VCO untuk kehamilan

VCO untuk kehamilan

VCO untuk kehamilan- Mengonsumsi minyak kelapa, memiliki kandungan yang luar biasa. Selain mematikan berbagai mikroorganisme berbahaya kandungan MCFA ((asam laurat, asam kaprilat,asam kaprat,asam oleat, asam miristat,asam palmitat)  dalam minyak VCO juga memberikan energi yang dibutuhkan saat bayi mau lahir.

Agar pertumbuhan janin berjalan dengan baik, dan ibu hamil bisa menjalani masa-masa kehamilannya dengan sehat, maka makanan ibu hamil sebaiknya mengkonsumsi makanan atau minuman yang mengandung gizi sebagai berikut:

VCO untuk kehamilan- Kalori

Selama masa kehamilan konsumsi kebutuhan kalori mestilah bertambah pada kisaran 300-400 kkal perharinya. Kalori yang diperoleh haruslah berasal dari sumber makanan yang beragam, dimana pola makan 4 sehat 5 sempurna harus menjadi standarnya. Sebaiknya, jumlah 55% kalori didapatkan dari jenis umbi-umbian serta nasi sebagi sumber karbohidrat utama, lemak baik lemak nabati ataupun lemak hewani sebanyak 35%, dan 10% dari protein dan sayuran serta buah-buahan dapat melengkapinya.

VCO untuk kehamilan- Asam Folat

Janin sangat membutuhkan asam folat dalam jumlah yang banyak untuk pembentukan sel dan sistem syaraf. Pada trimester pertama janin akan membutuhkan asam folat sebanyak 400 mikrogram/harinya. Bila janin mengalami kekurangan asam folat, maka hal ini akan membuat perkembangan janin menjadi tidak sempurna dan bisa membuat janin terlahir dengan kelainan seperti mengalami anenchephaly (tanpa batok kepala), mengalami bibir sumbing dan menderita spina bifda (kondisi dimana tulang belakang tidak tersambung). Asam folat bisa diperoleh dari buah-buahan, beras merah dan sayuran hijau.

VCO untuk kehamilan- Protein

Protein selain menjadi sumber bagi kalori dan zat pembangun, pembentukan darah dan sel adalah salah satu fungsi dari protein. Protein sangat dibutuhkan oleh ibu hamil, jumlahnya sekitar 60 gram per harinya atau 10 gram lebih banyak dari biasanya. Protein dapat diperoleh dari kacang-kacangan, tahu, tempe, putih telur dan daging.

Kalsium

Kalsium berfungsi dalam pertumbuhan serta perkembangan gigi dan tulang janin. Dengan adanya kalsium yang cukup selama masa kehamilan, maka ibu hamil bisa terhindar dari penyakit osteoporosis. Mengapa hal ini bisa terjadi, karena jika ibu hamil tidak memiliki jumlah kalsium yang cukup, maka kebutuhan janin akan kalsium akan diambil dari tulang ibunya. Susu dan produk olahan lainnya adalah sumber kalsium yang baik, selain sumber kalsium, susu mempunyai kandungan vitamin lainnya yang dibutuhkan oleh ibu hamil seperti vitamin A, Vitamin D, Vitamin B2 vitamin B3 dan vitamin C. Selain dari susu, kacang-kacangan dan sayuran hijau adalah sumber kalsium yang sangat baik.

Vitamin A

Vitamin A sangat bermanfaat untuk pemeliharaan fungsi mata serta untuk pertumbuhan tulang dan kulit. Selain itu vitamin A juga berfungsi sebagai imunitas dan pertumbuhan janin. Tetapi walaupun vitamin A sangat dibutuhkan oleh ibu hamil, namun jangan sampai mengkonsumsinya secara berlebihan, karena bila ibu hamil mengalami kelebihan vitamin A, hal ini bisa membuat janin terganggu pertumbuhannya.

Zat Besi

Zat besi berfungsi didalam pembentukan darah terutama membentuk sel darah merah hemoglobin dan mengurangi resiko ibu hamil terkena anemia atau kurang darah. Zat besi akan diperlukan pada saat kehamilan memasuki umur 20 minggu. Kebutuhan akan zat besi sebanyak 30 mg / harinya. Zat besi bisa diperoleh pada hati, daging atau ikan.

Vitamin C

Tubuh ibu hamil memerlukan asupan vitamin C untuk menyerap zat besi. Selain itu vitamin C juga sangat baik untuk kesehatan gusi dan gigi. Fungsi lain dari vitamin C yaitu untuk melindungi jaringan organ tubuh dari bermacam kerusakan serta memberikan otak berupa sinyal kimia, hal itu terjadi karena vitamin C banyak mengandung antioksidan.

Vitamin D

Vitamin D bisa meneyerap kalsium sehingga sangat bermanfaat untuk pembentukan dan pertumbuhan tulang bayi. Vitamin D dapat di dapat dari sumber makanan, susu, kuning telur atau hati ikan.

Kurang Gizi? Mulailah Dengan Beras Coklat

kurang gizi? Mulailah dengan beras coklat

Kurang Gizi? Mulailah dengan beras coklat– Kurang gizi sebagai salah satu bentuk malnutrisi sering dianggap sebagai permasalahan daerah tertinggal. Ternyata, kondisi ini juga bisa terjadi di kota-kota besar atau negara berkembang dan maju.

WHO bahkan menyatakan bahwa malnutrisi terjadi pada sekitar 792 juta orang di seluruh dunia dan sepertiganya adalah anak-anak!

Malnutrisi atau malgizi sebenarnya tidak hanya mencakup kekurangan gizi, tapi juga kelebihan gizi yang menyebabkan obesitas pada anak. Kali ini kita akan berbicara tentang kurang gizi.

  1. Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Terhambat Karena Kurang Gizi

Disebut juga sebagai stunting, terhambatnya pertumbuhan dan perkembangan anak merupakan efek jangka panjang malnutrisi. Anak yang mengalami stunting akan cenderung lebih lamban pertumbuhannya dibanding anak lain seusianya. Dari tinggi dan berat badan, misalnya, dia akan cenderung berada di bawah grafik normal. Pertumbuhan yang terhambat ini bisa menjadi permanen lho, Moms, bila tidak segera ditangani. Menurut temuan yang dimuat dalam British Medical Journal, malnutrisi tidak hanya berakibat pada tubuh, tapi juga memberikan pengaruh besar pada perkembangan otak anak, terutama di tiga tahun pertama kehidupannya.

