Beras Organik untuk Diet dan Keseimbangan Nutrisi

Beras Organik untuk Diet dan Keseimbangan Nutrisi

Beras merupakan salah satu makanan pokok yang dikonsumsi oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Beras organik adalah beras yang ditanam tanpa menggunakan pestisida, herbisida, dan pupuk kimia. Beras organik memiliki kandungan gizi yang lebih tinggi dibandingkan dengan beras non-organik.

Kandungan Gizi Beras Organik untuk Diet

Beras organik memiliki kandungan karbohidrat, protein, serat, mineral, dan vitamin yang lebih tinggi dibandingkan dengan beras non-organik. Kandungan karbohidrat dalam beras organik lebih rendah, sehingga dapat membantu menurunkan berat badan. Kandungan protein dalam beras organik lebih tinggi, sehingga dapat membantu menjaga massa otot. Kandungan serat dalam beras organik lebih tinggi, sehingga dapat membantu melancarkan pencernaan. Kandungan mineral dan vitamin dalam beras organik juga lebih tinggi, sehingga dapat membantu menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Manfaat Beras Organik untuk Diet

Beras organik memiliki beberapa manfaat untuk diet, antara lain:

  • Membantu menurunkan berat badan
    Kandungan karbohidrat yang lebih rendah dalam beras organik dapat membantu menurunkan kalori yang dikonsumsi. Karbohidrat jenis ini dapat membantu menurunkan berat badan.
  • Menjaga kesehatan pencernaan
    Kandungan serat yang tinggi dalam beras organik dapat membantu melancarkan pencernaan. Hal ini dapat mencegah sembelit dan gangguan pencernaan lainnya.
  • Mengurangi risiko penyakit kronis
    Kandungan antioksidan yang tinggi dalam beras organik dapat membantu mengurangi risiko penyakit kronis, seperti penyakit jantung, stroke, dan kanker.

Baca Juga : Mengatur Pagi Anda dengan Sarapan Pengganti Diet yang Menyehatkan

Jenis-jenis Beras Organik untuk Diet

Ada beberapa jenis beras organik yang cocok untuk diet, antara lain:

  • Beras merah
    Beras merah adalah jenis beras organik yang paling banyak dikenal masyarakat. Beras merah memiliki kandungan serat yang tinggi, sehingga dapat membantu melancarkan pencernaan. Beras merah juga memiliki kandungan antioksidan yang tinggi, sehingga dapat membantu mengurangi risiko penyakit kronis.
  • Beras hitam
    Beras hitam adalah jenis beras organik yang memiliki kandungan antosianin yang tinggi. Antosianin adalah antioksidan yang dapat membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan. Beras hitam juga memiliki kandungan serat yang tinggi, sehingga dapat membantu melancarkan pencernaan.
  • Beras basmati
    Beras basmati adalah jenis beras organik yang memiliki rasa yang gurih dan wangi. Beras basmati memiliki kandungan karbohidrat yang lebih rendah dibandingkan dengan beras putih, sehingga dapat membantu menurunkan berat badan.
  • Beras jasmine
    Beras jasmine adalah jenis beras organik yang memiliki rasa yang manis dan pulen. Beras jasmine memiliki kandungan serat yang tinggi, sehingga dapat membantu melancarkan pencernaan.

Baca Juga : Anda Harus Tahu! Ketoasidosis: Pengertian dan Penyebabnya

Tips Mengkonsumsi Beras Organik untuk Diet

Berikut adalah beberapa tips mengkonsumsi beras organik untuk diet:

  1. Pilih beras organik yang berkualitas
    Pastikan beras organik yang Anda beli memiliki sertifikat organik dari lembaga yang terpercaya.
  2. Masak beras organik sesuai dengan petunjuk
    Masak beras organik sesuai dengan petunjuk yang tertera pada kemasan. Jangan terlalu lama memasak beras organik, karena dapat mengurangi kandungan nutrisinya.
  3. Kombinasikan beras organik dengan makanan sehat lainnya
    Kombinasikan beras organik dengan makanan sehat lainnya, seperti sayuran, buah-buahan, dan protein tanpa lemak. Hal ini akan membantu Anda mendapatkan nutrisi yang lengkap dan seimbang.

Kesimpulan

Beras organik adalah pilihan yang tepat untuk diet. Beras organik memiliki kandungan gizi yang lebih tinggi dibandingkan dengan beras non-organik, serta memiliki beberapa manfaat untuk diet, seperti membantu menurunkan berat badan, menjaga kesehatan pencernaan, dan mengurangi risiko penyakit kronis. Bagaimana dengan membaca manfaat yang sudah dipaparkan? Semoga menambah pengetahuan anda. Eka Farm menyediakan beras organik untuk kelangsungan diet anda. Langsung saja hubungi costumer service kami di nomor WA : 0811-2650-296

Memahami Peran Beras Glikemik Rendah dalam Diet Sehat

Memahami Peran Beras Glikemik Rendah dalam Diet Sehat

Beras glikemik rendah– Makanan dengan Indesk Glikemik rendah memiliki peran penting dalam menjaga pola makan sehat. GI adalah ukuran yang mengindikasikan seberapa cepat makanan meningkatkan kadar gula dalam darah setelah dikonsumsi. Makanan dengan GI rendah memiliki kemampuan untuk meningkatkan kadar gula darah secara perlahan dan stabil. Ini membantu menghindari lonjakan gula darah yang tiba-tiba, yang dapat mengarah pada kelelahan, rasa lapar berlebihan, dan nafsu makan yang tidak terkendali. Dengan menjaga kadar gula darah tetap stabil, seseorang dapat merasa lebih energik dan terhindar dari fluktuasi berat badan yang tidak sehat.

Makanan dengan GI rendah cenderung memberikan rasa kenyang yang lebih lama. Ini membantu mengurangi keinginan untuk makan camilan berlebihan antara waktu makan dan membantu dalam pengendalian berat badan. Ketika makanan menghasilkan peningkatan gula darah yang lambat, tubuh memiliki lebih banyak waktu untuk membakar energi sebelum rasa lapar muncul kembali. Makanan dengan GI rendah dapat membantu mengurangi risiko perkembangan diabetes tipe 2. Konsumsi makanan yang tinggi GI secara berlebihan dapat memicu resistensi insulin, sementara makanan dengan GI rendah membantu menjaga sensitivitas insulin. Dengan demikian, diet rendah GI menjadi penting dalam mengelola dan mencegah diabetes.

