PERPADUAN PAS MASAKAN DAGING KURBAN DAN NASI MERAH

PERPADUAN PAS MASAKAN DAGING KURBAN DAN NASI MERAH

Bagaimana kondisi dapur Anda, Moms? Sudah dipenuhi oleh berbagai bumbu dan rempah untuk mengolah daging kurban Idul Adha kemarin? Atau masih menyimpannya rapat dalam kulkas dan bingung mencari resep masakan daging kurban yang pas dengan selera keluarga? Di hari-hari pasca Idul Adha, biasanya sajian menu masakan akan didominasi oleh olahan daging kurban, baik sapi, kambing, ataupun domba. Bahkan mungkin, menu daging ini akan bertahan hingga lebih dari satu minggu sehingga variasi menu daging menjadi solusi agar keluarga tidak bosan menyantap daging.

Daging memang merupakan salah satu sumber protein terbaik bagi tubuh serta kaya akan berbagai macam vitamin dan mineral esensial. Akan tetapi, tentu saja menu seimbang diperlukan untuk menjaga fungsi metabolisme dan kesehatan tubuh. Seringkali, konsumsi serat kurang atau bahkan terlupakan saat hari-hari usai Idul Adha. Padahal, serat adalah nutrisi vital bagi tubuh untuk menunjang fungsi sistem pencernaan hingga mengontrol rasa lapar.

Mengapa harus nasi merah?

Sumber serat yang umum dikenal yaitu buah dan sayuran. Kedua bahan pangan tersebut kerap kurang dikonsumsi dalam porsi harian oleh banyak masyarakat Indonesia. Akan tetapi, Moms, tahukah jika Anda dapat pula menyisipkan serat dalam nasi yang disajikan bersamaan dengan masakan olahan daging kurban? Bagaimana caranya? Selingi atau ganti nasi yang biasa Anda dan keluarga konsumsi dengan nasi merah. Perpaduan masakan daging kurban dan nasi merah bukan sekadar menggugah selera, tetapi juga memenuhi asupan serat serta berbagai vitamin dan mineral yang diperlukan oleh tubuh. Pemrosesan beras merah yang hanya melalui pengelupasan kulit terluar menjaga keutuhan vitamin B kompleks, antioksidan, serat, serta berbagai mineral dan karbohidrat kompleks dalam nasi merah. Kalori yang terkandung dalam nasi merah pun lebih sedikit daripada nasi putih sehingga dapat membantu mengontrol berat badan Anda. Informasi gizi dalam 1 gelas nasi merah dapat dilihat pada diagram di bawah.

nutrisi nasi merah

Konsumsi 1 porsi nasi merah dapat memenuhi 14% kebutuhan serat harian serta memenuhi 23% kebutuhan B6 harian. B6 berfungsi untuk menyeimbangkan perkembangan serotonin, sel darah merah yang membantu pembentukan DNA. Selain itu, kandungan antioksidan yang tinggi pada beras merah dapat membantu mengurangi efek negatif radikal bebas.

Oke, Moms¸sekarang langsung saja mulai simak beberapa resep simpel masakan daging kurban dan nasi merah, yuk. Jangan ragu untuk menyalin dan mencatatnya.

Sushi nasi merah

Menu makanan khas negeri Sakura ini banyak diminati oleh masyarakat Indonesia dan banyak dimodifikasi sesuai citarasa nusantara. Cara membuat sushi nasi merah cukup mudah. Bahan utama yang perlu Anda sediakan yaitu nasi merah, minyak wijen, cuka, dan nori. Tambahan isian sushi yang dapat Anda pilih yaitu sayuran berupa wortel, timun, dan bayam. Tambahkan isian berupa daging yang telah dibumbui sesuai selera.

Cara membuatnya yaitu, campur nasi merah, minyak wijen, dan cuka. Kemudian sisipkan sayuran yang telah diiris memanjang dan daging. Tata nasi merah, sayuran, dan daging ke dalam lembaran nori, lalu padatkan dan gulung secara perlahan. Anda dapat menggunakan tikar bambu penggulung nori untuk memudahkan proses menggulung dan menjaga agar tampilan sushi rapi. Terakhir, potong-potong sushi nasi merah dan daging setebal 1-1,5 cm atau sesuai selera. Sajikan sushi nasi merah dengan wasabi (pasta hijau pedas ala Jepang) atau campuran kecap asin dan minyak wijen.

Tips tambahan dalam membuat sushi nasi merah yaitu, pastikan nori yang Anda gunakan tidak rapuh atau terlalu tipis. Selain itu, untuk memotong gulungan sushi, oleskan pisau dengan minyak wijen agar ujung pisau tidak lengket.

Nasi merah liwet dengan daging

Siapa tak kenal dan tak sayang dengan variasi masakan nasi satu ini? Nasi liwet digemari masyarakat Indonesia karena mengkombinasikan berbagai rempah pilihan yang tidak hanya membuat nasi menjadi harum dan lezat, tetapi juga menambah nilai nutrisi nasi. Bahan yang dibutuhkan untuk membuat nasi merah liwet sama seperti nasi liwet pada umumnya, hanya saja ganti beras putih dengan beras merah untuk menghasilkan nasi merah liwet. Saat meliwet atau menanak beras merah, masukkan bumbu dan rempah khas seperti daun salam, irisan bawang dan cabai, serta serai. Nasi merah liwet ini dapat Anda hidangkan dengan berbagai macam masakan olahan daging kurban yang kering seperti dendeng, sate, atau grilled beef. Jangan lupa, sisipkan sayur seperti kubis dan timun untuk memperoleh manfaat sayuran.

Bibimbap nasi merah

Bibimbap adalah menu masakan khas Korea Selatan yang mulai diminati masyarakat Indonesia. Bibimbap sendiri berasal dari kata ‘bibim’ yang berarti bermacam-macam bahan serta ‘bap’ yang berarti nasi. Secara sederhana, bibimbap dapat diartikan sebagai menu masakan nasi dengan daging dan sayuran pelengkap.

