5 TIPS AGAR PUASA TIDAK LEMAS DAN TETAP BERENERGI

5 TIPS AGAR PUASA TIDAK LEMAS DAN TETAP BERENERGI

Marhaban ya Ramadan, Moms. Akhirnya, bulan penuh berkah, rahmat, dan ampunan datang lagi. Sebelumnya, mari bersama syukuri nikmat dapat berjumpa lagi dengan bulan ramadan tahun ini. Di tengah pandemi Covid-19 yang masih berada di sekitar kita, tetap jaga semangat puasa, ya.

Saat puasa, beberapa orang sering mengeluhkan rasa lemas, lesu, dan tidak berenergi untuk beraktivitas seperti biasanya. Akan tetapi, Moms, bisa kok, puasa tanpa rasa lemas. Siapa bilang puasa tidak bisa berenergi dan semangat 100% seperti hari biasanya?

Contoh kelompok orang yang tetap berenergi dan kuat meskipun puasa menahan haus dan lapar lebih dari 10 jam yaitu para atlet, jurnalis, dan pekerja teknis yang harus turun ke lapangan. Pernahkah Anda membayangkan atau bertanya- tanya, “Bagaimana caranya ya, para atlet tetap bisa kuat bertanding saat puasa?” Bahkan, ada para atlet yang harus berpuasa lebih lama daripada kita, rakyat negara khatulistiwa, yaitu negara yang sedang mengalami musim panas saat puasa. Mereka bisa berpuasa hingga 19- 20 jam.

Lumrahkah lemas saat puasa?

Lemas saat puasa dikatakan hanya terjadi pada fase awal puasa, yakni 3-4 hari pertama. Setelah 3-4 hari tubuh akan mulai beradaptasi dengan jadwal makan yang baru sehingga tak akan lagi merasa lemas dan lesu. Kondisi lemas ini dapat disebabkan kadar gula darah yang turun saat puasa lebih dari 10 jam.

Jika Anda masih selalu merasa lemas saat puasa, mungkin ada yang salah dengan pola hidup atau pola makan Anda saat berbuka puasa dan sahur.

Tips agar puasa tidak lemas dan tetap berenergi

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa atlet tetap bisa berlatih seperti biasa pada saat berpuasa. Apa rahasianya? Kuncinya adalah persiapan yang baik dan matang, diet, jadwal tidur, hingga jadwal olahraga atau latihan rutin. Menyesuaikan diet, jadwal olahraga dan latihan, serta jadwal tidur. Beberapa atlet menghindari makan makanan manis yang berlebihan saat berbuka, seperti makanan penutup, soda, dan jus.

Setelah sedikit mengintip kunci kebugaran para atlet saat puasa, berikut beberapa tips sederhana berikut dapat Anda lakukan agar puasa tidak lemas dan tetap berenergi.

1. Hidrasi yang cukup dan baik

tips puasa agar tidak lemas
Pastikan Anda terhidrasi dengan baik selama puasa

Hidrasi yang baik dan cukup menjadi kunci utama energi Anda saat berpuasa. Dehidrasi saat berpuasa kemungkinan besar menjadi penyebab Anda merasa lemas. Pada saat puasa, kesempatan Anda untuk minum hanya terbatas pada jam- jam tertentu. Anda dapat memenuhi kebutuhan minum air putih pada saat sahur, berbuka, dan sebelum tidur.

Karena perubahan jam makan dan minum ini, Anda bisa mencoba pola 2-4-2 untuk memastikan hidrasi yang baik saat puasa. Pola ini yaitu Anda minum 2 gelas air putih saat berbuka puasa, 4 gelas sepanjang malam, dan 2 gelas saat sahur. Selain memenuhi kebutuhan air putih, Anda juga bisa menyiasati hidrasi yang baik dengan mengonsumsi buah dan sayur yang banyak mengandung air.

Apa saja buah dan sayur yang banyak mengandung air? Beberapa contoh diantaranya yaitu tomat, bayam, selada, timun, wortel, semangka, paprika, kembang kol, belimbing, blewah, jeruk bali. Anda bisa memasak dengan menggunakan bahan tersebut, memakannya langsung, dibuat smoothies, jus buah, atau sop buah.

