fbpx

Kaitan Kanker Payudara dan Pestisida

Pestisida dan Kanker Payudara

Kaitan Kanker Payudara dan Pestisida – Di seluruh dunia, kanker payudara merupakan kanker yang paling umum terjadi pada perempuan. Menurut World Health Organization (WHO), kanker payudara adalah salah satu kanker yang paling sering terjadi pada wanita di Indonesia. Kanker payudara muncul ketika sel-sel kanker tumbuh dari jaringan payudara yang meliputi lobulus (kelenjar susu) dan saluran payudara, beserta lemak dan jaringan ikat. Dikutip dari Reuters, para peneliti mengikuti 9.300 perempuan yang lahir mulai dari 1959 sampai 1967, ketika penggunaan DDT tersebar luas. Anak perempuan memiliki risiko kanker payudara empat kali lebih besar jika mereka terkena salah satu bentuk insektisida dalam rahim.

Sekarang ini bukan suatu hal yang baru lagi jika banyak para petani sekarang ini menggunakan bahan kimia, seperti pestisida, herbisida, fungisida dan disenfektan untuk membasmi penyakit dan hama tanaman. Ketika zat-zat semacam itu digunakan, residu yang terkandung di dalamnya dapat berisiko mengakibatkan kanker bagi manusia. Salah satu nya yaitu kanker payudara.

DDT (produk insektisida)

Perempuan dewasa yang lahir dari perempuan terkena pestisida DDT (produk insektisida) selama kehamilannya berisiko mengembangkan kanker payudara, berdasarkan sebuah penelitian. Anak perempuan memiliki risiko kanker payudara empat kali lebih besar jika mereka terkena salah satu bentuk insektisida dalam rahim.

Bentuk pestisida yang dikenal sebagai DDT berperilaku seperti hormon estrogen, yang memberikan sinyal ke sel-sel payudara untuk tumbuh dan membelah. Dalam penelitian yang dilakukan pada hewan, bentuk DDT dikaitkan dengan jenis kanker payudara yang dipicu oleh estrogen.

Paparan DDT pada bayi di rahim juga dikaitkan dengan diagnosis tumor ganas, dan penyakit ganas yang disebut dengan HER2 (human epidermal growth factor receptor 2), jenis gen yang berperan besar dalam pertumbuhan kanker payudara.

Ketika zat-zat semacam itu digunakan, residu yang terkandung di dalamnya dapat berisiko mengakibatkan kanker bagi manusia. Bahkan sisa-sisa residunya juga mampu bertahan lebih lama ketika tertiup angin dan masuk ke dalam rumah atau tempat tinggal. Menurut Environmental Protection Agency (EPA), tingkat bahaya residu tersebut lebih tinggi ketika sudah masuk dan ‘mengendap’ di dalam rumah daripada di luar ruangan, karena kapan saja, setiap orang yang masuk atau tinggal di rumah tersebut akan menerima efek secara perlahan.

Baca juga : Bahaya GMO

Pestisida Membuat Kanker Payudara

Tidak hanya itu saja, sisa residu yang masih menempel di tanaman yang dijual di pasar atau juga di supermarket juga akan tetap ada walaupun sudah dicuci atau dimasak. Dengan mengonsumsi makanan yang sudah tercemar bahan kimia tersebut, maka ketika dikonsumsi, bakteri baik di dalam tubuh akan dilemahkan dan membuat sistem pencernaan serta sistem imun melemah. Jika sistem imun melemah, maka akan ada banyak risiko serangan penyakit yang akan didapatkan seseorang.

Oleh karenanya, sekarang ini banyak orang yang mulai beralih mengonsumsi makanan yang diproduksi dengan cara organik atau tidak menggunakan bahan kimia. Salah satu nya makanan yang harus di ganti adalah beras. Beras merupakan makanan pokok sehari-hari, jadi mulai sekarang mulailai ganti beras Anda dengan beras organik.

EKA FARM hadir untuk memenuhi kebutuhan Anda, Eka Farm menyediakan beras organik yang tentunya aman untuk kesehatan.

Untuk lebih lanjutnya bisa klik disini BERAS ORGANIK.

Atau ingin order langsung, silahkan KLIK DISINI

Beras Hitam Organik, Bahan Pangan nan Lezat dengan Sejuta Manfaat Tersembunyi

BERAS HITAM ORGANIK—Mungkin Anda sedikit bingung dengan beras yang satu ini. Meski warnanya sama-sama hitam, beras hitam dan ketan hitam ternyata berbeda lho. Pun demikian dengan kandungan nutrisinya. Dibanding ketan hitam, beras hitam memiliki tekstur yang lebih mirip dengan beras putih biasa.

Membedakannya juga mudah kok. Jika dipotong secara melintang, ketan hitam akan terlihat warna putih susu dan akan lengket seperti ketan saat dimasak. Sedangkan beras hitam akan terlihat jernih, pun jika dimasak akan sedikit pera (tidak pulen) dibandingkan beras biasa. Apakah beras hitam juga memiliki manfaat kesehatan seperti yang ditemukan pada beras jenis lain? Tentu saja.

Berikut manfaat beras hitam organik bagi kesehatan.

Mencegah Kanker

Pakar kesehatan menemukan fakta bahwa beras hitam mengandung zat antosianin yang cukup tinggi. Antosianin merupakan jenis antioksidan aktif yang sangat diperlukan tubuh dalam menangkal radikal bebas penyebab utama timbulnya penyakit kanker.

 “Setidaknya ada setiap tahun ada 13.000 orang meninggal di seluruh dunia karena kanker yang sebenarnya bisa dicegah sejak dini.”

Baca Juga : Yuk obati kanker dengan beras hitam

Mencegah Diabetes

Dibandingkan dengan beras jenis lain, manfaat beras hitam lainnya adalah memiliki kandungan kalori terendah, yakni sekira 362 kkal per 100 gram. Kandungan kalori ini berbanding lurus dengan indeks glikemik.

