Mendengkur: Gangguan Tidur yang Mengganggu, Tapi Bisa Diatasi

Mendengkur: Gangguan Tidur yang Mengganggu, Tapi Bisa Diatasi

Suara yang disebut mendengkur atau mendengkur dihasilkan ketika jaringan di saluran udara Anda bergetar saat tidur. Banyak orang yang menganggap ngorok sebagai hal yang biasa dan tidak berbahaya, namun sebenarnya ngorok bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan yang serius, seperti sleep apnea. Sleep apnea adalah kondisi di mana seseorang berhenti bernapas secara tiba-tiba saat tidur, yang bisa meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, diabetes, dan hipertensi.

Pernahkah Anda terbangun di malam hari karena suara dengkuran yang menggelegar? Atau mungkin Anda sendiri yang sering didiagnosis sebagai “tukang ngorok” oleh pasangan? Mendengkur, atau ngorok, memang bukan masalah sepele. Selain mengganggu orang sekitar, mendengkur bisa menjadi tanda sleep apnea, yang merupakan gangguan pernapasan serius.

Menurut data dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2018, sebanyak 24,1% penduduk Indonesia berusia 15 tahun ke atas mengalami sleep apnea. Angka ini cukup signifikan dan menunjukkan bahwa mendengkur bukan hanya masalah individu, tapi juga masalah kesehatan masyarakat.

Baca Juga : Mimpi Indah Tak Terganggu: Mengenal Faktor yang Mempengaruhi Tidur

Apa Penyebab Ngorok?

Sebelum membahas tentang tidur mendengkur menurut Islam, kita perlu mengetahui apa penyebab ngorok terlebih dahulu. Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan seseorang ngorok saat tidur, antara lain:

  1. Kelebihan berat badan. Orang yang kelebihan berat badan cenderung memiliki leher yang lebih besar dan tebal, yang bisa menyempitkan saluran udara dan menghambat aliran udara saat tidur.
  2. Pola tidur yang tidak teratur. Orang yang sering begadang atau tidur terlalu siang bisa mengalami gangguan ritme sirkadian, yaitu siklus tidur dan bangun yang dipengaruhi oleh cahaya dan gelap. Gangguan ritme sirkadian bisa membuat otot-otot di tenggorokan menjadi lebih rileks dan menyebabkan ngorok.
  3. Konsumsi alkohol, rokok, atau obat-obatan tertentu. Alkohol, rokok, dan obat-obatan tertentu bisa mempengaruhi sistem saraf pusat dan membuat otot-otot di tenggorokan menjadi lebih rileks dan menyempitkan saluran udara saat tidur.
  4. Alergi, pilek, atau sinusitis. Alergi, pilek, atau sinusitis bisa menyebabkan peradangan dan pembengkakan pada hidung dan tenggorokan, yang bisa menghalangi aliran udara saat tidur.
  5. Bentuk rahang, langit-langit mulut, atau lidah yang tidak normal. Beberapa orang memiliki bentuk rahang, langit-langit mulut, atau lidah yang tidak normal, yang bisa mengganggu posisi lidah saat tidur dan menyebabkan ngorok.

Baca Juga : Faktor Yang mempengaruhi Kualitas Tidur

Apa Dampak Ngorok bagi Kesehatan?

Tidur mendengkur tidak hanya mengganggu kualitas tidur Anda sendiri, tetapi juga pasangan atau orang lain yang tidur di sekitar Anda. Ngorok bisa menyebabkan beberapa dampak negatif bagi kesehatan, antara lain:

  1. Kurangnya oksigen di otak. Ngorok bisa mengurangi jumlah oksigen yang masuk ke otak, yang bisa menyebabkan kerusakan sel-sel otak dan memicu berbagai masalah kognitif, seperti gangguan memori, konsentrasi, dan belajar.
  2. Gangguan tidur. Ngorok bisa menyebabkan gangguan tidur, seperti insomnia, tidur gelisah, atau bangun berkali-kali saat tidur. Gangguan tidur bisa mengurangi kualitas tidur dan menyebabkan rasa lelah, mengantuk, dan mudah marah di siang hari.
  3. Penyakit kardiovaskular. Ngorok bisa meningkatkan tekanan darah dan denyut jantung, yang bisa memicu penyakit kardiovaskular, seperti hipertensi, aritmia, serangan jantung, atau stroke.
  4. Penyakit metabolik. Ngorok bisa mengganggu metabolisme tubuh dan menyebabkan penyakit metabolik, seperti diabetes, obesitas, atau sindrom metabolik.
  5. Penurunan gairah seksual. Ngorok bisa menurunkan kadar testosteron, hormon seksual yang berperan dalam gairah seksual, terutama pada pria. Ngorok juga bisa menyebabkan disfungsi ereksi, impotensi, atau frigiditas.

Baca Juga : BENARKAH TIDUR SIANG BISA MENAMBAH BERAT BADAN?

Bagaimana Cara Menghilangkan Ngorok dengan Mudah Saat Tidur?

Tidur mendengkur adalah hal yang tidak baik dan harus diatasi dengan cara yang halal dan sehat. Berikut ini adalah beberapa cara menghilangkan ngorok dengan mudah saat tidur, yang bisa Anda coba:

  1. Menurunkan berat badan jika Anda memiliki berat badan berlebih, karena lemak di sekitar leher bisa menyempitkan saluran udara dan menyebabkan ngorok.
  2. Mengatur pola tidur yang teratur dan cukup, serta menghindari tidur terlentang, karena posisi ini bisa membuat lidah jatuh ke belakang dan menghalangi aliran udara.
  3. Menghindari alkohol, rokok, atau obat-obatan tertentu yang bisa membuat otot-otot di tenggorokan menjadi lebih rileks dan menyempitkan saluran udara saat tidur.
  4. Mengobati alergi, pilek, atau sinusitis yang bisa menyebabkan peradangan dan pembengkakan pada hidung dan tenggorokan, serta menghalangi aliran udara saat tidur.
  5. Mengubah posisi tidur dengan menggunakan bantal, alat bantu pernapasan, atau alat anti ngorok yang bisa membuka saluran udara dan mengurangi getaran jaringan di tenggorokan saat tidur.

Semoga cara-cara di atas bisa membantu Anda untuk menghilangkan ngorok dengan mudah saat tidur. Jika ngorok Anda tidak kunjung berhenti atau disertai dengan gejala-gejala seperti berhenti bernapas saat tidur, mengantuk di siang hari, atau tekanan darah tinggi, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter untuk memeriksa kemungkinan adanya sleep apnea atau gangguan tidur lainnya.

Tinggalkan Balasan