MENGAPA BERAS COKLAT DAPAT MENURUNKAN RISIKO KANKER USUS BESAR?

MENGAPA BERAS COKLAT DAPAT MENURUNKAN RISIKO KANKER USUS BESAR?

Salah satu manfaat beras coklat yaitu membantu menurunkan risiko kanker usus besar atau colorectal cancer (CRC). Kanker usus besar adalah tumor ganas di usus besar. Penyakit ini umumnya berawal dari tumor jinak yang disebut polip (alodokter). Meskipun belum diketahui pasti penyebab kanker usus besar, tetapi para pakar menyimpulkan ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko kanker usus besar, yaitu:

  • Mengkonsumsi daging merah yang berlebihan (melebihi 500 gram daging merah matang dalam seminggu)
  • Obesitas
  • Mengkonsumsi minuman beralkohol

Salah satu tips yang disarankan oleh banyak ahli untuk mengurangi risiko seseorang terkena kanker usus besar yaitu dengan mengkonsumsi makanan berserat, khususnya whole grain atau serealia utuh. Serealia utuh yang memiliki banyak nutrisi dan manfaat untuk membantu tubuh melawan sel kanker usus besar diantaranya adalah beras coklat.

Beras coklat dan kanker usus besar

Kanker usus besar merupakan salah satu faktor penyebab kematian signifikan di dunia, termasuk Indonesia. Data dari World Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa penderita kanker usus besar di Indonesia pada tahun 2018 mencapai 8,6% atau sekitar 30.017 orang.

Sebuah penelitian oleh American Institute for Cancer Research (AICR) dan World Cancer Research Fund (WCRF) mengungkapkan bahwa mengkonsumsi serealia utuh (whole grain) seperti beras coklat dapat mengurangi risiko penyakit kanker colorectal (CRC) atau kanker usus besar.

Kandungan dalam beras coklat yang mampu melawan sel penyebab kanker usus

Banyak penelitian telah dilakukan untuk mengetahui apa yang membuat beras coklat mampu mengurangi risiko kanker usus. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa kandungan mineral selenium, serat, antioksidan, dan folat dalam beras coklat mampu membantu tubuh dalam melawan sel kanker dan meningkatkan resistensi tubuh dengan meningkatkan imunitas tubuh.

  • Peran serat dalam mengurangi risiko kanker usus besar

Beras coklat masih mengandung lapisan dedak serta germ yang membuatnya memiliki nutrisi lebih utuh, termasuk kandungan serat yang tinggi. Serat yang terkandung dalam setiap 1 gelas (195 gram) nasi coklat yaitu sekitar 3,51 gram. Dilansir dari whfoods.com, kandungan serat dalam beras coklat dapat membantu mengurangi waktu kontak antara zat yang dapat menyebabkan kanker dengan sel usus besar.

  • Peran selenium (Se) dalam mengurangi risiko kanker usus besar

Beras coklat merupakan salah satu sumber selenium yang penting bagi tubuh. Satu gelas (195 gram) nasi coklat mengandung selenium sekitar 35% (19,11 mcg) sehingga membuatnya menjadi salah satu mineral utama penyusun beras coklat. Selenium berperan dalam berbagai fungsi metabolisme tubuh, termasuk fungsi metabolisme tiroid, sistem pertahanan antioksida, dan sistem imun. Menurut sebuah paper yang membahas mengenai selenium untuk mencegah kanker colorectal dan kanker prostat, mineral ini memiliki beberapa peran kritikal dalam mencegah pertumbuhan sel kanker.

Selenium merangsang pembentukan dan perbaikan DNA pada sel yang rusak, mencegah peningkatan cepat sel kanker, dan merangsang apoptosis sel kanker (kemampuan tubuh untuk menghilangkan sel yang sudah tidak terpakai atau sel abnormal). Selain itu, selenium juga menjadi co-factor gluthione peroksida, yaitu enzim antioksidan terkuat tubuh yang dapat mencegah pertumbuhan sel kanker. Hebatnya lagi, selenium bekerjasama dengan antioksidan lainnya yaitu vitamin E untuk mencegah kanker serta penyakit lain seperti asma, jantung, artritis.

Selenium bekerjasama dengan folat

Dalam sebuah penelitian tentang selenium, folat, dan usus besar, diungkapkan bahwa tanpa dukungan kandungan folat yang tinggi, selenium tidak akan mampu menurunkan risiko kanker usus besar secara optimal. Asupan selenium yang diimbangi dengan folat mampu menurunkan risiko kanker usus besar hingga 50%. Kekurangan dua mikronutrien penting ini dapat menurunkan kekebalan tubuh terhadap kanker.

Lalu, seberapa banyak porsi nasi coklat yang sebaiknya dikonsumsi?

Porsi konsumsi serealia utuh harian yang disarankan yaitu sekitar 3 porsi untuk membantu mengurangi risiko kanker usus besar sebesar 17%. Satu porsi nasi coklat terbuat dari 1/2 gelas atau sekitar 85 gram beras coklat.

Pada akhirnya, kandungan nutrisi baik mineral, vitamin, maupun serat dalam whole grain saling bekerjasama untuk mengurangi risiko kanker usus besar pada tubuh. Meskipun begitu, perlu diingat bahwa konsumsi nasi coklat pun tidak menjamin Anda terbebas dari kanker ini. Namun, upaya pencegahan dengan rutin mengkonsumsi nasi coklat berpotensi untuk membantu Anda agar tidak rentan terserang kanker usus besar. Yuk, dapatkan manfaat utuh dari nasi coklat dengan mengkonsumsi beras coklat organik Eka Farm. Selain terjamin organik, beras coklat Eka Farm pun akan menghasilkan nasi coklat yang pulen, memiliki cita rasa tak kalah dengan nasi putih, serta wangi.

