BERAS HITAM VS KETAN HITAM, SIMAK PERBEDAANNYA

BERAS HITAM VS KETAN HITAM, SIMAK PERBEDAANNYA

Beras hitam vs ketan hitam – Moms, pernah memasak burjo alias bubur kacang hijau? Ketan hitam biasanya hadir bersamaan dengan hidangan bubur kacang hijau untuk memberikan tekstur yang kenyal dan padat serta melengkapi rasa burjo. Sekilas, warna ketan hitam sama dengan beras hitam karena kandungan pigmen warna keunguan antosianin yang tinggi dalam bulirnya. Namun, meskipun sulit dibedakan jika Anda belum terbiasa, kedua jenis bahan makanan ini berbeda loh, Moms. Apa saja yang membedakan beras hitam dan ketam hitam? Melansir dari laman sayurbox, Eka Farm akan membantu Anda untuk membedakan keduanya

1. Beras hitam vs ketan hitam: Perbedaan warna bulir

Saat beras hitam dan ketan hitam disandingkan, mungkin warna keduanya nampak sama, yaitu hitam keungu-unguan. Akan tetapi, jika Anda mencoba untuk mengamati dengan lebih cermat, warna hitam keungu-unguan pada lapisan luar beras hitam lebih pekat dibandingkan ketan hitam. Bulir beras hitam juga lebih mengkilap serta berukuran lebih panjang dan langsing. Lapisan luar bulir ketan hitam memiliki warna yang pucat. Selain itu, saat bulir beras hitam dipotong melintang, akan nampak warna hitam cerah pada bagian dalam bulir. Berbeda halnya dengan ketan hitam yang bagian dalam bulirnya berwarna putih susu.

2. Beras hitam vs ketan hitam: Perbedaan kandungan nutrisi

Segi nutrisi merupakan faktor penting pembeda beras hitam dan ketan hitam. Perbedaan yang mendasar pada kandungan makronutrien (karbohidrat, protein, dan lemak) pada beras hitam dan ketan hitam dapat dilihat pada chart berikut.

beras hitam vs ketan hitam

Beras hitam memberi asupan kalori dan karbohidrat yang sedikit lebih banyak daripada ketan hitam. Akan tetapi, protein dalam beras hitam jauh lebih tinggi daripada ketan hitam, dengan kandungan lemak yang lebih rendah. Walaupun memiliki persentase karbohidrat yang lebih tinggi, karbohidrat dalam beras hitam didominasi oleh serat tinggi, berbeda dengan ketan hitam yang sumber karbohidratnya mayoritas dari gula. Selain itu, kandungan lemak pada beras hitam pun lebih menyehatkan karena tingginya kadar lemak tidak jenuh dibandingkan dengan lemak jenuh.

Nutrisi dalam beras hitam pun sangat melimpah dan sudah dikenal sejak ribuan tahun sebelum masehi pada zaman Dinasti Ming. Beras hitam kaya akan antioksidan berupa antosianin dan vitamin E yang berguna untuk membantu melawan efek buruk radikal bebas dan juga dapat meningkatkan pertumbuhan bakteri baik dan mengendalikan produksi bakteri jahat dalam usus. Beras hitam juga dapat dijadikan menu diet sehat karena kandungan protein dan seratnya yang tinggi dan rendah gula serta lemak jenuh. Serat dalam beras hitam mampu membuat perut kenyang lebih lama.

beras hitam vs ketan hitam

3. Beras hitam vs ketan hitam: Perbedaan tekstur dan rasa saat dimasak

Saat dimasak menjadi nasi, beras hitam memiliki testur yang pulen. Perbedaan mencolok tekstur keduanya saat dimasak yaitu, ketan hitam bersifat lengket, sedangkan beras hitam tidak lengket sama sekali. Di sisi lain, rasa ketan hitam cencerung manis dan gurih, sedangkan beras hitam memiliki rasa cenderung hambar. Faktor rasa ketan hitam inilah yang membuat ketan hitam dijadikan bahan baku banyak makanan berat maupun camilan.

4. Beras hitam vs ketan hitam: Perbedaan benih, proses budidaya, ukuran tanaman, dan gabah

Perbedaan dari segi tanaman sudah terlihat dari benih beras hitam yang berbeda dengan ketan hitam. Beras hitam ditanam dari jenis bibit padi yang berasal dari daerah tropis (javanica). Lain halnya dengan bibit ketan hitam yang berasal dari daerah subtropis (japonica).

Setelah tumbuh pun, terdapat perbedaan beras hitam dan ketan hitam. Ukuran tanaman beras hitam lebih tinggi daripada ketan hitam, yaitu mencapai tinggi maksimal 2 meter, sedangkan ketan hitam hanya sekitar 30-60 cm seperti tanaman padi biasa.

Mengutip dari berkahnandur.id, umur tanaman beras hitam lebih panjang daripada ketan hitam, serta dalam proses budidayanya harus lebih hati-hati. Padi beras hitam lebih utama dibudidayakan secara organik dan lebih rawan penyakit daripada ketan hitam. Warna gabah padi beras hitam yang sudah menua berwarna kecoklatan, bukan hitam seperti pada ketan hitam.

5. Beras hitam vs ketan hitam: Perbedaan cara mengolah

Air yang digunakan untuk menanak nasi dari beras hitam lebih banyak dibandingkan nasi biasa. Rasio beras : air sekitar 1:2 hingga 1:3. Berbeda halnya dengan ketan hitam yang rasio beras dan airnya lebih fleksibel, disesuaikan dengan peruntukan ketan hitam. Untuk membuat bubur ketan hitam, tuangkan air bersih hingga seluruh ketan hitam terendam dan lebihkan air sekitar 2 ruas jari telunjuk.

Beras hitam memang cenderung lebih keras meski dimasak dengan takaran air yang sama dengan cara memasak beras lainnya. Oleh karena itu, kamu harus mengetahui cara memasak beras hitam yang benar agar hasilnya pulen, empuk, dan lembut. Agar hasilnya nikmat sebaiknya beras hitam dan air dimasak dengan rasio 1:2 dalam ukuran liter.

Sedangkan, ketan hitam cenderung lebih mudah dimasak. Rasio ketan dan air pun dapat disesuaikan dengan peruntukkannya, untuk membuat bubur ketan hitam tuangkan air bersih hingga merendam seluruh permukaan ketan, lalu lebihkan air sekitar dua ruas telunjuk.

6. Beras hitam vs ketan hitam: Beras hitam aman dikonsumsi penderita diabetes

Kandungan gula yang sangat rendah pada beras hitam membuat indeks glikemiknya (GI) rendah sehingga aman dikonsumsi penderita diabetes. Berbeda dengan ketan hitam yang memiliki nilai GI tinggi karena kadar gula dalam bulirnya yang tinggi sehingga lebih baik dihindari oleh para penderita diabetes.

Jadi, masih akan bilang beras hitam dan ketan hitam sama? Tentu TIDAK, ya Moms. Perbedaan beras hitam dan ketan hitam ini meliputi banyak aspek dari segi penampilan lluar, pembudidayaan, nutrisi, hingga cara mengolah. Semoga bermanfaat untuk membantu Moms untuk menentukan mana yang ingin dibeli. Yuk, pesan beras hitam organik dari Eka Farm!

