Manfaat Pertanian Organik

Manfaat Pertanian Organik

Manfaat Pertanian Organik– Pertanian organik adalah sistem produksi pertanian yang holistik dan terpadu, yang mengoptimalkan kesehatan dan produktivitas agro-ekosistem secara alami, sehingga mampu menghasilkan pangan dan serat yang cukup, berkualitas, dan berkelanjutan.

Dalam prakteknya, pertanian organik dilakukan dengan cara, antara lain:

Menghindari penggunaan benih/bibit hasil rekayasa genetika (GMO = genetically modified organisms).

Menghindari penggunaan pestisida kimia sintetis. Pengendalian gulma, hama dan penyakit dilakukan dengan cara mekanis, biologis, dan rotasi tanaman.

Menghindari penggunaan zat pengatur tumbuh  (growth regulator) dan pupuk kimia sintetis. Kesuburan dan produktivitas tanah ditingkatkan dan dipelihara dengan menambahkan residu tanaman, pupuk kandang, dan batuan mineral alami, serta penanaman legum dan rotasi tanaman.

Menghindari penggunaan hormon tumbuh dan bahan aditif sintetis dalam makanan ternak.

Manfaat Pertanian Organik

Sejumlah keuntungan yang dapat dipetik dari pengembangan pertanian organik adalah, antara lain:

Manfaat Pertanian Organik Bagi Kesehatan

Menghasilkan makanan yang cukup, aman dan bergizi sehingga meningkatkan kesehatan masyarakat. Data menunjukkan bahwa praktek pertanian organik mampu meningkatkan hasil sayuran hingga 75% dibanding pertanian konvensional. Disamping itu, produk pertanian organik juga mempunyai kandungan vitamin C,  kalium, dan beta karoten yang lebih tinggi.

Menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat bagi petani, karena petani akan terhindar dari paparan (exposure) polusi yang diakibatkan oleh digunakannya bahan kimia sintetik dalam produksi pertanian.

Meminimalkan semua bentuk polusi yang dihasilkan dari kegiatan pertanian. Karena pertanian organik: (1) Menghindari penggunaan bahan kimia sintetis dan (2) Memanfaatkan limbah kegiatan pertanian seperti kotoran ternak dan jerami sebagai pupuk kompos.

Manfaat Pertanian Organik Bagi Lingkungan

  • Kualitas Tanah

Menjaga sifat fisik, kimia dan biologi tanah yang baik merupakan hal yang penting dalam pertanian organik. Untuk itu dalam pertanian organik diutamakan cara pengelolaan tanah yang meminimalkan erosi, meningkatkan kandungan bahan organik tanah serta mendorong kuantitas dan diversitas biologi tanah.

Dalam pertanian organik peningkatan kesuburan tanah dilakukan tanpa menggunakan pupuk kimia sintetis. Sebagai gantinya digunakan  teknik – teknik sebagai berikut :

  • Rotasi tanaman secara tepat,  mixed cropping dan integrasi tanaman dengan ternak.
  • Meningkatkan populasi mikroorganisme tanah melalui penggunaan pupuk organik.
  • Meminimalkan pengolahan tanah yang mengganggu aktivitas biota tanah.
  • Menjaga tanah selalu tertutup dengan mulsa organik.
  • Menghindari pengolahan tanah yang berlebihan pada tanah yang miring untuk  mencegah erosi.
  • Menggunakan tanaman dalam strip dan tumpang sari.
  • Menghindari penggembalaan yang berlebihan.
  • Tidak menggunakan bahan kimia sintetis yang meracuni mikroorganisme tanah dan merusak struktur tanah.
  • Penghematan energi

Hasil studi menunjukkan bahwa sistem produksi organik hanya menggunakan 50–80% energi minyak untuk

menghasilkan setiap unit pangan dibandingkan dengan sistem produksi pertanian konvensional. Namun demikian, ini tidak berlaku untuk semua sistem produksi sayuran dan buah-buahan.

Kualitas Air

Penjagaan kualitas air merupakan upaya yang sangat penting dalam sistem pertanian lestari (sustainable agriculture system). Kenyataan menunjukkan bahwa polusi air tanah (groundwater) dan air muka tanah (surface water) oleh nitrat dan fosfat menjadi hal yang umum terjadi di kawasan pertanian. Residu pupuk dan pestisida sintetis serta bakteri penyebab penyakit seperti Escherichia Coli juga seringkali terdeteksi di sistem perairan.

Pada areal pertanian organik, sumber air dijaga dengan menghindari praktek-praktek pertanian yang menyebabkan erosi tanah dan pencucian nutrisi, pencemaran air akibat penggunaan bahan kimia.  Kotoran hewan yang akan digunakan untuk pupuk organik selalu dikelola dengan hati-hati dan dikomposkan sebelum digunakan. Di samping itu, penggunaan pupuk kimia dan pestisida sintetis juga dilarang dalam sistem pertanian organik.

Kualitas Udara

Pertanian organik terbukti mampu meminimalkan perubahan iklim global karena emisi gas rumah kaca (greenhouse gas emission) pada pertanian organik lebih rendah dibandingkan pertanian konvensional. Dalam pertanian organik tidak menggunakan pupuk nitrogen sintetis sehingga tidak ada emisi nitrogen oksida dari pupuk buatan tersebut.

Penggunaan minyak bumi juga lebih rendah sehingga menurunkan emisi gas karbon dioksida. Lebih penting lagi, pertanian organik menyediakan penampungan (sink) untuk karbon dioksida melalui peningkatan kandungan bahan organik di tanah serta penutupan permukaan tanah dengan tanaman penutup tanah.

Pengelolaan Limbah

Praktek pertanian organik mengurangi jumlah limbah melalui daur ulang limbah menjadi pupuk organik. Kotoran ternak, jerami dan limbah pertanian lainnya yang selama ini dianggap limbah, justru menjadi bahan yang mempunyai nilai sebagai sumber nutrisi dan bahan organik bagi pertanian organik.

