fbpx

Mengapa Anda Harus Memilih Makanan Organik? Inilah Alasannya

Memilih Makanan Organik

Mengapa Anda Harus Memilih Makanan Organik? Inilah Alasannya – Kalau Anda perhatikan, jika berkunjung ke supermarket, ada sudut khusus untuk makan-makanan organik. Makanan organik yang dijajakan di supermarket biasanya dijual dengan harga yang lebih tinggi dibandingkan dengan makanan biasa. Tak jarang membuat banyak pertanyaan keluar, “Kenapa harga makanan organik lebih mahal?”. Ternyata hal itu disebabkan karena pembiayaan pertanian dan peternakan organik jauh lebih mahal dibandingkan yang biasa. Karena bercocok tanam dan beternak tanpa batuan pupuk kimia atau pestisida akan jauh lebih besar usaha untuk menjaganya. Meski harganya cukup mahal, ada banyak alasan kenapa Anda harus memilih makanan organik.

BACA JUGA: GMO Bahayakah?

Inilah Alasannya Memilih Yang Organik:

Terhindar dari bahan kimia

Makan-makanan organik merupakan hasil dari bercocok tanam dan beternak yang tidak menggunakan sama sekali pupuk kimia, pestisida, dan ternak diberikan pangan berupa sayuran dan biji-bijian, bukan pelet ternak atau tidak memberikan obat-obatan khusus terhadap ternak agar tumbuh lebih besar. Jika Anda mengosumsi makanan organik, maka akan jauh lebih baik bagi kesehatan tubuh karena terhindar dari bahan-bahan kimia yang berbahaya.

Lebih banyak mengandung nutrisi

Makanan organik lebih banyak mengandung nutrisi, vitamin, mineral, dan juga enzim yang sangat baik untuk tubuh Anda karena tanaman dan ternak dikelola dengan lebih diperhatikan dengan baik. Hal ini dibuktikan dengan penelitian dari The Journal of Alternative and Complementary Medicine yang melakukan tinjauan terhadap 41 penelitian yang membandingkan nilai gizi buah, sayuran, dan biji-bijian yang tumbuh secara organik dan konvensional. Penelitian tersebut menunjukkan hasil bahwa ada lebih banyak nutrisi dalam tanaman organik.

Rasanya lebih enak

Makanan yang tumbuh dengan perawatan tepat akan tumbuh secara seimbang dan itu yang membuat rasanya lebih enak. Lihat saja bentuk dan warna dari tanaman organik yang jauh lebih bagus dibanding dengan tanaman biasa.

Menghindari penggunaan hormon, antibiotik, dan hobat-obatan pada binatang

Daging tidak organik memiliki risiko lebih tinggi terkontaminasi zat bahaya. Di Amerika ditemukan bahwa sebanyak 90% pestisida ditemukan pada makanan yang dikonsumsi orang Amerika bersumber dari daging dan produk susu yang bukan organik. Hal ini berhubungan dengan banyaknya peternakan yang menambahkan obat-obatan atau menyuntikkan hormon pada hewan ternak mereka agar tumbuh lebih cepat dan gemuk.

Mengurangi polusi dan pemanasan global

Tahukah Anda sektor pertanian dan peternakan berkotribusi besar pada polusi dan pemanasan global? Hal itu karena banyak hewan ternak yang diberi pakan yang mengandung bahan kimia, sehingga gas yang dihasilkan dari kotoran atau dahak ternak pun berdampak pada meningkatnya pemanasan global.

Mendukung Petani Indonesia

Apabila kita mengkonsumsi makanan dari dalam negeri, khusus nya beras. Pilihlah beras yang dari petani kita sendiri bukan yang dari Impor. Kita tidak tahu kualitas beras impor seaman apa. Selain itu kita juga bisa membantu mensejahterakan para petani Indonesia.

Sudah jelas, kan, kenapa harga makanan organik cenderung lebih mahal? Walau mahal tetapi ada banyak manfaat bagi kesehatan dan demi keseimbangan alam yang lebih baik. Jadi, jangan ragu lagi pilih makanan organik, ya…

Salah satu perusahaan yang sangat mendukung pangan organik yaitu EKA FARM.

Dia lah perusahaan pionir beras Organik di Yogyakarta. Beras nya di tanam di pegunungan Magelang, jadi aman dan terhindar dari polusi serta bahan kimia yang berbahaya.

Adapun beras yang di produksi ada beberapa jenis, diantaranya:

Beras Putih, Beras Merah, Beras Hitam dll

Untuk lebih jelasnya Anda bisa menghubungi CS Eka Farm

KLIK DISINI

Kenapa Organik

kenapa organik

Kenapa Organik- Barangkali anda tidak yakin bahwa beras organik dan beras terpapar kimia ( arsenik ) bagaikan bumi dan langit. Utara dan selatan.

Organis Center Australia (sebuah lembaga riset pangan organik ) sangat rajin melaporkan perkembangan seputar pertanian organik, pengolahan bahan makan organik yang variatif, dan banyak memberi peringatan kenapa  kita harus pandai-pandai memilih bahan makanan organik, terutama Beras

Karena hasil penelitian, banyak beras dengan lebel organik, tidak memberi gambaran nyata sebagai bebas kimia aresnik di dalamnya ( kandungannya ). Ini berarti telah terjadi pemalsuan lebel dan terjadi penipuan sangat masif mengorbankan keselamatan manusia.

Publikasi Consumer Reports menyoroti beberapa hasil menarik tentang pola spasial akumulasi arsenik, dan mengingatkan kita untuk berhati-hati memilih asupan beras.

Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa ada manfaat kesehatan dari mengkonsumsi biji-bijian organik seperti beras merah. Dan organisasi seperti American Heart Association dan National Institutes of Health dan the US Dietary Guidelines merekomendasikan agar konsumen meningkatkan konsumsi whole grain ini untuk meningkatkan kesehatan mereka.

Bahkan tidak ada bukti bahwa orang yang makan beras  ( beras organik ) dalam jumlah besar memiliki tingkat kanker yang lebih tinggi daripada orang yang menghindari nasi.

Ini tentu saja merupakan ide bagus untuk mengurangi paparan arsenik Anda, namun perlu diingat bahwa sains mendukung kesehatan padi!

