Beras Untuk Diabetes

Beras Untuk Diabetes

Beras untuk diabetes– Menderita diabetes membuat Anda harus lebih memperhatikan makanan yang Anda konsumsi. Hal ini dilakukan untuk memastikan kadar gula darah Anda selalu terkontrol, sehingga diabetes tidak bertambah buruk. Salah satu makanan yang mungkin Anda harus perhatikan asupannya adalah nasi.

Beberapa dari Anda yang punya diabetes mungkin juga sudah menghindari nasi. Tapi, mungkin hal ini tidak mudah bagi mereka yang terbiasa makan nasi. Nah, ternyata ada, loh, jenis beras paling sehat untuk diabetes, sehingga Anda tidak perlu menghindari nasi lagi.

Apa saja jenis beras paling sehat untuk diabetes?

Jenis beras ternyata sangat penting untuk diperhatikan saat Anda mempunyai diabetes. Beberapa jenis beras mempunyai indeks glikemik yang lebih rendah dibanding jenis beras lainnya. Hal ini membuat beras tersebut tidak banyak memengaruhi kadar gula darah Anda, sehingga Anda yang punya diabetes lebih akan mengonsumsinya.

Jenis beras dengan indeks glikemik yang cukup rendah dan aman dikonsumsi oleh diabetesi adalah:

Beras Untuk Diabetes- Beras basmati

Beras basmati merupakan salah satu jenis beras paling sehat untuk diabetes. Hal ini karena beras basmati memiliki indeks glikemik sekitar 43-60, yang termasuk dalam kategori indeks glikemik rendah sampai sedang. Sehingga, beras basmati lebih aman untuk kadar gula darah.

Sekitar 100 gram beras basmati putih yang sudah dimasak mengandung 150 kalori, 3 gram protein, dan 35 gram karbohidrat. Sedangkan, 100 gram beras basmati cokelat mengandung sekitar 162 kalori, 1.5 gram lemak, 3.8 gram protein, 33.8 gram karbohidrat, dan 3 gram serat. Adanya serat dalam makanan yang Anda makan dapat membuat kadar gula darah Anda lebih terkontrol.

Beras Untuk Diabetes- Beras merah

Dilansir dari Harvard Health Publishing, beras merah mengandung indeks glikemik sebesar 50, yang masuk dalam kategori rendah. Sehingga, beras ini aman dikonsumsi oleh orang dengan diabetes. Tak hanya indeks glikemiknya yang rendah, kandungan serat dalam beras merah pun cukup banyak dibandingkan beras putih. Hal ini membuat beras merah tidak banyak memengaruhi kadar gula darah karena serat dapat menghambat pelepasan glukosa (gula) ke dalam darah.

Dalam 100 gram beras merah mengandung 163.5 kalori, 34.5 gram karbohidrat, 3 gram serat, 1.5 gram lemak, dan 3.4 gram protein. Tak hanya itu, beras merah juga dilengkapi dengan vitamin dan mineral, seperti vitamin B, zat besi, kalsium, dan zink.

Tetap kontrol porsi makan Anda

Walaupun beras basmati dan beras merah bisa menjadi beras paling sehat untuk diabetes, namun sebaiknya tetap perhatikan ukuran porsi. Walau bagaimanapun, beras basmati dan beras merah adalah tetap karbohidrat yang dapat memengaruhi kadar gula darah, walaupun tidak seburuk beras putih.

Selain itu, perhatikan juga porsi makan makanan lain yang mengandung karbohidrat, seperti roti, kentang, mie, pasta, dan lainnya. Jika Anda sudah makan nasi, sebaiknya singkirkan makanan lain yang mengandung karbohidrat. Konsumsi nasi ditemani dengan banyak sayuran dan makanan sumber protein tanpa tepung, seperti ikan, ayam, tahu, tempe, atau daging.

Kurangi juga asupan gula tambahan dan makanan manis, Anda bisa memilih produk makanan bebas gula, dan mengganti gula Anda dengan pemanis khusus diabetes yang rendah kalori dan tak mengandung gula.

 

Kurma untuk Diabetes Boleh?

Kurma untuk Diabetes Boleh?

Kurma untuk Diabetes Boleh ?- Coba cek daftar makanan yang harus dihindari oleh penderita diabetes mellitus. Bisa dipastikan, Anda akan hampir selalu menemukan kurma di dalamnya. Buah ini dianggap dapat meningkatkan kadar gula darah secara drastis. Namun, bagaimana fakta yang sebenarnya?

Kurma atau Phoenix dactyliferous berasal dari keluarga tumbuh-tumbuhan palem. Buah ini mudah ditemukan di Timur Tengah, dimana kurma dianggap sebagai makanan pokok selama berabad-abad lamanya.

Kurma tidak mengandung kolesterol, sangat rendah lemak, kaya serat, antioksidan dan berbagai zat gizi lainnya. Anda bisa mendapatkan zat besi, kalium, vitamin B, B6, A dan K, tanin, tembaga, magnesium, mangan, niasin, asam pantotenat, dan riboflavin dari kurma.

Kurma untuk Diabetes- Kurma dan diabetes, berhubungan?

Kurma biasa disajikan dalam bentuk kering, sehingga kandungan kalori dan gulanya lebih tinggi ketimbang buah segar yang masih mengandung air. Faktanya, 80% berat kurma terdiri dari gula sederhana (fruktosa dan glukosa), dimana jumlah ini jauh lebih tinggi ketimbang buah atau makanan lain. Inilah yang mungkin memunculkan anggapan bahwa penderita diabetes dianjurkan untuk menghindari kurma.

Namun sayangnya, hasil studi ilmiah justru menyebutkan sebaliknya. Meski kadar gulanya tinggi, konsumsi kurma tidak memberikan yang signifikan terhadap peningkatan kadar gula darah, termasuk pada penderita diabetes.