Makanan dengan GI rendah juga dapat berkontribusi pada kesehatan jantung. Diet rendah GI sering mengandung lebih banyak serat, vitamin, mineral, dan antioksidan, yang semuanya baik untuk kesehatan kardiovaskular. Selain itu, diet rendah GI cenderung mengurangi kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat), yang merupakan faktor risiko utama penyakit jantung. Makanan dengan GI rendah seringkali kaya serat dan nutrisi esensial seperti vitamin, mineral, dan antioksidan. Serat membantu menjaga pencernaan yang sehat, merasa kenyang lebih lama, dan mengendalikan kadar gula darah. Ini membuat makanan dengan GI rendah menjadi pilihan yang sangat baik dalam mendorong asupan nutrisi sehari-hari.

Baca Juga : Manfaat Mengonsumsi Sereal Rendah Gula untuk Kesehatan Anda

Perbedaan Antara Beras Glikemik Rendah dan Beras Glikemik Tinggi

Perbedaan antara beras glikemik rendah dan beras glikemik tinggi terletak pada seberapa cepat makanan tersebut mempengaruhi kenaikan kadar gula dalam darah setelah dikonsumsi. Glikemik Indeks (GI) digunakan untuk mengklasifikasikan makanan berdasarkan dampak gula darah yang anda hasilkan.

  • Nilai Indeks Glikemik:
  • Beras Glikemik Rendah: Beras dengan GI rendah memiliki nilai GI di bawah 55. Ini berarti anda menyebabkan peningkatan gula darah yang relatif lambat setelah dikonsumsi.
    Beras Glikemik Tinggi: Beras dengan GI tinggi memiliki nilai GI di atas 70. Makanan ini cenderung menyebabkan kenaikan gula darah yang cepat dan signifikan.
  • Kandungan Karbohidrat:
  • Beras Glikemik Rendah: Biasanya beras dengan GI rendah memiliki kandungan karbohidrat kompleks yang lebih tinggi, seperti amilosa dan amilopektin, yang dicerna secara lebih lambat.
    Beras Glikemik Tinggi: Beras dengan GI tinggi seringkali memiliki kandungan karbohidrat yang lebih sederhana, yang dicerna dengan cepat dan dapat mengakibatkan lonjakan gula darah.
  • Pengaruh pada Kadar Gula Darah:
  • Beras Glikemik Rendah: Konsumsi beras glikemik rendah cenderung menghasilkan peningkatan gula darah yang lebih stabil dan terkontrol. Ini membantu menghindari fluktuasi tajam dalam energi dan nafsu makan.
    Beras Glikemik Tinggi: Konsumsi beras glikemik tinggi dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang cepat, diikuti oleh penurunan tajam, yang dapat menyebabkan perasaan lelah dan nafsu makan yang tidak terkendali.

Pemilihan antara beras glikemik rendah dan beras glikemik tinggi tergantung pada kebutuhan individu dan tujuan diet anda. Bagi anda yang ingin menjaga kadar gula darah stabil, mengelola berat badan, dan mendukung kesehatan jantung cenderung memilih beras glikemik rendah sebagai pilihan yang lebih baik dalam diet anda.

Baca Juga : Makanan, Karbohidrat, dan Gula Darah: Peran Indeks Glikemik Nasi Putih

Lengkapi Diet Anda dengan Beras Glikemik Rendah

Salah satu cara paling langsung untuk mengintegrasikan beras glikemik rendah dalam diet sehari-hari adalah dengan menggantikan beras biasa (beras putih) dengan beras glikemik rendah, seperti beras merah, beras cokelat, atau beras hitam. Beras jenis ini memiliki GI yang lebih rendah dan memberikan manfaat kesehatan yang lebih baik. Untuk menjadikan hidangan Anda lebih seimbang, kombinasikan beras glikemik rendah dengan sayuran berwarna-warni dan sumber protein sehat, seperti ikan, ayam tanpa kulit, atau kacang-kacangan. Ini akan memberikan variasi nutrisi dan membuat hidangan lebih memuaskan.

Saat memilih makanan pokok seperti menu makanan, pilih yang terbuat dari beras glikemik rendah atau bahan lain yang memiliki GI rendah. Hal ini akan membantu menjaga tingkat energi yang stabil dan mengurangi risiko lonjakan gula darah. Selain melengkali diet anda dengan beras glikemik rendah, penting juga untuk berkomitmen pada kebiasaan hidup sehat, termasuk olahraga teratur. Kombinasi antara diet yang seimbang dan aktivitas fisik akan memberikan manfaat kesehatan yang lebih besar.

Mulai sekarang gantilah beras anda dengan produk beras glikemik rendah beras Amandia dari Eka Farm. Beras Amandia adalah beras yang dirancang memiliki indeks glikemik yang rendah aman untuk anda penderita diabetes atau yang sedang menjalani diet rendah gula. Klik tautan ini atau langung hubungi WA kami di nomor 0811-2650-296

Jangan lewatkan artikel menarik lainnya tentang Pentingnya untuk Meningkatkan Pemahaman Tentang Diabetes

Beras Putih Organik Untuk Penderita Diabetes

Beras Putih Organik Untuk Penderita Diabetes

Beras putih organik untuk diabetes – Selain beras merah dan beras hitam yang dipercaya mampu memberikan khasiat untuk penderita diabetes. Saat ini telah muncul beras putih organik untuk penderita diabetes. Beras ini tentu sangat cocok bagi seseorang yang ingin mengurangi kadar gula darah namun tidak suka mengkonsumsi beras merah atau beras hitam.

Tapi ingat jangan samakan beras putih organik dengan beras putih biasa. Beras putih organik memiliki nutrisi bermanfaat untuk mengontrol gula dalam darah. Kok bisa? Ada beberapa faktor yang menyebabkan kandungan nutrisi dalam beras putih organik dengan beras putih berbeda.

Dan jawabanya bisa kamu temukan setelah membaca artikel ini sampai selesai. Pada artikel ini kamu akan mengetahui apa itu beras putih organik, perbedaan, manfaat, kandungan beras putih organik dan harganya

.

Apa itu beras putih organik?

Beras putih organik adalah jenis beras yang dihasilkan melalui proses alami tanpa menggunakan pupuk dan pestisida berbahan kimia. Sedangkan proses untuk beras putih biasanya menggunakan pupuk dan pestisida berbahan kimia.

