fbpx

Mengapa Anda Harus Memilih Makanan Organik? Inilah Alasannya

Memilih Makanan Organik

Mengapa Anda Harus Memilih Makanan Organik? Inilah Alasannya – Kalau Anda perhatikan, jika berkunjung ke supermarket, ada sudut khusus untuk makan-makanan organik. Makanan organik yang dijajakan di supermarket biasanya dijual dengan harga yang lebih tinggi dibandingkan dengan makanan biasa. Tak jarang membuat banyak pertanyaan keluar, “Kenapa harga makanan organik lebih mahal?”. Ternyata hal itu disebabkan karena pembiayaan pertanian dan peternakan organik jauh lebih mahal dibandingkan yang biasa. Karena bercocok tanam dan beternak tanpa batuan pupuk kimia atau pestisida akan jauh lebih besar usaha untuk menjaganya. Meski harganya cukup mahal, ada banyak alasan kenapa Anda harus memilih makanan organik.

BACA JUGA: GMO Bahayakah?

Inilah Alasannya Memilih Yang Organik:

Terhindar dari bahan kimia

Makan-makanan organik merupakan hasil dari bercocok tanam dan beternak yang tidak menggunakan sama sekali pupuk kimia, pestisida, dan ternak diberikan pangan berupa sayuran dan biji-bijian, bukan pelet ternak atau tidak memberikan obat-obatan khusus terhadap ternak agar tumbuh lebih besar. Jika Anda mengosumsi makanan organik, maka akan jauh lebih baik bagi kesehatan tubuh karena terhindar dari bahan-bahan kimia yang berbahaya.

Lebih banyak mengandung nutrisi

Makanan organik lebih banyak mengandung nutrisi, vitamin, mineral, dan juga enzim yang sangat baik untuk tubuh Anda karena tanaman dan ternak dikelola dengan lebih diperhatikan dengan baik. Hal ini dibuktikan dengan penelitian dari The Journal of Alternative and Complementary Medicine yang melakukan tinjauan terhadap 41 penelitian yang membandingkan nilai gizi buah, sayuran, dan biji-bijian yang tumbuh secara organik dan konvensional. Penelitian tersebut menunjukkan hasil bahwa ada lebih banyak nutrisi dalam tanaman organik.

Rasanya lebih enak

Makanan yang tumbuh dengan perawatan tepat akan tumbuh secara seimbang dan itu yang membuat rasanya lebih enak. Lihat saja bentuk dan warna dari tanaman organik yang jauh lebih bagus dibanding dengan tanaman biasa.

Menghindari penggunaan hormon, antibiotik, dan hobat-obatan pada binatang

Daging tidak organik memiliki risiko lebih tinggi terkontaminasi zat bahaya. Di Amerika ditemukan bahwa sebanyak 90% pestisida ditemukan pada makanan yang dikonsumsi orang Amerika bersumber dari daging dan produk susu yang bukan organik. Hal ini berhubungan dengan banyaknya peternakan yang menambahkan obat-obatan atau menyuntikkan hormon pada hewan ternak mereka agar tumbuh lebih cepat dan gemuk.

Mengurangi polusi dan pemanasan global

Tahukah Anda sektor pertanian dan peternakan berkotribusi besar pada polusi dan pemanasan global? Hal itu karena banyak hewan ternak yang diberi pakan yang mengandung bahan kimia, sehingga gas yang dihasilkan dari kotoran atau dahak ternak pun berdampak pada meningkatnya pemanasan global.

Mendukung Petani Indonesia

Apabila kita mengkonsumsi makanan dari dalam negeri, khusus nya beras. Pilihlah beras yang dari petani kita sendiri bukan yang dari Impor. Kita tidak tahu kualitas beras impor seaman apa. Selain itu kita juga bisa membantu mensejahterakan para petani Indonesia.

Sudah jelas, kan, kenapa harga makanan organik cenderung lebih mahal? Walau mahal tetapi ada banyak manfaat bagi kesehatan dan demi keseimbangan alam yang lebih baik. Jadi, jangan ragu lagi pilih makanan organik, ya…

Salah satu perusahaan yang sangat mendukung pangan organik yaitu EKA FARM.