Di tahun 2009, peneliti dari Israel menguji sekelompok individu sehat yang diminta untuk mengonsumsi 100 gram kurma setiap hari selama 4 minggu. Pada akhir masa uji coba, berat badan dan kadar gula darah responden tetap stabil. Malah, individu tersebut menunjukkan perbaikan kadar trigliserida dan antioksidan dalam darah.

Studi lain di tahun 2011, yang dimuat dalam Nutrition Journal, memperkuat temuan tersebut. Ditemukan bahwa kelima varian kurma yang diteliti memiliki indeks glikemik rendah, yaitu di rentang 43-53. Karenanya, kurma tidak menyebabkan peningkatan kadar gula darah yang signifikan pada penderita diabetes.

Untuk diketahui, indeks glikemik adalah kemampuan suatu makanan atau minuman untuk meningkatkan kadar gula darah. Indeks glikemik dianggap rendah bila angkanya di bawah 55.

Aturan makan kurma bagi penderita diabetes

Pada umumnya, penderita diabetes diperbolehkan memenuhi 10% kebutuhan kalori totalnya dari gula atau karbohidrat sederhana. Jadi, mengonsumsi 2-3 buah kurma atau 1 sendok makan kurma potong per hari tidak masalah. Dengan catatan, Anda tidak mengonsumsi makanan atau minuman manis lain dan tetap menjalankan pola makan sehat serta rutin berolahraga  30 menit per hari. Sebagai informasi, satu sendok makan kurma memberikan jumlah karbohidrat yang setara dengan ¾-1 mangkuk melon.

Bagi Anda yang mengalami diabetes mellitus, kini tak perlu ragu lagi untuk mengonsumsi kurma. Buah ini sudah terbukti aman dan sehat, selama dikonsumsi dalam batas yang wajar. Ingat, tak lebih dari 3 buah atau satu sendok makan kurma potong per hari, ya!

 

Sering stres memicu diabetes 

Sering stres memicu diabetes 

Sering stres memicu diabetes -Tahukah anda, sering stres, merokok dan kecanduan alkohol adalah pendorong terkuat penyakit diabetes ? Ini dia ulasannya.

 Sering stres

Penyebab diabetes melitus berikutnya adalah stres. Stres sama seperti banjir, harus dialirkan agar tidak terjadi banjir besar. Saat stres datang, tubuh akan meningkatkan produksi hormon epinephrine dan kortisol supaya gula darah naik dan ada cadangan energi untuk beraktivitas. Tubuh kita memang dirancang sedemikian rupa untuk maksud yang baik. Namun, kalau gula darah terus dipicu tinggi karena stres berkepanjangan tanpa jalan keluar, sama saja dengan bunuh diri pelan-pelan.

Solusi: Bicaralah pada orang yang dianggap bermasalah, atau ceritakan pada sahabat terdekat.

Kecanduan rokok

Sebuah penelitian di Amerika yang melibatkan 4.572 relawan pria dan wanita menemukan bahwa risiko perokok aktif terhadap diabetes naik sebesar 22 persen. Disebutkan pula bahwa naiknya penyebab penyakit diabetes melitus tidak cuma disebabkan oleh rokok, tetapi kombinasi berbagai gaya hidup tidak sehat, seperti pola makan dan olahraga.

Pengganti: Permen bebas gula. Cara yang lebih progresif adalah mengikuti hipnoterapi. Pilihlah ahli hipnoterapi yang sudah berpengalaman dan bersertifikat resmi.

Menggunakan pil kontrasepsi

Kebanyakan pil kontrasepsi terbuat dari kombinasi hormon estrogen dan progestin, atau progestin saja. Pil kombinasi sering menyebabkan perubahan kadar gula darah penyebab penyakit diabetes melitus. Menurut dr Dyah Purnamasari S, Sp PD, dari Divisi Metabolik Endokrinologi RSCM, kerja hormon pil kontrasepsi berlawanan dengan kerja insulin. Karena kerja insulin dilawan, pankreas dipaksa bekerja lebih keras untuk memproduksi insulin. Jika terlalu lama dibiarkan, pankreas menjadi letih dan tidak berfungsi dengan baik.

Solusi: Batasi waktu penggunaan pil-pil hormonal, jangan lebih dari 5 tahun.

Takut kulit jadi hitam

Menurut jurnal Diabetes Care, wanita dengan asupan tinggi vitamin D dan kalsium berisiko paling rendah terkena diabetes tipe 2. Selain dari makanan, sumber vitamin D terbaik ada di sinar matahari. Dua puluh menit paparan sinar matahari pagi sudah mencukupi kebutuhan vitamin D selama tiga hari. Beberapa penelitian terbaru, di antaranya yang diterbitkan oleh American Journal of Epidemiology, menyebutkan bahwa vitamin D juga membantu keteraturan metabolisme tubuh, termasuk gula darah.

Solusi: Gunakan krim tabir surya sebelum “berjemur” di bawah sinar matahari pagi selama 10-15 menit.

Keranjingan soda

Dari penelitian yang dilakukan oleh The Nurses’ Health Study II terhadap 51.603 wanita usia 22-44 tahun, ditemukan bahwa peningkatan konsumsi minuman bersoda membuat berat badan dan risiko diabetes melambung tinggi. Para peneliti mengatakan penyebab diabetes melitus ini terjadi karena kandungan pemanis yang ada dalam minuman bersoda. Selain itu, asupan kalori cair tidak membuat kita kenyang sehingga terdorong untuk minum lebih banyak.

Pengganti: Jus dingin tanpa gula.Risiko Diabetes Kehamilan

Hati-hati Diabetes juga kerap menyerang para ibu hamil. Terdapat sebagian wanita yang memiliki kadar glukosa dalam darah yang sangat tinggi selama masa kehamilan, sehingga tubuh mereka tidak dapat memproduksi cukup insulin untuk menyerapnya. Diabetes yang dikenal sebagai diabetes kehamilan ini dapat terjadi pada sekitar 15 hingga 18 orang di antara 100 wanita yang hamil.