Indeks glikemik adalah angka yang menujukkan seberapa besar suatu makanan bisa meningkatkan kadar gula dalam darah setelah dikonsumsi. Nah, semakin tinggi indeks glikemik, maka semakin potensial-lah suatu makanan untuk memicu kenaikan gula darah.  Jadi, beras hitam merupakan pilihan yang tepat bagi Anda yang memiliki riwayat keluarga diabetes.

Mencegah Penyakit Jantung

Rasa pera (tidak pulen) pada beras hitam ketika dimakan merupakan hasil dari tingginya serat yang terkandung dalam beras ini. Kadar serat yang tinggi inilah yang sangat bermanfaat dalam menjaga kesehatan jantung sebagai organ tubuh paling vital.

Mengatasi Anemia

Anda yang sering merasa lemas karena kurang darah (anemia) sepertinya harus mulai mengonsumsi beras hitam organik. Beras hitam sendiri diketahui mengandung zat besi yang cukup tinggi. Zat besi inilah yang berperan dalam pembentukan sel darah merah (hemoglobin) dalam tubuh.

Selain 4 manfaat beras hitam di atas, beras hitam masih menyimpan segudang manfaat yang sangat baik buat kesehatan. Karenanya, jangan ragu untuk menggeser menu di meja makan Anda dengan beras hitam. Jika berminat, beras hitam juga bisa diperoleh di reseller kami yang tersebar di banyak kota  lho. Selamat menerapkan pola hidup sehat!

Baca juga : Mengatasi anemia pada ibu hamil

AYAH-BUNDA, SELAMATKAN ANAK DARI LEUKIMIA

Ayah- Bunda, Selamatkan anak dari Leukimia- Tahukah Ayah dan Bunda jika leukemia pada anak merupakan suatu jenis penyakit keganasan tersering? Angka kejadian leukemia di Indonesia adalah tigaperempat  kasus dari seluruh kasus keganasan pada anak.

Ayah- Bunda, Selamatkan anak dari Leukimia- Leukemia adalah kanker sel darah putih atau leukosit. Kanker ini menyerang sumsum tulang karena disanalah leukosit diproduksi. Akibat kanker ini, maka sumsum tulang didominasi oleh sel-sel kanker tersebut, akibatnya fungsi sumsum tulang terganggu.

Sumsum tulang terletak di rongga tulang yang berfungsi sebagai tempat produksi komponen-komponen darah, seperti sel darah merah, trombosit dan sel darah putih. Penyakit leukemia menyebabkan fungsi sumsum tulang terganggu, sehingga seluruh kegiatan produksi darah (hematopoesis), yaitu : pembetukan sel darah merah (eritropoesis), pembentukan sel limfosit (limfopoesis), pembentukan trombosit (trombopoesis) dan granulopoesis mengalami gangguan.

Anak yang menderita sakit ini akan mengalami anemia, mudah mengalami perdarahan dan mudah terkena infeksi. Akibat adanya gangguan sistem pembentukan darah, maka dapat muncul bermacam – macam gejala, seperti :

Pucat (anemia)

Pucat pada anak disebabkan oleh kurangnya sel darah merah. Gejala ini dapat diwaspadai oleh orangtua dengan melihat apakah bibir anak pucat atau tidak.

Perdarahan

Perdarahan pada anak dapat berupa lebam di kulit, mimisan ataupun berupa bercak merah sebagai tanda adanya perdarahan. Perdarahan ini disebabkan oleh trombositopenia atau trombosit kurang dari jumlah normal (<150.000/µL). Semakin rendah trombosit semakin tinggi risiko perdarahan.

Mudah terinfeksi

Sel leukosit yang diproduksi sumsum tulang bukanlah leukosit yang normal, sehingga tidak dapat berfungsi dengan baik. Hal ini menyebabkan anak mudah terinfeksi kuman maupun virus.

Demam

Sel kanker dapat menyebabkan demam karena ada pelepasan zat-zat peradangan (sitokin inflamasi) sehingga menyebabkan demam. Selain itu, demam juga sering disebabkan karena adanya infeksi akibat kekebalan yang menurun.

Nyeri tulang/sendi

Nyeri yang dirasakan pada anak merupakan manifestasi dari adanya infiltrasi (penyebaran) sel-sel kanker yang masuk kedalam permukaan tulang maupun sendi. Selain nyeri, leukemia pada anak juga menyebabkan bengkak di daerah persendian.

Pembesaran organ (organomegali)

Pembesaran organ atau organomegali disebabkan oleh sel kanker yang menyebar ke hati, limfa, kelenjar getah bening ataupun organ lain. Pembesaran ini sering ditemukan secara tidak sengaja ketika dokter sedang melakukan pemeriksaan fisik.

Kloroma

Kloroma adalah salah satu tanda khas dari leukemia yang berupa bercak kehitaman pada kulit. Gejala ini merupakan salah satu tanda adanya infiltasi sel kanker ke dermis, subdermis atau epidermis pada kulit.

Hiperleukositosis

Pada keadaan tertentu anak dapat mengalami kenaikan jumlah sel leukosit yang sangat tinggi, yaitu lebih dari 100.000/µL. Hiperleukositosis ini dapat menyebabkan komplikasi atau penyakit penyerta berupa kejang, sesak, perdarahan pada paru, otak maupun ginjal.

Anak – anak yang memiliki gejala di atas, perlu segera diperiksa oleh dokter spesialis anak untuk pemeriksaan dan konfirmasi diagnosis lebih lanjut.

Pada anak, adanya leukemia sering kali terdeteksi secara tidak sengaja, yaitu baru diketahui ketika anaknya berobat untuk keluhan lain seperti demam, atau batuk dan pilek.

Namun, setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter ternyata ditemukan gejala lain, seperti anak tampak pucat, atau adanya pembesaran organ yang tidak diketahui oleh orangtua sebelumnya. Hal ini membuat kebanyakan pasien leukemia datang terlambat untuk berobat.