Dia lah perusahaan pionir beras Organik di Yogyakarta. Beras nya di tanam di pegunungan Magelang, jadi aman dan terhindar dari polusi serta bahan kimia yang berbahaya.

Adapun beras yang di produksi ada beberapa jenis, diantaranya:

Beras Putih, Beras Merah, Beras Hitam dll

Untuk lebih jelasnya Anda bisa menghubungi CS Eka Farm

KLIK DISINI

Kaitan Kanker Payudara dan Pestisida

Pestisida dan Kanker Payudara

Kaitan Kanker Payudara dan Pestisida – Di seluruh dunia, kanker payudara merupakan kanker yang paling umum terjadi pada perempuan. Menurut World Health Organization (WHO), kanker payudara adalah salah satu kanker yang paling sering terjadi pada wanita di Indonesia. Kanker payudara muncul ketika sel-sel kanker tumbuh dari jaringan payudara yang meliputi lobulus (kelenjar susu) dan saluran payudara, beserta lemak dan jaringan ikat. Dikutip dari Reuters, para peneliti mengikuti 9.300 perempuan yang lahir mulai dari 1959 sampai 1967, ketika penggunaan DDT tersebar luas. Anak perempuan memiliki risiko kanker payudara empat kali lebih besar jika mereka terkena salah satu bentuk insektisida dalam rahim.

Sekarang ini bukan suatu hal yang baru lagi jika banyak para petani sekarang ini menggunakan bahan kimia, seperti pestisida, herbisida, fungisida dan disenfektan untuk membasmi penyakit dan hama tanaman. Ketika zat-zat semacam itu digunakan, residu yang terkandung di dalamnya dapat berisiko mengakibatkan kanker bagi manusia. Salah satu nya yaitu kanker payudara.

DDT (produk insektisida)

Perempuan dewasa yang lahir dari perempuan terkena pestisida DDT (produk insektisida) selama kehamilannya berisiko mengembangkan kanker payudara, berdasarkan sebuah penelitian. Anak perempuan memiliki risiko kanker payudara empat kali lebih besar jika mereka terkena salah satu bentuk insektisida dalam rahim.

Bentuk pestisida yang dikenal sebagai DDT berperilaku seperti hormon estrogen, yang memberikan sinyal ke sel-sel payudara untuk tumbuh dan membelah. Dalam penelitian yang dilakukan pada hewan, bentuk DDT dikaitkan dengan jenis kanker payudara yang dipicu oleh estrogen.

Paparan DDT pada bayi di rahim juga dikaitkan dengan diagnosis tumor ganas, dan penyakit ganas yang disebut dengan HER2 (human epidermal growth factor receptor 2), jenis gen yang berperan besar dalam pertumbuhan kanker payudara.

Ketika zat-zat semacam itu digunakan, residu yang terkandung di dalamnya dapat berisiko mengakibatkan kanker bagi manusia. Bahkan sisa-sisa residunya juga mampu bertahan lebih lama ketika tertiup angin dan masuk ke dalam rumah atau tempat tinggal. Menurut Environmental Protection Agency (EPA), tingkat bahaya residu tersebut lebih tinggi ketika sudah masuk dan ‘mengendap’ di dalam rumah daripada di luar ruangan, karena kapan saja, setiap orang yang masuk atau tinggal di rumah tersebut akan menerima efek secara perlahan.

Baca juga : Bahaya GMO

Pestisida Membuat Kanker Payudara

Tidak hanya itu saja, sisa residu yang masih menempel di tanaman yang dijual di pasar atau juga di supermarket juga akan tetap ada walaupun sudah dicuci atau dimasak. Dengan mengonsumsi makanan yang sudah tercemar bahan kimia tersebut, maka ketika dikonsumsi, bakteri baik di dalam tubuh akan dilemahkan dan membuat sistem pencernaan serta sistem imun melemah. Jika sistem imun melemah, maka akan ada banyak risiko serangan penyakit yang akan didapatkan seseorang.