Penderita diabetes tipe 1 yang hamil juga akan memiliki risiko tinggi karena dapat berdampak pada ibu serta janin. Sangatlah penting bagi penderita diabetes yang sedang hamil untuk menjaga keseimbangan kadar gula darahnya.

Ibu yang sedang hamil sebaiknya lebih cermat memantau kadar gula darah pada trimester kedua (minggu 14-26). Pada masa itulah diabetes kehamilan umumnya berkembang dan kemudian hilang setelah melahirkan. Meski demikian, risiko diabetes tipe 2 pada wanita yang pernah mengalami diabetes kehamilan adalah sekitar tiga kali lebih tinggi dibandingkan populasi pada umumnya.

Enam Penyebab Diabetes

Enam Penyebab Diabetes

Enam penyebab diabetes- Tetaplah hidup sehat, bergaya hidup sehat, dan jangan  lupa berolah raga. Karena sehat memang mahal lho! Jangan sampai diabetes menghampiri anda.

Diabetes adalah kondisi metabolisme tubuh yang abnormal sehingga kadar glukosa dalam darah dan urin meningkat yang diakibatkan oleh ketidakmampuan tubuh untuk menghasilkan hormon insulin. Berikut ini adalah penyebab diabetes melitus dari kebiasaan sehari-hari.

Penyebab Diabetes

Penyebab Diabetes Melitus – Teh manis

Penyebab diabetes melitus yang pertama adalah teh manis. Tingginya asupan gula menyebabkan kadar gula darah melonjak tinggi. Belum risiko kelebihan kalori. Segelas teh manis kira-kira mengandung 250-300 kalori (tergantung kepekatan). Kebutuhan kalori wanita dewasa rata-rata adalah 1.900 kalori per hari (tergantung aktivitas). Dari teh manis saja kita sudah dapat 1.000-1.200 kalori. Belum ditambah tiga kali makan nasi beserta lauk pauk. Patut diduga kalau setiap hari kita kelebihan kalori. Penyebab diabetes melitus dari teh manis juga dapat berakibat pada obesitas.

Pengganti: Air putih, teh tanpa gula, atau batasi konsumsi gula tidak lebih dari dua sendok teh sehari.

Penyebab Diabetes Melitus – Gorengan

Karena bentuknya kecil, satu gorengan tidak cukup buat kita. Padahal gorengan adalah salah satu faktor risiko tinggi pemicu penyakit degeneratif, seperti kardiovaskular, penyebab diabetes melitus, dan stroke. Penyebab utama penyakit kardiovaskular (PKV) adalah adanya penyumbatan pembuluh darah koroner, dengan salah satu faktor risiko utamanya adalah dislipidemia. Dislipidemia adalah kelainan metabolisme lipid yang ditandai dengan peningkatan kadar kolesterol total, LDL (kolesterol jahat) dan trigliserida, serta penurunan kadar HDL (kolesterol baik) dalam darah. Meningkatnya proporsi dislipidemia di masyarakat disebabkan kebiasaan mengonsumsi berbagai makanan rendah serat dan tinggi lemak, termasuk gorengan.

Pengganti: Kacang Jepang, atau pie buah.

Suka ngemil

Kita mengira dengan membatasi makan siang atau malam bisa menghindarkan diri dari obesitas dan penyebab penyakit diabetes melitus. Karena belum kenyang, perut diisi dengan sepotong atau dua potong camilan seperti biskuit dan keripik kentang. Padahal, biskuit, keripik kentang, dan kue-kue manis lainnya mengandung hidrat arang tinggi tanpa kandungan serta pangan yang memadai. Semua makanan itu digolongkan dalam makanan dengan glikemik indeks tinggi. Sementara itu, gula dan tepung yang terkandung di dalamnya mempunyai peranan dalam menaikkan kadar gula dalam darah, yang berujung pada penyakit diabetes melitus.

Pengganti: Buah potong segar.

Kurang tidur.

Jika kualitas tidur tidak didapat, metabolisme jadi terganggu. Hasil riset para ahli dari University of Chicago mengungkapkan, kurang tidur selama 3 hari mengakibatkan kemampuan tubuh memproses glukosa menurun drastis. Artinya, risiko diabetes meningkat. Kurang tidur juga dapat merangsang sejenis hormon dalam darah yang memicu nafsu makan. Didorong rasa lapar, penderita gangguan tidur terpicu menyantap makanan berkalori tinggi yang membuat kadar gula darah naik.

Solusi: Tidur tidak kurang dari 6 jam sehari, atau sebaiknya 8 jam sehari.

Malas beraktivitas fisik

Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, kasus diabetes di negara-negara Asia akan naik hingga 90 persen dalam 20 tahun ke depan. “Dalam 10 tahun belakangan, jumlah penderita diabetes di Hanoi, Vietnam, berlipat ganda. Sebabnya? Di kota ini, masyarakatnya lebih memilih naik motor dibanding bersepeda,” kata Dr Gauden Galea, Penasihat WHO untuk Penyakit Tidak Menular di Kawasan Pasifik Barat. Kesimpulannya, mereka yang sedikit aktivitas fisik memiliki risiko obesitas lebih tinggi dibanding mereka yang rajin bersepeda, jalan kaki, atau aktivitas lainnya.

Solusi: Bersepeda ke kantor.

 

Diabet kok takut makan daging dan makan nasi…

Diabet kok takut makan daging dan makan nasi…

Diabet kok takut makan daging dan makan nasi…-Sering kali didengar konsumsi daging kambing bisa memicu gula darah tinggi . Padahal menurut dokter, yang sebenarnya terjadi bukanlah demikian. Bukan daging kambing yang memicu gula darah tinggi atau diabetes, akan tetapi karbohidrat yang disantap bersama daging tersebut.

Sebenarnya banyak faktor yang terjadi kenapa orang terkena penyakit gula darah tinggi (diabetes), salah satunya karena faktor makanan.

