Kurma Kering Vs Kurma Segar, Mana yang Lebih Bernutrisi?

Kurma Kering Vs Kurma Segar, Mana yang Lebih Bernutrisi?

Ekafarm.com – Makanan berwarna cokelat dan terasa manis ini memang populer saat bulan Ramadan dan Lebaran. Selain langsung bisa dinikmati, buah ini juga bisa dibuat menjadi kue dan camilan lezat lainnya. Menurut penelitian, buah kurma memiliki banyak manfaat untuk kesehatan.

Kandungan nutrisi buah kurma sangat baik untuk kesehatan jika dikonsumsi secara tepat.
Nah, berikut nutrisi yang ada pada kurma yang mungkin Anda dapatkan, meliputi:

Kaya antioksidan. Buah kurma mengandung banyak polifenol, salah satu senyawa antioksidan, dibanding buah atau sayuran lainnya. Senyawa ini dipercaya dapat melindungi tubuh dari peradangan.

Mengandung gula alami. Kandungan gula dari buah kurma bisa dengan cepat menggantikan energi yang hilang.

Tinggi serat. Mengonsumsi 1/4 dari 1 cangkir buah kurma ternyata memenuhi 12% kebutuhan serat harian. Selain itu, makanan ini juga membantu Anda kenyang lebih lama.

Kaya kalium. Kurma mengandung kalium tinggi sehingga membantu tubuh menjaga elektrolit tetap seimbang. Tercukupinya kalium melindungi kesehatan jantung dan membantu pembangunan otot serta protein dalam tubuh.

Read More: Kurma amankah untuk diabetes?

Mana yang lebih bernutrisi: kurma kering atau kurma kering?

Berdasarkan kandungan kalori, kurma kering memiliki kalori yang lebih tinggi. Sekitar 100 gram kurma yang dikeringkan mengandung 284 kalori sedangkan kurma segar mengandung 142 kalori. Jika Anda sedang dalam program menurunkan berat badan, maka sebaiknya pilih kurma segar yang punya kalori lebih rendah.

Kandungan makronutrien pada kurma yang dikeringkan dengan kurma segar juga berbeda. Makronutrien adalah nutrisi yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah besar, seperti protein, lemak, dan karbihidrat. Kandungan karbohidrat dan serat pada kurma kering jauh lebih besar dibanding kurma segar.

Dalam 100 gram kurma segar mengandung 1, 7 gram protein, 1 gram lemak, 37 gram karbohidrat, dan 3,5 gram serat. Sementara kurma yang dikeringkan dalam ukuran yang sama, mengandung 2,8 gram protein, 0,6 gram lemak, 76 gram karbohidrat, dan 5 gram serat.

Selain perbedaan jumlah makronutrien, kandungan mikronutrien seperti vitamin dan mineral pada dua jenis kurma ini juga berbeda. Kurma kering mengandung kalsium dan zat besi yang lebih banyak, tapi kurma segara mengandung lebih banyak vitamin C.

Pada 100 gram kurma segar mengandung 34 mg kalsium, 6 gram zat besi, dan 30 mg vitamin C. Sementara kurma kering dengan ukuran yang sama, mengandung 81 mg kalsium, 8 mg zat besi, tanpa vitamin C. Baik itu kurma kering maupun kurma segar, keduanya memiliki keunggulan nutrisi masing-masing. Anda bebas memilih mana yang lebih sesuai dengan kebutuhan Anda.

Dapatkan kurma segar dan asli dari Mekkah hanya di pusatkurma.id

atau silahkan hubungi customer service nya klik link ini.

Buah-buahan Terbaik Bagi Penderita Diabetes

Buah-buahan Terbaik Bagi Penderita Diabetes

Ekafarm.com – Katanya, orang diabetes tidak boleh makan buah karena manis. Padahal, kandungan serat dalam buah tetap dibutuhkan oleh para diabetesi, lho. Tak perlu bingung, ada banyak kok buah yang aman untuk diabetes. Apa saja, ya?
Banyak orang yang menyakini bahwa jika menderita diabetes maka harus mengurangi konsumsi buah. Hal tersebut dikarenakan kebanyakan buah memiliki rasa yang manis atau mengandung gula.
Mitos ini dipatahkan oleh ADA (American Diabetes Association) yang mengatakan bahwa buah baik untuk diabetes karena mengandung banyak vitamin, mineral, dan serat.