Keanekaragaman Hayati

Pertanian organik tidak hanya menghindari penggunaan pestisida sintetis, namun juga mampu menciptakan keanekaragaman hayati. Praktek seperti rotasi pertanaman, tumpang sari serta pengolahan tanah konservasi merupakan hal-hal yang mampu meningkatkan keanekaragaman hayati dengan menyediakan habitat yang sehat bagi banyak spesies mulai dari jamur mikroskopis hingga binatang besar.

Pertanian organik tidak menggunakan organisme hasil rekayasa genetika (Genetic Enggineering Organism) atau organisme transgenik (Genetically Modified Organism) serta produknya karena alasan keamanan lingkungan, kesehatan dan sosial. Produk-produk seperti ini tidak dibutuhkan karena mungkin menyebabkan resiko yang tidak dapat diterima pada integritas spesies.

 

Pertanian Organik

Pertanian Organik

Pertanian organik adalah sistem budi daya pertanian yang mengandalkan bahan-bahan alami tanpa menggunakan bahan kimia sintetis.

Beberapa tanaman Indonesia yang berpotensi untuk dikembangkan dengan teknik tersebut adalah padi, hortikultura sayuran dan buah (contohnya: brokoli, kubis merah, jeruk, dll.), tanaman perkebunan (kopi, teh, kelapa, dll.), dan rempah-rempah.

Pengolahan pertanian organik didasarkan pada prinsip kesehatan, ekologi, keadilan, dan perlindungan.

Yang dimaksud dengan prinsip kesehatan adalah kegiatan pertanian harus memperhatikan kelestarian dan peningkatan kesehatan tanah, tanaman, hewan, bumi, dan manusia sebagai satu kesatuan karena semua komponen tersebut saling berhubungan dan tidak terpisahkan.

Selain itu juga harus didasarkan pada siklus dan sistem ekologi kehidupan. Serta memperhatikan keadilan baik antarmanusia maupun dengan makhluk hidup lain di lingkungan.

Untuk mencapai pertanian organik yang baik perlu dilakukan pengelolaan yang berhati-hati dan bertanggungjawab melindungi kesehatan dan kesejahteraan manusia baik pada masa kini maupun pada masa depan.

Pertanian tradisional dalam berbagai bentuk, yang telah dilakukan sejak ribuan tahun di seluruh dunia, merupakan pertanian organik yang tidak menggunakan bahan kimia sintetik.

Pertanian organik mengkombinasikan pengetahuan ilmiah mengenai ekologi dan teknologi modern mengenai praktik pertanian tradisional berdasarkan proses biologis yang terjadi secara alami.

Metode pertanian ini dipelajari di dalam bidang ekologi pertanian. Pertanian konvensional menggunakan pestisida dan pupuk sintetik, sedangkan pertanian organik membatasinya dengan hanya menggunakan pestisida dan pupuk alami.

Prinsip metode pertanian ini mencakup rotasi tanaman, pupuk hijau/kompos, pengendalian hama biologis, dan pengolahan tanah secara mekanis.

Tanaman yang lebih unggul dan tangguh dikembangkan melalui pemuliaan tanaman dan tidak dimodifikasi menggunakan rekayasa genetika.

Tingginya keanekaragaman tanaman pertanian adalah salah satu ciri pertanian organik. Pertanian konvensional fokus pada produksi massal hasil pertanian tunggal di lahan, yang disebut dengan monokultur.

Dalam ekologi pertanian diketahui bahwa polikultur (penanaman berbagai jenis tanaman pada satu lahan) lebih menguntungkan dan lebih sering diterapkan di pertanian organik.

Penanaman berbagai jenis sayuran mendukung berbagai jenis serangga yang bersifat menguntungkan, mikroorganisme tanah, dan faktor lainnya yang menambah kesehatan lahan pertanian.

Keanekaragaman tanaman pertanian membantu lingkungan untuk mempertahankan suatu spesies yang dekat dengan lahan pertanian agar tidak punah.

Pertanian organik bergantung sepenuhnya pada dekomposisi bahan organik tanah, menggunakan berbagai teknik seperti pupuk hijau dan kompos untuk menggantikan nutrisi yang hilang dari tanah oleh tanaman pertanian sebelumnya.

Dengan mengurangi pengolahan tanah, maka tanah tidak dibalik dan tidak terpapar oleh udara. Hal ini berarti nutrisi yang bersifat mudah menguap seperti nitrogen dan karbon semakin sedikit yang menghilang.

Sinkronisasi diperlukan agar tumbuhan mendapatkan nitrogen yang cukup pada waktu yang tepat. Hal ini menjadi salah satu tantangan di dalam pertanian organik.

Residu tanaman dapat dikembalikan ke tanah sehingga membusuk dan memberikan nutrisi bagi tanah. Dalam banyak kasus, pengaturan pH diperlukan dengan menggunakan kapur pertanian dan sulfur.

Namun nitrogen juga dapat diberikan dengan menggunakan legum sebagai tanaman penutup tanah.

Penelitian dalam ilmu biologi pada tanah dan mikroorganisme yang hidup di dalamnya telah membuktikan manfaat bagi pertanian organik.

Supaya Beras Organik Anda Bebas Kutu

Supaya Beras Organik Anda Bebas Kutu

Ekafarm.com – Beras Organik adalah beras yang dihasilkan dengan proses pertanian 100% organik. Beras organik merupakan salah satu kunci untuk nutrisi sehat bagi keluarga. Namun, jenis beras yang satu ini cukup tricky untuk disimpan, karena sangat mudah dihinggapi kutu. Apalagi tempat penyimpanan beras sering dibuka-tutup, dan tidak kedap udara. Biasanya, akan banyak kutu yang bersarang di dalamnya.

Hal ini tentunya sering membuat kesal bukan? Selain makanan untuk keluarga menjadi tidak higienis, membersihkan beras dari kutu bukan perkara yang mudah. Jadi bagaimana solusinya? Ternyata ada beberapa cara tradisional yang bisa kamu lakukan. Simak paparannya berikut ini.