Tetapi juga harus tetap diwaspadai, sehingga kita tidak mudah tertipu oleh promosi besar beras merah atau beras putih organik (terutama di pasaran dalam negeri Indonesia ) karena faktor kejahatan beras merajalela. Seperti munculnya beras plastik, beras organik palsu, dan bentuk kejahatan lain.

Maka pastikan beras yang anda konsumsi, bersertifikat lembaga pengawas beras organik.

Peraturan keselamatan

Codex Alimentarius, sebuah komisi yang dibentuk oleh Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), baru-baru ini mengadopsi standar untuk batas arsenik dalam nasi putih.

Codex mengembangkan standar pangan terpadu, pedoman dan kode praktik untuk melindungi kesehatan konsumen dan memastikan praktik perdagangan pangan yang adil.

Komisi ini  juga mempromosikan koordinasi semua standar pangan yang dilakukan oleh organisasi pemerintah dan non-pemerintah internasional. Penelitian yang dilakukan Pusat Organik adalah menggunakan peraturan keselamatan ini untuk memandu penelitiannya dalam mengurangi akumulasi arsenik pada padi dan memperbaiki metode produksi.

Ini berarti, seluruh produksi beras organik sudah berstandar mutu internasional, dengan bukti-bukti sertifikasi, dan ketentuan lain. Maka tetaplah teliti sebelum mengkonsumsi.

Mengapa organik itu penting

Meskipun tidak ada perbedaan dalam jumlah arsenik yang diambil oleh beras organik versus konvensional, sistem produksi organik memiliki banyak keunggulan dibanding konvensional.

Misalnya, produksi beras konvensional menggunakan lebih dari 40 pestisida berbeda untuk mengendalikan gulma dan serangga-pestisida yang mengandung bahan kimia beracun seperti piperonyl butoxide , malathion , dan carbaryl .

Kenapa Organik- Sawah organik menggunakan amandemen tanah ramah lingkungan seperti kompos, yang membantu meningkatkan kesehatan tanah dan menurunkan kelimpahan nutrisi. Selain itu, industri organik telah mengambil sikap proaktif untuk memastikan kesehatan padi organik dengan mendukung penelitian mengenai metode untuk menurunkan kadar arsen dalam padi organik.

Misalnya, penelitian kami di The Organic Center bekerja sama dengan USDA mengenai faktor eksternal yang mempengaruhi kadar arsenik pada padi.

Melarang penggunaan senyawa yang mengandung arsenik sangat penting untuk kesehatan masyarakat masa depan, karena arsenik terakumulasi di lingkungan.

Begitulah, dunia berpendapat, beras organik tetaplah pilihan terbaik untuk kesehatan manusia. Dan bertani secara organik juga menjadi acuan peradaban pangan di masa yang akan datang.

 

Manfaat Pertanian Organik

manfaat pertanian organik

Manfaat Pertanian Organik– Pertanian organik adalah sistem produksi pertanian yang holistik dan terpadu, yang mengoptimalkan kesehatan dan produktivitas agro-ekosistem secara alami, sehingga mampu menghasilkan pangan dan serat yang cukup, berkualitas, dan berkelanjutan.

Dalam prakteknya, pertanian organik dilakukan dengan cara, antara lain:

Menghindari penggunaan benih/bibit hasil rekayasa genetika (GMO = genetically modified organisms).

Menghindari penggunaan pestisida kimia sintetis. Pengendalian gulma, hama dan penyakit dilakukan dengan cara mekanis, biologis, dan rotasi tanaman.

Menghindari penggunaan zat pengatur tumbuh  (growth regulator) dan pupuk kimia sintetis. Kesuburan dan produktivitas tanah ditingkatkan dan dipelihara dengan menambahkan residu tanaman, pupuk kandang, dan batuan mineral alami, serta penanaman legum dan rotasi tanaman.

Menghindari penggunaan hormon tumbuh dan bahan aditif sintetis dalam makanan ternak.

Manfaat Pertanian Organik

Sejumlah keuntungan yang dapat dipetik dari pengembangan pertanian organik adalah, antara lain:

Manfaat Pertanian Organik Bagi Kesehatan

Menghasilkan makanan yang cukup, aman dan bergizi sehingga meningkatkan kesehatan masyarakat. Data menunjukkan bahwa praktek pertanian organik mampu meningkatkan hasil sayuran hingga 75% dibanding pertanian konvensional. Disamping itu, produk pertanian organik juga mempunyai kandungan vitamin C,  kalium, dan beta karoten yang lebih tinggi.

Menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat bagi petani, karena petani akan terhindar dari paparan (exposure) polusi yang diakibatkan oleh digunakannya bahan kimia sintetik dalam produksi pertanian.

Meminimalkan semua bentuk polusi yang dihasilkan dari kegiatan pertanian. Karena pertanian organik: (1) Menghindari penggunaan bahan kimia sintetis dan (2) Memanfaatkan limbah kegiatan pertanian seperti kotoran ternak dan jerami sebagai pupuk kompos.

Manfaat Pertanian Organik Bagi Lingkungan

  • Kualitas Tanah

Menjaga sifat fisik, kimia dan biologi tanah yang baik merupakan hal yang penting dalam pertanian organik. Untuk itu dalam pertanian organik diutamakan cara pengelolaan tanah yang meminimalkan erosi, meningkatkan kandungan bahan organik tanah serta mendorong kuantitas dan diversitas biologi tanah.

Dalam pertanian organik peningkatan kesuburan tanah dilakukan tanpa menggunakan pupuk kimia sintetis. Sebagai gantinya digunakan  teknik – teknik sebagai berikut :

  • Rotasi tanaman secara tepat,  mixed cropping dan integrasi tanaman dengan ternak.
  • Meningkatkan populasi mikroorganisme tanah melalui penggunaan pupuk organik.
  • Meminimalkan pengolahan tanah yang mengganggu aktivitas biota tanah.
  • Menjaga tanah selalu tertutup dengan mulsa organik.
  • Menghindari pengolahan tanah yang berlebihan pada tanah yang miring untuk  mencegah erosi.
  • Menggunakan tanaman dalam strip dan tumpang sari.
  • Menghindari penggembalaan yang berlebihan.
  • Tidak menggunakan bahan kimia sintetis yang meracuni mikroorganisme tanah dan merusak struktur tanah.
  • Penghematan energi

Hasil studi menunjukkan bahwa sistem produksi organik hanya menggunakan 50–80% energi minyak untuk

menghasilkan setiap unit pangan dibandingkan dengan sistem produksi pertanian konvensional. Namun demikian, ini tidak berlaku untuk semua sistem produksi sayuran dan buah-buahan.