  1. Marasmus

Mungkin Anda masih kurang familiar dengan istilah satu ini. Marasmus adalah kondisi tubuh yang mengalami kekurangan kalori (energi) tingkat berat. Jangan anggap enteng karena malnutrisi jenis ini bisa mengakibatkan keterbelakangan mental. Ciri-ciri marasmus biasanya dapat dilihat dari berat badan yang menurun drastis, kulit yang kering dan terkadang warnanya terlihat lebih gelap dari kulit yang sehat, kehilangan lemak dan otot, kerontokan rambut, dan wajah yang tampak tirus.

  1. Kwashiorkor

Nah, yang satu ini adalah jenis kekurangan protein akut yang seringkali terjadi pada anak yang mengalami malnutrisi. Gejala kwashiorkor atau disebut juga busung lapar biasanya berupa rambut yang berwarna kemerahan, ruam kulit, perut buncit karena kembung, serta hati yang membesar atau bengkak. Jika dibiarkan, kondisi kekurangan gizi ini bisa berujung pada koma atau malah kematian.

  1. Kekurangan vitamin dan mineral

Dari semuanya, mungkin ini yang cukup familiar di telinga Anda. Ya, masalah malnutrisi ini tidak hanya terjadi karena kekurangan protein, karbohidrat, ataupun lemak. Anak-anak juga  bisa digolongkan mengalami malnutrisi jika dia kekurangan mikronutrien seperti vitamin dan mineral. Kondisi inipun tidak bisa diabaikan karena bisa merembet ke masalah lainnya. Misalnya, jika anak mengalami kekurangan zat besi, hal ini bisa berujung pada anemia atau kekurangan sel darah merah.

Untuk mencegah malnutrisi, idealnya anak diberi gizi seimbang yang mengandung makronutrien dan mikronutrien. Makronutrien sendiri berupa karbohidrat, protein, dan lemak. Sedangkan mikronutrien adalah vitamin dan mineral, terutama vitamin A, B1, B6, B12, C, D, E, dan K yang dibutuhkan anak. Nah, sudahkah kebutuhan gizi si kecil terpenuhi?

Mulailah MPASI Beras Coklat

Bubur yang terbuat dari beras coklat sebaiknya diperkenalkan pada si kecil di usianya yang lebih dari 6 bulan. Hal ini dikarenakan gigi anak mulai tumbuh dan memerlukan makanan yang lebih padat dari ASI. Lambungnya juga harus mulai dibiasakan mengolah makanan seperti bubur.

Apa yang menjadi keunggulan beras coklat daripada beras putih? Perbedaan yang ditunjukkan bukan pada warna saja. Lapisan terluar dari beras biasanya disingkirkan dan menjadi beras putih. Pada beras coklat, lapisan terluar beras atau aleurone tidak dibuang karena mengandung nilai-nilai gizi penting.

Banyak orang memilih beras putih karena terlihat lebih bersih. Padahal aleurone kaya akan protein, tiamin, kalsium, magnesium, serat dan potasium.

Ini dia kelebihan yang dimiliki beras coklat :

  • Kaya akan selenium yang berguna untuk mengurangi risiko kanker, sakit jantung dan nyeri sendi.
  • Dapat memenuhi mineral mangan sebanyak 80% dari yang dibutuhkan tubuh. Mineral ini membantu tubuh mensintesis lemak.
  • Mengandung minyak netral yang membantu menekan angka kolesterol.
  • Serat yang terkandung lebih banyak dan melancarkan pencernaan lebih baik dari beras putih. Seporsi kecil beras coklat bisa membuat perut kenyang.
  • Menjadi beras yang terjaga nutrisinya karena tidak melalui proses pengikisan dan pemutihan.
  • Mengandung antioksidan tinggi. Antioksidan pada beras coklat setara dengan yang dimiliki oleh buah bluberi dan stroberi.
  • Kandungan gulanya lebih sedikit dan cocok untuk dikonsumsi penderita diabetes. Mereka yang mengonsumsi beras coklat setiap hari terhindar dari risiko memburuknya diabetes sebanyak 60%.

Asupan makan terbaik untuk bayi karena nutrisi alami dan serat yang terkandung membantu mencukupi kebutuhan si kecil di masa pertumbuhannya. Serat pada beras coklat membantu memperbaiki sistem pencernaan buah hati juga.

Agar nutrisi si kecil terpenuhi, Anda bisa membuat bubur dari beras coklat ini di rumah atau membeli produk makanan bayi yang terbuat dari bahan tersebut. Cobalah untuk mengkreasikan campuran bubur beras coklat dengan pisang atau buah lain yang bertekstur lembut.

 

Gluten

gluten

Gluten mengandung komponen protein yang disebut peptida. Kebanyakan orang menghindarinya karena alasan kesehatan, terutama para penderita celiac disease (alergi terhadap protein gluten yang menyebabkan gangguan kekebalan).

Memahami mana makanan yang mengandung gluten, dan mana yang tidak, adalah syarat utama kalau kita ingin diet . Kita sudah tahu kalau gandum mengandung peptida. Begitu juga dengan tepung terigu.

Lalu, apa saja makanan yang terbuat dari kedua bahan tersebut?

Inilah beberapa di antaranya: Roti Kebanyakan roti terbuat dari tepung gandum dan jelai. Termasuk muffin, bagel, croissant, burger, bahkan pizza.

Penggantinya? Pilih roti yang terbuat dari kentang dan tepung beras yang kini banyak dijual di pasaran. Jangan lupa perhatikan label kemasan.

Pastikan roti yang Anda beli mencantumkan label bebas gluten. Rata-rata mie yang ada di pasaran terbuat dari tepung terigu. yang terbagi dalam tiga jenis. Yaitu tinggi, sedang, dan rendah.

Penggunaan tepung terigu yang berbeda kadar glutennya untuk satu resep yang sama, akan memberikan hasil yang berbeda.

Semakin tinggi maka tekstur yang dihasilkan akan lebih keras. Banyak sereal terbuat dari gandum. Sementara hampir semua jenis gandum mengandung gluten, termasuk malt (biji gandum) dan oat.

Sebagai pengganti, cobalah sereal yang terbuat dari beras atau jagung. Pasta Apa pun jenis olahannya, semua makanan yang terbuat dari pasta pasti terbuat dari gandum. Makanan Italia seperti makaroni, spageti, dan fettucine adalah jenis makanan yang berbahan dasar pasta. Kue dan biskuit yang terbuat dari tepung terigu dan gandum.