Inilah mengapa beras putih organik cocok untuk penderita diabetes, karena dari prosesnya saja sudah berbeda. Sehingga kandungan nutrisi yang dihasilkan beras tersebut juga berbeda dengan beras biasa. Lalu apa saja perbedaan beras putih organik dengan beras biasa? Berikut penjelasanya.

Baca Juga : 5 Manfaat Beras Hitam Organik

 

Perbedaan Beras Putih Organik Untuk Diabetes Dengan Beras Biasa?

Bila dilihat dari pengertian beras putih organik, maka perbedaan yang pertama adalah soal pupuk yang digunakan. Jika beras putih organik dalam proses pertumbuhan menggunakan pupuk dan pestisida alami maka beras biasa menggunakan pupuk pestisida berbahan kimia.

Perbedaan yang kedau soal nutrisi yang ada di dalam beras. Berdasarkan penelitian, kandungan nutrisi pada padi yang tumbuh alami tanpa menggunakan pupuk berbahan kimia, memiliki kandungan nutrisi yang lebih baik untuk kesehatan tubuh. 

Sedangkan untuk padi yang menggunakan pupuk kimia kandungan nutrisi yang ada di dalam beras mengalami beberapa kekurangan. Dan kekurangan ini tidak baik dikonsumsi untuk penderita diabetes.

Lalu perbedaan yang ketiga lama proses pertumbuhan. Lama proses pertumbuhan untuk menghasilkan beras organik umumnya lebih lama daripada beras biasa. Hal ini dikarenakan penggunaan pupuk alami dan pestisida alami yang digunakan. Sehingga padi dapat tumbuh secara alami.

Perbedaan yang keempat soal tenaga perawatan padi. petani padi akan memerlukan tenaga ekstra untuk merawat padi sehingga bisa menghasilkan beras putih organik. Tenaga tersebut seperti pemberian pupuk alami yang lebih banyak daripada biasanya.   

 

Manfaat Beras Putih Organik untuk Diabetes

1. Mampu mengatasi gangguan pencernaan

manfaat beras putih organik yang pertama adalah mengatasi gangguan pencernaan.  Dengan mengkonsumsi beras putih organik tubuh mampu meningkatkan pembakaran kalori dan meningkatkan metabolisme. Sehingga sangat cocok untuk seseorang yang menjalankan program diet.

2. Dapat Kontrol diabetes

Dengan mengkonsumsi beras putih organik, lonjakan insulin pada tubuh akan berkurang. Hal ini dikarenakan kandungan glikemik pada beras putih organik yang rendah.

3. Mendapatkan kolesterol sehat

Manfaat yang ketiga adalah tubuh akan mendapatkan kolesterol sehat. Secangkir beras putih organik terdapat 80% kandungan makan harian yang diperlukan oleh tubuh. Sehingga tubuh akan menghasilkan asam lemak sehat sehingga menghasilkan kolesterol sehat pula.

4. Membantu menurunkan berat badan

Seperti beras merah dan beras hitam. Ternyata beras putih organik juga mampu membantu seseorang yang sedang menjalankan program diet. Beras putih organik memiliki kandungan serat, protein, magnesium, kalsium dan potasium inilah yang akan membantu proses penurunan berat badan.

Dengan adanya beberapa kandungan dalam beras putih organik tersebut akan membentuk tubuh untuk meningkatkan metabolisme dan membuang lemak jahat secara menyeluruh.

Baca Juga : Beras Amandia Yang Rendah Indeks Glikemik

 

Apakah Beras Putih Organik untuk Diabetes lebih Sehat?

Apabila dilihat dari proses menanam padi sampai memanen padi, beras putih organik jelas memiliki kandungan nutrisi lebih banyak daripada beras putih biasa. Karena perbedaan proses inilah beras putih organik menjadi lebih sehat daripada beras biasa. Sehingga cocok untuk dikonsumsi semua kalangan baik anak – anak, dewasa dan orang tua.

Tapi, ini bukan berarti beras putih biasa tidak sehat untuk dimakan. Pemilihan beras untuk dikonsumsi setiap hari, tergantung kepada kebutuhan nutrisi tubuh masing-masing. Seperti pada orang yang menderita penyakit diabetes. Pasti orang tersebut lebih memilih untuk mengkonsumsi beras putih organik atau beras merah organik untuk membantu menurunkan kadar gula darah. Inilah mengapa ada beberapa orang yang mengatakan bahwa beras organik lebih sehat untuk dikonsumsi daripada beras biasa.

Ada juga beberapa orang yang lebih memilih beras putih organik dengan alasan, saat ini para pedagang sudah mulai curang saat menjual beras putih. Kecurangan tersebut seperti memberikan pemutih atau pewarna pada beras agar terlihat bersih dan sehat. Bahkan pernah ada juga kasus tentang penjual yang menjual beras plastik. Dan mungkin masih banyak lagi kecurang-kecurangan oleh para penjual demi mendapatkan konsumen dan meraup keuntungan lebih banyak.

Dari kasus-kasus inilah masyarakat mulai takut dan lebih berhati-hati dalam membeli beras putih di toko dan p

asar terdekat. Hingga ada sebagian yang beralih untuk mencoba beras organik yang jelas memiliki mutu dan kualitas yang lebih baik.

 

Alasan Beras Putih Organik Untuk Diabetes Lebih Mahal

Untuk orang yang baru mengenal beras organik pasti pernah berfikir “apa penyebab beras putih organik lebih mahal daripada beras putih biasa? Padahal kalau dilihat sepintas beras memiliki bentuk sama, cuma berbeda jenis packingnya yang rapi? Apakah karena bungkus beras, beras organik menjadi mahal?” Dan mungkin masih ada beberapa tanggapan para konsumen yang baru mengenal beras organik.

Beras organik memang selalu dibungkus dengan baik dan menarik. Hal ini tentu bertujuan untuk membuat beras tetap steril dan layak untuk pasarkan. Packaging beras bukan menjadi salah satu faktor beras organik menjadi mahal. Salah satu faktor yang menyebabkan beras organik lebih mahal daripada beras biasa yaitu prosesnya.

Proses untuk menghasilkan beras organik petani harus memerlukan tenaga lebih dan pupuk alami lebih banyak dari yang biasanya. Pemilihan butir beras untuk mendapatkan beras yang  yang sempurna pada setiap butir beras, juga menjadi tantangan sendiri bagi petani beras organik.

Jika kalian mengamati dengan teliti perbedaan bentuk beras antara beras putih organik dengan beras putih biasa pasti hasilnya berbeda. Bentuk dan warna dari beras organik pasti lebih sempurna dan bersih. Dan dari segi aroma, beras organik memiliki aroma lebih harum.

