Kolesterol dan Beras Merah

Kolesterol dan Beras Merah- Hati-hati jika kadar kolesterol dalam tubuh Anda tinggi. Berbahaya !!

Kolesterol yang tinggi mampu memicu berbagai penyakit serius seperti jantung, stroke, tekanan darah tinggi dan lainnya.

Makanan sehari-hari juga berpengaruh pada tingkat kolesterol dalam tubuh. Maka dari itu penderita kolesterol sangat disarankan untuk menghindari makanan yang mengandung lemak trans atau kolesterol yang tinggi.

Salah satu makanan yang disarankan untuk dikonsumsi penderita kolesterol ialah biji-bijian utuh sebab mengkonsumsi biji-bijian mampu menurunkan kolesterol jahat (LDL), Anda bisa mengkonsumsi beras merah untuk membantu menurunkan kadar kolesterol.

Ini karena dalam kulit ari beras merah terdapat minyak alami yang bermanfaat untuk mengurangi kolesterol serta mencegah risiko untuk terkena penyakit jantung.

Untuk Anda penderita kolesterol tinggi ada baiknya untuk mengganti konsumsi beras putih dengan beras merah, bila Anda belum terbiasa cukup konsumsi beras merah seminggu 2 kali lalu Anda bisa tambahkan lagi porsinya menjadi 3 kali seminggu dan seterusnnya untuk mendapat manfaatnya.

Terlebih beras merah juga kaya akan serat dalam 100 gram beras merah terdapat sekitar 2 gram serat, mengkonsumsi makanan yang kaya akan serat seperti beras merah mampu mengurangi kolesterol jahat (LDL).

Kandungan serat yang ada pada beras merah mampu mengurangi penyerapan kolesterol pada peredaran darah.

Perlu kita ketahui beras merah dan anti stroke mempunyai keterkaitan. Suatu studi di Universitas Negara Bagian Lousiana, AS, menemukan bahwa minyak dedak dari beras merah bisa menurunkan kolesterol jahat pada tubuh.

Manfaat kesehatan dari beras merah adalah seratnya, secangkir beras merah mampu menyediakan 14% setiap hari. Serat ini telah terbukti menurunkan kolesterol tinggi, juga menghambat aterosklerosis.

Kolesterol dan Beras Merah- Serat beras merahpun berperan dalam mengontrol tinggi gula darah, sehingga menjadi pilihan terbaik bagi penderita diabetes.

Menurut hasil penelitian

Menurut riset Dr. Rui Hai Liu dari Universitas Cornell, seperti halnya buah-buahan dan sayuran, beras merah juga mengandung fenolik, salah satunya zat antioksidan yang mampu menghambat radikal bebas pemicu kanker. Angka aktivitas antioksidan beras merah menurut hasil riset tersebut adalah 56, sementara brokoli 80, bayam 81, apel 98, pisang 65, jagung 181, dan gandum77.

Magnesium yang ada diberas merah membantu mengatur irama saraf dan otot dengan menyeimbangkan aksi kalsium. Magnesium juga perlu untuk kesehatan tulang. Secangkir beras merah akan memberi anda 21 persen keperluam sehari-hari akan magnesium.

Sebaliknya orang yang makan beras merah risiko terkena diabetes turun hingga 11 persen.

Beras merah kaya serat dan menghasilkan energi secara bertahap. Karena itu, para ahli menyerukan agar 70 persen kebutuhan karbohidrat kita dipenuhi oleh beras merah.

 

Tinggalkan komentar