2. Jaga diet Anda (jenis dan pola makan sehari- hari)

diet agar puasa tidak lemas
Pilihlah makanan bergizi utuh, bukan hanya tinggi kalori, tetapi rendah gizi

Diet memegang peranan penting dalam menjaga kebugaran dan kesehatan Anda selama puasa. Saat puasa, pasti Anda sering membayangkan, “Nanti buka puasa enaknya makan apa, ya?” Lalu, Anda scroll Instagram, buka Tik Tok, atau media sosial lain dan muncul banyak makanan dan minuman yang menggugah selera. Makanan dan minuman tersebut biasanya es yang tinggi kadar gula, makanan yang digoreng, makanan pedas, atau makanan lain yang sebenarnya belum memenuhi kebutuhan gizi Anda.

Makanan bertepung, deep-fried, atau makanan yang tinggi gula justru akan membuat Anda cepat lelah selama berpuasa dan hanya menyumbang kalori berlebih untuk tubuh Anda. Makanan tersebut umumnya rendah serat, gizi, dan tinggi karbohidrat sederhana. Padahal, karbohidrat sederhana ini cenderung membuat cepat lapar dan gula darah melonjak dan tidak stabil.

Konsumsilah makanan segar seperti sayur-sayuran dan buah-buahan secara teratur untuk menjaga kebugaran dan kesehatan saat Anda berpuasa. Beberapa atlet mengonsumsi beberapa butir kurma secara rutin saat puasa. Kurma bukan hanya kaya akan serat, tetapi juga merupakan sumber gula alami, mineral, dan vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh.

Selain itu, pilihlah sumber karbohidrat kompleks sebagai ganti karbohidrat sederhana seperti nasi putih untuk membuat Anda kenyang lebih lama dan tetap berenergi. Sumber karbohidrat kompleks misalnya biji- bijian utuh seperti beras merah organik, beras hitam organik, dan beras coklat organik.

3. Siasati waktu dan porsi makan

atur waktu dan porsi makan agar puasa tidak lemas
Makanlah dengan porsi secukupnya untuk mengembalikan energi dan tetap fokus ibadah

Seringkali, saat berbuka, kita kalap makan apapun yang sudah terhidang. Akibatnya, tidak jarang perut kita begah, terlalu kenyang, hingga tidak fokus beribadah. Berbuka puasa seharusnya dijadikan sebagai momen untuk mengembalikan energi lagi untuk tarawih dan ibadah malam saat puasa. Akan tetapi, jika kita tidak menyiasati waktu dan porsi makan, bisa- bisa setelah berbuka, bukannya lebih berenergi dan semangat, malah menjadi lemas.

Dibandingkan menyantap makanan dalam porsi besar pada satu waktu, misal pada jam buka puasa, lebih baik mengonsumsinya dalam porsi kecil. Cobalah buka puasa dengan makanan porsi kecil. Misal, berbukalah dengan beberapa butir kurma yang akan membantu menormalkan kadar gula darah serta mengembalikan energi Anda. Baru setelah tarawih, makanlah nasi merah, oatmeal, atau makanan besar lain dengan porsi yang terkontrol. Pastikan juga untuk berhenti makan sekitar 1,5- 2 jam sebelum tidur untuk memberi kesempatan makanan Anda tercerna dengan baik.

4. Olahraga rutin dan tetap beraktivitas fisik

olahraga agar puasa tidak lemas
Tetap beraktivitas fisik dan olahragalah selama puasa agar tetap bugar

Puasa bukan berarti Anda selalu mager- mageran dan mencari- cari alasan untuk diam di tempat saja. Tetap beraktivitas fisik selama puasa justru akan membantu Anda bugar dan berenergi. Berolahraga selama puasa juga dapat menjadi salah satu kegiatan yang dimasukkan dalam to-do list Anda. Loh, olahraga selama puasa? Apa tidak capek dan lelah?

Ada tips dan trik olahraga saat puasa, Moms. Beberapa atlet memfokuskan diri untuk menjaga level kebugaran (fitness) selama puasa, tidak terlalu mem-push dirinya selama puasa. Selain itu, jam olahraga saat puasa bisa Anda jadwalkan beberapa jam sebelum berbuka atau setelah tarawih. Pilihlah olahraga yang sesuai dengan kemampuan Anda dan juga Anda senangi.

Apakah harus olahraga dengan durasi tertentu, misal 30 menit sehari? Jika Anda bisa, hal tersebut lebih baik. Akan tetapi, jangan karena Anda belum bisa olahraga 30 menit sehari, kemudian sama sekali tidak olahraga dan hanya menunggu waktu luang 30 menit tersebut untuk datang. Anda sendiri lah yang membuat dan menjadwalkan waktu tersebut. Kuncinya, mulai dulu, gerak dulu, dan senang dulu untuk memulainya.