BINGUNG PILIH MPASI? BERAS MENTIK WANGI SUSU PILIHANNYA

BINGUNG PILIH MPASI? BERAS MENTIK WANGI SUSU PILIHANNYA

Beras Mentik Wangi Susu untuk MPASI – Makanan Pendamping Air Susu Ibu atau biasa disingkat menjadi MPASI umumnya diberikan setelah bayi berumur 6 bulan. MPASI diberikan untuk menambah nutrisi pada bayi. Mulai umur 6 bulan, umumnya gigi bayi sudah tumbuh. Oleh karenanya, pemberian asupan tambahan selain ASI menjadi penting untuk mengasah kemampuan motorik bayi. Selain itu, pada masa ini, bayi sudah mulai banyak beraktivitas sehingga butuh asupan kalori lebih untuk diubah menjadi energi.

Pemberian MPASI sebaiknya dilakukan secara bertahap. Pertama, mulai dari makanan yang kepadatannya rendah serta teksturnya halus. Jika bayi mudah mencernanya, berangsur-angsur mulai selingi dengan makanan yang teksturnya sedikit lebih kasar hingga akhirnya diberi makanan padat.

Makanan yang sering dijadikan pilihan para ibu untuk MPASI yaitu makanan dengan tekstur lembut, biasanya dengan memblender, atau melumatkan dan menyaring nasi, sayuran, dan sumber protein seperti kukusan daging, tahu atau hati ayam. Ada kalanya, para ibu menginginkan pilihan yang simpel dan praktis, pilihannya bubur bayii, biskuit bayi, atau makanan instan dalam kemasan lain dengan banyak pilihan rasa. Namun, tahukah Moms, jika MPASI yang disarankan oleh WHO tidak hanya mencakup makanan dengan tekstur lembut, tetapi juga harus dipastikan mengandung makronutrien (karbohidrat, protein, lemak) serta mikronutrien (serat, vitamin, mineral) yang cukup.

Biasanya, untuk memenuhi sumber karbohidrat utama, termasuk sebagai bahan MPASI, para ibu memilih nasi putih. Alasannya tentu harganya yang terjangkau, mudah didapat, dan terbiasa. Akan tetapi, bagaimana jika ternyata masih ada banyak pillihan sumber karbohidrat utama yang jauh lebih kaya gizi untuk bayi Anda? Beras berkualitas dan organik jenis mentik wangi susu dapat menjadi salah satu pilihan Anda.

Mengapa harus memilih beras mentik wangi susu untuk MPASI?

Moms, seperti yang kita tahu, tumbuh kembang si kecil sangat dipengaruhi oleh asupan gizi yang kita berikan. Oleh karena itu, jika Anda masih selalu memberikan nasi putih yang dilumatkan untuk bahan MPASI, coba pertimbangkan untuk beralih ke pilihan whole grain, salah satunya beras mentik wangi susu. Nutrisi yang sudah banyak terlepas dari bulir beras putih pada saat proses penggilingan (melepas lapisan bekatul dan germ) membuat gizinya menjadi tidak utuh. Selain itu, kandungan serat pada nasi putih pun tergolong rendah. Mengapa beras mentik wangi patut Anda pertimbangkan untuk menjadi selingan atau bahkan pengganti nasi biasa dalam MPASI?

1. Gizi dalam beras mentik wangi susu masih utuh

Gizi yang terkandung dalam 100 gram beras mentik wangi susu dapat dilihat adalah sebagai berikut.

Beras Mentik Wangi Susu untuk MPASI

Makronutrien serta kandungan serat pada mentik wangi susu mampu mencukupi kebutuhan gizi harian bayi sehingga beras mentik wangi susu ini cocok dijadikan pilihan MPASI.

2. Membantu memperlancar fungsi sistem saluran pencernaan pada bayi

Kandungan serat dalam beras mentik wangi susu yang lebih tinggi daripada beras putih atau beras biasa berperan dalam memperlancar kerja saluran pencernaan. Meskipun begitu, tentu pemberian serat dari sumber yang lebih tinggi serat eperti sayur dan buah tetap harus dilakukan.

3. Aman dikonsumsi bayi karena terbebas dari penggunaan pestisida dan bahan kimia lain

Beras mentik wangi susu merupakan beras organik. Beras unggulan lokal ini ditanam dari benih padi lokal tanpa rekayasa genetika (GMO). Selain itu pembudidayaannya juga organik, tanpa menggunakan pestisida maupun bahan kimia lain. Dengan demikian, kualitas beras ini lebih baik dan lebih aman serta sehat untuk menjadi bahan konsumsi harian bagi bayi.

4. Mengasah fungsi motorik pada gigi serta membiasakan lambung bayi untuk mengolah makanan

Tekstur nasi mentik wangi susu yang pulen, tetapi juga sedikit lengket dan lebih padat dapat mengasah fungsi gigi pada bayi yang mulai tumbuh. Selain itu, lambung bayi sejak usia 6 bulan pun sebaiknya mulai dibiasakan untuk mengolah makanan seperti bubur bertekstur lembut sampai padat.

5. Membangkitkan nafsu makan bayi

Nasi mentik wangi susu memiliki aroma wangi yang khas. Aroma wangi ini dapat merangsang bayi untuk makan lebih lahap.

Meskipun pemberian MPASI dianjurkan sejak bayi menginjak usia 6 bulan, tetapi tentu saja kesiapan setiap bayi untuk menerima asupan MPASI berbeda-beda. Maka dari itu, perhatikan dengan baik apakah bayi Anda sudah siap untuk mendapat asupan MPASI atau belum. Jika masih ragu-ragu, konsultasikan ke dokter untuk menentukan waktu terbaik pemberian MPASI. Masih ragu menjadikan beras mentik wangi susu untuk MPASI? Moms bisa pesan langsung di Eka Farm.

APA ITU BERAS LURIK?

APA ITU BERAS LURIK?

Beras Lurik – Semangat pagi, Moms. Sudah selesai menyiapkan sarapan untuk keluarga tercinta? Apa pilihan sumber karbohidrat utama di meja makan? Pernah dengar atau melihat produk beras murik moms? Nasi dari beras lurik bisa jadi pilihan sumber karbohidrat utama pengganti nasi putih biasa (konvensional) atau sebagai selingan jika Anda bosan dengan rasa nasi yang itu-itu saja dan ingin beralih ke serealia utuh (whole grain). Namun, apa sih, beras lurik itu? Apa bedanya dengan beras biasa atau beras berwarna (merah, hitam, coklat)? Yuk, kenalan dengan beras unik nan cantik satu ini!

Apa itu beras lurik?

Beras ini termasuk ke dalam kelompok beras organik karena bulir berasnya diperoleh dari pertanian organik (organic farming). Moms sudah mengenal beras organik lainnya, atau beras berwarna (dari pigmen antosianin), seperti beras merah, beras coklat, dan beras hitam? Beras lurik adalah perpaduan atau campuran dari ketiga jenis beras organik berwarna tersebut.