Baik itu kue tradisional seperti putu mayang dan getuk lindri, maupun kue khas negara lain seperti brownies dan nastar. Melihat daftar terlarang di atas, sepertinya hampir semua makanan harus disingkirkan. Sebenarnya tidak juga.

Ada banyak pilihan makanan sehat yang aman. Misalnya kacang-kacangan, beras atau nasi, kedelai, kentang, ikan, daging, singkong, dan tepung tapioka. Dan pasti, sayur dan buah-buahan.

Anda pernah membaca isi label kemasan makanan yang menuliskan kata gluten-free? Tahukah Anda apa yang dimaksudnya dan apa efeknya bagi tubuh? Pada dasarnya, bukanlah suatu nutrisi yang spesial. Sebagian makanan berjenis biji-bijian yang bervitamin dan bermineral juga mengandung gluten.

Pengertian Gluten

Merupakan salah satu jenis protein yang biasanya terkandung di dalam gandum hasil persilangan (Triticale), gandum biasa, dan jelai atau barley. Jika Anda melihat makanan yang memiliki kemasan bertuliskan bebas gluten berarti makanan tersebut tidak mengandung protein gluten.

Makanan ini sebenarnya ditujukan kepada mereka yang memiliki penyakit celiac. Lalu, bagaimana jika mengonsumsi makanan ini, namun tidak memiliki kedua penyakit tersebut? Bagi Anda yang tidak memiliki penyakit celiac atau intoleransi gluten, makanan ini tidak akan memberikan manfaat tambahan dibanding makanan mengandung gluten.

Studi menunjukkan bahwa makanan yang mengandung biji-bijian utuh memiliki manfaat menurunkan risiko diabetes dan penyakit jantung. Tapi, sebagian makanan bebas gluten justru cenderung kurang bernutrisi termasuk kalsium, vitamin B, magnesium, serat, zinc, dan zat besi.

Makanan yang Mengandung Gluten

Adalah makanan yang berasal atau terbuat dari biji-bijian. Berikut ini adalah beberapa contoh:

  • Jelai
  • Gandum
  • Beberapa jenis bir
  • Kue, wafer
  • Sereal
  • Pasta
  • Saus, bumbu salad, kecap
  • Roti
  • Oat yang tidak diberi label
  • Vitamin atau obat

 

Makanan Bebas Gluten

makanan bebas gluten

Makanan Bebas Gluten

Pernah dengar makanan yang bebas gluten? Katanya sih, lebih sehat dan baik untuk tubuh. Namun tahukah Anda jika gluten adalah jenis zat yang sebenarnya dibutuhkan tubuh? Lalu, apa benar makanan yang bebas gluten itu lebih sehat?

Apa itu gluten?

Gluten adalah protein yang ditemukan pada padi-padian dan serealia, gandum, gandum hitam (rye), jelai (barley) dan triticale. Gluten berperan sebagai lem yang membantu menjaga makanan tetap menempel dan menjaga bentuk makanan. Ada dua jenis utama protein pada gluten, yaitu glutenin dan gliadin. Saat kita mencampur tepung dengan air, protein gluten membentuk jaringan lengket yang memiliki tekstur seperti lem.

Properti yang menyerupai lem ini membuat adonan elastis, dan memberikan kemampuan untuk roti mengembang saat dipanggang, serta memberikan tekstur kenyal.

Mengapa gluten buruk bagi beberapa orang?

Kebanyakan orang tidak mengalami masalah dalam mencerna gluten. Namun pada beberapa orang, gluten dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan, seperti:

  1. Intoleransi gluten

Intoleransi gluten adalah kondisi yang ditandai dengan ketidakmampuan tubuh untuk mencerna protein gluten. Intoleransi gluten ini masih menimbulkan gejala yang cukup ringan. Bila seseorang telah mengalami intolerasin gluten yang parah, maka kondisi tersebut disebut dengan penyakit celiac.

  1. Penyakit celiac

Penyakit celiac adalah gangguan autoimun. Pada orang dengan penyakit celiac, sistem imun mereka mengenali gluten sebagai zat yang berbahaya, sehingga menyerang gluten serta lapisan usus. Hal ini tentu membuat usus jadi rusak, akhirnya menimbulkan berbagai masalah kesehatan seperti, gangguan pencernaan, anemia, hingga berisiko kekurangan vitamin dan mineral.

Gejala dari penyakit celiac meliputi rasa tidak nyaman pada pencernaan, kerusakan jaringan pada usus kecil, kembung, diare, konstipasi, sakit kepala, kelelahan, ruam kulit, depresi, menurunnya berat badan dan feses yang berbau busuk. Kadang, orang dapat mengalami kelelahan atau anemia, atau bahkan tanpa gejala apapun. Hal ini membuat penyakit celiac sulit didiagnosis. Faktanya, 80 persen pasien tidak menyadari kondisi mereka.

  1. Sensitivitas gluten non-celiac

Sensitivitas gluten non-celiac adalah istilah yang digunakan untuk menunjukkan kondisi dimana seseorang tidak didiagnosis dengan penyakit celiac tapi masih mengalami rasa tidak nyaman ketik mengonsumsi gluten. Penyakit ini masih kontroversial. Beberapa ahli menganggap hal ini bukanlah kondisi yang nyata.

  1. Irritable bowel syndrome

Bentuk lain dari intoleransi gluten adalah irritable bowel syndrome (IBS). Penyakit ini adalah gangguan pencernaan dengan gejala sakit perut, kram, kembung, gas dan diare. Studi menunjukkan bahwa pola makan tanpa gluten dapat meringankan IBS.

  1. Alergi gandum

Sekitar 1 persen populasi memiliki alergi terhadap gandum. Kondisi ini membuat pasien menderita dari berbagai masalah pencernaan setelah mengonsumsi gluten.