Jadi itulah ,manfaat beras putih untuk penderita diabetes dan beberapa alasan kenapa beras organik lebih mahal daripada beras putih biasa. Semoga artikel ini dapat membantu dan memberikan wawasan bermanfaat. Pilih beras sesuai dengan kebutuhan ya, jangan lupa untuk selalu memperbaiki gizi yang diperlukan oleh tubuh. Dengan sekali membeli beras organik agar nutrisi yang diperlukan tubuh seimbang dan tubuh terasa sehat terhindar dari penyakit.

Jika anda sedang mencari BERAS ORGANIK gunakanlah BERAS ORGANIK dari EKA FARM karena beras organik eka farm dapat membantu kamu dalam menurunkan berat badan. kamu dapat membelinya melalui Whatsapp 0811-2650-296 atau kunjungi web kami di PRODUSEN BERAS ORGANIK YOGYAKARTA

CARA MEMASAK BERAS DIABETES

CARA MEMASAK BERAS DIABETES

Siapa bilang penderita diabetes tidak bisa makan nasi? Meskipun Anda penderita diabetes, kebutuhan akan makronutrien berupa karbohidrat tetap harus tercukupi. Sumber karbohidrat bisa berasal dari berbagai jenis tumbuhan mulai dari biji- bijian seperti beras, quinoa, sorghum, jelai, oat, sayur- sayuran hijau, buah- buahan, umbi- umbian, sagu, jagung, dan lain sebagainya. Umumnya, penderita diabetes yang beranggapan nasi adalah musuh gula darah memiliki asumsi bahwa semua jenis nasi memiliki karakteristik yang sama.

Beras Diabetes Eka Farm persembahan untuk para penderita diabetes

Beras masih menjadi makanan pokok beberapa negara di benua Asia, termasuk Indonesia. Ketergantungan Indonesia terhadap logistik beras, khususnya beras biasa atau beras putih bukan lagi hal baru. Reputasi beras putih yang cenderung dihindari oleh para penderita diabetes disebabkan oleh karakteristiknya yang menyebabkan fluktuasi gula darah. Mengapa demikian? Beras putih atau beras yang umumnya dikonsumsi oleh rakyat Indonesia sudah kehilangan lapisan dedak dan embrio (germ). Pengelupasan kedua lapisan tersebut menghilangkan sebagian besar gizi pada beras seperti vitamin B, mineral, dan juga serat pangan. Selain itu, angka indeks glikemik nasi putih pun tinggi, yaitu melebihi angka 60. Serat pangan yang minim dan angka indeks glikemik yang tinggi pada beras putih membuatnya berpotensi untuk membuat kadar gula darah melonjak drastis seketika setelah konsumsi.

Baca juga: NASI YANG AMAN UNTUK PENDERITA DIABETES?

Hanya karena beras putih memiliki karakteristik yang tidak begitu bersahabat dengan penderita diabetes, bukan berarti Anda tidak bisa makan nasi. Eka Farm mempersembahkan varian Beras Diabetes, salah satu beras unggulan kami untuk membantu penderita diabetes mengontrol kadar gula darah tanpa harus mengeliminasi nasi dari diet harian.

Apa itu Beras Diabetes?

Beras Diabetes Eka Farm tergolong dalam beras organik yang memiliki nilai indeks glikemik rendah. Beras Diabetes dari Eka Farm memiliki angka indeks glikemik yang lebih rendah daripada beras putih biasa, yaitu hanya sekitar 54. Indeks glikemik ini mencerminkan seberapa cepat karbohidrat diubah menjadi glukosa oleh tubuh. Semakin besar nilai indeks glikemik, maka semakin cepat pula perubahan karbohidrat menjadi glukosa. Perubahan yang semakin cepat akan menimbulkan pelonjakan kadar gula darah. Kondisi tersebut tentunya bukan menjadi hal ideal bagi penderita diabetes ataupun pre-diabetes.

Warna Beras Diabetes memang tidak putih bersih karena beras ini tidak dipoles dan diproses menggunakan pemutih. Maka dari itu, warna beras organik ini memang berbeda dengan beras biasa yang non-organik. Selain itu, faktor cuaca saat penanaman bibit beras juga mempengaruhi warna dari beras organik.

Cara memasak Beras Diabetes

Cara memasak Beras Diabetes sama seperti beras pada umumnya. Jika Anda ingin nasi diabetes yang lebih pulen, tinggal tambahkan takaran air yang lebih banyak. Berikut adalah langkah memasak Beras Diabetes.

  1. Ambil 1 gelas Beras Diabetes organik Eka Farm dan cuci bersih. Anda cukup mencuci beras ini maksimal 2 kali agar kandungan gizinya tidak ikut larut bersama dengan air cucian beras. Tiriskan beras.
  2. Masukkan Beras Diabetes yang sudah dicuci bersih ke panci (inner pot) rice cooker.
  3. Tambahkan 1 hingga 2 gelas air ke dalam panci (inner pot) rice cooker. Jika Anda menyukai nasi yang sedikit pera atau ingin digunakan sebagai bahan nasi goreng, maka perbandingan 1: 1 untuk beras: air cocok untuk Anda. Akan tetapi, jika Anda sekeluarga menyukai nasi pulen, maka pakailah perbandingan beras: air yaitu 1: 2.
  4. Letakkan panci rice cooker ke dalam rice cooker. Tekan tombol cook.
  5. Selama proses menanak nasi jangan membuka dan mengaduk beras agar proses menanak nasi tidak terganggu.
  6. Setelah lampu indikator rice cooker berpindah ke warm, diamkan sekitar 5- 10 menit. Mendiamkan nasi beberapa saat setelah matang berfungsi untuk memberikan waktu pada nasi untuk menyerap air lebih maksimal. Selain itu, waktu tersebut berguna untuk memastikan kepulenan nasi.
  7. Buka rice cooker dan aduk- aduk nasi. Sajikan nasi diabetes dalam keadaan masih mengepul.

Yuk, Moms, masak Beras Diabetes dan sajikan menu nasi diabetes di rumah. Anda dapat menyajikan nasi diabetes dengan sayuran, sumber protein, dan buah- buahan. Jangan lupa, konsultasikan dan selalu kontrol kadar gula darah Anda jika memang Anda penderita diabetes.

Beras diabetes Eka Farm sekarang berubah menjadi Beras Amandia. Diabetes aman bersama Amandia.