7+ MANFAAT BERAS COKLAT BAGI KESEHATAN

7+ MANFAAT BERAS COKLAT BAGI KESEHATAN

Manfaat beras coklat – Halo, sahabat Eka Farm! Semoga sehat dan bugar selalu ya, dimanapun kalian berada. Kalau sebelumnya sahabat Eka Farm sudah diperkenalkan dengan beras coklat (Baca: APA YANG KAMU KETAHUI TENTANG BERAS COKLAT?), sekarang kita akan ngebahas tentang manfaatnya, nih.

Di artikel sebelumnya, sudah sedikit dikasih bocoran kalau beras ini bisa buat mebantu pencegahan penyakit asam lambung atau maag. Tapi, tahukah Anda kalau masih banyak manfaat yang bisa dirasakan dengan rutin mengkonsumsi beras coklat?

8 Manfaat Beras Coklat Bagi Kesehatan Tubuh

Sahabat Eka Farm, yuk simak 8 poin di bawah ini yang dapat meyakinkan Anda untuk mempertimbangkan beras coklat sebagai pengganti beras putih.

1. Membantu mencegah stress oksidatif (oxidative stress)
Stres oksidatif yaitu kondisi ketidakseimbangan antara produksi radikal bebas dengan kemampuan tubuh untuk menangkal efek buruknya sehingga tubuh rawan diserang berbagai macam penyakit.

Beras ini mengandung antioksidan fenol dan flavonoid, yaitu antioksidan yang membantu melindungi tubuh dari stres oksidatif. Stres oksidatif ini berasosiasi dengan sejumlah degradasi kesehatan tubuh, seperti kanker dan penuaan dini.

2. Membantu menurunkan risiko penyakit jantung
Menurut Kubala (2018) dalam healthline.com, studi kasus menunjukkan bahwa konsumsi sumber makanan whole grains, termasuk nasi coklat, akan menurunkan potensi penyakit jantung koroner hingga 21%. Mikronutrien yang membantu untuk menurunkan risiko penyakit jantung dan ditemukan dalam jumlah signifikan pada beras coklat yaitu lignan dan magnesium.

Lignan yaitu senyawa yang berasosiasi dengan serat dan banyak ditemukan pada grains, kacang-kacangan, biji-bijian, sayuran, dan beberapa minuman. Kadar magnesium yang tinggi dalam beras coklat dapat memerangi penyakit jantung dan juga membantu mengurangi risiko penyakit stroke.

3. Menekan angka kolesterol
Beras coklat mengandung minyak netral yang dapat membantu menekan angka kolesterol jahat dalam tubuh.

4. Membantu mengurangi risiko kanker
Antioksidan serta mineral selenium (Se) yang banyak terkandung dalam beras coklat dapat membantu untuk mengurangi risiko penyakit kanker usus besar serta kanker payudara. Selain itu, kandungan serat yang tinggi dalam beras coklat karena lapisan bekatul (bran) masih utuh melapisi bulir beras dapat membantu menjaga fungsi usus besar dan menjaga saluran pencernaan.

5. Membantu menjaga kadar gula dalam darah
Beras coklat memiliki angka indeks glikemik (GI) yang termasuk rendah, yaitu 54. Nilai GI dibawah 60 dikategorikan dalam GI rendah sehingga aman dikonsumsi bagi penderita diabetes. Orang-orang yang rutin mengkonsumsi beras ini setiap hari lebih berpotensi untuk terhindar dari risiko memburuknya diabetes sebanyak 60%.

6. Menjaga fungsi sistem saraf

Satu takaran beras coklat sudah mencukupi 90% kebutuhan mangan (Mn) per hari. Mangan membantu tubuh untuk mensintesis asam lemak dan berbagai hormon lain yang diperlukan tubuh untuk menjaga fungsi sistem saraf.

7. Membantu menjaga kesehatan tulang
Mineral kalsium, magnesium, dan mangan berperan dalam menjaga kesehatan dan membantu perkembangan tulang. Kekurangan mineral-mineral tersebut dapat memicu penyakit osteoporosis atau artritis pada tulang.

8. Membantu program diet
Banyak persepsi kalau diet berarti harus absen mengkonsumsi karbohidrat. Banyak juga yang mengasosiasikan karbohidrat ini dengan penambahan berat badan. Padahal, karbohidrat merupakan salah satu dari 3 makronutrien (nutrien yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah makro) penting untuk tubuh. Karbohidrat merupakan sumber tenaga, sumber bahan bakar untuk aktivitas sehari-hari.

Hal yang perlu dicermati yaitu pemilihan sumber karbohidrat. Nasi coklat merupakan salah satu sumber karbohidrat yang sehat dan aman untuk diet. Mengkonsumsi nasi ini akan cenderung mempertahankan rasa kenyang dalam waktu lama karena tingginya kandungan serat.

Nah, sudah tambah paham kan sekarang tentang apa saja manfaat beras coklat jika dikonsumsi secara rutinbagi kesehatan? Yuk, coba konsumsi beras coklat organik dari Eka Farm biar dapat manfaat beras coklat secara utuh!

APA YANG KAMU KETAHUI TENTANG BERAS COKLAT?

APA YANG KAMU KETAHUI TENTANG BERAS COKLAT?

Tentang beras coklat – Beras adalah makanan pokok rakyat Indonesia. Secara umum, masyarakat membedakan beras menjadi 2 macam, yaitu beras putih dan beras berwarna. Perbedaan warna ini disebabkan oleh pigmen tanaman. Kehadiran pigmen tersebut akan menjadikan beras memiliki warna coklat, merah, hingga hitam. Artikel kali ini akan memperkenalkan sahabat Eka Farm tentang beras coklat. Check it out!

Apa sih, beras coklat itu?