Baca Juga : Mengapa harus Beras Organik?

Tips Menyimpan Beras Organik Agar Terbebas Dari Kutu

Bebas Lembap

Sebaiknya, hindari tempat yang lembap dan mudah terciprat air untuk menyimpan beras. Pilih area yang kering, dan memiliki suhu di bawah 17 derajat celcius.

Daun Jeruk

Masukkan  50 gram daun jeruk yang telah ditumbuk dan dimasukkan ke dalam kain kasa, ke dalam tempat penyimpanan beras. Selain bebas kutu, beras akan senantiasa memiliki aroma yang segar.

Bawang Putih

Bawang putih juga ampuh mengusir kutu dan makhluk mikro organisme lainnya. Kupas beberapa siung bawang putih dan letakkan di tempat penyimpanan beras.

Cabai

Aroma pedas dari cabai juga tidak disukai oleh kutu yang membandel. Karena itu, pilih cabai yang sudah kering dan letakkan di tempat penyimpanan beras organik. Namun perhatikan, agar cabai tidak ikut termasak ya!

Nah seperti itulah tips dari saya untuk menyimpan beras organik agar bebas dari kutu. Sekarang silahkan untuk mempraktekan nya tapi sebelum nya coba cek stock ketersediaan beras organik Anda apakah masih ada atau tidak.

Jika sudah menipis yuk belanja beras organiknya di Eka Farm, silahkan dipilih beras organiknya tidak hanya beras putih saja lho. Tersedia Beras Merah, Beras Hitam, Beras Coklat, Beras Diet, Beras Diabetes, Beras Penggemukan dan masih banyak lagi, yang jelas semua yang di jual Beras Organik Asli.

ORDER SEKARANG!

Mengapa Anda Harus Memilih Makanan Organik? Inilah Alasannya

Mengapa Anda Harus Memilih Makanan Organik? Inilah Alasannya

Mengapa Anda Harus Memilih Makanan Organik? Inilah Alasannya – Kalau Anda perhatikan, jika berkunjung ke supermarket, ada sudut khusus untuk makan-makanan organik. Makanan organik yang dijajakan di supermarket biasanya dijual dengan harga yang lebih tinggi dibandingkan dengan makanan biasa. Tak jarang membuat banyak pertanyaan keluar, “Kenapa harga makanan organik lebih mahal?”. Ternyata hal itu disebabkan karena pembiayaan pertanian dan peternakan organik jauh lebih mahal dibandingkan yang biasa. Karena bercocok tanam dan beternak tanpa batuan pupuk kimia atau pestisida akan jauh lebih besar usaha untuk menjaganya. Meski harganya cukup mahal, ada banyak alasan kenapa Anda harus memilih makanan organik.

BACA JUGA: GMO Bahayakah?

Inilah Alasannya Memilih Yang Organik:

Terhindar dari bahan kimia

Makan-makanan organik merupakan hasil dari bercocok tanam dan beternak yang tidak menggunakan sama sekali pupuk kimia, pestisida, dan ternak diberikan pangan berupa sayuran dan biji-bijian, bukan pelet ternak atau tidak memberikan obat-obatan khusus terhadap ternak agar tumbuh lebih besar. Jika Anda mengosumsi makanan organik, maka akan jauh lebih baik bagi kesehatan tubuh karena terhindar dari bahan-bahan kimia yang berbahaya.

Lebih banyak mengandung nutrisi

Makanan organik lebih banyak mengandung nutrisi, vitamin, mineral, dan juga enzim yang sangat baik untuk tubuh Anda karena tanaman dan ternak dikelola dengan lebih diperhatikan dengan baik. Hal ini dibuktikan dengan penelitian dari The Journal of Alternative and Complementary Medicine yang melakukan tinjauan terhadap 41 penelitian yang membandingkan nilai gizi buah, sayuran, dan biji-bijian yang tumbuh secara organik dan konvensional. Penelitian tersebut menunjukkan hasil bahwa ada lebih banyak nutrisi dalam tanaman organik.

Rasanya lebih enak

Makanan yang tumbuh dengan perawatan tepat akan tumbuh secara seimbang dan itu yang membuat rasanya lebih enak. Lihat saja bentuk dan warna dari tanaman organik yang jauh lebih bagus dibanding dengan tanaman biasa.

Menghindari penggunaan hormon, antibiotik, dan hobat-obatan pada binatang

Daging tidak organik memiliki risiko lebih tinggi terkontaminasi zat bahaya. Di Amerika ditemukan bahwa sebanyak 90% pestisida ditemukan pada makanan yang dikonsumsi orang Amerika bersumber dari daging dan produk susu yang bukan organik. Hal ini berhubungan dengan banyaknya peternakan yang menambahkan obat-obatan atau menyuntikkan hormon pada hewan ternak mereka agar tumbuh lebih cepat dan gemuk.

Mengurangi polusi dan pemanasan global

Tahukah Anda sektor pertanian dan peternakan berkotribusi besar pada polusi dan pemanasan global? Hal itu karena banyak hewan ternak yang diberi pakan yang mengandung bahan kimia, sehingga gas yang dihasilkan dari kotoran atau dahak ternak pun berdampak pada meningkatnya pemanasan global.

Mendukung Petani Indonesia

Apabila kita mengkonsumsi makanan dari dalam negeri, khusus nya beras. Pilihlah beras yang dari petani kita sendiri bukan yang dari Impor. Kita tidak tahu kualitas beras impor seaman apa. Selain itu kita juga bisa membantu mensejahterakan para petani Indonesia.

Sudah jelas, kan, kenapa harga makanan organik cenderung lebih mahal? Walau mahal tetapi ada banyak manfaat bagi kesehatan dan demi keseimbangan alam yang lebih baik. Jadi, jangan ragu lagi pilih makanan organik, ya…

Salah satu perusahaan yang sangat mendukung pangan organik yaitu EKA FARM.