NASI YANG AMAN UNTUK PENDERITA DIABETES?

NASI YANG AMAN UNTUK PENDERITA DIABETES?

Para penderita diabetes dianjurkan untuk tidak banyak bahkan menghindari nasi putih bukan lagi saran yang baru terdengar. Akan tetapi, bagaimana jika ada nasi yang aman untuk penderita diabetes dan juga tetap berupa nasi putih?

Diabetes bukan masalah jenis nasi semata

Nasi masih sering disalahkan sebagai penyebab gula darah naik dan tidak stabil. Nasi juga kerap dikambing hitamkan sebagai penyebab diabetes. Mengapa nasi sering dijadikan kambing hitam penyakit diabetes di Indonesia?

Mengutip dari Detik Health, dr. Em Yunir, Sp. PD- KEMD, spesialis metabolik endokrin di Departemen Ilmu Penyakit Dalam dari FK UI menyebutkan penyebabnya adalah banyak orang Indonesia yang berlebihan mengonsumsi nasi. Akibatnya, gizi lain yang juga dibutuhkan seperti sayur, buah, ataupun real foods lain kurang terpenuhi sehingga komposisi tubuh pun mendukung perkembangan penyakit diabetes.

Beberapa jurnal ilmiah juga menyebutkan makan nasi yang berlebihan adalah pemicu diabetes melitus tipe 2. Menurut beliau, bukan hanya makan nasi semata yang menjadi pemicu diabetes, tetapi kandungan karbohidrat dalam setiap makanan. Selain makanan yang tinggi karbohidrat, makanan tinggi kalori pun dapat memicu kenaikan gula darah serta faktor risiko diabetes. Gaya hidup sehat seperti rutin olahraga juga menjadi salah satu cara untuk mencegah diabetes.

Baca juga: SEPUTAR DIABETES: FAKTA ATAU MITOS?

Beliau juga menyebutkan indeks glikemik nasi yang relatif tinggi menyebabkan lonjakan gula darah yang mendadak. Nasi putih yang lumrah dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia memang memiliki indeks glikemik yang tinggi, sekitar 70. Padahal, banyak jenis nasi lain yang memiliki indeks glikemik yang rendah, yaitu ≤55. Selain itu, nasi putih pun sudah kehilangan banyak serat yang dapat membantu metabolisme karbohidrat dalam tubuh.

Frekuensi makan nasi 3 kali sehari masih menjadi kebiasaan

Belum afdol rasanya jika belum makan nasi pada setiap waktu makan. Iya atau tidak, Moms? Nah, frekuensi makan nasi yang sering dan kuantitas nasi pada sekali makan yang relatif banyak dapat memicu lonjakan gula darah yang drastis. Makan nasi dalam waktu singkat akan meningkatkan gula darah. Kemudian, permasalahan pada penderita diabetes adalah saat gula darah sudah naik drastis, insulin belum diproduksi untuk mengatur kestabilannya. Hal inilah yang akan membuat gula darah Anda tetap tinggi.

Mengganti nasi tidak selalu menjadi jawaban

Dua penelitian yang dilakukan olehNational University of Singapore (NUS) dan Duke-NUS Medical School menyebutkan bahwa partisipan mengganti asupan nasi putih dengan daging merah dan unggas. Menurut Profesor Rob Martinus van Dam, pemimpin domain epidemiologi di Sekolah Kesehatan Masyarakat Saw Swee Hock di NUS, pola diet seperti itu justru akan meningkatkan potensi diabetes.

Saat Anda makan ditemani saus, mayones, kecap, atau condiments lainnya, justru kalori akan bertambah. Hal tersebut berpotensi untuk menaikkan gula darah secara signifikan.

Lalu, apa solusinya untuk para penderita diabetes?

Faktor risiko seseorang untuk menderita suatu penyakit tidak menular, termasuk diabetes, tidak bisa dilihat hanya dari satu sisi. Keseluruhan kesehatan tubuh akan menentukan juga sistem pertahanan tubuh kita untuk memerangi berbagai jenis faktor penyebab penyakit. Diabetes dapat disebabkan oleh pilihan pola makan dan gaya hidup yang membuat sindrom metabolisme muncul (hipertensi, kolesterol atau trigliserida tinggi, gula darah tinggi, lingkar pinggang terlalu besar).

Baca juga: Sering stres memicu diabetes 

Seorang Profesor dan Direktur Pusat Pengemangan Klinis- Ilmuwan di Duke- NUS Medical School merekomendasikan pengurangan atau penggantian nasi putih akan efektif jika makanan penggantinya benar- benar dipertimbangkan.

Dr. Annie Ling, Direktur Kelompok Kebijakan, Penelitian, dan Pengawasan di Badan Promosi Kesehatan (HPB) merekomendasikan beras merah untuk penderita diabetes. Namun, tentunya tidak hanya berhenti di situ Moms, mengelola dan menjaga pola makan serta gaya hidup menentukan kualitas hidup sehat penderita diabetes.

Kualitas diet menjadi kunci kesehatan penderita diabetes

Kualitas diet (jenis makanan yang dikonsumsi sehari- hari) ikut menentukan risiko seseorang terkena diabetes. Sebuah penelitian yang berlangsung selama 11 tahun dengan 45.400 orang partisipan menunjukkan hasil bahwa kualitas diet yang baik memiliki potensi diabetes 30% lebih rendah.

Bagaimana kualitas diet yang baik? Pada penelitian tersebut, partisipan yang memiliki kualitas diet baik mengonsumsi biji- bijian, susu rendah lemak, kacang- kacangan, buah, dan sayuran. Selain jenis makanan, proporsi setiap jenis makanan tersebut juga akan menentukan risiko diabetes.

Makan nasi tetap boleh, tetapi perhatikan makanan pendampingnya juga

Laporan Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI) menyebutkan bahwa penderita diabetes tetap harus memenuhi asupan karbohidrat sebesar 45- 65%. American Diabetes Association (ADA) mengatakan bahwa batas aman asupan karbohidrat per hari untuk penderita diabetes yaitu sekitar 135- 180 gram per hari. Akan tetapi, rentang tersebut masih merupakan gambaran umum karena kebutuhan karbohidrat setiap orang tergantung pada berbagai faktor seperti jenis kelamin, umur, aktivitas sehari- hari, dan pengobatan yang sedang dikonsumsi/ dilakukan.