Beras cantik luar dan dalam: colorful, cantik, dan punya nutrisi lengkap

Jika biasanya hanya menjumpai nasi dalam satu warna, maka lain halnya jika Anda membeli beras lurik dan mengkonsumsinya. Beras yang bulir-bulirnya merupakan campuran dari beras merah, coklat, dan hitam ini membuah penampilan beras lebih atraktif dan cantik. Tidak hanya atraktif nan cantik, tetapi beras ini pun kaya akan nutrisi. Nutrisi yang terkandung dalam beras lurik pun merupakan kombinasi nutrisi 3 jenis beras organik. Jika dengan mengkonsumsi satu jenis beras organik (misal: beras merah saja) Anda sudah mendapat banyak nutrisi, bayangkan jika Anda mengkonsumsi ketiga jenis beras organik sekaligus!

Apa saja nutrisi dalam beras lurik?

1. Makronutrien

Menurut MacMahon, makronutrien merupakan nutrisi yang memberi asupan kalori dan energi bagi tubuh. Karbohidrat, lemak, dan protein merupakan makronutrien yang vital bagi metabolisme dalam tubuh. Beras lurik merupakan sumber karbohidrat kompleks yang ramah kalori (kalorinya cenderung rendah dibandingkan beras putih). Protein dalam beras ini pun lebih tinggi dibandingkan dengan beras putih.

Beras lurik mengandung lemak jenuh dan lemak tak jenuh. Kedua lemak tersebut dibutuhkan oleh tubuh, tetapi kadar lemak jenuh yang dibutuhkan tubuh lebih sedikit. Kandungan lemak tak jenuh dalam beras lurik (baik lemak tak jenuh tunggal maupun lemak tak jenuh ganda) lebih tinggi dibandingkan lemak jenuh.

2. Mikronutrien

Berbeda dengan beras putih yang sudah tidak memiliki lapisan bekatul (bran) dan germ, ketiga beras organik penyusun beras lurik masih memiliki lapisan bekatul yang kaya akan serat serta germ yang kaya akan nutrisi. Kandungan serat dalam beras organik jauh lebih tinggi daripada beras putih. Selain itu, beras ini juga kaya akan mineral (seng, zat besi, selenium, mangan, magnesium, kalsium, dll), vitamin B kompleks, dan vitamin E.

Pigmen pemberi warna pada kulit beras, yaitu antosianin, menyebabkan beras lurik kaya akan antioksidan. Kandungan antioksidan yang tinggi dalam setiap bulir penyusun beras berfungsi untuk membantu tubuh melawan efek negatif radikal bebas.

Manfaat yang lebih ekstra dan komplit dapat Anda dan keluarga dapat dengan mengkonsumsi beras lurik. So, beras lurik bukan sekadar cantik dan menarik di luar, lebih dari itu, nutrisinya pun melimpah.

Manfaat beras lurik

Beras lurik tidak hanya memiliki tampilan yang menyenangkan mata, tetapi manfaatnya pun banyak. Berikut adalah beberap contoh manfaat yang dapat Moms dan keluarga dapatkan jika mengkonsumsi beras lurik secara rutin.

  • Menurunkan risiko penyakit jantung.

Kandungan serat yang tinggi dapat membantu menurunkan risiko penyakit jantung. Hasil penelitian British Medical Journal pada 22 kasus menunjukkan dengan mengkonsumsi 7 gram serat setiap harinya, risiko penyakit jantung juga menurun sekitar 9%.

  • Membantu menjaga daya tahan tubuh

Kandungan mineral magnesium serta antioksidan (dengan menangkal radikal bebas) dapat berperan dalam menjaga daya tahan tubuh.

  • Memperlancar fungsi saluran pencernaan

Asam fenolik (turunan antosianin) telah terbukti mampu meningkatkan pertumbuhan bakteri baik dan mengendalikan produksi bakteri jahat dalam usus. Dengan kata lain, konsumsi beras hitam secara rutin dapat mendukung kinerja usus.

  • Membantu program diet

Serat dalam beras lurik dapat membuat Anda tidak mudah lapar dan kenyang lebih lama.

  • Bersahabat untuk penderita diabetes

Nilai indeks glikemik (GI) yang rendah dalam beras lurik membuatnya aman dikonsumsi penderita diabetes.

Cara memasak beras lurik

Moms, tidak perlu khawatir tentang cara memasak beras lurik. Meskipun memadukan campuran beras merah, beras hitam dan beras coklat, cara memasaknya tidak berbeda dengan memasak beras organik pada umumnya.

Sudah tertarik mencoba beras cantik luar dan dalam ini? Kalau masih penasaran dengan manfaat dan rasanya,, coba pesan yuk, Moms.

BACA:

Beras Merah Beras Coklat Beras Hitam Baik Untuk Diabetes

Cara Memasak Beras untuk Program Diet dengan Beras Merah

RAHASIA CAMILAN SEHAT, KAYA NUTRISI: KACANG TANAH

RAHASIA CAMILAN SEHAT, KAYA NUTRISI: KACANG TANAH

Camilan Sehat –  Siapa tak kenal kacang tanah? Kacang ini banyak menjadi sajian pengajian atau acara kumpulan lain, serta menjadi bahan untuk berbagai roti, kue, ataupun snack. Namun, tahukah sahabat Eka Farm jika kacang juga menyimpan banyak manfaat untuk kesehatan dan bisa dijadikan pilihan camilan sehat?

Kacang Tanah: Murah dan Menyehatkan

Saat sahabat Eka Farm ingin mulai beralih ke gaya hidup lebih sehat atau dalam program diet, mungkin kebingungan untuk memilih camilan yang sehat. Camilan banyak diasosiasikan dengan penggemukan berat badan atau makanan yang tidak menyehatkan. Tetapi, bagaimana jika ada camilan yang tidak hanya menyehatkan, tetapi juga mampu mengontrol rasa lapar serta punya banyak manfaat bagi tubh Anda? Dan tentunya, murah, praktis, mudah didapat, dan enak! Salah satu pilihannya yaitu kacang tanah (peanut).

Yup, pasti Anda sudah sangat famililar dengan camilan satu ini. Disajikan dengan direbus atau digoreng, atau dikonsumsi dalam bentuk selai kacang, dan masih banyak bentuk lain olahannya. Namun, sudah tahukah Anda jika kacang tanah pun sarat akan nutrisi yang esensial bagi tubuh manusia?

Nutrisi dalam kacang tanah

1. Protein

National Peanut Board dalam salah satu artikelnya  menyebutkan, setiap 100 gram (1 ons) kacang tanah mengandung 7 gram protein. Kandungan protein pada kacang tanah ini jauh lebih besar daripada varian kacang lainnya, bahkan kacang yang harganya lebih mahal. Kacang ini pun dapat menjadi pilihan bagi banyak orang untuk melengkapi kebutuhan protein harian karena merupakan makanan berbahan dasar nabati (plant based food) sehingga para vegetarian maupun vegan juga dapat mengkonsumsinya.

2. Vitamin, mineral, serta mikronutrien lain

Kacang tanah dan selai kacang pun kaya akan serat, vitamin, dan 30 mineral esensial bagi tubuh. MyPlate bahkan merekomendasikan untuk memasukkan kacang tanah dalam menu camilan harian kita. Dikutip dari laman milik National Peanut Board, Eka Farm merangkum nutrisi-nutrisi yang terkandung dalam pilihan camilan sehat satu ini.