Diabet kok takut makan daging dan makan nasi- Kandungan lemak jenuh tidak menyebabkan gula darah tinggi

Menurut penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan, daging kambing mengandung lemak jenuh yang cukup tinggi. Perlu anda ketahui bahwa kandungan lemak jenuh dalam daging kambing masih kalah dengan jumlah lemak tak jenuhnya.

Dan satu lagi yang perlu menjadi catatan kita, yaitu kandungan lemak jenuh dalam daging kambing lebih sedikit dibanding kandungan lemak jenuh pada daging sapi dan daging domba.

Daging Kambing Bukan Pemicu Utama Penyakit Diabet

Tidak banyak yang mengetahui bahwa nasi itu bukan hanya sekadar karbohidrat saja, melainkan juga lemak. Maka dapat dikatakan bahwa yang sebenarnya menyebabkan gula darah naik itu adalah makanan dan minuman penyerta ketika mengonsumsi daging kambing itu. Makanan dan minuman yang dikonsumsi bersamaan yang banyak mengandung lemak seperti margarin, kecap ataupun nasi itu salah satu faktor seseorang terkena gula darah tinggi.

Tetapi nasi apa dulu? Nasi dari beras organik tentu tidak berbahaya bagi penderita gula darah. Justru bagi penderita gula darah, jika mau makan kenyang berkhasiat, buatlah nasi beras merah, beras coklat atau nasi putih beras organik.

Beda dengan beras putih non organik. Yang menimbun lemak berlebihan atau gula yang berlebihan.

Makanan berlemak menyebabkan seseorang mudah terkena obesitas. Orang yang terkena obesitas sangat rentan terkena penyakit gula.

Sebenarnya, ada bagian dari kambing yang dapat memicu sebuah penyakit jika kita mengkonsumsinya. Yaitu jeroan daging kambing. Karena mengandung purin dan lemak jahat yang sangat tinggi, jeroan kambing dapat membuat pembuluh darah kita menjadi tersumbat.

Inilah yang akan menjadi pemicu penyakit gula darah karena aliran darah ke seluruh tubuh tidak akan lancar dan terhalang oleh tumpukan lemak disepanjang pembuluh darah. Jadi, resiko ini lebih tinggi dibandingkan dengan resiko darah tinggi yang disebabkan oleh daging kambing.

Bagi anda yang masih takut untuk mengkonsumsi daging kambing karena takut menderita gula darah tinggi, anda dapat mengkonsumsinya dalam jumlah kecil dan juga memperhatikan cara pengolahannya.

 Bagaimana cara mengolah daging kambing yang benar agar tidak memicu diabetes?

Memakan daging kambing yang mengandung lemak jahat, mampu dinetralisir dengan melahap buah mentimun. Beberapa orang mengkonsumsi mentimun dengan cara di jus atau di buat minuma. Hal ini sudah terbukti sangat baik. Menurut Ari Parikesit, salah seorang Founder dan CEO Kelana Rasa Culinary mengatakan bahwa, bahaya daging kambing memiliki unsur panas, sehingga sebaiknya di seimbangkan dengan yang dingin. Timun salah satu rekomendasinya, apalagi yang dibuat dengan es.

  • Pengolahan dengan Sup

Mengolah daging kambing dengan pas dan tepat mampu mengurangi resiko terkena penyakit GERD. Salah satunya dengan cara memasak sup. Sebab kolesterol yang terkandung dalam daging mampu dikurangi. Jika anda memasaknya dengan di sate, kolesterol, lemak jahat, dan LDL akan naik. Apalagi dalam pemasakan sate, sifat karsinogenik dari PHA dan HCA juga sangat beresiko gula darah pada diri kita.

  • Konsumsi jus jeruk

Mengkonsumsi jus jeruk setelah memakan daging kambing berguna sebagai penetral lemak di dalam tubuh. Ia juga berguna sebagai pembersih kerongkongan dari sisa lemak yang biasanya menempel di mulut anda. Sebaiknya menghindari minuman yang mengandung kafein. Misalnya pada teh dan kopi.

  • Kurangi makanan manis

Makanan manis merupakan makanan yang mengandung kalori. Jika anda tetap mengkonsumsi bersama daging kambing yang kaya akan lemak dan kalori, yang terjadi adalah tubuh anda malah menimbunya. Hasil dari timbunan kalori tersebut yang meningkatkan resiko obesitas. Dan resiko terburuk dari obesitas adalah penyakit kardiovaskular. Orang yang terkena obesitas sangat rentan terserang diabetes.

 

Beras Coklat untuk Diabetes

Beras Coklat untuk Diabetes

Beras coklat untuk diabetes– Sebagai penderita penyakit diabetes, tentu memiliki banyak sekali aturan supaya penyakit tersebut bisa disembuhkan, salah satu aturannya yaitu dengan mengkonsumsi jenis makanan yang tepat. Kemudian teman-teman pasti akan bertanya, jenis makanan seperti apa yang tepat? Jenis makanan yang baik dan tepat untuk dikonsumsi penderita diabetes yang pasti adalah makanan yang tidak akan menyebabkan semakin naiknya kadar gula dalam darah secara drastis atau signifikan.

Bagi masyarakat Indonesia, tentu sangat susah menghindari makanan yang memiliki kadar gula. Dimana salah satu kadar gula tersebut didapatkan oleh bahan makanan yang tinggi karbohidrat seperti beras putih.

Beras putih menjadi makanan wajib masyarakat Indonesia, sehingga upaya menghindari bahan makanan yang memiliki kadar gula rendah cukup susah. Padahal sebenarnya nasi yang berasal dari beras putih merupakan bahan makanan yang memiliki kadar indeks glikemik yang tinggi, dimana hal tersebut mengindikasikan bahwa beras putih mampu memicu terjadinya resiko penyakit diabetes.