Apa yang harus dilakukan oleh orangtua di rumah?

  1. Selalu memperhatikan kondisi anak, apakah terdapat gejala-gejala seperti diatas atau tidak.
  2. Apabila ada keluhan tersebut maka segera bawa anak ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

Faktor risiko pada anak

Berbeda dengan orang  dewasa yang lebih banyak dipengaruhi oleh gaya hidup, pada anak faktor lingkungan dan faktor genetik menjadi penyebab utama leukemia. Berikut ini beberapa faktor yang meningkatkan risiko seorang anak menderita penyakit leukemia:

  1. Faktor genetik.

Adanya kelainan genetik yang diketahui merupakan salah satu keadaan yang ditemukan pada leukemia. Hal tersebut diturunkan oleh orangtua, baik secara langsung maupun tidak. Pada anak dengan riwayat penyakit kanker pada keluarga memiliki risiko keganasan apapun jenisnya, termasuk leukemia.

  1. Faktor lingkungan.

Faktor lingkungan diduga berperan dalam terjadinya kanker, seperti radiasi, paparan zat kimia, pestisida, insektisisa, polusi udara, dsb.

Jenis–jenis  leukemia

Secara garis besar leukemia dibagi menjadi leukemia akut dan kronis. Leukemia juga dapat digolongkan berdasarkan jenis sel leukosit yang terlibat, yaitu leukemia limfoblastik dan mieloblastik. Pada anak leukemia yang paling banyak ditemukan adalah jenis leukemia limfoblastik akut (LLA).

Selain leukemia akut, terdapat juga jenis leukemia kronik. Leukemia kronik dibagi menjadi dua, yaitu leukemia mieloblastik kronik (LMK) dan leukemia limfositik kronik (LLK). Pada anak leukemia mieloblastik kronik (LMK) yang banyak ditemukan, sedangkan jenis leukemia limfositik kronik (LLK) pada anak jarang sekali.

Prognosis leukemia pada Anak

Ayah- Bunda, Selamatkan anak dari Leukimia- Keberhasilan pengobatan leukemia tergantung dari jenis leukemia dan stratifikasi risikonya. Penderita leukemia yang memiliki risiko tinggi, semakin kurang baik pula prognosisnya.

Di Indonesia dilaporkan angka sintasan atau tingkat kelangsungan hidup anak yang menderita leukemia limfositik akut (LLA) sebesar 70 – 80 %. Namun, harus diingat bahwa selalu ada risiko kambuh, yaitu kembalinya tanda dan gejala penyakit setelah mengalami remisi (sembuh).

Diagnosis dini melalui pemeriksaan oleh dokter dan pengobatan yang tepat dapat memberikan prognosis yang baik. Ingat, selalu konsultasikan keluhan anak Anda ke dokter di fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

Apa Bedanya Angkak dan Beras Merah Lokal

Angkak

 

Saya menemukan sebuah artikel yang membahas tentang khasiat Angkak, beras merah asal China. Setelah saya baca dengan cermat, ternyata Angkak, adalah sebuah produk obat herbal. Karena Angkak adalah beras putih biasa yang menjalani proses fermentasi bersama jamur Monascus purpureus, sehingga memperoleh warna merah tua keunguan khas yang dikenal oleh banyak orang. Beras merah ini telah digunakan oleh masyarakat Cina dan hampir seluruh komunitas Asia di seluruh dunia sebagai pengawet makanan, agen pewarna makanan, campuran rempah masakan, dan juga bahan dalam anggur beras.

Di samping pamornya dalam dunia kuliner, beras Angkak juga telah digunakan selama berabad-abad dalam pengobatan tradisional Cina yang dipercaya bermanfaat untuk meningkatkan sirkulasi darah dan mengurangi gangguan pencernaan, seperti diare. Dan sejumlah lembaga kesehatan, belum merekomendasi Angkak sebagai obat. Dan sebagai produk beras, Angkak adalah beras biasa, bukan beras merah yang memang secara genetis, merah.

Kenapa Harus Angkak

Kita selalu saja takjub dengan barang import. Termasuk beras merah “buatan” asal China itu. Yang ditawarkan ke publik dengan segala kehebatannya menyembuhkan banyak penyakit. Tetapi kita abai, pada beras merah asli, berasa merah yang sejak nenek moyang kita dahulu telah dipilih menjadi bagian dari bahan makanan bekhasiat karena menyehatkan.

Beras merah “warisan leluhur “ tersebut akan lebih meningkat lagi manfaatnya ketika  proses penanaman, perawatan, panen dan pasca panennya, diolah dengan cara-cara organik. Seperti yang dilakukan oleh Eka Farm, Bantul, Yogyakarta. Beras ini ditanam di tanah yang telah diolah secara organik selama minimal satu tahun dan terbebas dari bahan kimia. Irigasinya dilakukan dengan pengairan yang bebas dari logam berat dan residu bahan kimia, dipupuk dengan 100% pupuk organik, dan hama penyakit dikendalikan dengan musuh alami (agensi hayati) tanpa menggunakan pestisida.

Maka, kemudian menghasilkan beras merah organik super dan  menjadi pilihan produk yang menyehatkan dan dijamin terbebas dari racun bahan kimia. Sehingga  kita tidak perlu heboh dengan beras merah “buatan” yang dimport dari China. Mari kita kembali melihat dengan seksama beras merah lokal, yang juga berkhasiat untuk kesehatan.

Siapa Beras Merah?

Beras Merah lokal Ekafarm

Apa Bedanya Angkak dan Beras Merah Lokal merupakan salah satu jenis beras yang memiliki banyak khasiat sebagai obat maupun manfaat-manfaat lain yang menunjang kesehatan.