5. Disiplin waktu tidur

disiplin waktu tidur agar puasa tidak lemas
Disiplin waktu tidur dan kualitas tidur yang baik akan memulihkan energi Anda di pagi hari

Waktu tidur yang cukup dan kualitas tidur yang baik akan memastikan Anda tetap berenergi selama puasa. Cobalah untuk bangun dan tidur di jam yang sama tiap hari sehingga tubuh memiliki jam biologis yang terjadwal. Buatlah jadwal tidur dan bangun tidur di saat Ramadan dan tepatilah jadwal yang Anda buat.

Berikut beberapa hal yang dapat diterapkan agar Anda memiliki waktu istirahat yang berkualitas:

  • Mandi dengan air hangat, membaca buku, atau mendengarkan musik tenang sebelum tidur di malam hari dapat membantu Anda tidur lebih nyenyak.
  • Hindari makan dalam waktu 2 jam sebelum waktu tidur. Gas dalam perut yang sedang mencerna makanan mungkin akan membuat Anda tetap terjaga.
  • Cobalah untuk mengurangi, bahkan menghindari minuman yang mengandung kafein selama puasa agar jam tidur dapat dikontrol. Kafein dalam kopi, minuman bersoda, maupun teh yang dikonsumsi 3- 6 jam sebelum tidur dapat membuat Anda sulit tidur dan berpeluang mendadak terjaga di tengah malam.
  • Sebaiknya jadikan kamar tidur hanya untuk istirahat. Keberadaan komputer dan TV di kamar justru mengganggu ketenangan.
  • Padamkan lampu saat tidur atau minimkan pencahayaan kamar tidur.

Baca juga: 7 TIPS TIDUR LEBIH CEPAT DAN ANTI BEGADANG

Semoga 5 tips di atas dapat membantu Anda tetap berenergi dan tidak lemas selama berpuasa sebulan ini.

 

Alasan Beras Merah Baik Dikonsumsi oleh Orang Berpuasa

Alasan Beras Merah Baik Dikonsumsi oleh Orang Berpuasa

ekafarm.com – Beras merah atau brown rice adalah beras yang tidak digiling atau setengah digiling, jadi bisa dikatakan whole grain atau berbutir utuh. Beras memiliki beberapa lapisan kulit, jika semua lapisan kulit ini dikelupas, maka didapatkan beras putih. Dalam hal ini beras merah hanya mengalami pengelupasan kulit terluar sehingga ia masih diselubungi kulit yang menyebabkan warnanya merah. Lapisan kulit inilah yang mengandung banyak serat, mineral dan vitamin. Beras merah mempunyai rasa sedikit seperti kacang dan lebih kenyal daripada beras putih.

Kandungan serat dalam beras merah membuat rasa kenyang bertahan lebih lama jika dikonsumsi dalam jumlah porsi tertentu, tanpa harus menambahkan banyak kalori ke dalam tubuh. Hal ini dilakukan serat dengan cara mengisi ruang di lambung, sehingga pada saat kenyang hormone leptin akan terangsang yang kemudian memberi sinyal ke reseptor khusus yang ada di hipotalamus otak sehingga berpikir bahwa sudah kenyang dan harus berhenti makan. Selain itu, serat dapat memperlambat pengosongan isi lambung dan kerja pencernaan, sehingga akan merasa kenyang lebih lama.

Baca Juga: Manfaat Beras Merah untuk bayi

Berikut ini adalah beberapa manfaat beras merah :

1. Meningkatkan kesehatan pencernaan

Serat yang ada di dalam beras merah membantu mengatur fungsi usus dan membuat rasa kenyang. Sebuah studi komparatif yang meneliti efek dari nasi putih dan beras merah selama pencernaan lambung membuatnya secara kualitatif terbukti bahwa lapisan bekatul pada beras merah mencegah penyerapan asam dan kelembapan, menghasilkan retensi tekstur yang lebih baik. Kandungan serat juga membawa bantuan dari kondisi lain seperti sembelit dan kolitis.

2. Meningkatkan kekebalan tubuh

Beras merah mengandung banyak sekali vitamin, mineral, dan komponen fenolik esensial yang membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Dalam hal ini bermanfaat untuk memelihara tubuh, mempercepat penyembuhan, dan meningkatkan kemampuannya untuk melawan infeksi

3. Mengontrol diabetes

Beras merah memiliki indeks glikemik rendah yang membantu dalam mengurangi lonjakan insulin dan membantu dalam stabilisasi kadar gula darah dalam tubuh. Sebuah studi perbandingan yang dilakukan dalam hal ini mengungkapkan bahwa beras merah kaya asam fitat, serat, dan polifenol penting. Beras merah adalah sumber karbohidrat kompleks yang membantu dalam pelepasan gula lebih lambat dibandingkan dengan nasi putih.