Siapa bilang memasak bibimbab itu sulit? Moms bisa memasak menu khas negeri ginseng ini dengan menggunakan mudah dan cepat di rumah. Bahan yang  perlu disiapkan yaitu beras merah, air, sayuran (wortel, timun, tauge, bayam), irisan daging, jamur shitake, telur, dan minyak sayur. Bahan pelengkap yang opsional untuk Anda sediakan yaitu kimchi (fermentasi sawi putih) dan saus pasta cabai merah (gochujang).

Cara membuat menu satu ini yaitu, masak beras merah kemudian sisihkan. Pastikan nasi merah dalam kondisi tetap panas. Kemudian, rebus sayuran hingga matang, lalu angkat dan sisihkan. Tumis daging, jamur, dan ceplok telur secara terpisah dan bergantian. Ceplok telur hingga setengah matang saja. Selesai sudah langkah memasak bibimbap. Terakhir, sajikan menu ini dengan meletakkan nasi merah panas dalam mangkuk, beri topping sayuran, daging, jamur, dan telur ceplok yang telah dimasak. Jangan lupa, sajikan bersama kimchi dan gochujang untuk memperkuat rasa asli bibimbap.

Semoga dapat menjadi inspirasi untuk mengolah daging kurban di rumah ya, Moms. Pastikan beras merah yang Anda dan keluarga konsumsi terjamin kualitas dan keamanannya. Anda dapat langsung menuju katalog Eka Farm untuk mengecek dan memesan beras merah organik yang kami sediakan. Selamat mencoba.

ARTIKEL SPESIAL IDUL ADHA:

RESEP NASI KEBULI BERAS MERAH

 

KADO ISTIMEWA UNTUK ORANG TERKASIH DI HARI IDUL ADHA

KADO ISTIMEWA UNTUK ORANG TERKASIH DI HARI IDUL ADHA

Idul Adha mengandung makna hari berkurban. Idul Adha memperingati peristiwa saat Nabi Ibrahim a.s. menjalankan perintah Allah untuk mengurbankan putranya, Ismail a.s.. Namun, seperti yang kita ketahui dan pahami, Allah mengganti posisi Nabi Ismail a.s. dengan seekor domba. Hal ini menandakan dimulainya kewajiban untuk berkurban bagi umat Muslim yang sudah mampu atau membagikan daging kurban ke sesama.

Pada hari raya tersebut, yang terpenting bukan hanya soal makan daging dan perayaan. Lebih dari itu, rasa empati kita sebagai manusia pun diasah. Kepekaan untuk berbagi kebahagian sebagai ungkapan rasa syukur dapat diekspresikan dengan cara bersedekah, membagi daging kurban kepada sanak saudara, tetangga, ataupun orang-orang yang membutuhkan. Dari awal bulan Dzulhijjah hingga hari raya Idul Adha adalah waktu terbaik untuk memberikan sedekah apapun bentuknya. Salah satu bentuk sedekah kepada sesama yang dapat kita berikan yaitu bahan makanan. Pilihan bahan makanan yang dapat menjadi kado sekaligus sedekah Anda untuk orang terkasih yaitu beras.

Mengapa beras? Beras adalah makanan pokok masyarakat Indonesia dan menjadi makanan yang harus selalu ada dalam setiap menu makan. Apalagi, Moms, saat Idul Adha, olahan daging belum afdol jika tidak disantap dengan sepiring nasi yang mengepul.

Tentunya jika Anda bersedekah ataupun memberikan kado istimewa untuk orang terkasih, tidak hanya setengah-setengah, tetapi all out dan berikan yang terbaik. Moms bisa memberi kado istimewa untuk orang terkasih di hari Idul Adha dengan beras organik dari Eka Farm (Selengkapnya: MENGAPA HARUS BERAS ORGANIK? SIMAK 7 ALASANNYA). Eka Farm menyediakan berbagai macam pilihan beras organik yang dapat menjadi pilihan berkualitas untuk kado istimewa. Yuk, langsung saja cek pilihan beras organik dari Eka Farm.

1. Beras merah organik Eka Farm

Beras merah adalah beras yang masih memiliki lapisan dedak (bran) dan germ mengandung berbagai nutrisi, mulai dari karbohidrat kompleks, protein, lemak, vitamin, mineral, serta antioksidan. Pigmen antosianin yang memberikan warna merah keungu-unguan pada beras merah merupakan sumber antioksidan pada beras merah. Selain itu, beras merah juga kaya akan protein, asam amino, dan vitamin E. Senyawa fenolik yang dijumpai pada kandungan beras merah berperan sebagai zat anti-inflamasi dan menghambat proliferasi sel sehingga dapat menurunkan risiko penyakit kanker. Vitamin E mampu membantu tubuh untuk melawan efek buruk radikal bebas dan merawat kesehatan kulit. Beras merah juga mengandung vitamin B kompleks, dan berbagai mineral seperti magnesium, zat besi, kalsium, fosfor, mangan, dan yang lainnya.

Selain bermanfaat bagi kesehatan tubuh, air tajin beras merah pun dapat dimanfaatkan untuk kecantikan, obat diare, MPASI, dan yang lainnya.

2. Beras coklat organik Eka Farm

Beras coklat atau sering juga disebut beras pecah kulit dan beras embrio adalah terbuat dari padi layaknya beras putih, teteapi hanya melalui proses pengelupasan kulit arinya saja. Mengkonsumsi satu takaran beras coklat  sudah mencukupi 21% kebutuhan magnesium (Mg) per hari. Magnesium berfungsi dalam proses metabolisme dan bersama kalsium (Ca) menjaga kesehatan tulang. Magnesium juga berperan sebagai co-faktor untuk meningkatkan kecepatan reaksi kimia bagi lebih dari 300 enzim, termasuk enzim-enzim yang terlibat di dalam pemanfaatan glukosa dan pengeluaran insulin. Disamping magnesium, satu takaran beras coklat sudah mencukupi 90% kebutuhan mangan (Mn) per hari. Mangan berperan pada proses metabolisme tubuh sebagai komponen enzim superoxide dismutase (SOD) yang melindungi mitokondria terhadap kerusakan oksidasi.