5 buah-buahan yang aman untuk penderita Diabetes

1.  Apel
Salah satu buah yang paling mudah ditemui di toko buah adalah apel. Kandungan vitamin C dan serat yang tinggi membuat buah ini menjadi favorit sejuta umat. Selain itu, apel juga mengandung indeks glikemik yang cukup rendah, yaitu dibawah 55. Jika malas mengupas kulit apel, tidak usah khawatir karena justru itu adalah bagian apel yang paling banyak kandungan nutrisi dan antioksidannya.

2. Jeruk
Kandungan indeks glikemiknya yang juga di bawah 55 menjadikan jeruk sebagai salah satu buah yang baik untuk penderita diabetes. Selain itu, jeruk juga kaya akan asam folat dan kalium yang dapat membantu menormalkan tekanan darah. Jus jeruk pun dapat menjadi alternatif jika bosan mengonsumsi buah segar.

3. Kiwi
Sumber kalium, serat, dan vitamin C juga berasal dari kiwi. Sensasi rasa asam yang terasa ketika mengonsumsi buah kiwi dan kandungan indeks glikemik yang rendah dapat mengurangi tingkat penyerapan glukosa yang berasal dari makanan lain. Hal tersebut dikarenakan serat pada kiwi mengandung banyak air. Oleh karena itu, buah kiwi pun baik dikonsumsi untuk para penderita diabetes

4. Alpukat
Walaupun buah dengan kandungan lemak yang tinggi ini terkadang suka dipertanyakan apakah boleh dikonsumsi atau tidak, alpukat adalah buah dengan kandungan indeks glikemik yang rendah. Hal tersebut dikarenakan lemak yang ada pada alpukat adalah lemak tak jenuh yang justru memberikan manfaat bagi tubuh. Selain itu, buah berwarna hijau ini juga dapat meningkatkan sensitivitas insulin. Cara penyajiannya pun bervariasi, dikonsumsi setelah dipotong atau dijadikan jus tanpa gula tambahan tentunya.

5. Mangga
Salah satu buah terfavorit di seluruh dunia karena kandungan vitamin A dan C yang berlimpah, mangga, masuk ke dalam daftar buah yang baik bagi penderita diabetes. Selain itu, mangga juga mengandung mangiferin yang dapat membantu mengurangi kadar gula pada tubuh. Cara mengonsumsinya pun bervariasi, mulai dari potongan buah mangga yang segar hingga jus mangga.

Untuk mengimbangi Anda bisa juga mengkonsumsi Beras Diabetes. Bisa di beli di www.ekafarm.com atau langsung klik link ini.

Tahukah Anda: Manfaat Keju Mozzarella Bagi Kesehatan

Tahukah Anda: Manfaat Keju Mozzarella Bagi Kesehatan

Ekafarm.com – Siapa sih yang tidak tahu tentang si keju ini. Keju yang meleleh leleh membuat nafsu makan meningkat dan bikin orang craving.

Semua orang pasti suka makan keju mozzarella, baik itu jadi topping roti, pizza, ayam goreng, mi goreng, dan berbagai jenis makanan lainnya. Tekstur keju ini sangat lembut dan nikmat dimakan.
lalu Tahukah Anda manfaatnya di balik itu?

Keju Mozarella yang belakangan ini menjadi trending topik di berbagai menu masakan merupakan  salah satu produk susu yang kaya akan manfaatnya. Anda harus tahu sederet manfaat jika Anda mengonsumsi keju mozzarella yang meleleh di mulut saat dimakan. Berikut ulasannya, dilansir Stylecrazy, Senin (29/1/2018).

7 Manfaat Keju Mozarella

1. Mencegah lonjakan kadar gula darah

Keju nozzarella salah satu sumber makanan baik yang mengandung biotin. Ada pula nutrisi vitamin B yang serat larut. Studi yang telah menunjukkan, biotin juga bisa menurunkan kadar glukosa darah pada penderita diabetes.

2. Cegah Serangan Migrain
Makan keju mozzarella sangat bisa mencegah serangan migrain, karena kaya akan vitamin B2 atau riboflavin.

3. Kendalikan kolesterol

Keju ini juga mengandung vitamin B3 atau niacin, yang yang berperan penting dalam mengubah lemak menjadi energi yang sesuai dalam tubuh manusia. Selain itu, niacin membantu mengendalikan kolesterol, mencegah timbulnya penyakit seperti diabetes dan arthritis.

