Tips Memasak Beras Merah Pulen dan Tidak Keras

Tips Memasak Beras Merah Pulen dan Tidak Keras

Tips Memasak Beras Merah PulenSelamat pagi, Moms. Sudah sarapan? Kalau belum, jangan lupa sarapan, ya? Sarapannya juga pilih menu yang sehat buat tubuh. Salah satu pilihan asupan karbohidrat sehat yang boleh dicoba untuk keluarga adalah beras merah dari Eka Farm.

Apa itu beras merah?

Pasti sudah sering ya, lihat atau menjumpai beras merah dan nasi merah di sekitar kita. Beras merah adalah varian beras yang umum dan mudah untuk didapatkan di pasaran selain beras putih. Tetapi, tahukah Anda tentang apa itu beras merah?

Jadi, beras merah itu adalah beras yang hanya mengalami proses pengelupasan lapisan beras paling luar atau biasa disebut kulit ari. Beras merah tidak mengalami proses penggilingan seperti pada beras putih. Warna merah pada beras merah sendiri berasal dari pigmen antosianin yang juga membuat beras merah kaya akan zat antioksidan. Zat antioksidan sendiri berguna untuk membantu memerangi radikal bebas dalam tubuh.

Baca juga: MANFAAT BERAS MERAH UNTUK ASAM URAT

Beras memiliki beberapa lapisan kulit yang jika semua lapisan kulit ini dikelupas, maka akan diperoleh beras putih yang sering kita jumpai. Lapisan-lapisan kulit yang terkelupas pada proses penggilingan beras putih inilah yang sebenarnya mengandung banyak serat, protein, mineral dan vitamin, tetapi sayangnya malah terbuang. Proses penggilingan yang absen pada produksi beras merah menyebabkan beras merah memiliki nutrisi yang lebih utuh dan juga lebih sehat dibandingkan dengan beras putih. Kandungan serat (dietary fiber) yang masih tinggi pada beras merah cocok untuk asupan bagi Anda yang sedang menjalani program diet.

Baca juga: PILIH MANA UNTUK DIET SEHAT, BERAS DIET ATAU BERAS MERAH?

Tekstur antara beras putih dan beras merah pun berbeda. Beras merah cenderung memiliki tekstur lebih kasar karena masih memiliki banyak lapisan kulit beras. Karena tekstur yang berbeda antara beras merah dengan beras putih ini, maka pengolahannya dalam memasak pun berbeda. Jika salah dalam langkah memasak ataupun salah takaran air yang digunakan untuk memasak beras merah, maka nasi yang dihasilkan pun bisa keras. Untuk menghindari nasi yang bertekstur keras ataupun terlalu kering, Eka Farm punya tips buat kamu. Simak baik-baik, ya.

Langkah dan Tips Memasak Beras Merah Pulen 

  1. Ambil 1 cup beras merah, kemudian cuci dengan air bersih. Proses perendaman beras tidak perlu dilakukan karena beras merah organik dari Eka Farm sudah pulen tanpa harus direndam terlebih dahulu.
  2. Tuangkan 1,5 cup air untuk 1 cup beras merah. Masukkan beras merah dan air ke dalam rice cooker.
  3. Masak dengan rice cooker seperti biasa.
  4. Nasi merah pulen dan tidak keras siap untuk konsumsi keluarga Anda.

Selain dimasak dengan alat rice cooker, jika Anda tidak memilikinya di rumah, bisa menggunakan alternatif masak secara tradisional, menggunakan panci dan kompor.

Perhatikan perbandingan takaran air dan beras dalam proses menanak nasi dari beras merah agar pulen dan tidak keras. Perbandingannya yaitu 1,5 cup air untuk 1 cup beras merah, atau perbandingan air : beras yaitu 1,5 : 1. Selain itu, waktu untuk memasak (cooking time) beras merah relatif lebih lama dibandingkan dengan beras putih.

Pilih beras merah organik agar hasil nasi merah lebih pulen dan wangi

Tips lain agar beras merah lebih pulen dan wangi yaitu pilih bahan beras yang organik. Beras merah organik Eka Farm bisa jadi pilihan praktis untuk Anda dan keluarga. Mengapa harus memilih beras merah yang organik? Beras merah organik Eka Farm ditanam dari bibit beras merah lokal terpilih. Setelah itu, bibit-bibit beras ditanam di wilayah pegunungan yang sejuk, irigasinya berasal dari sumber mata air yang jernih dan masih minim polusi sehingga nasi merah yang Anda dan keluarga konsumsi akan mempunyai aroma wangi yang khas, teksturnya pulen, dan rasa yang enak. So, yakin masih mau pilih beras merah biasa?

Tentunya, tips pengolahan beras merah tadi masih merupakan pengolahan paling dasar. Beras merah Eka Farm dapat diolah menjadi berbagai menu masakan yang menggugah selera, nggak kalah dengan varian nasi putih. Yuk, coba juga masak resep beras merah lain dari Eka Farm yang tentunya bersahabat buat sahabat Eka Farm yang punya kadar gula darah tinggi ataupun lagi dalam program diet (Baca: Resep Menu Diet Sehat dan Praktis)

Baca juga:

Manfaat Beras Merah untuk Diet

KHEER, DESSERT KHAS INDIA YANG BISA JADI MENU DESSERT UNTUK DIET

KHEER, DESSERT KHAS INDIA YANG BISA JADI MENU DESSERT UNTUK DIET

Kheer merupakan makanan penutup atau dessert manis berupa puding khas India. Kheer berbahan dasar beras dan susu yang juga cukup populer di wilayah Asia Selatan lain seperti Pakistan, Bangladesh, Sri Lanka, Bhutan, dan Nepal. Selain itu, Kheer merupakan dessert yang memiliki nilai gizi tinggi jika dilengkapi dengan kacang- kacangan dan buah kering. Kheer juga bisa menjadi menu dessert untuk diet.

Apa saja bahan yang dibutuhkan untuk membuat kheer?

Selain  beras dan susu full fat/ full cream, komposisi lain untuk membuat kheer yaitu gula (pemanis), dan bubuk kapulaga. Kheer memiliki tekstur creamy dan rich. Tekstur ini adalah hasil dari proses perebusan beras dalam susu tinggi lemak (full fat) pada api sedang dalam waktu yang lama.

Apakah kheer harus selalu terbuat dari beras? Sebenarnya tidak, Moms. Selain menggunakan bahan dasar beras, kheer juga dapat menggunakan bihun, sagu, dan wortel. Namun, kheer beras adalah sajian khas tradisional India. Puding ini memiliki rasa manis. Lalu, apakah harus menggunakan gula untuk pemanisnya? Tentu saja tidak, Moms. Anda dapat menggunakan pengganti gula seperti gula semut. Anda pun dapat menyesuaikan tingkat kemanisannya sesuai selera Anda dan keluarga. Bubuk kapulaga merupakan salah satu rempah andalan masyarakat India yang hampir selalu digunakan pada setiap jenis masakan tradisional atau sajian khas India.

Beras seperti apa yang digunakan untuk membuat kheer? Beras yang digunakan biasanya basmati, jenis beras khas India. Akan tetapi, tentunya Anda tidak perlu membeli atau kesulitan mencari beras basmati untuk mulai membuat kheer. Beras jenis apapun cocok dan bisa digunakan sebagai komposisi kheer. Kali ini, Eka Farm akan berbagi resep kheer beras. Yuk, langsung siapkan alat dan bahan untuk membuat puding khas India ini.