Oleh karenanya, sekarang ini banyak orang yang mulai beralih mengonsumsi makanan yang diproduksi dengan cara organik atau tidak menggunakan bahan kimia. Salah satu nya makanan yang harus di ganti adalah beras. Beras merupakan makanan pokok sehari-hari, jadi mulai sekarang mulailai ganti beras Anda dengan beras organik.

EKA FARM hadir untuk memenuhi kebutuhan Anda, Eka Farm menyediakan beras organik yang tentunya aman untuk kesehatan.

Untuk lebih lanjutnya bisa klik disini BERAS ORGANIK.

Atau ingin order langsung, silahkan KLIK DISINI

Bibit GMO VS Bibit Organik

Bibit GMO VS Bibit Organik- Kehidupan berawal dari bibit atau benih dan bibit itu adalah kehidupan. Bibit merupakan calon tanaman yang diperoleh dari benih, yang nantinya akan ditanam dan tumbuh di media penanamannya. Benih adalah biji buah atau biji kecil – kecil yang akan ditanam atau disemaikan.

Nah sekarang ini sedang terkenal yaitu teknik rekayasa genentika dengan membuat bibit – bibit tanaman rekayasa. Monsanto perusahaan argikultur asal Amerika Serikat ini adalah suatu perusahaan yang menjadi rahasia umum di negaranya, bahwa Monsanto adalah sebuah bisnis besar. Beliau merupakan pebisnis besar yang memproduksi bibit makanan dengan menggunakan teknik rekayasa genetika, benih makanan tersebut melalui proses pencampuran gen dari spesies yang tidak sejenis.

Apa Itu Rekayasa Genetika?

GMO (Genetically Modified Organism) organisme yang secara genetik material telah dimodifikasi menggunakan teknik rekayasa genetika dengan cara menstranfer, mengubah, menambah atau mengurangi DNA suatu makhluk hidup, terhadap makhluk hidup lainnya. Dengan tujuan agar makhluk hidup tersebut lebih kuat, lebih kebal, lebih produktif, sehingga mampu menekan kerugian hingga 98% daripada normalnya.

Hasil dari GMO diantaranya adalah sering kita jumpai yaitu seperti  sayur-sayuran, buah-buahan, ikan dan daging. Monsanto melalui banyak ekperimennya dengan menggabungkan transmisi genetik antar makhluk hidup dari spesies berbeda. Oleh sebab itu produk GMO sering juga disebut organisme transgenic.

Kenali bahaya GMO

Contoh Modifikasi Genetika Monsanto

  • Proses modifikasi gen tomat dengan gen antibeku dari ikan air dingin, yang bernama winter flounder (Pseudopleuronectes americanus). Proses ini dilakukan untuk menghasilkan tanaman tomat yang tahan terhadap cuaca lingkungan yang dingin.

  • Ayam pedaging disuntik dengan hormon pertumbuhan agar tumbuh lebih cepat dan lebih besar.
  • Padi disuntik dgn gen manusia agar menghasilkan beras yg dapat digunakan sebagai bahan obat-obatan
  • Jagung dan kedelai disuntIk dengan gen bakteri Bacilus Thurigiensis (Bt) agar tahan terhadap hama atau resistan terhadap racun hama.

Itulah beberapa contoh hasil rekayasa genetika Monsanto tak pernah terpikirkan oleh masyarakat awam bahwa itu semua dapat dilakukan oleh peruasahan asal Amerika ini.

Sedangkan Apa itu Bibit Organik

Secara substansi pertanian organik bukanlah barang baru. Sebelum ditemukan pupuk dan obat-obatan kimia sintetis, bisa dikatakan semua kegiatan produksi pertanian merupakan pertanian organik. Dan sebelum ada nya proses modifikasi gen atau rekayasa genetika.

Sir Albert Howard, seorang ahli botani asal Inggris, yang mengagas pertanian organik secara lebih sistemastis. Bukunya yang terbit pada tahun 1940, berjudul “An Agricultural Testament”, telah menginspirasi gerakan pertanian organik diberbagai belahan bumi. Atas alasan itu, dia disebut-sebut sebagai bapak pertanian organik.

