YUK, BUAT KUE LEKER TEPUNG BERAS HITAM

YUK, BUAT KUE LEKER TEPUNG BERAS HITAM

Moms, masih ingat jajanan tradisional kesukaan saat Anda masih kecil? Biasanya jajanan ini dijual oleh abang- abang di pelataran SD atau SMP. Terkadang, gerobak para penjualnya pun berkeliling memasuki wilayah dusun atau desa Anda. Yup, jajanan tradisional kesukaan banyak masyarakat Indonesia, apalagi anak- anak salah satunya yaitu leker.

Leker atau juga sering disebut crepes terbuat dari bahan utama tepung beras sehingga menghasilkan tekstur yang renyah, krispi, dan garing. Dari segi penampilan, sekilas kue leker mirip dengan martabak manis atau terang bulan versi tipis. Ketepatan perbandingan bahan dalam pembuatan adonan menjadi kunci keberhasilan dalam membuat leker.

Rasa leker umumnya dominan manis, tetapi Anda bisa menyesuaikan rasa sesuai selera. Moms cukup menyesuaikan topping atau isian leker dengan rasa atau bahan makanan favorit. Jika leker yang biasa Moms jumpai terbuat dari tepung beras putih biasa, kali ini kita akan mencoba tepung beras hitam untuk membuatnya. Beras hitam memiliki gizi yang lebih utuh dibandingkan beras putih. Selain itu, beras hitam juga kaya akan serat dan antioksidan.

Baca juga: GANTI BERAS PUTIH DENGAN BERAS HITAM UNTUK MELAWAN KOLESTEROL JAHAT

Alat yang dibutuhkan untuk membuat kue leker pun cukup sederhana. Jika biasanya abang penjual atau di kedai leker, Moms menjumpai pan khusus dari bahan besi untuk membuat leker (iron skillet), Anda bisa menggantinya dengan teflon. Pastikan teflon yang Anda gunakan untuk membuat leker masih berfungsi dengan baik dan belum mengelupas untuk menjaga keamanan dan keberhasilan pembuatan leker. Selain itu, siapkan juga spatula yang bersahabat dengan teflon Anda, misal yang berbahan dasar kayu atau silikon. Langsung saja yuk, Moms, kita mulai proses pembuatan leker ala rumahan.

KUE LEKER TEPUNG BERAS HITAM

Bahan-bahan:

  • 75 ml air matang
  • 4 sendok makan tepung beras hitam Black Fit
  • 3 sendok makan gula pasir (bisa juga diganti dengan gula semut, madu, atau pemanis lain. Sesuaikan takaran dengan selera kemanisan Anda)
  • 1 sendok makan tepung terigu
  • 1 sendok makan tepung maizena
  • 1/2 butir telur
  • 1/4 sendok teh vanili
  • 1/4 sendok teh soda kue
  • Garam secukupnya
  • Topping sesuai selera (gula pasir, meses, susu kental manis, parutan keju, kacang, atau aneka selai dan olesan roti)

Cara membuat:

  1. Campur bahan kering (tepung beras hitam, tepung terigu, maizena, vanili, soda kue, garam, dan gula pasir) ke dalam mangkuk besar. Aduk hingga merata. Tips pada langkah ini yaitu dengan mengayak tepung terigu, tepung maizena, dan garam untuk membuat adonan yang halus.
  2. Masukkan telur ke dalam campuran bahan kering.
  3. Masukkan air sedikit demi sedikit ke dalam adonan.
  4. Aduk adonan dengan whisk (alat pengocok), spatula, atau garpu. Pastikan semua adonan tercampur merata.
  5. Langkah ini adalah langkah tambahan untuk membuat tekstur kue leker ala rumahan menjadi lebih lembut. Saring adonan leker untuk memastikan tidak ada tepung yang bergerindil.
  6. Siapkan teflon anti lengket dan letakkan di atas kompor. Nyalakan kompor dengan pengaturan api paling kecil.
  7. Ambil adonan menggunakan sendok sayur, kemudian tuang ke atas teflon yang telah dipanaskan.
  8. Ratakan adonan yang telah dituang dengan bagian cembung sendok sayur atau dengan menggoyangkan teflon.
  9. Masak adonan kue leker hingga muncul pori- pori pada adonan.
  10. Taburi, tuangkan, atau olesi topping pilihan Anda di atas adonan kue leker. Tutup teflon sejenak, kemudian segera lipat adonan menjadi setengah lingkaran (menyerupai martabak manis).
  11. Angkat dan sajikan selagi hangat. Anda bisa menambahkan topping seperti susu kental manis, taburan keju, yogurt, atau es krim bersama dengan kue leker ala rumahan.

Kue leker beras hitam juga dapat Anda dan keluarga nikmati dengan buah seperti pisang untuk menambah asupan gizi. Untuk menyimpan kue leker, pastikan leker sudah dingin sebelum Anda masukkan ke toples atau wadah kedap udara.

Gimana, Moms, mudah dan simpel, ya resepnya? Tepung beras hitam memiliki kandungan gizi yang lebih tinggi dibandingkan tepung beras biasa. Yuk, langsung pesan tepung beras hitam Black Fit dari Eka Farm yang 100% terbuat dari beras hitam organik.

 

ROTI SELAI COKLAT ATAU SELAI KACANG?

ROTI SELAI COKLAT ATAU SELAI KACANG?

Moms, apakah anak di rumah atau keluarga Anda menyukai roti dengan olesan selai? Roti selai memang menjadi pilihan snack ataupun sarapan ringan banyak orang, termasuk masyarakat Indonesia. Budaya memakan roti sebagai sarapan ‘ringan’ berasal dari budaya masyarakat Barat, seperti Amerika Serikat. Mereka memang menjadikan roti sebagai salah satu menu makanan berat sehari- hari. Selai menjadi olesan yang digemari dalam menyantap roti tawar. Rasa dan teksturnya yang bervariasi  menjadi daya tarik tersendiri.

Apakah Moms juga termasuk orang yang rutin menyajikan santapan roti tawar dengan olesan selai di rumah? Menu makanan ini tidak hanya mengenyangkan dan lezat, tetapi juga praktis, mudah dan cepat dibuat. Jika Anda adalah orang yang sibuk dan tidak memiliki banyak waktu untuk memasak menu sarapan atau membuat bekal untuk anak sekolah, roti selai dapat menjadi pilihan yang patut untuk dipertimbangkan.

Apa saja hal yang harus diperhatikan jika Anda membuat roti selai?

Roti selai pada dasarnya hanya memiliki 2 komposisi utama, yaitu roti dan olesan berupa selai. Pilihan roti yang dapat Anda gunakan sebagai bahan pun berbagai macam. Mulai dari roti tawar biasa, roti gandum utuh, roti sourdough dengan gluten yang lebih bersahabat, baguette, ataupun roti- roti lain yang cenderung memiliki rasa tawar.

Untuk pilihan selai, Anda dapat memilih selai buah seperti selai stroberi, blueberi, nanas, atau selai coklat, selai kacang, atau varian selai lainnya. Selain mempertimbangkan jenis roti dan selai, tentunya Anda ingin mendapatkan gizi dari makanan yang Anda konsumsi, bukan? Selain itu, pertimbangan lain seperti kandungan zat alergen yang kemungkinan ada dalam roti ataupun selai yang Anda makan juga patut dicamkan.

Kali ini, Eka Farm akan membahas lebih dalam tentang selai coklat dan selai kacang. Moms sendiri cenderung memilih yang mana, selai coklat atau selai kacang sebagai olesan roti favorit Anda sekeluarga?

Selai coklat atau selai kacang? Yuk, lihat dari sisi nutrisi

Saat Anda berbelanja bahan makanan termasuk selai ke supermarket, pasar, ataupun belanja lewat e-commerce alias belanja online, faktor apa saja yang akan Anda pertimbangkan sebelum memutuskan memilih selai yang mana? Selain rasa, mungkin Anda akan cenderung melihat merk selai. Merk- merk yang sudah memiliki nama di masyarakat luas relatif mendapat perhatian lebih.

Namun, Moms, cobalah Anda perhatikan komposisi selai dan nilai gizi selai yang Anda biasa beli. Lihat komposisi utama, protein, karbohidrat, serat, dan kandungan gula dalam selai yang Anda pilih. Merk- merk terkenal tidak menjamin keutuhan gizi produknya, maka dari itu, sebagai konsumen, kita harus selektif dan hati- hati saat memilih suatu produk yang akan dibeli agar kesehatan kita tidak dirugikan di kemudian hari.