Mikronutrien yang terdapat dalam kacang tanah dengan kadar 10% angka kecukupan gizi harian yaitu:

  • vitamin E: Sumber antioksidan untuk melindungi sel tubuh dari bahaya stres oksidatif.
  • Magnesium: Penting untuk menjaga fungsi otot seperti organ hati, fungsi enzim, dan produksi energi.
  • Folat: Nutrisi penting selama masa kehamilan karena membantu pembelahan sel.
  • Tembaga: Menjaga fungsi sistem peredaran darah, termasuk pembentukan sel darah merah dan menjaga kesehatan pembuluh darah, saraf, sistem kekebalan tubuh dan tulang.
  • Fosfor: Berperan dalam pembentukan gigi dan tulang, pertumbuhan sel serta fungsi otot.
  • Serat: Membantu fungsi sistem pencernaan dan membuat Anda merasa kenyang lebih lama. Selain itu, konsumsi makanan yang kaya serat dapat menurunkan hingga 10% kelebihan kolesterol dalam darah.

Mikronutrien yang terdapat dalam kacang tanah dengan kadar 20% angka kecukupan gizi harian yaitu:

  • Niasin: Niasin adalam vitamin B esensial yang berperan mengubah makanan menjadi energi, membantu fungsi sistem saraf dan pencernaan, serta menjaga fungsi kulit.
  • Mangan: Berperan dalam memproses kolesterol, karbohidrat, dan protein.

Selain beberapa mikronutrien di atas, kacang tanah juga mengandung arginin, fitosterol, potassium, selenium, seng (zinc).

3. Lemak baik

Walaupun identik dengan kandungan lemak yang tinggi, jenis lemak dalam kacang tanah merupakan lemak baik karena esensial, dibutuhkan oleh tubuh kita. Kandungan lemak tak jenuh dalam kacang tanah lebih banyak daripada lemak jenuh. Menurut United States Department of Agriculture (USDA), dalam 100 gram kacang tanah, terdapat kandungan lemak tak jenuh tunggal sebesar 24,43 gram, lemak tak jenuh ganda 15, 56 gram, dan lemak jenuh 6,28 gram

Kandungan lemak tak jenuh dalam kacang tanah dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung. Meskipun bersifat baik bagi tubuh, tetapi konsumsi lemak tak jenuh pun perlu dibatasi. Pembatasan lemak tak jenuh yaitu tidak lebih dari 35% dari kebutuhan kalori total per hari. Lebih dari, konsumsi lemak jenuh dapat meningkatkan risiko obesitas.

Sahabat Eka Farm, walaupun banyak variasi olahan kacang tanah yang dapat dijadikan pilihan, jika memungkinkan, pilihlah kacang tanah yang masih mentah, lalu direbus. Kenapa? Karena kulit kacang tanah mengandung zat antioksidan. Ingat juga, walaupun kacang tanah adalah camilan sehat, tetap batasi konsumsi kacang tanah ya! Sekitar 28-30 gram saja per hari.

Jenis Makanan Pendamping ASI Yang Baik untuk Bayi

Jenis Makanan Pendamping ASI Yang Baik untuk Bayi

Jenis MPASI – Pada saat berumur 6 bulan, fisik bayi mulai berkembang, kebutuhan nutrisinya pun ikut bertambah. Pada usia ini, bayi sudah mulai aktif bergerak, dan mengeluarkan banyak energi. Bayi akan banyak merengek karena lapar, sedang produksi ASI ibu terbatas. ASI dari ibu sudah tidak bisa untuk mencukupi rasa lapar bayi. Jika hal ini sudah terjadi, disarankan untuk ibu-ibu memberikan makanan pendamping ASI, atau MPASI.

Apa itu MPASI?

Ketika bayi berkembang, kebutuhan gizinya pun bertambah, dan ASI saja sudah tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi. Untuk memenuhi kebutuhan gizi tersebut, maka perlu untuk memberikan MPASI atau Makanan Pendamping Air Susu Ibu. 

MPASI adalah makanan yang mudah dikonsumsi dan dicerna oleh bayi. MPASI diberikan saat seorang bayi sudah mulai aktif bergerak, mempunyai refleks lidah dengan baik, dapat menegakkan kepada secara mandiri, dan dapat duduk dengan tegak. Biasanya hal-hal tersebut dapat dilakukan bayi ketika berumur 6 bulan. Namun jika sebelum 6 bulan bayi sudah menunjukan aktivitas-aktivitas seperti yang disebutkan di atas, maka bayi sudah siap untuk diberikan MPASI. Pertimbangan lain mengenai waktu pemberian MPASI adalah sistem kekebalan dan pencernaan bayi. Pada usia 6 bulan, bayi dinilai sudah memiliki metabolisme yang cukup dan sistem pencernaan yang baik, sehingga menurunkan resiko alergi.

MPASI menyediakan nutrisi tambahan untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi yang sedang berkembang. MPASI sebaiknya dibuat dalam bentuk pure atau bubur susu, agar mudah dicerna oleh bayi. Terdapat banyak MPASI yang tersedia di pasaran dalam bentuk instan. Namun akan lebih baik jika ibu-ibu membuat MPASI sendiri dirumah, karena kandungan gizinya lebih terjamin.

Baca Juga: MPASI menggunakan beras merah

Makanan apa saja yang baik untuk MPASI?

Pemberian MPASI lebih baik secara bertahap, dimulai dari makanan berkonsistensi rendah hingga kental, kemudian beralih ke makanan yang lembut dan sedikit bertekstur, sampai makanan padat.

Sereal bayi yang dicampur air atau ASI bisa diberikan sebagai tahap awal pengenalan MPASI, cukup dengan 1-2 sendok makan. Atau makanan lain yang kaya akan zat besi, yaitu puree atau buah-buahan yang dilumatkan. Jika bayi sudah terbiasa dengan puree, tahap selanjutnya bisa memberikan daging dan sayuran yang dihaluskan.

Beberapa makanan yang bisa diberikan ibu pada awal pengenalan MPASI antara lain:

Puree/ buah-buah tumbuk

Buah-buahan dicuci dulu, kemudian bisa dengan dikerok, ataupun di blender. Buah yang bagus untuk MPASI antara lain, pisang, apel, jeruk, alpukat dan lain-lain.

Puree sayur-sayuran

Banyak sayur-sayuran yang bisa digunakan sebagai MPASI, antara lain jagung, brokoli, bayam dan lain-lain. Cucilah sayur terlebih dahulu, kemudian sayur bisa dengan direbus atau dikukus, sebelum kemudian ditumbuk atau diblender dan siap disajikan untuk bayi.

Bubur atau biskuit bayi yang dihaluskan

Bubur atau biskuit bayi, banyak terdapat di toko ataupun supermarket terdekat, pilihlah produk yang bebas gluten, karena bisa memicu alergi.