Selain itu, mengkonsumsi beras coklat juga merupakan salah satu upaya untuk mencegah kanker usus besar (colorectal cancer). Kandungan serat, selenium, dan mangan dalam beras coklat bekerja sama untuk melawan sel kanker usus besar. Asupan selenium yang diimbangi dengan folat mampu menurunkan risiko kanker usus besar hingga 50%. Kekurangan dua mikronutrien penting ini dapat menurunkan kekebalan tubuh terhadap kanker.

3. Beras hitam organik Eka Farm

Kekayaan nutrisi dan manfaat beras hitam sudah terkenal sejak zaman Dinasti Cina kuno, ribuan tahun sebelum Masehi. Pembatasan konsumsi beras ini yang hanya diperdagangkan dan diperuntukkan untuk kalangan bangsawan dan Kekaisaran Cina kuno membuatnya dijuluki beras terlarang atau forbidden rice. Jadi, jangan heran Moms jika julukan tersebut selalu tertera saat Anda mencari informasi atau ingin membeli beras hitam secara online. Pigmen antosianin pada beras hitam paling tinggi dibandingkan dengan beras berwarna lainnya. Pigmen ini juga yang menyebabkan beras hitam memiliki kadar antioksidan tinggi, setara dengan buah blueberi.

Beras hitam terbukti mengandung antioksidan berupa antosianin yang tinggi, memiliki zat antitumor, anti-inflamasi, antikanker, antidiabetes, menjaga kadar kolesterol. Beras hitam umum diasosiasikan dengan upaya mengontrol kadar lipid (termasuk lemak atau trigliserida dan kolesterol) dalam darah. Selain itu, kandungan antioksidan yang tinggi dalam beras hitam mampu membantu tubuh untuk menghadapi efek stres oksidatif. Antosianin dalam bentuk naturalnya dapat menjangkau hingga usus besar dan kemudian berpotensi untuk menangani gangguan saluran pencernaan (gastrointestinal tract disorder).

Beras hitam aman dikonsumsi penderita diabetes, cocok untuk MPASI, kaya akan vitamin B kompleks dan E, serta dilengkapi mineral yang penting bagi tubuh seperti mangan, zat besi, fosfor, kalium, sodium, dan yang lainnya.

4. Beras mentik wangi susu organik Eka Farm

Beras mentik wangi susu adalah perpaduan antara beras mentik wangi dengan beras mentik susu. Bulir padi mentik wangi susu mirip dengan beras ketan. Warnanya putih susu, bukan bening cenderung transparan, berbeda dengan bulir beras yang umum dijumpai. Jenis beras yang mirip dengan beras mentik wangi susu yaitu beras pandan wangi. Akan tetapi, warna beras mentik wangi susu lebih putih daripada pandan wangi. Selain itu, bulir berasnya lonjong, gemuk, dan sedikit lebih panjang dibandingkan beras pandan wangi.

Beras ini memiliki aroma yang khas dan wangi, begitu pula dengan nasinya. Kadar zat amilosa pada beras mentik wangi susu pun rendah sehingga teksturnya setelah dimasak menjadi empuk dan pulen. Selain itu, mirip seperti ketan, beras mentik wangi susu cenderung lengket (sticky) setelah dimasak sehingga dalam penggunaanya, nasi mentik wangi susu dapat digunakan sebagai bahan nasi sushi, lontong.

Beras mentik wangi susu dapat dijadikan bahan makanan pendamping ASI, aman dikonsumsi penderita diabetes dan penderita hipertensi.

5. Beras pink organik Eka Farm

Beras pink adalah salah satu jenis beras organik dengan warna memikat. Untuk mendapatkan beras pink, bulir padi beras merah harus melalui 2 kali proses penggilingan (grinded). Warna pink pada Beras Pink Ekafarm berasal dari kulit ari beras merah yang tertinggal setelah proses penyosohan, atau pengupasan sekam (husk/hull) beras. Kult beras yang semula merah keungu-unguan, kaya akan pigmen warna antosianin, akan perlahan berwarna merah muda saat kulitnya disosoh sedikit. Meskipun pigmen antosianinnya sedikit berkurang dibandingkan dengan beras merah, beras pink tetap menjadi pilihan yang lebih bernutrisi daripada beras biasa.

Salah satu keunggulan beras pink daripada beras organik lainnya yaitu tekstur dan rasanya yang hampir mirip dengan beras biasa. Bagi orang yang baru pertama kali mencoba nasi dari beras organik tidak akan kaget dengan perbedaan rasa dan tekstur nasi dari beras pink.

Salah satu nutrisi yang diunggulkan dari beras pink yaitu kandungan vitamin B6 atau piridoksin yang tinggi. vitamin ini berperan dalam proses metabolisme protein, karbohidrat, serta lipid. Disamping itu, vitamin B6 juga berfungsi untuk mempertahankan kadar normal asam amino dalam darah, berperan dalam fungsi sistem imun, serta dalam pembentukan hemoglobin.

Beras pink aman dikonsumsi para penderita diabetes serta cocok untuk bahan makanan pendamping ASI (MPASI).

6. Beras lurik organik Eka Farm

Varian beras organik satu ini pasti sulit untuk Anda temui, baik di pasaran maupun di berbagai toko online. Beras ini adalah beras unik dari Eka Farm yang mengkombinasikan beras hitam, beras coklat, dan beras merah. Nutrisi dan manfaat yang akan Anda dapatkan pun kombinasi dari ketiga jenis beras berwarna tersebut. Beras lurik mengandung karbohidrat kompleks, protein, lemak (jenuh dan tidak jenuh), vitamin B kompleks, vitamin E, dan berbagai mineral yang diperlukan oleh tubuh. Beras lurik dapat membantu manjaga daya tahan tubuh, memperlancar kerja saluran pencernaan, membantu program diet, menurunkan risiko penyakit jantung, dan banyak manfaat lainnya.