Menu dessert untuk diet, Kheer

Bahan- bahan:

  • 150 gr beras yang sudah direndam selama 1 jam (Moms dapat menggunakan beras diet atau beras diabetes untuk membuat kheer)
  • 1 liter susu full cream/ full fat
  • 3 buah kapulaga hijau (cardamom), geprek/ bubuk
  • gula/ pemanis lain sesuai selera (Anda bisa menggunakan gula semut)

Bahan tambahan untuk topping:

  • 50 gr kacang almond sangria yang sudah dicincang kasar
  • 25 gr kismis manis/kurma
  • 25 gr kacang mede sangrai
  • 25 gr kacang pistachio (optional)

Cara membuat dengan panci:

  1. Tiriskan beras yang sudah direndam selama 30 menit hingga 1 jam.
  2. Siapkan panci di atas kompor. Didihkan susu full cream dalam panci besar. Usahakan panci yang Anda gunakan untuk memasak berbahan tebal. Rebus beras dalam api sedang.
  3. Setelah susu mendidih, masukkan beras yang sudah ditiriskan. Aduk beras dalam susu untuk mencegah beras gosong. Masak dan aduk hingga beras terlihat lunak dan lembek.
  4. Masukkan gula atau pemanis lain pilihan Anda. Aduk hingga merata.
  5. Kecilkan api hingga kheer mengental.
  6. Masukan kapulaga yang sudah digeprek atau kapulaga bubuk dan kacang-kacangan (almond dan mede). Aduk dan masak sekitar 5 menit. Masukkan kismis saat kheer sudah akan diangkat.
  7. Pastikan kheer sudah mengental dan tidak cair sebelum mematikan api.
  8. Setelah matang, pindah dan tuangkan kheer ke dalam mangkuk. Kheer akan mengental setelah diangkat dari atas kompor.
  9. Hias kheer yang sudah matang dengan kacang pistachio.

Moms bisa menyajikan kheer dalam kondisi panas atau didinginkan dalam kulkas.

Keuntungan membuat kheer beras dengan Beras Diet Organik atau Beras Diabetes

Jika beras biasa memiliki serat yang lebih rendah dengan kandungan indeks glikemik yang tergolong tinggi, Beras Diet Organik dan Beras Diabetes lebih kaya gizi dan memiliki indeks glikemik yang lebih rendah. Beras Diet Organik dari Eka Farm terbuat dari beras putih premium dan beras merah organik. Kombinasi kedua beras tersebut akan menghasilkan nasi yang tidak hanya nikmat, tetapi kaya serat, vitamin, mineral, dan antioksidan.

Baca juga: BERAS DIET ORGANIK UNTUK MEMBANTU HEMPASKAN LEMAK

Sedangkan Beras Diabetes memiliki indeks glikemik yang lebih rendah daripada beras putih biasa. Meskipun memiliki rasa seperti beras putih biasa, Beras Diabetes aman dikonsumsi para penderita diabetes. Tentunya, dengan porsi yang terkontrol dan tetap berkonsultasi dengan dokter.

Baca juga: NASI YANG AMAN UNTUK PENDERITA DIABETES?

Selamat mencoba memasak kheer beras khas India, Moms.

CARA MEMASAK BERAS DIABETES

CARA MEMASAK BERAS DIABETES

Siapa bilang penderita diabetes tidak bisa makan nasi? Meskipun Anda penderita diabetes, kebutuhan akan makronutrien berupa karbohidrat tetap harus tercukupi. Sumber karbohidrat bisa berasal dari berbagai jenis tumbuhan mulai dari biji- bijian seperti beras, quinoa, sorghum, jelai, oat, sayur- sayuran hijau, buah- buahan, umbi- umbian, sagu, jagung, dan lain sebagainya. Umumnya, penderita diabetes yang beranggapan nasi adalah musuh gula darah memiliki asumsi bahwa semua jenis nasi memiliki karakteristik yang sama.

Beras Diabetes Eka Farm persembahan untuk para penderita diabetes

Beras masih menjadi makanan pokok beberapa negara di benua Asia, termasuk Indonesia. Ketergantungan Indonesia terhadap logistik beras, khususnya beras biasa atau beras putih bukan lagi hal baru. Reputasi beras putih yang cenderung dihindari oleh para penderita diabetes disebabkan oleh karakteristiknya yang menyebabkan fluktuasi gula darah. Mengapa demikian? Beras putih atau beras yang umumnya dikonsumsi oleh rakyat Indonesia sudah kehilangan lapisan dedak dan embrio (germ). Pengelupasan kedua lapisan tersebut menghilangkan sebagian besar gizi pada beras seperti vitamin B, mineral, dan juga serat pangan. Selain itu, angka indeks glikemik nasi putih pun tinggi, yaitu melebihi angka 60. Serat pangan yang minim dan angka indeks glikemik yang tinggi pada beras putih membuatnya berpotensi untuk membuat kadar gula darah melonjak drastis seketika setelah konsumsi.

Baca juga: NASI YANG AMAN UNTUK PENDERITA DIABETES?

Hanya karena beras putih memiliki karakteristik yang tidak begitu bersahabat dengan penderita diabetes, bukan berarti Anda tidak bisa makan nasi. Eka Farm mempersembahkan varian Beras Diabetes, salah satu beras unggulan kami untuk membantu penderita diabetes mengontrol kadar gula darah tanpa harus mengeliminasi nasi dari diet harian.

Apa itu Beras Diabetes?

Beras Diabetes Eka Farm tergolong dalam beras organik yang memiliki nilai indeks glikemik rendah. Beras Diabetes dari Eka Farm memiliki angka indeks glikemik yang lebih rendah daripada beras putih biasa, yaitu hanya sekitar 54. Indeks glikemik ini mencerminkan seberapa cepat karbohidrat diubah menjadi glukosa oleh tubuh. Semakin besar nilai indeks glikemik, maka semakin cepat pula perubahan karbohidrat menjadi glukosa. Perubahan yang semakin cepat akan menimbulkan pelonjakan kadar gula darah. Kondisi tersebut tentunya bukan menjadi hal ideal bagi penderita diabetes ataupun pre-diabetes.

Warna Beras Diabetes memang tidak putih bersih karena beras ini tidak dipoles dan diproses menggunakan pemutih. Maka dari itu, warna beras organik ini memang berbeda dengan beras biasa yang non-organik. Selain itu, faktor cuaca saat penanaman bibit beras juga mempengaruhi warna dari beras organik.

Cara memasak Beras Diabetes

Cara memasak Beras Diabetes sama seperti beras pada umumnya. Jika Anda ingin nasi diabetes yang lebih pulen, tinggal tambahkan takaran air yang lebih banyak. Berikut adalah langkah memasak Beras Diabetes.

  1. Ambil 1 gelas Beras Diabetes organik Eka Farm dan cuci bersih. Anda cukup mencuci beras ini maksimal 2 kali agar kandungan gizinya tidak ikut larut bersama dengan air cucian beras. Tiriskan beras.
  2. Masukkan Beras Diabetes yang sudah dicuci bersih ke panci (inner pot) rice cooker.
  3. Tambahkan 1 hingga 2 gelas air ke dalam panci (inner pot) rice cooker. Jika Anda menyukai nasi yang sedikit pera atau ingin digunakan sebagai bahan nasi goreng, maka perbandingan 1: 1 untuk beras: air cocok untuk Anda. Akan tetapi, jika Anda sekeluarga menyukai nasi pulen, maka pakailah perbandingan beras: air yaitu 1: 2.
  4. Letakkan panci rice cooker ke dalam rice cooker. Tekan tombol cook.
  5. Selama proses menanak nasi jangan membuka dan mengaduk beras agar proses menanak nasi tidak terganggu.
  6. Setelah lampu indikator rice cooker berpindah ke warm, diamkan sekitar 5- 10 menit. Mendiamkan nasi beberapa saat setelah matang berfungsi untuk memberikan waktu pada nasi untuk menyerap air lebih maksimal. Selain itu, waktu tersebut berguna untuk memastikan kepulenan nasi.
  7. Buka rice cooker dan aduk- aduk nasi. Sajikan nasi diabetes dalam keadaan masih mengepul.

