PILIH MANA, BERAS HITAM ATAU BERAS MERAH?

PILIH MANA, BERAS HITAM ATAU BERAS MERAH?

Beras masih menjadi makanan pokok favorit rakyat Asia, termasuk Indonesia. Variasi beras yang lebih bernutrisi utuh dan bermanfaat bagi kesehatan tubuh dibandingkan beras putih pun semakin dilirik dan dicari masyarakat. Kesadaran akan pola hidup sehat dan asupan gizi seimbang guna mendukung metabolisme tubuh dan membantu memerangi berbagai macam penyakit memicu masyarakat untuk mulai mengevaluasi dan mengambil kontrol terhadap asupan nutrisi harian. Jika Anda sudah kerap membaca artikel tentang perbandingan beras putih dengan beras berwarna, tentunya Anda akan lebih paham mengenai perbedaan signifikan di antara kedua pilihan beras tersebut.

Beras berwarna lebih unggul dari segi nutrisi dan juga keamanan pangan. Pemrosesan beras berwarna yang hanya mengelupas kulit ari atau sekam padi membuat bulir beras masih utuh dilingkupi oleh lapisan dedak (bran) dan germ. Kedua lapisan penting pada beras berwarna ini mengandung berbagai macam mineral, vitamin, dan serat yang lebih banyak daripada beras putih. Variasi beras berwarna yaitu beras merah, beras coklat, dan beras hitam. Pada artikel kali ini, Eka Farm akan membahas mengenai beras hitam dan beras merah.

Mengapa harus beras hitam atau beras merah?

Jawaban nomor satu, kedua jenis beras ini populer di kalangan masyarakat yang ingin beralih ke pola hidup lebih sehat dengan turut mengganti asupan beras sehari- hari. Alasan kedua yaitu, beras hitam dan beras merah memang sudah terkenal dan terbukti nutrisi serta manfaatnya di kalangan masyarakat. Beras hitam dan beras merah sama-sama memiliki kalori yang lebih rendah daripada beras putih, kadar gula yang lebih rendah, dengan kandungan serat, mineral, dan vitamin yang jauh lebih tinggi daripada beras putih.

Beras hitam atau beras merah dari segi gizi?

Beras hitam dan beras merah memiliki nilai energi yang tidak terlalu berbeda signifikan. Kadar karbohidrat dan lemak dalam beras hitam lebih rendah dibandingkan beras merah, dengan kadar protein yang lebih tinggi. Beras hitam memiliki kadar protein yang paling tinggi dibandingkan varietas beras berwarna ataupun beras putih. Kandungan serat dalam 100 gram nasi merah lebih tinggi daripada nasi hitam, yaitu 7% berbanding 2% dari angka kecukupan serat harian.

Kandungan serat ini lebih tinggi dibandingkan beras putih. Beras berwarna tidak mengalami proses penyosohan dan penggilingan sepanjang beras putih sehingga lapisan dedak (bran) dan germ dalam beras berwarna masih utuh. Lapisan dedak menjadi sumber berbagai vitamin dan mineral seperti vitamin B kompleks. Lapisan ini juga mengandung 95% mineral dan serat pangan. Bagian germ tersimpan karbohidrat dan protein. Nilai gizi beras hitam vs beras merah tiap 100 gram dapat dilihat pada diagram di bawah.

beras hitam atau beras merah

 

Keunggulan beras merah dibandingkan beras hitam

Mineral unggulan dalam beras merah yaitu zat besi (Fe) dan seng (Zn). Tahukah Anda, jika beras merah memiliki kandungan zat besi dan seng yang paling tinggi dibandingkan dengan beras berwarna lainnya? Beras merah memiliki kandungan zat besi 5,5 mg/ 100 gram dan seng sebesar 3,3 mg/ 100 gram.

Zat besi membantu produksi sel darah merah yang akan mengangkut oksigen ke sel-sel tubuh serta membantu mengurangi risiko bayi lahir prematur atau dengan berat badan di bawah normal, sedangkan seng akan berperan dalam pembekuan darah dan pemulihan luka bersama dengan mineral mangan. Kandungan mangan dalam beras merah turut membantu proses metabolisme tubuh. Beras merah juga mengandung mineral magnesium yang melimpah untuk membantu pengaturan fungsi saraf dan otot.

Selain itu, beras merah juga menyuplai 23% kebutuhan B6 harian tiap porsinya. B6 berperan dalam mengontrol mood Anda dengan menjaga keseimbangan produksi hormon serotonin dan norepinefrin.

Keunggulan beras hitam dibandingkan beras merah

Manfaat dan khasiat beras hitam sudah terkenal sejak zaman dahulu. Bahkan, saat zaman DInasti Ming di Cina, beras hitam mendapat julukan ‘beras terlarang’ karena hanya diperuntukkan untuk keluarga Kaisar serta bangsawan. Rakyat biasa dilarang membudidayakan atau mengkonsumsi tanpa izin. Bangsawan Cina kuno saat itu telah mengetahui manfaat dan bahkan kegunaan beras hitam sebagai obat sehingga menjadi komoditas mahal untuk diperdagangkan pada sesama keluarga bangsawan.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam National Instititutes of Health tentang konstituen fitokimia dalam beras hitam, merah, dan coklat menyebutkan hasil bahwa kandungan fitokimia, kapasitas, dan aktivitas antioksidan yang paling tinggi terdapat dalam lapisan dedak beras hitam, disusul beras merah, kemudian baru beras coklat. Senyawa antioksidan yang terdapat dalam beras hitam yaitu flavonoid dan karotenoid.  Flavonoid dan karotenoid serta 23 senyawa tumbuhan yang mengandung antioksidan dijumpai pada bulir beras hitam. Antosianin adalah salah satu anggota kelompok pigmen tanaman flavonoid yang memberikan warna hitam keungu-unguan dalam lapisan dedak beras hitam. Kandungan antosianin yang paling tinggi di antara varietas beras lainnya menjadi unggulan dari beras ini.

Selain itu, beras hitam juga memiliki sifat anti-kanker dan anti-inflamasi. Sifat anti-kanker ini berhubungan dengan senyawa antioksidan fenolik. Fenolik adalah salah satu antioksidan alami dan termasuk grup fitokimia dalam serealia utuh. Fenolik berperan untuk menghambat efek buruk stres oksidatif terhadap molekul biologis seperti lipid, protein, dan DNA. Asam fenolik terbukti mampu meningkatkan pertumbuhan bakteri baik dan mengendalikan produksi bakteri jahat dalam usus. Konsumsi beras hitam secara rutin dapat mendukung kinerja usus dan dapat membantu mencegah kanker usus besar atau colorectal cancer. Tentunya, pencegahan kanker membutuhkan sinergi dari berbagai faktor kesehatan, termasuk gaya hidup dan lingkungan.

Jadi, beras hitam atau beras merah?

Beras hitam cenderung sulit didapatkan daripada beras merah. Jika Anda berniat untuk mengganti beras putih dengan varietas beras lain yang lebih kaya serat dan nutrisi, beras merah dapat menjadi pilihan mudah. Namun, jika memang Anda ingin menyisipkan beras dengan tujuan untuk mendapatkan khasiat seperti obat dan juga membantu pencegahan kanker, beras hitam dapat menjadi pilihan Anda dan keluarga. Kedua jenis beras ini aman dikonsumsi penderita diabetes, bebas zat gluten, dan menjaga kestabilan gula darah. Apapun pilihan berasnya, imbangi dengan pemenuhan gizi seimbang, menjauhi kebiasaan buruk bagi kesehatan, dan terapkan gaya hidup sehat ya, Moms.

Tinggalkan Balasan