Dia lah perusahaan pionir beras Organik di Yogyakarta. Beras nya di tanam di pegunungan Magelang, jadi aman dan terhindar dari polusi serta bahan kimia yang berbahaya.

Adapun beras yang di produksi ada beberapa jenis, diantaranya:

Beras Putih, Beras Merah, Beras Hitam dll

Untuk lebih jelasnya Anda bisa menghubungi CS Eka Farm

KLIK DISINI

Bibit GMO VS Bibit Organik

Bibit GMO VS Bibit Organik

Bibit GMO VS Bibit Organik- Kehidupan berawal dari bibit atau benih dan bibit itu adalah kehidupan. Bibit merupakan calon tanaman yang diperoleh dari benih, yang nantinya akan ditanam dan tumbuh di media penanamannya. Benih adalah biji buah atau biji kecil – kecil yang akan ditanam atau disemaikan.

Nah sekarang ini sedang terkenal yaitu teknik rekayasa genentika dengan membuat bibit – bibit tanaman rekayasa. Monsanto perusahaan argikultur asal Amerika Serikat ini adalah suatu perusahaan yang menjadi rahasia umum di negaranya, bahwa Monsanto adalah sebuah bisnis besar. Beliau merupakan pebisnis besar yang memproduksi bibit makanan dengan menggunakan teknik rekayasa genetika, benih makanan tersebut melalui proses pencampuran gen dari spesies yang tidak sejenis.

Apa Itu Rekayasa Genetika?

GMO (Genetically Modified Organism) organisme yang secara genetik material telah dimodifikasi menggunakan teknik rekayasa genetika dengan cara menstranfer, mengubah, menambah atau mengurangi DNA suatu makhluk hidup, terhadap makhluk hidup lainnya. Dengan tujuan agar makhluk hidup tersebut lebih kuat, lebih kebal, lebih produktif, sehingga mampu menekan kerugian hingga 98% daripada normalnya.

Hasil dari GMO diantaranya adalah sering kita jumpai yaitu seperti  sayur-sayuran, buah-buahan, ikan dan daging. Monsanto melalui banyak ekperimennya dengan menggabungkan transmisi genetik antar makhluk hidup dari spesies berbeda. Oleh sebab itu produk GMO sering juga disebut organisme transgenic.

Kenali bahaya GMO

Contoh Modifikasi Genetika Monsanto

  • Proses modifikasi gen tomat dengan gen antibeku dari ikan air dingin, yang bernama winter flounder (Pseudopleuronectes americanus). Proses ini dilakukan untuk menghasilkan tanaman tomat yang tahan terhadap cuaca lingkungan yang dingin.

  • Ayam pedaging disuntik dengan hormon pertumbuhan agar tumbuh lebih cepat dan lebih besar.
  • Padi disuntik dgn gen manusia agar menghasilkan beras yg dapat digunakan sebagai bahan obat-obatan
  • Jagung dan kedelai disuntIk dengan gen bakteri Bacilus Thurigiensis (Bt) agar tahan terhadap hama atau resistan terhadap racun hama.

Itulah beberapa contoh hasil rekayasa genetika Monsanto tak pernah terpikirkan oleh masyarakat awam bahwa itu semua dapat dilakukan oleh peruasahan asal Amerika ini.

Sedangkan Apa itu Bibit Organik

Secara substansi pertanian organik bukanlah barang baru. Sebelum ditemukan pupuk dan obat-obatan kimia sintetis, bisa dikatakan semua kegiatan produksi pertanian merupakan pertanian organik. Dan sebelum ada nya proses modifikasi gen atau rekayasa genetika.

Sir Albert Howard, seorang ahli botani asal Inggris, yang mengagas pertanian organik secara lebih sistemastis. Bukunya yang terbit pada tahun 1940, berjudul “An Agricultural Testament”, telah menginspirasi gerakan pertanian organik diberbagai belahan bumi. Atas alasan itu, dia disebut-sebut sebagai bapak pertanian organik.

Bibit organik sekarang – sekarang ini sudah mulai bergengsi di kalangan para petani baik petani nasional maupun petani internasional. Jadi bibit organic ini sangat condong dengan tujuan kesehatan. Hasil dari bibit organic tersebut menghasilkan tanaman yang ditumbuhkan dengan cara alami. Bahan yang digunakan adalah bahan-bahan biologis untuk mempertahankan kesuburan dan keseimbangan ekologis dengan menghidari bahan sintetis atau kimia.

Sekarang sudah banyak bisa kita beli bibit organic di online maupun di toko-toko.

Salah satu nya di Eka Farm, Anda bisa beli bibit organik dengan cara online dan offline.

BELI BIBIT BERAS ORGANIK

Kenapa Organik

Kenapa Organik

Kenapa Organik- Barangkali anda tidak yakin bahwa beras organik dan beras terpapar kimia ( arsenik ) bagaikan bumi dan langit. Utara dan selatan.

Organis Center Australia (sebuah lembaga riset pangan organik ) sangat rajin melaporkan perkembangan seputar pertanian organik, pengolahan bahan makan organik yang variatif, dan banyak memberi peringatan kenapa  kita harus pandai-pandai memilih bahan makanan organik, terutama Beras

Karena hasil penelitian, banyak beras dengan lebel organik, tidak memberi gambaran nyata sebagai bebas kimia aresnik di dalamnya ( kandungannya ). Ini berarti telah terjadi pemalsuan lebel dan terjadi penipuan sangat masif mengorbankan keselamatan manusia.

Publikasi Consumer Reports menyoroti beberapa hasil menarik tentang pola spasial akumulasi arsenik, dan mengingatkan kita untuk berhati-hati memilih asupan beras.

Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa ada manfaat kesehatan dari mengkonsumsi biji-bijian organik seperti beras merah. Dan organisasi seperti American Heart Association dan National Institutes of Health dan the US Dietary Guidelines merekomendasikan agar konsumen meningkatkan konsumsi whole grain ini untuk meningkatkan kesehatan mereka.