Pertama, dari namanya, pasti sudah bisa ditebak dengan mudah kalau beras coklat yaitu beras yang warnanya coklat. Namun, tidak hanya hal warna yang memberi arti dan membedakan beras ini dari jenis beras lainnya.

Beras putih dan coklat berasal dari varietas yang sama, tetapi pengolahan pasca panennya yang berbeda. Setelah dipanen, beras ditumbuk dengan lesung atau digiling untuk mengupas sekam (kulit terluar beras) untuk menghasilkan beras coklat. Berbeda dengan beras putih, beras coklat masih mengandung bekatul (bran) dan germ yang kaya akan nutrisi.

Beras coklat = beras embrio?

Akhir-akhir ini muncul istilah baru yang disebut sebagai beras embrio. Sebenarnya, beras embrio ini sama dengan beras coklat. Penamaan beras embrio ini dikarenakan embrio dan endosperma (cadangan makanan) masih terdapat pada beras coklat. Bagian embrio ini adalah salah satu sumber nutrisi penting pada beras, mengandung 66% total nutrisi pada beras. Kandungan nutrien pada beras embrio dapat dilihat pada gambar di bawah.

tentang beras coklat vs embrio

Beras coklat vs beras putih

Apakah beras coklat lebih sehat untuk dikonsumsi daripada beras putih? Jawabannya tentu saja: YA. Dari segi nutrisi, beras ini jelas memiliki nutrisi yang lebih utuh, layaknya whole grain dibandingkan dengan beras putih. Hal ini tidak terlepas dari proses produksi beras coklat yang tidak melalui proses pemolesan (polish).  Proses pemolesan pada beras menghilangkan lapisan bekatul (bran) yang berwaran coklat pada bulir padi. Padahal, lapisan bekatul tersebut merupakan lapisan yang kaya akan serat.

Fakta nutrisi pada beras coklat

Beras coklat yang termasuk dalam kelompok whole grains (bulir utuh) merupakan salah satu bahan makanan sumber karbohidrat kompleks. Kalori yang terdapat tiap 100 gram nasi coklat yaitu 111 kkal (berdasarkan USDA). Beras ini mengandung banyak serat dan mikronutrien seperti mineral (magnesium, mangan, potasium, zat besi, kalsium) dan vitamin (vitamin B6 dan vitamin E).

Jika sahabat Eka Farm mengkonsumsi satu takaran beras coklat, itu artinya Anda sudah mencukupi 21% kebutuhan magnesium (Mg) per hari. Magnesium berfungsi dalam proses metabolisme dan bersama kalsium (Ca) menjaga kesehatan tulang. Magnesium juga berperan sebagai co-faktor untuk meningkatkan kecepatan reaksi kimia bagi lebih dari 300 enzim, termasuk enzim-enzim yang terlibat di dalam pemanfaatan glukosa dan pengeluaran insulin.

Disamping magnesium, satu takaran beras coklat sudah mencukupi 90% kebutuhan mangan (Mn) per hari. Mangan berperan pada proses metabolisme tubuh sebagai komponen enzim superoxide dismutase (SOD) yang melindungi mitokondria terhadap kerusakan oksidasi.

Nasi coklat mencegah maag kambuh

Bagi sahabat Eka Farm yang menderita maag kronis dan sering kambuh, beras coklat dapat menjadi alternatif pengganti sumber karbohidrat utama harian Anda. Ada dua alasan yang membuat nasi coklat aman oleh penderita maag (gastritis), yaitu:

1. Angka Indeks Glikemik (GI) beras coklat rendah

Angka GI yang rendah dapat membuat rasa kenyang lebih bertahan lama. Jika rasa kenyang bertahan lebih lama, maka pikiran sahabat Eka Farm pun akan lebih tenang dan nyaman. Pikiran yang kurang tenang merupakan salah satu pemicu naiknya produksi asam lambung sehingga penyakit maag bisa kambuh.Disamping itu, angka GI yang rendah ini juga membuat beras coklat aman untuk dikonsumsi Anda yang memiliki penyakit diabetes.

2. Serat yang tinggi membantu pencernaan lebih nyaman dan lancar,

Tips memilih beras coklat

Seringkali beredar klaim bahwa produk beras coklat aman untuk penderita diabetes atau bahwa beras ini tidak akan menaikkan kadar gula darah. Tips dari Eka Farm, sebaiknya Anda cek terlebih dahulu jenis beras coklat tersebut. Jika berasal dari jenis Mentik Wangi, Pandan Wangi atau bahkan Raja Lele maka angka GI nasinya masih tinggi.

Tips dari Eka Farm dalam pemilihan beras coklat yang aman dan sehat yaitu, pilihlah beras coklat organik yang berasal dari jenis Beras Diabetes. Beras jenis ini mempunyai Indeks Glikemik yang rendah sehingga sahabat Eka Farm tidak perlu khawatir dan ragu untuk mengkonsumsinya secara harian.

Yuk, pesan Beras Coklat Organik Eka Farm sekarang.

Hati-Hati, Gula Darah Tinggi Ancam Kebutaan

Hati-Hati, Gula Darah Tinggi Ancam Kebutaan

Ekafarm.com – Saat ini penyakit diabetes tak hanya menyerang anak orangtua, tapi juga sudah menyerang anak muda. Kondisi itu sangat memprihatinkan karena artinya semakin besar risiko orang itu dengan komplikasi. Salah satunya ialah ancaman kebutaan akibat retinopati diabetik.

Menurut dr. Rita Polana, Sp.M, dokter spesialis Mata RS. Pondok Indah- Pondok Indah, retinopati diabetes mulai jadi momok penderita diabetes yang notabene muncul akibat gaya hidup. Dulu jumlah penderita retinopati diabetik disumbang dari penderita diabetes yang ada keturunan dari keluarga, saat ini sudah mulai banyak disumbang dari diabetes akibat gaya hidup.