Kualitas Air

Penjagaan kualitas air merupakan upaya yang sangat penting dalam sistem pertanian lestari (sustainable agriculture system). Kenyataan menunjukkan bahwa polusi air tanah (groundwater) dan air muka tanah (surface water) oleh nitrat dan fosfat menjadi hal yang umum terjadi di kawasan pertanian. Residu pupuk dan pestisida sintetis serta bakteri penyebab penyakit seperti Escherichia Coli juga seringkali terdeteksi di sistem perairan.

Pada areal pertanian organik, sumber air dijaga dengan menghindari praktek-praktek pertanian yang menyebabkan erosi tanah dan pencucian nutrisi, pencemaran air akibat penggunaan bahan kimia.  Kotoran hewan yang akan digunakan untuk pupuk organik selalu dikelola dengan hati-hati dan dikomposkan sebelum digunakan. Di samping itu, penggunaan pupuk kimia dan pestisida sintetis juga dilarang dalam sistem pertanian organik.

Kualitas Udara

Pertanian organik terbukti mampu meminimalkan perubahan iklim global karena emisi gas rumah kaca (greenhouse gas emission) pada pertanian organik lebih rendah dibandingkan pertanian konvensional. Dalam pertanian organik tidak menggunakan pupuk nitrogen sintetis sehingga tidak ada emisi nitrogen oksida dari pupuk buatan tersebut.

Penggunaan minyak bumi juga lebih rendah sehingga menurunkan emisi gas karbon dioksida. Lebih penting lagi, pertanian organik menyediakan penampungan (sink) untuk karbon dioksida melalui peningkatan kandungan bahan organik di tanah serta penutupan permukaan tanah dengan tanaman penutup tanah.

Pengelolaan Limbah

Praktek pertanian organik mengurangi jumlah limbah melalui daur ulang limbah menjadi pupuk organik. Kotoran ternak, jerami dan limbah pertanian lainnya yang selama ini dianggap limbah, justru menjadi bahan yang mempunyai nilai sebagai sumber nutrisi dan bahan organik bagi pertanian organik.

Keanekaragaman Hayati

Pertanian organik tidak hanya menghindari penggunaan pestisida sintetis, namun juga mampu menciptakan keanekaragaman hayati. Praktek seperti rotasi pertanaman, tumpang sari serta pengolahan tanah konservasi merupakan hal-hal yang mampu meningkatkan keanekaragaman hayati dengan menyediakan habitat yang sehat bagi banyak spesies mulai dari jamur mikroskopis hingga binatang besar.

Pertanian organik tidak menggunakan organisme hasil rekayasa genetika (Genetic Enggineering Organism) atau organisme transgenik (Genetically Modified Organism) serta produknya karena alasan keamanan lingkungan, kesehatan dan sosial. Produk-produk seperti ini tidak dibutuhkan karena mungkin menyebabkan resiko yang tidak dapat diterima pada integritas spesies.

 

Pertanian Organik

pertanian organik 1

Pertanian organik adalah sistem budi daya pertanian yang mengandalkan bahan-bahan alami tanpa menggunakan bahan kimia sintetis.

Beberapa tanaman Indonesia yang berpotensi untuk dikembangkan dengan teknik tersebut adalah padi, hortikultura sayuran dan buah (contohnya: brokoli, kubis merah, jeruk, dll.), tanaman perkebunan (kopi, teh, kelapa, dll.), dan rempah-rempah.

Pengolahan pertanian organik didasarkan pada prinsip kesehatan, ekologi, keadilan, dan perlindungan.

Yang dimaksud dengan prinsip kesehatan adalah kegiatan pertanian harus memperhatikan kelestarian dan peningkatan kesehatan tanah, tanaman, hewan, bumi, dan manusia sebagai satu kesatuan karena semua komponen tersebut saling berhubungan dan tidak terpisahkan.

Selain itu juga harus didasarkan pada siklus dan sistem ekologi kehidupan. Serta memperhatikan keadilan baik antarmanusia maupun dengan makhluk hidup lain di lingkungan.

Untuk mencapai pertanian organik yang baik perlu dilakukan pengelolaan yang berhati-hati dan bertanggungjawab melindungi kesehatan dan kesejahteraan manusia baik pada masa kini maupun pada masa depan.

Pertanian tradisional dalam berbagai bentuk, yang telah dilakukan sejak ribuan tahun di seluruh dunia, merupakan pertanian organik yang tidak menggunakan bahan kimia sintetik.

Pertanian organik mengkombinasikan pengetahuan ilmiah mengenai ekologi dan teknologi modern mengenai praktik pertanian tradisional berdasarkan proses biologis yang terjadi secara alami.

Metode pertanian ini dipelajari di dalam bidang ekologi pertanian. Pertanian konvensional menggunakan pestisida dan pupuk sintetik, sedangkan pertanian organik membatasinya dengan hanya menggunakan pestisida dan pupuk alami.

Prinsip metode pertanian ini mencakup rotasi tanaman, pupuk hijau/kompos, pengendalian hama biologis, dan pengolahan tanah secara mekanis.

Tanaman yang lebih unggul dan tangguh dikembangkan melalui pemuliaan tanaman dan tidak dimodifikasi menggunakan rekayasa genetika.

Tingginya keanekaragaman tanaman pertanian adalah salah satu ciri pertanian organik. Pertanian konvensional fokus pada produksi massal hasil pertanian tunggal di lahan, yang disebut dengan monokultur.

Dalam ekologi pertanian diketahui bahwa polikultur (penanaman berbagai jenis tanaman pada satu lahan) lebih menguntungkan dan lebih sering diterapkan di pertanian organik.