Bahkan tidak ada bukti bahwa orang yang makan beras  ( beras organik ) dalam jumlah besar memiliki tingkat kanker yang lebih tinggi daripada orang yang menghindari nasi.

Ini tentu saja merupakan ide bagus untuk mengurangi paparan arsenik Anda, namun perlu diingat bahwa sains mendukung kesehatan padi!

Tetapi juga harus tetap diwaspadai, sehingga kita tidak mudah tertipu oleh promosi besar beras merah atau beras putih organik (terutama di pasaran dalam negeri Indonesia ) karena faktor kejahatan beras merajalela. Seperti munculnya beras plastik, beras organik palsu, dan bentuk kejahatan lain.

Maka pastikan beras yang anda konsumsi, bersertifikat lembaga pengawas beras organik.

Peraturan keselamatan

Codex Alimentarius, sebuah komisi yang dibentuk oleh Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), baru-baru ini mengadopsi standar untuk batas arsenik dalam nasi putih.

Codex mengembangkan standar pangan terpadu, pedoman dan kode praktik untuk melindungi kesehatan konsumen dan memastikan praktik perdagangan pangan yang adil.

Komisi ini  juga mempromosikan koordinasi semua standar pangan yang dilakukan oleh organisasi pemerintah dan non-pemerintah internasional. Penelitian yang dilakukan Pusat Organik adalah menggunakan peraturan keselamatan ini untuk memandu penelitiannya dalam mengurangi akumulasi arsenik pada padi dan memperbaiki metode produksi.

Ini berarti, seluruh produksi beras organik sudah berstandar mutu internasional, dengan bukti-bukti sertifikasi, dan ketentuan lain. Maka tetaplah teliti sebelum mengkonsumsi.

Mengapa organik itu penting

Meskipun tidak ada perbedaan dalam jumlah arsenik yang diambil oleh beras organik versus konvensional, sistem produksi organik memiliki banyak keunggulan dibanding konvensional.

Misalnya, produksi beras konvensional menggunakan lebih dari 40 pestisida berbeda untuk mengendalikan gulma dan serangga-pestisida yang mengandung bahan kimia beracun seperti piperonyl butoxide , malathion , dan carbaryl .

Kenapa Organik- Sawah organik menggunakan amandemen tanah ramah lingkungan seperti kompos, yang membantu meningkatkan kesehatan tanah dan menurunkan kelimpahan nutrisi. Selain itu, industri organik telah mengambil sikap proaktif untuk memastikan kesehatan padi organik dengan mendukung penelitian mengenai metode untuk menurunkan kadar arsen dalam padi organik.

Misalnya, penelitian kami di The Organic Center bekerja sama dengan USDA mengenai faktor eksternal yang mempengaruhi kadar arsenik pada padi.

Melarang penggunaan senyawa yang mengandung arsenik sangat penting untuk kesehatan masyarakat masa depan, karena arsenik terakumulasi di lingkungan.

Begitulah, dunia berpendapat, beras organik tetaplah pilihan terbaik untuk kesehatan manusia. Dan bertani secara organik juga menjadi acuan peradaban pangan di masa yang akan datang.

 

Beras Coklat Organik

Beras Coklat Organik

Beras Coklat Organik- Kita sering abai dengan makanan yang mengandung zat pestisida. Sayur dan buah adalah di antaranya.

Padahal zat pestisida sangat berbahaya jika terus masuk ke dalam tubuh. Zat pestisida yang terkandung dalam sayur dan buah dapat menyebabkan penyakit seperti obesitas, diabetes dan kanker.

Berikut ini manfaat yang bisa kamu dapatkan jika mengonsumsi sayuran  organik:

Antioksidan

Pada dasarnya sayur dan buah memiliki kandungan antioksidan yang berguna untuk kesehatan tubuh. Khusus untuk kedelai, terdapat zat insoflavon yang bermanfaat untuk memperbaiki dan mencegah sel tubuh yang rusak.

Beras Coklat Organik Mencegah Penyakit Jantung

Zat isoflavon dalam tubuh tidak hanya berfungsi sebagai peremajaan sel, tapi juga mengurangi kolestrol “jahat” yang mampu membekukan darah. Pembekuan pada darah inilah yang menyebabkan penyakit stroke dan jantung.

Beras Coklat Organik Mencegah Kanker

Isoflavon juga bertindak sebagai zat antikanker. Zat ini akan melindungi tubuh dari kanker seperti di rahim, payudara dan prostat.

Beras Coklat Organik Mengontrol Berat Badan

Kandungan serat yang tinggi dalam kedelai dapat membuat kita tidak mudah lapar. Indeks glisulin yang terdapat dalam kedelai mampu mengontrol gula darah dan fluktuasi insulin.

Tidak sedikit orang yang menganggap bahwa makanan organik sama dengan makanan alami. Padahal, kedua makanan ini memiliki perbedaan yang tergolong signifikan, lho!

Agar Anda tidak bingung, berikut penjelasan singkat mengenai perbedaan makanan organik dan makanan alami:

Makanan Organik

Makanan organik adalah produk nabati atau hewani yang diproduksi dan diolah tanpa melakukan perubahan kimiawi atau sintetik dalam bentuk apa pun. Dengan kata lain, makanan jenis ini tidak mengandung zat sintetik untuk pestisida, penyubur, atau zat lain dalam produksinya.

Selain yang sudah disebutkan, produksi makanan organik juga tidak boleh sembarangan. Ada aturan-aturan dari badan pengawas produksi makanan di negara tempat produksinya. Misalnya, produksi makanan organik di Indonesia harus memenuhi sederet aturan yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI).

Makanan Alami

Penggunaan istilah ‘alami’ pada makanan ini belum tentu sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Meski jenis makanan ini juga menggunakan bahan sintetik sangat minimal, tidak ada standar yang mengatur pengolahannya.

Lalu, mana yang terbaik? Makanan organik dan makanan alami, keduanya dapat bermanfaat bagi kesehatan. Anda dapat menyertakan makanan-makanan tersebut dalam menu sehari-hari untuk menjalani diet yang sehat.