Hal itu bisa terjadi kalau penderita diabetes akibat keturunan mereka relatif sudah punya kesadaran tinggi untuk menjaga kadar gula dalam batas normal. Sementara penderita diabetes akibat gaya hidup lebih sulit menjaga kadar gula darah.

“Kalau dulu retinopati diabetik itu banyak dialami penderita diabetes yang notabene akibat keturunan. Saat ini sudah mulai banyak penderita retinopati karena diabetes akibat gaya hidup yang tidak sehat. Alasannya kenapa? Ya karena mereka tidak menahan makan saat makanan cepat saji sudah ada dimana-mana saat ini,” terangnya dalam acara media discussion menai Laser YAG & Argon di Meradelima Resto, ruang Bambu, Jakarta, baru-baru ini.

Parahnya, penyakit mata ini tidak ada gejala awal yang bisa Anda bisa segera obati. Oleh karenanya, cara yang bisa dilakukan untuk menghindari kondisi itu ialah menjaga kadar gual darah tetap dalam batas normal, dan rutin cek mata,

“Pokoknya, kalau kamu mengalami masalah mata, seperti melihat titik hitam, susah melihat di malah hari, penglihatan kabur, kesulitan membedakan warna, sebaiknya datang ke dokter. Untuk mendapatkan kondisi kesehatan terbaru dan langsung mendapat pengobatan bila memang mengalami masalah,” terangnya.

Mencegah dan Mengobati Gula darah Tinggi

Jika Anda menderita diabetes, sebaiknya melakukan hal yang bisa mencegah atau memperlambat perkembangan retinopati diabetik. Berikut caranya,

  • Minum obat yang diresepkan
  • Menjalani diet sehat
  • Olahraga secara teratur
  • Mengontrol tekanan darah tinggi
  • Menghindari alkohol dan rokok
  • Ganti konsumsi beras dengan yang rendah IG

Ekafarm memiliki beberapa jenis beras organik yang ber IG rendah yang tentunya aman untuk di konsumsi oleh penderita diabetes atau gula darah tinggi. Silahkan kunjungi di www.ekafarm.com

Baca Juga:

Gula Darah Anda Tinggi? Atasi dengan 5 Langkah Jitu Ini

Gula Darah Anda Tinggi? Atasi dengan 5 Langkah Jitu Ini

Ekafarm.com- Mempertahankan gula darah normal itu tidak melulu harus menjauhi makanan manis atau pantangan lainnya. Lalu, bagaimana cara menurunkan gula darah yang mudah dan tidak bikin stres?

Langkah Jitu Menurunkan Gula Darah Anda

1. Rajin memantau kadar gula darah
Salah satu kunci terpentingnya adalah cek gula darah Anda secara rutin. Tak hanya sekadar mengukur, tapi jangan lupa juga dicatat supaya Anda bisa memantau perubahannya setiap hari.

Perhatikan juga gejala-gejala diabetes yang mungkin Anda alami seperti gampang haus, mulut terasa kering, dan sering buang air kecil.

2. Atur pola makan


Gula darah tinggi umumnya disebabkan oleh jenis makanan Anda sehari-hari. Mulai dari makanan yang mengandung karbohidrat tinggi, indeks glikemik tinggi, atau kurang serat.

Maka itu, yuk, atur lagi pola makan Anda. Salah satu contohnya dengan mengganti nasi putih dengan Beras Coklat yang indeks glikemiknya lebih rendah.

Jual Beras Coklat Organik

3. Olahraga rutin


Tidak lengkap rasanya bila Anda sudah mengatur pola makan sebaik mungkin, tapi mengabaikan olahraga. Jangan salah, olahraga termasuk cara menurunkan gula darah yang ampuh, lho!

Olahraga dapat membantu meningkatkan kontraksi otot dan mengubah gula darah menjadi energi. Tetap bergerak aktif juga dapat meningkatkan sensitivitas insulin sehingga membuat gula darah Anda tetap stabil.

4. Hindari stres
Tak bisa dipungkiri bahwa kadar gula yang tinggi sering kali bikin kita jadi stres dan frustasi. Akan tetapi, perlu dicatat bahwa semakin Anda stres, gula darah Anda justru makin meningkat, lho!

Cobalah untuk pergi jalan-jalan, mendengarkan musik, atau sekadar latihan pernapasan untuk menghalau stres. Lambat laun, kadar gula darah Anda akan tetap stabil setiap hari.

5. Tidur cukup
Kurang tidur ternyata juga dapat menaikkan gula darah dan mengurangi sensitivitas insulin. Bukan cuma berisiko memicu diabetes, hal ini juga bisa bikin Anda cepat gemuk.

Dengan tidur minimal 7-8 jam setiap malam, tubuh Anda akan terasa lebih bugar dan terhindar dari risiko diabetes.

Baca Juga:

Beras Merah Beras Coklat Beras Hitam Baik Untuk Diabetes

Beras Merah Beras Coklat Beras Hitam Baik Untuk Diabetes

Beras merah beras coklat beras hitam baik untuk diabetes- Sekilas Tentang Beras Hitam Untuk Diabetes

Beras hitam belum menjadi bahan pangan pokok seperti halnya beras putih, meskipun beras berwarna hitam ini mempunyai nilai gizi tinggi. Beras hitam menjadi bagian penting dalam pemeliharaan kesehatan karena kaya akan vitamin, mineral, dan antioksidan. Beras hitam merupakan varietas lokal yang mengandung pigmen paling baik, berbeda dengan beras putih atau beras warna lain.