Penanaman berbagai jenis sayuran mendukung berbagai jenis serangga yang bersifat menguntungkan, mikroorganisme tanah, dan faktor lainnya yang menambah kesehatan lahan pertanian.

Keanekaragaman tanaman pertanian membantu lingkungan untuk mempertahankan suatu spesies yang dekat dengan lahan pertanian agar tidak punah.

Pertanian organik bergantung sepenuhnya pada dekomposisi bahan organik tanah, menggunakan berbagai teknik seperti pupuk hijau dan kompos untuk menggantikan nutrisi yang hilang dari tanah oleh tanaman pertanian sebelumnya.

Dengan mengurangi pengolahan tanah, maka tanah tidak dibalik dan tidak terpapar oleh udara. Hal ini berarti nutrisi yang bersifat mudah menguap seperti nitrogen dan karbon semakin sedikit yang menghilang.

Sinkronisasi diperlukan agar tumbuhan mendapatkan nitrogen yang cukup pada waktu yang tepat. Hal ini menjadi salah satu tantangan di dalam pertanian organik.

Residu tanaman dapat dikembalikan ke tanah sehingga membusuk dan memberikan nutrisi bagi tanah. Dalam banyak kasus, pengaturan pH diperlukan dengan menggunakan kapur pertanian dan sulfur.

Namun nitrogen juga dapat diberikan dengan menggunakan legum sebagai tanaman penutup tanah.

Penelitian dalam ilmu biologi pada tanah dan mikroorganisme yang hidup di dalamnya telah membuktikan manfaat bagi pertanian organik.

Paparan Pestisida

paparan pestisida

Paparan pestisida- Hari ini kita sering abai dengan makanan yang mengandung zat pestisida. Sayur dan buah adalah di antaranya.

Padahal zat pestisida sangat berbahaya jika terus masuk ke dalam tubuh. Zat pestisida yang terkandung dalam sayur dan buah dapat menyebabkan penyakit seperti obesitas, diabetes dan kanker.

Berikut ini manfaat yang bisa kamu dapatkan jika mengonsumsi sayuran  organik:

Antioksidan

Pada dasarnya sayur dan buah memiliki kandungan antioksidan yang berguna untuk kesehatan tubuh. Khusus untuk kedelai, terdapat zat insoflavon yang bermanfaat untuk memperbaiki dan mencegah sel tubuh yang rusak.

Mencegah Penyakit Jantung

Zat isoflavon dalam tubuh tidak hanya berfungsi sebagai peremajaan sel, tapi juga mengurangi kolestrol “jahat” yang mampu membekukan darah. Pembekuan pada darah inilah yang menyebabkan penyakit stroke dan jantung.

Mencegah Kanker

Isoflavon juga bertindak sebagai zat antikanker. Zat ini akan melindungi tubuh dari kanker seperti di rahim, payudara dan prostat.

Mengontrol Berat Badan

Kandungan serat yang tinggi dalam kedelai dapat membuat kita tidak mudah lapar. Indeks glisulin yang terdapat dalam kedelai mampu mengontrol gula darah dan fluktuasi insulin.

Tidak sedikit orang yang menganggap bahwa makanan organik sama dengan makanan alami. Padahal, kedua makanan ini memiliki perbedaan yang tergolong signifikan, lho!

Agar Anda tidak bingung, berikut penjelasan singkat mengenai perbedaan makanan organik dan makanan alami:

Makanan Organik

Makanan organik adalah produk nabati atau hewani yang diproduksi dan diolah tanpa melakukan perubahan kimiawi atau sintetik dalam bentuk apa pun. Dengan kata lain, makanan jenis ini tidak mengandung zat sintetik untuk pestisida, penyubur, atau zat lain dalam produksinya.

Selain yang sudah disebutkan, produksi makanan organik juga tidak boleh sembarangan. Ada aturan-aturan dari badan pengawas produksi makanan di negara tempat produksinya. Misalnya, produksi makanan organik di Indonesia harus memenuhi sederet aturan yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI).

Makanan Alami

Penggunaan istilah ‘alami’ pada makanan ini belum tentu sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Meski jenis makanan ini juga menggunakan bahan sintetik sangat minimal, tidak ada standar yang mengatur pengolahannya.

Lalu, mana yang terbaik? Makanan organik dan makanan alami, keduanya dapat bermanfaat bagi kesehatan. Anda dapat menyertakan makanan-makanan tersebut dalam menu sehari-hari untuk menjalani diet yang sehat.

Sekarang Anda sudah tahu kan bedanya makanan organik dan makanan alami? Untuk lebih meyakinkan Anda tentang status keamanan produk makanan organik, Anda bisa dengan mudah memeriksanya dengan memasukkan nomor registrasi produk tersebut pada situs BPOM RI

Yang perlu kita catat baik-baik rata-rata makanan sehat itu asalnya dari bahan-bahan yang organik. Tetapi biaya menghasilkan sayur, buah, beras, dan bahan makanan lain yang organik itu tidaklah kecil. Alias mahal. Kenapa ?

  1. Bebas  Paparan pestisida

Sudah menjadi rahasia umum kalau makanan organik itu pasti lebih sehat. Soalnya produk organik itu bebas paparan pestisida dan pupuk sintesis. Petani organik hanya memakai kompos atau pupuk kandang. Artinya, nggak bakalan ada logam berat yang masuk dan membahayakan tubuh.

Sejatinya, kompos atau pupuk kandang untuk tanaman organik itu lebih mahal. Tapi, karena petani organik itu sayang sama kita, jadi mereka nggak sungkan menguras kantong untuk membelinya.

Nah, karena manusia itu pada dasarnya harus saling mengasihi, jadi kita membalas kasih sayang ini dengan membeli produk mereka tanpa mengeluh. Apalagi kalau kamu penggemar produk sehat dan organik. Hehe.

  1. Sertifikat organik

Salah satu yang bikin makanan sehat itu lebih mahal adalah karena pihak pembudidaya diwajibkan memiliki sertifikat organik. Nah, untuk mengurus biaya sertifikasi pangan organik ini, satu kelompok petani harus membayar Rp15 – 30 juta! Dan masa berlakunya pun relatif pendek, yaitu tiga tahun. Biaya memperpanjang sertifikasi itu bisa mencapai Rp12 juta.