Yuk, Moms, masak Beras Diabetes dan sajikan menu nasi diabetes di rumah. Anda dapat menyajikan nasi diabetes dengan sayuran, sumber protein, dan buah- buahan. Jangan lupa, konsultasikan dan selalu kontrol kadar gula darah Anda jika memang Anda penderita diabetes.

REMAJA SEHAT, BEBAS ANEMIA DENGAN BERAS MERAH ORGANIK

REMAJA SEHAT, BEBAS ANEMIA DENGAN BERAS MERAH ORGANIK

Tanggal 25 Januari selalu diperingati sebagai Hari Gizi Nasional. Di tahun 2021, tema Hari Gizi Nasional yaitu “Remaja Sehat, Bebas Anemia”. Mengapa tema anemia yang diangkat? Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), 3 dari 10 remaja Indonesia mengalami anemia atau kekurangan sel darah merah yang sehat. Padahal, sel darah merah (eritrosit) berfungsi untuk mengedarkan oksigen dari paru- paru ke seluruh bagian tubuh, bersama dengan sistem peredaran darah.

Apa saja tanda- tanda anemia?

Mengutip dari alodokter, berikut gejala awal anemia:

  • lemas dan cepat lelah
  • sakit kepala, pusing, atau migraine
  • sering mengantuk
  • kulit terlihat pucat/ kekuningan
  • detak jantung tidak teratur
  • ritme napas pendek
  • nyeri dada
  • tangan dan kaki terasa dingin

Jika sudah anemia, maka efeknya terhadap produktivitas juga akan terasa. Tanda- tanda anemia seperti lemah, lesu, lunglai, jelas akan mempengaruhi aktivitas Anda sehari- hari. Selain mengganggu aktivitas sehari- hari, anemia juga berpotensi untuk menyebabkan obesitas jika penderitanya malas gerak atau beraktivitas. Apalagi, Moms, kegiatan para remaja banyak macamnya. Masa remaja juga merupakan salah satu masa teraktif, masa untuk mengeksplor diri sendiri dan mencoba atau mengikuti berbagai jenis aktivitas positif.

Selain anemia, masalah kesehatan lain yang umum dialami oleh remaja Indonesia yaitu kurang gizi (1 dari 10 remaja) dan obesitas (1 dari 7 remaja). Sekitar 95% remaja Indonesia juga ternyata masih kurang makan sayur dan buah. Wajar saja, jika malnutrisi

Apa yang menyebabkan anemia?

Secara umum, ada 3 penyebab anemia. Pertama, anemia bisa disebabkan oleh kekurangan sel darah merah. Kedua, kehilangan darah seperti saat menstruasi atau perdarahan internal. Perdarahan dalam perut atau usus juga dapat menyebabkan anemia. Lah, kok bisa perdarahan di perut atau usus? Perdarahan tersebut dapat disebabkan oleh ulkus/ luka, hemoroid, pembengkakan dalam usus besar/ kerongkongan, dan beberapa jenis kanker. Terakhir, anemia bisa juga disebabkan karena sel darah merah dihancurkan secara cepat.

Bagaimana dengan remaja di Indonesia?

Sebagian besar kasus anemia di Indonesia disebabkan oleh kekurangan mikronutrien zat besi (Fe). Kekurangan mikronutrien seperti zat besi, menstruasi, kekurangan folat (B9) atau riboflavin (B12) dapat memicu anemia. Kehilangan darah atau perdarahan juga menjadi salah satu penyebab anemia.

Anemia pada remaja berisiko mengancam kesehatan saat hamil di kemudian hari

Saat hamil nantinya, kebutuhan zat besi wanita akan meningkat hingga 3 kali lipat. Zat besi dibutuhkan untuk membentuk plasenta dan juga menyuplai kebutuhan gizi sang janin. Maka dari itu, apabila saat remaja, anemia tidak dicegah atau diatasi, bukan hal yang tidak mungkin kondisi tersebut akan berlanjut hingga menikah dan hamil. Tentu saja Anda tidak menginginkannya, bukan?

Baca juga: ANEMIA PADA IBU HAMIL

Anemia bukan hanya akan berdampak pada sang ibu dan janin, tapi dapat berlanjut hingga bayi lahir. Bayi yang kekurangan zat besi berisiko mengalami stunting. Stunting juga masih menjadi problema kesehatan utama yang dihadapi oleh Indonesia.

Solusi mencegah anemia

Pertama, berubah ke gaya hidup sehat. Mulai beraktivitas fisik selain olahraga secara rutin. Apa saja contohnya? Memilih jalan kaki daripada eskalator atau lift. Bersepeda ke supermarket atau pasar yang dekat dengan rumah. Membuang sampah pada tempatnya saat di kantor, jangan nitip teman, dan masih banyak lainnya.

Kedua, Perhatikan isi piring anak remaja Anda dan penuhi kebutuhan gizi harian. Pemenuhan gizi harian akan membantu tubuh berfungsi secara optimal. Selain itu, dengan asupan gizi yang cukup, aktivitas remaja juga akan berjalan baik dan mereka dapat menikmati hari dengan optimal.

Ketiga, pastikan untuk selalu menjaga dan mengecek kesehatan tubuh anak remaja Anda. Ukur BMI sebagai pertimbangan dasar apakah berat badan remaja ideal ataukah tidak. Jangan sampai, karena teman- teman anak remaja Anda banyak fokus ke tubuh kurus, anak Anda juga ikut terpengaruh mindset “tubuh ideal ya, kurus.” Diet boleh, tapi diet juga harus padat gizi. Diet bukan berarti memangkas gizi dalam makanan anak remaja. Saat mereka ingin menurunkan berat badan, jadilah pendamping sekaligus supporter perjalanan kesehatan anak remaja Anda.

Remaja sehat, bebas anemia dengan beras merah organik

Asupan gizi menjadi salah satu kunci utama untuk menurunkan, bahkan memberantas tingkat anemia pada remaja Indonesia. Salah satu asupan yang dibutuhkan penderita anemia yaitu zat besi. Maka dari itu, Eka Farm punya solusi jika anemia anak remaja Anda disebabkan oleh kekurangan zat besi atau vitamin B. Apa solusinya? Beras Merah Organik dari Eka Farm. Memang apa spesialnya beras satu ini?

Baca juga: PILIH MANA, BERAS HITAM ATAU BERAS MERAH?

Pertama, beras merah memiliki kandungan zat besi dan seng yang paling tinggi dibandingkan dengan beras berwarna lainnya seperti beras coklat dan hitam. Zat besi adalah salah satu komponen penting dalam pembentukan hemoglobin. Hemoglobin adalah protein sel darah merah yang akan mengangkut oksigen dari paru- paru ke dalam jaringan tubuh. Lebih dari itu, zat besi juga dibutuhkan selama masa pertumbuhan fisik, perkembangan saraf, fungsi sel, dan pembentukan beberapa jenis hormon

Selain dapat membantu mencegah anemia, konsumsi nasi merah juga dapat mengurangi risiko penyakit jantung dan diabetes tipe 2. Kandungan serat dalam nasi merah yang tinggi juga dapat membantu membuat Anda kenyang lebih lama. Kondisi tersebut kemudian dapat membantu mencegah obesitas, yang juga menjadi salah satu problema kesehatan remaja di Indonesia.