Sebuah media menyebut, menurut bukti-bukti arkeologi yang dipercaya ahli-ahli sejarah, di China beras telah dikembangkan sebagai makanan pokok semenjak 10.000-80.000 tahun SM, namun baru pada sekitar 3000 tahun SM beras menyebar ke barat, ke India, dan ke tenggara, ke daerah Asia Tenggara. Di Indonesia, fosil beras tertua yang ditemukan berasal dari Sulawesi sekitar 3000 tahun lalu.

Secara Biologi

Secara biologi, beras adalah bagian dari biji padi yang terdiri dari aleuron (lapis terluar bulir padi yang biasanya dibuang dalam proses pemisahan kulit beras), endosperma (tempat sebagian besar pati dan protein beras berada), dan embrio (calon tanaman baru, atau disebut juga sebagai “mata beras”. Dalam satu butir beras mayoritas didominasi oleh pati sebanyak 80-85 %.  Beras juga mengandung protein, vitamin, mineral dan air.

Manfaat antosianin bagi kesehatan antara lain adalah sebagai pelindung lambung dari kerusakan, sebagai penghambat sel tumor, meningkatkan kemampuan penglihatan mata, dan sebagai senyawa anti-inflamasi yang melindungi otak dari kerusakan. Selain itu, beberapa penelitian menyebutkan bahwa senyawa tersebut mampu mencegah obesitas dan baik untuk terapi diabetes, meningkatkan kemampuan memori otak dan mencegah penyakit neurologis, serta menangkal radikal bebas dalam tubuh.

Manfaat Lain Beras Merah

Manfaat beras merah telah diriset pada berbagai penelitian modern, antara lain: sebagai pengganggu penyerapan gula dalam karbohidrat serta mengganggu penyerapan lemak yang masuk bersama makanan; membantu mengatasi gangguan pencernaan, sembelit, perut kembung serta menurunkan kadar kolesterol dalam darah; menjaga berfungsinya sistem syaraf dan jantung.

Beras merah dikenal bisa mencegah penyakit beri-beri, sakit pinggang, reumatik ataupun kesemutan; meningkatkan stamina, memperkuat tubuh dan mengatasi cepat lelah; membantu meremajakan kulit, membuat kulit menjadi lebih halus serta mengatasi alergi.

Yuk obati kanker dengan beras hitam…

Kanker, dengarnya saja kita sudah ngerikan ?.. karena kanker ini adalah penyakit mematikan. seperti banyak kita lihat atau dengar di berita yang menyebutkan bahwa kanker merupakan salah satu penyakit mematikan.

Kanker sendiri ada beberapa macam seperti kanker paru-paru. Mayorita penderitanya mengetahui kondisi tersebut terlambat dan kanker sudah menyebar kebagian tubuh lainnya. Penyebab utama kanker paru-paru ini adalah terekspos asap tembakau untuk jangka panjang, sekitar 80-90%. Tetapi mereka yang tidak merokok juga 10-15% terkena karsioma paru-paru, hal ini terjadi karena ia sering terkena asap rokok dari orang sekitarnya.

Kanker usus besar

(Kolorektal),ada 6 faktor utama yang menyebabkan kanker usus besar yaitu pola makan, obesitas, kurangnya aktivitas fisik, dan merokok, mengkonsumsi daging merah berlebihan serta minum alkohol yang berlebihan

Kanker prostat, seperti halnya kanker payudara pada perempuan, kaum pria sebaiknya waspada dengan kanker prostat. Jenis penyakit ini memiliki gejala yang nyata seperti merasa kesulitan saat buang air kecil atau sakit pinggul dan punggung.

Leukimia (kanker darah). Penyakit ini akan mempengaruhi tulang sumsum yang bertanggung jawab atas formasi sel darah putih yang sehat. Leukimia memicu produksi sel darah putih yang tidak berkembang sehingga terjadi pendarahan, memar, kelelahan dan beresiko lebih besar terkena infeksi.

Kanker pankreas- pankreas adalah organ tubuh yang terletak di belakang lambung. Kadang terjadi pertumbuhan abnormal pada sel di pankreas yang menyebabkan kanker pankreas. Jenis kanker ini mematikan, karena hampir tidak ada gejalanya di tahap awal penyakit dan saat menjalar ke bagian tubuh lain.

Mesothelioma adalah tipe kanker yang langka. Sel mesothelium, jaringan lapisan yang berfungsi sebagai pelindung organ internal tubuh, akan terpengaruh. Akibatnya, bisa merambah ke berbagai organ tubuh sekaligus. Penyebab utama mesothelioma adalah asbestos.

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Zanuar Abidin (Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya) yang menyatakan bahwa beras hitam mampu menyembuhkan penyakit kanker, karena ekstrak etanol beras hitam (Oryza sativa L. Indica) mengandung senyawa antosianin yang mempunyai efek sitotoksik terhadap kanker (Sadeghi- Aliabadi et al. 2012, Lewandowska et al. 2014). Antosianin juga dapat menurunkan aktivitas protein siklin, NF-κB, dan AP1. Ekstrak etanol beras hitam (Oryza sativa L. Indica) juga mengandung senyawa fenol yang dapat mencegah pertumbuhan kanker karena dapat menurunkan aktivitas siklin dan menghambat jalur ERK, JNK, MAPK, NF-

Mengenal Serta Mengetahui Cara Pengobatan Kanker Usus Besar

Mengenal Serta Mengetahui Cara Pengobatan Kanker Usus Besar – Kanker usus besar merupakan jenis kanker yang menyerang organ pencernaan berupa usus besar. Pada dasarnya kanker usus besar dapat menyerang siapa saja, namun kasus yang sering terjadi kanker usus besar diderita oleh lansia yang berumur 60 tahun ke atas. Untuk mengenali keberadaan kanker usus besar sejak dini, anda bisa melihatnya dari beberapa gejal yang ditumbulkannya, seperti :

  • Nafsu makan menurun secara drastic
  • Berat badan semakin rendah
  • Terdapat darah pada kotoran, apabila semakin parah bisa terjadi pendarahan pada bagian anus.
  • Rasa nyeri di bagian perut
  • Frekuensi buang air besar semakin meningkat
  • Tubuh merasa lelah
  • Tekstur kepadatan kotoran (feses) berubah
  • Mengalami diare

Ketika anda merasakan gejala-gejala yang saya sebutkan diatas, alangkah baiknya jika segera melakukan pemeriksaan ke dokter terdekat. Gejala tersebut tidak semuanya akan dirasakan oleh penderita kanker usus besar. Kanker usus dapat sembuh.