  1. Biaya Produksi

Makanan sehat atau organik itu biasanya memiliki kemasan yang berbeda dari produk konvensional yang diproduksi secara masal dan menggunakan plastik. Sedangkan produk organik menggunakan kemasan yang berbeda. Misalnya, dari bahan kaca dan dapat didaur ulang. Makanya biaya produksinya pun jadi lebih tinggi.

  1. Standar tinggi

Khusus untuk produk daging, misalnya, peternak organik biasanya memberlakukan standar yang lebih tinggi dalam membudidayakan hewan ternak. Misalnya, dari kesejahteraan hewan itu sendiri. Biasanya, peternakan organik memberi pakan yang juga organik. Dan harganya juga bisa dua kali lipat dibandingkan dengan pakan biasa.

  1. Lebih banyak tenaga kerja

Untuk menekan biaya produksi, banyak petani atau pertanian konvensional yang memakai zat kimia dan pestisida. Tujuan lainnya adalah efisiensi dan agar pekerjaan lebih cepat selesai.

Akan tetapi, cara kerja petani organik itu berbeda, guys. Karena rohnya adalah bebas paparan pestisida, pertanian organik membutuhkan lebih banyak tenaga kerja untuk menyiangi rumput liar, membersihkan air, ataupun memulihkan tanaman dari kontaminasi pestisida.

 

 

Arsenik Pada Nasi

arsenik pada nasi

Arsenik Pada Nasi-Sejumlah penelitian mendeteksi adanya dosis tinggi arsenik dalam nasi — makanan pokok sejuta umat. Waduh!

Apa dampak arsenik pada tubuh?

Arsenik merupakan unsur karsinogen, dan paparan kronis arsenik dalam dosis tinggi dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker kandung kemih, paru-paru, dan kulit, serta diabetes tipe 2 dan penyakit jantung. Selain itu, arsenik adalah racun bagi sel-sel saraf dan dapat memengaruhi fungsi otak. Pada anak-anak dan remaja, paparan arsenik telah dikaitkan dengan gangguan konsentrasi, pembelajaran dan memori; juga mengurangi kecerdasan dan kompetensi sosial.

U.S. Environmental Protection Agency (EPA) telah menetapkan batas maksimum arsenik dalam air minum, yaitu 10 ppb. Namun, tidak ada batas yang telah ditentukan untuk arsenik dalam makanan dan minuman. Studi menunjukkan bahwa 100 gram beras (setengah porsi) setara dengan meminum 1 liter air putih yang mengandung jumlah arsenik maksimum yang diperbolehkan oleh EPA.

Kenapa bisa ada arsenik pada nasi?

Tak banyak yang tahu bahwa kita sebenarnya mengonsumsi arsenik hampir setiap hari. Arsenik ditemukan dalam produk beras dan gandum, sayur dan buah-buahan, bahkan juga makanan laut. Ini karena arsenik adalah elemen besi yang dihasilkan secara alami dalam kerak bumi, yang turut hadir di dalam air, udara, dan tanah. Letusan gunung berapi memproduksi arsenik. Unsur besi beracun ini juga dihasilkan dari aktivitas manusia, termasuk pertambangan dan peleburan bijih tambang, pembakaran batu bara, serta penggunaan pupuk dan pestisida.

Dan karena arsenik benar-benar ada di sekitar kita, unsur ini bisa diserap oleh tanaman saat mereka tumbuh terlepas dari apakah mereka tumbuh di pertanian tradisional atau organik. Arsenik bukanlah bahan yang secara sengaja ditambahkan ke dalam sumber pangan, dan tidak dapat dihilangkan sepenuhnya dari makanan. Arsenik dalam bentuk paling murni tidak berbau, tidak berwarna, dan tak memiliki rasa.

Beras merupakan salah satu sumber pangan kaya akan kandungan arsenik anorganik, jenis arsenik yang paling beracun. Beras mengandung sekitar 10 hingga 20 kali dosis arsenik lebih tinggi daripada tanaman gandum dan biji-bijian lainnya. Beras menyerap arsenik lebih mudah daripada produk pertanian lainnya karena ditanam dalam kondisi lahan yang digenangi air. Di banyak daerah, air irigasi pertanian sangat terkontaminasi oleh arsenik. Hal ini membuat kandungan arsenik yang ada dalam tanah jadi lebih terkonsentrasi, sehingga lebih mudah terserap ke dalam bulir padi.

Menggunakan air yang terkontaminasi untuk mencuci dan memasak beras adalah salah satu faktor risiko lain dari kandungan arsenik dalam nasi. Bulir padi juga dapat dengan mudah menyerap arsenik dari air yang mendidih ketika nasi dimasak.

Apakah kandungan arsenik pada nasi berbahaya?

Belum jelas seberapa berbahaya risiko arsenik dalam beras untuk kesehatan manusia. Walau dosis tinggi arsenik sangat beracun, tapi untuk bisa mencapai efek mematikan, arsenik harus dikonsumsi minimal dua gram secara langsung.

Di sisi lain, risiko kesehatan dari racun arsenik mungkin menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi mereka yang makan nasi setiap hari dalam jumlah yang cukup banyak — terutama untuk orang-orang di Asia yang menjadikan nasi sebagai sumber makanan pokok andalan. Ini karena dampak arsenik akan tergantung dosis: semakin banyak Anda konsumsi, semakin tinggi risiko Anda.

Namun demikian, sampai saat ini Badan Pengawas Makanan dan Obat-obatan di Amerika Serikat (FDA), tidak merekomendasikan masyarakat yang khawatir untuk berbondong-bondong mengganti konsumsi nasi atau beras harian mereka.

“Pengumpulan data dan penilaian lain yang sedang berlangsung akan memberikan dasar ilmiah yang kuat untuk menentukan apa tindakan dan/atau langkah-langkah yang diperlukan untuk mengurangi paparan arsenik dalam beras dan produk beras,” ungkap lembaga tersebut, dilansir dari Live Strong.