Jadilah orang tua rasa teman

Salah satu masalah dalam hubungan orang tua dan anak yaitu komunikasi. Seringkali, anak melihat orang tuanya saklek, menghakimi, dan tidak fun. Maka dari itu, menjadi orang tua bukan berarti sudah paling tahu dan berhenti belajar.

Selalu temani dan dengarkan untuk memahami perjalanan kehidupan anak remaja Anda agar mereka menganggap Anda sebagai teman dan sahabat yang bisa diajak cerita. Mengapa hal ini penting? Hal ini menjadi penting karena jika anak remaja merasa tak lagi bisa cerita ke orang tua, mereka akan beralih ke temannya. Mereka akan beralih mendengarkan apa yang teman sebaya mereka sarankan. Padahal, tak semua remaja sudah mampu mengelola emosi dan memiliki kualifikasi secara emosional ataupun pengalaman untuk memberikan saran yang dibutuhkan. Kalau sudah demikian, jarak antara anak dan orang tua pun akan semakin melebar. Bukankah Anda tidak menginginkannya, Moms?

 

So, yuk bersama sukseskan program gizi nasional untuk membebaskan remaja Indonesia dari anemia. Beras Merah Organik dari Eka Farm siap untuk menemani anak remaja Anda untuk mencukupi kebutuhan gizi termasuk zat besi harian. Mau kepoin lebih lanjut, Moms? Main ke katalog Eka Farm, ya. Atau bisa juga langsung hubungi CS kami.

 

 

MANFAAT TEPUNG GARUT UNTUK IBU HAMIL

MANFAAT TEPUNG GARUT UNTUK IBU HAMIL

Umbi garut adalah sumber pangan lokal yang mengandung nilai gizi tinggi dan bebas gluten. Salah satu olahan umbi garut yaitu tepung garut. Tepung garut berpotensi besar untuk mengurangi ketergantungan rakyat Indonesia akan tepung terigu ataupun tepung beras. Anda dapat mengganti tepung terigu dengan tepung garut untuk membuat roti atau kue kesukaan yang lebih bersahabat dengan sistem pencernaan serta stabilitas gula darah Anda.

Baca juga: YUK, KENALAN DENGAN TEPUNG GARUT

Jika Anda masih suka mengonsumsi tepung terigu, maka ada baiknya Moms mempertimbangkan untuk menggantinya dengan alternatif yang lebih sehat. Salah satu alternatif tepung sehat yang tidak mengandung zat gluten, kaya akan kandungan gizi, termasuk untuk mencukupi gizi ibu hamil yaitu tepung garut.

Kandungan gizi dalam tepung garut yang dibutuhkan untuk mendukung masa kehamilan yaitu berupa makronutrien ataupun mikronutrien. Tepung garut menjadi sumber karbohidrat yang juga mengandung protein dan lemak. Selain itu, tepung garut juga mengandung berbagai vitamin dan mineral yang dibutuhkan untuk mencukupi asupan gizi ibu hamil. Tepung garut dapat membantu mencukupi kebutuhan kalsium, magnesium, zat besi, fosfor, kalium, selenium, vitamin B6 (piridoksin), vitamin B2 (riboflavin), vitamin B9 (folat).

Manfaat tepung garut untuk ibu hamil

Mengutip dari drhealthbenefits.com, konsumsi tepung garut untuk ibu hamil dapat memberikan banyak manfaat.

1. Mendukung perkembangan tulang belakang dan otak janin

Pertumbuhan dan perkembangan otak serta tulang janin (spina bifida) membutuhkan peran dari folat. Tepung garut mengandung senyawa folat dengan kadar yang cukup tinggi sehingga mampu membantu memenuhi kebutuhan folat harian ibu hamil.

2. Meringankan gejala kehamilan

Pada trimester awal, ibu hamil biasanya akan mengalami gejala seperti mual dan pusing. Kandungan vitamin B6 dalam tepung garut berperan untuk membantu mengurangi rasa mual dan pusing saat hamil.

3. Menjaga kesehatan sistem pencernaan

Dalam 100 gram umbi garut mentah, terkandung sekitar 1,3 gram serat pangan. Kandungan serat dalam tepung garut mampu melancarkan proses pencernaan makanan sehingga membuat sistem pencernaan kita lebih mudah bekerja. Pergerakan makanan dalam usus akan lebih efisien. Selain itu, serat pun akan membantu merangsang penyerapan nutrisi di usus sehingga dapat mencegah gejala gangguan pencernaan seperti diare dan sembelit atau sulit buang air besar.

Baca juga: TEPUNG GARUT BANTU ATASI GANGGUAN PENCERNAAN

4. Sumber energi bagi ibu hamil

Mengacu dari data USDA, kandungan gizi dalam 100 gram umbi garut mentah yaitu sebagai berikut.

  • Energi 65 kalori
  • karbohidrat 13,39 gram
  • serat pangan 1,3 gram
  • protein 4,24 gram
  • lemak 0,20 gram

Saat hamil, calon ibu tidak hanya bertanggungjawab untuk memberi suplai energi bagi dirinya sendiri, melainkan juga untuk tumbuh kembang janin. Pada masa kehamilan, seringkali calon ibu akan merasakan kelelahan yang menjadi indikator dibutuhkannya asupan energi. Tepung garut adalah sumber karbohidrat, protein, dan juga lemak bagi tubuh. Karbohidrat akan diubah menjadi glukosa dalam tubuh yang kemudian akan digunakan untuk metabolisme sel dan jaringan.

5. Menjaga kesehatan sel dan jaringan ibu dan janin

Umbi garut memiliki kandungan protein paling tinggi dibandingkan umbi- umbian lain. Protein adalah zat yang berperan penting sebagai blok pembangun pada setiap fase kehidupan. Protein dalam tepung garut berperan penting dalam pembentukan dan perbaikan sel serta jaringan tubuh. Protein berfungsi untuk membangun dan menjaga kesehatan tulang dan otot, memproduksi hormon, dan membantu sistem imun dalam memerangi infeksi.

6. Menjaga berat badan

Saat Anda mengkonsumsi serat larut, rasa lapar akan terkontrol sehingga gula darah Anda pun cenderung lebih stabil. Mengapa demikian? Masih banyak orang, termasuk para pra-diabetes dan penderita diabetes yang belum mampu mengontrol menu makanan harian, termasuk camilannya sehingga saat lapar cenderung mengkonsumsi makanan tinggi indeks glikemik. Dampaknya tentu saja kenaikan kadar gula dalam darah.

Baca juga: Diet Dengan Tepung Garut, Beras Merah dan Kentang

7. Memenuhi mikronutrien penting bagi ibu hamil

Saat hamil, Anda membutuhkan mikronutrien dalam jumlah yang lebih banyak, seperti zat besi, magnesium, dan yang lainnya. Dalam 100 gram umbi garut mentah terdapat 25 gram magnesium dan 1,5 mg zat besi. Ibu hamil membutuhkan mikronutrien tersebut untuk menjaga kesehatan janin dan mendukung perkembangannya secara optimal.

Yuk, Moms, selingi atau ganti tepung Anda dengan tepung garut saat hamil dan rasakan manfaat tepung garut untuk ibu hamil. Tepung garut Eka Farm terbuat dari 100% pati umbi garut pilihan untuk mendukung kesehatan Anda sekeluarga.

