MASIH SERING BIKIN KESAHALAN PAKAI MASKER INI?

MASIH SERING BIKIN KESAHALAN PAKAI MASKER INI?

Masker adalah salah satu alat pelindung hidung dan mulut dari transmisi virus dan bakteri, terasuk virus Covid-19. Namun, tentunya keefektifan masker sebagai alat perlindungan diri dari virus Covid-19 ditentukan oleh berbagai faktor, seperti jenis bahan masker, cara penggunaan masker dan perawatan masker. Tidak sedikit dijumpai kesalahan pakai masker di masyarakat. Berikut adalah contoh beberapa kesalahan yang akan membuat masker tak efektif untuk melindungi Anda dan keluarga dari penularan virus Covid-19. SImak baik- baik ya, Moms.

1. Memilih jenis masker yang salah

Pilihlah jenis masker medis ataupun masker kain yang cukup tebal sebagai alat perlindungan diri Anda. Hindari untuk menggunakan masker jenis scuba ataupun buff. Dilansir dari kompas.com, Anne Purba, VP Corporate Communications PT KCI (Kereta Commuter Indonesia) menganjurkan masyarakat untuk menghindari penggunaan masker jenis scuba atau buff. Kedua penutup hidung dan mulut tersebut dinilai tidak efektif untuk mencegah penularan virus Covid-19. Beliau menyarankan untuk menggunakan masker yang setidaknya memiliki minimal 2 lapisan kain.

Sebuah hasil riset yang dipublikasikan dalam jurnal Science Advances edisi 7 Agustus menyebutkan bahwa buff adalah jenis masker yang paling tidak efektif untuk mencegah transmisi virus. Buff justru akan membuat percikan (droplet) semakin berkembangbiak di udara.

Masker scuba terbuat dari bahan lentur yang dapat merenggang dan kendor saat dipakai terus menerus. Kondisi tersebut dapat meningkatkan daya tembus partikel virus ke dalam masker sehingga membuatnya tak efektif sebagai alat pelindung transmisi virus.

2. Pemakaian masker yang terlalu longgar

Saat Anda memakai masker, pastikan masker tersebut memang sudah menutupi bagian mulut dan hidung serta terpasang kencang. Masker yang longgar dapat memberikan kemungkinan lebih besar bagi airborne virus untuk menular antarindividu.

3. Pemakaian masker di bawah dagu atau di bawah hidung

Kerap kali, saat memakai masker, kita menurunkan masker ke dagu dengan banyak alasan, misal karena merasa sumpek dan ingin bernapas lebih lega. Atau, seharusnya masker tersebut dilepas, tetapi justru kelupaan dan malah dibiarkan menggantung begitu saja di dagu. Ternyata, Moms, hal ini bisa menimbulkan berbagai macam masalah baru.  Mengapa?

Saat Anda mengenakan masker, kain masker menyentuh area hidung dan mulut, dua area yang rentan menjadi jalan masuk virus. Kemudian, saat Anda menurunkan masker ke area dagu saat hendak makan, minum, mengobrol, atau karena meras pengap, maka masker yang seharusnya hanya menyentuh area hidung dan mulut menjadi kontak dengan area dagu dan leher.

Dagu dan leher Anda tidak dilindungi oleh masker, maka dari itu, bukan hal yang tidak mungkin jika masker terkontaminasi oleh bakteri dan virus yang menempel di kedua area tersebut. Lantas, setelah Anda menurunkan masker ke area dagu ataupun leher, kemudian Anda akan memakainya lagi di area yang seharusnya, yaitu mulut dan hidung. Akan tetapi, masker ini sekarang telah terkontaminasi oleh bakteri dan virus.

Coba sejenak kita pikirkan. Tujuan utama pemakaian masker adalah untuk mencegah penularan atau transmisi virus Covid-19 maupun virus penyakit lain yang berasal dari tetesan/ percikan cairan (droplet) antarmanusia. Virus Covid-19 pun diketahui menyerang sistem pernapasan yang tentunya berhubungan langsung dengan hidung dan mulut kita.  Di area mulut dan hidung terdapat membran mukus yang membuat Anda lebih rentan untuk terinfeksi virus atau bakteri. Jadi, Moms, ketika kita menurunkan masker ke dagu atau leher kemudian kembali memakainya di area hidung dan mulut, fungsi masker tidak lagi optimal, bahkan dapat menimbulkan bahaya bagi kesehatan tubuh.

Melansir dari Detik Health, sebuah penelitian oleh University of North Carolina (UNC) mengungkapkan bahwa virus Corona pertama kali masuk dan menginfeksi rongga hidung, kemudian masuk ke organ paru- paru. Virus yang berkembang biak di hidung kemudian akan menyebar ke indera penciuman di bagian atap hidung, kemudian akan masuk ke mulut. Saat masuk ke mulut, virus akan menginfeksi kelenjar ludah dan menyebabkan mulut terasa kering.

4. Pemakaian masker dengan sisi yang salah atau terbalik

Saat Anda mengenakan masker, pastika bagian kawat masker menyentuh lekukan hidung. Kawat tersebut berfungsi untuk merapatkan penggunaan masker dan menyesuaikannya dengan lekukan hidung Anda. Selain itu, perhatikan juga sisi masker. Pastikan Anda tidak menggunakan masker yang terbalik.

5. Kebiasaan menyentuh masker

Saat Anda sering menyentuh bagian luar masker, maka kemungkinan besar tangan Anda akan dipenuhi bakteri dan virus. Bagian luar masker menjadi tempat menempel virus dan bakteri sehingga usahakan untuk tidak menyentuh bagian luar masker ini. Saat Anda akan melepaskan masker, lepas dengan menyentuh bagian tali masker dan hindari menyentuh bagian luar masker.

6. Menggunakan masker yang kotor atau basah

Jika Anda menggunakan masker medis, pastikan untuk menggantinya setiap hari atau setiap beberapa jam jika merasa perlu, sedangkan untuk masker kain, pastikan untuk mencucinya setiap hari dan jemur hingga benar- benar kering. Kebersihan masker akan menentukan keefektifan masker tersebut serta mempengaruhi kenyamanan Anda saat mengenakan masker.