MPASI Beras Merah

MPASI Beras Merah

Pada 6 bulan pertama pasca kelahiran, makanan terbaik untuk bayi adalah Air Susu Ibu (ASI). Setelah 6 bulan, seorang bayi bisa diberikan makanan pendamping ASI (MP-ASI) untuk menambah nutrisi bayi. MPASI beras merah sangat disarankan karena banyak manfaat yang dikandungnya.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengenalan MPASI

  1. Pastikan bayi sudah cukup umur untuk menerima MPASI. Di umur 6 bulan biasanya bayi sudah siap untuk pemberian MPASI. Ciri-ciri yang dapat dilihat bahwa bayi siap menerima MPASI antara lain, bayi sudah bisa menahan kepalanya, sudah bisa duduk bersandar dengan baik, dan sering kali bayi terlihat “kelaparan” meskipun sudah diberikan beberapa kali ASI.
  2. Saat pertama kali memberi MPASI, lakukan sedikit demi sedikit, dan jumlahnya bisa ditambah seiring perkembangan bayi. Cukup 2-3 sendok pada saat pertamanya.
  3. Penggunaan bahan bertekstur lembut dan anti alergi, hal ini berkaitan dengan sistem pencernaan bayi yang masih lemah. Salah satu yang bisa digunakan adalah tepung beras. Selain mengandung gizi yang diperlukan, mayoritas tepung beras adalah makanan anti alergi. Bubur juga bisa menjadi makanan MPASI, selain tepung beras.
  4. Tahapan pengenalan makanan pada bayi setelah bubur dan tepung beras bisa dimulai dengan sayuran dan buah-buahan, yang tentu saja dengan cara dilembutkan terlebih dahulu.
  5. Hindari garam, gula, dan penyedap yang terlalu berlebihan. Hal ini dilakukan untuk mengenalkan rasa asli setiap bahan makanan pada bayi. Jika ingin menambah citra rasa, cukup dengan menambahkan daun salam ataupun kaldu ayam, ikan, daging yang dibuat sendiri.
  6. Jangan terlalu banyak mencampur bahan makanan. Berikan bahan makanan satu-persatu dan berikan selang waktu beberapa hari untuk mengetahui respon bayi apakah alergi terhadap suatu makanan tertentu atau tidak. Beberapa makanan yang memiliki resiko tinggi antara lain, telur, ikan, udang, kacang, dan gandum.
  7. Pengolahan MPASI harus higienis dan proses pengolahannya juga harus diperhatikan kebersihannya.

Keunggulan MPASI beras merah?

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), menyarankan MPASI yang diberikan kepada bayi tidak hanya makanan yang asal bertekstur lembut saja, namun juga mengandung karbohidrat, protein, lemak, serta vitamin dan mineral. Nutrisi-nutrisi tersebut memang dibutuhkan untuk perkembangan bayi. Salah satu MPASI kaya nutrisi yang baik untuk perkembangan bayi adalah bubur yang berasal dari beras merah.

Selain hal tersebut pemberian MPASI berguna untuk melatih kemampuan otot-otot mulut dan kemampuan motorik bayi.

Nutrisi yang terkandung dalam beras merah beraneka ragam dan sangat cocok sebagai MPASI. Satu gelas beras merah mengandung 218 kalori sedangkan beras putih memiliki 242 kalori. Beras merah memiliki 4,5 gram protein, sedangkan beras putih memiliki 4,4 gram protein. Beras merah memiliki 1,8 gram lemak, sedangkan beras putih hanya 0,4 gram. Selanjutnya, beras merah memiliki 3,5 gram serat dan 45,8 gram karbohidrat. Sedangkan beras putih hanya memiliki 0,6 gram serat dan 53,2 gram karbohidrat. Nilai gizi lain dalam beras merah antara lain zat besi, vitamin B kompleks, vitamin A, omega 3, omega 6, dan fosfor.

Oleh karenanya MPASI beras merah sangat disarankan untuk dikonsumsi. Kandungan beras merah yang kaya nutrisi mencegah alergi yang biasa terjadi pada bayi. Serat yang banyak terkandung dalam beras merah juga bisa membantu bayi terhindar dari sembelit.

Cara memasak MPASI beras merah

Untuk memberikan beras merah kepada bayi terdapat 2 cari. Pertama, beras merah bisa dihaluskan agar menjadi tepung terlebih dahulu. Dari tepung tersebut selanjutnya bisa diolah menjadi MPASI berupa bubur untuk bayi. Cara yang kedua adalah dengan memasak secara langsung seperti memasak bubur nasi putih pada umumnya.

Cara membuat bubur dengan beras merah yang sudah diubah menjadi tepung cenderung lebih mudah. Yaitu dengan mencampurkan tepung beras merah dengan air, aduk hingga rata. Memasaknya cukup dengan api kecil hingga matang. Untuk makanan pertama bayi, lebih baik tidak terlalu banyak untuk mencampurkan bahan-bahan lain. Bisa ditambahkan susu formula sebagai pengganti airnya

Cara yang kedua, beras merah bisa dijadikan bubur. Cuci beras merah hingga bersih, lalu rebus dengan perbandingan air 1:6. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan tekstur bubur beras merah yang empuk mengingat beras merah cenderung lebih padat daripada beras putih pada umumnya. Cobalah mengkombinasikan beras merah tersebut dengan susu formula atau ASI sampai menjadi bubur. Jika bayi anda sudah siap umur, bubur beras ini dapat dicampur dengan bahan-bahan lain seperti sayur, ikan, ataupun daging.

Pemberian MPASI dan ASI perlu di selang-seling sesuai perkembangan bayi. Semakin tinggi perkembangannya, ibu-ibu bisa membuat kreasi sendiri. Kreasi yang bervariasi tentu akan menambah gizi dan nutrisi si kecil.

Sayuran dan buah untuk ibu hamil

Sayuran dan buah untuk ibu hamil

Mencukupi kebutuhan nutrisi sangatlah penting bagi ibu hamil. Kebutuhan nutrisi dapat dipenuhi dengan mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan. Namun ada beberapa jenis sayuran dan buah untuk ibu hamil yang direkomendasikan agar lebih sering dikonsumsi karena mengandung nutrisi yang dibutuhkan.

Sayuran dan buah-buahan sangat beraneka ragam, dan mempunyai kandungan nutrisi yang berbeda-beda. Hal ini bisa dijadikan sebagai dasar penyusunan menu untuk ibu hamil lebih sehat, bervariasi serta tidak bosan.

Selain kaya serat yang penting untuk saluran pencernaan, vitamin A, C, D, K, asam folat, kalsium, zat besi dan magnesium menegaskan pentingnya sayuran dan buah untuk ibu hamil.

Ada beberapa sayuran dan buah untuk ibu hamil yang wajib dikonsumsi, antara lain:

Sayuran dan buah untuk ibu hamil
berbagai sayuran dan buah untuk ibu hamil
  1. Brokoli

    Brokoli banyak mengandung vitamin A, C, K, B6 dan serat. Vitamin C dalam brokoli akan berperan sebagai antioksidan yang berfungsi untuk melindungi tubuh dari radikal bebas. Vitamin A dan serat dapat menjaga kesehatan pencernaan, kulit, mata, dan tulang ibu hamil. Vitamin K berperan penting dalam proses pembekuan darah dan memberi asupan mineral untuk tulang.Dengan kandungan nutrisi sebanyak itu, brokoli menjadi salah satu jenis sayuran dan buah untuk ibu hamil yang wajib dikonsumsi. Brokoli dapat diolah dengan cara ditumis atau direbus.