Sekarang Anda sudah tahu ‘kan bedanya makanan organik dan makanan alami? Untuk lebih meyakinkan Anda tentang status keamanan produk makanan organik, Anda bisa dengan mudah memeriksanya dengan memasukkan nomor registrasi produk tersebut pada situs BPOM RI

Yang perlu kita catat baik-baik rata-rata makanan sehat itu asalnya dari bahan-bahan yang organik. Tetapi biaya menghasilkan sayur, buah, beras, dan bahan makanan lain yang organik itu tidaklah kecil. Alias mahal. Kenapa ?

  1. Bebas pestisida

Sudah menjadi rahasia umum kalau makanan organik itu pasti lebih sehat. Soalnya produk organik itu bebas pestisida dan pupuk sintesis. Petani organik hanya memakai kompos atau pupuk kandang. Artinya, nggak bakalan ada logam berat yang masuk dan membahayakan tubuh.

Sejatinya, kompos atau pupuk kandang untuk tanaman organik itu lebih mahal. Tapi, karena petani organik itu sayang sama kita, jadi mereka nggak sungkan menguras kantong untuk membelinya.

Nah, karena manusia itu pada dasarnya harus saling mengasihi, jadi kita membalas kasih sayang ini dengan membeli produk mereka tanpa mengeluh. Apalagi kalau kamu penggemar produk sehat dan organik. Hehe.

  1. Sertifikat organik

Salah satu yang bikin makanan sehat itu lebih mahal adalah karena pihak pembudidaya diwajibkan memiliki sertifikat organik. Nah, untuk mengurus biaya sertifikasi pangan organik ini, satu kelompok petani harus membayar Rp15 – 30 juta! Dan masa berlakunya pun relatif pendek, yaitu tiga tahun. Biaya memperpanjang sertifikasi itu bisa mencapai Rp12 juta.

  1. Biaya Produksi

Makanan sehat atau organik itu biasanya memiliki kemasan yang berbeda dari produk konvensional yang diproduksi secara masal dan menggunakan plastik. Sedangkan produk organik menggunakan kemasan yang berbeda. Misalnya, dari bahan kaca dan dapat didaur ulang. Makanya biaya produksinya pun jadi lebih tinggi.

  1. Standar tinggi

Khusus untuk produk daging, misalnya, peternak organik biasanya memberlakukan standar yang lebih tinggi dalam membudidayakan hewan ternak. Misalnya, dari kesejahteraan hewan itu sendiri. Biasanya, peternakan organik memberi pakan yang juga organik. Dan harganya juga bisa dua kali lipat dibandingkan dengan pakan biasa.

  1. Lebih banyak tenaga kerja

Untuk menekan biaya produksi, banyak petani atau pertanian konvensional yang memakai zat kimia dan pestisida. Tujuan lainnya adalah efisiensi dan agar pekerjaan lebih cepat selesai.

Akan tetapi, cara kerja petani organik itu berbeda, guys. Karena rohnya adalah bebas pestisida, pertanian organik membutuhkan lebih banyak tenaga kerja untuk menyiangi rumput liar, membersihkan air, ataupun memulihkan tanaman dari kontaminasi pestisida.

 

 

Istimewanya Makanan Organik

Istimewanya Makanan Organik

Istimewanya Makanan Organik- Banyak orang mulai memburu makanan organik, karena lebih sehat ? Tetapai apakah anda tahu apa makanan organik ?

Sederhanya makanan organik adalah makanan yang diolah dari bahan makan yang terbebas dari paparan kimia. Bahan makanan seperti ini dihasilkan oleh budidaya petanian tanpa kimia (baik pupuk maupun obat) serta bukan dihasilkan dari bahan makanan rekayasa genetik.

Bahan makan organik, dihasilkan oleh petani yang memiliki konsep pelestarian lingkungan dan keberlangsungan alam.

Di Indonesia, lembaga yang berwenang untuk mengesahkan produk organik adalah Sertifikasi Pangan Organik Institute (LSPO). Saat ini di Nusantara, hanya 40 persen atau 9.000 hektar dari 22.000 hektar lahan organik telah disertifikasi secara nasional maupun internasional, dan hanya 20 persen yang bersertifikat nasional.

Istimewanya Makanan Organik- Departemen Pertanian AS (USDA) memberikan persyaratan untuk sertifikasi produk organik, yaitu ketika memenuhi kriteria sebagai berikut:

– Produk organik 100 persen. Tidak ada bahan-bahan lain ditambahkan atau dibuat benar-benar organik.

– Produk organik. Produk harus mengandung bahan-bahan organik setidaknya 95 persen.

– Dibuat dengan bahan-bahan organik. Produk yang mengandung bahan-bahan organik 70 persen. Namun, produk ini tidak mendapatkan segel USDA sertifikasi pada kemasan tapi mungkin daftar bahan-bahan organik tertentu.

– Mengandung bahan organik. Produk yang mengandung bahan-bahan organik kurang dari 70 persen, tidak menampilkan segel USDA tetapi mungkin daftar bahan-bahan organik tertentu pada panel informasi paket ini.

Meskipun meningkatnya popularitas makanan organik seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat kesehatan dan perlindungan lingkungan, tidak semua persepsi dan asumsi tentang makanan organik sudah benar.

Jadi apa yang fakta dan apa sebenarnya yang salah?

Makanan organik mengandung pestisida lebih sedikit: Benar ! Pestisida adalah bahan kimia yang digunakan untuk membunuh hama pada tanaman. Zat kimia ini sangat sering digunakan dalam metode pertanian konvensional, di mana pestisida masih menempel pada makanan yang kita makan.

Makanan organik tidak mengandung bahan-bahan buatan. Benar ! Salah satu aturan yang paling ditekankan dalam produk organik adalah larangan bahan buatan termasuk pengawet, pemanis buatan, pewarna dan perasa, dan monosodium glutamat.

Istimewanya Makanan Organik- Makanan organik mendukung go-green: Benar !