Gimana, Moms, pernah melakukan satu atau lebih kesalahan pakai masker di atas? Segera perbaiki, ya. Ingat, keberhasilan untuk menghentikan penyebaran virus Covid-19 terletak dalam kerjasama semua elemen masyarakat dan Pemerintahan.

BACA JUGA:

BAGAIMANA KABAR VAKSIN COVID-19?

KASUS POSITIF DAN KEMATIAN AKIBAT COVID-19 MELONJAK, JAKARTA PSBB TOTAL

(GBMP) GERAKAN BERJEMUR MATAHARI PAGI JAM BERAPAKAH TEPATNYA, MANFAAT DAN TIPS SEHAT

(GBMP) GERAKAN BERJEMUR MATAHARI PAGI JAM BERAPAKAH TEPATNYA, MANFAAT DAN TIPS SEHAT

Apakabar mom’s…

Mom’s masih ingatkah ini sudah hari keberapa semenjak tagar stay at home, study from home, work from home dan atau yang sejenisnya diinstruksikan demi menjaga semuanya dari penyebaran pandemi virus corona?

Pastinya, sejak wabah virus Corona merebak, anjuran melakukan berbagai hal untuk menghambat penyebarannya sangat masif dilakukan. Sebagiannya ya dengan itu tadi, stay at home, study from home, and work from home. Adapun salah satu aktivitas yang dianjurkan selama program stay at home adalah berjemur di pagi hari agar tetap sehat.

Sebelum pandemi virus Corona mewabah di bumi nusantara, pasti setiap bayi yang lahir dalam kondisi normal akan mendapatkan anjuran dari tenaga kesehatan yang menolong proses kelahirannya untuk dijemur matahari pagi. Hal ini tanpa alasan, pasalnya mbisa membantu bayi mendapatkan vitamin D, meningkatkan kaadar serotonin, meningkatkan kadar insulin, menyehatkan sistem saraf dan meningkatkan imunitas, mempercepat pembekuan darah, mencegah penyakit kuning dan bayi bisa tidur lebih nyenyak.

Tapi sejak pandemi ini mewabah, gerakan berjemur matahari pagi mulai digaungkan untuk mengisi aktivitas program stay at home. Tidak hanya untuk bayi, anjuran ini kini ditujukan untuk semua orang dengan berbagai tingkatan usia. Dengan harapan terbesarnya, berjemur matahari pagi dapat membantu seseorang meningkatkan imunitas sehingga memiliki kekebalan tubuh yang baik di masa pandemi virus Corona seperti ini.

Baca Juga: Mengenal Lebih Jelas Tentang Virus Corona

Waktu Terbaik Berjemur Di Bawah Sinar Matahari

Semua sudah sepakat bahwa berjemur matahari pagi sangatlah bermanfaat meningkatkan sistem imunitas tubuh sebagai upaya pencegahan penyebaran virus Corona.

Namun, belakangan ini terjadi perdebatan waktu berjemur yang semakin ramai diperbincangkan di media sosial.  Ada yang menyebutkan bahwa untuk mendapatkan hasil vitamin D dari paparan sinar matahari, waktu yang tepat untuk berjemur adalah di atas pukul 10.00 wib. Tetapi ada yang menyanggah bahwa sinar matahari yang paling baik untuk berjemur adalah pukul 07.00-09.3 wib pagi.

Polemik ini tentu menimbulkan banyak kebimbangan di hati masyarakat ya mom’s… Kira-kira saran mana nih yang harus diikuti?

Begini mom’s, hal ini sudah pernah diteliti oleh Prof. Dr. Siti Setiati, Sp.PD-KGER aalah seorang dokter ahli gerontologi (ilmu penuaan) dari RS. Cipto Mangunkusomo. Berdasarkan hasil penelitian Prof. Siti,penelitian biomedis dan bioinformatika nasional center for biotechnology (NCBI), diketahui bahwa intensitas ultraviolet B (UVB) tertinggi ada pada pukul 11.00 wib sampai pukul 13.00 wib.

Berdasarkan hal itu, jika ingin mendapatkan vitamin D dari paparan sinar matahari pagi, maka waktu terbaik untuk berjemurnya ada pada pukul 11.00-13.00 wib. Namun, jika manfaat yang ingin diambil adalah untuk berolahraga maka memang sebaiknya dilakukan pada pagi hari puluk 09.00 wib ke bawah, dan bisa dilakukan sekitar 30 hingga 60 menit.

Adapun sebaliknya, jika ingin meningkatkan kadar vitamind D dan untuk imunitas bisa dilakukan dengan berjemur matahari pagi pada pukul 10.00 wib hingga pukul 14.00 wib selama 5 hingga 15 menit saja.

Atau begini mom’s, World Health Organization (WHO) secara umum mengelompokkan indeks UV menjadi 1-10. Dimana 1 merupakan kadar UV terendah (yaitu pada jam 09.00 – 10.00 wib), dan 10 adalah kadar UV paling tinggi (yaitu di atas jam 10.00 wib).

Pada prinsipnya, saat indeks UV rendah maka kadar UV pun rendah sehingga memerlukan waktu lebih lama untuk mendapatkan manfaat berjemur di bawah sinar matahari yang optimal agar tubuh menghasilkan vitamin D.

Bagaimana mom’s sudah jelaskan kapan waktu terbaik untuk melakukan berjemur sinar matahari? Tepat sekali, semua tergantung dari tujuan atau manfaat yang ingin didapatkan.

Manfaat Berjemur di Bawah Matahari

Mom’s harus tahu, bahwa tubuh manusia tidak dapat memproduksi vitamin D dengan sendirinya. Apalagi jika kandungan vitamin D hanya didapatkan dari jenis makanan tertentu, seperti telur dan susu.