Namun kebiasaan mengkonsumsi beras putih tersebut bisa disiasati demi untuk tetap mendapatkan asupan karbohidrat tanpa harus takut memperparah penyakit diabetes yang sedang anda derita. Sebuah penilitian yang dilakukan oleh rice research institute and CSIRO’s food future, mengemukakan pernyataan bahwa terdapat beberapa jenis beras yang memiliki kadar indeks glikemiks rendah yang tidak membuat terjadi kenaikan gula darah dalam tubuh setelah mengkonsuminya. Salah satu jenis beras tersebut adalah Beras Coklat Organik.

Beras Coklat Untuk Diabetes

Beras coklat organik merupakan salah satu jenis beras yang memiliki kadar indeks glikemik sangat rendah, sehingga bagus sekali dikonsumsi penderita diabetes. Dengan mengkonsumsi beras coklat organik sebagai pengganti beras putih, mampu menurunkan resiko terjadinya penyakit diabetes tipe dua hingga 16%. Selain beras coklat organik, ada beberapa varian beras lainnya yang jga memiliki indeks glikemik rendah diantaranya beras merah dan beras hitam. Beras coklat untuk diabetes.

Jika dibandingan dengan beras putih, tentu saja beras coklat organik memiliki banyak keunggulan untuk menjaga kesehatan tubuh dari berbagai macam penyakit seperti penyakit kanker. Keunggulan dari beras coklat didapatkan dari banyaknya nutrisi yang terkandung didalamnya, seperti kandungan serat, fitokimia, vitamin, mineral, indeks glikemik rendah dan masih banyak lagi yang lainnya. Beras coklat untuk diabetes.

Beras coklat organik sendiri merupakan beras yang dalam proses budidaya nya tidak menggunakan campur tangan bahan kimia melainkan murni secara organik. Sehingga kualitasnya benar-benar terjaga. Beras coklat untuk diabetes.

Jika anda penderita diabetes, maka ada baiknya jika untuk tidak mengkonsumsi beras putih untuk mencukupi asupan karbohidrat dalam tubuh tapi gunakanlah beras coklat organik. Beras coklat untuk diabetes.

 

Tips Mengonsumsi Keju Mozarella Kareem Cheese

Tips Mengonsumsi Keju Mozarella Kareem Cheese

Keju Mozarella – Siapa yang tidak menyukai sesuatu bernama keju? Tentu sebagian besar orang sangat menyukai keju karena rasanya yang gurih dan lezat. Keju yang ada di dunia ini pun banyak sekali macamnya.

Berbicara mengenai keju, terdapat cerita yang mengatakan bahwa keju pertama kali secara tidak sengaja dibuat oleh saudagar Arab. Pada waktu itu, saudagar Arab membawa susu yang ditempatkan dalam kantong berbahan perut hewan. Saat saudagar tersebut berkelana, rennet (enzim) dalam kantong yang terbuat dari perut hewan mengalami pemanasan sinar matahari. Tanpa disadari saudagar itu, susu yang dia bawa sudah terpisah menjadi dadih dan air dadih. Saudagar itu menggunakan dadih untuk dimakan dan air dadih diminum ketika dirinya haus. Cara pembuatan keju oleh saudagar tersebut akhirnya dibawa ke benua Eropa.

Memang ada beberapa jenis keju di dunia, namun ada jenis keju yang mempunyai banyak penggemar, terutama bagi Anda penggemar pizza. Apa lagi kalau bukan mozarella cheese? Mozarella cheese diminati oleh beberapa kalangan usia karena mempunyai lelehan yang sempurna. Selain itu, keju mozarella memberikan sensasi rasa yang menggigit. Namun, terkadang masih banyak orang yang belum tahu secara detail tentang mozarella Cheese.

Proses Pembuatan Keju Mozarella

Proses pembuatan keju mozarella menggunakan bahan baku utama berupa susu, baik susu kerbau, susu sapi, susu kambing maupun kombinasi dari ketiga susu tersebut. Sementara susu yang biasa digunakan ada yang berupa susu murni, susu skim dan susu semi skim.

Susu tersebut selanjutnya diberi tambahan enzim rennet atau asam. Pengaruh pemberian rennet atau asam kepada susu ialah susu akan terpisah menjadi dadih dan air dadih. Bagian dadih kemudian dipanaskan dan ditarik-tarik hingga menjadi keju yang berwarna putih atau sedikit kuning. Proses pembulatan dan penarikan keju akan diulang-ulang hingga keju mozarella mempunyai tekstur yang lembut. Setelah semua proses selesai, mozarella Cheese segar sudah terbentuk.

Untuk mendapatkan mozarella cheese, sekarang tidak susah lagi karena banyak mozzarella cheese yang dijual di pasaran. Hanya saja orang masih mengalami kesulitan mengenai caramengonsumsi mozarella cheese yang baik dan benar.

Mozarella cheese yang dijual pun ada yang berbentuk potongan balok, parutan, stik hingga bola. Biasanya mozzarella cheese akan mudah ditemui di pusat perbelanjaan seperti supermarket.

Tips Membeli Keju Mozarella

Untuk Anda yang sering membeli mozzarella cheese di supermarket, Anda perlu mengetahui hal- hal berikut yaitu:

  1. Jika Anda menyukai sesuatu yang praktis bisa membeli mozzarella cheese dalam bentuk parutan.
  2. Jika kalian hanya mempunyai waktu yang terbatas, namun ingin membuat masakan berbahan mozzarella cheese Anda tinggal menaburkannya saja. Umumnya mozarella cheese yang dijual dalam bentuk parutan ditaburi dengan bahan anti lengket seperti tepung kanji, kalsium karbonat atau selulosa. Fungsi pemberian bahan tersebut untuk mencegah parutan-parutan mozzarella cheese saling melekat. Tentu bahan-bahan tambahan tersebut tidak Anda inginkan, sehingga mozarella cheese yang berbentuk balok atau bola bisa menjadi pilihan. Anda hanya membutuhkan sedikit usaha dengan memarutnya ketika akan menggunakan mozarella cheese tersebut.

Mengapa mozarella cheese lebih banyak digunakan dalam beberapa masakan?