Beras Diabetes untuk penderita diabetes

Meskipun berasal dari varietas beras putih, indeks glikemik Beras Diabetes termasuk rendah (di bawah 55). Oleh karena itu, Beras Diabetes ini adalah salah satu pilihan nasi yang aman untuk penderita diabetes tanpa komplikasi. Gizi beras ini juga lebih utuh daripada beras putih biasa. Selain itu, beras ini juga bebas dari bahan- bahan kimia yang biasa digunakan dalam pertanian seperti pupuk kimia, pestisida, fungisida, dan yang lainnya.

Jangan lupa, imbangi makan nasi dengan cukup sayur, buah, kurangi makanan instan dan makanan/ minuman dalam kemasan serta aktif bergerak.

Baca juga: APAKAH PENDERITA DIABETES TETAP BISA MAKAN MIE INSTAN?

 

Buah-buahan Terbaik Bagi Penderita Diabetes

Buah-buahan Terbaik Bagi Penderita Diabetes

Ekafarm.com – Katanya, orang diabetes tidak boleh makan buah karena manis. Padahal, kandungan serat dalam buah tetap dibutuhkan oleh para diabetesi, lho. Tak perlu bingung, ada banyak kok buah yang aman untuk diabetes. Apa saja, ya?
Banyak orang yang menyakini bahwa jika menderita diabetes maka harus mengurangi konsumsi buah. Hal tersebut dikarenakan kebanyakan buah memiliki rasa yang manis atau mengandung gula.
Mitos ini dipatahkan oleh ADA (American Diabetes Association) yang mengatakan bahwa buah baik untuk diabetes karena mengandung banyak vitamin, mineral, dan serat.

5 buah-buahan yang aman untuk penderita Diabetes

1.  Apel
Salah satu buah yang paling mudah ditemui di toko buah adalah apel. Kandungan vitamin C dan serat yang tinggi membuat buah ini menjadi favorit sejuta umat. Selain itu, apel juga mengandung indeks glikemik yang cukup rendah, yaitu dibawah 55. Jika malas mengupas kulit apel, tidak usah khawatir karena justru itu adalah bagian apel yang paling banyak kandungan nutrisi dan antioksidannya.

2. Jeruk
Kandungan indeks glikemiknya yang juga di bawah 55 menjadikan jeruk sebagai salah satu buah yang baik untuk penderita diabetes. Selain itu, jeruk juga kaya akan asam folat dan kalium yang dapat membantu menormalkan tekanan darah. Jus jeruk pun dapat menjadi alternatif jika bosan mengonsumsi buah segar.

3. Kiwi
Sumber kalium, serat, dan vitamin C juga berasal dari kiwi. Sensasi rasa asam yang terasa ketika mengonsumsi buah kiwi dan kandungan indeks glikemik yang rendah dapat mengurangi tingkat penyerapan glukosa yang berasal dari makanan lain. Hal tersebut dikarenakan serat pada kiwi mengandung banyak air. Oleh karena itu, buah kiwi pun baik dikonsumsi untuk para penderita diabetes

4. Alpukat
Walaupun buah dengan kandungan lemak yang tinggi ini terkadang suka dipertanyakan apakah boleh dikonsumsi atau tidak, alpukat adalah buah dengan kandungan indeks glikemik yang rendah. Hal tersebut dikarenakan lemak yang ada pada alpukat adalah lemak tak jenuh yang justru memberikan manfaat bagi tubuh. Selain itu, buah berwarna hijau ini juga dapat meningkatkan sensitivitas insulin. Cara penyajiannya pun bervariasi, dikonsumsi setelah dipotong atau dijadikan jus tanpa gula tambahan tentunya.

5. Mangga
Salah satu buah terfavorit di seluruh dunia karena kandungan vitamin A dan C yang berlimpah, mangga, masuk ke dalam daftar buah yang baik bagi penderita diabetes. Selain itu, mangga juga mengandung mangiferin yang dapat membantu mengurangi kadar gula pada tubuh. Cara mengonsumsinya pun bervariasi, mulai dari potongan buah mangga yang segar hingga jus mangga.

Untuk mengimbangi Anda bisa juga mengkonsumsi Beras Diabetes. Bisa di beli di www.ekafarm.com atau langsung klik link ini.

Makanan Paling Sehat untuk Diabetes

Makanan Paling Sehat untuk Diabetes

Ekafarm.com – Memiliki diabetes membuat Anda harus lebih teliti memilih makanan yang Anda konsumsi. Selektif memilih makanan bertujuan agar kadar gula darah Anda selalu stabil, sehingga diabetes tidak bertambah buruk dan berisiko komplikasi. Salah satu sumber makanan untuk diabetes yang harus Anda perhatikan benar adalah makanan pokok.

Makanan untuk diabetes harus yang memiliki indeks glikemik rendah. Indeks glikemik adalah standar pengukuran seberapa cepat karbohidrat dalam makanan diubah menjadi gula (glukosa) untuk dipakai sebagai energi. Ukuran ini berupa skala dari 0-100. Sebagai contoh, gula pasir memiliki angka indeks glikemik 100. Artinya, karbohidrat dalam gula murni sangat cepat diubah oleh tubuh menjadi energi.

Beras Untuk Penderita Diabetes

Makanan Paling Sehat untuk Diabetes

Jagung vs Kentang Manakah yang paling sehat untuk Diabetes?

Sebelum “ketok palu” menentukan mana sumber makanan pokok yang paling sehat untuk penderita diabetes, mari kita telaah dulu satu persatu mengenai angka IG dari nasi, jagung, dan kentang. Ingat, semakin tinggi angka indeks glikemik, semakin tinggi pula kemampuannya untuk meningkatkan kadar gula darah.

Berdasarkan tabel nilai IG dari Harvard Medical School, per 150 gram nasi putih biasa memiliki nilai indeks glikemik 72. Sementara itu dengan takaran porsi yang sama, nilai IG kentang adalah 82 dan jagung adalah 48.

Indeks glikemik disebut tinggi jika berada di atas angka 70, sedang jika berada pada kisaran 56-69, dan rendah jika berada dibawah 55. Dilihat dari angka-angka di atas, bisa disimpulkan bahwa jagung termasuk makanan pokok yang memiliki nilai IG paling rendah di antara ketiganya.