Nah, agar kebutuhan vitamin D tubuh tercukupi maka kita bisa mendapatkannya dengan cara berjemur sinar matahari pagi mom’s.

Berikut ini manfaat berjemur di bawah sinar matahari:

Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh.

Kandungan vitamin D yang terbentuk akibat paparan sina rmatahari dapat membantu mencegah infeksi pada tubuh dan melawan penyakit, seperti serangan jantung, multiple sclerosis, beberapa jenis penyakit autoimune dan kanker, serta flu. Bukan tidak mungkin, jika rutin berjemur di bawah sinar matahari setiap pagi hari dapatmeningkatkan imunitas tubuh sehingga dapat terhindar dari penyebaran virus Corona.

Memperkuat Kesehatan Rulang.

Salah satu fungsi vitamin D adalah merangsang penyerapan kalsium dan forfor yang sehingga dapat memperkuat tulang. Sebuah studi menyebutkan bahwa kandungan vitamin S3 dari sinarmatahari ternyata memiliki peran penting untuk kepadatan tulang.vitamin D3 adalah vitamin yang larut dalam lemak yang terbentuk selama proses pembuatan vitamin D saat sinar matahari mengenai kuit. Hal inilah yang dapat mengtur penyerapan kalsium.

Jadi mom’s, jika dalam darah memiliki kandungan vitamin D3 yang tinggi, maka tulang akan semakin kuat dan terhindar dari risiko oesteroporosis serta arthritis.

Mengurangi depresi ringan.

Kekurangan paparan sinar matahari dapat menyebabkan terjadinya Seasonal Affective Disorder (SAD), ia merupakan kondisi depresi umum ringan yang dapat terjadi pa orang-orang yang bekerja berjam-jam di gedung perkantoran dan jarang keluar ruangan untuk berjemur.

Hasil studi melaporkan bahwa orang-orang yang berjemur di bawah sinar matahari pagi dapat terhindar dari stres. Pasalnya, sinar matahari pagi memicu otak untuk meleas hormon serotonin, yakno suatu ormon yang bisa meningkatkan suasana hati dan memberikan perasaan tenang. Bahkan jika tidak depresi sekalipun, ternyata berjemur di bawa sinar matahari pagi dapat membangkitkan suasana hati menjadi lebih baik.

Meningkatkan kualitas tidur.

Jadi mom’s, ketika sinar matahari mengenai mata, sebuah pesan segera dikirim ke kelenjar pinel dalam otak dan memproduksi melantonin. Melantonin adalah hormon yang menimbulkan rasa kantuk. Dan ini akan ditutup sampai waktu sore lagi. Sinar matahari akan membuat tubuh memiliki gambaran yang jeas bahwa ini bukanlah malam hari sehingga tubuh akan mempertahankan ritme sirkandian yang normal. Sebaliknya, ketika di luar mulai gelap maka tubuh akan mendaptkan gambaran yang jelas sehingga merasa lelas dan mengantuk menjelang waktu tidur.

Menyembuhkan Penyakit Kulit.

Ternyata sinar matahari bisa membantu proses penyembuhan penyakit kulit lho mom’s, seperti jerawat, psoriasis, eksim, penyakit kuning dan infeksi penyakit kulit lainnya.

Bagaimana Sinar Matahari Menghasilkan Vitamin D

Sebenarnya bukan sinar matahari yang mengandung vitamin D mom’s. Tetapi, ketika kulit terpapar sinar matahari yang mengandung ultraviolet B (UVB), maka secara ototmatis tubuh akan merubahnya menjadi vitamin D. Kemudian, vitamin D hasil dari produksi itu akan langsung disalurkan ke hati dan ginjal.

Agar Berjemur Tetap Aman

Berjemur di bawah sinar matahari memang baik untuk kesehatan, tapi jika salah penerapan justru bisa berakibat fatal lho mom’s. Berikut ini tips yang bisa dicoba:

  • Gunakan lotion yang mengandung minimal SPF 30 pada permukaan kulit wajah dan seluruh tubuh kecuali area mata, dan oleskan 30 menit sebelum berjemur.
  • Cahaya matahari terbaik adalah menyinari tubuh secara langsung, jadi bukan hanya sekedar membuat keringat ya mom’s.
  • Gunakan pakaian lengan panjang (pilihlah warna terang agar sinar matahari dapat mengenai kulit tubuh dengan maksimal), kacamata hitam, dan topi. Terlebihh jika ingin berjemur diatas jam 10.00 wib pagi.
  • Lakukan aktivitas lain saat berjemur, seperti membaca, jalan santai, menyiram bunga, menyapu halaman, dan lain sebagainya.
  • Minum yang banyak jika ingin berjemur lebih lama, agar tidak dehidrasi.
  • Sudahi berjemur jika kulit mulai terasa panas ya mom’s.

Praktis ya mom’s, selamat mencoba.

Oh iya, harus diperhatikan ya mom’s… berjemur di bawah sinar matahari pagi bukanlah untuk mematikan virus Corona, tetapi hanya untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Apabila daya tahan tubuh baik maka ia akan lebih kuat melawan berbagai macam infeksi tubuh oleh sebab apapun termasuk oleh virus Corona. Wallahu’alam…

Mengenal Lebih Dekat Virus Corona

Mengenal Lebih Dekat Virus Corona

Hai mom’s apakabar hari ini, masihkan ter-lock down duniamu. Tak masalah kan mom’s selama tetap bisa menikmati hari bersama keluarga, orang – orang yang kita sayangi. Mom’s sebenarnya sejak kapan sih hati kita mulai terlanda gunda gulana dengan kondisi dunia yang tak lagi bersahabat ini?, tapi benarkah dunia tak lagi bersahabat atau kitanya yang membuat dunia terasa enggan untuk bersahabat dengan kita lagi? Hingga akhirnya miss corona dengan santai dan bebasnya melenggang, melanglang buana di maya pada dan sampai akhirnya singgah di negeri kita tercinta ini. Berita ini mungkin tidak baru lagi ya mom’s karena sejak awal tahun 2020 dunia sudah gempar oleh virus corona baru yang menyerang pernapasan manusia dan bisa menyebabkan kematian. Virus  yang pertama kali ditemukan di Wuhan, China pada akhir Desember 2019 ini dengan cepat menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk ke Indonesia.