Beras hitam memiliki rasa dan aroma yang baik dengan penampilan yang spesifik dan unik. Bila dimasak, nasi beras hitam warnanya menjadi pekat dengan rasa dan aroma yang menggugah selera makan. Dari kandungan kalori beras hitam lebih rendah, nilai kalori banyak di hasilkan dari tingginya karbohidrat. Nilai kalori beras hitam termasuk yang terendah di antara beras dan ketan. Hanya 362 kcl per 100 gr.

Nilai kalori erat kaitannya dengan indeks glikemik, karena berhubungan dengan kadar gula, sehingga dengan kalori rendah, beras hitam sangat cocok untuk diet serta aman untuk penderita diabetes maupun obesitas. Dan beras hitam membutuhkan waktu lebih lama untuk di cerna, karena memiliki efek perlindungan pada sistem pencernaan sekaligus mempertahankan angka gula darah tetap konstan, oleh karena itu makan beras hitam dalam diet juga membantu anda dalam mencegah resiko diabetes dan mengelola pra-diabetes, karena kandungan gulanya juga rendah.

Beras merah untuk diabetes

Di dalam tubuh, karbohidrat akan diubah menjadi glukosa (gula). Dulu, diabetesi (penderita diabetes) dilarang makan karbohidrat; diet hanya berupa lemak dan protein. “Memang gulanya turun, tapi terjadi komplikasi tertentu,” ujar Prof. Dr. dr. Sarwono, Sp.PD-KEMD dari FKUI/RSCM, Jakarta. Kini, penderita diabetes dianjurkan agar mengonsimsi karbohidrat 60% dari total kalori harian.

Karbohidrat terbagi menjadi karbohidrat kompleks dan sederhana. Karbohidrat kompleks penyerapannya lebih perlahan karena tinggi serat, membuat pengosongan lambung lebih lambat. “Sebaliknya, karbohidrat  sederhana cepat membuat gula darah naik dan cepat turun, sehingga orang cenderung lebih cepat lapar,” tutur dr. Dante Saksono Harbuwono, Sp.PD-KEMD dari FKUI/RSCM.

Apakah diabetes sebaiknya mengonsumsi beras merah (berwarna) yang mengandung karbohidrat kompleks? “Nasi putih boleh. Nasi merah boleh, tapi tidak harus,” ujar dr. Imam Subekti, Sp.PD-KEMD, dari Divisi Endokrinologi FKUI. Hanya saja, jika makan nasi merah porsinya bisa lebih banyak. Masalahnya, tidak semua orang suka rasanya. “Tidak bijaksana jika dipaksakan,” imbuhnya.

Warna-warni Beras

Secara umum, dikenal ada beras putih dan beras berwarna. Perbedaan warna ini disebabkan oleh pigmen tanaman. Pada beras merah, terkandung pigmen antosianin (pigmen sumber warna ungu atau merah), beras hitam mengandung antosianin sangat tinggi. Pigmen ini merupakan antioksidan yang sangat baik. Kandungan serat pada kedua beras ini tinggi, dan umumnya diolah secara sederhana sehingga kulit arinya masih ada.

Beras putih dan coklat berasal dari varietas yang sama; hanya pengolahannya yang berbeda. Setelah dipanen, beras ditumbuk dengan lesung atau digiling untuk mengupas sekam (kulit beras). Hasilnya, beras kecoklatan.

Berwarna demikian karena masih ada lapisan kulit ari pada biji beras. Kulit ari beras kaya akan berbagai nutrisi seperti vitamin E dan B kompleks serta mineral misalnya potasium. Kandungan seratnya amat tinggi; menjadikan beras coklat sebagai karbohidrat kompleks.

Beras putih yakni beras coklat yang diproses lagi untuk menghilangkan kulit arinya. Lebih indah dilihat, rasanya lebih enak, lembut dan pulen. Beras merah / hitam / coklat terasa kasar dan waktu memasaknya lebih lama.

Ketiga beras tersebut memang lebih sehat, hanya banyak yang tidak menyukai rasanya. “Silakan makan nasi yang enak, hanya porsinya dibatasi sesuai kebutuhan,” kata dr. Dante. Bagi yang menyukai dan sudah terbiasa mengonsumsi beras merah / hitam / coklat, tentu lebih baik.

Diabetes akan dialami seumur hidup; jangan menyiksa diri dengan mengharuskan makan nasi dengan rasa yang tidak disukai, serta menghitung dan menimbang kalori makanan. Dr. Dante menekankan, makanlah seperti biasa; diet sebisa mungkin, jangan sampai tersiksa.

Yang penting, perhatikan 3J: jadwal, jenis dan jumlah makanan. “Pengobatan dan lifestyle diabetes bukan artifisial (dibuat-buat). Harus bisa selaras dengan kehidupan sehari-hari; hanya butuh penyesuaian. Yang penting be wise dan enjoy dengan diabetes,” tuturnya

Beras Coklat Organik

Beras Coklat Organik

Beras Coklat Organik- Kita sering abai dengan makanan yang mengandung zat pestisida. Sayur dan buah adalah di antaranya.

Padahal zat pestisida sangat berbahaya jika terus masuk ke dalam tubuh. Zat pestisida yang terkandung dalam sayur dan buah dapat menyebabkan penyakit seperti obesitas, diabetes dan kanker.

Berikut ini manfaat yang bisa kamu dapatkan jika mengonsumsi sayuran  organik:

Antioksidan

Pada dasarnya sayur dan buah memiliki kandungan antioksidan yang berguna untuk kesehatan tubuh. Khusus untuk kedelai, terdapat zat insoflavon yang bermanfaat untuk memperbaiki dan mencegah sel tubuh yang rusak.