Bagaimana perbandingan nilai gizi selai coklat dan selai kacang? Jika diperhatikan, kebanyakan selai coklat yang beredar luas di pasaran dan berhasil memikat banyak minat konsumennya memiliki komposisi utama berupa gula. Selai coklat memang identik dengan rasanya yang manis dan legit. Sebaliknya, selai coklat yang banyak beredar di pasaran luas rata- rata memiliki komposisi utama berupa kacang tersebut sendiri. Anda dapat menjumpai kacang menjadi bahan yang pertama tertulis dalam bagian komposisi selai, biasanya ditambahkan pula persentase kacang yang digunakan. Simak nilai gizi selai coklat dan kacang di bawah untuk mengetahui perbedaan mendasar kedua olesan roti ini.

selai coklat atau selai kacang

Selai kacang memang terkenal sebagai sumber lemak dan protein nabati yang baik dikonsumsi oleh tubuh. Persentase kacang dalam pembuatan selai kacang yang umum dijual di pasaran berkisar pada angka 85% dan menjadikannya sebagai bahan dasar selai kacang.

Amati komposisi selai sebelum membeli

Bagaimana cara untuk mengetahui komposisi dominan dalam produk yang Anda beli? Cermati bagian komposisi dan lihat bahan yang pertama tertulis dan selanjutnya. Bahan pertama yang tertulis dalam label komposisi mencerminkan komposisi paling banyak penyusun produk tersebut.

Pada kisaran energi yang relatif sama, kacang tanah memiliki nilai gizi yang lebih menarik dibandingkan selai coklat. Selai kacang mengandung protein dan lemak yang lebih tinggi daripada selai coklat, dengan kandungan karbohidrat dan gula yang jauh lebih rendah. Sumber karbohidrat dari selai coklat hanya berasal dari gula, sedangkan sumber karbohidrat pada selai kacang berasal dari sedikit gula dan serat pangan. Hal ini wajar saja, mengingat komposisi utama selai coklat yang banyak beredar di pasaran adalah gula, bukan biji coklat asli.

Baca juga: GANTI GULA PASIR ANDA DENGAN GULA SEMUT

Kandungan protein dan mineral dalam selai kacang menjadi nilai plus

Selai atau bahan olesan yang dianjurkan oleh ahli gizi dan medis yaitu selai yang mengandung protein tinggi. Selai kacang mengandung vitamin B berupa niasin dan vitamin E. Niasin berfungsi untuk mengatur kesehatan sistem saraf dan mendukung metabolisme tubuh. Sedangkan vitamin E merupakan zat antioksidan yang dibutuhkan untuk melindungi tubuh dari efek stres oksidatif. Selain itu, selai kacang juga mengandung fosfor dan magnesium. Fosfor berperan dalam mengatur fungsi saraf, otot, dan ginjal. Sedangkan magnesium berperan dalam proses pembentukan protein dan mengontrol tekanan serta gula darah.

Pilih selai kacang yang seperti apa?

Pilihlah selai kacang yang memiliki komposisi utama kacang tanah atau kacang- kacangan lain, tidak mengandung minyak sayur terhidrogenasi, dan juga rendah gula. Anda pun bisa membuat selai kacang sendiri di rumah agar selai yang Anda makan lebih terjaga kualitas gizinya.

Baca juga: RAHASIA CAMILAN SEHAT, KAYA NUTRISI: KACANG TANAH

Ingat, Moms, meskipun selai kacang baik untuk kesehatan, tetapi segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik bagi kesehatan. Makanlah roti selai sewajarnya dan imbangi dengan makanan bergizi seimbang seperti buah dan sayuran. Selai coklat pun tak sepenuhnya buruk. Hanya saja, Anda perlu lebih cermat dalam memilih produk selai coklat yang tidak mengandung gula pada komposisi pertamanya. Atau, makanlah selai coklat sesekali saja. Tips tambahan lain, pilihlah roti dengan gandum utuh agar karbohidrat yang masuk adalah karbohidrat kompleks. Karbohidrat kompleks akan menjaga kestabilan gula darah dan membuat awet kenyang.

Bagaimana, Moms, pilih selai coklat atau selai coklat?

 

 

6 CARA MAKAN AWET KENYANG DAN TIDAK MUDAH LAPAR?

6 CARA MAKAN AWET KENYANG DAN TIDAK MUDAH LAPAR?

Moms, apakah Anda masih sering merasa lapar padahal baru saja makan? Atau, apakah Anda sulit untuk mengontrol porsi makan sehari- hari? Jika jawabannya adalah iya, maka Anda perlu tahu cara agar makan awet kenyang dan tidak mudah lapar.

Rasa lapar dipengaruhi oleh hormon ghrelin dan leptin. Leptin adalah hormon yang membantu mengatur keseimbangan energi dalam tubuh, salah satunya dengan mencegah makan berlebih atau memberi sinyal lapar. Sedangkan ghrelin bertugas untuk mengatur tingkat nafsu makan.

Lalu, bagaimana agar makan awet kenyang dan tidak mudah lapar?

Cara makan awet kenyang dan tidak mudah lapar

Ada beberapa cara yang dapat dipraktikkan agar perut merasa kenyang lebih lama sehingga rasa lapar tidak mudah datang.

1. Minum air putih setengah jam sebelum jam makan

Mengapa minum air putih sebelum makan dapat membantu kita untuk mengontrol nafsu makan? Kerap kali, kita tidak benar- benar mengenali apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh tubuh. Contohnya, tidak jarang rasa dehidrasi dianggap sebagai rasa lapar. Oleh karenanya, minum air terlebih dahulu dapat membantu kita untuk mengetahui apakah memang sinyal yang diberikan tubuh adalah rasa lapar atau hanya butuh air.

Baca juga: 7 TIPS DIET UNTUK PEMULA

Disamping itu, air yang diminum juga dapat mengisi ruangan di perut sehingga kita tidak makan sepuas hati, tetapi cukup sebanyak yang dibutuhkan oleh tubuh.

Ketika makan terburu- buru, tubuh kita sulit untuk mengenali respon rasa kenyang. Mengunyah makanan hingga benar- benar lumat dapat membuat porsi makan lebih terkontrol. Selain itu, sistem pencernaan pun akan lebih terjaga saat makanan yang masuk sudah dalam bentuk lebih halus dan kecil.

2. Perbanyak porsi sayur

Selain berperan sebagai sumber antioksidan dan fitonutrien, sayur adalah sumber serat, karbohidrat, protein, dan lemak yang baik untuk tubuh. Banyak sayuran yang rendah kalori, tinggi kadar air dan serat dapat Moms pilih untuk menemani menu makanan sehari- hari. Kandungan serat yang tinggi dapat mengontrol nafsu dan porsi makan.

Baca juga: PORSI MAKAN SEIMBANG UNTUK DIET SEHAT

Beberapa cara serat dapat membuat awet kenyang yaitu dengan memberi volume pada makanan, meningkatkan viskositas, gel dalam perut, dan fermentasi dalam usus (Slavin & Green, 2007). Serat juga memperlambat pengosongan lambung yang kemudian akan mempengaruhi pelepasan hormon kenyang.

Selain itu, dengan mencukupi kebutuhan serat harian (25- 38 gram per hari untuk orang dewasa), sistem pencernaan serta microbiome Anda pun akan terjaga. Beberapa sayuran pilihan yang dapat mengontrol nafsu makan yaitu brokoli, wortel, selada air, sawi, kembang kol, bayam, kangkung, buncis, kacang panjang, tomat, timun, kacang merah, dll.

3. Pilih karbohidrat kompleks

Moms juga dapat memilih karbohidrat kompleks seperti biji- bijian utuh yang tidak banyak mengalami pemrosesan pasca panen. Biji- bijian utuh masih memiliki lapisan dedak (bran) dan germ yang utuh sehingga kandungan serat serta mikronutrien seperti vitamin dan mineral dalam butirannya masih terjaga. Contoh biji- bijian utuh yaitu oatmeal, jelai utuh, barley, quinoa, dan beras berwarna organik seperti beras coklat, beras merah, dan beras hitam.