Baca Juga: Mencegah Virus Corona

Di Indonesia, pemerintah mengumumkan kasus pertama virus corona pada awal Maret. Hingga saat ini 7 April 2020,  pasien terjangkit virus corona adalah sebanyak 2.738 kasus dengan 221 kematian dan 204 pasien dinyatakan Sembuh. Banyak sekali kan mom’s dan itu hanya dalam kurun waktu 1 bulan mom’s. Sedih sekali ya mom’s…

Mom’s tahu gak sebenarnya apasih virus corona ini kok sedemikian mengerikannya? Berdasarkan informasi dari berbagai sumber, dapat saya simpulkan bahwa Virus Corona merupakan keluarga virus yang menaungi SARS-CoV-2 yang terjadi saat ini, SARS-CoV pada 2002, dan MERS-CoV pada 2012. Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) adalah virus yang menyerang pada sistem pernapasan. Penyakit yang muncul karena infeksi virus ini disebut COVID-19.  Mengerikannya lagi virus ini bisa menyerang siapa saja, baik bayi, anak-anak, orang dewasa, lansia, ibu hamil, maupun ibu menyusui, dan tidak mengenal ras, suku, agama, maupun negara. Hal inilah yang membuat beberapa negara di luar negeri menerapkan kebijakan untuk memberlakukan lockdown dalam rangka mencegah penyebaran virus Corona.

Sebenarnya Coronavirus ini adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti infeksi paru-paru (pneumonia), Middle-East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS), virus ini bahkan bisa menyebabkan kematian.

Gejala Virus Corona

Mom’s tahu enggak pada seseorang yang terinfeksi virus corona, ia hanya akan memiliki gejala flu biasa, seperti demam, pilek, batuk kering, sakit tenggorokan, dan sakit kepala. Baru setelah itu, gejala yang ia alami bisa memberat. Orang tersebut bisa mengalami demam tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah, sesak napas, dan rasa nyeri di dada.

Namun, secara umum ada 3 gejala umum yang bisa menandakan seseorang terinfeksi virus Corona yang mom’s perlu ketahui, yaitu: Demam (suhu tubuh di atas 38 derajat Celsius), Batuk berdahak, dan Sesak napas.

Menurut berbagai sumber, masa inkubasi virus corona sekitar 2 mingguan. Itulah mengapa gejala COVID-19 akan muncul dalam waktu 2 hari sampai 2 minggu setelah terpapar virus Corona. Nah mom’s, oleh sebab itu, apabila dalam rentang waktu 14 hari atau 2 minggu tersebut mom’s atau keluarga memiliki gejala tersebut, sebaiknya segera pergi ke dokter dan lakukan pemeriksaan. INGAT mom’s, jawablah semua pertanyaan dokter dan perawat dengan jujur yah…

Kapan harus ke dokter

Tadi udah dijelaskan ya mom’s, mom’s dan keluarga harus segera ke dokter bila mengalami gejala infeksi virus Corona (COVID-19) seperti yang disebutkan di atas, terutama jika gejala muncul 2 minggu setelah kembali dari daerah yang memiliki kasus COVID-19 atau berinteraksi dengan sesorang yang telah terinfeksi virus Corona.

Dan apabila mom’s mungkin terpapar virus Corona namun tidak mengalami gejala apa pun, sebaiknya mom’s tidak perlu memeriksakan diri ke rumah sakit, cukup tinggal di rumah selama 14 hari dan membatasi kontak dengan orang lain.

Bagaimana Virus Corona Bisa Menyebar

Mom’s para ilmuwan menyebutkan baha virus corona ini bersifat zoonotik. Ini berarti, virus pertama kali berkembang di hewan sebelum akhirnya menyerang manusia. Ketika sudah menginfeksi manusia, maka virus corona dapat menular dari manusia ke manusia. Penyebaran virus corona dari manusia ke manusia ini bisa melalui droplet pernapasan atau percikan batuk dan bersin.

Percikan batuk atau bersin dari orang yang terinfeksi virus corona akan menempel di permukaan benda atau kulit manusia. Sehingga, virus akan berpindah ketika manusia menyentuh benda atau melakukan kontak fisik dengan manusia lainnya.

Kemudian, virus akan menginfeksi manusia ketika tangan yang terkontaminasi oleh virus menyentuh wajah, seperti mulut, hidung, dan mata. Nah, mulai sekarang hati-hati menyentuh mulut, hidung dan, mata ya mom’s. Kenapa demikian? Iya mom’s karena seseorang dapat tertular COVID-19 melalui berbagai cara, yaitu:

  • Tidak sengaja menghirup percikan ludah dari bersin atau batuk penderita COVID-19
  • Memegang mulut atau hidung tanpa mencuci tangan terlebih dulu setelah menyentuh benda yang terkena cipratan air liur penderita COVID-19
  • Kontak jarak dekat dengan penderita COVID-19, misalnya bersentuhan atau berjabat tangan

Perlu mom’s semua ketahui bahwa Virus Corona dapat menginfeksi siapa saja, tetapi efeknya akan lebih berbahaya atau bahkan fatal bila terjadi pada orang lanjut usia, ibu hamil, orang yang sedang sakit, perokok, atau orang yang daya tahan tubuhnya lemah.

Melansir Healthline, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada akhir Januari lalu melaporkan, rata-rata orang yang terinfeksi virus corona berada di usia sekitar 45 tahun dan dua per tiganya merupakan laki-laki. Ups ini berarti orangtua dan laki-laki rentan terinfeksi virus corona. Kenapa ya mom’s? baiklah, lain kali kita akan membahas tentang hal ini.