Read More : Eka Farm Jual Keju Mozarella

4. Memperkuat tulang
Hampir sebagian besar varian keju mengandung sejumlah besar kalsium yang dibutuhkan untuk membuat tulang kuat. Karena makan keju bisa membuat gigi dan tulang kuat, serta otot tetap kuat.

5. Memperbaiki fungsi otak
Keju mozzarella memiliki jumlah fosfor yang cukup, yang membantu tubuh menyerap kalsium dari makanan. Hal ini juga diperlukan untuk pencernaan optimal dan berfungsinya ginjal. Mineral membantu melawan kelelahan otot dan meningkatkan fungsi otak.

6. Turunkan berat badan
Seng adalah mineral vital yang ada dalam keju mozzarella.Kandungan ini juga membantu fungsi kelenjar prostat dengan baik, serta membantu menurunkan berat badan yang berlebihan.

7. Tingkatkan kekuatan otot
Salah satu manfaat keju mozzarella terbaik yang dicari banyak orang yakni sumber energinya. Ada juga kandungan protein untuk meningkatkan kekuatan otot.

Apabila ingin beli Keju Mozarella bisa order di sini www.ekafarm.com 

Read More  : Apa yang bikin keju mozarella lezat?

Gula Darah Anda Tinggi? Atasi dengan 5 Langkah Jitu Ini

Gula Darah Anda Tinggi? Atasi dengan 5 Langkah Jitu Ini

Ekafarm.com- Mempertahankan gula darah normal itu tidak melulu harus menjauhi makanan manis atau pantangan lainnya. Lalu, bagaimana cara menurunkan gula darah yang mudah dan tidak bikin stres?

Langkah Jitu Menurunkan Gula Darah Anda

1. Rajin memantau kadar gula darah
Salah satu kunci terpentingnya adalah cek gula darah Anda secara rutin. Tak hanya sekadar mengukur, tapi jangan lupa juga dicatat supaya Anda bisa memantau perubahannya setiap hari.

Perhatikan juga gejala-gejala diabetes yang mungkin Anda alami seperti gampang haus, mulut terasa kering, dan sering buang air kecil.

2. Atur pola makan


Gula darah tinggi umumnya disebabkan oleh jenis makanan Anda sehari-hari. Mulai dari makanan yang mengandung karbohidrat tinggi, indeks glikemik tinggi, atau kurang serat.

Maka itu, yuk, atur lagi pola makan Anda. Salah satu contohnya dengan mengganti nasi putih dengan Beras Coklat yang indeks glikemiknya lebih rendah.

Jual Beras Coklat Organik

3. Olahraga rutin


Tidak lengkap rasanya bila Anda sudah mengatur pola makan sebaik mungkin, tapi mengabaikan olahraga. Jangan salah, olahraga termasuk cara menurunkan gula darah yang ampuh, lho!

Olahraga dapat membantu meningkatkan kontraksi otot dan mengubah gula darah menjadi energi. Tetap bergerak aktif juga dapat meningkatkan sensitivitas insulin sehingga membuat gula darah Anda tetap stabil.

4. Hindari stres
Tak bisa dipungkiri bahwa kadar gula yang tinggi sering kali bikin kita jadi stres dan frustasi. Akan tetapi, perlu dicatat bahwa semakin Anda stres, gula darah Anda justru makin meningkat, lho!

Cobalah untuk pergi jalan-jalan, mendengarkan musik, atau sekadar latihan pernapasan untuk menghalau stres. Lambat laun, kadar gula darah Anda akan tetap stabil setiap hari.

5. Tidur cukup
Kurang tidur ternyata juga dapat menaikkan gula darah dan mengurangi sensitivitas insulin. Bukan cuma berisiko memicu diabetes, hal ini juga bisa bikin Anda cepat gemuk.

Dengan tidur minimal 7-8 jam setiap malam, tubuh Anda akan terasa lebih bugar dan terhindar dari risiko diabetes.