Baca juga: TAHUKAH ANDA MANFAAT BERAS COKLAT UNTUK MENURUNKAN BERAT BADAN?

Banyak pilihan sumber karbohidrat kompleks selain whole grains atau biji- bijian utuh yang merupakan bahan pangan lokal. Apa saja contohnya? Kentang, ubi, singkong, talas, sorgum, umbi garut, sukun, nangka muda, dan masih banyak lainnya. Kalau di sekitar rumah masih banyak kebun atau pepohonan, coba tengok apa jenis pohon atau tanaman tersebut , Moms.

Mengapa harus karbohidrat kompleks? Karbohidrat kompleks tersusun atas molekul yang lebih panjang daripada karbohidrat sederhana sehingga untuk memecahnya menjadi glukosa membutuhkan waktu yang lebih lama. Proses pencernaan yang lebih lama ini akan membantu mengontrol stabilitas gula darah serta membantu membuat perut awet kenyang dan tidak mudah lapar.

4. Cukupi kebutuhan protein

Bukan hal baru bahwa protein menjadi makronutrien yang diunggulkan dalam diet sehat. Pemenuhan protein harian masih menjadi hal yang tidak mudah bagi sebagian masyarakat Indonesia yang rata- rata masih memiliki mindset “yang penting kenyang.” Memang betul, kenyang itu penting, tetapi faktor kepadatan gizi pada menu makanan yang kita konsumsi sehari- hari selayaknya menjadi prioritas nomor 1.

Beberapa penelitian menyebutkan bahwa diet tinggi protein dapat membuat rasa kenyang yang lebih lama. Dalam jumlah kalori yang sama, protein dapat memberikan efek kenyang yang lebih baik daripada karbohidrat ataupun lemak. Beberapa jenis protein, seperti proteinasi inhibitor 2 (PI2) dalam kentang rebus dapat menekan nafsu makan.

5. Konsumsi lemak baik

Samra (2010) dalam bukunya, Fat Detection, menyebutkan bahwa dalam lingkungan yang terkontrol, lemak memiliki efek mengenyangkan dan dapat mengontrol nafsu makan. Bagaimana cara lemak mengontrol nafsu makan? Salah satu caranya yaitu dengan melepaskan hormon yang menandakan rasa kenyang dan mencegah lambung untuk cepat kosong. Selain itu, lemak juga dapat mencegah transit di usus Akan tetapi, kondisi biologis manusia dipengaruhi oleh banyak faktor. Oleh karenanya, beberapa kelompok orang ada yang tidak cocok dengan diet tinggi lemak untuk membantu cepat kenyang. Di sisi lain, ada juga kelompok lain yang cocok dengan diet tinggi lemak.

Salmon, alpukat, minyak kelapa murni (virgin coconut oil/ VCO), minyak zaitun, kacang- kacnagan (almond, kacang tanah, kenari, kacang mete), keju, yogurt, dan susu merupakan sebagian kecil contoh lemak baik yang dapat menjadi pilihan menu makanan Anda.

6. Pilih makanan bertekstur padat atau hampir padat

Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa tekstur makanan mempengaruhi persepsi rasa kenyang. Yogurt dengan tekstur hampir pada lebih mengenyangkan daripada jus. Roti akan lebih mengenyangkan daripada yogurt. Hal ini juga akan mempengaruhi seberapa banyak porsi makanan yang kita makan. Selain itu, makanan dengan tekstur yang lebih padat akan mengurangi kecepatan makan serta mengubah respon lambung kita.

Ngemil boleh, tapi tetap kontrol porsi dan pilih yang padat gizi

Meskipun sudah makan besar (seperti makan nasi), Moms tetap boleh ngemil. Terkadang, ngemil memang dibutuhkan untuk mencegah porsi makan yang tidak terkontrol dan memenuhi kebutuhan energi. Beberapa pilihan camilan yang padat gizi dan rendah kalori yaitu salad sayur, buah- buahan, kacang- kacangan, granola, yogurt, dan masih banyak lainnya. Hindari camilan yang tinggi gula atau digoreng deep fry karena biasanya camilan tersebut hanya padat kalori dan minim gizi.

Baca juga: RAHASIA CAMILAN SEHAT, KAYA NUTRISI: KACANG TANAH

Membangun strategi agar kita awet kenyang dan tidak mudah lapar dapat mendorong pola hidup sehat sekaligus mencegah obesitas. Apakah Moms sudah siap untuk mempraktikkan keenam cara awet kenyang dan tidak mudah lapar di atas?

 

 

NASI MERAH AYAM KARI, RESEP MENU DIET SIMPEL

NASI MERAH AYAM KARI, RESEP MENU DIET SIMPEL

Moms, kehabisan ide untuk menu makanan diet sehat? Masih punya stok nasi merah di rumah? Yuk, buat nasi merah ayam kari di rumah. Bahan- bahan yang dibutuhkan simpel dan tidak perlu proses marinasi ayam hingga berjam- jam untuk membuat ayam karinya. Resep menu diet sehat kali ini akan menghasilkan 1 porsi nasi merah ayam kari. Jadi, kalau Moms ingin membuat menu ini untuk sekeluarga, tinggal ditambahkan saja bahan dan perhatikan perbandingan dengan resep awal, ya.

Bahan ayam kari:

  • 100 gram dada ayam, potong dadu
  • 1 siung bawang putih, cincang halus
  • 1 batang serai, memarkan
  • 1 lembar daun jeruk
  • 1 sdm bubuk kari
  • 3 sdt bubuk fiber crème, larutkan dengan air hangat
  • ½ sdt garam
  • ¼ sdt kaldu jamur (bisa juga diganti dengan kaldu yang tersedia di dapur Moms)
  • ½ sdt minyak Herco untuk menumis (atau bisa juga menggunakan minyak goreng sehat lain)

Cara memasak ayam kari:

  1. Siapkan wajan atau wok untuk menumis. Nyalakan api kecil.
  2. Tumis serai dan daun jeruk hingga bau harum menguar. Masukkan bawang putih yang sudah dicincang halus. Tumis hingga bawang putih berwarna kuning keemasan.
  3. Masukkan potongan dada ayam yang sudah dibersihkan. Tumis ayam hingga berubah warna.
  4. Tuangkan larutan fiber crème ke dalam tumisan ayam.
  5. Masukkan garam, bubuk kari, dan kaldu jamur. Aduk hingga semua bumbu tercampur merata. Koreksi rasa.
  6. Masak hingga bumbu kari meresap dan warna ayam berubah warna menjadi kekuningan khas kari.
  7. Angkat dan pindahkan ayam kari yang sudah matang untuk di-plating bersama nasi merah.
  8. Sajikan ayam kari dengan beberapa sendok nasi merah. Jangan lupa, tambahkan juga sayur sebagai sumber serat, vitamin, mineral, dan antioksidan dalam diet Anda.

Tips memasak nasi merah

Banyak orang yang mengeluhkan nasi merah itu tidak pulen, seret, dan hambar. Rasa nasi merah yang cenderung ”hambar” ini dikarenakan kadar karbohidrat dalam nasi merah lebih rendah dan seratnya lebih tinggi daripada nasi putih.

Mengutip dari FatSecret Platform API, dalam 100 gram (1 centong) nasi merah, terdapat 22,78 gram karbohidrat dan 1, 8 gram serat. Sekarang, bagaimana halnya dengan nasi putih yang sudah sering kita makan? Setiap 100 gram nasi putih mengandung 28,73 gram karbohidrat dan 0 gram serat.

Salah satu hal yang harus diperhatikan saat memasak nasi merah yaitu perbandingan beras merah dan air. Perbandingan beras merah dan air yaitu 1: 1,5 cup. Untuk setiap 1 cup beras merah, diperlukan 1,5 cup air agar menghasilkan nasi merah yang pulen.

Alternatif nasi merah untuk menu diet sehat

Nasi merah memang padat gizi, rendah kalori, karbohidrat, dan tinggi serat. Selain itu, nasi merah pun memiliki kandungan antioksidan yang tinggi serta menjadi sumber mineral seperti magnesium dan zat besi. Akan tetapi, bagaimana jika Moms atau keluarga di rumah menolak nasi merah? Eka Farm punya solusinya nih, Moms. Beras Diet!