Beras Coklat Organik Mencegah Penyakit Jantung

Zat isoflavon dalam tubuh tidak hanya berfungsi sebagai peremajaan sel, tapi juga mengurangi kolestrol “jahat” yang mampu membekukan darah. Pembekuan pada darah inilah yang menyebabkan penyakit stroke dan jantung.

Beras Coklat Organik Mencegah Kanker

Isoflavon juga bertindak sebagai zat antikanker. Zat ini akan melindungi tubuh dari kanker seperti di rahim, payudara dan prostat.

Beras Coklat Organik Mengontrol Berat Badan

Kandungan serat yang tinggi dalam kedelai dapat membuat kita tidak mudah lapar. Indeks glisulin yang terdapat dalam kedelai mampu mengontrol gula darah dan fluktuasi insulin.

Tidak sedikit orang yang menganggap bahwa makanan organik sama dengan makanan alami. Padahal, kedua makanan ini memiliki perbedaan yang tergolong signifikan, lho!

Agar Anda tidak bingung, berikut penjelasan singkat mengenai perbedaan makanan organik dan makanan alami:

Makanan Organik

Makanan organik adalah produk nabati atau hewani yang diproduksi dan diolah tanpa melakukan perubahan kimiawi atau sintetik dalam bentuk apa pun. Dengan kata lain, makanan jenis ini tidak mengandung zat sintetik untuk pestisida, penyubur, atau zat lain dalam produksinya.

Selain yang sudah disebutkan, produksi makanan organik juga tidak boleh sembarangan. Ada aturan-aturan dari badan pengawas produksi makanan di negara tempat produksinya. Misalnya, produksi makanan organik di Indonesia harus memenuhi sederet aturan yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI).

Makanan Alami

Penggunaan istilah ‘alami’ pada makanan ini belum tentu sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Meski jenis makanan ini juga menggunakan bahan sintetik sangat minimal, tidak ada standar yang mengatur pengolahannya.

Lalu, mana yang terbaik? Makanan organik dan makanan alami, keduanya dapat bermanfaat bagi kesehatan. Anda dapat menyertakan makanan-makanan tersebut dalam menu sehari-hari untuk menjalani diet yang sehat.

Sekarang Anda sudah tahu ‘kan bedanya makanan organik dan makanan alami? Untuk lebih meyakinkan Anda tentang status keamanan produk makanan organik, Anda bisa dengan mudah memeriksanya dengan memasukkan nomor registrasi produk tersebut pada situs BPOM RI

Yang perlu kita catat baik-baik rata-rata makanan sehat itu asalnya dari bahan-bahan yang organik. Tetapi biaya menghasilkan sayur, buah, beras, dan bahan makanan lain yang organik itu tidaklah kecil. Alias mahal. Kenapa ?

  1. Bebas pestisida

Sudah menjadi rahasia umum kalau makanan organik itu pasti lebih sehat. Soalnya produk organik itu bebas pestisida dan pupuk sintesis. Petani organik hanya memakai kompos atau pupuk kandang. Artinya, nggak bakalan ada logam berat yang masuk dan membahayakan tubuh.

Sejatinya, kompos atau pupuk kandang untuk tanaman organik itu lebih mahal. Tapi, karena petani organik itu sayang sama kita, jadi mereka nggak sungkan menguras kantong untuk membelinya.

Nah, karena manusia itu pada dasarnya harus saling mengasihi, jadi kita membalas kasih sayang ini dengan membeli produk mereka tanpa mengeluh. Apalagi kalau kamu penggemar produk sehat dan organik. Hehe.

  1. Sertifikat organik

Salah satu yang bikin makanan sehat itu lebih mahal adalah karena pihak pembudidaya diwajibkan memiliki sertifikat organik. Nah, untuk mengurus biaya sertifikasi pangan organik ini, satu kelompok petani harus membayar Rp15 – 30 juta! Dan masa berlakunya pun relatif pendek, yaitu tiga tahun. Biaya memperpanjang sertifikasi itu bisa mencapai Rp12 juta.

  1. Biaya Produksi

Makanan sehat atau organik itu biasanya memiliki kemasan yang berbeda dari produk konvensional yang diproduksi secara masal dan menggunakan plastik. Sedangkan produk organik menggunakan kemasan yang berbeda. Misalnya, dari bahan kaca dan dapat didaur ulang. Makanya biaya produksinya pun jadi lebih tinggi.

  1. Standar tinggi

Khusus untuk produk daging, misalnya, peternak organik biasanya memberlakukan standar yang lebih tinggi dalam membudidayakan hewan ternak. Misalnya, dari kesejahteraan hewan itu sendiri. Biasanya, peternakan organik memberi pakan yang juga organik. Dan harganya juga bisa dua kali lipat dibandingkan dengan pakan biasa.

  1. Lebih banyak tenaga kerja

Untuk menekan biaya produksi, banyak petani atau pertanian konvensional yang memakai zat kimia dan pestisida. Tujuan lainnya adalah efisiensi dan agar pekerjaan lebih cepat selesai.

Akan tetapi, cara kerja petani organik itu berbeda, guys. Karena rohnya adalah bebas pestisida, pertanian organik membutuhkan lebih banyak tenaga kerja untuk menyiangi rumput liar, membersihkan air, ataupun memulihkan tanaman dari kontaminasi pestisida.

 

 

Beras Coklat untuk Diabetes

Beras Coklat untuk Diabetes

Beras coklat untuk diabetes– Sebagai penderita penyakit diabetes, tentu memiliki banyak sekali aturan supaya penyakit tersebut bisa disembuhkan, salah satu aturannya yaitu dengan mengkonsumsi jenis makanan yang tepat. Kemudian teman-teman pasti akan bertanya, jenis makanan seperti apa yang tepat? Jenis makanan yang baik dan tepat untuk dikonsumsi penderita diabetes yang pasti adalah makanan yang tidak akan menyebabkan semakin naiknya kadar gula dalam darah secara drastis atau signifikan.