Metode penanaman dan perawatan produk organik yang lebih ramah lingkungan seperti mengurangi polusi air, udara dan tanah; mengurangi erosi tanah, meningkatkan kesuburan tanah dan menggunakan lebih sedikit energi. Mengurangi penggunaan pestisida juga mempengaruhi hewan (terutama burung dan binatang kecil) dan orang-orang yang tinggal dekat dengan peternakan.

Jika banyak orang beranggapan bahan makan organik tidak perlu dicuci, itu salah besar. Tetap saja buah sayur organik perlu dicuci agar bebas dari kotooran  debu, bakteri, atau sisa-sisa kompos pada buah dan sayur organik.

Di Indonesia, perbincangan pangan organik telah ramai dilakukan, mulai dari diskusi komunitas sampai dengan kampanye-kampanye di masyarakat. Penelitian terkait juga sudah dilakukan, misalnya yang dilakukan oleh Anggia Dwi Akbari, peneliti dari Departemen Gizi Masyarakat, Institut Pertanian Bogor (IPB) meneliti mengenai persepsi konsumen terhadap aspek gizi dan kesehatan pangan organik pada tahun lalu.

Dari total responden 120 orang, sebanyak 100 orang adalah bukan anggota komunitas konsumen organik, dan sisanya 20 orang adalah anggota komunitas konsumen organik. Penelitian menemukan 95 persen responden punya motivasi membeli pangan organik adalah karena bahan pangan organik dianggap lebih sehat. Sedang, 56,67 persen responden menyatakan bahwa manfaat utama yang ingin mereka dapatkan dari pangan organik adalah untuk menjaga kesehatan.

Pengertian organik sendiri  mengacu pada cara petani menanam dan memproduksi produk pertanian. Praktik-praktiknya dirancang untuk memenuhi tujuan untuk mengurangi polusi, sehingga dalam prosesnya menghindari keterlibatan pupuk kimia, pestisida, antibiotik, hormon pertumbuhan, dan rekayasa genetika.

Dalam Peraturan Kepala BPOM Nomor 1 tahun 2017 tentang Pengawasan Pangan Olahan Organik, mencantumkan pengertian pangan organik, sebagai pangan yang berasal dari suatu lahan pertanian organik yang menerapkan praktik pengelolaan yang bertujuan untuk memelihara ekosistem dalam mencapai produktivitas yang berkelanjutan, melakukan pengendalian gulma, hama, dan penyakit, melalui beberapa cara seperti daur ulang sisa tumbuhan dan ternak, seleksi dan pergiliran tanaman, pengelolaan air, pengolahan lahan, dan penanaman serta penggunaan bahan hayati pangan.

 

 

Apa itu Beras Organik?

Apa itu Beras Organik?

Mengenal Beras Organik

Beras Organik adalah beras yang berasal dari padi yang ditanam atau dibudidayakan dengan cara pertanian organik. Padi Beras Organik tidak menggunakan pupuk kimia sintetis, tetapi menggunakan pupuk organik. Sedangkan cara pengendalian hamanya dengan menggunakan cara-cara yang alami. Baik menggunakan bahan-bahan alami maupun dengan menggunakan pemangsa alami hama.

Pengolahan Padi Beras Organik sangat memperhatikan kesehatan, ekologi, keadilan dan perlindungan. Oleh karena itu yang dimaksud dengan prinsip kesehatan dalam pertanian organik adalah kegiatan pertanian harus memperhatikan peningkatan dan kelestarian kesehatan tanaman, hewan, tanah, bumi secara keseluruhan, dan manusia sebagai satu kesatuan karena semua komponen tersebut saling berhubungan dan tidak terpisahkan.

Pertanian organik juga harus didasarkan pada siklus dan  sistem  ekologi kehidupan. Pertanian organik juga harus memperhatikan keadilan baik antarmanusia maupun dengan makhluk hidup lain di lingkungan. Sehingga agar mencapai pertanian organik yang baik perlu dilakukan pengelolaan yang berhati-hati dan bertanggungjawab melindungi kesehatan dan kesejahteraan manusia secara berkesinambungan baik sekarang maupun yang akan datang.

Beda Beras Organik dengan Beras biasa

Beda Beras Organik dengan Beras Biasa adalah proses pengolahannya. Namun, secara ideal, bibit yang digunakan pun juga merupakan bibit lokal yang dihasilkan tanpa rekayasa genetika atau bukan GMO (Genetic Modified Organizm). Secara garis besar perbedaannya adalah sebagai berikut:

  • Pupuk yang digunakan
  • Cara Pengendalian Hama
  • Air yang digunakan untuk pengairan

Air yang digunakan untuk pengairan sebisa mungkin masih jernih tidak tercemar dengan bahan kimia sintetis. Oleh karena itu tanaman Padi Beras Organik Eka Farm berada di daerah dataran tinggi.

  • Proses pemanenan dan pengolahan panen

Proses pemanenan dan pengolahan hasil panen dilakukan dengan alami. Eka Farm tidak menambahkan zat-zat pengawet kimia sintetis maupun pewarna, seperti pemutih.

  • Transaksi dan cara penentuan harga dari petani ke tengkulak atau distributor.

Transaksi dari petani ke tengkulak haruslah tidak dengan sistem ijon, tetapi sudah dalam kondisi gabah. Sehingga lebih adil untuk petani maupun tengkulak. Sedangkan harga yang disepakati selalu stabil dan prinsipnya saling menguntungkan. Selama ini beras biasa atau konvensional harga jualnya dari petani tidak masuk akal. Petani sering rugi dan ini sangat tidak adil. Bahkan ketika harga beras menjulang tinggi, petani tidak menikmatinya. Oleh karena itu Petani Padi Beras Organik Eka Farm haruslah hidupnya juga sejahtera sehingga dapat terus menghasilkan beras organik yang sehat untuk Anda sekeluarga. Lanjutkan membaca →

Paparan Pestisida

Paparan Pestisida

Paparan pestisida- Hari ini kita sering abai dengan makanan yang mengandung zat pestisida. Sayur dan buah adalah di antaranya.