Selain keenam beras organik di atas, Eka Farm pun masih punya berbagai produk beras organik yang terjamin keaslian dan kualitas nutrisinya. Yuk, langsung cek ke website Eka Farm atau langsung pesan beras organik dari Eka Farm melalui reseller dan drop shipper terdekat di kota Anda. Memberi kado istimewa untuk orang terkasih dengan produk Eka Farm adalah salah satu bentuk empati di bulan Dzulhijjah ini. Anda pun dapat memilih ukuran beras yang dibeli, baik yang dalam kantong vakum maupun kemasan, keduanya sama-sama terjaga keamanan dan keaslian berasnya. So, jangan sia-siakan kesempatan untuk beramal sebaik-baiknya.

BERBAGI DAGING KURBAN TANPA PLASTIK

BERBAGI DAGING KURBAN TANPA PLASTIK

Moms, sudah pernah mendengar tentang gerakan less waste? Kampanye tentang less waste atau gerakan untuk mengurangi sampah dan limbah mulai diaplikasikan ke berbagai sektor kehidupan di berbagai kalangan masyarakat. Beberapa merk produk juga telah menerapkan less waste dengan mengganti bahan kemasan dari yang semula plastik non – daur ulang menjadi bahan yang lebih bersahabat untuk lingkungan seperti bahan yang bisa dipakai lagi (reuse) ataupun didaur ulang (recycle).

Plastik menjadi salah satu material yang menjadi musuh untuk lingkungan karena sifatnya yang tidak biodegradable. Apa itu biodegradable? Biodegradable adalah sifat material yang tidak dapat terurai (dekomposisi) oleh bakteri ataupun mikroorganisme lain. Plastik membutuhkan waktu ratusan tahun untuk dapat terurai, padahal jumlah populasi manusia kian bertambah sehingga produksi sampah plastik pun semakin menggunung hingga tak pelak melebihi batas kapasitas TPA. Tak jarang pula yang membuang sampah plastik sembarangan, misal di sungai, laut, danau, dan tubuh air lainnya sehingga dapat membahayakan habitat dan kehidupan biota yang hidup di dalamnya. Selain itu, penumpukan sampah dan kegagalan dalam pengelolaannya pun menjadi sember berbagai masalah di daerah urban.

Antara berbagi daging kurban dan kantong plastik

Berbagi daging kurban adalah hal yang mulia dan merupakan wujud tenggang rasa selain utamanya untuk menunaikan perintah agama Islam. Akan tetapi, perayaan salah satu hari besar Islam ini tak lepas dari perhatian khusus Pemerintah. Salah satu permasalahan krusial yang dihadapi Indonesia pada saat hari raya kurban yaitu pemakaian kantong plastik untuk membungkus dan membagikan daging kurban. Umumnya, opsi mudah dan murah yang dipilih panitia kurban dan masyarakat untuk membungkus daging kurban dan membagikannya adalah kantong plastic hitam/ kresek.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Beracun Berbahaya telah mengeluarkan surat edaran tentanng pengelolaan sampah kegiatan kurban Idul Adha 1441 Hijriah. Surat edaran tersebut menekankan tentang himbauan pemakaian kantong non-plastik sekali pakai untuk membungkus dan membagikan daging kurban. Sebenarnya, kampanye ‘Rayakan Idul Adha Tanpa Kantong Plastik’ yang sudah dimulai sejak tahun 2016 untuk mendukung upaya pemerintah mengurangi sampah plastik. Akan tetapi, tetap saja masih ada masyarakat yang belum melaksanakannya secara optimal.

Kantong plastik berwarna merupakan hasil daur ulang plastik bekas pakai sehingga mengandung zat karsinogenik. Zat karsinogenik adalah zat yang dapat memicu penyakit kanker sehingga berbahaya bagi kesehatan tubuh. Selain itu, dalam proses pembuatan kantong plastik hitam ini juga terdapat penambahan berbagai bahan kimia toksik.

Oleh karena itu, Moms, alangkah baiknya jika kita peduli dan bertanggungjawab terhadap lingkungan dengan mengganti pembungkus daging kurban. Alih-alih menggunakan plastik, cobalah cari alternatif lain di sekitar kita. Apa saja bahan yang dapat menjadi pengganti kantong plastik hitam ataupun kantong plastik secara umum?

1. Bawa wadah sendiri dari rumah

Wadah dari rumah dapat menjadi alternatif untuk mengambil bagian daging kurban yang menjadi hak Anda. Jika kemudian Anda ingin membagikan daging kurban tersebut, Anda bisa meminjamkan wadah kepada penerima sedekah kurban. Selain dapat berkontribusi untuk mengontrol sampah plastik, opsi ini juga tidak memakan biaya.

2. Besek

Besek adalah wadah (umumnya kotak) yang terbuat dari anyaman iratan bambu. Selain besek. Namun, selain terbuat dari anyaman iratan bambu, besek pun dapat dianyam dari daun kelapa dan daun pandan. Besek dapat menjadi alternatif pengganti plastic untuk membagikan daging kurban. Selain ramah lingkungan dan murah, besek pun memiliki beberapa pilihan ukuran sehingga Anda bisa membeli sesuai dengan kebutuhan. Anda pun dapat memakai lagi besek tersebut dengan membersihkannya.

3. Daun

Daun yang dapat Anda gunakan untuk membungkus dan membagikan daging kurban di antaranya daun pisang dan daun jati. Meskipun hanya sekali pakai, tetapi sampah daun dapat dimanfaatkan menjadi pupuk hijau untuk menggemburkan tanah. Opsi pembungkus daun sebenarnya sudah bukan hal baru karena banyak makanan tradisional yang dibungkus dengan daun. Daun pisang pun cenderung mudah didapatkan di sekitar rumah.