Makanan apa saja yang tinggi akan gluten? Makanan yang kaya akan gluten meliputi:

  • Gandum
  • Spelt
  • Gandum hitam
  • Jelai
  • Roti
  • Pasta
  • Cereal
  • Bir
  • Kue, cookies dan pastry
  • Padi-padian bebas gluten
  • Kelompok padi-padian yang bebas gluten meliputi:
  • Jagung
  • Nasi
  • Quinoa
  • Flax
  • Jawawut
  • Sorgum
  • Tapioka
  • Buckwheat
  • Arrowroot
  • Amaranth
  • oats

Lalu, apa saja makanan bebas gluten? Ada banyak sumber makanan yang secara alami bebas dari gluten:

  • Daging
  • Ikan dan hidangan laut
  • Telur
  • Produk susu
  • Buah-buahan
  • Sayur-sayuran
  • Polong-polongan
  • Kacang-kacangan
  • Umbi-umbian
  • Lemak, seperti minyak dan mentega

 

Arsenik Pada Nasi

arsenik pada nasi

Arsenik Pada Nasi-Sejumlah penelitian mendeteksi adanya dosis tinggi arsenik dalam nasi — makanan pokok sejuta umat. Waduh!

Apa dampak arsenik pada tubuh?

Arsenik merupakan unsur karsinogen, dan paparan kronis arsenik dalam dosis tinggi dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker kandung kemih, paru-paru, dan kulit, serta diabetes tipe 2 dan penyakit jantung. Selain itu, arsenik adalah racun bagi sel-sel saraf dan dapat memengaruhi fungsi otak. Pada anak-anak dan remaja, paparan arsenik telah dikaitkan dengan gangguan konsentrasi, pembelajaran dan memori; juga mengurangi kecerdasan dan kompetensi sosial.

U.S. Environmental Protection Agency (EPA) telah menetapkan batas maksimum arsenik dalam air minum, yaitu 10 ppb. Namun, tidak ada batas yang telah ditentukan untuk arsenik dalam makanan dan minuman. Studi menunjukkan bahwa 100 gram beras (setengah porsi) setara dengan meminum 1 liter air putih yang mengandung jumlah arsenik maksimum yang diperbolehkan oleh EPA.

Kenapa bisa ada arsenik pada nasi?

Tak banyak yang tahu bahwa kita sebenarnya mengonsumsi arsenik hampir setiap hari. Arsenik ditemukan dalam produk beras dan gandum, sayur dan buah-buahan, bahkan juga makanan laut. Ini karena arsenik adalah elemen besi yang dihasilkan secara alami dalam kerak bumi, yang turut hadir di dalam air, udara, dan tanah. Letusan gunung berapi memproduksi arsenik. Unsur besi beracun ini juga dihasilkan dari aktivitas manusia, termasuk pertambangan dan peleburan bijih tambang, pembakaran batu bara, serta penggunaan pupuk dan pestisida.

Dan karena arsenik benar-benar ada di sekitar kita, unsur ini bisa diserap oleh tanaman saat mereka tumbuh terlepas dari apakah mereka tumbuh di pertanian tradisional atau organik. Arsenik bukanlah bahan yang secara sengaja ditambahkan ke dalam sumber pangan, dan tidak dapat dihilangkan sepenuhnya dari makanan. Arsenik dalam bentuk paling murni tidak berbau, tidak berwarna, dan tak memiliki rasa.

Beras merupakan salah satu sumber pangan kaya akan kandungan arsenik anorganik, jenis arsenik yang paling beracun. Beras mengandung sekitar 10 hingga 20 kali dosis arsenik lebih tinggi daripada tanaman gandum dan biji-bijian lainnya. Beras menyerap arsenik lebih mudah daripada produk pertanian lainnya karena ditanam dalam kondisi lahan yang digenangi air. Di banyak daerah, air irigasi pertanian sangat terkontaminasi oleh arsenik. Hal ini membuat kandungan arsenik yang ada dalam tanah jadi lebih terkonsentrasi, sehingga lebih mudah terserap ke dalam bulir padi.

Menggunakan air yang terkontaminasi untuk mencuci dan memasak beras adalah salah satu faktor risiko lain dari kandungan arsenik dalam nasi. Bulir padi juga dapat dengan mudah menyerap arsenik dari air yang mendidih ketika nasi dimasak.

Apakah kandungan arsenik pada nasi berbahaya?

Belum jelas seberapa berbahaya risiko arsenik dalam beras untuk kesehatan manusia. Walau dosis tinggi arsenik sangat beracun, tapi untuk bisa mencapai efek mematikan, arsenik harus dikonsumsi minimal dua gram secara langsung.

Di sisi lain, risiko kesehatan dari racun arsenik mungkin menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi mereka yang makan nasi setiap hari dalam jumlah yang cukup banyak — terutama untuk orang-orang di Asia yang menjadikan nasi sebagai sumber makanan pokok andalan. Ini karena dampak arsenik akan tergantung dosis: semakin banyak Anda konsumsi, semakin tinggi risiko Anda.

Namun demikian, sampai saat ini Badan Pengawas Makanan dan Obat-obatan di Amerika Serikat (FDA), tidak merekomendasikan masyarakat yang khawatir untuk berbondong-bondong mengganti konsumsi nasi atau beras harian mereka.

“Pengumpulan data dan penilaian lain yang sedang berlangsung akan memberikan dasar ilmiah yang kuat untuk menentukan apa tindakan dan/atau langkah-langkah yang diperlukan untuk mengurangi paparan arsenik dalam beras dan produk beras,” ungkap lembaga tersebut, dilansir dari Live Strong.

Sementara itu, para peneliti jauh lebih mengkhawatirkan tentang dampak arsenik dalam beras untuk anak-anak dan bayi. Kelompok usia ini mungkin berada pada risiko yang lebih tinggi terhadap paparan bahaya arsenik karena sistem tubuh mereka yang masih berada dalam tahap tumbuh kembang. Kita tahu bahwa dosis arsenik rendah pada anak berdampak pada hambatan pembangunan sistem kekebalan tubuh, gangguan tumbuh kembang, dan gangguan perkembangan IQ.

Cara masak nasi yang sehat untuk mengurangi kadar arsenik pada nasi

FDA dan lembaga konsumen Amerika Serikat, Consumer Reports, merekomendasikan publik untuk makan makanan seimbang yang mengandung variasi dari biji-bijian lain- terutama jika Anda makan lebih dari dua atau tiga porsi nasi per minggu. Gandum dan oats, misalnya, diketahui memiliki kadar arsenik yang lebih rendah daripada beras padi.

Dan usut punya usut, ternyata cara kita menanak beras bisa sedikit banyak menentukan kadar arsenik dalam nasi. Andy Meharg, profesor ilmu biologi di Queens University di Belfast, menguji tiga cara memasak nasi untuk melihat apakah perbedaan metode memasak berpengaruh pada tingkat arsenik dalam nasi.