Pengobatan Virus Corona

Maaf ya mom’s terpaksa mengatakan hal ini, bahwa sebenarnya Infeksi virus Corona atau COVID-19 belum bisa diobati, tetapi ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk meredakan gejalanya dan mencegah penyebaran virus, yaitu:

  • Merujuk penderita COVID-19 untuk menjalani perawatan dan karatina di rumah sakit yang ditunjuk
  • Memberikan obat pereda demam dan nyeri yang aman dan sesuai kondisi penderita
  • Menganjurkan penderita COVID-19 untuk melakukan isolasi mandiri dan istirahat yang cukup
  • Menganjurkan penderita COVID-19 untuk banyak minum air putih untuk menjaga kadar cairan tubuh

Komplikasi Virus Corona

Komplikasi paling serius dari infeksi SARS-CoV-2 adalah sejenis pneumonia yang disebut novel coronavirus-infected pneumonia (NCIP). Penyakit apaan tuh, gini mom’s intinya itu adalah suatu penyakit yang menyerang bagian pernapasan.

Bahkan sebuah penelitian  yang dilakukan di rumas sakit di Wuhan, Cina pada 138 orang dengan NCIP yang dirawat, diketahui bawah sekitar 26% mengalami penyakit yang parah dan harus dirawat di ruang ICU. Sekitar 4,3% di antaranya mengalami kematian.

Sejauh in mom’si, NCIP merupakan satu-satunya komplikasi yang terkait dengan Covid-19. Tetapi, para peneliti masih mengamati komplikasi lainnya yang mungkin juga dialami pasien Covid-19, di antaranya:

  • Acute respiratory distress syndrome (ARDS)
  • Detak jantung tidak teratur (arrhythmia)
  • Kejang kardiovaskular
  • Nyeri otot yang parah (myalgia)
  • Kelelahan
  • Serangan jantung
  • Pneumonia
  • Infeksi sekunder pada organ lain
  • Gagal ginjal
  • Acute cardiac injury
  • Kematian

Pencegahan Virus Corona

Perlu mom’s ketahui bahwa sampai saat ini, belum ada vaksin yang bisa digunakan untuk mencegah infeksi virus Corona atau COVID-19. Oleh sebab itu, cara pencegahan yang terbaik adalah dengan menghindari faktor-faktor yang bisa menyebabkan mom’s dan keluarga terinfeksi virus ini, yaitu:

  • Hindari bepergian ke tempat-tempat umum yang ramai pengunjung (social distancing).
  • Gunakan masker saat beraktivitas di tempat umum atau keramaian.
  • Rutin mencuci tangan dengan air dan sabun atau hand sanitizer yang mengandung alkohol minimal 60% setelah beraktivitas di luar rumah atau di tempat umum.
  • Meningkatkan daya tahan tubuh dengan pola hidup sehat.
  • Jangan menyentuh mata, mulut, dan hidung sebelum mencuci tangan.
  • Hindari kontak dengan hewan, terutama hewan liar. Bila terjadi kontak dengan hewan, cuci tangan setelahnya.
  • Masak daging sampai benar-benar matang sebelum dikonsumsi.
  • Tutup mulut dan hidung dengan tisu saat batuk atau bersin, kemudian buang tisu ke tempat sampah.
  • Hindari berdekatan dengan orang yang sedang sakit demam, batuk, atau pilek.
  • Jaga kebersihan benda yang sering disentuh dan kebersihan lingkungan.

Sedangkan untuk orang yang diduga terkena COVID-19 atau termasuk kategori ODP (orang dalam pemantauan), ada beberapa langkah yang bisa dilakukan agar virus Corona tidak menular ke orang lain. Berikut hal-hal yang perlu mom’s ketahui, yaitu:

  • Jangan keluar rumah, kecuali untuk mendapatkan pengobatan.
  • Periksakan diri ke dokter hanya bila Anda mengalami gejala gangguan pernapasan yang disertai demam atau memenuhi kriteria PDP (pasien dalam pengawasan).
  • Usahakan untuk tinggal terpisah dari orang lain untuk sementara waktu. Bila tidak memungkinkan, gunakan kamar tidur dan kamar mandi yang berbeda dengan yang digunakan orang lain.
  • Larang dan cegah orang lain untuk mengunjungi atau menjenguk Anda sampai Anda benar-benar sembuh.
  • Sebisa mungkin jangan melakukan pertemuan dengan orang yang sedang sedang sakit.
  • Hindari berbagi penggunaan alat makan dan minum, alat mandi, serta perlengkapan tidur dengan orang lain.
  • Pakai masker dan sarung tangan bila sedang berada di tempat umum atau sedang bersama orang lain.
  • Gunakan tisu untuk menutup mulut dan hidung bila batuk atau bersin, lalu segera buang tisu ke tempat sampah.

Nah mom’s, kita sudah membahas banyak hal tentang virus corona yang tengah asyik menikmati perjalanannya. Semoga yang sedikit ini, bisa menambah pengetahuan kita tentang si virus corona, sehingga membuat kita bisa lebih hati – hati dan waspada. Bye…

CARA SEDERHANA CEGAH PENYEBARAN VIRUS CORONA

CARA SEDERHANA CEGAH PENYEBARAN VIRUS CORONA

Hai mom’s… senang bisa kembali berbagi informasi seputar kesehatan. Semoga hari mom’s cerah senantiasa, berbalut kebahagiaan nan jauh dari rasa duka. Aamiin…

Kita langsung aja ya mom’s…

Peningkatan kasus virus Corona Covid-19 masih terus berlangsung di berbagai belahan dunia. Sampai saat ini, virus Corona telah menyerang jutaan orang di berbagai negara dan sudah menelan ribuan korban jiwa, termasuk di Indonesia. Berdasarkan laporan kasus harian Corona per 24 April 2020 di Indonesia ada 8.211 kasus korona, 1.002 pasien dinyatakan sembuh dan 689 pasien meninggal.