4. Kotak kardus

Kotak kardus dapat menjadi salah satu pilihan bahan pembungkus untuk membagikan daging kurban di hari raya Idul Adha. Bahan pembuat kardus lebih mudah terurai di lingkungan daripada plastik. Selain itu, kardus pun tidak terbuat dari campuran bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan tubuh.

5. Paper bag

Paper bag atau kantong kertas terbuat dari bahan yang ramah lingkungan dan mudah terurai. Meskipun kebanyak kantong kertas tidak tebal, Anda bisa mensiasatinya dengan melapisi kantong kertas menjadi 2 lapisan.

Banyak bukan, Moms, pilihan selain kantong plastik untuk membungkus dan berbagi daging kurban? Bijak dan hati-hati dalam menentukan pilihan termasuk memilih wadah pengganti kantong plastik dapat berdampak signifikan terhadap kesehatan manusia dan juga menjaga keseimbangan ekosistem. Selain itu, penerapan pola pikir untuk menjaga lingkungan dimulai dari hal yang kecil dan dekat dengan diri kita juga akan membantu mengedukasi generasi berikutnya agar lebih menyayangi bumi tempat tinggalnya. Setuju, Moms?

ARTIKEL EDISI IDUL ADHA:

TIPS SEHAT MENYIMPAN DAN MENGOLAH DAGING SAPI

TIPS SEHAT MENYIMPAN DAN MENGOLAH DAGING SAPI

TIPS SEHAT MENYIMPAN DAN MENGOLAH DAGING SAPI

Bagaimana perayaan Idul Adha kali ini, Moms? Sudah tahu tips untuk menyimpan dan mengolah daging kurban di rumah? Yup, daging kurban yang meliputi domba, kambing, maupun sapi memiliki cara penyimpanan dan pengolahan yang berbeda dari daging ayam. Biasanya, daging kurban yang  Moms dapat saat Idul Adha pasti dalam jumlah yang melebihi batas makan pada hari dibagikan daging. Oleh karenanya, daging harus disimpan agar dapat diolah dan dimasak pada waktu lain.

Mengapa metode menyimpan dan mengolah daging kurban menjadi salah satu aspek yang harus diperhatikan? Alasannya yaitu kualitas daging kurban dapat berkurang bahkan rusak jika metode dalam menyimpan dan mengolah daging tidak tepat. Akibatnya, rasa atau tekstur daging akan berubah ketika menjadi sajian, bahkan dapat terbuang sia-sia. Maka dari itu Moms, Eka Farm akan berbagi tips sehat menyimpan dan mengolah daging kurban, khususnya daging sapi untuk Anda praktikkan langsung setelah mendapat pembagian potongan daging kurban nanti.

Mengacu pada Badan Amil Zakat Nasional Yogyakarta yang memberikan beberapa tips penting dalam menyimpan dan mengolah daging kurban di masa pandemi Covid-19, yuk langsung simak sampai akhir.

Tips menyimpan dan mengolah daging kurban

  1. Pastikan kebersihan tangan sebelum memegang daging kurban. Cucilah tangan hingga bersih sebelum Anda menangani daging kurban. Ikuti prosedur cuci tangan dari Kementerian Kesehatan.
  2. Letakkan daging di tempat yang bersih. Selalu pastikan kebersihan alas tempat menaruh daging.
  3. Perhatikan etika batuk dan bersin saat mengolah daging.
  4. Segera bersihkan daging kurban yang baru dibagikan. Perhatikan pengananan tiap daging yang berbeda tergantung karakteristik daging. Tidak semua daging dibersihkan dengan dicuci.
  5. Jika kondisi daging sudah bersih, Anda dapat langsung menyimpan daging kurban ke dalam kulkas.
  6. Sebaiknya Anda memotong-motong daging kurban menjadi beberapa bagian sebelum dibekukan ke dalam freezer. Kemudian, masukkan potongan daging tersebut ke dalam plastik bening berukuran 0,5 kg atau 1 kg, lalu dimasukkan ke dalam kontainer plastik berukuran sedang. Simpan kontainer plastik berisi daging di dalam kulkas.
  7. Minimalisir udara dalam plastik bening pembungkus daging kurban (gunakan plastik wrap) sebelum dimasukkan ke dalam kontainer. Hal ini dilakukan untuk mencegah pertumbuhan mikroba dalam daging.
  8. Jangan langsung menyimpan daging segar dalam freezer, melainkan simpan dulu di bagian bawah kulkas (lemari pendingin) selama 10-20 jam.
  9. Jika Anda akan mengolah dan memasak daging yang baru saja dikeluarkan dari freezer dan dalam keadaan beku, empukkan dengan cara Apa itu thawing? Thawing dilakukan dengan meletakkan daging beku yang masih terbungkus rapat dalam plastik atau ember kosong. Letakkan plastik atau ember tersebut di bawah aliran air kran hingga daging beku terendam. Setelah beberapa saat, daging akan kembali ke tekstur awal dan tidak lagi kaku. Bukalah pembungkus daging atau pecah pembungkusnya, kemudian bersihkan daging. Anda bisa langsung mengolah dan memasak daging kurban yang telah dibersihkan.

Tips tambahan menyimpan dan mengolah daging sapi

Selain tips-tips di atas, berikut adalah tips tambahan dalam menyimpan dan mengolah daging sapi yang dapat Anda terapkan di rumah.