Penyebab kanker usus besar

Penyebab utama yang membuat seseorang terserang penyakit kanker usus besar belum diketahui secara pasti, meskipun demikian ada beberapa faktor yang mampu meningkatkan resiko seseorang terserang penyakit kanker usus besar. Berikut beberapa faktor tersebut :

  • Kekurangan serat
  • Konsumsi daging merah yang melebihi batas normal
  • Memiliki kebiasaan buruk seperti merokok dan minum alkohol
  • Obesitas
  • Berumur 60 tahun ke atas
  • Olahraga yang sangat kurang
  • Memiliki penyakit diabetes
  • Mempunyai keturunan (orang tua/saudara) yang menderita kanker usus besar
  • Mempunyai penyakit sistem pencernaan

Kanker usus dapat sembuh anda bisa melakukan beberapa tindakan pencegahan seperti :

  • Rajin berolahraga secara konsisten
  • Mengkonsumsi makanan sehat
  • Selalu menjaga berat badan
  • Mulai berhenti merokok
  • Menghindari atau menghilangkan kebiasaan minum alkohol
  • Mengganti konsumsi beras putih biasa dengan beras coklat organik dari Eka Farm, Karena beras coklat organik dari ekafarm mengandung banyak sekali vitamin, dan anti oksida sehingga dapat melawan sel kanker. Mengkonsumsi beras coklat organik dengan vitamin yang sangat banyak akan sangat membantu mencegah kanker usus dan penyakit lambung lainnya seperti maag.

Beberapa tindakan diatas sangat efektif untuk mencegah kanker usus besar menyerang. Namun, jika kanker tersebut sudah menyerang, maka anda bisa melakukan beberapa cara pengobatan yang dianjurkan oleh dokter, diantaranya :

  • Kemoterapi

Cara pengobatan dengan menggunakan metode kemoterapi akan membunuh sel-sel penyebab kanker usus besar dengan mengkonsumsi obat-obatan tertentu yang telah disarankan oleh dokter. Saat melakukan kemoterapi sangat dianjurkan untuk menjaga pola makan, dengan mengkonsumsi makanan sehat seperti beras coklat yang diproduksi oleh Eka Farm.

  • Radioterapi

Tujuan utama cara pengobatan radioterapi sama dengan kemoterapi yaitu membunuh sel-sel kenker usus besar. Namun pada metode radioterapi tidak menggunakan obat-obatan, melainkan menggunakan pancaran radiasi.

  • Operasi

Operasi sendiri memiliki 2 jenis prosedur yaitu operasi koloneskopi dan kolostomi. Kedua jenis operasi tersebut diterapkan sesuai dengan tingkat keparahan penyakit kanker usus besar itu sendiri. Cukup sekian informasi “Mengenal serta mengetahui cara pengobatan kanker usus besar”, semoga banyak memberikan manfaat. Kanker usus dapat sembuh.

Perempuan, Pestisida dan Resiko Kehilangan Nyawa

Perempuan, Pestisida dan Resiko Kehilangan Nyawa

Dalam beberapa kasus keracunan pestisida langsung, petani dan para pekerja di pertanian lainnya terpapar (kontaminasi) pestisida pada proses mencampur dan menyemprotkan pestisida (Pan AP,2001). Di samping itu masyarakat sekitar lokasi pertanian sangat beresiko terpapar pestisida melalui udara, tanah dan air yang ikut tercemar, bahkan konsumen melalui produk pertanian yang menggunakan pertisida juga beresiko terkontaminasi pestisida.

Pestisida bisa dikatakan sebagai pencetus timbulnya kanker, tingkat kesuburan menurun dan gangguan dari terhadap sistem kekebalan tubuh.

Peran Perempuan di Pertanian yang begitu besar membuat perempuan juga dominan dan paling beresiko terhadap dampak pestisida. Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Badan Pangan Dunia di perserikatan bangsa-Bangsa (FAO), jumlah perempuan yang terlibat di sektor pertanian meningkat dari tahun ke tahun.

Di Malaysia

Para pekerja di Malaysia sangat beresiko terpapar pestisida karena hampir sehari-hari menggunakan pestisida seperti Paraquat, Methamidophos dan Monocrotophos. Akibatnya, petani perempuan dan perempuan buruh perkebunan banyak yang menderita penyakit dan mengalami gangguan kesehatan yang kronis dan akut.

Di India

Di India, pestisida menjadi penyebab utama yang telah membinasakan Hidup penduduk desa Kasargod, Kerala.  Akibatnya penduduk desa di sekitar perkebunan menderita berbagai macam penyakit dan menderita gangguan kesehatan akibat terpapar pestisida endosulfan.

Pada umumnya adalah gangguan terhadap sistem reproduksi perempuan, seperti kanker rahim dan kanker payudara.  Ditemukan fakta anak-anak yang dilahirkan mengalami cacat fisik, keterlambatan mental, serta kekebalan tubuh rendah. Mereka mengeluh mengalami gangguan mual, gangguan usus, sakit dada, sulit bernafas, infeksi kulit, ganguan penglihatan dan ganguan hormonal.

Sehingga hanya beberapa kasus keracunan pestisida maupun gangguan yang dialami yang disebabkan dampak pestisida yang terungkap. Beberapa dari kasus gangguan terpapar pestisida yang ditemukan ternyata sebagian besar penderitanya adalah petani perempuan.

Perempuan yang terkena pestisida masa awal kehamilan dapat mengakibatkan cacat pada bayi.