Sementara itu, para peneliti jauh lebih mengkhawatirkan tentang dampak arsenik dalam beras untuk anak-anak dan bayi. Kelompok usia ini mungkin berada pada risiko yang lebih tinggi terhadap paparan bahaya arsenik karena sistem tubuh mereka yang masih berada dalam tahap tumbuh kembang. Kita tahu bahwa dosis arsenik rendah pada anak berdampak pada hambatan pembangunan sistem kekebalan tubuh, gangguan tumbuh kembang, dan gangguan perkembangan IQ.

Cara masak nasi yang sehat untuk mengurangi kadar arsenik pada nasi

FDA dan lembaga konsumen Amerika Serikat, Consumer Reports, merekomendasikan publik untuk makan makanan seimbang yang mengandung variasi dari biji-bijian lain- terutama jika Anda makan lebih dari dua atau tiga porsi nasi per minggu. Gandum dan oats, misalnya, diketahui memiliki kadar arsenik yang lebih rendah daripada beras padi.

Dan usut punya usut, ternyata cara kita menanak beras bisa sedikit banyak menentukan kadar arsenik dalam nasi. Andy Meharg, profesor ilmu biologi di Queens University di Belfast, menguji tiga cara memasak nasi untuk melihat apakah perbedaan metode memasak berpengaruh pada tingkat arsenik dalam nasi.

Pertama, Meharg menggunakan metode menanak nasi yang paling konvensional: dengan takaran air dan beras 2:1 — seperti yang dilakukan oleh hampir semua orang selama ini. Ia menemukan cara inilah yang meninggalkan paling banyak jejak arsenik dalam nasi. Sebaliknya, metode kedua melibatkan mencuci dan membilas beras, kemudian airnya ditiriskan benar hingga kering. Meharg kemudian menggunakan perbandingan air dan beras 5:1 untuk menanak nasi. Cara ini memangkas tingkat arsenik hingga hampir setengahnya.

Cara terakhir adalah yang ditemukan paling aman: secara drastis mengurangi kadar arsenik dalam beras hingga 80 persen. Triknya, rendam beras semalaman terlebih dahulu. Keesokan paginya, cuci dan bilas bersih, kemudian tiriskan airnya hingga benar-benar kering. Untuk menanak nasi, gunakan rasio air dan beras 5 banding satu

Apakah itu GMO?

GMO

GMO singkatan dari (Genetically Modified Organism) merupakan organisme yang material genetikanya telah dimodifikasi menggunakan metode rekayasa genetika. Organisme yang telah diubah material genetikanya akan memiliki sifat yang berbeda dengan organisme biasa.

Yuk kenalan apa itu GMO ?

Beberapa Produk dari tanaman yang biasanya masuk dalam lingkup Genetically Modified Organism adalah : tomat, kentang, daging, susu dari hewan yang diberi makan non organik, serta beras.

Sedangkan untuk makhluk hidup diantaranya bakteri, tumbuhan, tumbuhan, serangga, dan ikan.

Dimanakah Peredaran Genetically Modified Organism ?

Di negara maju seperti Eropa dan Jepang, produk Genetically Modified Organism sudah dilarang dan umumnya negara maju tersebut kembali pada produk organik.

Lalu Bagaimana Dengan Indonesia?

Di Indonesia sendiri, produk-produk ini sudah banyak beredar terutama pada buah-buahan import dan daging-daging import, serta sayur-sayuran import bahkan juga makanan kemasan import.

Produk yang mengandung Genetically Modified Organism paling banyak beredar adalah produk sayuran dan buah-buahan seperti misal apel, jeruk, pisang, jagung, kacang dan masih banyak lagi.

Apakah Produk yang Berasal GMO Aman?

Menurut World Health Organization (WHO) mengkonsumsi pangan dari tanaman GM (genetically modified, red) tidak lebih berisiko daripada mengkonsumsi makanan yang berasal dari tanaman yang telah dimodifikasi dengan teknik perbaikan tanaman konvensional.”

“Hingga sekarang ini, rekayasa genetik (GMO) masih diperdebatkan.”

Produk Hasil GMO Dapat Menyebabkan

  • Alergis
  • Karsinogenik (*kanker)
  • Anti-gizi
  • Toxic

Menurut jurnal kesehatan, akibat makanan hasil genetik ini tidak terlalu terlihat jika dikonsumsi oleh manusia.

Oleh karena itu para ahli menguji terhadap tikus, dan hasilnya : tikus menjadi mandul, lemah, gerak lakunya lamban, terdapat sel kanker di otak dan saluran cernanya.

Tips Menghindari Makanan Genetically Modified Organism

Membeli bahan makanan yang Organik dengan cara hanya membeli produk-produk yang mencamtumkan label Non GMO.

Cari informasi mengenai produsen yang mensuplai makanan yang sangat berpotensi GMO.

Namun Penggunaan Genetically Modified Organism juga dianggap memiliki berbagai manfaat sebagai berikut :

  1. Kesejahteraan petani meningkat karena peningkatan produksi tani.
  2. Produksi tinggi sebagai solusi masalah kemiskinan, kelaparan, dan ketahanan pangan.

PENGARUH CURAH HUJAN TERHADAP PRODUKSI TANAMAN PADI

Iklim menurut tempat dan waktu terdiri dari beberapa unsur di antaranya curah hujan, radiasi, suhu, kelembaban, tekanan dan angin. Posisi geografis Indonesia yang berada  di wilayah tropis mempunyai karakteristik iklim yang spesifik. Curah hujan merupakan unsur iklim yang paling tinggi keragaman dan fluktuasinya di Indonesia, sehingga merupakan unsur iklim yang paling dominan mencirikan Indonesia.

Sejak zaman dahulu, Indonesia selalu menjadi rebutan daerah kekuasaan dari para penjajah. Hal ini dikarenakan hasil bumi kita yang melimpah ruah, khususnya pada hasil rempah-rempah dan hortikultura. Hampir 60 % wilayah Indonesia mempunyai curah hujan tahunan antara 2500 mm-3000mm. Provinsi Indonesia yang mempunyai jeluk curah hujan tinggi adalah Bengkulu, Sumatera Barat, Kalimantan Barat, Irian Jaya (Baharsjah,et al 1985). Periode tanam dalam setiap tahunnya minimal 8 bulan dan keragaman suhu dalam satu tahun berkisar 30-50C. Dengan curah hujan yang begitu melimpah, kita dapat membudidayakan tanaman serealia semisal padi sampai 3 kali dalam tiap musim.