Baca Juga:

Gula Kekinian yaaa.. Gula Semut

Gula Kekinian yaaa.. Gula Semut

Gula Kekinian yaaa.. Gula Semut

Gula semut merupakan gula dengan segudang manfaat yang bentuknya mirip dengan rumah semut yang bersarang di tanah. Biasanya orang mengenal dengan gula merah versi bubuk yang tanpa dicetak dan sering pula disebut sebagai gula kristal karena teksturnya berbutir-butir. Bahan dasar untuk membuat gula semut adalah nira dari pohon kelapa atau pohon aren yang termasuk kedalam tumbuhan palmae (palm), sehingga gula semut juga sering disebut sebagai palm sugar atau palm zuiker.

Dibanding dengan gula lainnya, gula semut mempunyai keistimewaan diantaranya adalah memiliki rasa dan aroma khas yang berasal dari bahan pembuatnya, yaitu nira. Gula semut tidak mengandung bahan pengawet, pewarna atau bahan kimia lainnya sehingga aman untuk dikonsumsi.

Baca Juga: Bahaya Gula Putih Biasa

Miriam Vos, MD, dan koleganya dari Atlanta Emory University meneliti kaitan antara tingginya asupan gula tambahan pada orang-orang Amerika dan kontribusinya pada tingginya kolesterol. Berdasarkan penelitian tersebut juga memunculkan pemikiran dalam masyarakat bahwa mengonsumsi gula mempunyai dampak yang berbahaya bagi kesehatan. Di masyarakat luas selama ini dikenal apabila mengonsumsi gula secara berlebih identik dengan kegemukan, diabetes dan penyakit kardiovakular. Tetapi, riset terbaru membuktikan bahwa, terlalu banyak mengonsumsi gula ternyata mempengaruhi kadar kolesterol dan trigliserida dalam tubuh. Dengan adanya riset baru ini banyak masyarakat cemas dalam menggunakan gula sehingga membatasi dalam mengonsumsi makanan dan minuman yang manis. Sedangkan makanan dan minuman yang kurang gula atau bahkan tanpa gula akan terasa hambar. Namun permasalahan ini akan hilang dengan mengonsumsi gula semut yang mempunyai segudang manfaat.

Segudang manfaat gula semut diantaranya:

  • mencegah diabetes
  • menjaga kadar kolesterol
  • menjaga kesehatan pencernaan
  • menjaga kesehatan saraf dan fungsi otot
  • mengurangi kemungkinan osteoporosis

Dari segudang manfaat tersebut gula semut sangat cocok dikonsumsi pada penderita kolesterol tinggi. Gula semut dari bahan alami cocok digunakan oleh penderita kolesterol tinggi karena gula semut terbuat dari bahan alami yang dalam pembuatannya tidak ditambahkan pengawet dan tanpa bahan-bahan berbahaya untuk tubuh.

Meskipun mengonsumsi gula semut para penderita kolesterol tinggi tidak perlu khawatir karena gula semut ini tidak akan menyebabkan tekanan kolesterol naik, sehingga tetap santai dalam menikmati makanan atau minuman manis dengan rasa dan aroma yang khas dari nira.

Beli Gula Semut Murni >>>> di Eka Farm

Makanan Paling Sehat untuk Diabetes

Makanan Paling Sehat untuk Diabetes

Ekafarm.com – Memiliki diabetes membuat Anda harus lebih teliti memilih makanan yang Anda konsumsi. Selektif memilih makanan bertujuan agar kadar gula darah Anda selalu stabil, sehingga diabetes tidak bertambah buruk dan berisiko komplikasi. Salah satu sumber makanan untuk diabetes yang harus Anda perhatikan benar adalah makanan pokok.

Makanan untuk diabetes harus yang memiliki indeks glikemik rendah. Indeks glikemik adalah standar pengukuran seberapa cepat karbohidrat dalam makanan diubah menjadi gula (glukosa) untuk dipakai sebagai energi. Ukuran ini berupa skala dari 0-100. Sebagai contoh, gula pasir memiliki angka indeks glikemik 100. Artinya, karbohidrat dalam gula murni sangat cepat diubah oleh tubuh menjadi energi.

Beras Untuk Penderita Diabetes

Makanan Paling Sehat untuk Diabetes

Jagung vs Kentang Manakah yang paling sehat untuk Diabetes?

Sebelum “ketok palu” menentukan mana sumber makanan pokok yang paling sehat untuk penderita diabetes, mari kita telaah dulu satu persatu mengenai angka IG dari nasi, jagung, dan kentang. Ingat, semakin tinggi angka indeks glikemik, semakin tinggi pula kemampuannya untuk meningkatkan kadar gula darah.