  2. Bayam

    Nutrisi yang terkandung dalam sayur bayam antara lain asam folat dan zat besi. Zat besi digunakan untuk membentuk hemoglobin, protein dalam sel darah yang nantinya berfungsi sebagai distributor oksigen ke organ-organ jaringan. Pada ibu hamil, kebutuhan hemoglobin akan meningkat drastis seiring meningkatnya volume darah dan perkembangan janin. Karena hal tersebut bayam bisa mencegah anemia pada ibu hamil.
    Kandungan lain dalam bayam adalah vitamin A, C, B1, B2, B3, fosfor, kalium dan magnesium, yang sangat baik untuk kesehatan ibu hamil. Mengingat banyaknya manfaat yang terkandung, maka sangat dianjurkan bagi ibu hamil untuk sering-sering mengkonsumsinya. Namun perlu berhati-hati bagi ibu hamil yang memiliki masalah asam urat, karena bayam tinggi kandungan purin yang memicu naiknya asam urat.

  3. Buncis

    Buncis mengandung asam folat yang bermanfaat untuk meningkatkan tumbuh kembang janin, agar lahir dengan sempurna tanpa adanya cacat. Buncis juga mengandung vitamin K, protein dan serat yang cukup tinggi yang baik untuk sistem pencernaan dan perkembangan janin.
    Vitamin A dan vitamin C juga terdapat pada buncis, yang berfungsi sebagai antioksidan dalam melindungi pembentukan DNA.

  4. Tomat

    Sayuran dan buah untuk ibu hamil selanjutnya adalah tomat. Buah tomat yang tergolong sebagai sayuran ini terkenal kaya akan vitamin C dan zat besi tinggi yang dapat membentuk plasenta dan mencegah kerusakan sel darah merah. Vitamin C juga berfungsi dalam penyerapan zat besi, yang bisa mencegah anemia bagi ibu hamil.
    Kandungan likopen, bioflafanoid serta garam dalam tomat, mampu meningkatkan tekanan darah dan membantu bagi penderita tekanan darah rendah. Dan yang utama manfaat bagi ibu hamil adalah kandungan likopen yang mampu membantu perkembangan sel janin, karena likopen berperan meningkatkan komunikasi antar sel.

  5. Kangkung

    Kangkung merupakan salah satu sayur yang kaya akan serat. Serat sangat bagus untuk pencernaan usus halus, mencegah sembelit, menjaga pencernaan lancar sehingga membuat perut merasa lega. Kangkung juga mengandung banyak asam folat. Asam folat merupakan nutrisi yang sangat dibutuhkan janin untuk membantu proses tumbuh kembannya saat ia berada di dalam kandungan.

  6. Wortel

    Warna oranye terang pada wortel menandakan mengandung banyak betakaroten yang baik untuk perkembangan sel dan saraf pada janin. Selain masyhur sebagai sumber vitamin A yang baik untuk kesehatan mata, wortel juga mengandung vitamin-vitamin lain seperti vitamin B, C, D dan E, serta mengandung kalsium dan kalium.
    Kombinasi berbagai macam vitamin tersebut membuat wortel mampu memenuhi kebutuhan ibu hamil dan janin. Mulai dari asupan untuk penglihatan yang sehat, penguatan tulang dan gigi, serta membantu ibu dalam memproduksi ASI.

  7. Kacang-kacangan

    Kacang-kacangan seperti kacang hijau, kacang merah, kacang tanah, dan kacang kedelai baik dikonsumsi oleh ibu hamil terutama pada trimester pertama masa kehamilan. Kandungan asam folat dan asam lemak esensial seperti omega-3 dan omega-6 yang terkandung dalam kacang-kacangan, bagus dalam perkembangan otak dan saraf janin, hal ini akan meningkatkan kecerdasan janin.
    Kacang-kacangan juga terkandung protein nabati yang bisa dijadikan sumber energi bagi ibu hamil sehingga tidak cepat lelah.

  8. Pepaya

    Kandungan vitamin A dan vitamin C dalam buah pepaya memiliki kemampuan luar biasa dalam sistem imun tubuh. Nutrisi tersebut berperan sebagai antioksidan yang mampu menangkal radikal bebas sehingga membuat ibu hamil tidak mudah terserang penyakit.
    Selain itu, nutrisi lain yang terkandung dalam buah pepaya adalah asam folat, serat dan protein yang membantu tumbuh kembang janin, memperlancar pencernaan, menjaga tekanan darah, dan mencegah dehidrasi. Konsumsi pepaya secara teratur selama hamil tentu saja akan memberikan dampak untuk kesehatan kehamilan.

  9. Pisang

    Pisang mempunyai berbagai nutrisi yang dibutuhkan oleh ibu hamil, meliputi karbohidrat, serat, air, protein, serta vitamin dan mineral, seperti vitamin B, vitamin C, kalium, magnesium, mangan, dan folat. Beberapa manfaat nutrisi-nutrisi antara lain mengatasi sembelit, meringankan gejala mual menangkal radikal bebas, serta menurunkan resiko bayi lahir cacat.
    Selain mudah didapat, kandungan nutrisi pada buah pisang menjadikan salah satu asupan yang baik dikonsumsi ibu hamil.

  10. Jeruk

    Jeruk merupakan salah satu buah yang mengandung banyak banyak vitamin C. buah jeruk dapat dikonsumsi secara langsung maupun diolah terlebih dahulu. Rasanya yang manis-asam banyak disukai ibu hamil karena menyegarkan.
    Selain menyegarkan manfaat lain dari buah jeruk bagi ibu hamil adalah mengatasi rasa mual yang dirasakan ketika pagi hari diawal masa kehamilan. Vitamin C juga dapat menaikkan sistem kekebalan tubuh, menjadikan ibu hamil tetap sehat beraktifitas.

  11. Mangga

    Berbagai jenis mangga dapat ditemui di Indonesia, karena buah ini memang disukai banyak orang. Selain rasanya yang manis, asam, namun tetap menyegarkan. Buah mangga bagi ibu hamil dapat dikonsumsi secara langsung, dengan mengupas kulitnya terlebih dahulu, ataupun disajikan sebagai jus. Vitamin yang terkandung dalam buah mangga antara lain vitamin A, C, dan B6 yang baik untuk tumbuh kembang janin, dan kesehatan ibu hamil.

Beragam makanan yang wajib dikonsumsi ibu hamil. Sayuran dan buah untuk ibu hamil sangatlah penting karena mengandung banyak nutrisi dan vitamin. Oleh karenanya dianjurkan dikonsumsi setiap hari untuk mendapatkan manfaatnya. Ibu hamil dianjurkan memvariasi dan mengkombinasikan sayur dan buah agar mendapat manfaat yang maksimal.

Manfaat Beras Merah untuk Ibu Hamil

Manfaat Beras Merah untuk Ibu Hamil

Selain beras putih, beras merah merupakan varian makanan sumber karbohidrat kaya nutrisi yang dibutuhkan ibu hamil. Banyak manfaat beras merah untuk ibu hamil, karena berbagai kandungan gizi didalamnya.

Meskipun sama-sama beras, beras merah memiliki genetik yang berbeda dengan beras putih. Dalam prosesnya, beras merah biasanya hanya ditumbuk untuk menghilangkan sekamnya, tanpa menggunakan mesin.

Hal ini dilakukan untuk mengurangi hilangnya nutrisi yang ada pada beras merah.
Warna merah pada beras merah merupakan zat warna alami antosianin yang bersifat antioksidan, anti kanker, dan anti hipertensi. Selain keunggulan tersebut, beras merah mengandung banyak nutrisi yang diperlukan oleh ibu hamil.