  • Masa penyimpanan daging sapi mentah dalam lemari pendingin (bagian bawah kulkas) yaitu sekitar 2 hari, sedangkan jika disimpan dalam freezer, Moms bisa menyimpannya hingga 3-4 bulan
  • Sebelum diolah, buang lemak yang ada dalam daging sapi untuk memastikan daging sapi tidak memiliki kandungan lemak yang berlebih sehingga dapat mengganggu berat badan maupun pencernaan Anda.
  • Sebelum dimasak, sebaiknya daging sapi direbus ataupun dipanggang terlebih dahulu untuk membuat teksturnya lebih empuk.
  • Jika Moms akan menggoreng daging sapi, gunakan minyak selain minyak goreng biasa untuk mengontrol asupan lemak jenuh. Alternatif pilihan minyak untuk menggoreng misalnya minyak kelapa murni (bisa Moms dapatkan di Eka Farm), minyak bunga matahari, minyak kanola, minyak kedelai, atau minyak zaitun.
  • Pastikan daging sapi dimasak dengan suhu suhu >70°C agar bakteri yang mungkin masih ada dalam daging sapi dapat mati.
  • Bumbui atau marinasi daging sapi sebelum dimasak dengan rempah-rempah. Bumbu alami seperti rempah mengandung zat antibakteri untuk membunuh bakteri pada daging. Selain itu, membumbui atau memarinasi daging sapi sebelum dimasukkan ke dalam kulkas dapat membuat daging lebih awet dan tidak mudah busuk.
  • Anda juga bisa menggarami daging untuk membuatnya tidak hambar setelah dimasak. Namun, ingat untuk membatasi penggunaan garam. Konsumsi garam harian yang disarankan WHO dan Kementerian Kesehatan RI yaitu tidak lebih dari 1 sendok the per hari. Pembatasan konsumsi garam dapat menurunkan tekanan darah yang kemudian menurunkan risiko penyakit jantung.

Moms, sudah lebih siap dan antusias untuk mengolah dan memasak daging sapi? Praktikkan tips di atas agar daging sapi hasil pembagian saat kurban tetap awet lama dengan tekstur dan kualitas daging tetap baik. Semoga bermanfaat dan langsung bisa dipraktikkan. Selamat mencoba.

ARTIKEL EDISI IDUL ADHA:

RESEP NASI KEBULI BERAS MERAH

 

BAGAIMANA PEMOTONGAN HEWAN KURBAN DI MASA PANDEMI COVID-19?

BAGAIMANA PEMOTONGAN HEWAN KURBAN DI MASA PANDEMI COVID-19?

Ada yang berbeda dengan perayaan Idul Adha 1441 H tahun ini. Status PSBB pandemi Covid-19 masih ditegaskan oleh pemerintah. Kurva kasus virus baru ini pun belum menunjukkan tanda akan melandai stabil. Akibatnya, berbagai aspek kehidupan harus menyesuaikan dan mematuhi protokol yang telah ditetapkan oleh Pemerintah demi menjaga keselamatan individu maupun orang lain. Dampak pandemi Covid-19 pun tak berhenti di hari raya Idul Fitri kemarin, tetapi kembali dirasakan pada hari raya umat Islam Idul Adha 1441 Hijiriah. Idul Adha identik dengan pelaksanaan ibadah haji dan juga pemotongan hewan kurban serta berbagi hewan kurban. Pada masa pandemi ini, selain protokol sholat ied yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, Pemerintah pun mengeluarkan protokol tentang pemotongan hewan kurban.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian menyebutkan protokol kesehatan saat pelaksanaan kurban tahun 2020 terdiri dari 3 pokok, yaitu kesehatan hewan kurban, proses penyembelihan hewan kurban dan distribusi daging kurban.

Yuk, langsung saja simak, cermati, dan terapkan protokol pemotongan hewan kurban berdasarkan surat edaran dari Ditjen PKH Kementerian Pertanian tahun 2020 di bawah.

1. Jaga jarak fisik meliputi:

  • Pemotongan hewan kurban dapat dilakukan di rumah potong hewan Ruminansia (RPH-R). Akan tetapi, ika kapasitas RPH-R terbatas dan tidak terjangkau, masyarakat memiliki alternatif lain untuk memotong hewan kurban di luar RPH-R. Fasilitas pemotongan hewan kurban di luar RPH-R wajib sudah mendapat izin Pemerintah Daerah Kabupaten/ Kota setempat melalui dinas yang membidangi fungsi kesehatan masyarakat veteriner;
  • Mengatur kepadatan kerumunan di tempat pemotongan hewan kurban;
  • Membatasi kehadiran di tempat pemotongan hewan hanya untuk panitia;
  • Jaga jarak minimal 1 meter antarpanitia pada saat pengulitan, pencacahan, penanganan, dan pengemasan daging;
  • Distribusi daging dilakukan oleh panitia kurban kepada para mustahik kurban.

 

2. Menerapkan kebersihan personal

  • Setiap panitia pemotongan daging dan penanganan daging kurban setelah dipotong harus dibedakan;
  • Setiap orang harus menggunakan alat pelindung diri minimal masker sejak perjalanan keluar ataupun menuju rumah dan selama berada di tempat pemotongan hewan;
  • Panitia yang melakukan pengulitan, penanganan dan pencacahan karkas/ daging dan jeroan harus memakai alat pelindung diri seperti masker, face shield, sarung tangan sekali pakai, apron (celemek) dan penutup alas kaki atau sepatu;
  • Penanggung jawab kegiatan kurban harus mengedukasi setiap orang untuk menghindari menyentuh muka, termasuk mata, hidung, telinga dan mulut;
  • Penanggung jawab kegiatan kurban menyediakan fasilitas cuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer;
  • Menghindari berjabat tangan atau kontak langsung satu sama lain serta memperhatikan etika batuk, bersin atau meludah;
  • Setiap orang harus menjaga kebersihan tempat pemotongan dan peralatan yang akan maupun telah digunakan serta membuang kotoran dan atau limbah pada fasilitas penanganan kotoran atau limbah;
  • Setiap orang yang berada di tempat pemotongan hewan kurban harus segera membersihkan diri (mandi dan mengganti pakaian) sebelum kontak langsung dengan keluarga/ orang lain saat tiba di rumah.