Berdasarkan tabel nilai IG dari Harvard Medical School, per 150 gram nasi putih biasa memiliki nilai indeks glikemik 72. Sementara itu dengan takaran porsi yang sama, nilai IG kentang adalah 82 dan jagung adalah 48.

Indeks glikemik disebut tinggi jika berada di atas angka 70, sedang jika berada pada kisaran 56-69, dan rendah jika berada dibawah 55. Dilihat dari angka-angka di atas, bisa disimpulkan bahwa jagung termasuk makanan pokok yang memiliki nilai IG paling rendah di antara ketiganya.

Meski nasi putih memiliki nilai IG yang lumayan tinggi, Anda tidak harus benar-benar pantang makan nasi jika punya diabetes. Selain harus memerhatikan porsinya (baca selengkapnya di aturan makan nasi untuk penderita diabetes), jenis beras juga ternyata penting untuk diperhatikan kalau Anda masih tetap mau makan nasi. Beberapa jenis beras mempunyai indeks glikemik yang lebih rendah dibanding jenis beras lainnya. Sebagai alternatif yang lebih sehat dari nasi putih, Anda bisa menggunakan Beras Merah (nilai IG 50). Berdasarkan studi para peneliti di Harvard, mengonsumsi nasi merah secara teratur membantu mengurangi risiko diabetes hingga 20 persen.

Jika Anda ketergantungan dengan nasi putih, alternatif lagi untuk Anda untuk mengkonsumsi Beras Diabetes. Eka Farm menyediakan Beras putih yang aman dan dikhususkan memang untuk Anda penderita Diabetes maupun Anda yang mencegah Diabetes. Untuk lebih jelasnya silahkan hubungi Customer Service DISINI.

Baca Juga: Beras Coklat Untuk Diabetes

Beras Hitam: Cara Penyajiannya

Beras Hitam: Cara Penyajiannya

Beras Hitam: Cara Penyajiannya – Semakin tingginya kesadaran masyarakat Indonesia terhadap kesehatannya membuat kami mulai mencari alternatif sumber makanan terbaru yang mempunyai kandungan antioksidan yang tinggi. Tentunya makanan yang bermanfaat bagi tubuh sehingga tubuh bisa bekerja dengan baik dan dengan semestinya.

Menurut sejarah, orang Cina kuno telah mengenal beras hitam sebagai beras terlarang, tak boleh sembarang orang dapat memakannya. Di Asia beras hitam digunakan untuk hiasan makanan, mie, sushi, dan puding.

Bagaimana di Indonesia?

Di Indonesia sendiri beras hitam sempat hampir punah dan sangat langka keberadaannya, karena tidak adanya upaya pelestarian dari petani. Namun sekarang beras hitam sudah banyak bisa di temukan di beberapa supermarket di Indonesia.

BERAS HITAM KAYA AKAN MANFAAT : BELI SEKARANG

Berikut 3 cara penyajian beras hitam:

  1. Beras Hitam Untuk orang sakit

    Penyajian untuk orang sakit tentunya berbeda dengan orang yang sehat, orang sakit belum tentu bisa konsumsi nasi. Untuk itu, diperlukan cara supaya dapat mengkonsumsi beras hitam.

  • Yang pertama adalah konsumsi AIR TAJIN atau air beras hitam, caranya: ambil 2-3 sendok makan beras hitam, lalu masukkan kedalam air mendidih +/- 3 gelas, tunggu sampai 10-15 menit, pisahkan air beras hitam dengan cara disaring, selanjutnya bisa dikonsumsi 3 x sehari, bila perlu disimpan dalam kulkas. Menurut kesehatan, air lebih cepat terserap oleh tubuh daripada makanan. Sedangkan sisa beras hitam yang sudah dimasak bisa dicampurkan dengan beras putih daripada mubadzir.
  • Yang kedua adalah dengan membuat bubur beras hitam, sehingga dapat dikonsumsi oleh orang sakit, karena teksturnya lebih lembut. Caranya, ambil 1 cangkir beras hitam, masak dengan air kurang lebih 2-3 gelas, dimasak seperti memasak beras biasa atau memasak bubur.
  • Yang ketiga adalah dengan mencampur beras hitam dengan beras putih, perbandingannya 1 ( beras hitam) : 3 (beras putih).

