MENGAPA BERAS COKLAT DAPAT MENURUNKAN RISIKO KANKER USUS BESAR?

MENGAPA BERAS COKLAT DAPAT MENURUNKAN RISIKO KANKER USUS BESAR?

Salah satu manfaat beras coklat yaitu membantu menurunkan risiko kanker usus besar atau colorectal cancer (CRC). Kanker usus besar adalah tumor ganas di usus besar. Penyakit ini umumnya berawal dari tumor jinak yang disebut polip (alodokter). Meskipun belum diketahui pasti penyebab kanker usus besar, tetapi para pakar menyimpulkan ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko kanker usus besar, yaitu:

  • Mengkonsumsi daging merah yang berlebihan (melebihi 500 gram daging merah matang dalam seminggu)
  • Obesitas
  • Mengkonsumsi minuman beralkohol

Salah satu tips yang disarankan oleh banyak ahli untuk mengurangi risiko seseorang terkena kanker usus besar yaitu dengan mengkonsumsi makanan berserat, khususnya whole grain atau serealia utuh. Serealia utuh yang memiliki banyak nutrisi dan manfaat untuk membantu tubuh melawan sel kanker usus besar diantaranya adalah beras coklat.

Beras coklat dan kanker usus besar

Kanker usus besar merupakan salah satu faktor penyebab kematian signifikan di dunia, termasuk Indonesia. Data dari World Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa penderita kanker usus besar di Indonesia pada tahun 2018 mencapai 8,6% atau sekitar 30.017 orang.

Sebuah penelitian oleh American Institute for Cancer Research (AICR) dan World Cancer Research Fund (WCRF) mengungkapkan bahwa mengkonsumsi serealia utuh (whole grain) seperti beras coklat dapat mengurangi risiko penyakit kanker colorectal (CRC) atau kanker usus besar.

Kandungan dalam beras coklat yang mampu melawan sel penyebab kanker usus

Banyak penelitian telah dilakukan untuk mengetahui apa yang membuat beras coklat mampu mengurangi risiko kanker usus. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa kandungan mineral selenium, serat, antioksidan, dan folat dalam beras coklat mampu membantu tubuh dalam melawan sel kanker dan meningkatkan resistensi tubuh dengan meningkatkan imunitas tubuh.

  • Peran serat dalam mengurangi risiko kanker usus besar

Beras coklat masih mengandung lapisan dedak serta germ yang membuatnya memiliki nutrisi lebih utuh, termasuk kandungan serat yang tinggi. Serat yang terkandung dalam setiap 1 gelas (195 gram) nasi coklat yaitu sekitar 3,51 gram. Dilansir dari whfoods.com, kandungan serat dalam beras coklat dapat membantu mengurangi waktu kontak antara zat yang dapat menyebabkan kanker dengan sel usus besar.

  • Peran selenium (Se) dalam mengurangi risiko kanker usus besar

Beras coklat merupakan salah satu sumber selenium yang penting bagi tubuh. Satu gelas (195 gram) nasi coklat mengandung selenium sekitar 35% (19,11 mcg) sehingga membuatnya menjadi salah satu mineral utama penyusun beras coklat. Selenium berperan dalam berbagai fungsi metabolisme tubuh, termasuk fungsi metabolisme tiroid, sistem pertahanan antioksida, dan sistem imun. Menurut sebuah paper yang membahas mengenai selenium untuk mencegah kanker colorectal dan kanker prostat, mineral ini memiliki beberapa peran kritikal dalam mencegah pertumbuhan sel kanker.

Selenium merangsang pembentukan dan perbaikan DNA pada sel yang rusak, mencegah peningkatan cepat sel kanker, dan merangsang apoptosis sel kanker (kemampuan tubuh untuk menghilangkan sel yang sudah tidak terpakai atau sel abnormal). Selain itu, selenium juga menjadi co-factor gluthione peroksida, yaitu enzim antioksidan terkuat tubuh yang dapat mencegah pertumbuhan sel kanker. Hebatnya lagi, selenium bekerjasama dengan antioksidan lainnya yaitu vitamin E untuk mencegah kanker serta penyakit lain seperti asma, jantung, artritis.

Selenium bekerjasama dengan folat

Dalam sebuah penelitian tentang selenium, folat, dan usus besar, diungkapkan bahwa tanpa dukungan kandungan folat yang tinggi, selenium tidak akan mampu menurunkan risiko kanker usus besar secara optimal. Asupan selenium yang diimbangi dengan folat mampu menurunkan risiko kanker usus besar hingga 50%. Kekurangan dua mikronutrien penting ini dapat menurunkan kekebalan tubuh terhadap kanker.

Lalu, seberapa banyak porsi nasi coklat yang sebaiknya dikonsumsi?

Porsi konsumsi serealia utuh harian yang disarankan yaitu sekitar 3 porsi untuk membantu mengurangi risiko kanker usus besar sebesar 17%. Satu porsi nasi coklat terbuat dari 1/2 gelas atau sekitar 85 gram beras coklat.

Pada akhirnya, kandungan nutrisi baik mineral, vitamin, maupun serat dalam whole grain saling bekerjasama untuk mengurangi risiko kanker usus besar pada tubuh. Meskipun begitu, perlu diingat bahwa konsumsi nasi coklat pun tidak menjamin Anda terbebas dari kanker ini. Namun, upaya pencegahan dengan rutin mengkonsumsi nasi coklat berpotensi untuk membantu Anda agar tidak rentan terserang kanker usus besar. Yuk, dapatkan manfaat utuh dari nasi coklat dengan mengkonsumsi beras coklat organik Eka Farm. Selain terjamin organik, beras coklat Eka Farm pun akan menghasilkan nasi coklat yang pulen, memiliki cita rasa tak kalah dengan nasi putih, serta wangi.