Meski nasi putih memiliki nilai IG yang lumayan tinggi, Anda tidak harus benar-benar pantang makan nasi jika punya diabetes. Selain harus memerhatikan porsinya (baca selengkapnya di aturan makan nasi untuk penderita diabetes), jenis beras juga ternyata penting untuk diperhatikan kalau Anda masih tetap mau makan nasi. Beberapa jenis beras mempunyai indeks glikemik yang lebih rendah dibanding jenis beras lainnya. Sebagai alternatif yang lebih sehat dari nasi putih, Anda bisa menggunakan Beras Merah (nilai IG 50). Berdasarkan studi para peneliti di Harvard, mengonsumsi nasi merah secara teratur membantu mengurangi risiko diabetes hingga 20 persen.

Jika Anda ketergantungan dengan nasi putih, alternatif lagi untuk Anda untuk mengkonsumsi Beras Diabetes. Eka Farm menyediakan Beras putih yang aman dan dikhususkan memang untuk Anda penderita Diabetes maupun Anda yang mencegah Diabetes. Untuk lebih jelasnya silahkan hubungi Customer Service DISINI.

Baca Juga: Beras Coklat Untuk Diabetes

Beras Untuk Diabetes

Beras Untuk Diabetes

Beras untuk diabetes– Menderita diabetes membuat Anda harus lebih memperhatikan makanan yang Anda konsumsi. Hal ini dilakukan untuk memastikan kadar gula darah Anda selalu terkontrol, sehingga diabetes tidak bertambah buruk. Salah satu makanan yang mungkin Anda harus perhatikan asupannya adalah nasi.

Beberapa dari Anda yang punya diabetes mungkin juga sudah menghindari nasi. Tapi, mungkin hal ini tidak mudah bagi mereka yang terbiasa makan nasi. Nah, ternyata ada, loh, jenis beras paling sehat untuk diabetes, sehingga Anda tidak perlu menghindari nasi lagi.

Apa saja jenis beras paling sehat untuk diabetes?

Jenis beras ternyata sangat penting untuk diperhatikan saat Anda mempunyai diabetes. Beberapa jenis beras mempunyai indeks glikemik yang lebih rendah dibanding jenis beras lainnya. Hal ini membuat beras tersebut tidak banyak memengaruhi kadar gula darah Anda, sehingga Anda yang punya diabetes lebih akan mengonsumsinya.

Jenis beras dengan indeks glikemik yang cukup rendah dan aman dikonsumsi oleh diabetesi adalah:

Beras Untuk Diabetes- Beras basmati

Beras basmati merupakan salah satu jenis beras paling sehat untuk diabetes. Hal ini karena beras basmati memiliki indeks glikemik sekitar 43-60, yang termasuk dalam kategori indeks glikemik rendah sampai sedang. Sehingga, beras basmati lebih aman untuk kadar gula darah.

Sekitar 100 gram beras basmati putih yang sudah dimasak mengandung 150 kalori, 3 gram protein, dan 35 gram karbohidrat. Sedangkan, 100 gram beras basmati cokelat mengandung sekitar 162 kalori, 1.5 gram lemak, 3.8 gram protein, 33.8 gram karbohidrat, dan 3 gram serat. Adanya serat dalam makanan yang Anda makan dapat membuat kadar gula darah Anda lebih terkontrol.

Beras Untuk Diabetes- Beras merah

Dilansir dari Harvard Health Publishing, beras merah mengandung indeks glikemik sebesar 50, yang masuk dalam kategori rendah. Sehingga, beras ini aman dikonsumsi oleh orang dengan diabetes. Tak hanya indeks glikemiknya yang rendah, kandungan serat dalam beras merah pun cukup banyak dibandingkan beras putih. Hal ini membuat beras merah tidak banyak memengaruhi kadar gula darah karena serat dapat menghambat pelepasan glukosa (gula) ke dalam darah.

Dalam 100 gram beras merah mengandung 163.5 kalori, 34.5 gram karbohidrat, 3 gram serat, 1.5 gram lemak, dan 3.4 gram protein. Tak hanya itu, beras merah juga dilengkapi dengan vitamin dan mineral, seperti vitamin B, zat besi, kalsium, dan zink.

Tetap kontrol porsi makan Anda

Walaupun beras basmati dan beras merah bisa menjadi beras paling sehat untuk diabetes, namun sebaiknya tetap perhatikan ukuran porsi. Walau bagaimanapun, beras basmati dan beras merah adalah tetap karbohidrat yang dapat memengaruhi kadar gula darah, walaupun tidak seburuk beras putih.

Selain itu, perhatikan juga porsi makan makanan lain yang mengandung karbohidrat, seperti roti, kentang, mie, pasta, dan lainnya. Jika Anda sudah makan nasi, sebaiknya singkirkan makanan lain yang mengandung karbohidrat. Konsumsi nasi ditemani dengan banyak sayuran dan makanan sumber protein tanpa tepung, seperti ikan, ayam, tahu, tempe, atau daging.

Kurangi juga asupan gula tambahan dan makanan manis, Anda bisa memilih produk makanan bebas gula, dan mengganti gula Anda dengan pemanis khusus diabetes yang rendah kalori dan tak mengandung gula.

 

Beras Merah Beras Coklat Beras Hitam Baik Untuk Diabetes

Beras Merah Beras Coklat Beras Hitam Baik Untuk Diabetes

Beras merah beras coklat beras hitam baik untuk diabetes- Sekilas Tentang Beras Hitam Untuk Diabetes

Beras hitam belum menjadi bahan pangan pokok seperti halnya beras putih, meskipun beras berwarna hitam ini mempunyai nilai gizi tinggi. Beras hitam menjadi bagian penting dalam pemeliharaan kesehatan karena kaya akan vitamin, mineral, dan antioksidan. Beras hitam merupakan varietas lokal yang mengandung pigmen paling baik, berbeda dengan beras putih atau beras warna lain.

Beras hitam memiliki rasa dan aroma yang baik dengan penampilan yang spesifik dan unik. Bila dimasak, nasi beras hitam warnanya menjadi pekat dengan rasa dan aroma yang menggugah selera makan. Dari kandungan kalori beras hitam lebih rendah, nilai kalori banyak di hasilkan dari tingginya karbohidrat. Nilai kalori beras hitam termasuk yang terendah di antara beras dan ketan. Hanya 362 kcl per 100 gr.

Nilai kalori erat kaitannya dengan indeks glikemik, karena berhubungan dengan kadar gula, sehingga dengan kalori rendah, beras hitam sangat cocok untuk diet serta aman untuk penderita diabetes maupun obesitas. Dan beras hitam membutuhkan waktu lebih lama untuk di cerna, karena memiliki efek perlindungan pada sistem pencernaan sekaligus mempertahankan angka gula darah tetap konstan, oleh karena itu makan beras hitam dalam diet juga membantu anda dalam mencegah resiko diabetes dan mengelola pra-diabetes, karena kandungan gulanya juga rendah.