 

  1. Beras Hitam Untuk Diet

Semua orang mendambakan tubuh yang ideal, tubuh yang gemuk atau obesitas sangat mengganggu aktivitas, sarang berbagai penyakit, juga mengurangi penampilan. Biasanya untuk Diet, orang mengkonsumis BERAS MERAH, namun sekarang banyak yang berpindah ke BERAS HITAM, karena disamping lebih enak ( beras merah rasanya hambar ), beras hitam berkhasiat membasmi penyakit yang ditimbulkan oleh obesitas, seperti jantung, ginjal, stroke, diabetes, dan lain-lain.

Penyajian beras hitam untuk DIET lebih fleksibel dari pada penyajian untuk orang sakit, bisa dimasak seperti beras biasa, atau dicampur dengan beras putih dengan perbandingan 1 : 3 seperti cara penyajian no. 1.

 

  1. Beras Hitam Untuk Bayi

Beras hitam juga baik dikonsumsi oleh bayi, hal ini dimungkinkan untuk menjaga ketahanan tubuh balita, sehingga pertumbuhan bayi tidak terganggu.

Cara penyajiannya bisa dibuat bubur atau dicampur dengan makanan kesukaan bayi.

Beras Hitam juga tersaji dalam kemasan BUBUK, tinggal disedu dengan air panas, seperti membuat kopi atau susu, murni tanpa campuran. Bubuk beras hitam ini namanya BLACKFIT.

 

Info dan pemesanan Beras Hitam:

Cek di Toko Eka Farm

atau bisa langsung chat whatsapp DISINI

Baca juga:

Manfaat Beras Hitam untuk Wajah

Baru Tahu! Ternyata Beras Hitam Bisa untuk Merawat Kecantikan Kulit Loh

 

Cara Memasak Beras Hitam

Cara Memasak Beras Hitam

Cara Memasak Beras Hitam– Mungkin ada yang bertanya-tanya bagaimana cara memasak beras hitam, karena perbedaan warna membuat orang menebak-nebak cara memasaknya. yuk simak cara masak berikut ya:

  1. Ambil 1 mangkuk beras
  2. Masukan beras kedalam panci dan tambahkan air
  3. Cuci beras sebanya 2- 3 kali.
  4. Setelah beras sudah bersih, masukkan ke dalam rice cooker dan kemudian masukan air sebanyak 1,5 mangkuk
  5. Nyalakan rice cooker dan kalau sudah matang rice cooker otomatis akan berpindah ke mode warm
  6. Buka Rice Cooker
  7. Nasi beras hitam siap di santap

Kunjungi juga Youtube kami di : Tutorial beras hitam organik ekafarm

Beras Hitam

Untuk lebih sehat, tambahlah dengan lauk yang dimasak dengan direbus. Maka anda sudah mengikuti program sehat.

Jika biasanya Anda makan nasi putih 1 piring, nasi Hitam ½ piring sudah kenyang dan sudah cukup. Apalagi bagi yang punya tubuh GINUK-GINUK alias Obesitas, ingin langsing namun sering gagal dengan metode lainnya, konsumsi Nasi Hitam insya Allah… cita-cita anda segera tercapai.

Bagi yang diabetes, dilarang makan nasi putih diganti nasi jagung.  Ehm… mesti tersiksa banget.  Rutin makan nasi Hitam, insya Allah 2 bulan kesehatan anda akan pulih kembali.

Begitu juga yang lagi menderita Hypertensi maupun Stroke, makan nasi Hitam sangat cocok dan Pas…!!! Selamat mencoba, smoga kita semua selalu SEHAT WAL AFIAT selama-lamanya. Amiin… yaa robbal alamiin…!!!

Cara Memasak Beras Hitam– Memasak Beras Hitam Jadi Nasi Pulen

Memasak beras hitam memang beda caranya dengan memasak beras putih. Akan tetapi, caranya tidak terlalu sulit. Jika sudah bisa memasak beras hitam menjadi nasi yang pulen, pengalaman makan akan jadi lebih istimewa.

Beras hitam memiliki rasa yang mirip kacang dan aroma yang lebih kuat. Sebenarnya, warna beras ini bukan benar-benar hitam, melainkan ungu gelap. Warna ungu gelap ini baru akan muncul setelah beras ini telah dimasak menjadi nasi.