4. Meningkatkan Kesehatan Jantung

Beras merah kaya akan selenium yang bermanfaat untuk kesehatan jantung. Dengan mengonsumsi beras merah dapat membantu mengurangi penyumbatan arteri karena penumpukan plak. Tindakan pelindung ini mengurangi risiko gangguan jantung seperti hipertensi tinggi dan penyakit vaskular. Studi yang dilakukan dalam hal ini menunjukkan bahwa jaringan di sekitar butir beras merah mengandung komponen yang bekerja melawan protein endokrin angiotensin II, yang memainkan peran utama dalam perkembangan tekanan darah tinggi dan atherosclerosis.

Dengan demikian, beras merah sangat baik untuk dikonsumsi pada saat sahur agar kenyang tahan lama pada saat puasa di siang hari.

Perlu Diketahui: Manfaat Puasa Ramadhan Bagi Kesehatan Tubuh

Perlu Diketahui: Manfaat Puasa Ramadhan Bagi Kesehatan Tubuh

Ekafarm.com – Umat Islam telah diperintahkan untuk berpuasa di bulan suci Ramadhan lebih dari 1.400 tahun yang lalu. Berpuasa berarti menahan diri tidak makan, minum, merokok dan aktivitas seksual sejak terbit hingga tenggelamnya matahari untuk memperdalam ketaqwaan kepada Allah SWT.

Tak hanya memperkuat secara spiritual, berpuasa telah dibuktikan oleh banyak pakar memiliki manfaat kesehatan baik untuk fisik maupun mental. Bahkan ada ‘modifikasi’ puasa dengan puasa intermiten yang dilakukan dua kali dalam seminggu, mirip dengan puasa Senin-Kamis bagi umat Muslim.

Para ahli menyebut puasa dapat mencegah penyakit seperti kolesterol tinggi, penyakit jantung dan obesitas, dll. Dengan tidak mengonsumsi apapun, tubuh kita bisa berkonsentrasi untuk membuang racun dan mengistirahatkan sistem pencernaan.

Tunaikan Zakat Fitrah / Fidyah Dengan Beras Organik

Berikut adalah manfaat puasa bagi kesehatan:

  1. Menyehatkan otak
    Sebuah studi yang dilakukan oleh para peneliti di Amerika Serikat mengungkapkan bahwa fokus pada mental saat Ramadhan dapat meningkatkan kadar faktor neurotropik yang diturunkan dari otak atau BDNF. BDNF dapat membantu tubuh memproduksi lebih banyak sel-sel otak yang bisa meningkatkan fungsinya.
  2. Sehatkan jantung
    Tak cuma menurunkan berat badan, puasa Ramadhan juga membantumu menurunkan kadar kolesterol sehingga sangat sehat bagi jantungmu. Tim kardiolog di Uni Emirat Arab menemukan bahwa orang-orang menikmati efek positif pada profil lipid mereka, yang berarti ada penurunan kolesterol dalam darah.
  3. Mengatur pola makan
    Masalah utama pada diet-diet populer masa kini adalah yo-yo atau bobot dengan mudah kembali lagi, dan bahkan bisa lebih banyak. Di bulan Ramadhan, kamu akan terhindar dari masalah yo-yo. Karena pengurangan konsumsi makanan selama puasa menyebabkan perut lama-kelamaan mengecil. Sehingga kamu hanya perlu makan lebih sedikit agar kenyang.
  4. Detoks tubuh
    Salah satu manfaat puasa bagi kesehatan yang paling dikenal adalah untuk membuang racun atau detoks tubuh. Tak hanya detoks secara spiritual, namun dengan tidak makan ataupun minum selama 12-13 jam. Maka tubuh akan diberi kesempatan langka untuk mendetoksifikasi sistem pencernaannya selama sebulan penuh.
  5. Tubuh lebih kuat
    Dengan tidak makan seharian selama bulan Ramadhan, metabolisme tubuh kita akan menjadi lebih efisien. Yang berarti jumlah nutrisi yang diserap tubuh juga akan meningkat. Hal ini disebabkan oleh hormon yang disebut adiponektin. Yang diproduksi dari kombinasi antara puasa dengan makan larut malam, dan membuat otot tubuh kita mampu menyerap nutrisi lebih banyak.

Read More: Beras Merah Solusi baik saat puasa