Beras merah untuk diabetes

Di dalam tubuh, karbohidrat akan diubah menjadi glukosa (gula). Dulu, diabetesi (penderita diabetes) dilarang makan karbohidrat; diet hanya berupa lemak dan protein. “Memang gulanya turun, tapi terjadi komplikasi tertentu,” ujar Prof. Dr. dr. Sarwono, Sp.PD-KEMD dari FKUI/RSCM, Jakarta. Kini, penderita diabetes dianjurkan agar mengonsimsi karbohidrat 60% dari total kalori harian.

Karbohidrat terbagi menjadi karbohidrat kompleks dan sederhana. Karbohidrat kompleks penyerapannya lebih perlahan karena tinggi serat, membuat pengosongan lambung lebih lambat. “Sebaliknya, karbohidrat  sederhana cepat membuat gula darah naik dan cepat turun, sehingga orang cenderung lebih cepat lapar,” tutur dr. Dante Saksono Harbuwono, Sp.PD-KEMD dari FKUI/RSCM.

Apakah diabetes sebaiknya mengonsumsi beras merah (berwarna) yang mengandung karbohidrat kompleks? “Nasi putih boleh. Nasi merah boleh, tapi tidak harus,” ujar dr. Imam Subekti, Sp.PD-KEMD, dari Divisi Endokrinologi FKUI. Hanya saja, jika makan nasi merah porsinya bisa lebih banyak. Masalahnya, tidak semua orang suka rasanya. “Tidak bijaksana jika dipaksakan,” imbuhnya.

Warna-warni Beras

Secara umum, dikenal ada beras putih dan beras berwarna. Perbedaan warna ini disebabkan oleh pigmen tanaman. Pada beras merah, terkandung pigmen antosianin (pigmen sumber warna ungu atau merah), beras hitam mengandung antosianin sangat tinggi. Pigmen ini merupakan antioksidan yang sangat baik. Kandungan serat pada kedua beras ini tinggi, dan umumnya diolah secara sederhana sehingga kulit arinya masih ada.

Beras putih dan coklat berasal dari varietas yang sama; hanya pengolahannya yang berbeda. Setelah dipanen, beras ditumbuk dengan lesung atau digiling untuk mengupas sekam (kulit beras). Hasilnya, beras kecoklatan.

Berwarna demikian karena masih ada lapisan kulit ari pada biji beras. Kulit ari beras kaya akan berbagai nutrisi seperti vitamin E dan B kompleks serta mineral misalnya potasium. Kandungan seratnya amat tinggi; menjadikan beras coklat sebagai karbohidrat kompleks.

Beras putih yakni beras coklat yang diproses lagi untuk menghilangkan kulit arinya. Lebih indah dilihat, rasanya lebih enak, lembut dan pulen. Beras merah / hitam / coklat terasa kasar dan waktu memasaknya lebih lama.

Ketiga beras tersebut memang lebih sehat, hanya banyak yang tidak menyukai rasanya. “Silakan makan nasi yang enak, hanya porsinya dibatasi sesuai kebutuhan,” kata dr. Dante. Bagi yang menyukai dan sudah terbiasa mengonsumsi beras merah / hitam / coklat, tentu lebih baik.

Diabetes akan dialami seumur hidup; jangan menyiksa diri dengan mengharuskan makan nasi dengan rasa yang tidak disukai, serta menghitung dan menimbang kalori makanan. Dr. Dante menekankan, makanlah seperti biasa; diet sebisa mungkin, jangan sampai tersiksa.

Yang penting, perhatikan 3J: jadwal, jenis dan jumlah makanan. “Pengobatan dan lifestyle diabetes bukan artifisial (dibuat-buat). Harus bisa selaras dengan kehidupan sehari-hari; hanya butuh penyesuaian. Yang penting be wise dan enjoy dengan diabetes,” tuturnya

Bagi Anda Yang Diabetes. Coba Aja Beras Coklat

Bagi Anda Yang Diabetes. Coba Aja Beras Coklat

Diabetes-Menurunkan level insulin mungkin juga berkontribusi terhadap efek-efek perlindungan dari whole grain.

Di banyak orang, resiko penyakit atherosclerotic cardiovascular, diabetes dan obesitas itu berhubungan dengan resistensi insulin. asupan whole grain yang tinggi itu berhubungan dengan peningkatan sensitivitas terhadap insulin dalam studi-studi populasi dan percobaan-percobaan klinis. Kenapa?

Sebab whole grain meningkatkan sensitivitas insulin dengan menurunkan glycemic index dari diet sambil meningkatkan kandungan serat diet, magnesium, dan vitamin E nya.

Baca Juga: Beras Coklat Untuk diabetes 2

Deskripsi

Beras adalah salah satu makanan terpenting di dunia, menyuplai sebanyak setengah dari kalori harian bagi separuh populasi dunia.

Jika ditanya mengenai jenis beras yang mereka kenal, orang-orang mungkin akan mampu untuk mengingat satu atau dua jenis. Padahal, sebenarnya ada sangat banyak jenis beras—lebih dari 8.000 varietas.  Tidak heran jika di negara-negara Asia, misalnya Indonesia, beras itu begitu berharga sehingga arti dari kata “ingin makan” itu secara harfiah berarti “ingin makan beras.”

Seringkali, beras itu dikelompokkan menurut ukurannya sebagai short grain, medium grain atau long grain.

Short grain, yang memiliki kandungan starch tertinggi, menghasilkan nasi terlengket, sedangkan long grains itu lebih ringan dan cenderung tetap terpisah saat dimasak. Kualitas medium grain berada diantara kedua jenis.

Nama ilmiah untuk beras adalah Oryza sativa.

Cara lain untuk mengelompokkan beras adalah menurut tingkat penggilingannya. Inilah yang membuat beras coklat berbeda dibanding beras putih.

Beras coklat, yang seringkali disebut sebagai beras utuh atau beras cargo, itu adalah whole grain dengan hanya bagian kulit terluarnya saja yang dibuang. Beras coklat masih mempertahankan bran dan germ nya yang kaya akan gizi.

Sebaliknya, beras putih, itu sudah digiling dan dipoles, yang membuang bran dan germ beserta semua gizi yang berada di kedua lapisan penting ini. Anda dapat membeli beras diaberice melalui web  kami di www.ekafarm.com atau WA 0811-2650-296