Apa itu Beras Diet? Beras Diet adalah perpaduan antara beras putih pilihan dan beras merah. Kedua jenis beras yang digunakan untuk Beras Diet ini ditanam dengan sistem pertanian organik di persawahan kaki- kaki gunung. Perpaduan beras putih dan beras merah akan membantu lidah Anda beradaptasi dengan tekstur dan rasa nasi merah.

Meskipun tetap makan nasi putih, tetapi Moms sekeluarga pun tetap memperoleh benefit makan nasi merah sekaligus dari Beras Diet. Masih penasaran dengan Beras Diet?

Baca juga: INGIN DIET TANPA MENYIKSA DIRI? YUK, COBA BERAS DIET

Yuk, Moms masak nasi merah ayam kari dan sajikan untuk keluarga tercinta. Pilihlah beras merah yang organik dan terjaga kualitasnya. Eka Farm menyediakan Beras Merah Organik untuk konsumsi menu makanan harian Anda sekeluarga. Langsung cek katalog Eka Farm atau hubungi CS kami untuk bertanya- tanya sebelum membeli ya, Moms.

 

RESEP ROTI PISANG SEHAT YANG COCOK UNTUK DIET

RESEP ROTI PISANG SEHAT YANG COCOK UNTUK DIET

Sedang diet, tetapi ngidam roti Moms? Tenang, Moms. Anda tetap bisa dan boleh merasakan nikmatnya ngemil roti yang bernutrisi dan tetap menyehatkan. Salah satu menu roti sehat yang dapat menjadi variasi camilan diet Anda yaitu roti pisang sehat. Inti dari makanan yang sehat atau real food adalah Anda bukan hanya mendapatkan lezatnya makanan tersebut saat di mulut, tetapi makanan tersebut pun membawa gizi dan manfaat untuk kesehatan, bukan hanya kalori semata.

Mengutip dari The World’s Healthiest Foods, tubuh manusia membutuhkan lebih dari 50 jenis vitamin, mineral, serat, asam lemak, dan asam amino untuk dapat berfungsi secara optimal dan sehat. Maka dari itu Moms, pilihlah atau masaklah makanan yang kaya akan nutrisi. Pilihlah bahan makanan berdasarkan logika, “Apa yang dapat makanan ini berikan pada tubuhku?” Jadi, kegiatan makan bukan lagi hanya untuk memenuhi hasrat ingin kenyang, tetapi untuk memperbaiki atau memulihkan kesehatan tubuh.

Apalagi, Moms, saat ini semakin banyak makanan- makanan instan dan tidak sehat (hanya menyumbang kalori semata tanpa mempertimbangkan nilai gizi), bahkan banyak menambahkan zat aditif. Zat aditif seperti pengawet, penyedap rasa buatan, pewarna buatan, pemanis buatan, dan komposisi lainnya yang tidak alami bukan hanya bernilai kosong, tetapi dapat berisiko menurunkan kualitas kesehatan Anda.

Cara zat aditif menurunkan kualitas kesehatan pun dapat melalui berbagai cara, salah satunya dengan menyebabkan disbiosis atau ketidakseimbangan mikrobiota baik dan buruk dalam usus kita. Selain itu, salah satu masalah yang sudah umum dijumpai adalah sugar craving atau selalu ingin makan makanan manis.

Alat dan bahan yang dibutuhkan pun tidak neko- neko. Anda bahkan bisa membuat resep ini tanpa menggunakan mixer. Apa saja bahan- bahan yang diperlukan untuk membuat roti pisang satu ini?

Baca juga: RAHASIA GIZI DAN MANFAAT PISANG BAGI TUBUH

Roti pisang sehat

Bahan- bahan:

  • 1/3 cup atau 75 gram minyak kelapa
  • 1/2 cup (168 gram) madu atau gula semut
  • 2 butir telur
  • 1 cup (225 gram) atau sekitar 2 pisang matang berukuran besar, lumatkan
  • 1/4 cup susu atau air
  • 1 sdt baking soda
  • 1 sdt ekstrak vanila
  • 1/2 sdt garam
  • 1/2 sdt kayu manis bubuk (tambahkan beberapa untuk taburan di atas adonan)
  • 1 3/4 cup (220 gram) tepung gandum utuh (Anda juga dapat menggunakan oats yang sudah dihaluskan)
  • 1/2 cup irisan pisang untuk menjadi pelengkap isian adonan (opsional)

Langkah memasak:

  1. Panaskan oven hingga suhu 165 °C dan olesi loyang berukuran 13 x 23 cm dengan minyak atau margarin. Moms juga bisa melapisi loyang dengan baking paper.
  2. Siapkan mangkuk besar dan whisk atau garpu untuk mengaduk- aduk bahan. Tuangkan minyak kelapa dan madu ke dalam mangkuk, kemudian aduk cepat hingga tercampur.
  3. Tambahkan telur dan kocok hingga tercampur. Kemudian, tambahkan pisang yang telah dilumatkan dan susu cair (atau air). Aduk hingga semua bahan tercampur merata.
  4. Masukkan baking soda, ekstrak vanila, garam, kayu manis bubuk, aduk merata.
  5. Masukkan tepung gandum utuh atau tepung oats. Ganti whisk atau garpu dengan sendok besar. Aduk hingga semua bahan tercampur merata.
  6. Jika masih ada sedikit gumpalan adonan, biarkan saja karena memang tekstur roti yang diinginkan seperti itu.
  7. Tuang adonan ke dalam loyang dan taburi dengan kayu manis bubuk. Anda juga dapat menambahkan irisan pisang sebagai sentuhan terakhir pada adonan.
  8. Panggang selama 55-60 menit, tergantung oven Anda. Tes kematangan roti pisang dengan tusuk gigi. Tusukkan tusuk gigi ke bagian tengah roti. Saat tusuk gigi tersebut tidak lagi mengangkat adonan basah (tusuk gigi kering), maka roti pisang sehat sudah siap untuk dikeluarkan dari oven.
  9. Biarkan roti pisang yang sudah jadi beberapa saat sebelum Anda mengangkatnya dari loyang dan menyajikannya.

Tertarik untuk membuat roti pisang sehat yang cocok untuk diet, Moms? Jangan lupa, batasi porsi roti pisang yang Anda makan, ya Moms. Apapun yang berlebih itu tidak baik, termasuk roti pisang sehat ini. Yuk, coba masak resep simpel satu ini di rumah bersama anak- anak di rumah.

RAHASIA GIZI DAN MANFAAT PISANG BAGI TUBUH

RAHASIA GIZI DAN MANFAAT PISANG BAGI TUBUH

Siapa tak kenal si kuning, buah manis dan subur tumbuh di iklim tropis, termasuk Indonesia, yaitu pisang? Rasanya yang manis, tekstur lembut, dan kemudahannya untuk didapat menjadikan buah ini digemari berbagai kalangan, dari usia muda hingga tua. Buah tropis yang berasal dari Asia Tenggara ini kini banyak dibudidayakan di hampir seluruh negara di dunia karena rasa dan manfaatnya bagi kesehatan tubuh.

Budidaya pisang di Indonesia mudah dilakukan di banyak tempat sehingga variasi jenis pisang yang dijumpai di pasaran Indonesia pun beragam.  Mulai dari pisang raja, pisang ambon, pisang mas, pisang kepok, pisang susu, pisang Cavendish, pisang barangan, pisang nangka, pisang tanduk dapat Anda jumpai dan beli di pasar, supermarket, ataupun e-commerce. Saking lumrah dan luasnya pisang dikonsumsi oleh rakyat Indonesia, berbagai macam produk makanan ataupun minuman olahan banyak menggunakan pisang dalam komposisinya, baik sebagai komposisi utama maupun pelengkap.

Namun, sudah tahukah Moms jika buah pisang banyak mengandung gizi yang tak bisa dipandang sebelah mata? Manfaat pisang untuk menjaga kesehatan tubuh telah banyak diteliti dan terbukti. apa saja gizi dan manfaat pisang yang sering Anda makan?

Kandungan gizi dalam buah pisang

Kalori dalam 1 buah pisang berukuran sedang dengan berat sekitar 118 gram yaitu ±105 kalori. Rentang kalori dalam 1 buah pisang berkisar antara 72- 135 kkal, tetapi rata- rata pisang mengandung 100 kkal. Sebanyak 93% gizi pisang berupa karbohidrat, 4% protein, dan sisanya berupa lemak.