Bagi masyarakat Indonesia, tentu sangat susah menghindari makanan yang memiliki kadar gula. Dimana salah satu kadar gula tersebut didapatkan oleh bahan makanan yang tinggi karbohidrat seperti beras putih.

Beras putih menjadi makanan wajib masyarakat Indonesia, sehingga upaya menghindari bahan makanan yang memiliki kadar gula rendah cukup susah. Padahal sebenarnya nasi yang berasal dari beras putih merupakan bahan makanan yang memiliki kadar indeks glikemik yang tinggi, dimana hal tersebut mengindikasikan bahwa beras putih mampu memicu terjadinya resiko penyakit diabetes.

Namun kebiasaan mengkonsumsi beras putih tersebut bisa disiasati demi untuk tetap mendapatkan asupan karbohidrat tanpa harus takut memperparah penyakit diabetes yang sedang anda derita. Sebuah penilitian yang dilakukan oleh rice research institute and CSIRO’s food future, mengemukakan pernyataan bahwa terdapat beberapa jenis beras yang memiliki kadar indeks glikemiks rendah yang tidak membuat terjadi kenaikan gula darah dalam tubuh setelah mengkonsuminya. Salah satu jenis beras tersebut adalah Beras Coklat Organik.

Beras Coklat Untuk Diabetes

Beras coklat organik merupakan salah satu jenis beras yang memiliki kadar indeks glikemik sangat rendah, sehingga bagus sekali dikonsumsi penderita diabetes. Dengan mengkonsumsi beras coklat organik sebagai pengganti beras putih, mampu menurunkan resiko terjadinya penyakit diabetes tipe dua hingga 16%. Selain beras coklat organik, ada beberapa varian beras lainnya yang jga memiliki indeks glikemik rendah diantaranya beras merah dan beras hitam. Beras coklat untuk diabetes.

Jika dibandingan dengan beras putih, tentu saja beras coklat organik memiliki banyak keunggulan untuk menjaga kesehatan tubuh dari berbagai macam penyakit seperti penyakit kanker. Keunggulan dari beras coklat didapatkan dari banyaknya nutrisi yang terkandung didalamnya, seperti kandungan serat, fitokimia, vitamin, mineral, indeks glikemik rendah dan masih banyak lagi yang lainnya. Beras coklat untuk diabetes.

Beras coklat organik sendiri merupakan beras yang dalam proses budidaya nya tidak menggunakan campur tangan bahan kimia melainkan murni secara organik. Sehingga kualitasnya benar-benar terjaga. Beras coklat untuk diabetes.

Jika anda penderita diabetes, maka ada baiknya jika untuk tidak mengkonsumsi beras putih untuk mencukupi asupan karbohidrat dalam tubuh tapi gunakanlah beras coklat organik. Beras coklat untuk diabetes.

 

Beras Coklat Untuk diabetes 2

Beras Coklat Untuk diabetes 2

Berbeda dengan beras putih yang telah mengalami proses penggilingan, pemolesan dan telah hilang bagian kulit arinya, maka beras coklat masih memiliki bagian kulit ari dan tidak mengalami proses pemolesan, karena itu warnanya tetap coklat. Dengan tidak melalui proses penggilingan dan pemolesan seperti beras putih, maka beras coklat masih memiliki kandungan vitamin yang lengkap, serat alami, mineral, antioksidan serta kandungan nutrisi lain.

Sebuah jurnal kesehatan The Archives of Internal Medicine

Menunjukkan bahwa mengonsumsi beras coklat dua kali (atau lebih) dalam seminggu dapat mengurangi risiko terkena diabetes tipe 2 dibanding mereka yang hanya mengonsumsi beras coklat satu kali dalam sebulan. Selain itu, konsumsi beras putih yang tinggi, lima kali (atau lebih) dalam seminggu akan meningkatkan risiko terkena diabetes tipe 2 dibandingkan mereka yang hanya mengonsumsi beras putih sekali dalam sebulan.

Seberapa besar makanan dapat meningkatkan kadar gula darah dinyatakan dengan indeks glikemik. Nasi adalah sumber karbohidrat di mana kandungan glukosa dalam nasi akan diubah menjadi energi bagi tubuh. Sayangnya nasi adalah salah satu bahan makanan yang memiliki indeks glikemik tinggi. Namun berbeda dengan beras diabetes dari ekafarm yang memiliki indeks glikemik hanya 51.

Tetapi ada kabar baik untuk penderita diabetes. Ternyata di dunia ini ada banyak jenis nasi dengan kadar indeks glikemik yang bervariasi. Beras dengan indeks glikemik rendah (55 atau kurang) dicerna lebih lambat, sehingga tidak menyebabkan kenaikan gula darah setelah makan.

Beras coklat organik adalah salah satu jenis beras dengan indeks glikemik rendah. Mengonsumsi dua atau lebih porsi beras coklat per minggu dikaitkan dengan rendahnya risiko diabetes.

Dibandingkan beras putih, beras coklat organik lebih unggul karena kaya akan kandungan serat, mineral, vitamin, dan fitokimia, dan tentu saja tidak menghasilkan peningkatan kadar gula darah signifikan setelah makan.

Beras organik diolah dengan cara yang sehat dan melalui semua proses yang diharuskan dalam budidaya tanaman organik. Di pasaran, banyak produk yang diklaim sebagai beras organik. Untuk menjamin kualitas beras organik yang kita beli, pilihlah yang sudah memiliki sertifikat organik.

Dengan pilihan sehat pada beras coklat organik, penderita diabetes tidak harus menghindari makan nasi sama sekali. Karena fakta berbicara, ada beberapa jenis karbohidrat yang dapat dijadikan pilihan untuk pola makan seimbang dan menyehatkan untuk penderita diabetes. Penderita diabetes hany harus fokus pada porsinya.