Masakan yang Anda konsumsi baik itu kue, pasta, burger, pizza menggunakan mozzarella cheese karena sifat mozarella cheese yang mudah meleleh. Ya, mozarella cheese memang meleleh dengan baik ketika terkena suhu panas. Atas dasar itu, sudah hal yang umum mozarella cheese dijadikan bahan wajib sebagai topping maupun isian pada masakan.  Lanjutkan membaca →

Solusi Diabetes

Solusi Diabetes

Solusi diabetes- Perubahan gaya hidup dan juga pola konsumsi pangan masyarakat tentu saja telah mengakibatkan peningkatan penyakit degeneratif seperti misalnya penyakit diabetes. Hmm… Ya, penderita penyakit diabetes tentunya memerlukan makanan yang tidak menaikkan kadar gula secara drastis karena itu pasti akan memperburuk tubuh.

Caranya?

Tentu saja dengan mengkonsumsi beras diabetes!

Beras diabetes merupakan salah satu dari beberapa varietas unggul padi yang telah berkembang dan memiliki indeks glikemik rendah. Oleh karena itu, pagi para penderita penyakit diabetes pun tidak perlu khawatir untuk mengkonsumsi nasi dari beras diabetes, sepanjang itu tidak melebihi kebutuhan energi setiap individu.

Inti dari beras diabetes ini merupakan beras yang mana beramilosa tinggi dan juga glikemik indeksnya rendah. Oleh karena itu, berikut akan kamu jabarkan mengenai beberapa macam beras yang termasuk sebagai beras diabetes.

1. Beras Diabetes

Untuk beberapa orang, ketika mereka telah mengetahui fakta akan nasi putih yang sering kita konsumsi, pasti mereka akan beranggapan bahwa mendapatkan beras diabetes putih merupakan hal yang sulit ketimbang mencari beras putih biasa.

Ya, itu wajar saja memang agak sulit untuk membedakannya.

Namun tenang, disini, ada cara yang bisa kalian lakukan untuk memilih beras diabetes berwarna putih ini, salah satunya adalah dengan melihat kandungan glikemik indeks yang ada pada beras putih tersebut.

Ya, sebagaimana yag telah kita ketahui bersama, beras putih ini sering dituding sebagai pemicu naiknya kadar gula darah bagi penderita diabetes. Hal itu tentu terjadi karena beras yang telah dimasak menjadi nasi itu mengandung karbohidrat sederhana yang tinggi. Hampir semua dokter diabetes pun menganjurkan kepada pasien diabetes untuk mengurangi porsi makan nasi.

Namun, bukan berarti kita tidak boleh mengkonsumsi nasi dari beras putih biasa ya? Asal, ya itu. Perhatikan glikemik indeks pada beras putih yang ingin kita konsumsi agar itu bisa disebut sebagai beras diabetes yang menyehatkan.

2. Beras Merah

Beras diabetes merah ini merupakan salah satu pilihan beras yang paling banyak dicari oleh para penderita penyakit diabetes. Mengapa tidak? Beras diabetes merah ini memiliki kadar glikemik yang rendah dibandingkan dengan beras putih yang telah dijabarkan diatas.

Beras bagi penderita diabetes ini pun juga memiliki kandungan yang kaya akan serat. Tentu hal itu sangat baik untuk manusia pada umumnya ataupun bagi penderita diabetes pada khususnya.

Serat yang dimaksud disini adalah sejenis mineral yang tidak mudah untuk dicerna maupun diserap oleh tubuh. Serat ini hampir sama seperti halnya karbohidrat yang mampu untuk memberikan energi pada tubuh, namun bedanya, serat itu memiliki kandungan kalori yang lebih rendah.

Meskipun sulit untuk dicerna,  ternyata meningkatkan konsumsi serat itu ternyata bisa menurunkan penyakit kardiovaskular, diabetes, kanker dan juga obesitas karena serat ini akan memperlambat masuknya glukosa dalam darah.

Oh iya, kandungan serat pada beras merah ini juga dapat untuk menjaga pencernaan loh.

3. Solusi Diabetes dengan Beras Hitam.

Beras hitam bisa di jadikan untuk solusi diabetes. Beras ini adalah jenis beras yang bisa dikatakan sebagai rajanya beras. Bagaimana tidak, beras yang memiliki nama lain Oryza Sativa Lindica ini memiliki aleuron dan juga antosianin yang lebih tinggi ketimbang beras putih biasa.

Aleuron yang dimaksud disini merupakan salah satu jenis protein yang termasuk globulin, yang mana butiran-butirannya yang sangat besar dapat kita temukan pada biji jarak, pun juga pada beras hitam ini. Pada butir beras aleuron ini lazimnya terdiri dari protein amorf, protein kristal dan juga protein globoid.

Wah sangat bermanfaat sekali ya kandungan pada beras diabetes hitam ini sebagai solusi untuk diabetes yang aman.

Adapun fungsi dari kandungan antosianin dalam beras ini adalah sebagai antioksidan di dalam tubuh sehingga hal itu dapat mencegah terjadinya aterosklerosis, atau bisa dimaksud dengan penyakit penyumbatan pembuluh darah. Antosianin ini bekerja menghambat proses aterogenesis dengan cara mengoksidasi lemak jehat dalam tubuh.

Bertambahnya nilai positif dari beras hitam ini.

Menurut data dari para ahli gizi di Indonesia, beras jenis ini mengandung kurang lebih 351 Kkal Energi dan hanya memiliki kandungan 1.3 gram karbohidrat saja di dalamnya. Artinya, beras ini tidak mudah dicerna oleh tubuh yang mana akan membuat gula darah meningkat.

Selain itu, beras ini pun juga memiliki kandungan serat yang baik untuk tubuh, seperti halnya beras merah diatas. Karena beras ini memiliki manfaaat yang sangat baik untuk kesehatan, dan budidaya yang susah, rbilang susah untuk didapatkan dan juga berharga mahal, maka beras ini sering disebut sebagai rajanya beras.