Pisang juga mengandung banyak mikronutrien yang dibutuhkan oleh tubuh seperti serat, kalium, magnesium, mangan, selenium, vitamin C, vitamin B2, B6, dan B9 (folat). Berikut rincian gizi dalam 1 buah pisang berukuran sedang dilansir dari Medical News Today dan Nutrition Data.

  • Energi : 105 kkal
  • Karbohidrat:  27 gram (14,4 gram gula)
  • Serat : 3, 1 gram
  • Protein: 1,3 gram
  • Lemak: 0,4 gram
  • Kalium: 422 mg (9% kebutuhan harian)
  • Magnesium: 31,9 gram (8% kebutuhan harian)
  • Mangan: 0,3 mg (14% kebutuhan harian)
  • Fosfor: 26 mg (3% kebutuhan harian)
  • Selenium: 1,9 mcg (2% kebutuhan harian)
  • Vitamin B6: 0,4 mg (33% kebutuhan harian)
  • Vitamin C: 10,3 gram (11% kebutuhan harian)
  • Kolin: 11,6 mg (6% kebutuhan harian)
  • Beta karoten: 30,7 mcg
  • Folat: 23,6 mcg
  • Alfa karoten: 29,5 mcg

Lalu, apa saja manfaat pisang bagi tubuh?

Kandungan gizi dalam buah pisang yang beragam membuat konsumsi buah ini secara rutin akan memberikan dampak baik bagi kesehatan tubuh. Apa saja manfaat konsumsi buah pisang secara rutin bagi tubuh?

  1. Menjaga kesehatan jantung

Kandungan kalium yang dominan dalam pisang dapat membantu menjaga kesehatan jantung. Kalium dapat menurunkan tekanan darah dan membantu menurunkan risiko penyakit jantung hingga 27%. Magnesium dan kalium berperan penting dalam menjaga kesehatan jantung.

Kandungan serat dalam pisang juga berkontribusi dalam menjaga kesehatan jantung. Konsumsi serat yang cukup dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular serta menurunkan kadar LDL atau kolesterol jahat dalam darah.

  1. Mengontrol gula darah

Saat masih hijau dan belum matang, pisang mengandung zat pati resisten yang berperan sebagai serat tak larut, sedangkan saat sudah matang, pisang kaya zat pektin, jenis serat larut yang mampu menjaga kadar gula darah. Kandungan natrium yang rendah dan kalium yang tinggi dalam pisang mampu mengontrol kadar gula dalam darah.

Nilai indeks glikemik rata- rata buah pisang yaitu sekitar 51. Semakin matang sebuah pisang, maka nilai indeks glikemiknya pun akan sedikit bertambah. Nilai indeks glikemik pisang yang relatif rendah saat belum terlampau masak atau matang tergolong rendah sehingga stabilitas gula darah pun tetap terjaga.

  1. Mencegah gangguan ginjal

Kalium dalam buah pisang menjaga kesehatan ginjal. Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa mengkonsumsi pisang 4-6 kali dalam seminggu dapat menurunkan risiko gangguan ginjal hingga 50%.

  1. Mengendalikan rasa lapar

Selain itu, pektin juga mengontrol rasa lapar dengan cara memperlama proses pengosongan perut. Pisang pun kaya akan serat yang mampu mengendalikan rasa lapar. Selain itu, zat pati resisten yang terkandung dalam pisang juga dapat membuat perut kenyang lebih lama karena pencernaanya yang membutuhkan waktu lebih lama.

  1. Menjaga kesehatan sistem pencernaan

Sebuah pisang berukuran sedang akan mencukup 10-12% kebutuhan serat pangan harian. Pisang yang lebih matang kaya akan serat larut untuk mengontrol gula darah dan menurunkan kolesterol jahat dalam darah. Sedangkan serat tak larut dalam pisang yaitu zat pati resisten akan memadatkan feses dan memperlancar pencernaan sehingga kesehatan usus dapat terjaga. Zat pati resisten juga akan bermanfaat bagi bakteri baik dalam usus sehingga kesehatan sistem pencernaan terjaga.

  1. Mengganti elektrolit yang hilang saat diare

Kalium membantu mengatur kandungan fluida dalam tubuh dan mengontrol pergerakan nutrien dan sampah dalam tubuh. Saat diare, Anda kehilangan banyak cairan dan elektrolit tubuh seperti kalium. Kandungan kalium dalam pisang mampu menggantikan elektrolit dalam tubuh yang hilang saat diare.

  1. Menjaga kesehatan otak dan saraf

Kalium mengatur detak jantung dan membantu kontraksi otot serta respon saraf. Selain itu, vitamin B6, folat, dan zat besi dalam pisang membantu mengooptimalkan fungsi otak dan melindunginya.

  1. Sumber asam amino esensial

Asam amino berperan sebagai blok pembangun protein. Asam amino esensial tidak dapat diproduksi oleh tubuh sehingga untuk mencukupi kebutuhan gizi harian, Anda perlu mendapatkannya dari makanan. Pisang mengandung asam amino berupa triptofan yang akan membantu memperbaiki mood, meningkatkan dan menjaga daya ingat.

  1. Kaya berbagai vitamin dan mineral

Mineral unggulan dalam pisang yaitu kalium, sedangkan vitamin unggulan dalam pisang yaitu vitamin B6 dan vitamin C.

  • Vitamin B6 (piridoksin)

Pisang merupakan sumber vitamin B6 yang signifikan bagi tubuh. Satu buah pisang berukuran sedang dapat memenuhi sekitar 25-33% kebutuhan vitamin B6 harian Anda. Vitamin B6 berperan dalam memproduksi sel darah merah, membantu metabolisme karbohidrat dan lemak menjadi energi, metabolisme asam amino, detoksifikasi hati dan ginjal, serta melindungi fungsi sistem saraf. Pada wanita hamil, vitamin B6 dibutuhkan untuk memastikan tumbuh kembang janin yang optimal.

  • Vitamin C

Vitamin C dalam pisang berukuran sedang mampu mencukupi 10-11% kebutuhan vitamin C harian. Vitamin C akan membantu melindungi tubuh dari kerusakan sel dan jaringan, mepermudah penyerapan zat besi, mebantu produksi kolagen yang berperan dalam menjaga kesehatan kulit dan tulang, serta membantu menjaga kesehatan otak.

Perhatikan cara mengolah pisang

Pisang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan jika diolah dengan cara yang tepat. Kandungan gula yang sudah cukup tinggi dalam pisang patut dipertimbangkan dalam memilih cara pengolahan dan memasak pisang. Apa saja pilihan cara mengolah pisang yang sehat

  • Dimakan langsung
  • Dicocol ke dalam selai kacang untuk meningkatkan sumber protein
  • Dijadikan salad buah bersama yogurt atau mayones
  • Dicampur ke dalam sereal, granola, atau oatmeal
  • Dibuat menjadi smoothies, es krim pisang, atau susu pisang
  • Diolah menjadi berbagai kue seperti pancake, bolu, cupcake, dan sebagainya dengan memperhatikan komposisi lainnya.

Pisang termasuk salah satu buah yang aman dari zat- zat kimia ataupun kerusakan gizi. Mengapa demikian? PIsang lebih resisten terhadap kandungan pestisida karena perlindungan kulitnya yang tebal. Tertarik untuk mencoba makan pisang, Moms?

 

NASI MERAH DAUN JERUK DAN AYAM PANGGANG JAHE

NASI MERAH DAUN JERUK DAN AYAM PANGGANG JAHE

Moms, apakah keluarga Anda hobi makan ayam panggang? Menu diet sehat juga bisa bervariasi, salah satunya konsumsi nasi merah. Menu kali ini adalah nasi merah daun jeruk dan ayam panggang, Moms.

Kalau biasanya nasi merah hanya disajikan polosan, coba menu spesial nasi merah daun jeruk ini, Moms. Selain harum, nasi merah daun jeruk pun akan terasa gurih dan lezat. Nasi merah adalah salah satu pilihan nasi kaya gizi untuk membantu program diet Anda. Nasi merah adalah sumber karbohidrat, protein, dan berbagai vitamin serta mineral. Mineral yang dijumpai dalam jumlah tinggi dalam beras merah yaitu zat besi (Fe) dan magnesium (Mg).

Baca juga: SEBERAPA BANYAK PORSI NASI MERAH UNTUK DIET?