Mengingat banyaknya jumlah korban, sangat baik kiranya jika kita menerapkan tindakan pencegahan secara maksimal agar terhindar dari penyebaran virus Corona Covid-19 ini. Memang sampai saat ini, belum ditemukan vaksin yang dapat menangkalnya. Tapi setidaknya ada banyak ikhtiar sederhana yang diklaim bisa mencegah penyebarannya.

Baca Juga: VCO obati Corona

Nah, berikut cara sederhana yang dapat dilakukan di rumah bersama keluarga:

1. CUCI TANGAN SESERING MUNGKIN

Langkah pertama pencegahan penyebaran virus Corona adalah dengan rajin mencuci tangan dengan benar. Terutama setelah bersin dan batuk, setelah berada di tempat publik (termasuk alat transportasi, pasar, dan tempat ibadah), juga setelah mom’s memegang atau menyentuh permukaan benda apapu di luar rumah (termasuk uang), sebelum, selama dan sesudah merawat orang sakit dan sebelum serta sesudah makan. Terkhusus lagi jika mom’s masih dalam masa menyusui. Maka mom’s harus lebih sering mencuci tangan, khususnya sebelum menyusui atau memerah ASI.

Jika mom’s ingin membunuh virus Corona maka harus mencuci tangan dengan menggosok seluruh bagian tangan (telapak tangan, punggung tangan, sela-sela jari, ujung jari sampai pergelangan tangan), selama minimal 20 detik menggunakan sabun dan air bersih yang mengalir, baru mengeringkannya dengan kain bersih atau tisu. Dan jika mom’s seorang pekerja yang sulit mendapatkan sabun dan air, maka mom’s bisa menggunakan handsanitizer. Dengan kadar alkohol minimal 70% agar hasilnya lebih efektif.

Metode seperti inila yang dianggap lebih efektif untuk membunuh kuman, bakteri, termasuk virus Corona. Nah, tunggu apalagi praktekin yuk mom’s.

2. HINDARI MENYENTUH WAJAH (MATA, MULUT, DAN HIDUNG)

Sangat perlu diketahui, tangan merupakan sumber utama penyakit. Ini dikarenakan tangan merupakan bagian tubuh yang paling sering melakukan kontak atau sentuhan dengan benda maupun seseorang yang mungkin saja kuman, bakteri atau virus menempel disana. Sementara itu virus Corona disinyalir dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui segitiga wajah, yakni mata, hidung, dan mulut.

Jadi harus kita ingat ya Mom’s, jangan menyentuh wajah menggunakan tangan. Apabila terpaksa harus menyentuh wajah, pastikan untuk mencuci tangan terlebih dahulu dengan sabun atau jika tidak ada gunakan handsanitizer.

3. TUTUPLAH MULUT SAAT BATUK DAN BERSIN DENGAN BENAR

Harus kita pastikan bahwa, setiap kali batuk dan bersih haruslah menerapkan prinsip etika dengan benae. Yaitu dengan menutup mulut menggunakan siku tangan bagian dalam atau tisu bersih. Ini dikarenakan cairan yang diproduksi saat bersin dan batuk dapat menjadi media penularan virus Corona.

Kemudian, jika menutupnya menggunakan tisu, segera buanglah tisu bekas itu ke tempat sampah dan lalu cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir dengan benar kemudian keringkan kembali.

4. PAKAILAH MASKER

Virus Corona memang tidak menyebar melalui udara, namun virus ini bisa menyebar melalui percikan dahak atau air liur saat bersin atau batuk. Dan untuk mengurangi resiko penularan virus ini ke orang lain, maka seorang yag sakit batuk, pilek, atau bersin-bersin sangat disarankan untuk memakai masker, apalagi jika memang berisiko tinggi menderita Covid-19. Sebab virus Corona ini dapat menyebar melalui dorplet dan masuk ke dalam tubuh melalui selapur lendir seperti mata, hidung dan mulut. Jadi untuk amannya, sebaiknya pakailah masker khususnya ketika mom’s keluar rumah.

Pada umumnya ada dua jenis masker yang bisa digunakan untuk mencegah penularan virus Corona ini, yaitu masker bedah dan masker N95. Namun sayangnya, masker jenis ini sudah sangat langka dan sangat sulit didapat, dan kalaupun ketemu harganya pasti selangit.

Tapi tak perlu khawatir, karena mom’s bisa beralih ke masker kain. Meskipun jenis masker kain ini tidak cukup ideal untuk mencegah penularan virus Corona, tetapi jika digunakan dengan baik dan benar akan jadi lebih baik daripada tidak menggunakan masker sama sekali.

Menggunakan masker kain yang benar itu tidak lebih dari 4 jam mom’s. Jadi setelah 4 jam lepas dan gantilah dengan masker kain yang lain. Setelah masker kain di lepas, segera rendam dengan diterjen (lebih baik lagi menggunakan klorin 0,5% selama 10 menit), kemudian cuci dan bilaslah dengan bersih dan keringkan, terakhir strikalah. Karena masker kain dapat mengandung berbagai jenis kuman, bakteri, jamur dan virus setelah dipakai.

5. HINDARI KONTAK LANGSUNG

Cara sederhana berikutnya yang bisa mom’s lakukan untuk mencegah penularan virus Corona adalah dengan menghindari kontak atau interaksi langsung seperti berpelukan, berciuman, berjabat tangan, dan lain sebagainya.

6. JANGAN BERBAGI BARANG MILIK PRIBADI

Harus diingat ya mom’s, setiap barang pribadi milik seseorang bisa saja meningkatkan risiko penularan virus Corona. Sebab meskipun seseorang tidak menampakan adanya gejala, tetap saja virus ini dapat menginfeksi tubuh manusia hingga ia dapat berstatus sebagai silent carrier yang membawa dan menularkan cirus Corona ini kepada orang lain.

Maka dari itu, selalu gunakan barang sendiridan hindari meminjam barang pribadi orang lain ya mom’s.

7. SOSIAL DISTANCING

Istilah ini sudah tidak asing lagi karena telah digaungkan oleh banyak pihak, sejak pandemi virus Corona masuk ke wilayah NKRI (negara kesatuan republik indonesia).