Secara geografis Negara Indonesia juga sangat diuntungkan karena letak Negara Indonesia terletak di garis katulistiwa dengan garis koordinat LU – BT- BT dan secara teoritis Negara Indonesia sangat baik untuk pertanian dikarnakan seluruh wilayah yang ada di Negara Indonesia bisa terkena sinar matahari secara merata dan sinar matahari dalam ilmu biologi adalah bahan yang digunakan oleh tumbuhan untuk melakukan proses fotosintesis. Dengan fotosintesis yang sempurna maka perkembangbiakan tumbuhan tersebut akan menjadi lebih baik, karena dengan proses fotosintesis yang sempurna maka tumbuhan dapat menyuplai kebutuhan yang bisa digunkan oleh tumbuhan tersebut untuk proses pertumbuhanya.

Mengingat keragaman produksi padi yang signifikan antar periode musim, maka diperlukan analisis untuk mengetahui seberapa besar dampak keragaman curah hujan terhadap produksi padi sawah agar dapat disusun alternatif strategi teknologi budidaya yang dapat mengurangi bahkan mengatasi risiko tersebut. Penentuan waktu tanam yang tepat, aplikasi pemupukan, sistem pengairan serta pemilihan varietas yang tepat merupakan pilihan yang dapat dilakukan dalam mengatasi risiko iklim. Dengan pendekatan model simulasi tanaman hal tersebut dapat diketahui, sehingga alternatif strategi budidaya dapat dilakukan.

A. Pola Umum Curah Hujan di Indonesia

Menurut Pamungkas (2006), pola umum curah hujan di Indonesia antara lain dipengaruhi oleh letak geografis. Secara rinci pola umum hujan di Indonesia dapat diuraikan sebagai berikut:

  1. Pantai sebelah barat setiap pulau memperoleh jumlah hujan selalu lebih banyak daripada pantai sebelah timur.
  2. Curah hujan di Indonesia bagian barat lebih besar daripada Indonesia bagian timur. Sebagai contoh, deretan pulau-pulau Jawa, Bali, NTB, dan NTT yang dihubungkan oleh selat-selat sempit, jumlah curah hujan yang terbanyak adalah Jawa Barat.
  3. Curah hujan juga bertambah sesuai dengan ketinggian tempat. Curah hujan terbanyak umumnya berada pada ketinggian antara 600 – 900 m di atas permukaan laut.
  4. Di daerah pedalaman, di semua pulau musim hujan jatuh pada musim pancaroba. Demikian juga halnya di daerah-daerah rawa yang besar.
  5. Bulan maksimum hujan sesuai dengan letak DKAT.
  6. Saat mulai turunnya hujan bergeser dari barat ke timur seperti:
  • Pantai barat pulau Sumatera sampai ke Bengkulu mendapat hujan  terbanyak pada bulan November.
  • Lampung-Bangka yang letaknya ke timur mendapat hujan terbanyak pada bulan Desember.
  • Jawa bagian utara, Bali, NTB, dan NTT pada bulan Januari – Februari.
  1. Di Sulawesi Selatan bagian timur, Sulawesi Tenggara, Maluku Tengah, musim hujannya berbeda, yaitu bulan Mei-Juni. Pada saat itu, daerah lain sedang mengalami musim kering. Batas daerah hujan Indonesia barat dan timur terletak pada kira-kira 1200 Bujur Timur.Menurut Aser Rouw (2008) terdapat 3 sentra pengembangan padi sawah di Merauke, yaitu distrik Merauke, Semangga-Tanah Miring dan Kurik. Curah hujan pada wilayah ini menunjukkan pola monsun, yaitu suatu pola curah hujan dimana terdapat periode kering dan periode hujan. Periode hujan terjadi sekitar Okrober-Maret, sementara April-November dijumpai periode kering. Kondisi ini dikendalikan oleh perubahan medan angin monsun Asia-Australia.

B. Curah Hujan di Berbagai Provinsi di Indonesia

Menurut Pamungkas (2006) rata-rata curah hujan di Indonesia untuk setiap tahunnya tidak sama. Namun masih tergolong cukup banyak, yaitu rata-rata 2000 – 3000 mm/tahun. Begitu pula antara tempat yang satu dengan tempat yang lain rata-rata curah hujannya tidak sama.

Ada beberapa daerah yang mendapat curah hujan sangat rendah dan ada pula daerah yang mendapat curah hujan tinggi:

  1. Daerah yang mendapat curah hujan rata-rata per tahun kurang dari 1000 mm, meliputi 0,6% dari luas wilayah Indonesia, di antaranya Nusa Tenggara, dan 2 daerah di Sulawesi (lembah Palu dan Luwuk).
  2. Daerah yang mendapat curah hujan antara 1000 – 2000 mm per tahun di antaranya sebagian Nusa Tenggara, daerah sempit di Merauke, Kepulauan Aru, dan Tanibar.
  3. Daerah yang mendapat curah hujan antara 2000 – 3000 mm per tahun, meliputi Sumatera Timur, Kalimantan Selatan, dan Timur sebagian besar Jawa Barat dan Jawa Tengah, sebagian Irian Jaya, Kepulauan Maluku dan sebagaian besar Sulawesi.
  4. Daerah yang mendapat curah hujan tertinggi lebih dari 3000 mm per tahun meliputi dataran tinggi di Sumatera Barat, Kalimantan Tengah, dataran tinggi Irian bagian tengah, dan beberapa daerah di Jawa, Bali, Lombok, dan Sumba.

Menurut Aser Rouw (2004), Papua memiliki 3 pola curah hujan, yaitu pola lokal, monsun, dan pola ekuatorial. Pola lokal ditandai oleh suatu puncak hujan yang terjadi sekitar bulan Desember, tanpa diselingi periode kering. Sedangkan pola ekuatorial dijumpai 2 puncak hujan yang biasanya terjadi pada periode Oktober-Desember dan Januari Maret. Sementara pola munson hanya memilki satu puncak hujan pada periode Oktober-Maret. Pola ini dijumpai perbedaan yang jelas antara periode kering dan periode hujan. Periode kering terjadi sekitar April-November. Keragaman curah hujan pada masing-masing pola hujan di perlihatkan pada gambar berikut ini.