Untuk ayam panggangnya, agar lebih sehat, gunakanlah hanya sedikit minyak (minyak kelapa murni, minyak zaitun, minyak alpukat, atau minyak sehat lain) atau bahkan Anda pun dapat menghilangkan minyak dari bahan ayam panggang. Jangan lupa, hidangkan bersama dengan lalapan dan cocolan sambal.

Yuk, Moms, langsung saja siapkan alat dan bahan untuk memasak nasi merah daun jeruk dan ayam panggang jahe. Resep nasi merah daun jeruk dan ayam panggang jahe ini terinspirasi dari cookpad.

Bahan nasi merah daun jeruk:

  • 2 cup Beras Merah Organik Eka Farm
  • 550 ml air
  • 1 bungkus santan kara ukuran 65 ml (Anda dapat mengganti santan dengan fiber creme)
  • 3 lembar daun jeruk
  • 1 batang serai, memarkan
  • 2 lembar daun salam
  • 1/2 sdt garam
  • 10 lembar daun jeruk (buang tangkai dan rajang kecil)
  • kaldu jamur bubuk (Anda juga bisa menggunakan penyedap rasa, atau skip)

Langkah membuat nasi merah daun jeruk:

  1. Cuci bersih beras merah. Masukkan beras merah ke dalam panci magic com bersama dengan air, serai, daun pandan, salam, irisan halus daun jeruk, dan santan (atau fiber creme), dan sejumput garam.
  2. Tekan tombol cook dan tunggu sampai nasi matang.
  3. Setelah matang, aduk- aduk nasi merah daun jeruk hingga tercampur rata.

Bahan ayam panggang jahe:

  • 250 gram dada ayam kampung (Anda pun bisa menggunakan bagian ayam yang lain. Pastikan daging ayam tersebut sudah tidak bertulang)
  • 2 cm jahe, parut halus
  • 1 sdm kecap asin
  • 1 siung bawang putih, cincang halus
  • lada dan garam secukupnya
  • jinten secukupnya
  • 1/4 potong irisan lemon (opsional)

Langkah memasak ayam panggang jahe:

  1. Cuci bersih ayam, kemudian rendam dengan air panas dan 1 sdt garam selama 30 menit. Angkat ayam dari rendaman dan cuci bersih, lalu tiriskan
  2. Siapkan bumbu marinasi berupa jahe parut, bawang putih, jinten bubuk, dan garam.
  3. Balurkan bumbu marinasi pada ayam. Pastikan bumbu marinasi tersebut merata. Biarkan bumbu marinasi ayam meresap. Masukkan marinasi ayam ke dalam kulkas dalam wadah tertutup dan biarkan selama 1 jam.
  4. Keluarkan ayam dari kulkas. Baluri ayam dengan sedikit minyak wijen. Panggang ayam dalam oven dengan suhu 200 °C selama 25 menit.

Manfaat jahe untuk tubuh

Selain untuk memberi citarasa khas, jahe juga menyimpan banyak manfaat untuk kesehatan. Jahe berperan sebagai zat anti-inflamasi dan anti-oksidatif sehingga dapat membantu mengendalikan penyakit menular maupun tidak menular seperti kanker. Selain itu, penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal US National Library of Medicine National Institutes of Health menyebutkan bahwa jahe berpotensi untuk mengobati radang sendi, rematik, masalah pencernaan, hingga penyakit kardiovaskular dan diabetes melitus.

Di musim pandemi Covid-19, manfaat jahe untuk meningkatkan sistem imun mulai diperhatikan oleh masyarakat. Apa yang membuat jahe dapat membuat meningkatkan sistem imun kita? Mengutip dari halodoc, jahe kaya akan vtamin C dan magnesium. Selain itu, jahe juga mengandung antioksidan gingerols, shogaols, dan zingerones yang dapat membantu memerangi efek buruk radikal bebas.

Bagaimana, Moms? Apakah tertarik untuk membuat nasi merah daun jeruk dan ayam panggang jahe untuk menu diet? Jangan lupa, sajikan dengan sayur- sayuran dan juga cocolan sambal agar tambah maknyus.

 

 

 

MENGAPA BERAS DIET AMAN UNTUK DIABETES?

MENGAPA BERAS DIET AMAN UNTUK DIABETES?

Diabetes merupakan salah satu penyakit yang menjadi momok bagi banyak orang, apalagi jika salah seorang atau beberapa orang dalam garis keturunan keluarga Anda memiliki riwayat penyakit diabetes. Diabetes adalah permasalahan medis global yang terus menjadi sorotan dan diderita banyak manusia, termasuk Indonesia. Data International Diabetes Federation pada 14 Mei 2020 menyebutkan bahwa sekitar 10,6 juta penduduk Indonesia mengidap diabetes atau sekitar 4% dari total penduduk Indonesia.

Penyakit yang bisa dipengaruhi faktor genetik ini memang merupakan penyakit kompleks. Mitos tentang diabetes pun banyak beredar di masyarakat, baik yang terkonfirmasi kebenarannya maupun tidak. Salah satu mitos yang sering beredar adalah penderita diabetes tidak boleh makan nasi.

Eits, Moms, apakah mitos tersebut benar?

Penderita diabetes memang harus mengontrol kadar gula darah, salah satunya dengan mengevaluasi pola diet

Mengevaluasi pola diet sebenarnya bukan hanya kewajiban para penderita diabetes ataupun orang yang berisiko terkena diabetes, tetapi kewajiban kita semua. Evaluasi pola diet yang dimaksud adalah melihat dan menilai apakah asupan makanan dan minuman yang kita konsumsi sehari- hari sudah mampu mencukupi kebutuhan tubuh dan aman bagi kesehatan tubuh?

Bagi para penderita diabetes ataupun orang yang berisiko untuk terkena diabetes, misal karena genetika atau obesitas, menjaga jenis asupan makanan adalah hal vital untuk mempertahankan kesehatan tubuh dan menjaga agar kadar gula darah tetap normal. Para penderita diabetes memang disarankan untuk menghindari makan nasi putih. Ya, nasi putih yang biasa dan umum disajikan pada setiap menu makan.

Mengapa demikian? Nasi putih berasal dari beras putih yang sudah megalami proses penggilingan cukup panjang dan telah menghilangkan mayoritas gizi baik pada butir beras seperti serat, vitamin B, vitamin E, dan berbagai jenis mineral. Selain itu, nasi putih juga memiliki nilai indeks glikemik yang tergolong tinggi sehingga membuat gula darah tidak stabil dan membuatnya menjadi makanan yang sebaiknya dihindari oleh para penderita diabetes.

Tidak semua jenis nasi menjadi musuh penderita diabetes

Masih banyak pilihan beras yang dapat dikonsumsi oleh penderita diabetes dengan kandungan gizi tinggi serta nilai indeks glikemik yang rendah, termasuk beras diet. Beras diet mungkin masih asing atau bahkan belum pernah terdengar di telinga Anda. Beras diet memang variasi beras yang tidak banyak dijumpai di pasaran dan merupakan salah satu produk unggulan Eka Farm.

Beras diet organik dari Eka Farm adalah perpaduan antara beras merah organik dengan beras putih varietas khusus. Beras diet adalah pilihan yang aman dan baik untuk kesehatan maupun penyesuaian rasa dan tekstur bagi Anda yang akan mencoba variasi beras selain beras putih.

Komposisi beras putih yang menyusun beras diet memiliki tekstur tidak sekeras beras merah sehingga jika beras ini dikombinasikan dengan beras merah, nasi yang dihasilkan pun tidak pera dan tetap menyerupai tekstur nasi biasa. Beras putih ini termasuk varietas beras pulen, meskipun pulennya tidak setara dengan Menthik maupun Pandan Wangi.

Beras diet untuk diabetes

Komposisi kedua beras penyusun beras diet melengkapi satu sama lain, baik dari segi nutrisi, tekstur, dan rasa. Beras merah yang menjadi komposisi beras diet merupakan alternatif makanan pokok sekaligus sumber karbohidrat kompleks. Beras merah kaya akan serat yang mampu memenuhi asupan harian serta memberikan banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Berbeda dengan beras putih, beras merah  masih memiliki lapisan dedak (bran) dan germ yang utuh. Kedua lapisan tersebut mengandung vitamin B1, kalsium, magnesium, potasium, dan serat yang dapat membantu mencegah obesitas. Antioksidan dalam beras merah menjadi nutrisi unggulan yang membedakannya dari beras lain. Beras merah mengandung kadar anktioksidan 10 kali lebih banyak daripada beras coklat sehingga membuatnya menjadi sumber antioksidan yang powerful.