Sosial Distancing merupakan upaya mencega penularan virus Corona dengan menjaga jarak fisik antara orang yang satu dengan orang yang lain dengan jarak minimal 1 meter. Langkah ini dapat diterapkan saat berada di tempat umum ataupun saat berada di luar rumah.

8. CUCILAH BAHAN MAKANAN

Entah berapa kali dalam sehari mom’s harus menyalakan kompor selama masa lockdown, itu tidak masalah ya mom’s. Saat ini yang penting harus mom’s pastikan bahwa semua bahan yang dimasak haruslah dicuci bersih terlebih dahulu. Dikarenakan sangat dimungkinkan pada bahan makanan yang akan dimasak terdapat kuman, bakteri, virus termasuk virus Corona.

Setelah bahan makanan mom’s beli, sebaiknya dicuci dulu menggunakan hodrogen peroksida atau cuka yang dapat membunuh kuman, bakteri dan virus secara efektif, baru setelah itu bisa dimasukan ke dalam lemari pendingin.

9. BERSIHKAN PERABOT RUMAH

Selama masa pandemi virus Corona, sangat baik sekiranya mom’s lebih sering dan rutin membersihkan perabot rumah tangga. Sebab, virus Corona bisa menempel pada permukaan benda-benda yang sering terjadi interasi dengan manusia seperti daun pintu, wastafel, kursi, lantai dan lain-lain. Bila perlu, semprotkan cairan desinfektan setiap pagi dan sore hari khususnya sebelum dan setelah beraktivitas.

10. TINGKATKAN IMUNITAS ATAU KEKEBALAN TUBUH

Pencegahan selanjutnya adalah dari dalam tubuh, yaitu dengan meningkatkan sistem imunitas atau kekebalan tubuh terhadap berbagai kuman, bakteri, virus (termasuk virus Corona).

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan guna meningkatkan sistem imunitas tubuh ini, seperti melakukan aktivitas fisik secara rutin, mengelola emosi, istirahat yang cukup,mengkonsumsi makanan sehat, dan mengkonsumsi herbal maupun vitamin.

Salah satu contoh makanan sehat yang baik bagi sistem imunitas tubuh adalah brokoli dan bayam. Kedua jenis sayuran ini memiliki nutrisi yang bisa memperkuat sistem imunitas. Seperti Antioksidan, Vitamin A, C, dan E, serta tinggi serat, dan beta karoten.

Selain bayam dan brokoli, ada banyak jenis lain yang bisa dikonsumsi mom’s. Seperti bawang putih, kunyit, temulawak, sere, buah-buahan (jeruk. Lempn, kiri, beri, jambu, hingga pepaya), makanan laut (ikan, kerang, dan tiram), hingga yoghurt dan minyak VCO (virgin coconut oil).

Minyak VCO terbukti kaya akan asam lemak  yang  mengandung Lauric Acid (asam laurat). Jika Lauric Acid ini masuk ke dalam tubuh manusia, dia akan dirubah menjadi monolaurin acid yang dapat berfungsi sebagai immune booster atau penguat sistem imunitas tubuh. Nah, jika kita rajin meminumnya maka kita akan memiliki sistem imunitas yang semakin baik mom’s… InsyaAllah.

Bahkan dalam beberapa penelitian sebelumnya Virgin coconut oil telah terbukti efektif digunakan untuk menangani kasus HIV, Herpes, hingga Avian Influensa. MasyaAllah…. Tunggu apalagi mom’s lengkapi ikhtiar sehat mom’s dan keluarga dengan minyak VCO ini. Pastikan di rumah senantiasa tersedia virgin coconut oil ya mom’s.

Nah mom’s itu tadi 10 cara sederhana mencegah penyebaran virus Corona Covid-19 dari rumah. Bagaimana mom’s siap mempraktikan ? Bagus, selamat mencoba dan tetap bersemangat. Sampai ketemu di artikel berikutnya mom’s…

VCO SEBAGAI PANANGKAL VIRUS CORONA

VCO SEBAGAI PANANGKAL VIRUS CORONA

VIRUS CORONA

Hari yang cerah ya mom’s… semoga mom’s dan keluarga senantiasa dalam kebahagiaan yang tidak pernah jenuh dan hati yang penuh syukur tanpa lisan yang tak mudah mengeluh. Aamiin …

Baik lah mom’s, hari ini kita akan coba berbagi ilmu untuk mom’s semua, masih terkait hal yang berhubungan dengan si virus corona. Si dia yang membuat hati kita ketar-ketir, dan senantiasa dag-dig-dug ndak karuan setiap kali mendapat kabar terkini tentang perkembangannya di bumi pertiwi.

Bagaimana tidak, hanya dalam waktu kurang dari 1 bulan virus corona sudah berhasil menginvasi sebanyak 2.738 dengan 221 kematian dan 204 dinyatakan sembuh. Sedihnya lagi, dari 221 kematian 20 diantaranya adalah para tenaga medis khususnya para dokter dan perawat yang menjadi garda terdepan melawan pademi virus corona. Semoga mereka semua medapatkan posisi terbaik disisi Allah swt, aamiin.

Pada artikel sebelumnya, saya sudah menuliskan bahwa covid-19 belum ditemukan vaksin dan obatnya. Namun pencegahan penyebaran dan penularan virus corona bisa dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan meningkatkan imunitas atau daya tahan tubuh mom’s.

Mengapa Harus Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Sebenarnya yang dimaksud dengan imunitas atau daya tahan tubuh adalah kemampuan tubuh untuk bereaksi melawan berbagai gangguan yang mengancam kesehatan serta kenyamanan tubuh oleh sebab apapun. Bisa zat fisik, zat kimia dan atau microorganisme seperti bakteri, jamur, virus termasuk cirus corona.