3. Pemeriksaan kesehatan awal sebelum dilakukan kegiatan pemotongan

  • Pengukuran suhu tubuh di tiap pintu masuk tempat pemotongan;
  • Tiap orang yang memiliki gejala demam atau nyeri tenggorokan atau batuk, pilek atau sesak napas dilarang masuk ke tempat pemotongan;
  • Panitia sebaiknya berasal dari lingkungan tempat tingal yang sama dan tidak dalam masa karantina mandiri.

Perlu diperhatikan bahwa meskipun kita sedang merayakan hari besar umat Islam dan sedang dalam keadaan bersuka cita, bukan lantas kemudian teledor dan lalai menerapkan protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah selama masa pandemi Covid-19. Lindungi keluarga Anda dan orang lain dengan mematuhi protokol pemotongan hewan kurban Idul Adha 1441 H ya, Moms. Selamat Idul Adha 1441 H untuk Anda sekeluarga di rumah.

ARTIKEL SPESIAL IDUL ADHA:

TRIK MEMASAK DAGING AGAR BUMBU MERESAP SEMPURNA

RESEP NASI KEBULI BERAS MERAH

 

RESEP NASI KEBULI BERAS MERAH

RESEP NASI KEBULI BERAS MERAH

Moms, Idul Adha sudah semakin dekat. Dua hari lagi menuju salah satu hari raya umat Islam, hari raya kurban. Di hari yang mulia tersebut, pasti Moms sudah punya berbagai macam rencana untuk mengolah daging kambing ataupun sapi yang akan dibagikan oleh para panitia kurban. Pengolahan daging kambing yang juga menjadi salah satu daging potong hewan kurban umumnya membuat pusing beberapa orang karena baunya yang tidak mudah hilang (prengus). Kehati-hatian dalam memasak daging kambing dan memilih menu masakan yang tepat merupakan suatu kewajiban agar masakan tidak sia-sia. Salah satu resep menu masakan daging kambing yang patut Moms coba di Idul Adha kali ini yaitu nasi kebuli.

Nasi kebuli adalah menu makanan asal Indonesia dengan pengaruh dari budaya Arab. Nasi kebuli sudah mengalami asimilasi menjadi makanan yang cocok dengan lidah orang Indonesia dibandingkan dengan bentuk aslinya, yaitu sajian khas Timur Tengah (Mediterranean). Nasi kebuli yang kaya akan rempah-rempah khas Indonesia membuatnya mudah untuk menjadi makanan berat variasi nasi yang digemari oleh orang Indonesia.

Eits, tapi tentu saja ada yang berbeda dengan nasi kebuli satu ini. Jika biasanya Anda menggunakan nasi dari beras biasa untuk memasak nasi kebuli, kali ini Eka Farm ingin berbagi resep nasi kebuli beras merah. Beras merah memiliki kandungan nutrisi yang lebih utuh daripada beras putih. Beras merah kaya akan antioksidan, karbohidrat kompleks, protein, vitamin B kompleks, berbagai jenis mineral mulai dari zat besi, kalsium, kalium, dan mineral lainnya, serta serat. Selain itu, beras merah juga aman untuk dikonsumsi penderita diabetes karena memiliki nilai indeks glikemik (GI) yang rendah. Kalori dalam nasi merah pun lebih rendah dibandingkan dengan nasi putih. Langsung saja, yuk Moms mulai masak nasi kebuli beras merah.

Resep ini mengacu pada dailycookingquest dengan beberapa modifikasi.  Bahan-bahan dalam membuat nasi kebuli beras merah ini terbagi menjadi bahan utama,  bumbu halus dan bahan rempah-rempah pelengkap. Resep ini akan menghasilkan sekitar 4 porsi nasi kebuli.

Bahan utama:

300 gram beras merah, cuci hingga bersih.

350 gram paha kambing, potong dadu

500 ml air

600 ml santan

2 buah bawang bombay

3 butri pala

1 ruas jahe, geprek

3 butir cengkeh

2 lembar daun salam

1 sendok makan minyak samin (minyak samin menjadi ciri khas nasi kebuli)

Bahan halus

4 siung bawang merah

2 siung bawang putih

1 sebdok teh ketumbar

1 sendok teh jinten

1/4 sendok teh adas

1 ruas kunyit, kupas

1 ruas jahe, kupas

Bahan rempah tambahan:

1 batang kayu manus

3 butir cengkeh

1/4 sendok teh pala bubuk

1 buah pekak/ kembang lawang

2 buah kapulaga

1 batang serai, geprek

4 buah jeruk nipis

1 lembar daun salam

1 sendok makan garam

1/4 sendok teh merica bubuk

Kismis secukupnya

Cara membuat:

  1. Rebus daging kambing dengan daun salam, cengkeh, dan jahe hingga daging empuk.
  2. Setelah empuk, tiriskan dan sisihkan daging kambing.
  3. Haluskan bumbu halus dengan diblender ataupun diulek.
  4. Panaskan minyak samin di wajan. Masukkan bumbu halus dan bumbu rempah tambahan. Tumis hingga harus, sekitar 3 menit.
  5. Masukkan santan cair ke dalam wajan, rebus hingga mendidih. Setelah mendidih, sisihkan.
  6. Masukkan beras merah ke dalam rice cooker bersamaan dengan daging kambing yang sudah direbus, santan, dan kismis (opsional).
  7. Nyalakan rice cooker dan tunggu hingga beras merah matang. Diamkan 10 menit setelah indikator nasi matang menyala, kemudian hilangkan daun salam dan serai. Aduk nasi sebentar. Nasi kebuli siap untuk disajikan.

Gimana Moms, sudah tergiur dengan resep nasi kebuli beras merah ini? Anda juga bisa menyajikan nasi kebuli beras merah bersama dengan  asinan nanas, acar mentimun, sambal goreng ati, atau taburan kacang. Selamat mencoba!

