan “Ta Ci Ta Li” (Semoga kebersamaan ketentraman selalu ada di keluarga Anda).
  3.  Taburkan rempah-rempah di atas ikan, kemudian aduk rata. Ucapkan   “Fung Thiaw Yi Sun” (Semoga Anda selalu diberi kemudahan dan kelancaran dalam hidup).
  4.  Letakkan ikan di atas Yee Sang. Ucapkan “Nien Nien Yiu Yi” (Semoga setiap tahun rezeki Anda bertambah).
  5. Tuang minyak. Ucapkan “Yu Man Fu Thien” (Semoga kekayaan Anda   terus bertambah).
  6. Tuang saus plum. Ucapkan “Thien Thien Mie Mie” (Semoga kedamaian dan kebahagiaan selalu menyertaimu).
  7. Taburkan kerupuk di atas Yee Sang. Ucapkan “Wang Cing Man Ti” (Semoga kehidupanmu selalu berkilau bagai emas).
  8. Taruh jahe di atas Yee Sang. Ucapkan “Hong Yin Tang Tho” (Semoga keberuntungan selalu menyertaimu).
  9. Berdiri, kemudian aduk Yee Sang dengan sumpit. Angkat setinggi-tingginya sambil berkata “Lo Hey Lo Hey Lo Kow Fong Sang Sue Hey”. Ada kepercayaan bahwa kemakmuran bertambah seiring tingginya sumpit.

Yang lebih menarik, adalah aneka hidangan kue, berasal dari beras merah. Yang dianggap sebagai sajian khas dewa keselamatan atau kesehatan. Karena diyakini, bahwa hidangan dari beras merah memang menyehatkan sehingga selalu panjang umur dan tetap sehat.