Bagaimana Mencegah Kanker Serviks???

Menurut WHO, ada dua tindakan yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya kanker serviks, yaitu tindakan pencegahan primer (utama) dengan pemberian vaksin HPV dan tindakan pencegahan sekunder melalui deteksi dini dengan melakukan tes Pap.

Penyebaran kanker serviks juga dapat diketahui dengan tindakan sekunder yaitu melalukan deteksi dini dengan melakukan tes Pap. Tes Pap – atau dikenal juga sebagai Pap Smear – merupakan uji ginekologi yang membantu mendeteksi sel abnormal pada lapisan serviks sebelum mereka memiliki kesempatan menjadi prakanker serviks dan selanjutnya berkembang menjadi kanker. Apabila hasil Tes Pap dinyatakan positif terhadap adanya sel abnormal pada lapisan serviks, maka tindakan terapi dapat dilakukan untuk mencegahnya menjadi kanker.

Tindakan pencegahan primer dengan pemberian Vaksin HPV

Tindakan primer atau yang terpenting untuk mencegah terjadinya kanker serviks adalah melalui vaksinasi HPV. Vaksinasi HPV membuat tubuh membentuk antibodi terhadap virus HPV, sehingga virus yang masuk akan mati dan tidak sampai menimbulkan kanker serviks.

Vaksin HPV dapat melindungi dari HPV tipe 6,11,16,18. HPV tipe 16 dan 18 penyebab 70% kanker serviks di seluruh dunia. HPV tipe 6 dan 11 menyebabkan kutil kelamin (genital warts). Vaksinasi HPV membuat tubuh membentuk antibodi terhadap virus HPV sehingga virus yang masuk akan mati dan tidak sampai menimbulkan kanker serviks serta kutil kelamin.

Siapa saja yang boleh menerima vaksinasi HPV?

Vaksin HPV dapat diberikan kepada anak-anak laki dan perempuan mulai usia 9 tahun; bagi perempuan dewasa bahkan bisa diberikan sampai usia 55 tahun. Dianjurkan untuk memberikan vaksin HPV pada anak sejak usia dini untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Apakah vaksin untuk kanker serviks efektif?

Vaksin HPV adalah vaksin inaktif (berisi protein serupa struktur cangkang virus HPV yang tidak mengandung DNA virus). Sehingga, vaksin ini sangat aman dan tidak mungkin menginfeksi manusia. Setelah disuntikkan, vaksin HPV akan merangsang pembentukan respon imun di dalam tubuh, sehingga menciptakan perlindungan terhadap kanker serviks.

Untuk vaksin Quadrivalent HPV, jika jadwal vaksinasi terganggu setelah pemberian dosis pertama, maka dosis kedua harus diberikan minimal setidaknya 1 bulan setelah suntikan pertama, dan dosis ketiga harus diberikan minimal setidaknya 3 bulan setelah suntikan kedua. Untuk vaksin Bivalent HPV, dosis kedua dapat diberikan antara 1-2.5 bulan setelah dosis pertama dan dosis ketiga diberikan antara 5-12 bulan setelah dosis pertama.

Larangan pemberian Vaksin HPV kepada perempuan hamil

Vaksin HPV tidak dianjurkan untuk diberikan kepada perempuan yang sedang mengandung. Perempuan yang hamil sesudah pemberian dosis pertama, tidak boleh melanjutkan dosis kedua dan ketiga saat masa kehamilannya.

Waktu yang ideal untuk pemberian vaksinasi

Mengingat bahwa penularan virus HPV bisa terjadi kapan saja dan kepada siapa saja, maka pemberian vaksin HPV sebaiknya diberikan segera kepada perempuan berusia 9 – 45 tahun.

Namun demikian, vaksinasi yang diberikan pada remaja putri pada saat berusia 9 – 13 tahun dinilai paling efektif meskipun belum melakukan hubungan seksual.  Rentang usia ini dinilai efektif karena pada masa inilah tubuh memberikan proteksi respon imun yang lebih baik dibanding usia di atasnya.

Untuk perempuan berusia 13 – 45 tahun, vaksinasi masih tetap direkomendasikan untuk yang belum pernah divaksinasi atau yang belum menyelesaikan seri vaksinasi secara penuh.

Tingkat keamanan vaksin HPV

Dalam uji klinis dan pembuktian setelah digunakan di dunia nyata, vaksin HPV dinilai sangat aman. Lebih dari 205 juta dosis vaksin sudah terdistribusi di seluruh dunia), sejak disetujui pada tahun 2006 oleh Food and Drug Administration Amerika Serikat.

Organisasi kesehatan internasional terkemuka di seluruh dunia termasuk World Health Organization (WHO), US Centers for Disease Control and Prevention (CDC), Health Canada, European Medicines Agency (EMEA), Australia Therapeutic Goods Administration (TGA) dan yang lainnya juga terus merekomendasikan penggunaan Vaksin HPV.

WHO GACVS telah mengumpulkan data surveilans pasca-pemasaran dari Amerika Serikat, Australia, Jepang, dan dari perusahaan manufaktur. Data tersebut dikumpulkan dari tahun 2006 sejak pertama kali diluncurkannya vaksin HPV sampai tahun 2014. GACVS menyatakan tidak menemukan isu keamanan yang dapat merubah rekomendasi vaksinasi HPV.

US CDC juga telah menyatakan bahwa pemantauan keamanan pasca-lisensi dari Juni 2006 hingga Maret 2013 menunjukkan bahwa tidak ada masalah keamanan baru terhadap vaksin HPV.

Efek samping yang mungkin muncul paska pemberian vaksin HPV

Efek samping yang mungkin dapat terjadi setelah penyuntikan vaksin HPV adalah sebagai berikut:

Reaksi lokal: Sakit di tempat suntikan, eritema/kemerahan, bengkak.

