VCO untuk Kulit Lembut

Bahwa selama ribuan tahun minyak kelapa ( VCO ) telah digunakan untuk membuat kulit halus, mulus dan memberikan banyak kilauan cahaya kepada rambut.

Wanita Polinesia terkenal dengan kulitnya yang indah, meskipun di ekspose pada cahaya sinar matahari yang padas dan uap angin laut setiap harinya mereka menggunakan minyak kelapa sebagai lotion kulit dan condioner rambut, tidak ada minyak lain yang dapat menandinginya.

Minyak kelapa memiliki tekstur krim alami, dan hampir dipastikan terbebas dari pestisidan dan bahan kimia lainnya. Selain itu susunan molekuler minyak kelapa yang kecil sehingga memudahkan untuk penyerapan, memberikan tekstur lembut halus pada kulit dan rambut. Banyak orang menggunakannya sebagai pelembab bibir karena aman dan alami.

Hand & Body lotion yang ada saat ini ada ditujukan untuk memberikan kelembutan pada kulit, akan tetapi Lotion komersial yang beredar dipasaran sangat banyak mengandung air. Kandungan air tersebut diserap kedalam kulit kering.

Pada saat air memasuki kulit, maka ia akan memperluas jaringannya, seperti halnya balon mengisi dengan air, akibatnya keriput akan hilang dan kulit terasa lembut. Namun ini hanya sementara, segera setelah air menguap atau dibawah aliran darah, kulit akan terasa kering dan keriput kembali. Apakah dapat kulit kering dan keriput diatasi dengan Hand & Body Lotion?

Jawabnya; Tidak dapat diatasi oleh kebanyakan perawatan tubuh biasa, mengapa? Karena kebanyakan produk tersebut terbuat dari minyak sayur yang telah mengalami proses panas dan mengalami proses hidroginasi sehingga kandungan anti oksidannya mengalami kerusahan. Padahal anti oksidan tersebut berperan sebagai pelindung alami pada kulit.

Jenis Minyak yang dioleskan pada kulit dan yang dikonsumsi bisa mempengaruhi jaringan tubuh, terutama sekali pada jaringan connective yaitu merupakan jaringan paling banyak dan menyebar luas dalam tubuh. jaringan ini bisa ditemukan pada kulit, otot, tulang, daraf dan semua organ tubuh bagian dalam.

Jaringan connective terdiri dari serat-serat kuat yang membentuk kerangka pendukung dari semua jaringan tubuh. Dengan kata lain tanpa jaringan tersebut tubuh akan tanpa bentuk. Pada saat umur semakin tua, sebagian tubuh mengendur dan menjadi terganggu karena terkait dengan kerusakan jaringan connective, sehingga terlihat terpecah-pecah.

Kulit disatukan oleh jaringan connective yang memberikan kekuatan dan elastisitas, ketika masih muda dan sehat, kulit kelihatan halus, elastis dan lembut, pada saat tua serat-serat ini mulai rusak karena pengaruh radikal bebas terhadap jaringan connective. Kulit kehilangan kemampuan menyatukan bagian-bagian dan mulai mengendur serta berkerut. Sehingga kering dan mengeras. Reaksi radikal bebas terjadi didalam tubuh secara tetap karena merupakan efek dari pernafasan yang tidak bisa dielakkan.

Namun setiap orang mempunyai jumlah radikal bebas yang berbeda, tergantung pada faktor lingkungan, misalnya karena makanan, atau banyaknya industri, rokok dan lain sebagainya. Termasuk radiasi sinar matahari / ultra violet merangsang adanya radikal bebas. Minyak sayur termasuk zat yang bisa memacu timbulnya radikal bebas, padahal minyak ini banyak digunakan dalam produk kecantikan semisal lotion, sabun dan Shampoo, sehingga banyak orang yang sebenarnya kulitnya dapat bertahan elastisitasnya menjadi tua lebih dini, atau banyak orang yang masih muda tetapi rambut di kepalanya sudah penuh dengan uban. Oleh karena itu untuk menjaga elastisitas jaringan connective dibutuhkan antioksidan.

Salah satu tanda klasik usia tua adalah munculnya bercak kecoklatan seperti jerawat pada kulit yang dinamakan lipofuscin. Ia juga dikenal sebagai bercak penuaan atau bercak liver. Ia merupakan tanda kerusakan radikal bebas lipids (lemak) pada kulit, oleh karenanya dinamakan lipofuscin. Bercak liver tidak melukai atau menunjukkan tanda-tanda ketidaknyamanan. kadang-kadang tidak bisa dilihat sehingga tidak mengetahui bahwa sudah terkena bercak liver.

Buku: The Healing Miracles of Coconut Oil, Dr. Bruce Fife, ND. 2001,

Tinggalkan komentar