Jika beras hitam dimasak menggunakan panci, maka nasi yang dihasilkan akan lebih berbutir-butir. Namun, dengan mengikuti langkah-langkah berikut ini, nasi akan tetap pulen.

  1. Cuci beras sampai airnya tidak berwarna ungu.
  2. Letakkan beras dan air di panci dengan rasio 1:2 dalam ukuran liter atau cup.
  3. Nyalakan kompor. Didihkan air dan beras tersebut, kemudian kecilkan apinya. Tutuplah panci. Masak di api kecil selama 25-30 menit atau hingga air benar-benar terserap ke nasi.
  4. Matikan api. Diamkan nasi terlebih dahulu selama 15 menit.
  5. Bukalah tutup panci dan aduk-aduk nasi menggunakan garpu. Nasi siap disajikan.

 

 

Beras Untuk Diabetes

Beras Untuk Diabetes

Beras untuk diabetes– Menderita diabetes membuat Anda harus lebih memperhatikan makanan yang Anda konsumsi. Hal ini dilakukan untuk memastikan kadar gula darah Anda selalu terkontrol, sehingga diabetes tidak bertambah buruk. Salah satu makanan yang mungkin Anda harus perhatikan asupannya adalah nasi.

Beberapa dari Anda yang punya diabetes mungkin juga sudah menghindari nasi. Tapi, mungkin hal ini tidak mudah bagi mereka yang terbiasa makan nasi. Nah, ternyata ada, loh, jenis beras paling sehat untuk diabetes, sehingga Anda tidak perlu menghindari nasi lagi.

Apa saja jenis beras paling sehat untuk diabetes?

Jenis beras ternyata sangat penting untuk diperhatikan saat Anda mempunyai diabetes. Beberapa jenis beras mempunyai indeks glikemik yang lebih rendah dibanding jenis beras lainnya. Hal ini membuat beras tersebut tidak banyak memengaruhi kadar gula darah Anda, sehingga Anda yang punya diabetes lebih akan mengonsumsinya.

Jenis beras dengan indeks glikemik yang cukup rendah dan aman dikonsumsi oleh diabetesi adalah:

Beras Untuk Diabetes- Beras basmati

Beras basmati merupakan salah satu jenis beras paling sehat untuk diabetes. Hal ini karena beras basmati memiliki indeks glikemik sekitar 43-60, yang termasuk dalam kategori indeks glikemik rendah sampai sedang. Sehingga, beras basmati lebih aman untuk kadar gula darah.

Sekitar 100 gram beras basmati putih yang sudah dimasak mengandung 150 kalori, 3 gram protein, dan 35 gram karbohidrat. Sedangkan, 100 gram beras basmati cokelat mengandung sekitar 162 kalori, 1.5 gram lemak, 3.8 gram protein, 33.8 gram karbohidrat, dan 3 gram serat. Adanya serat dalam makanan yang Anda makan dapat membuat kadar gula darah Anda lebih terkontrol.

Beras Untuk Diabetes- Beras merah

Dilansir dari Harvard Health Publishing, beras merah mengandung indeks glikemik sebesar 50, yang masuk dalam kategori rendah. Sehingga, beras ini aman dikonsumsi oleh orang dengan diabetes. Tak hanya indeks glikemiknya yang rendah, kandungan serat dalam beras merah pun cukup banyak dibandingkan beras putih. Hal ini membuat beras merah tidak banyak memengaruhi kadar gula darah karena serat dapat menghambat pelepasan glukosa (gula) ke dalam darah.

Dalam 100 gram beras merah mengandung 163.5 kalori, 34.5 gram karbohidrat, 3 gram serat, 1.5 gram lemak, dan 3.4 gram protein. Tak hanya itu, beras merah juga dilengkapi dengan vitamin dan mineral, seperti vitamin B, zat besi, kalsium, dan zink.

Tetap kontrol porsi makan Anda

Walaupun beras basmati dan beras merah bisa menjadi beras paling sehat untuk diabetes, namun sebaiknya tetap perhatikan ukuran porsi. Walau bagaimanapun, beras basmati dan beras merah adalah tetap karbohidrat yang dapat memengaruhi kadar gula darah, walaupun tidak seburuk beras putih.