Pertama, Meharg menggunakan metode menanak nasi yang paling konvensional: dengan takaran air dan beras 2:1 — seperti yang dilakukan oleh hampir semua orang selama ini. Ia menemukan cara inilah yang meninggalkan paling banyak jejak arsenik dalam nasi. Sebaliknya, metode kedua melibatkan mencuci dan membilas beras, kemudian airnya ditiriskan benar hingga kering. Meharg kemudian menggunakan perbandingan air dan beras 5:1 untuk menanak nasi. Cara ini memangkas tingkat arsenik hingga hampir setengahnya.

Cara terakhir adalah yang ditemukan paling aman: secara drastis mengurangi kadar arsenik dalam beras hingga 80 persen. Triknya, rendam beras semalaman terlebih dahulu. Keesokan paginya, cuci dan bilas bersih, kemudian tiriskan airnya hingga benar-benar kering. Untuk menanak nasi, gunakan rasio air dan beras 5 banding satu

Daging Kambing di Idul Adha

daging kambing di idul adha

Daging Kambing di Idul Adha- Kenapa mereka takut makan daging kambing? Bukannya daging kambing rendah kolesterol? Ohh, mungkin mereka percaya mitos bahwa daging kambing mendorong tensi naik.

Yuk kita simak paparan berikut ini, tentang bahaya atau tidak daging kambing untuk penderita diabet dan darah tinggi. Sebelum Idul Adha tiba.

Banyak Yang Menghindari Daging Kambing di idul adha?

Banyak yang menghindari makan daging kambing karena takut tensi darahnya naik. Padahal daging kambing tetap lebih baik daripada daging sapi dan daging ayam, sehingga dinyatakan aman untuk dikonsumsi oleh penderita darah tinggi sekalipun.

Daging Kambing di Idul Adha- Lalu, dari mana asalnya mitos makan daging kambing bikin tekanan darah naik?

Kolesterol daging kambing lebih rendah dibanding ayam dan sapi

Setiap 100 gram daging kambing kurang lebih mengandung sekitar 109 kalori. Total kalori ini jauh lebih rendah dibanding daging sapi yang punya 250 kalori dan daging ayam dengan total 195 kkal. Kadar kolesterol daging kambing juga lebih rendah daripada dua jenis daging ini, yaitu sekitar 57 mg per 100 gram. Kadar kolesterol daging sapi adalah sekitar 89 mg dan ayam 83 mg per porsinya.

Jika ditotal, per 100 gram daging kambing hanya mengandung total lemak 2,3 gram sementara lemak dalam daging sapi bisa mencapai 15 gram dan daging ayam kurang lebih mengandung 7,5 gram total lemak. Ini artinya, satu porsi daging kambing hanya memenuhi 4 persen dari kebutuhan lemak harian Anda, jika berdasarkan perhitungan 2,000 kalori per hari.

Akan tetapi, daging kambing merupakan sumber protein hewani yang sama baiknya dengan daging ayam dan sapi. Total protein dalam daging kambing kurang lebih sekitar 20 gram, sementara daging sapi mengandung sekitar 25 gram dan ayam sekitar 30 gram per porsinya. Satu porsi daging kambing 100 gram dapat mencukupi hampir 50 persen persen kebutuhan protein harian tubuh.

Tidak benar bahwa makan daging kambing menyebabkan hipertensi

Daging merah sudah sepatutnya dihindari untuk dikonsumsi terlalu banyak, mengingat jumlah kandungan lemak jenuhnya yang cukup tinggi. Lemak jenuh telah lama dikenal dapat meningkatkan kolesterol dan memicu penyakit jantung. Oleh karena itu, asupan lemak jenuh dari makanan tidak boleh melebihi dari 20 gram setiap hari.

Daging kambing sebenarnya tidak perlu terlalu dikhawatirkan karena kenaikan tekanan darah setelah mengonsumsinya tetap tergolong lebih kecil daripada daging sapi atau ayam. Ini karena kandungan lemak jenuh daging kambing yang jauh lebih rendah dari keduanya.

Lemak jenuh daging sapi pada umumnya berkisar sekitar 6 gram, dan ayam mengandung hampir 2,5 gram lemak jenuh per porsinya. Sementara itu, kadar lemak jenuh daging kambing hanya sekitar 0,71 gram per 100 gram berat daging.

Daging kambing justru diperkaya oleh lemak tak jenuh, sekitar 1 gram per porsi, dibanding daging sapi atau ayam. Lemak tak jenuh adalah jenis lemak baik yang membantu menyeimbangkan kadar kolesterol darah, mengurangi peradangan dalam tubuh, dan menstabilkan detak jantung.

Lalu, dari mana asalnya mitos makan daging kambing di idul adha bisa bikin darah tinggi?

Makan daging kambing tidak menyebabkan hipertensi. Namun demikian, ada beberapa faktor yang secara tidak langsung menyumbang kenaikan tekanan darah setelah mengonsumsinya. Tekanan darah tinggi setelah makan daging kambing cenderung disebabkan oleh teknik memasak yang salah.

Olahan daging kambing di Indonesia seringnya digoreng dulu sebelum diolah lebih lanjut, atau dipanggang dan dibakar untuk sate dan kambing guling. Memasak dengan cara digoreng, dibakar, atau dipanggang akan meningkatkan kalori makanan daripada versi mentahnya. Ditambah lagi, mengolah daging dengan cara-cara ini seringnya membutuhkan banyak minyak goreng, mentega, atau margarin yang akan berubah jadi lemak dan diserap cukup banyak oleh daging.

Suhu panas ketika menggoreng atau memanggang membuat kandungan air di dalam makanan menguap hilang, dan digantikan posisinya dengan lemak yang berasal dari minyak. Lemak yang terserap ke dalam daging kemudian menyebabkan makanan yang tadinya rendah kalori menjadi berkalori tinggi. Bahkan, peningkatan kalori yang terjadi dari ketiga cara memasak ini bisa mencapai 64% dari kalori sebelumnya. Asupan tinggi kalori dalam tubuh akan diubah menjadi lemak, yang lama kelamaan bisa menumpuk di pembuluh darah sehingga meningkatkan tekanan darah.

Akan lebih sehat jika daging kambing disajikan dengan nasi beras merah, atau nasi beras coklat yang memang berkhasiat untuk kesehatan. Dan jangan takut pula mengkonsumsi beras putih, asal beras putih menthik wangi organik, produksi Eka farm. Coba aja…

Cara Memasak Sup Daging Kambing

cara memasak sup daging kambing

Cara Memasak Sup Daging Kambing- Menjelang Idul Adha, apa salahnya membaca referensi tentang bahaya tidaknya daging kambing. Terutama bagi anda yang memiliki gangguan kesehatan seperti diabetes, hipertensi atau yang lainnya.