YUK, BUAT KUE LEKER TEPUNG BERAS HITAM

YUK, BUAT KUE LEKER TEPUNG BERAS HITAM

Moms, masih ingat jajanan tradisional kesukaan saat Anda masih kecil? Biasanya jajanan ini dijual oleh abang- abang di pelataran SD atau SMP. Terkadang, gerobak para penjualnya pun berkeliling memasuki wilayah dusun atau desa Anda. Yup, jajanan tradisional kesukaan banyak masyarakat Indonesia, apalagi anak- anak salah satunya yaitu leker.

Leker atau juga sering disebut crepes terbuat dari bahan utama tepung beras sehingga menghasilkan tekstur yang renyah, krispi, dan garing. Dari segi penampilan, sekilas kue leker mirip dengan martabak manis atau terang bulan versi tipis. Ketepatan perbandingan bahan dalam pembuatan adonan menjadi kunci keberhasilan dalam membuat leker.

Rasa leker umumnya dominan manis, tetapi Anda bisa menyesuaikan rasa sesuai selera. Moms cukup menyesuaikan topping atau isian leker dengan rasa atau bahan makanan favorit. Jika leker yang biasa Moms jumpai terbuat dari tepung beras putih biasa, kali ini kita akan mencoba tepung beras hitam untuk membuatnya. Beras hitam memiliki gizi yang lebih utuh dibandingkan beras putih. Selain itu, beras hitam juga kaya akan serat dan antioksidan.

Baca juga: GANTI BERAS PUTIH DENGAN BERAS HITAM UNTUK MELAWAN KOLESTEROL JAHAT

Alat yang dibutuhkan untuk membuat kue leker pun cukup sederhana. Jika biasanya abang penjual atau di kedai leker, Moms menjumpai pan khusus dari bahan besi untuk membuat leker (iron skillet), Anda bisa menggantinya dengan teflon. Pastikan teflon yang Anda gunakan untuk membuat leker masih berfungsi dengan baik dan belum mengelupas untuk menjaga keamanan dan keberhasilan pembuatan leker. Selain itu, siapkan juga spatula yang bersahabat dengan teflon Anda, misal yang berbahan dasar kayu atau silikon. Langsung saja yuk, Moms, kita mulai proses pembuatan leker ala rumahan.

KUE LEKER TEPUNG BERAS HITAM

Bahan-bahan:

  • 75 ml air matang
  • 4 sendok makan tepung beras hitam Black Fit
  • 3 sendok makan gula pasir (bisa juga diganti dengan gula semut, madu, atau pemanis lain. Sesuaikan takaran dengan selera kemanisan Anda)
  • 1 sendok makan tepung terigu
  • 1 sendok makan tepung maizena
  • 1/2 butir telur
  • 1/4 sendok teh vanili
  • 1/4 sendok teh soda kue
  • Garam secukupnya
  • Topping sesuai selera (gula pasir, meses, susu kental manis, parutan keju, kacang, atau aneka selai dan olesan roti)

Cara membuat:

  1. Campur bahan kering (tepung beras hitam, tepung terigu, maizena, vanili, soda kue, garam, dan gula pasir) ke dalam mangkuk besar. Aduk hingga merata. Tips pada langkah ini yaitu dengan mengayak tepung terigu, tepung maizena, dan garam untuk membuat adonan yang halus.
  2. Masukkan telur ke dalam campuran bahan kering.
  3. Masukkan air sedikit demi sedikit ke dalam adonan.
  4. Aduk adonan dengan whisk (alat pengocok), spatula, atau garpu. Pastikan semua adonan tercampur merata.
  5. Langkah ini adalah langkah tambahan untuk membuat tekstur kue leker ala rumahan menjadi lebih lembut. Saring adonan leker untuk memastikan tidak ada tepung yang bergerindil.
  6. Siapkan teflon anti lengket dan letakkan di atas kompor. Nyalakan kompor dengan pengaturan api paling kecil.
  7. Ambil adonan menggunakan sendok sayur, kemudian tuang ke atas teflon yang telah dipanaskan.
  8. Ratakan adonan yang telah dituang dengan bagian cembung sendok sayur atau dengan menggoyangkan teflon.
  9. Masak adonan kue leker hingga muncul pori- pori pada adonan.
  10. Taburi, tuangkan, atau olesi topping pilihan Anda di atas adonan kue leker. Tutup teflon sejenak, kemudian segera lipat adonan menjadi setengah lingkaran (menyerupai martabak manis).
  11. Angkat dan sajikan selagi hangat. Anda bisa menambahkan topping seperti susu kental manis, taburan keju, yogurt, atau es krim bersama dengan kue leker ala rumahan.

Kue leker beras hitam juga dapat Anda dan keluarga nikmati dengan buah seperti pisang untuk menambah asupan gizi. Untuk menyimpan kue leker, pastikan leker sudah dingin sebelum Anda masukkan ke toples atau wadah kedap udara.

Gimana, Moms, mudah dan simpel, ya resepnya? Tepung beras hitam memiliki kandungan gizi yang lebih tinggi dibandingkan tepung beras biasa. Yuk, langsung pesan tepung beras hitam Black Fit dari Eka Farm yang 100% terbuat dari beras hitam organik.

 

BERAPAKAH PORSI BERAS MERAH UNTUK DIABETES?

BERAPAKAH PORSI BERAS MERAH UNTUK DIABETES?

Konsekuensi memiliki potensi diabetes (pre- diabetes) atau sudah menderita diabetes, Anda harus lebih hati- hati terhadap diet dan aktivitas fisik yang dilakukan. Mengontrol asupan karbohidrat dan indeks glikemik makanan adalah salah satu cara untuk menjaga kestabilan gula darah.

Jika Anda tidak melakukan perubahan gaya hidup dan pola diet, padahal sudah menderita diabetes, bukan tidak mungkin komplikasinya akan muncul. Apa saja penyakit komplikasi yang dapat mengiringi penyakit diabetes? Komplikasi diabetes di antaranya yaitu penyakit kardiovaskular, kerusakan ginjal, atau infeksi kaki.

Maka dari itu, kesadaran untuk mengubah gaya hidup dan pola diet menjadi kunci untuk mengubah kualitas hidup penderita diabetes. Mencari alternatif sumber karbohidrat selain nasi putih dapat menjadi salah satu cara mengontrol gula darah. Beras merah yang sudah terkenal gizi dan manfaatnya untuk diet dapat menjadi pilihan sumber karbohidrat untuk penderita diabetes.

Baca juga: SUDAHKAH ANDA TAHU TENTANG MEAL PLAN UNTUK DIABETES?

Mengapa memilih beras merah untuk diabetes?

Beras merah menjadi salah satu pilihan penderita diabetes untuk menggantikan beras putih yang biasa dikonsumsi. Selain nilai indeks glikemiknya yang rendah (56), beras merah pun lebih padat gizi daripada beras putih biasa. Kandungan gizi dalam 100 gram nasi merah (dari ½ cangkir beras merah) yaitu:

  • Energi 110 kalori
  • karbohidrat 22,87 gram (84%)
  • protein 2,56 gram (9%)
  • lemak 0,89 gram (7%)
  • serat 1,8 gram

Berbeda dengan beras putih, beras merah adalah sumber serat, vitamin B, zat besi, magnesium, kalsium, seng, mangan, selenium, serta antioksidan.

Baca juga: PILIH BERAS MERAH ATAU OATMEAL UNTUK MENURUNKAN BERAT BADAN?