Tapi jangan khawatir, beras ini masih bisa didapatkan dengan mudah kok sekarang. salah satunya di Ekafarm

4. Solusi Diabetes dengan Beras diabetes beramilosa Tinggi

Ya, segala beras yang memiliki amilosa tinggi tentu memiliki kadar glikemik rendah. Oleh karena itu, diusahakan apabila ada orang yang mengidap penyakit diabetes, sebaiknya mereka memilih untuk mencari beras yang beramilosa tinggi.

Beras yang beramilosa tinggi ini biasanya memiliki tekstur yang kasar atau pera sehingga kadang tidak disukai oleh para pengidap penyakit diabetes. Cukup aneh sebenarnya, namun, butuh perjuangan untuk bisa hidup sehat.

Oh ia, beras beramilosa tinggi yang memiliki indeks glikemik rendah ini tentunya sangat layak untuk dikonsumsi oleh para penderita penyakit diabetes. Namun, anggapan bahwa beras yang beramilosa tinggi memiliki indeks glikemik rendah itu ternyata tidak selalu benar.

Ada beras dari varietas Batang Piaman dan juga iliwung yang berkadar amilosa tinggi, namun juga memiliki indeks glikemik yang tinggi pula. Pun juga sebaliknya, beras yang memiliki indeks glikemik rendah, tidak hanya beramilosa tinggi, tapi juga yang berailosa sedang, seperti misal beras dari varietas Ciherang.

5. Tepung Garut Juga bisa di jadikan untuk Solusi Diabetes

pengobatan diabetes, tidak hanya itu, tepung garut ini juga sangat bagus untuk mengobati penyakit maag, ataupun asam lambung yang jika di biarkan akan menjadi penyakit yang mematikan seperti yang pernah terjadi pada presenres Dokter OZ Indonesia yaitu dr. Ryan tamrin

 

Beras Hitam Organik, Bahan Pangan nan Lezat dengan Sejuta Manfaat Tersembunyi

Beras Hitam Organik, Bahan Pangan nan Lezat dengan Sejuta Manfaat Tersembunyi

BERAS HITAM ORGANIK—Mungkin Anda sedikit bingung dengan beras yang satu ini. Meski warnanya sama-sama hitam, beras hitam dan ketan hitam ternyata berbeda lho. Pun demikian dengan kandungan nutrisinya. Dibanding ketan hitam, beras hitam memiliki tekstur yang lebih mirip dengan beras putih biasa.

Membedakannya juga mudah kok. Jika dipotong secara melintang, ketan hitam akan terlihat warna putih susu dan akan lengket seperti ketan saat dimasak. Sedangkan beras hitam akan terlihat jernih, pun jika dimasak akan sedikit pera (tidak pulen) dibandingkan beras biasa. Apakah beras hitam juga memiliki manfaat kesehatan seperti yang ditemukan pada beras jenis lain? Tentu saja.

Berikut manfaat beras hitam organik bagi kesehatan.

Mencegah Kanker

Pakar kesehatan menemukan fakta bahwa beras hitam mengandung zat antosianin yang cukup tinggi. Antosianin merupakan jenis antioksidan aktif yang sangat diperlukan tubuh dalam menangkal radikal bebas penyebab utama timbulnya penyakit kanker.

 “Setidaknya ada setiap tahun ada 13.000 orang meninggal di seluruh dunia karena kanker yang sebenarnya bisa dicegah sejak dini.”

Baca Juga : Yuk obati kanker dengan beras hitam

Mencegah Diabetes

Dibandingkan dengan beras jenis lain, manfaat beras hitam lainnya adalah memiliki kandungan kalori terendah, yakni sekira 362 kkal per 100 gram. Kandungan kalori ini berbanding lurus dengan indeks glikemik.

Indeks glikemik adalah angka yang menujukkan seberapa besar suatu makanan bisa meningkatkan kadar gula dalam darah setelah dikonsumsi. Nah, semakin tinggi indeks glikemik, maka semakin potensial-lah suatu makanan untuk memicu kenaikan gula darah.  Jadi, beras hitam merupakan pilihan yang tepat bagi Anda yang memiliki riwayat keluarga diabetes.

Mencegah Penyakit Jantung

Rasa pera (tidak pulen) pada beras hitam ketika dimakan merupakan hasil dari tingginya serat yang terkandung dalam beras ini. Kadar serat yang tinggi inilah yang sangat bermanfaat dalam menjaga kesehatan jantung sebagai organ tubuh paling vital.

Mengatasi Anemia

Anda yang sering merasa lemas karena kurang darah (anemia) sepertinya harus mulai mengonsumsi beras hitam organik. Beras hitam sendiri diketahui mengandung zat besi yang cukup tinggi. Zat besi inilah yang berperan dalam pembentukan sel darah merah (hemoglobin) dalam tubuh.

Selain 4 manfaat beras hitam di atas, beras hitam masih menyimpan segudang manfaat yang sangat baik buat kesehatan. Karenanya, jangan ragu untuk menggeser menu di meja makan Anda dengan beras hitam. Jika berminat, beras hitam juga bisa diperoleh di reseller kami yang tersebar di banyak kota  lho. Selamat menerapkan pola hidup sehat!

Baca juga : Mengatasi anemia pada ibu hamil

Nasib Perempan diujung Tanduk

Nasib Perempan diujung Tanduk- Perempuan yang mengidap diabetes tipe 1 menghadapi risiko kematian yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan pria, berdasarkan temuan sebuah riset.

Tim ilmuwan Australia mengatakan temuan ini “dapat memiliki dampak besar” terhadap bagaimana perempuan dengan kondisi kesehatan ini dirawat. Sejumlah lembaga penelitian memperingatkan bahwa penelitian itu menunjukkan kesalahan dalam perawatan diabetes yang harus segera diperbaiki.

Diabetes tipe 1 adalah kelainan yang kerap muncul di masa kanak-kanak. Pankreas pasien tidak mampu memproduksi insulin yang dibutuhkan untuk mengubah gula dan makanan lain menjadi energi.