Nutrisi, keunggulan dan manfaat beras merah untuk ibu hamil

Beras merah mengandung serat 14% lebih banyak daripada beras putih yang berguna dalam proses pencernaan. Selain itu dibanding beras putih, kandungan protein dalam beras merah 2-5% lebih tinggi. Nilai gizi lain dalam beras merah antara lain zat besi, vitamin B kompleks, vitamin A, omega 3, omega 6, dan fosfor yang penting untuk ibu dalam masa kehamilan. Lalu apa saja manfaat lain beras merah untuk ibu hamil, simak penjelasan berikut.

Sumber energi

Manfaat beras merah untuk ibu hamil yang pertama adalah sebagai sumber energi. Energi yang cukup pada ibu hamil akan memberikan efek tidak cepat lelah meskipun aktif beraktifitas.

Beras merah mengandung lebih banyak karbohidrat namun dengan nilai indeks glikemik yang lebih rendah dibanding beras putih. Ini dapat diartikan bahwa mengkonsumsi beras merah dapat memberikan rasa kenyang lebih lama, sehingga memberikan energi yang cukup untuk ibu hamil.

Indeks glikemik (Ig) adalah kemampuan makanan untuk meningkatkan kadar gula dalam darah. Semakin rendah nilai indeks glikemik pada suatu makanan menandakan bahwa makanan tersebut lebih sehat dan aman, terutama pada penderita diabetes.

Menjaga kadar gula pada darah

Salah satu manfaat beras merah untuk ibu hamil adalah menjaga kadar gula darah. Menjaga kadar gula pada ibu hamil berkaitan dengan menjaga kesehatan janin dan ibu hamil itu sendiri.

Indeks glikemik pada beras merah lebih rendah dibanding beras putih, yaitu 55 berbanding dengan 86. Hal ini dikarenakan oleh kandungan serat yang lebih banyak terkandung dalan beras merah. Kadar gula yang terlalu tinggi pada ibu hamil akan menimbulkan masalah dalam kehamilan. Seperti, resiko lahir prematur, resiko robekan vagina lebih besar, infeksi selama kehamilan dan pasca kelahiran.

Kesehatan pencernaan

Manfaat beras merah untuk ibu hamil yang selanjutnya adalah membantu sistem pencernaan. Dalam kondisi hamil, rahim pada ibu hamil akan membesar dan terjadi penekanan pada usus yang mengakibatkan sisa-sisa pencernaan di usus dan dapat menimbulkan susah BAB atau bahkan sembelit. Dengan mengkonsumsi makanan kaya serat seperti yang terdapat pada beras merah, ibu hamil akan terhindar dari masalah pencernaan.

Membantu pembentukansel darah merah

Zat besi yang terkandung dalam beras merah digunakan untuk membentuk hemoglobin, yaitu protein dalam sel darah yang nantinya berfungsi sebagai distributor oksigen ke organ-organ jaringan. Pada ibu hamil, kebutuhan hemoglobin akan meningkat drastis seiring meningkatnya volume darah dan perkembangan janin.

Memperbanyak mengkonsumsi zat besi otomatis dapat membantu membentuk hemoglobin dan regenerasi sel pada ibu hamil dan janin.

Mengembangkan otak dan saraf janin

Terdapat banyak vitamin dan mineral yang terkandung dalam beras merah. Diantaranya mengandung vitamin B, magnesium dan fosfor. Nutrisi-nutrisi ini selain bagus untuk ibu hamil, juga berpengaruh pada perkembangan otak dan saraf janin. Pastikan untuk mencukupi semua nutrisi yang diperlukan agar ibu hamil dan janin tetap sehat.

Mengurangi kolesterol jahat

Dalam beras merah, terdapat kandungan bernama asam lemak-linolenat, asam lemak ini merupakan asam lemak tak jenuh yang sangat berguna dalam membantu mengurangi kadar kolesterol dalam darah terutama saat masa kehamilan. Kolesterol yang terkontrol tentu akan berpengaruh pada kesehatan ibu hamil dan janin. Karena kolesterol yang terlalu tinggi dapat memicu penyakit lain seperti.

Antioksidan alami

Menjadi sumber antioksidan bagi tubuh merupakan salah satu manfaat beras merah untuk ibu hamil. Zat antosianin, zat besi, dan mangan yang terkandung dalam beras merah merupakan antioksidan alami yang berguna mencegah kerusakan sel-sel tubuh dari radikal bebas.

Kekebalan tubuh.

Antioksidan dalam beras merah juga dapat meningkatkan sistem imunitas tubuh saat masa kehamilan. Tidak dapat dipungkiri ibu hamil akan lebih rentan terkena penyakit karena kondisi tubuhnya yang tidak stabil. Mengkonsumsi beras merah menjadikan metabolisme yang cukup dalam menjaga ketahanan tubuh dan janin ibu hamil. Nantinya setelah masa kelahiran, bayi akan jauh dari penyakit atau virus.

Mengkonsumsi berbagai makanan untuk mencukupi kebutuhan gizi pada masa kehamilan adalah hal penting yang harus dilakukan ibu hamil. Salah satu makanan yang mengandung banyak nilai gizi adalah beras merah. Manfaat beras merah untuk ibu hamil sangatlah beragam. Oleh karena itu disarankan bagi ibu hamil untuk mengkonsumsi beras merah secara rutin. Selain baik untuk kesehatan ibu hamil, khasiat beras merah juga akan berdampak pada janin.

Ketahui Nutrisi Yang dibutuhkan Ibu Hamil

Ketahui Nutrisi Yang dibutuhkan Ibu Hamil

Asupan nutrisi merupakan hal penting bagi Ibu hamil. Selain penentu kesehatan ibu, tercukupinya nutrisi tentu akan berpengaruh pada perkembangan janin agar lahir dengan sehat. Kurangnya asupan nutrisi bisa berisiko pada ibu hamil dan janin. Jadi sangat penting untuk mengetahui nutrisi yang dibutuhkan ibu hamil

Saat Anda hamil, Anda harus mulai memperhatikan sumber makanan yang Anda makan. Hal ini dikarenakan setiap makanan yang dikonsumsi ibu hamil akan diserap oleh janin sebagai nutrisi untuk tumbuh kembangnya. Semakin baik makanan yang Anda konsumsi semakin baik juga nutrisi yang diserap oleh janin.

Apa sajakah nutrisi yang dibutuhkan Ibu Hamil

Apa sajakah nutrisi yang dibutuhkan ibu hamil? Berikut kami tampilkan beberapa nutrisi yang harus di konsumsi ibu hamil agar selalu sehat dan janin berkembang sempurna.

Karbohidrat

nutrisi yanag dibutuhkan ibu hamil
karbohidrat merupakan nutrisi yang dibutuhkan ibu hamil sebagai sumber energi.

Karbohidrat dibutuhkan Ibu hamil untuk menyuplai seluruh energi tubuh. Karbohidrat akan dicerna dan diubah menjadi glukosa yang merupakan sumber energi. Energi yang cukup akan membantu metabolisme tubuh, sekaligus mencegah ibu hamil cepat kelelahan dalam beraktivitas. Pemilihan sumber karbohidrat untuk ibu hamil akan berpengaruh pada kandungan glukosa yang baik untuk proses tumbuh kembang janin di dalam kandungan.