Reaksi sistemik: sakit kepala, pireksia, mual, fatigue(kelelahan)

Tindakan pencegahan sekunder melalui deteksi dini dengan Tes Pap Smear dan IVA

Penyebaran kanker serviks juga dapat dicegah dengan tindakan pencegahan sekunder yaitu melalui deteksi dini dengan melakukan tes Pap.

Deteksi dini melalui Tes Pap sebaiknya dilakukan seawal mungkin bagi para perempuan yang sudah pernah berhubungan seksual.1

Apabila hasil tes dinyatakan positif terhadap adanya sel abnormal pada lapisan serviks, maka tindakan terapi dapat dilakukan untuk mencegahnya menjadi kanker.

Untuk meningkatkan akurasi bisa juga dilakukan pemeriksaan lain seperti IVA dan kolposkopi.2   Skrining dengan IVA merupakan skrining yang murah, mudah, dan dapat diaplikasikan di seluruh Indonesia. Skrining dengan pap smear dapat dilakukan di tempat yang mempunyai fasilitas pemeriksaan sitologi.

Baca JugaSeberapa Ampuh Vaksin HPV untuk Mencegah Kanker Serviks?

Apakah yang perlu diketahui sebelum melakuan tes pap smear?

Tes pap smear dapat dilakukan kapan saja, kecuali pada masa haid atau dilarang atas petunjuk dokter. Waktu terbaik untuk melakukannya adalah antara 10-20 hari setelah hari pertama menstruasi. Perempuan yang sudah menikah ataupun sudah pernah melakukan hubungan seksual dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan tes pap setahun sekali. Bagi perempuan yang sedang hamil juga dapat melakukan tes pap karena prosedur tersebut aman.

Waktu melakukan Tes Pap

Tes Pap disarankan untuk dijalani hanya untuk perempuan yang sudah pernah berhubungan seksual, baik yang masih aktif ataupun tidak. Bagi yang sedang dalam kondisi tidak aktif berhubungan seksual disarankan untuk melakukan tes pap setiap 3 tahun sekali, sedangkan untuk yang masih aktif melakukan hubungan seksual dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan tes Pap setiap 1 tahun sekali.

Tes pap dapat dilakukan kapan saja, kecuali pada saat haid atau dilarang atas petunjuk dokter. Waktu terbaik untuk tes Pap adalah antara 10 – 20 hari setelah hari pertama menstruasi, dan sebaiknya perempuan tidak menggunakan douche atau pembersih vagina 1 – 2 hari sebelum pemeriksaan karena bahan-bahan tersebut dapat menyembunyikan sel-sel abnormal.

Apakah memakai kondom bisa mencegah penyakit HPV?

HPV dapat berpindah melalui kontak kulit ke kulit (skin to skin). Artinya, meskipun sebagian besar HPV menular melalui hubungan seksual, tetapi dapat juga secara non seksual, yaitu melalui sentuhan kulit. Pemakaian kondom dapat meminimalisasi penularan virus tapi tidak bisa mencegah sepenuhnya karena bagian tubuh lainnya bisa terkena HPV.

Referensi:

  1. The American Cancer Society. Guidelines for the Prevention and Early Detection of Cervical Cancer 2016. Available at https://www.cancer.org/cancer/cervical-cancer/prevention-and-early-detection/cervical-cancer-screening-guidelines.htmlAccessed on July 25th, 2017
  2. WHO Position Paper 2017. Available at http://apps.who.int/iris/bitstream/10665/255353/1/WER9219.pdf?uaAccessed on July 25th, 2017

 

 

Seberapa Ampuh Vaksin HPV untuk Mencegah Kanker Serviks?

Kementerian Kesehatan melaporkan bahwa kasus kanker serviks di Indonesia merupakan yang tertinggi kedua setelah kanker payudara. Jumlah wanita penderita kanker serviks hingga kini setidaknya mencapai 21.000 kasus. Yayasan Kanker Indonesia bahkan menyatakan bahwa dari 40 wanita yang terdiagnosis kanker serviks, 20 di antaranya meninggal dunia akibat penyakit ini. Padahal, kanker serviks bisa dicegah dengan vaksin HPV. Namun, Anda mungkin bertanya-tanya, memang seberapa efektif vaksin ini untuk mencegah kanker serviks?

Vaksin HPV efektif mencegah kanker serviks

Seperti yang dilansir dari WHO, 99,7% kasus kanker serviks disebabkan oleh infeksi virus HPV (Human Papilloma Virus), khususnya HPV strain 16 dan 18. Virus HPV biasanya ditularkan melalui hubungan seksual tanpa kondom, termasuk seks vaginal, oral, dan anal.

Infeksi HPV bisa terjadi pada siapa saja tanpa memandang usia. Namun, kebanyakan orang yang terinfeksi HPV tidak mengetahui bahwa mereka menderita penyakit tersebut karena mereka tidak menyadari adanya tanda atau masalah. Oleh karena itu, mereka dapat menularkan virus ke orang lain tanpa pernah menyadarinya.

Vaksin merupakan cara yang paling efektif untuk mencegah virus HPV berkembang dalam tubuh dan menyebabkan infeksi. Vaksin ini bekerja membentuk kekebalan dalam tubuh (antibodi) untuk melawan virus. Dengan begitu, virus HPV tidak akan bisa masuk apalagi tumbuh dan membesar di dalam leher rahim menjadi kanker.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa vaksin ini akan paling efektif untuk melindungi Anda dari infeksi HPV jika diberikan sejak dini. Pasalnya, respon sistem imun tubuh anak untuk membentuk antibodi bekerja lebih baik di usia muda daripada di usia tua nanti.

Berapa kali vaksin HPV harus didapatkan?

Badan Kesehatan Dunia menganjurkan vaksin HPV diberikan untuk semua anak di usia 11-12 tahun, meskipun sudah dapat diberikan mulai dari usia 9 tahun. Vaksin ini dapat diberikan pada anak perempuan dan laki-laki.