Berbagai artikel menyebutkan, daging kambing jauh lebih rendah kolesterol dibanding daging sapi atau ayam potong. Lho…???

Nah kenapa daging kambing menjadi berbahaya dikonsumsi bagi yang lagi diabetes atau hipertensi ?

Pertama karena unsur, cara memasak atau bahan makanan pendampingnya. Di samping itu, penggunaan beragam bumbu penyedap selama memasak juga secara tidak langsung menjadi faktor pemicu tekanan darah tinggi setelah makan daging kambing.

Terlebih jika dimasukkan berulang kali untuk menyesuaikan rasanya. Bumbu penyedap masakan seperti kecap, garam, hingga mecin mengandung sodium tinggi dan pengawet yang dapat menyebabkan tekanan darah tinggi jika dikonsumsi berlebihan.

Daging kambing juga sering diolah menjadi makanan bersantan, entah itu digulai atau dijadikan kari. Meski santan secara alami tidak mengandung kolesterol, tetapi kandungan lemak jenuhnya cukup tinggi.

Tips aman makan daging kambing

Jadi, bila Anda ingin tetap makan daging kambing tanpa mengkhawatirkan risikonya bagi kesehatan, sebaiknya hindari olahan daging kambing yang disebutkan di atas. Anda bisa mengolah daging kambing dengan cara dimasak jadi sop atau ditumis.

Pastikan Anda juga menyeimbangkan nutrisi saat makan daging kambing. Jangan cuma makan daging dan nasi saja, misalnya. Perbanyak sayuran yang kaya serat, vitamin, dan mineral untuk menemani Anda makan daging kambing.

Namun, tetap batasi konsumsi daging merah

Makan daging kambing bukanlah penyebab utama dari melonjaknya tekanan darah tinggi Anda. Oleh karena itu, sah-sah saja untuk tetap makan daging kambing. Tapi Anda harus tetap membatasi porsinya.

Karena apapun jenis dagingnya, jika tinggi lemak dan dikonsumsi secara berlebihan, semua daging sebenarnya sama-sama berisiko meningkatkan tekanan darah dari penumpukan lemak jenuh dalam tubuh.

Terlebih lagi, risiko tensi darah naik dari bumbu dan cara pengolahan daging terutama bisa meningkat pada orang-orang yang sudah memiliki kolesterol tinggi sebelumnya atau penyakit lainnya.

Selama Anda bijak mengatur porsinya, konsumsi daging tidak akan menyebabkan tekanan darah tinggi atau meningkatkan kadar kolesterol. Cermat jugalah dalam memilih bagian daging dan cara mengolahnya. Anda dapat membuang bagian lemaknya saat hendak memasak, dan menggunakan jenis minyak goreng yang lebih sehat untuk memasak agar kesehatan tetap terjaga, seperti minyak goreng herco

Sajikan nasi beras sehat

Agar masakan daging kambing lebih sehat, selain cara memasak yang benar dengan metode yang baik, jangan lupa juga nasinya juga harus diolah dengan cara yang baik dan beras yang sehat.

Disarankan, untuk bisa menikmati masakan daging kambing dengan aman dan sehat, nasinya harus dari beras putih organik, seperti menthik wangi susu, atau beras putih organik lain.

Anda bisa memilih beras mana yang cocok untuk sajian masakan daging kambing, melalui situs Eka Farm. Di sana banyak pilihan beras yang sehat untuk melengkapi sajian masakan daging kambing.

Atau jika ragu-ragu mengkonsumsi nasi dari beras putih, maka sebaiknya anda memastikan untuk memasak beras merah atau beras coklat, yang memang memiliki lebih banyak nutrisi dan menyehatkan.

Bukan saja untuk penderita hipertensi atau diabetes, bahkan juga untuk penderita gangguan jantung, atau peserta program diet.

Oleh karena itu, tidak perlu takut makan daging kambing, asal dimasak dengan benar, dan nasinya dari beras sehat, yang kini banyak disediakan oleh Eka Farm, seperti beras merah, beras coklat, beras hitam dan beras putih organik.

Berikut ada resep dan cara memasak sup daging kambing yang bisa teman-teman coba

RESEP MEMBUAT SUP DAGING KAMBING

Bahan-bahan

350 gram daging kambing + Tulang

Secukupnya parutan nenas

secukupnya minyak goreng

Secukupnya garam gula dan penyedap

2 buah wortel besar

1 buah kentang

5 buah buncis

1 batang daun bawang

2 batang seledri

1 liter air

Bumbu halus:

5 siung bawang putih

2 sdt ketumbar butiran

1 sdt lada butiran

Sedikit pala

Cara memasak sup daging kambing

  1. Cuci bersih daging & campurkan ke parutan nanas, sambil menunggu ulek bumbu sopnya
  2. Panaskan wajan dan masukkan minyak untuk menumis bumbu
  3. Setelah bumbu harum, masukkan ke dalam panci berisi 1 liter air, tunggu sampai mendidih
  4. Setelah mendidih masukkan garam, gula dan penyedap rasa, serta tulang kambing, rebus selama 10 menit lalu masukkan dagingnya dan rebus selama 30 menit
  5. Setelah daging cukup empuk masukkan sayurannya
  6. Koreksi rasa
  7. Sup kambing siap di santap

Karena cara memasak sup daging kambing sudah di uraikan di atas

Selamat mencoba….

 

 Bubur Tepung Beras Umbi Organik

Bubur tepung beras umbi organik

Tepung beras umbi organik- Semua ibu muda zaman millenia pasti berpikir sama. Bagaimana bisa memberi asupan makanan kepada anak balitanya sebagai pendukung MPASI yang baik, sehat, namun praktis (tidak ribet).

Maka kita tawarkan solusi yang bakal membuat anda pasti cocok. Yakni sereal atau tepung beras coklat, atau tepung beras mertah organik, atau bahkan tepung umbi-umbian yang bebas kimia.

Semuanya kini bisa diperoleh dengan cepatm bahkan bisa tele shoping, melalui situs-situs internet seperti yang dikelola Eka Farm. Perusahaan yang menyediakan bahan pangan organik, termasuk tepung beras merah, tepung beras coklat, yang cocok untuk makanan bayi setelah usia 6 bulan.