BACA:

TRIK MEMASAK DAGING AGAR BUMBU MERESAP SEMPURNA

Selain untuk Diet, Ada Keunggulan Lain Beras Merah

 

 

 

TRIK MEMASAK DAGING AGAR BUMBU MERESAP SEMPURNA

TRIK MEMASAK DAGING AGAR BUMBU MERESAP SEMPURNA

Sudah tak sabar untuk menyambut hari raya kurban atau Idul Adha, Moms? Sudah tak sabar memasak berbagai macam olahan daging khas Idul Adha untuk keluarga di rumah? Memasak daging sapi ataupun kambing biasanya membutuhkan perhatian yang berbeda dan lebih ekstra daripada memasak daging ayam. Hal ini dikarenakan tekstur daging sapi dan kambing yang lebih berurat dan berserat, tebal, serta lebih ulet daripada daging ayam. Salah satu hal yang tricky saat mengolah daging sapi yaitu cara memastikan bumbu benar-benar meresap sempurna ke dalam daging. Mengutip dari Fimela, berikut beberapa trik untuk membuat bumbu meresap sempurna saat memasak daging.

1. Potong daging tidak terlalu tebal

Trik ini tidak hanya berlaku untuk mengolah daging, tetapi juga ke hampir seluruh jenis bahan makanan. Saat Anda memotong daging hingga tipis, bumbu akan cenderung lebih cepat meresap serta peresapannya pun sempurna. Namun, seringkali olahan daging yang kita  buat membutuhkan potongan daging yang tebal. Bagaimana solusinya? Cek trik-trik berikutnya ya, Moms.

2. Pukul atau tusuk-tusuk daging

Trik satu ini patut Anda praktikkan saat ingin mengolah dan memasak daging. Pukul daging yang masih mentah dengan alat pemukul daging. Pastikan agar daging tidak hancur. Cukup pukul beberapa saat. Moms tidak perlu mengeluarkan energi yang besar dan terlalu bersemangat dalam memukul daging agar daging tetap utuh. Selain dipukul, trik lainnya yaitu dengan menusuk-nusuk daging mentah menggunakan garpu. Daging sapi memiliki banyak urat (serat daging) yang dapat lebih terbuka dengan dipukul atau ditusuk-tusuk. Proses menusuk dan memukul daging mentah dapat memberikan jalan bagi bumbu untuk merasuk hingga ke bagian dalam daging.

3. Masak daging lebih lama dengan nyala api kecil dan tutup panci

Salah satu sajian khas daging sapi Indonesia yaitu rendang. Jika Anda pernah mencicipi daging rendang yang asli dibuat oleh orang Padang ataupun Sumatera, pasti akan merasakan perbedaaan pada tekstur dan rasa daging. Tekstur dagingnya jauh lebih empuk dan juga bumbunya meresap sempurna hingga ke bagian terdalam daging. Daging untuk membuat rendang pun bukanlah daging yang tipis. Salah satu kunci untuk memastikan bumbu meresap sempurna ke dalam daging yaitu dengan memperpanjang durasi atau waktu masak. Jangan karena buru-buru ingin disantap, lantas Anda memotong singkat waktu peresapan bumbu dan pelunakan daging. Alhasil, daging tidak empuk seutuhnya dan bumbunya hanya di luar saja. Jangan lupa, gunakan api kecil saat memasaknya agar daging masak sempurna dan tidak mudah gosong serta tutup panci. Menutup panci saat memasak daging dapat lebih menjaga panas agar terfokus ke dalam panci sehingga daging yang dimasak benar-benar empuk dan bumbunya meresap lebih sempurna.

4. Jangan masak daging menggunakan panci presto

Shock? Trik ini dapat Anda coba dan praktikkan sendiri di rumah. Panci presto memang berfungsi untuk melunakkan berbagai macam daging dengan waktu yang lebih singkat. Akan tetapi, konsekuensi memasak daging dengan menggunakan panci presto yaitu bumbu tidak dapat meresap sempurna ke dalam daging. Jadi, Moms, pilihlah cara memasak daging dengan menggunakan panci biasa dan sabar menunggu daging empuk dengan bumbu yang terasa hingga ke bagian dalam daging, ya.

5. Marinasi daging mentah dengan bumbu sebelum diolah

Trik satu ini banyak menjadi pilihan karena khawatir tekstur daging akan berubah atau rusak jika kita menusuk atau memukul daging. Trik marinasi ini dilakukan dengan cara melumuri daging dengan bumbu, lalu didiamkan beberapa saat dan disimpan ke dalam kulkas sebelum diolah.

6. Haluskan bumbu dan rempah

Saat Anda merasa jika bumbu dan rempah yang digunakan sulit untuk merasuk hingga ke dalam daging, cobalah untuk memblender atau mengulek bumbu tersebut sesuai selera dan kebutuhan. Bentuk bumbu dan rempah yang lebih halus dapat membantu proses peresapan yang lebih cepat dan sempurna.

7. Tambahkan air sedikit demi sedikit

Saat Anda memasak daging, cobalah untuk menambahkan air sedikit demi sedikit, jangan sekaligus langsung semua ditambahkan ke dalam masakan daging. Masukkan air sedikit ke dalam masakan daging, kemudian tunggu beberapa saat untuk memastikan campuran air dan bumbu sudah benar-benar merasuk ke dalam daging. Trik ini juga dapat membantu Anda untuk mengontrol agar rasa bumbu pada daging pas dan Anda tidak berlebihan dalam menambahkan air ke dalam masakan.

Sudah lebih siap dalam mengolah daging kurban, Moms? Semoga trik di atas dapat mempermudah proses mengolah daging serta membuat sajian daging Anda lebih lezat, Moms. Walaupun idul adha, tetapi tetap jaga juga pola makan Anda. Pilih nasi dengan nutrisi utuh untuk menemani santapan olahan daging kurban. Beras organik dari Eka Farm dapat menjadi salah satu pilihan yangbergizi, nikmat, dan tentunya aman untuk keluarga tercinta.

BACA:

Kolesterol dan Beras Merah