Makanan yang memiliki nilai indeks glikemik rendah, seperti nasi merah, lebih lama dicerna dan diserap sehingga kenaikan kadar gula darah dan insulin dalam tubuh pun lebih terkontrol. Kandungan serat dan protein pada biji- bijian utuh, termasuk beras merah, mempengaruhi pelepasan glukosa yang lebih lambat ke dalam darah.

Selain itu, beberapa penelitian menunjukkan bahwa makanan dengan indeks glikemik yang rendah dapat memperbaiki glukosa, lemak, dan resistensi insulin pada penderita diabetes melitus.

Berapakah porsi beras merah untuk diabetes?

Saat Anda sudah didiagnosis dengan penyakit diabetes, asupan karbohidrat pun harus dibatasi. Mengutip dari healthline, rekomendasi asupan karbohidrat harian penderita diabetes atau pra-diabetes yaitu sekitar 45- 60 gram. Selain itu, perhatikan nilai indeks glikemik nasi yang Anda makan juga ya, Moms. Indeks glikemik adalah ukuran relatif kemampuan karbohidrat dalam makanan untuk menaikkan kadar gula darah setelah makan (Fitzgerald, 2011).

Manfaat magnesium dalam nasi merah untuk diabetes

Jika Anda sudah terdiagnosis pre-diabetes, mengonsumsi makanan dengan magnesium yang cukup, termasuk beras merah, atau ditambah dengan suplemen, dapat mencegah diabetes tipe- 2. Kebutuhan magnesium harian untuk wanita dewasa yaitu 320- 360 mg, sedangkan untuk pria dewasa yaitu 410- 420 mg.

Mengutip dari healthline, penderita diabetes biasanya kekurangan mineral magnesium. Padahal, salah satu fungsi magnesium adalah untuk mengatur gula darah. Penderita diabetes yang sering kekurangan magnesium yaitu penderita diabetes tipe- 2. Mengapa demikian? Diabetes tipe- 2 disebabkan oleh resistensi insulin, yaitu kondisi saat tubuh tidak memproduksi hormon insulin yang cukup. Resistensi insulin ini berkaitan dengan kadar magnesium yang rendah. Selain itu, orang yang memiliki resistensi insulin juga kehilangan magnesium melalui urin.

Selain rutin mengonsumsi beras merah, sumber magnesium harian yaitu sayuran hijau, kacang- kacangan, selai kacang, alpukat, dada ayam, daging cincang, oatmeal, dan yogurt. Mencukupi kebutuhan magnesium harian dapat membantu penderita diabetes untuk meningkatkan kontrol glikemik.

Hindari menggoreng nasi merah

Nasi yang digoreng umumnya memiliki kandungan lemak jenuh yang tinggi, layaknya gorengan atau makanan cepat saji. Kandungan lemak tersebut, ditambah lagi dengan lauk yang menjadi teman nasi goreng dapat membahayakan penderita diabetes atau pra- diabetes. Lauk yang menemani nasi goreng biasanya juga digoreng, seperti ayam goreng, telur ceplok, sosis goreng, bakso goreng, dan yang lainnya juga dapat menambah lemak jenuh dalam sepiring nasi goreng.

Mengonsumsi lemak jenuh yang terlalu banyak dapat meningkatkan resistensi insulin serta berpotensi untuk menyebabkan komplikasi penderita diabetes.

Pilih sayur rendah zat pati untuk menemani nasi merah

Beberapa pilihan sayuran rendah zat pati dan indeks glikemik di antaranya yaitu wortel, brokoli, tomat, kembang kol, kacang hijau, selada, terong, paprika, bayam, seledri. Selain itu, sawi hijau, bok choy, dan kacang polong pun dapat menjadi variasi menu sayur harian Anda sekeluarga untuk menemani nasi merah.

Bagaimana, Moms? Apakah tertarik untuk mencoba nasi merah? Jika masih belum bisa melepas nasi putih, coba pilih Beras Diet yang mengkombinasikan beras putih dan merah. Anda tetap bisa mendapatkan gizi nasi merah, sekaligus perlahan- lahan beradaptasi dengan tekstur dan rasa nasi merah.  Cek katalog Eka Farm untuk mendapatkan informasi lebih lanjut ya, Moms.

 

 

 

 

 

 

DIET JANGKA PENDEK VS DIET JANGKA PANJANG

DIET JANGKA PENDEK VS DIET JANGKA PANJANG

Coba Moms ketik kata diet dalam mesin pencarian Google. Pasti banyak program yang menawarkan diet seminggu turun berat badan beberapa kilo. Banyak juga program- program lain yang menjanjikan Anda bisa turun berat badan bahkan hingga belasan kilo hanya dalam waktu singkat. Beberapa program juga diikuti embel- embel “tanpa olahraga”. Namun, seberapa sehatkah diet jangka pendek?

Permasalahan dengan diet jangka pendek

Diet jangka pendek biasanya hanya memiliki patokan angka timbangan saja. Semakin angka timbangan bergeser ke kiri, anggapannya adalah diet semakin berhasil. Padahal, banyak aspek yang butuh diperhatikan saat seseorang memutuskan untuk menurunkan berat badan atau istilah yang sering dipakai yaitu diet.

Salah satu hal yang menjadi perhatian yaitu kesehatan fisik secara keseluruhan. Disamping itu, aspek lain yang tidak dapat dikesampingkan saat Anda berencana untuk menjalani program penurunan berat badan yaitu kesehatan mental atau psikis.

Strategi diet jangka panjang agar lebih sehat dan konsisten

Suatu penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of The Academy of Nutrition and Dietetics, menyebutkan strategi alternatif yang lebih baik untuk menurunkan berat badan adalah dengan fokus pada merubah kebiasaan/ tingkah makan. Kebiasaan makan yang sehat (healthy eating behavior) ini tentunya adalah strategi diet jangka panjang yang membutuhkan waktu untuk beradaptasi dan menjadikannya sebuah kebiasaan.

Partisipan penelitian yaitu 481 wanita gemuk atau obesitas yang sudah menopause. Kebiasaan makan sehat yang berhasil untuk menurunkan berat badan selama 6 bulan yaitu dengan mengurangi dessert atau hidangan penutup, minuman manis, gorengan, serta meningkatkan konsumsi ikan. Setelah 48 bulan, kebiasaan makan sehat yang berkaitan dengan penurunan berat badan juga tetap dengan cara mengurangi dessert (hidangan penutup), minuman manis, dan daging/ keju. Selain itu, partisipan juga meningkatkan konsumsi buah dan sayur hingga 4- 5 porsi dalam sehari. Memperbanyak makan buah dan sayur serta mengurangi daging/ keju dapat membantu menurunkan berat badan dengan stabil.

Semua partisipan dianjurkan untuk mengikuti rekomendasi aktivitas fisik Pemerintah Amerika Serikat, yaitu aktivitas fisik berupa aerobik intensitas sedang dengan durasi 2,5 jam setiap minggunya. Akan tetapi, faktor aktivitas fisik memang belum diperhitungkan dalam model kurva penelitian ini karena aktivitas fisik tersebut baru dilakukan bertahap pada 6 bulan awal.