Kenapa harus beras organik atau tepung umbi-umbia yang bebas paparan kimia? Karena di masa p[ertumbuhan bayi adalah penentu di masa yang akan datang. Maka asupan makanan bayi sebagai MPASI, sungguh sangat menentukan.

Ingat, kesehatan bayi dan anak-anak balita yang kita sayangi sangat ditunjang dari makanan yang menjadi sumber energi. Sebab itu pula setiap orangtua perlu memperhatikan gizi makanan yang menjadi sumber nutrisi bagi bayi dan anak balitanya.

Ingin Bayi Anda Sehat ???

Tepung bahan pangan organik salah satu solusinya. Kenapa ? Perlu anda tahu bahwa bahan pangan organik :

– Di budidayakan secara alami

– Non Instan & no gluten (khusus tepung ubi ungu mengandung gluten sedikit)

– Tanpa Pupuk Sintetis

– Tanpa Pestisida Sintetis

– Tanpa Bahan Pewarna

– Tanpa Pengawet

– Tanpa Tambahan Rasa

 

Dan tepung beras merah, beras coklat atau tepung beras putih organik, bisa untuk bahan membuat Roti, Cakes, Cookies, Pastry, pasta, noodles, porridge, dan sebagainya. Artinya sajian menu untuk balita tidak harus selalu bubur kan ?

Berikut beberapa tepung beras dan umbi yang memang sangat bermanfaat untuk pertumbuhan dan kesehatan bayi anda.

  1. Beras Coklat : Membantu menjaga kesehatan pencernaan,tulang & sistem imun, kaya antioksidan tinggi
  2. Beras Merah : Mengandung nutrisi tinggi (protein, lemak, vit, mineral & serat. Kaya akan zat besi yang merupakan komponen pembentuk darah oleh karena itu baik dikomsumsi balita agar terhindar anemia
  3. Umbi Garut / Arrowroot : Mengandung tepung pati yang sangat halus dan mudah di cerna , berkhasiat menyembuhkan mecret & menurunkan suhu badan yg terjangkit demam
  4. Ubi ungu : Mengandung pati , sukrosa & selulosa. Ubi mengandung karbohidrat yang mudah dipecah sehingga baik untuk di komsumsi bayi
  5. Pisang : kaya akan mineral kalium , magnesium, fosfor, kalsium & zat besi
  6. Beras Hitam : Berkhasiat meningkatkan daya tahan tubuh & Anti oksidan, Mencegah Penyakit saluran pencernaan, meningkatan perkembangan otak. beras Hitam Memiliki nutrisi lebih baik dibanding beras putih karena mengandung B1, B komplek, protein & mineral zat besi lebih tinggi dibanding beras lainnya

 

Resep Bubur Tepung Beras

Bahan:

20 gram Tepung Beras Organik + 200 ml air

Cara membuat:

  • Campur Tepung Organik (lebih kurang 1 sendok makan) + 200 ml air (3/4 gelas aqua), diaduk dalam kondisi suhu ruang sampai semua tepung larut supaya tidak menggumpal saat dimasak.
  • Masak dengan api kecil sambil terus diaduk sampai mendidih dan matang 10-15 menit

Untuk mencapai kecukupan gizi dan meningkatkan selera, sangat disarankan untuk menambahkan / mengkombinasikan dengan :

  • ASI atau susu formula
  • Jus buah-buahan
  • Oat (untuk 8bln+)
  • Jus sayuran.
  • Tepung organik lain nya
  • Kaldu ayam / daging dll

 

Kolesterol dan Beras Merah

Kolesterol dan Beras Merah

Kolesterol dan Beras Merah- Hati-hati jika kadar kolesterol dalam tubuh Anda tinggi. Berbahaya !!

Kolesterol yang tinggi mampu memicu berbagai penyakit serius seperti jantung, stroke, tekanan darah tinggi dan lainnya.

Makanan sehari-hari juga berpengaruh pada tingkat kolesterol dalam tubuh. Maka dari itu penderita kolesterol sangat disarankan untuk menghindari makanan yang mengandung lemak trans atau kolesterol yang tinggi.

Salah satu makanan yang disarankan untuk dikonsumsi penderita kolesterol ialah biji-bijian utuh sebab mengkonsumsi biji-bijian mampu menurunkan kolesterol jahat (LDL), Anda bisa mengkonsumsi beras merah untuk membantu menurunkan kadar kolesterol.

Ini karena dalam kulit ari beras merah terdapat minyak alami yang bermanfaat untuk mengurangi kolesterol serta mencegah risiko untuk terkena penyakit jantung.

Untuk Anda penderita kolesterol tinggi ada baiknya untuk mengganti konsumsi beras putih dengan beras merah, bila Anda belum terbiasa cukup konsumsi beras merah seminggu 2 kali lalu Anda bisa tambahkan lagi porsinya menjadi 3 kali seminggu dan seterusnnya untuk mendapat manfaatnya.

Terlebih beras merah juga kaya akan serat dalam 100 gram beras merah terdapat sekitar 2 gram serat, mengkonsumsi makanan yang kaya akan serat seperti beras merah mampu mengurangi kolesterol jahat (LDL).

Kandungan serat yang ada pada beras merah mampu mengurangi penyerapan kolesterol pada peredaran darah.

Perlu kita ketahui beras merah dan anti stroke mempunyai keterkaitan. Suatu studi di Universitas Negara Bagian Lousiana, AS, menemukan bahwa minyak dedak dari beras merah bisa menurunkan kolesterol jahat pada tubuh.

Manfaat kesehatan dari beras merah adalah seratnya, secangkir beras merah mampu menyediakan 14% setiap hari. Serat ini telah terbukti menurunkan kolesterol tinggi, juga menghambat aterosklerosis.

Kolesterol dan Beras Merah- Serat beras merahpun berperan dalam mengontrol tinggi gula darah, sehingga menjadi pilihan terbaik bagi penderita diabetes.

Menurut hasil penelitian

Menurut riset Dr. Rui Hai Liu dari Universitas Cornell, seperti halnya buah-buahan dan sayuran, beras merah juga mengandung fenolik, salah satunya zat antioksidan yang mampu menghambat radikal bebas pemicu kanker. Angka aktivitas antioksidan beras merah menurut hasil riset tersebut adalah 56, sementara brokoli 80, bayam 81, apel 98, pisang 65, jagung 181, dan gandum77.