Padahal zat pestisida sangat berbahaya jika terus masuk ke dalam tubuh. Zat pestisida yang terkandung dalam sayur dan buah dapat menyebabkan penyakit seperti obesitas, diabetes dan kanker.

Berikut ini manfaat yang bisa kamu dapatkan jika mengonsumsi sayuran  organik:

Antioksidan

Pada dasarnya sayur dan buah memiliki kandungan antioksidan yang berguna untuk kesehatan tubuh. Khusus untuk kedelai, terdapat zat insoflavon yang bermanfaat untuk memperbaiki dan mencegah sel tubuh yang rusak.

Mencegah Penyakit Jantung

Zat isoflavon dalam tubuh tidak hanya berfungsi sebagai peremajaan sel, tapi juga mengurangi kolestrol “jahat” yang mampu membekukan darah. Pembekuan pada darah inilah yang menyebabkan penyakit stroke dan jantung.

Mencegah Kanker

Isoflavon juga bertindak sebagai zat antikanker. Zat ini akan melindungi tubuh dari kanker seperti di rahim, payudara dan prostat.

Mengontrol Berat Badan

Kandungan serat yang tinggi dalam kedelai dapat membuat kita tidak mudah lapar. Indeks glisulin yang terdapat dalam kedelai mampu mengontrol gula darah dan fluktuasi insulin.

Tidak sedikit orang yang menganggap bahwa makanan organik sama dengan makanan alami. Padahal, kedua makanan ini memiliki perbedaan yang tergolong signifikan, lho!

Agar Anda tidak bingung, berikut penjelasan singkat mengenai perbedaan makanan organik dan makanan alami:

Makanan Organik

Makanan organik adalah produk nabati atau hewani yang diproduksi dan diolah tanpa melakukan perubahan kimiawi atau sintetik dalam bentuk apa pun. Dengan kata lain, makanan jenis ini tidak mengandung zat sintetik untuk pestisida, penyubur, atau zat lain dalam produksinya.

Selain yang sudah disebutkan, produksi makanan organik juga tidak boleh sembarangan. Ada aturan-aturan dari badan pengawas produksi makanan di negara tempat produksinya. Misalnya, produksi makanan organik di Indonesia harus memenuhi sederet aturan yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI).

Makanan Alami

Penggunaan istilah ‘alami’ pada makanan ini belum tentu sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Meski jenis makanan ini juga menggunakan bahan sintetik sangat minimal, tidak ada standar yang mengatur pengolahannya.

Lalu, mana yang terbaik? Makanan organik dan makanan alami, keduanya dapat bermanfaat bagi kesehatan. Anda dapat menyertakan makanan-makanan tersebut dalam menu sehari-hari untuk menjalani diet yang sehat.

Sekarang Anda sudah tahu kan bedanya makanan organik dan makanan alami? Untuk lebih meyakinkan Anda tentang status keamanan produk makanan organik, Anda bisa dengan mudah memeriksanya dengan memasukkan nomor registrasi produk tersebut pada situs BPOM RI

Yang perlu kita catat baik-baik rata-rata makanan sehat itu asalnya dari bahan-bahan yang organik. Tetapi biaya menghasilkan sayur, buah, beras, dan bahan makanan lain yang organik itu tidaklah kecil. Alias mahal. Kenapa ?

  1. Bebas  Paparan pestisida

Sudah menjadi rahasia umum kalau makanan organik itu pasti lebih sehat. Soalnya produk organik itu bebas paparan pestisida dan pupuk sintesis. Petani organik hanya memakai kompos atau pupuk kandang. Artinya, nggak bakalan ada logam berat yang masuk dan membahayakan tubuh.

Sejatinya, kompos atau pupuk kandang untuk tanaman organik itu lebih mahal. Tapi, karena petani organik itu sayang sama kita, jadi mereka nggak sungkan menguras kantong untuk membelinya.

Nah, karena manusia itu pada dasarnya harus saling mengasihi, jadi kita membalas kasih sayang ini dengan membeli produk mereka tanpa mengeluh. Apalagi kalau kamu penggemar produk sehat dan organik. Hehe.

  1. Sertifikat organik

Salah satu yang bikin makanan sehat itu lebih mahal adalah karena pihak pembudidaya diwajibkan memiliki sertifikat organik. Nah, untuk mengurus biaya sertifikasi pangan organik ini, satu kelompok petani harus membayar Rp15 – 30 juta! Dan masa berlakunya pun relatif pendek, yaitu tiga tahun. Biaya memperpanjang sertifikasi itu bisa mencapai Rp12 juta.

  1. Biaya Produksi

Makanan sehat atau organik itu biasanya memiliki kemasan yang berbeda dari produk konvensional yang diproduksi secara masal dan menggunakan plastik. Sedangkan produk organik menggunakan kemasan yang berbeda. Misalnya, dari bahan kaca dan dapat didaur ulang. Makanya biaya produksinya pun jadi lebih tinggi.

  1. Standar tinggi

Khusus untuk produk daging, misalnya, peternak organik biasanya memberlakukan standar yang lebih tinggi dalam membudidayakan hewan ternak. Misalnya, dari kesejahteraan hewan itu sendiri. Biasanya, peternakan organik memberi pakan yang juga organik. Dan harganya juga bisa dua kali lipat dibandingkan dengan pakan biasa.

  1. Lebih banyak tenaga kerja

Untuk menekan biaya produksi, banyak petani atau pertanian konvensional yang memakai zat kimia dan pestisida. Tujuan lainnya adalah efisiensi dan agar pekerjaan lebih cepat selesai.

Akan tetapi, cara kerja petani organik itu berbeda, guys. Karena rohnya adalah bebas paparan pestisida, pertanian organik membutuhkan lebih banyak tenaga kerja untuk menyiangi rumput liar, membersihkan air, ataupun memulihkan tanaman dari kontaminasi pestisida.