Mengapa beras diet aman untuk diabetes?

  1. Indeks glikemik rendah

Indeks glikemik beras diet tergolong rendah, yaitu di bawah 60 sehingga mampu mengontrol kadar gula darah. Beras ini aman dikonsumsi penderita diabetes atau bagi Anda yang memiliki risiko penyakit diabetes.

  1. Kandungan karbohidrat kompleks

Karbohidrat kompleks yang terdapat dalam beras diet menyebabkan waktu pencernaan yang lebih lama karena memiliki rantai molekul jenis karbohidrat ini lebih panjang. Proses pencernaan karbohidrat yang membutuhkan waktu lebih lama daripada karbohidrat sederhana dalam nasi putih akan membuat Anda pun kenyang lebih lama dan menjaga stabilitas kadar gula darah Anda.

  1. Sumber serat, vitamin, dan mineral

Mikronutrien mayor dalam beras merah yaitu zat besi (Fe) sebesar 5,8%, disusul seng, magnesium, serat, dan potassium. Kandungan serat dalam 1 gelas nasi merah yaitu sekitar 3,6 gram. Konsumsi 1 porsi nasi merah dapat memenuhi 14% kebutuhan serat harian serta memenuhi 23% kebutuhan B6 harian. Melansir dari laman hallosehat, magnesium dan vitamin B dapat membantu metabolisme lemak dalam tubuh. Magnesium akan meningkatkan sensitivitas insulin sehingga tubuh dapat mengolah gula darah. Magnesium juga mampu menghalangi proses penyerapan lemak. Di samping itu, vitamin B dapat memperlancar pencernaan setya mengaktifkan enzim lipase untuk membakar sel lemak.

Jangan lupa untuk berkonsultasi juga dengan dokter atau ahli gizi untuk menyusun plan makanan yang tepat dan aman jika Anda memiliki penyakit diabetes. Rutin cek kesehatan termasuk gula darah juga merupakan suatu keharusan disamping berusaha lewat perubahan diet sehari- hari.

KESEHATAN ADALAH ASET TERBAIKMU, SETUJU?

KESEHATAN ADALAH ASET TERBAIKMU, SETUJU?

Jika ditanya tentang aset terbaik apakah yang Anda miliki dan jaga, jawaban apa yang akan Anda berikan? Apakah terlintas aset yang bersifat material atau benda fisik? Ataukah sesuatu yang lebih bersifat abstrak atau non- benda seperti kesehatan?

Di tengah musim pandemi Covid-19 yang terus mengalami peningkatan kasus positif di Indonesia, masyarakat semakin sadar akan pentingnya kesehatan. Masyarakat dunia seolah diingatkan akan pentingnya menjaga kesehatan dan membangun sistem imunitas yang kuat. Kita diingatkan bahwa aset terbaik adalah kesehatan. Tanpa kesehatan, Anda tidak akan mampu melakukan aktivitas dengan energi maksimal. Anda pun tidak akan mampu memberikan kontribusi terbaik, baik untuk keluarga, pekerjaan, dan sosial masyarakat. Mungkin Anda sudah menyusun plan secara detail tentang tujuan ataupun goals yang ingin dicapai dalam rentang waktu sekian bulan atau tahun. Mungkin Anda sedang meniti karir dan sedang ambisius untuk mencapai puncak karir. Namun, jika tiba- tiba Yang Maha Kuasa berkehendak lain dan Anda sedang diuji dengan penyakit, apakah kemudian Anda tetap akan bersikeras fokus pada hal- hal materialistik di saat itu juga? Atau Anda kemudian mengevaluasi diri, menurunkan ego dan dengan kerendahan hati bersedia untuk mengesampingkan ambisi demi fokus memulihkan kesehatan?

Yuk, sejenak bahas tentang aset terbaik kita, yaitu kesehatan.

Kesehatan mental berkaitan erat dengan kesehatan fisik

Siapa bilang kalau tidak ada hubungan antara kondisi kesehatan mental atau jiwa dengan raga? Jiwa dan raga kita berkaitan erat dan keduanya membutuhkan keseimbangan. Coba ingat apa yang terjadi saat Anda stress, bahkan hingga mengalami depresi? Apakah fungsi tubuh Anda juga akan tetap berjalan dengan baik? Coba perhatikan juga energi tubuh Anda saat mengalami masa- masa down ataupun saat emosi bergejolak, marah misalnya.

WHO mendefinisikan kesehatan sebagai kondisi dimana tubuh berada dalam keadaan fisik, mental, dan sosial yang seimbang. Tidak akan ada kesehatan fisik tanpa kesehatan mental.

Investasi kesehatan dengan memilih makanan sehat

Hippocrates, pelopor ilmu kedokteran modern memberikan suatu perspektif tentang makanan dan kesehatan. “Jadikan makanan sebagai obatmu, dan obatmu adalah makanan.”

Salah satu usaha untuk memaksimalkan usaha memberi asupan gizi seimbang, sehat, dan aman bagi tubuh yaitu memilih bahan makanan organic. Mengapa bahan makanan organik layak untuk dipertimbangkan demi kesehatan tubuh?

Jawaban utamanya yaitu, bebas pestisida, insektisida, pupuk kimia, dan berbagai macam tambahan zat kimia lain yang bersifat toksik bagi tubuh. Semakin Anda mengkonsumsi banyak makanan toksik, maka hati pun akan bekerja lebih keras untuk mendetoksifikasi zat toksik tersebut. Selain itu, zat toksik tersebut pun memerlukan proses yang lebih lama untuk dinetralisir ataupun dikeluarkan dari tubuh. Bayangkan saja jika Anda terus memasok zat toksik dalam tubuh tanpa memberikan waktu bagi hati, sebagai organ paling penting untuk mendetoksifikasi zat toksik, untuk berfungsi dan bekerja secara optimal.

Menjaga tubuh dari efek buruk radikal bebas

Salah satu zat toksik lain yang memiliki potensi tinggi untuk merusak sistem imunitas tubuh dan kesehatan sel yaitu radikal bebas. Radikal bebas adalah sel yang sudah rusak karena kehilangan 1 elektron. Untuk menyeimbangkan elektronnya, radikal bebas akan mengambil elektron dari sel normal dan sehat dalam tubuh kita. Ketika tubuh kita tidak memiliki sistem imunitas yang kuat, termasuk kadar senyawa antioksidan yang cukup, maka radikal bebas dapat mengancam sistem imunitas tubuh. Meskipun tubuh kita sudah memiliki sistem pertahanan antioksidan internal, tetapi kapasitasnya tidak akan cukup untuk memerangi semua efek buruk radikal bebas. Oleh karenanya, dibutuhkan asupan makanan kaya antioksidan.

Peran plant-based foods dalam menjaga kesehatan tubuh dari penyakit kronis

Antioksidan, bersamaan dengan kandungan fitonutrien lain dalam plant-based foods akan bekerjasama untuk mencegah kerusakan sel. Karen Collins, MS, RDN, CDN, FAND, seorang penasihat nutrisi, pembicara, penulis, sekaligus konsultan spesialis nutrisi dari American Institute for Cancer Research (AICR) mengungkapkan bahwa fitonutien dalam tumbuhan berpotensi untuk merangsang enzim yang bekerja untuk menon-aktifkan zat karsinogen serta akan mempengaruhi ekspresi gen dan memberikan sinyal pertumbuhan sel. Polifenol, senyawa fitonutrien juga akan menjadi sumber makanan bagi bakteri dalam mikrobioma di usus. Oleh karenanya, polifenol pun berperan penting dalam melindungi sel tubuh dari penyakit kronis seperti kanker.

Yuk, Moms, mulai apresiasi kerja organ- organ tubuh, lindungi sistem imunitas tubuh, dan juga perhatikan hak tubuh kita untuk mendapatkan nutrisi terbaik. Kesehatan adalah aset terbaik Anda dan keluarga, setuju?