Selain itu, perhatikan juga porsi makan makanan lain yang mengandung karbohidrat, seperti roti, kentang, mie, pasta, dan lainnya. Jika Anda sudah makan nasi, sebaiknya singkirkan makanan lain yang mengandung karbohidrat. Konsumsi nasi ditemani dengan banyak sayuran dan makanan sumber protein tanpa tepung, seperti ikan, ayam, tahu, tempe, atau daging.

Kurangi juga asupan gula tambahan dan makanan manis, Anda bisa memilih produk makanan bebas gula, dan mengganti gula Anda dengan pemanis khusus diabetes yang rendah kalori dan tak mengandung gula.

 

Kurma untuk Diabetes Boleh?

Kurma untuk Diabetes Boleh?

Kurma untuk Diabetes Boleh ?- Coba cek daftar makanan yang harus dihindari oleh penderita diabetes mellitus. Bisa dipastikan, Anda akan hampir selalu menemukan kurma di dalamnya. Buah ini dianggap dapat meningkatkan kadar gula darah secara drastis. Namun, bagaimana fakta yang sebenarnya?

Kurma atau Phoenix dactyliferous berasal dari keluarga tumbuh-tumbuhan palem. Buah ini mudah ditemukan di Timur Tengah, dimana kurma dianggap sebagai makanan pokok selama berabad-abad lamanya.

Kurma tidak mengandung kolesterol, sangat rendah lemak, kaya serat, antioksidan dan berbagai zat gizi lainnya. Anda bisa mendapatkan zat besi, kalium, vitamin B, B6, A dan K, tanin, tembaga, magnesium, mangan, niasin, asam pantotenat, dan riboflavin dari kurma.

Kurma untuk Diabetes- Kurma dan diabetes, berhubungan?

Kurma biasa disajikan dalam bentuk kering, sehingga kandungan kalori dan gulanya lebih tinggi ketimbang buah segar yang masih mengandung air. Faktanya, 80% berat kurma terdiri dari gula sederhana (fruktosa dan glukosa), dimana jumlah ini jauh lebih tinggi ketimbang buah atau makanan lain. Inilah yang mungkin memunculkan anggapan bahwa penderita diabetes dianjurkan untuk menghindari kurma.

Namun sayangnya, hasil studi ilmiah justru menyebutkan sebaliknya. Meski kadar gulanya tinggi, konsumsi kurma tidak memberikan yang signifikan terhadap peningkatan kadar gula darah, termasuk pada penderita diabetes.

Di tahun 2009, peneliti dari Israel menguji sekelompok individu sehat yang diminta untuk mengonsumsi 100 gram kurma setiap hari selama 4 minggu. Pada akhir masa uji coba, berat badan dan kadar gula darah responden tetap stabil. Malah, individu tersebut menunjukkan perbaikan kadar trigliserida dan antioksidan dalam darah.

Studi lain di tahun 2011, yang dimuat dalam Nutrition Journal, memperkuat temuan tersebut. Ditemukan bahwa kelima varian kurma yang diteliti memiliki indeks glikemik rendah, yaitu di rentang 43-53. Karenanya, kurma tidak menyebabkan peningkatan kadar gula darah yang signifikan pada penderita diabetes.

Untuk diketahui, indeks glikemik adalah kemampuan suatu makanan atau minuman untuk meningkatkan kadar gula darah. Indeks glikemik dianggap rendah bila angkanya di bawah 55.

Aturan makan kurma bagi penderita diabetes

Pada umumnya, penderita diabetes diperbolehkan memenuhi 10% kebutuhan kalori totalnya dari gula atau karbohidrat sederhana. Jadi, mengonsumsi 2-3 buah kurma atau 1 sendok makan kurma potong per hari tidak masalah. Dengan catatan, Anda tidak mengonsumsi makanan atau minuman manis lain dan tetap menjalankan pola makan sehat serta rutin berolahraga  30 menit per hari. Sebagai informasi, satu sendok makan kurma memberikan jumlah karbohidrat yang setara dengan ¾-1 mangkuk melon.

Bagi Anda yang mengalami diabetes mellitus, kini tak perlu ragu lagi untuk mengonsumsi kurma. Buah ini sudah terbukti aman dan sehat, selama dikonsumsi dalam batas yang wajar. Ingat, tak lebih dari 3 buah atau satu sendok makan kurma potong per hari, ya!