Untuk anak usia 9 hingga 13-14 tahun, vaksin ini cukup diberikan 2 kali dalam periode waktu selama 6-12 bulan. Untuk perempuan yang berusia lebih dari 13-14 tahun, pemberian vaksin kanker serviks direkomendasikan sebanyak tiga dosis. Dosis pertama adalah di bulan 0, yaitu di saat pertama kali Anda mendapatkan vaksin. Disusul dosis kedua dalam 1-2 bulan setelahnya. Dosis terakhir diberikan 6 bulan setelah suntikan pertama.

Tidak hanya perempuan saja, laki-laki juga dapat terkena infeksi HPV. Pada pria, infeksi HPV dapat menyebabkan kutil kelamin, kanker anus, kanker penis, hingga kanker tenggorokan. Oleh karena itu, laki-laki juga perlu mendapatkan vaksin HPV sedini mungkin. Dengan mendapatkan vaksin ini, laki- laki juga dapat menurunkan risiko penularan strain virus HPV penyebab kanker serviks pada pasangan seksualnya di kemudian hari.

Jika saat remaja dosis vaksin belum lengkap, ada baiknya berkonsultasi dengan dokter untuk melengkapi dosis vaksin. Vaksin ini dianjurkan untuk diberikan hingga usia 55 tahun Apabila seseorang sudah pernah melakukan hubungan seksual, maka risiko untuk terkena HPV sudah ada. Namun, semua orang dewasa yang sudah aktif secara seksual yang belum pernah mendapatkan vaksin HPV sebaiknya tetap divaksinasi.

Apakah ada efek samping setelah melakukan vaksin HPV?

Lembaga Keamanan Obat dan Makanan milik Amerika Serikat (FDA) menyatakan bahwa keamanan vaksin HPV sudah terbukti lewat uji klinis dan penggunaannya telah disetujui sejak tahun 2006. Lebih dari 205 juta dosis vaksin HPV sudah terdistribusi di seluruh dunia.

Efek samping vaksin HPV umumnya hanya bersifat sementara dan tergolong ringan. Beberapa efek yang sering dikeluhkan seperti bengkak, nyeri dan gatal kemerahan di sekitar lokasi suntikan, serta sakit kepala. Vaksin HPV dapat menyebabkan demam dan mual, namun efek samping ini jarang terjadi.

Konsultasikan dengan dokter sebelum Anda memutuskan untuk memperoleh vaksin kanker serviks. Minta informasi lengkap guna mempertimbangkan risiko dan manfaatnya.

SumberHPV vaccine can help prevent cervical cancer. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cancer/expert-blog/hpv-vaccine-cervical-cancer/bgp-20056326. Accessed 23/10/2017.

Does HPV vaccination prevent cervical cancer?. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3889028/. Accessed 23/10/2017.

Administering HPV Vaccine. https://www.cdc.gov/vaccines/vpd/hpv/hcp/administration.html. Accessed 23/10/2017.

Before You Get the HPV Vaccine: Is Gardasil or Cervarix the HPV Vaccine for Me?.

https://www.verywell.com/should-i-choose-gardasil-or-cervarix-as-my-hpv-vaccine-3132985. Accessed 23/10/2017.

Human Papillomavirus (HPV) Vaccines. https://www.cancer.gov/about-cancer/causes-prevention/risk/infectious-agents/hpv-vaccine-fact-sheet. Accessed 23/10/2017.

 

Apakah Kanker Serviks Bisa Dicegah?….

Menurut WHO, ada dua tindakan yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya kanker serviks. Tindakan pencegahan primer atau yang terpenting untuk mencegah terjadinya kanker serviks adalah dengan melakukan vaksinasi HPV. Vaksinasi HPV membuat tubuh membentuk antibodi terhadap virus HPV, sehingga virus yang masuk akan mati dan tidak sampai menimbulkan kanker serviks.

Penyebaran kanker serviks juga dapat dicegah dengan tindakan pencegahan sekunder yaitu melalui deteksi dini dengan melakukan skrining dengan IVA atau tes Pap. Pap smear dan IVA bertujuan untuk mengetahui sedini mungkin ada/ tidaknya ketidaknormalan pada serviks.

Dengan hasil yang dapat terlihat dari tes Pap, apabila  terdapat ketidaknormalan maka dapat dilakukan perawatan atau pemeriksaan lanjutan dan penanganan semenjak dini. Hal ini sangat meningkatkan angka kesembuhan, apalagi pada mereka yang terdeteksi pada saat masih berupa stadium pra-kanker (sebelum menjadi kanker).

Lebih lengkap mengenai cara pencegahan kanker serviks dapat dibaca di sini

Apakah memakai kondom bisa mencegah penyakit HPV?

HPV dapat berpindah melalui kontak kulit ke kulit (skin to skin). Artinya, meskipun sebagian besar HPV menular melalui hubungan seksual, tetapi dapat juga secara non seksual, yaitu melalui sentuhan kulit. Pemakaian kondom dapat meminimalisasi penularan virus tapi tidak bisa mencegah sepenuhnya karena bagian tubuh lainnya bisa terkena HPV.

Pengobatan Kanker Serviks

Seperti kanker lainnya, kanker serviks dapat diobati dengan beberapa cara. Dokter akan mempertimbangkan sejumlah hal sebelum memilih pengobatan yang tepat, seperti:

  • Ukuran lesi kanker, tingkat keganasan dan bagaimana penyebarannya
  • Usia pasien dan status kesehatannya
  • Pilihan pasien

Tiga metode utama pengobatan kanker serviks adalah operasi, terapi radiasi, dan kemoterapi. Pengobatan dapat terdiri dari dua atau lebih metode tersebut. Rencana perawatan juga akan mencakup kunjungan tindak lanjut khusus dengan profesional kesehatan (dokter). Yang termasuk dalam tindak lanjut kunjungan antara lain sinar- x, biopsi, tes darah atau pemeriksaan lainnya.