MERDEKA DARI PERUT BUNCIT

MERDEKA DARI PERUT BUNCIT

Perut buncit membuat rasa percaya diri Anda turun? Atau Anda merasa tidak nyaman beraktivitas karenanya? Jika demikian, yuk mulai mengontrol pola makan dan mengevaluasi gaya hidup untuk hidup lebih sehat dan bermakna, serta untuk meratakan permukaan perut yang semakin tak terkontrol. Pada momen perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke- 75 ini, Eka Farm ingin mengajak Moms dan keluarga di rumah untuk memerdekakan diri dari perut buncit. Bagaimana caranya? Menggerakkan aksi nyata dengan mengambil kontrol terhadap asupan makanan harian. Namun, sebelumnya, yuk Moms bersama telusuri apa penyebab perut buncit.

Penyebab perut buncit

Kelebihan lemak yang kemudian ditimbun dalam bentuk lemak viseral yang tak terlihat di sekitar organ tubuh, termasuk di bawah perut menjadi salah satu faktor pemicu obesitas di perut atau kerap disebut perut buncit. Lantas, apa saja penyebab perut buncit?

Obesitas di bagian perut disebabkan oleh faktor yang sama seperti pemicu obesitas tubuh, yaitu asupan kalori yang jauh melebihi kebutuhan energi harian. Selain itu, beberapa faktor di bawah juga turut mendongkrak risiko perut buncit untuk hadir:

1. Pola makan yang tidak sehat

Tak dapat dipungkiri, pola makan dan jenis asupan makanan yang kita konsumsi sehari- hari akan berdampak besar bagi kondisi kesehatan tubuh, termasuk massa lemak dalam tubuh. Asupan makanan tinggi lemak, tinggi kolesterol, gula berlebih, makanan yang digoreng dalam waktu lama dan deep fried dapat menjadi pemicu obesitas di bagian perut. Apalagi, Moms, biasanya jika sudah ketagihan berbagai macam makanan junk food dan makanan yang hanya menyumbang kalori tanpa diimbangi dengan gizi, konsumsi makanan berserat seperti buah dan sayur pun ikut berkurang drastis.

2. Minim aktivitas fisik

Asupan kalori dalam tubuh akan digunakan untuk aktivitas sel serta untuk mendukung berbagai macam aktivitas yang dilakukan tubuh sehari- hari. Aktivitas fisik yang minim dapat meningkatkan risiko penimbunan lemak, termasuk di area perut sehingga dapat memicu perut buncit. Aktivitas fisik tak harus intens dan berdurasi lama, minimal luangkan waktu Anda 20-30 menit setiap harinya untuk mulai bergerak, misal dengan bersih- bersih rumah, jalan-jalan santai, jogging, bersepeda santai, atau aktivitas fisik menyenangkan lainnya.

3. Faktor genetik

Riwayat obesitas dalam keluarga dapat berkontribusi terhadap peningkatan risiko perut buncit Anda. Meskipun demikian, bukan berarti Anda harus pesimis dan beranggapan bahwa Anda tidak dapat mencegah, menghindari, dan mengatasi masalah obesitas serta perut buncit yang dimiliki. Hilangkan pola pikir bahwa faktor genetik akan selalu menentukan kondisi kesehatan Anda.

4. Stres

Apa yang Moms lakukan jika sedang banyak pikiran, gelisah, atau istilah yang kini sering digunakan, stres? Ingin ngemil dan memenuhi hasrat untuk makan sesuai keinginan hati? Atau melampiaskan lewat hal positif seperti menyalurkan hobi, berolahraga, dan sebagainya? Beberapa orang belum mampu mengelola stres dengan baik sehingga terkadang, di saat pikiran masih kacau balau dan suasana hati sedang buruk, mereka cenderung mengkonsumsi berbagai macam makanan yang kaya gula, tinggi lemak, kolesterol, banyak mengandung garam, atau digoreng dengan waktu lama. Dengan kata lain, makanan yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan jika dikonsumsi berlebihan dan bersamaan, serta memicu perut buncit.

5. Pola tidur yang tak teratur

Pola tidur yang tidak teratur dapat membuat metabolisme tubuh Anda tidak berjalan secara optimal. Selain itu, saat Anda begadang hingga larut malam, potensi untuk ngemil tak terkontrol pun meningkat sehingga dapat memicu obesitas dan perut buncit.

6. Usia tua

Metabolisme tubuh manusia akan lambat laun menurun seiring pertambahan usia. Usia syang semakin bertambah menyebabkan tubuh tak lagi memiliki kecepatan metabolisme yang optimal dibandingkan masa muda sehingga asupan makanan sehari-hari perlu dikontrol untuk menjaga tubuh ideal dan menurunkan risiko berbagai macam penyakit serta perut buncit.

Selain keenam faktor di atas, tentu masih banyak lagi penyebab perut buncit, seperti masa menopause, gangguan hormon, dan lain sebagainya.

Bagaimana cara evaluasi sederhana massa lemak tubuh dan perut?

Jika lingkar perut Anda melebihi 102 cm (pada laki- laki) dan 89 cm (pada perempuan), maka tandanya Anda harus berhati- hati karena risiko penyakit yang berkaitan dengan obesitas pun dapat meningkat. Selain dengan mengukur lingkar perut, pengukuran massa lemak tubuh juga dapat menjadi bahan pertimbangan dan evaluasi kesehatan tubuh Anda. Massa lemak tubuh dapat diketahui dari pengukuran lingkar leher, pinggul (waist), dan panggul (hip) yang akan menghasilkan indeks massa tubuh.

Waspadai perut buncit Anda

Perut buncit tak hanya mengganggu penampilan ataupun dapat mengurangi kenyamanan aktivitas sehari- hari, tetapi juga dapat memicu berbagai macam penyakit. Apa saja bahaya penimbunan lemak di perut terhadap kesehatan tubuh?

Pada dasarnya, dampak perut buncit terhadap kesehatan sama seperti dampak obesitas. Obesitas, termasuk salah satunya perut buncit, disebabkan oleh timbunan lemak dalam tubuh yang dapat mengganggu metabolisme tubuh dengan mengluarkan hormon sitokin. Dikutip dari alodokter, senyawa ini dapat memicu beberapa penyakit seperti penyakit kardiovaskular, hipertensi, diabetes, dan beberapa kanker tertentu.

Eits, tetapi Moms tidak perlu berkecil hati ataupun terlampau gelisah dengan masalah obesitas ataupun perut buncit ini karena terdapat beberapa solusi alami untuk membantu menanganinya. Eka Farm menawarkan satu dari banyak cara untuk mengubah pola makan dan gaya hidup Anda, yaitu dengan mengkonsumsi beras diet.

Merdekakan diri dari perut buncit dengan beras diet

Beras diet organik dari Eka Farm adalah perpaduan antara beras merah organik dengan beras putih varietas khusus. Beras diet adalah pilihan yang aman baik untuk kesehatan maupun penyesuaian rasa bagi Anda yang baru akan bertransisi mencoba variasi beras selain beras putih. Beras putih yang menyusun beras diet memiliki tekstur tidak sekeras beras merah sehingga jika beras ini dikombinasikan dengan beras merah, nasi yang dihasilkan pun tidak pera dan tetap menyerupai tekstur nasi biasa.

Komposisi kedua beras penyusun beras diet melengkapi satu sama lain, baik dari segi nutrisi, tekstur, dan rasa. Beras merah yang menjadi komposisi beras diet merupakan alternatif makanan pokok sekaligus sumber karbohidrat kompleks tinggi serat yang mampu memenuhi asupan harian serta memberikan banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Berbeda dengan beras putih, beras merah  masih memiliki lapisan dedak (bran) dan germ yang utuh. Kedua lapisan tersebut mengandung vitamin B1, kalsium, magnesium, potassium, dan serat yang dapat membantu mencegah obesitas. Antioksidan dalam beras merah menjadi nutrisi unggulan yang membedakannya dari beras lain. Beras merah mengandung kadar anktioksidan 10 kali lebih banyak daripada beras coklat sehingga membuatnya menjadi sumber antioksidan yang powerful.

Mau tau lebih banyak tentang beras diet untuk memerangi perut buncit, Moms? Yuk, simak artikel lain Eka Farm tentang beras diet dan langsung cek katalog Eka Farm jika Anda penasaran dengan rasa dan manfaatnya bagi kesehatan tubuh.

BACA JUGA:

Diet Bersama Ekafarm Dengan Beras Diet Organik Diet Tetap Kenyang