Jadi mom’s, ketika ada kuman (termasuk virus corona) masuk ke dalam tubuh (baik melalui penularan dari binatang ke manusia atau manusia ke manusia) maka secara otomatis tubuh akan mengenalinya sebagai musuh yang harus dimunahkan. Sistem pertahanan tubuh manusia segera membentuk gugus perlindungan, salah satunya dengan mengaktifkan sel darah putih untuk melakukan perlawanan. Apabila daya tahan tubuh kuat maka ia akan menang, dan tubuh akan berangur sehat dan membaik seperti semula.

Banyak hal yang bisa dilakukan untuk meningkatkan imunitas tubuh mom’s seperti; rajin berolah raga, kosumsi makanan sehat, vitamin, protein serta menambah suplemen penolak virus seperti kunyit, temulawak, jahe, jinten hitam, siri, virgin coconut oil (VCO) dan lainnya.

Apaan Tuh VCO ?

VCO merupakan minyak kelapa murni yang dalam bahasa inggris disebut dengan Virgin Coconut Oil atau sesuai trendnya di sebut VCO. Bahan baku VCO adalah buah kelapa segar yang diambil minyaknya atau kernelnya, lalu diproses dengan pemanasan terkendali atau bahkan tanpa pemanasan sama sekali, tanpa bahan kimia dan RDB (Refined, Bleached, and Deodorized). Maknanya VCO adalah minyak yang disuling, dikelantang dan dihilangkan baunya. Dengan metode penyulingan seperti ini akan membuat kandungan senyawa esensial yang dibutkan tubuh tetap utuh.

Minyak kelapa murni atau VCO merupakan modifikasi prosespembuatan minyak kelapa sehingga dihasilkan produk dengan kadar air dan kadar asam lemak bebas yang rendah, warnanya bening, baurnya harum, serta mempuyai daya simpan yang cukup lama, yaitu lebih dari 12 bulan. Jadinya awet mom’s.

Apakah Minyak VCO Bermanfaat?

Minyak kelapa murni atau VCO memang tidak mengandung banyak mikronutrien moms’ tetapi VCO mengadung zat besi yang dapat memperbaiki anemia atau kekurangan sel darah merah. VCO juga mengandung vitamin K yang dapat membantu pembekuan darah, dan mengandung vitamin E yang berfungsi sebagai antioksidan yang mencegah terjadinya kerusangan sel akibat radikal bebas.

Banyak studi menunjukkan VCO ini merupakan makanan paling sehat di dunia. Tidak hanya bermanfaat, ternyata VCO juga sangat baik digunakan untuk perawatan kulit. Ayo mom’s tunggu apalagi, segera konsumsi VCO agar tampil glowing…

Virgin Coconut Oil (VCO) ternyata memiliki kadungan asam laurat, asam karpat dan asam kaprilat yang memiliki sifat antimikroba, antioksidan, antijamur, dan antibakteri. Selain dalam VCO, Asam laurat hanya dapat kita jumpai pada ASI manusia. Keduanya memiliki fungsi yang sama, yaitu meningkatkan daya tahan tubuh dan mengancurkan bakteri dan virus berbahaya.

Bagaimana Minyak VCO Bisa Menangkal Virus Corona

Jadi begini mom’s, sejatinya virus corona itu rentan menyerang manusia yang memiliki daya tahan tubuh sedang lemah. Sehingga manusia sangat perlu mengkonsumsi makanan dan minuman yang dapat meningkatkan imunitas atau daya tahan tubuh. Salah satunya dengan minyak kepala murni atau VCO.

Banyak penelitian yang berhasil membuktikan bahwa bahan ini dapat meningkatkan sistem imun tubuh atau dalam bahasa ilmiahnya sebagai immune booster. Ketika asam lemak lauric acid masuk ke dalam tubuh, ia akan diubah menjadi monolaurin acid. Zat inilah yang berfungsi sebagai immune booster, salah satunya dengan memicu aktivitas penolakan teradap virus (termasuk vrus corona). Hal ini merupakan cara yang cukup simpel untuk langkah pencegahan terhadap virus corona melalui anorobik (tanpa oksigen) alias ditutup. Jika dilihat dari prinsipnya, maka hal ini pernah digunakan untuk pengobatan hepatitis (virus) dan hasilnya pasien bisa sembuh, serta pengobatan hiv (virus) juga terbukti efektif.

Bahkan Filipina sudah mulai melakukan penelitian lebih lanjut berkaitan dengan kemungkinan manfaat VCO pada pasien covid-19, disamping obat yang telah diberikan oleh tim medis.

Beberapa waktu yang lalu, media sosial dihebohkan dengan berita yang datangnya dari seorang motivator bisnis Tung Desem Waringin. Dia mengumumkan dirinya positif terinfeksi virus corona. Selama menjalani perawatan di rumah sakit, Tung sudah mengkonsumsi sejumlah obat-obatan yang diberikan tim medis.

Sampai pada suatu kondisi dimana tubuhnya terasa menggigil, Tung akhirnya memutuskan minum VCO. Setelah kurang lebih 2,5 jam kemudian ia mulai buang air besar  (BAB) berupa cairan yang disertai minyak berwarna kekungan sebanyak 3 kali.

Setelah tubuhnya terasa nyaman, Tung kembali mengkonsumsi VCO dengan diselingi minum air putih kurang lebih 3,5 liter dalam sehari. Sampai keesokan harinya, sudah tidak mengalami BAB cair dan berminyak lagi meskipun Tung masih melanjutkan minum VCOnya. Tung pun mulai merasa perubahan kondisi kearah yang lebih baik. Seingga ia minta pada dokter untuk digenjot lebih banyak dengan infus acemtra agar semakin cepat pulih. Tetapi tim dokter menolaknya, dengan alasan kondisi kesehatan Tung sudah sangat baik.

Bagaimana mom’s, apakah masih memerlukan tambahan informasi lebih tentang VCO?… Semoga pengalaman Tung Desem Waringin bisa menginspirasi kita.

Mulai sekarang pastikan bahwa di rumah selalu tersedia VCO untuk meningkatan daya tahan tubuh pada diri dan keluarga agar dapat bertahan dari penyebaran virus corona. Aamiin… Wallahu’alam…