Magnesium yang ada diberas merah membantu mengatur irama saraf dan otot dengan menyeimbangkan aksi kalsium. Magnesium juga perlu untuk kesehatan tulang. Secangkir beras merah akan memberi anda 21 persen keperluam sehari-hari akan magnesium.

Sebaliknya orang yang makan beras merah risiko terkena diabetes turun hingga 11 persen.

Beras merah kaya serat dan menghasilkan energi secara bertahap. Karena itu, para ahli menyerukan agar 70 persen kebutuhan karbohidrat kita dipenuhi oleh beras merah.

 

Makan Besar Pesta HUT RI Ke-73 Kenapa Takut?

Makan Besar Pesta HUT RI Ke-73 Kenapa Takut?

Makan Besar Pesta HUT RI Ke-73 Kenapa Takut?

Bagaimana menciptakan suasana pesta HUT Kemerdekaan RI Ke-73 meriah ? Mungkin bisa dirancang sebuah pesta makan bersama warga sekampung. Makan besar…!!

Makan sampai kenyang, dan terus bercanda bersama warga sekampung, barang kali akan membuat situasi negeri ini makin damai.

Nggak perlu takut, makan kenyang membuat  diabetes, atau glikemik meradang. Eh, nggak perlu juga takut makan sebanyak mungkin nasi dengan lauk-lauk sedap lainnya. Jika nasi yang tersaji adalah beras merah, atau beras putih menthik wangi susu organik produksi Eka Farm.

Justru makan nasi beras merah malah bikin diet tambah sukses. Karena beras merah, organik, bermanfaat untuk Kesehatan dan Diet Super Cepat

Beras merah sering digunakan sebagai menu diet sehat untuk menurunkan berat badan serta bagi penderita diabetes. Beras merah memang termasuk ke dalam jenis makanan pokok yang mengandung karbohidrat di dalamnya.

Beras merah biasa di makan seperti nasi putih yang umumnya dikonsumsi orang Indonesia.

Seiring berjalannya waktu, penduduk Indonesia mulai menyadari keunggulan beras merah dibandingkan beras biasa yang digunakan sebagai makanan pokok.

Nasi putih memang memiliki rasa yang lebih enak daripada nasi merah namun, beras merah mengandung zat gizi baik yang tidak dipunyai nasi putih.

Banyak alasan mengapa anda harus menganti beras putih anda menjadi beras merah. Selain untuk menjaga kesehatan, tentu nutrisinya sangat penting untuk kebutuhan nutrisi tubuh.

Kandungan Gizi pada Beras merah

Sebagai salah satu jenis makanan pokok kandungan beras merah memberikan sumber energi bagi tubuh untuk beraktivitas. Namun mengapa beras merah ini berbeda dengan sumber karbohidrat lain? Sumber karbohidrat kompleks dari beras merah ini, membuatnya lebih unggul. Selain itu beras merah mengandung sejumlah nutrisi lain juga terkandung di dalamnya.

Setiap 1,5 cangkir /porsi beras merah dimasak memiliki, kurang dari 110 kalori. Presentasi kandungan beras merah ini membentuk persentase ( livestrong.com, Brown Rice Nutrition Facts, diakses 04 Februari 2015 ) Karbohidrat – 85 % (  8% berasal dari protein dan 7% lemak ), Serat – 7% ( dari serat dibutuhkan untuk diet 2.000 kalori).

Vitamin B – (Sejumlah kecil thiamin, riboflavin, vitamin B-6, folat, dan niacin).  Manfaat vitamin B ini cenderung untuk bekerja bahu-membahu untuk menarik energi dari makanan di makan, selain itu mendukung proses otak dan pembentukan sel darah.

Magnesium, fosfor dan kalsium – untuk menjaga kesehatan tulang yang kuat

Kalium – untuk keseimbangan cairan dan fungsi jantung

Manfaat Nutrisi Beras Merah Per 1 cup (195g)

Kalori 216 (904 kj)

Karbohidrat 185 (775 kj)

Lemak 14.7 (61.5 kj)

Protein (17.2 (72.0 kj)

Protein 5.0  g (10%)

Tryptophan 64.4 mg

Threonine 185 mg

Isoleusin 213 mg

Leusin 417 mg

Lisin 193 mg

Metionin 113 mg

Sistin 60.5 mg

Fenilalanin 259 mg

Tirosin 189 mg

Valin 294 mg

Arginine 382 mg

Histidin 129 mg

Alanine 294 mg

Asam aspartat 472 mg

Asam glutamat 1026 mg

Glycine 248 mg

Proline 236 mg

Serine 261 mg

Total Kabohidrat 44.8 g (15%)

Serat Makanan 3.5 g (14%)

Gula 0.7 g

Sukrosa 683 mg

Vitamin

Vitamin E 0.1 mg (0%)

Vitamin K 1.2 mcg (1%)

Thiamin 0.2 mg (12%)

Riboflavin 0.0 mg (3%)

Niasin 3.0 mg (15%)

Vitamin B6 0.3 mg (14%)

Folat 7.8 mcg (2%)

Aset Folat Setara 7.8 mcg

Vitamin B1 0.0 mcg 0%

Asam pantotena 0,6 mg (6%)

Kolin 17.9 mg

Betaine 1.0 mg

Mineral

Kalsium 19.5 mg (2%)

Zat Besi 0,8 mg (5%)

Magnesium 83,9 mg (21%)

Fosfor 162 mg (16%)

Kalium 83,9 mg (2%)

Sodium 9.8 mg (0%)

Seng 1.2 mg (8%)

Tembaga 0,2 mg (10%)

Mangan 1.8 mg (88%)

Selenium 19.1 mcg (27%)

Manfaat Keunggulan Beras Merah Pada Komposisi Nutrisinya

Beberapa komponen nutrien seperti serat kasar, asam lemak esensial, vitamin B kompleks serta mineral banyak terdapat pada bagian kulit ari beras merah.

Serat kasar tersebut  berguna bagi :

Kesehatan pencernaan, membantu menurunkan konsentrasi LDL dalam darah, serta mengurangi resiko penyakit-penyakit kronis seperti  (diabetes,obesitas, jantung koroner, dan divertikulitis).

Vitamin B kompleks berperan dalam merah mampu mencegah terjadinya penyakit beri-beri, neuropati perifer, keluhan mudah capai, anoreksia, anemia,cheilosis, glossitis, seborrhea, pelagra, edema hingga degenerasi sistem kardiovaskuler, neurologis serta muskule