Referensi : Aziz (2013), Pengaruh Curah Hujan Terhadap Produksi Tanaman Padi

 

Makanan Untuk Penderita Maag

Apa kabar sahabat Eka FarmKali ini kita akan berbagi artikel makanan yang sangat baik untuk penderita sakit maag dan asam lambung. Semoga bisa menjadi salah satu solusi sehat terutama bagi sahabat yang sedang diuji dengan sakit maag dan asam lambung atau GERD.

Makanan yang kita maksud adalah tepung garut (pati garut – Jawa) atau tepung irut atau ada juga yang menyebut tepung kerut. Tepung garut dihasilkan dari umbi tanaman garut. Tepung kerut ini berukuran sangat halus dan berkualitas tinggi.

Umbi garut mempunyai berbagai macam kandungan gizi yang sangat baik untuk orang yang baru dalam masa penyembuhan dan yang punya masalah dengan pencernaan atau perut terutama. Beberapa kandungan gizi yang terdapat dalam umbi garut diantaranya: Air, Protein, Serat, Lemak, pati, abu, magnesium, zat besi, kalium, fosfor, tiamina, vitamin B6, folat dan riboflavin.

Manfaat Tepung Garut untuk Sakit Maag dan Asam Lambung

Salah satu manfaat dari tepung garut adalah dapat mengobati dan mencegah munculnya masalah pada perut yaitu jika dibikin bubur dengan campuran air atau susu. Terutama sangat bermanfaat jika terjadi peradangan dan tukak lambung. Oleh karenanya penderita maag dan asam lambung sangat dianjurkan untuk rajin mengkonsumsi bubur tepung kerut ini.

Selain memperbaiki masalah pencernaan, bubur tepung garut juga bermanfaat untuk melancarkan peredaran darah. Hal ini karena adanya kandungan zat besi yang tinggi. Dengan lancarnya peredaran darah maka tubuh akan menjadi lebih sehat dan terhindar dari anemia yang kebanyakan dialami penderita maag kronis.

Manfaat lain yang sangat membantu penderita maag dan asam lambung (GERD) adalah umbi kerut sangat membantu menjaga ketahanan dan kekuatan tubuh. Kandungan mineral yang sangat banyak, menjadikan tepung garut sangat baik untuk meningkatkan energi, stamina, daya tahan dan kekuatan tubuh.

Kandungan seratnya yang cukup tinggi juga sangat membantu melancarkan pencernaan. Serat sangat dibutuhkan untuk pencernaan kita sehingga terhindar dari gejala dan gangguan pencernaan seperti diare, sembelit hingga wasir. Serat yang terdapat dalam tepung garut juga merupakan serat halus sehingga sangat baik untuk penderita sakit maag dan asam lambung.

Begitu banyak manfaat tepung garut untuk penderita sakit maag dan asam lambung. Bagi sahabat Eka Farm yang  kebingungan mencari makanan yang cocok, nyaman dan aman untuk lambung, sangat kami rekomendasikan tepung kerut jadi makanan rutin Anda. Selain berfungsi sebagai makanan juga bisa berfungsi sebagai obat.

Mungkin ada beberapa sahabat yang bertanya bagaimana membuat bubur kerut ini? Mudah kok,

  • Silahkan campurkan 2 sendok makan tepung garut dengan 1 gelas air.
  • Aduk hingga benar-benar larut kemudian masak dengan api kecil.
  • Tambahkan gula aren organik dan garam secukupnya sesuai selera.
  • Aduk terus hingga masak.
  • Setelah masak siap santap. Lebih baik ditunggu sampai hangat. Bisa ditambah santan supaya lebih “Mak Nyus”.

Selamat mencoba membuat bubur tepung garut dan rutin mengkonsumsinya. InsyaAllah sangat membantu penyembuhan sakit maag dan asam lambung tinggi. Untuk sahabat yang kesulitan mendapatkan tepung atau pati garut dan gula aren organik ini di daerahnya, bisa juga kok pesan disini.  Customer servise Eka Farm ………

Itulah sedikit berbagi kami tentang Tepung Garut, Makanan Sehat untuk Penderita Maag dan Asam Lambung. Semoga bermanfaat dan membantu kesembuhan sahabat. Tetap optimis dan salam sehat selalu.

Gula Aren / Gula Semut

Gula Aren Kristal Organik adalah gula aren kualitas premium yang pengolahannya tanpa tambahan bahan kimia sintetis apapun. Sangat baik dan aman untuk minuman harian dan campuran ramuan herbal. Sejak lama gula aren dipergunakan untuk membuat berbagai ramuan untuk mengatasi masalah kesehatan seperti masalah pencernaan dan masalah hati/liver.

Manfaat Gula Aren untuk Maag dan Asam Lambung

Penyakit maag selain disebabkan oleh gaya hidup yang kurang baik, juga bisa disebabkan oleh bakteri H.pylori yang mengerogoti dinding lambung. Kandungan vitamin B1, B2, B3, B6, B12 dan Ascorbic Acid dalam Gula Aren sangat baik untuk mengatasi maag dan asam lambung, menghambat pertumbuhan bakteri H.Pylori penyebab maag. Juga dapat mengatasi dan menetralisir asam lambung tinggi.

Cara Membuat Minuman dari Gula Aren untuk Obat Maag

Untuk membuat minuman dari gula aren untuk pengobatan sakit maag sangat mudah. Tuangkan 2 sendok makan gula aren kristal organik ke dalam gelas. Tambahkan air hangat 150ml. Aduk hingga rata dan siap diminum. Dengan rutin mengkonsumsi minuman ini perlahan namun pasti gangguan maag dan asam lambung Anda akan sembuh. Anda juga bisa menambahkan tepung atau pati garut untuk terapi sakit maag dan asam lamung.

Gula aren kristal organik juga sangat bermanfaat untuk mencegah anemia, menjaga kesehatan kulit dan meningkatkan energi dan stamina. Dengan begitu kaya manfaatnya gula aren organik ini dan harganya yang sangat terjangkau, menjadikannya pilihan yang tepat untuk menjadi minuman kesehatan keluarga.