Diet jangka pendek vs diet jangka panjang

Diet jangka pendek mungkin menjanjikan penurunan berat badan yang lebih menggiurkan, hingga 2- 3 kg hanya dengan seminggu. Mengutip dari SkinnyMs., penurunan berat badan yang drastis dalam jangka waktu relatif pendek tersebut hanya mengeluarkan sampah- sampah dalam sistem pencernaan. Jika sampah tersebut sudah habis, maka berat badan pun akan sulit untuk konsisten berada dalam titik ideal. Oleh karenanya, diet jangka pendek yang tidak mempertimbangkan keseluruhan sistem biologis tubuh memang tidak dianjurkan oleh para ahli kesehatan.

Salah satu strategi diet jangka panjang yaitu dengan membatasi asupan energi harian (yang terhitung dalam satuan kalori). Kurangi kalori harian yang Anda konsumsi sebanyak 500 kalori sehari. Jangan lupa, isi juga kegiatan harian Anda dengan bergerak.

Baca juga: Olahraga untuk Mengecilkan Perut, Wajib Dicoba

Diet jangka pendek kerap abai terhadap kepadatan gizi

Kekurangan gizi dalam makanan saat menjalani program diet dapat menyebabkan Anda ngemil terus atau kalap makan. Selain itu, hal yang lebih buruknya, sistem imunitas melemah dan Anda mudah terserang penyakit. Vitamin dan mineral yang terkandung dalam berbagai menu makanan memang sudah sepatutnya tetap dikonsumsi saat Anda diet. Justru, diet yang baik atau diet jangka panjang akan membuat tubuh Anda lebih nourished dan lebih berenergi.

Dalam sebuah penelitian oleh Mays (1995) pada subyek nutrisi militer, pengurangan nutrisi ≤50% per hari akan mempengaruhi fungsi kognitif, khususnya jika dikombinasikan dengan olahraga yang dipaksa dan kurang tidur.

Selain itu, diet yang mengabaikan kepadatan gizi dapat berimbas buruk pada otot. Otot membutuhkan vitamin, mineral, dan dilatih bergerak secara rutin agar tetap berfungsi optimal. Mengutip dari alodokter, diet untuk menurunkan berat badan yang sehat yaitu turun 0,5- 1 kg dalam kurun waktu 1 minggu.

So, Moms, pastikan Anda memenuhi kebutuhan serat, vitamin, dan mineral harian saat menjalani program diet. Selain itu, pilihlah sumber protein yang rendah lemak, batasi makan produk olahan susu dan daging. Daripada selalu membandingkan angka timbangan setiap hari, bandingkanlah berat badan rata- rata Anda. Misal, bandingkan antar minggu atau setiap bulannya. Selain hasilnya lebih representatif, fokus Anda pun akan bergeser pada diet jangka panjang.

Baca juga:PORSI MAKAN SEIMBANG UNTUK DIET SEHAT

Yuk, coba Beras Diet Organik dari Eka Farm yang sudah menjadi best seller kepercayaan para pelanggan. Selain aman dari bahan kimia, Beras Diet juga padat gizi sehingga kebutuhan gizi saat program diet pun tetap terpenuhi.

Diet terbaik adalah diet jangka panjang yang dapat dipertahankan seumur hidup. Kita pun merasa enjoy dan tidak lagi merasakan hal tersebut “diet” seiring berjalannya waktu. Jadi, kapan mau mulai diet bersama Beras Diet Organik Eka Farm, Moms?

 

 

 

 

MANFAAT BERAS MERAH UNTUK ASAM URAT

MANFAAT BERAS MERAH UNTUK ASAM URAT

Membahas manfaat beras organik untuk kesehatan tubuh memang tak akan ada habisnya karena penelitian dan uji klinis beras selalu dilakukan. Beras merah organik adalah salah satu jenis beras yang banyak diminati masyarakat Indonesia ataupun global karena kandungan gizi dan manfaatnya untuk mendukung metabolisme tubuh. Tahukah, Moms, jika beras merah dianjurkan untuk dikonsumsi bagi penderita asam urat atau untuk mencegah asam urat? Sebelum membahas manfaat beras merah untuk asam urat, yuk kenali dulu asam urat dan penyebabnya.

Sekilas tentang asam urat

Apakah itu asam urat? Urat adalah hasil pemecahan senyawa purin. Purin dihasilkan secara alami oleh tubuh dan juga dapat berasal dari protein yang kita konsumsi sehari- hari. Senyawa purin kemudian dipecah menjadi asam urate dan asam uric. Ginjal berfungsi untuk menyaring asam urat. Akan tetapi, tetapi jika produksi senyawa purin berlebih, maka limbah asam urat hasil pemecahan purin tersebut akan menumpuk dalam darah dan menyebabkan nyeri sendi. Selain itu, penumpukan asam urat juga dapat disebabkan oleh ketidakmampuan ginjal dalam menyaring asam urat dalam darah. Penumpukan asam urat juga dapat disebabkan oleh kombinasi antara kelebihan produksi purin dan ketidakmampuan ginjal dalam menyaring asam urat.

Lalu, apa itu penyakit asam urat?

Penyakit asam urat atau gout adalah penyakit sendi yang disebabkan oleh penumpukan kristal monosodium urat pada sendi dan jaringan sehingga kadar asam urat dalam darah tinggi. Penyakit asam urat adalah jenis artritis yang biasanya menyerang bagian ibu jari kaki, tetapi juga dapat terjadi di berbagai sendi lain seperti lutut, siku tangan, ataupun sendi jari tangan.

Apa yang dirasakan oleh penderita asam urat saat penyakitnya kambuh?

Penderita asam urat akan merasakan nyeri sendi, bagian sendi panas saat diraba, bahkan hingga terjadi pembengkakan dan kemerahan pada bagian sendi. Mengutip dari alodokter, gejala asam urat biasanya dirasakan pada malam hari dan dapat terasa hingga 12- 14 jam, kemudian mulai mereda dalam waktu sekitar 2 minggu. Asam urat akan kambuh jika penderitanya mengkonsumsi makanan tinggi purin. Batas maksimal kadar purin yang dianjurkan untuk dikonsumsi penderita asam urat yakni 100 mg.

Bagaimana cara mencegah dan menyembuhkan asam urat?

Gejala asam urat dapat disembuhkan dengan metode pengobatan yang tepat serta pemilihan asupan makanan yang dapat mencegah ataupun membantu mengurangi kadar asam urat dalam tubuh. Penderita asam urat memang harus benar- benar memperhatikan dan mengontrol asupan makanan. Bahkan, konsumsi beberapa sayur dapat berbahaya bagi penderita asam urat.

Beras merah untuk asam urat

Beras merah dapat membantu menurunkan risiko asam urat dengan cara mencegah faktor pemicu penyakit asam urat. Selain itu, indeks glikemik beras merah yang rendah dapat membantu mencegah penyakit ini. Sebuah penelitian pada tahun 2016 yang dipublikasikan dalam Arthritis Rheumatol. menyebutkan bahwa mangkonsumsi makanan yang mengandung indeks glikemik rendah dapat membantu mengurangi kadar asam urat dalam darah. Indeks glikemik beras merah memang tergolong jauh lebih rendah dibandingkan beras putih, yaitu sekitar 55.

Bagaimana cara kerja beras merah untuk mencegah faktor pemicu penyakit asam urat?

Mengubah asupan makanan dan juga gaya hidup dapat membantu menstabilkan kadar asam urat dalam darah. Selain itu, pola makan dengan gizi seimbang dapat membantu mencegah faktor pemicu asam urat seperti obesitas, tekanan darah tinggi, serta kadar kolesterol tinggi. Mengutip dari laman Patient, penurunan berat badan pada penderita obesitas dapat membantu meningkatkan resistensi insulinyang kemudian akan berdampak pada penurunan kadar asam urat dalam darah. Namun, usahakan untuk memilih program penurunan berat badan yang stabil hingga berat badan Anda ideal.