7+ MANFAAT BERAS COKLAT BAGI KESEHATAN

7+ MANFAAT BERAS COKLAT BAGI KESEHATAN

Manfaat beras coklat – Halo, sahabat Eka Farm! Semoga sehat dan bugar selalu ya, dimanapun kalian berada. Kalau sebelumnya sahabat Eka Farm sudah diperkenalkan dengan beras coklat (Baca: APA YANG KAMU KETAHUI TENTANG BERAS COKLAT?), sekarang kita akan ngebahas tentang manfaatnya, nih.

Di artikel sebelumnya, sudah sedikit dikasih bocoran kalau beras ini bisa buat mebantu pencegahan penyakit asam lambung atau maag. Tapi, tahukah Anda kalau masih banyak manfaat yang bisa dirasakan dengan rutin mengkonsumsi beras coklat?

8 Manfaat Beras Coklat Bagi Kesehatan Tubuh

Sahabat Eka Farm, yuk simak 8 poin di bawah ini yang dapat meyakinkan Anda untuk mempertimbangkan beras coklat sebagai pengganti beras putih.

1. Membantu mencegah stress oksidatif (oxidative stress)
Stres oksidatif yaitu kondisi ketidakseimbangan antara produksi radikal bebas dengan kemampuan tubuh untuk menangkal efek buruknya sehingga tubuh rawan diserang berbagai macam penyakit.

Beras ini mengandung antioksidan fenol dan flavonoid, yaitu antioksidan yang membantu melindungi tubuh dari stres oksidatif. Stres oksidatif ini berasosiasi dengan sejumlah degradasi kesehatan tubuh, seperti kanker dan penuaan dini.

2. Membantu menurunkan risiko penyakit jantung
Menurut Kubala (2018) dalam healthline.com, studi kasus menunjukkan bahwa konsumsi sumber makanan whole grains, termasuk nasi coklat, akan menurunkan potensi penyakit jantung koroner hingga 21%. Mikronutrien yang membantu untuk menurunkan risiko penyakit jantung dan ditemukan dalam jumlah signifikan pada beras coklat yaitu lignan dan magnesium.

Lignan yaitu senyawa yang berasosiasi dengan serat dan banyak ditemukan pada grains, kacang-kacangan, biji-bijian, sayuran, dan beberapa minuman. Kadar magnesium yang tinggi dalam beras coklat dapat memerangi penyakit jantung dan juga membantu mengurangi risiko penyakit stroke.

3. Menekan angka kolesterol
Beras coklat mengandung minyak netral yang dapat membantu menekan angka kolesterol jahat dalam tubuh.

4. Membantu mengurangi risiko kanker
Antioksidan serta mineral selenium (Se) yang banyak terkandung dalam beras coklat dapat membantu untuk mengurangi risiko penyakit kanker usus besar serta kanker payudara. Selain itu, kandungan serat yang tinggi dalam beras coklat karena lapisan bekatul (bran) masih utuh melapisi bulir beras dapat membantu menjaga fungsi usus besar dan menjaga saluran pencernaan.

5. Membantu menjaga kadar gula dalam darah
Beras coklat memiliki angka indeks glikemik (GI) yang termasuk rendah, yaitu 54. Nilai GI dibawah 60 dikategorikan dalam GI rendah sehingga aman dikonsumsi bagi penderita diabetes. Orang-orang yang rutin mengkonsumsi beras ini setiap hari lebih berpotensi untuk terhindar dari risiko memburuknya diabetes sebanyak 60%.

6. Menjaga fungsi sistem saraf

Satu takaran beras coklat sudah mencukupi 90% kebutuhan mangan (Mn) per hari. Mangan membantu tubuh untuk mensintesis asam lemak dan berbagai hormon lain yang diperlukan tubuh untuk menjaga fungsi sistem saraf.

7. Membantu menjaga kesehatan tulang
Mineral kalsium, magnesium, dan mangan berperan dalam menjaga kesehatan dan membantu perkembangan tulang. Kekurangan mineral-mineral tersebut dapat memicu penyakit osteoporosis atau artritis pada tulang.

8. Membantu program diet
Banyak persepsi kalau diet berarti harus absen mengkonsumsi karbohidrat. Banyak juga yang mengasosiasikan karbohidrat ini dengan penambahan berat badan. Padahal, karbohidrat merupakan salah satu dari 3 makronutrien (nutrien yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah makro) penting untuk tubuh. Karbohidrat merupakan sumber tenaga, sumber bahan bakar untuk aktivitas sehari-hari.

Hal yang perlu dicermati yaitu pemilihan sumber karbohidrat. Nasi coklat merupakan salah satu sumber karbohidrat yang sehat dan aman untuk diet. Mengkonsumsi nasi ini akan cenderung mempertahankan rasa kenyang dalam waktu lama karena tingginya kandungan serat.

Nah, sudah tambah paham kan sekarang tentang apa saja manfaat beras coklat jika dikonsumsi secara rutinbagi kesehatan? Yuk, coba konsumsi beras coklat organik dari Eka Farm biar dapat manfaat beras coklat secara utuh!