Nutrisi yang dibutuhkan ibu hamil adalah karbohidrat kompleks yang lebih lambat dicerna tubuh, agar gula darah tidak melonjak secara drastis. Misalnya nasi merah, roti gandum, dan kentang, daripada nasi putih, dan mie.

Protein

Protein dibutuhkan ibu hamil untuk memperbaiki jaringan sel dan otot yang mengalami kerusakan. Protein ikut andil dalam penyaluran darah dalam tubuh. Asupan protein yang tercukupi akan berpengaruh pada tumbuh kembang janin terutama perkembangan otak janin.

Protein yang dibutuhkan pada masa kehamilan sangat bervariasi tergantung pada usia, berat badan, usia kehamilan dan aktivitas fisik ibu hamil. Protein dapat diperoleh dari makanan yang bersumber dari hewan, seperti daging dan susu, unggas, dan makanan laut. Sumber protein juga dapat diperoleh pada kacang-kacangan dan polong-polongan

Zat besi

Zat besi digunakan untuk membentuk hemoglobin, protein dalam sel darah yang nantinya berfungsi sebagai distributor oksigen ke organ-organ jaringan. Pada ibu hamil, kebutuhan hemoglobin akan meningkat drastis seiring meningkatnya volume darah dan perkembangan janin.

Kekurangan zat besi pada tubuh dapat mengakibatkan anemia atau kekurangan darah, yang berbahaya bagi ibu hamil. Anemia sangat berpengaruh pada fungsi kekebalan tubuh dan meningkatnya resiko infeksi, serta meningkatnya resiko pendarahan saat melahirkan.

Untuk mencegah anemia tersebut ibu hamil disarankan mengkonsumsi makanan kaya zat besi, seperti daging merah dan kacang-kacangan

Serat dan Vitamin

Salah satu kandungan nutrisi yang dibutuhkan ibu hamil adalah serat dan vitamin. Serat membantu sistem pencernakan  dan mencegah sembelit pada masa kehamilan. Kandungan serat banyak terkandung pada sayur-sayuran. Sedangkan kebutuhan vitamin bisa terpenuhi dengan mengkonsumsi buah-buahan.

Vitamin yang diperlukan ibu hamil antara lain, Vitamin A untuk kesehatan kulit dan mata, yang terdapat pada wortel dan sayuran hijau. Vitamin C untuk kesehatan gigi tulang, dan membantu penyerapan zat besi. Selain buah-buahan yang kaya akan vitamin. Ibu hamil juga harus mencukupi sereal, biji-bijan, daging dan susu untuk memenuhi kebutuhan vitamin B6 dan B12 yang membantu pembentukan darah sel darah merah.

Kalsium

Kalsium dibutuhkan untuk membangun kesehatan tulang dan gigi janin. Kalsium juga membantu tubuh mengatur cairan, membantu kerja fungsi saraf dan kontraksi otot. Kalsium juga dibutuhkan untuk memproduksi ASI serta mencegah osteoporosis pada ibu. Susu adalah sumber kalsium yang baik untuk ibu hamil. Selain itu ikan teri juga bisa dikonsumsi oleh ibu hamil sebagai sumber kalsium.

Lemak

Lemak dibutuhkan ibu hamil sebagai nutrisi yang penting untuk mendukung tumbuh kembang janin terutama perkembangan otak dan matanya. Asupan lemak yang cukup juga berfungsi sebagai kebutuhan energi ibu dan janin saat persalinan normal.

Tidak ada batasan dalam mengkonsumsi jumlah lemak pada ibu hamil. Meski begitu. Tetap saja tidak disarankan untuk mengkonsumsi lemak secara berlebihan. Pilihlah sumber makanan yang mengandung lemak sehat seperti ikan salmon, buah alpukat, biji-bijian dan kacang-kacangan.

Makanan sangat berpengaruh untuk ibu hamil dan perkembangan janin. Karena makanan adalah sumber nutrisi yang diperlukan selama proses kehamilan. Pastikan untuk mencukupi semua nutrisi yang dibutuhkan Ibu Hamil agar tubuh dan janin tetap sehat.

Wajib Tahu! Efek Samping Kurma Bagi Kesehatan

Wajib Tahu! Efek Samping Kurma Bagi Kesehatan

Ekafarm.com – Siapa yang tak tahu kurma? Camilan yang sangat populer selama bulan puasa ini menjadi teman setia sejak datang Maghrib hingga datang waktu imsak, waktu untuk berhenti makan minum di malam hari sekaligus menandai waktu memulai berpuasa.

Belum jelas benar berapa rata-rata konsumsi kurma oleh setiap keluarga di Indonesia. Namun umumnya, setiap keluarga menghabiskan 1 kilogram kurma selama bulan puasa dan Lebaran.

Di lihat dari volume impor kurma, konsumsi kurma di Indonesia meningkat pesat dalam tiga tahun terakhir. Data BPS mencatat, nilai impor kurma pada Januari-Maret 2018 mencapai USD 33,3 juta, naik 92 persen dari USD 17,3 juta di periode yang sama 2017.

Volume impor kurma Indonesia pada Januari dan Februari 2018 sebesar 10,4 juta ton. Sedangkan pada Januari dan Februai tahun lalu, impor kurma hanya sekitar 5,2 juta ton dan 6,1 juta ton pada Januari dan Februari 2016.

Read More: Manfaat kurma bagi kesehatan

Adakah efek samping kurma bagi kesehatan?

Meskipun begitu, mengkonsumsi kurma tetap tidak boleh berlebihan. Terutama bagi Anda yang telah memiliki penyakit sebelumnya seperti penyakit gula. Sebab kurma memiliki kadar gula yang cukup tinggi.

Atau jika Anda sedang diet, mengkonsumsi kurma akan cepat menaikkan berat badan. Sebab kurma memiliki kandungan kalori yang cukup tinggi.

Berikut efek samping kurma bagi kesehatan yang perlu Anda ketahui:

– Kenaikan berat badan

Kurma dengan ukuran kecil setidaknya memiliki 111 kalori. Jika dikonsumsi secara berlebihan, akan terjadi penumpukan kalori yang pada akhirnya berujung pada kenaikan berat badan.

– Penyakit jantung dan diabetes

Kamu yang memiliki penyakit jantung dan diabetes sebaiknya tidak mengkonsumsi kurma secara berlebihan. Sebab tingginya kadar gula dalam kurma berpotensi menimbulkan diabetes tipe-2, penyakit jantung.

– Sulit mencerna gula jadi diare dan sakit perut

Beberapa orang yang kesulitan mencerna gula, mengkonsumsi kurma bisa memiliki efek samping yang buruk bagi kesehatan. Salah satunya, dia bisa diare dan sakit perut akibat tidak bisa mencerma gula yang cukup tinggi pada kurma.

Jadi, jangan lupa untuk mengkonsumsi kurma dalam porsi yang wajar agar Anda tetap sehat dan bugar.

Kami menyediakan berbagai merek kurma impor dengan brand ternama yang sudah menjadi favorit di Indonesia.
HARGA MURAH-BERKUALITAS

Silahkan hubungi pusatkurma.id