Beras merah mengandung karbohidrat kompleks yang tinggi dengan kadar gula rendah serta tinggi serat dan nutrisi. Kandungan nutrisi serta serat yang utuh dalam beras merah mampu menjaga Anda tetap kenyang sehingga mendukung program penurunan berat badan ataupun untuk mengontrol berat badan ideal Anda. Selain itu, beras merah dilengkapi berbagai vitamin dan mineral yang membantu metabolisme tubuh seperti zat besi, seng, magnesium, vitamin B kompleks, dan masih banyak lainnya.

Tentu saja, mengkonsumsi beras merah harus diimbangi dengan gaya hidup sehat serta menjaga asupan makanan berkadar purin tinggi. Pastikan untuk membatasi konsumsi daging, jeroan, dan makanan laut. Selain itu, cukupi kebutuhan cairan Anda dnegan meminum air putih yang cukup. Menjaga hidrasi tubuh dapat mengurangi risiko pembenrukan kristal asam urat pada sendi dan mengurangi risiko asam urat kambuh. Hindari mengkonsumsi minuman manis seperti sirup, soda, dan berbagai minuman dalam kemasan karena dapat meningkatkan risiko kenaikan gula darah dan obesitas yang merupakan faktor pemicu asam urat. Jangan lupa juga, untuk mengkonsultasikan penyakit asam urat Anda ke dokter dan memilih pengobatan yang tepat, Moms.

 

 

 

SUDAH TAK WORK FROM HOME, YUK MULAI BAWA BEKAL MAKAN DARI RUMAH

SUDAH TAK WORK FROM HOME, YUK MULAI BAWA BEKAL MAKAN DARI RUMAH

Sejak lebaran tahun ini, sebagian masyarakat Indonesia memang sudah mulai bekerja ke kantor. Seiring dengan berjalannya waktu, lambat laun sudah mulai banyak industri yang bergerak dengan memperkerjakan karyawannya kembali ke kantor. Namun, tentunya mewaspadai dan berhati-hati terhadap penyebaran virus Covid-19 tetap harus dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan dan keamanan yang telah ditegaskan berulang kali oleh pihak medis dan Pemerintah. Saat sudah tak lagi bekerja dari rumah atau istilah asingnya, work from home (WFH), maka perubahan pola makan pun dapat terjadi. Jika biasanya di rumah, istri di rumah atau Ibu memasak untuk Anda, maka saat tak lagi WFH, peralihan ke jajan di luar kemungkinan besar terjadi.

Akan tetapi, Moms, bukan berarti hal ini tak bisa disiasati. Membawa bekal makan dari rumah ke tempat kerja dapat menjadi solusi agar kualitas makan terjaga. Apalagi, di tengah pandemi Covid-19 ini, masyarakat memang dihimbau untuk sangat berhati- hati jika ingin membeli makanan di luar rumah. Risiko transmisi dan penularan virus bukan tidak mungkin berasal dari bahan makanan yang dikonsumsi. Maka dari itu, agar lebih tenang dan juga aman, alangkah lebih baiknya, Anda membawa bekal makan dari rumah.

Apa saja keuntungan membawa bekal makan dari rumah?

Keuntungan membawa bekal makan dari rumah diantaranya:

  1. Menjaga kualitas dan higienitas makanan

Saat Anda membawa bekal makan dari rumah, tentunya faktor kualitas gizi serta kebersihan atau higienitas dari bahan makanan akan lebih terjaga dibandingkan jika Anda membeli makan di luar. Mengapa demikian? Coba saja Anda pikirkan, saat Anda misal, membeli makan di luar, seberapa banyak minyak goreng yang dipakai? Atau apakah makanan tersebut mengandung penyedap rasa yang berlebih? Serta masih banyak hal lainnya yang dapat menjadi pertanyaan dan ketidakpastian saat Anda memutuskan untuk jajan atau membeli makan di luar.

Mempersiapkan bekal makan di rumah dapat membuat Anda tahu betul komposisi yang digunakan untuk memasak makanan. Anda pun dapat mengontrol seberapa banyak bumbu yang digunakan, jenis minyak untuk memasak, ataupun metode memasak dengan cara Anda sendiri. Kebersihan bahan makanan yang Anda gunakan untuk memasak pun dapat terjaga. Apalagi, jika Anda berniat untuk mengubah gaya hidup dan pola makan dengan gizi seimbang. Membawa bekal dari rumah dapat menjadi solusi untuk menjaga asupan kalori dan mengontrol kecukupan nutrisi dalam makanan. Jika Anda alergi terhadap beberapa jenis bahan makan seperti gluten, produk kedelai, susu, dan sebagainya, membawa bekal menjadi pilihan aman dan cerdas.

Selain itu, faktor kehalalan bagi Anda yang muslim juga lebih terjamin saat Anda membawa bekal makan dari rumah.

  1. Lebih ekonomis

Coba Moms buat perhitungan saat Anda atau anggota keluarga jajan atau membeli makanan di luar rumah. Berapa budget yang dikeluarkan setiap harinya, kemudian akumulasi per bulannya? Pasti akan lebih besar daripada saat Anda memutuskan untuk membawa bekal dari rumah. Kebiasaan jajan di luar dapat berdampak buruk bagi kondisi finansial jika Anda tidak pandai mengontrol diri dan mempertimbangkan sisi keuangan saat membeli makan sehari- hari.

Mempersiapkan bekal dari rumah dapat mencegah perilaku konsumtif dan menghentikan kebiasaan jajan yang berlebih. Anda pun harus terbiasa untuk memberanikan diri untuk menolak ajakan jajan dari teman kantor setiap saat. Namun, bukan berarti fleksibilitas sosial Anda harus terbatas hanya karena Anda memutuskan untuk menolak ajakan makan tersebut. Anda tetap bisa makan di luar dan hang out bersama teman Anda pada momen- momen tertentu.

  1. Dapat dibuat sesuai selera

Moms, apakah Anda atau keluarga adalah tipe pemilih dalam hal makanan? Jika begitu, bukankah lebih mudah untuk mempersiapkan dan memasak sendiri makanan Anda sehingga makanan tersebut sesuai dengan selera? Disamping itu, beberapa orang sering mubazir dan menyisakan makanan karena memang porsi makannya kecil. Hal ini dapat disiasati dengan membawa bekal makan karena Anda dapat mengontrol menu, rasa, dan porsi makanan yang Anda bawa.

Yuk, lengkapi menu bekal Anda dengan beras organik Eka Farm

Beras organik Eka Farm dapat menjadi pilihan sumber karbohidrat kompleks berupa serealia utuh (whole grains) harian Anda. Karbohidrat dibutuhkan sebagai bahan bakar untuk metabolisme tubuh. Karbohidrat akan diubah menjadi glukosa untuk kemudian digunakan oleh berbagai fungsi sel dan organ tubuh. Karbohidrat kompleks yang terkandung dalam beras organik Eka Farm seperti dalam beras merah, coklat, dan hitam menjaga kadar gula darah serta membuat Anda kenyang lebih lama. Kandungan berbagai vitamin dan mineral yang masih utuh karena lapisan dedak dan germ yang tetap melingkupi bulir beras pun menyumbang asupan nutrisi utuh pada tiap porsi nasi yang dihasilkan.

Penasaran dengan manfaat dari setiap jenis beras organik Eka Farm? Cek dalam artikel Eka Farm atau langsung menuju katalog beras organik di website resmi Eka Farm, ya Moms.