Sampai saat ini Indeks glikemik dapat dijadikan panduan dalam pemilihan jenis nasi yang sehat. Namun tetap harus diingat bahwa setiap penderita diabetes memiliki respon berbeda terhadap makanan.

Yuk Sayangi diri anda
Beras Coklat Untuk Diabetes

Beras Coklat Untuk Diabetes

Satu lagi yang penting anda tahu soal beras coklat. Beras istimewa ini bisa menurunkan Resiko Diabetes Type 2

Beras coklat dan whole grains lainnya itu adalah suatu sumber yang kaya akan magnesium, suatu mineral yang bertindak sebagai co-faktor untuk lebih dari 300 enzim, termasuk enzim-enzim yang terlibat di dalam pemanfaatan glucose dan pengeluaran insulin.

FDA mengijinkan makanan-makanan yang mengandung setidaknya 51% whole grain menurut berat (dan juga rendah dalam lemak, lemak saturated dan kolesterol) untuk menampilkan suatu klaim kesehatan yang menyatakan mengonsumsinya itu berhubungan dengan pengurangan resiko penyakit jantung dan kanker tertentu.

Dan saat ini, para peneliti juga menyarankan mengonsumsi whole grains secara rutin itu juga mengurangi resiko diabetes type 2. van Dam RM, Hu FB, Diabetes Care).

Dalam percobaan selama 8 tahun ini, yang melibatkan 41.186 peserta dari Black Women’s Health Study, data peneliti mengonfirmasi hubungan terbalik antara magmesium, kalsium dan sumber-sumber makanan utama dengan diabetes type 2 yang sudah dilaporkan pada sebagian besar populasi orang kulit putih.

Resiko diabetes type 2 itu 31% lebih rendah pada wanita kulit hitam yang rutin mengonsumsi whole grain, dibanding mereka yang paling sedikit mengonsumsi makanan-makanan yang banyak mengandung magnesium ini.

Saat asupan makanan magnesium saja dari para wanita ini yang analisa, suatu pengurangan bermanfaat, tapi lebih rendah (19%) dalam resiko diabetes type 2 itu ditemukan, yang mengindikasikan bahwa whole grains itu menawarkan manfaat-manfaat khusus dalam pengontrolan gula darah.

Konsumsi harian dari makanan-makanan dairy rendah lemak juga membantu, menurunkan resiko diabetes type 2 sebanyak 13%.

Pudding beras—yang bisa segera dibuat hanya dengan menambahkan susu rendah lemak, kayu manis, kismis sedikit magu dan 1/4 sendok jus orange ke dalam satu cup beras, kemudian di masak pada suhu menengah selama 5 menit—itu adalah suatu cara yang lezat untuk menikmati beras dan dairy.

Menyehatkan Tulang

Magnesium, gizi lain yang terdapat di dalam beras coklat, di dalam berbagai studi telah tampak membantu mengurangi tingkat keparahan asthme, menurunkan tekanan darah, dan mengurangi frekuensi sakit kepala migraine, dan mengurangi resiko serangan jantung dan stroke.

Bagaimana magnesium bisa melakukan hal itu?

Magnesium membantu mengatur kekencangan syaraf dan otot dengan menyeimbangkan aksi kalsium. Di banyak cell syaraf, magnesium bertindak sebagai channel blocker kalsium, yang mencegah kalsium agar tidak terburu-buru masuk ke dalam cell syaraf lalu mengaktifkan syaraf.

Dengan menghalangi jalan masuk kalsium, magnesium menjaga syaraf-syaraf kita (dan saluran darah serta otot-otot) agar tetap rileks.

Namun, jika diet kita terlalu sedikit menyediakan magnesium, kalsium bisa bebas keluar masuk, dan cell-cell syaraf bisa menjadi terlalu aktif, mengirimkan terlalu banyak pesan dan menyebabkan kontraksi yang berlebihan.

Sehingga, kekurangan magnesium bisa berkontribusi pada tekanan darah tinggi, otot kejang (termasuk kejang otot jantung dan airways symptomatic of asthma), dan sakit kepala migraine, juga kram, tekanan, nyeri otot dan keletihan.

Tapi semua itu baru sebagian dari semua yang bisa dilakukan oleh magnesium untuk anda. Magnesium, juga kalsium, itu diperlukan untuk kesehatan tulang. Sekitar 2/3 dari magnesium di dalam tubuh itu ditemukan di dalam tulang.

Sebagian magnesium membantu memberikan struktur pada tulang, sedangkan sisanya ditemukan pada permukaan tulang, sebagai simpanan untuk digunakan saat tubuh membutuhkannya.

Beras coklat bisa membantu anda untuk mengganti simpanan-simpanan tersebut dan siap untuk memenuhi kebutuhan tubuh anda. Satu cup beras coklat akan memberikan anda 21% dari nilai harian untuk magnesium.

Selain menyuplai niacin, beras coklat juga mungkin membantu meningkatkan level nitric oxide, suatu molekul kecil yang diketahui mampu meningkatkan pembesaran saluran darah dan menghambat kerusakan oxidative (radikal bebas) dari kolesterol dan adhesi dari cell-cell darah putih ke dinding vascular (dua langkah penting dalam pengembangan plak-plak atherosclerotic).

Sebuah studi yang dipublikasikan dalam British Journal of Nutrition menyiratkan bahwa diet yang tinggi dalam protein beras itu bisa membantu melindungi terhadap atherosclerosis dengan cara meningkatkan level darah nitric oxide.

Tikus yang diberi protein beras dan kedele itu jauh lebih baik. Dalam mencoba untuk memahami alasannya, para peneliti mengevaluasi level nitric oxide.