‘Perubahan besar’

Jika dibandingkan dengan populasi umum, orang dengan diabetes tipe 1 memiliki harapan hidup yang lebih pendek. Tapi para peneliti mengatakan belum jelas bagaimana hal ini bisa memiliki pengaruh berbeda pada pria dan wanita.

Untuk menyelidikinya, ilmuwan dari Universitas Queensland menganalisa data dari 26 studi yang melibatkan 200.000 orang pengidap diabetes. Mereka menemukan perempuan memiliki 40% risiko kematian yang lebih besar karena berbagai penyebab.

Perempuan menghadapi risiko mengalami serangan jantung lebih besar dan juga cenderung meninggal akibat penyakit ginjal. Belum diketahui apa yang menyebabkan kecenderungan tersebut. Simon O’Neill, dari Diabetes UK mengatakan sudah ada bukti yang mengindikasikan bahwa perubahan tubuh gadis remaja saat masa puber menjadikan perempuan sulit mengendalikan diabetes.

Sedangkan Prof Rachel Huxley, kepala peneliti proyek ini mengatakan, “Perbedaan antar gender untuk penyakit-penyakit tertentu akan memiliki dampak klinis besar terhadap bagaimana perempuan dengan diabetes tipe 1 dirawat dan menjalani hidup mereka.”

Solusi

  • Pada tahun 2010 Ir. Elisa Dewiyanti A. Melakukan Riset selama 1 tahun untuk mendapatka beras sehat buat komunitas Diabetes ,Dalam percobaan tersebut Beras yang diambil adalah dari bibit terbagus kemudian diolah dengan menggunakan teknology sehingga menghasilkan beras yang bebas gula dan Indeks Glikemik rendah.Beras tersebut akan sangat bermanfaat bila di konsumsi oleh para penederita Diabetes, Pradiabetes, Hyperglikimia, Hipotyroidisme, menoupause serta obesitas.Beras HOTEL adalah satu satunya beras DIABETES pertama di Indonesia yang di uji coba secara ilmiah di Labratorium yang terkenal dan di akui pemerintah Indonesia seperti Sucofindo dan Institut Pertanian Bogor dimana beras Hotel terbuti mendapatkan sertifikat Bebas GULA dari Sucofindo Dan Bebas Pestisida/ Free Chemist Dan Indeks Glikemik rendah dari Institut Pertanian Bogor.Indeks Glikemik : Arti dan Manfaat

    Indeks glikemik ditemukan pada awal tahun 1981 oleh Profesor David J.A. Jenkins, M.D., Ph.D., , seorang Profesor Gizi pada Universitas Toronto, Canada. Indeks Glikemik adalah tingkatan pangan menurut efeknya terhadap kadar gula darah. Dengan kata lain Indeks Glikemik adalah respon glukosa darah terhadap suatu asupan makanan.

    Pada penelitiannya, dalam Indeks Glikemik Pangan, menunjukan bahwa karbohidrat yang berbeda akan memberikan efek berbeda pada kadar gula darah dan respon insulin, walaupun diberikan dalam jumlah (Gram) sama.

    Fakta dari penelitian yang ditujukan kepada para penderita diabetes tersebut , menunjukan bahwa untuk jangka menengah penggantian karbohidrat yang memiliki IG tinggi dengankarbohidrat yang memiliki IG rendah akan memperbaiki pengendalian gula darah

    Nilai /angka Indeks Glikemic Tunggal terbagi menjadi 3 :

    – Tinggi : Bila Nilainya sama atau lebih dari angka 70 ,
    – Sedang : Bila Nilainya sama dari 55 s/d 69 ,
    – Rendah : Bila Nilainya di bawah angka 55

    Manfaat Indeks Glikemik Rendah

    Bila Anda memiliki Diabetes, Kolesterol tinggi, Kegemukan (Obesitas)dan Penyakit Degeneratif lain, Anda perlu membatasi makanan ber-indeks manfaat kesehatan dari diet ber-indeks glikemik rendah:

    Mencegah dan mengelola diabetes. Sebuah studi yang diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition (Juli 2002) menyimpulkan bahwa makanan ber-indeks glikemik tinggimeningkatkan risiko terkena diabetes tipe 2. Penelitian ini juga menyarankan penderita diabetes untuk menerapkan diet rendah indeks glikemik, dengan tetap mewaspadai pengaruh makanan tinggi lemak.

    Mencegah kanker. Artikel lain dalam jurnal yang sama menyebutkan adanya korelasi antara makanan tinggi indeks glikemik dengan kenaikan risiko kanker kolorektal, kanker payudara dan mungkin juga kanker ovarium dan prostat. Dr Atkins dalam New Diet Revolutionmenyebut hubungan antara kanker dengan indeks glikemik yang didasari oleh fakta bahwa sel kanker mendapatkan makanan dari gula. Buku itu juga menyebutkan bahwa penderita kanker payudara lebih mungkin untuk selamat dan kurang mengalami kekambuhan jika tingkat insulin tubuh mereka lebih rendah.

    Penyakit jantung. Risiko penyakit jantung meningkat sejalan dengan total kolesterol tubuh Anda. American Journal of Clinical Nutrition juga melaporkan bahwa diet rendah indeks glikemik mengurangi kolesterol jahat dan trigliserida dalam waktu satu bulan. Diet tersebut sekaligus mengurangi risiko infark miokard fatal.

    Menurunkan obesitas. Makanan dengan indeks glikemik rendah menciptakan rasa kenyang yang lebih besar dan bertahan lebih lama. Karena rasa lapar baru muncul lagi beberapa jam kemudian

    Inillah data perbandingan dan perbedaan yang memebedakan kenapa Beras Hotel Free Sugar White Rice & Low Glikemick Indeks

  • Baca Juga : Beras Coklat Untuk Diabetes
  • Baca Juga : Bagi Anda Yang Diabetes… Coba Aja Beras Coklat