Bibit organik sekarang – sekarang ini sudah mulai bergengsi di kalangan para petani baik petani nasional maupun petani internasional. Jadi bibit organic ini sangat condong dengan tujuan kesehatan. Hasil dari bibit organic tersebut menghasilkan tanaman yang ditumbuhkan dengan cara alami. Bahan yang digunakan adalah bahan-bahan biologis untuk mempertahankan kesuburan dan keseimbangan ekologis dengan menghidari bahan sintetis atau kimia.

Sekarang sudah banyak bisa kita beli bibit organic di online maupun di toko-toko.

Salah satu nya di Eka Farm, Anda bisa beli bibit organik dengan cara online dan offline.

BELI BIBIT BERAS ORGANIK

GMO – OMG !!

Kenali Apa itu GMO? – GMO merupakan singkatan dari Genetically Modified Organisms, yang artinya proses memodifikasi bahan pangan secara genetik. Modifikasi genetik atau GMO ini adalah sebuah proses mengubah DNA organisme tertentu, dengan menggunakan rekayasa genetik. Modifikasi genetik atau GMO ini adalah sebuah proses mengubah DNA organisme tertentu, dengan menggunakan rekayasa genetik. GMO ini merupakan teknologi eksperimental, yang menggabungkan DNA dari dua spesies yang berbeda, bahkan bisa dilakukan dengan menggabungkan gen hewan dengan gen bakteri atau dengan gen tanaman, untuk menciptakan tanaman atau hewan baru, yang tidak mungkin terjadi jika dilakukan dengan proses persilangan tradisional.

Tahukah anda kalau beberapa waktu lalu GMO ini telah menggegerkan kehidupan masyarakat di Amerika?

Jadi proses rekayasa genatik GMO ini untukpertama kalinya dilakukan aadalah di negara Amerika. Negara ini merupakan gudangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, serta tempat dimana para ilmuwan dunia berkumpul untuk menghasilkan penemuan-penemuan baru yang menakjubkan.

Apa akibatnya untuk manusia, hewan dan makhluk hidup lainnya jika mengonsumsi produk GMO dan hasil olahannya?

Menurut jurnal kesehatan, akibat makanan transgenik ini tidak begitu kelihatan jika dikonsumsi oleh manusia, oleh karena itu ahli biologi menguji cobakan terhadap tikus, dan hasilnya mencengangkan : tikus menjadi mandul, lemah, gerak lakunya lamban, terdapat sel kanker di otak dan saluran cernanya. Lantas apakah ini juga harus terjadi terhadap manusia? Belum ada yang menjelaskan di negara saya negara Indonesia.

Produk Hasil GMO dapat menyebabkan:

  • alergis
  • Toxic
  • karsinogenik / potensi kanker
  • Anti-gizi

Jadi hal ini sangat mungkin menciptakan penyakit-penyakit baru yang belum pernah kita lihat sebelumnya. Terbukti hingga kinin, banyak penyakit-penyakit “aneh” yang belum pernah terjadi sebelumnya. ‘Mereka’ memang ingin membuat populasi manusia menurun (depopulasi dunia), dengan cara merendahnya metal dan membuat manunsia menjadi berevolusi melalui makanan yang mirip mutant yang dapat memacu peningkatan beberapa penyakit yang sudah kita ketahui, seperti kanker dan penyakit berbahaya lainnya.

Baca Juga: Hentikan Hiperaktif Dengan Makanan Non Kimia

Apakah produk GMO juga sudah ada di swalayan, pasar tradisional, dan toko-toko makanan di Indonesia?

Tidak ada yang meneliti! dan tidak dipedulikan! Konsumen di Indonesia hanya fokus terhadap label “HALAL” yang dikeluarkan oleh MUI, dan pernyataan MUI pun katanya “belum pernah mengeluarkan izin halal bagi produk GMO” benarkah?

Memprihatinkan bukan kalau seperti itu.

“Anda semua memiliki hak untuk tahu apa yang ada di makanan Anda”

Nah Apakah Kementerian Kesehatan, serta Kementerian Pertanian memperhatikan kesehatan rakyat Indonesia sehubungan dengan peringatan mengenai bahaya produk GMO?

Ada yang bisa bantu jawab?