Buah-buahan Terbaik Bagi Penderita Diabetes

Buah-buahan Terbaik Bagi Penderita Diabetes

Ekafarm.com – Katanya, orang diabetes tidak boleh makan buah karena manis. Padahal, kandungan serat dalam buah tetap dibutuhkan oleh para diabetesi, lho. Tak perlu bingung, ada banyak kok buah yang aman untuk diabetes. Apa saja, ya?
Banyak orang yang menyakini bahwa jika menderita diabetes maka harus mengurangi konsumsi buah. Hal tersebut dikarenakan kebanyakan buah memiliki rasa yang manis atau mengandung gula.
Mitos ini dipatahkan oleh ADA (American Diabetes Association) yang mengatakan bahwa buah baik untuk diabetes karena mengandung banyak vitamin, mineral, dan serat.

5 buah-buahan yang aman untuk penderita Diabetes

1.  Apel
Salah satu buah yang paling mudah ditemui di toko buah adalah apel. Kandungan vitamin C dan serat yang tinggi membuat buah ini menjadi favorit sejuta umat. Selain itu, apel juga mengandung indeks glikemik yang cukup rendah, yaitu dibawah 55. Jika malas mengupas kulit apel, tidak usah khawatir karena justru itu adalah bagian apel yang paling banyak kandungan nutrisi dan antioksidannya.

2. Jeruk
Kandungan indeks glikemiknya yang juga di bawah 55 menjadikan jeruk sebagai salah satu buah yang baik untuk penderita diabetes. Selain itu, jeruk juga kaya akan asam folat dan kalium yang dapat membantu menormalkan tekanan darah. Jus jeruk pun dapat menjadi alternatif jika bosan mengonsumsi buah segar.

3. Kiwi
Sumber kalium, serat, dan vitamin C juga berasal dari kiwi. Sensasi rasa asam yang terasa ketika mengonsumsi buah kiwi dan kandungan indeks glikemik yang rendah dapat mengurangi tingkat penyerapan glukosa yang berasal dari makanan lain. Hal tersebut dikarenakan serat pada kiwi mengandung banyak air. Oleh karena itu, buah kiwi pun baik dikonsumsi untuk para penderita diabetes

4. Alpukat
Walaupun buah dengan kandungan lemak yang tinggi ini terkadang suka dipertanyakan apakah boleh dikonsumsi atau tidak, alpukat adalah buah dengan kandungan indeks glikemik yang rendah. Hal tersebut dikarenakan lemak yang ada pada alpukat adalah lemak tak jenuh yang justru memberikan manfaat bagi tubuh. Selain itu, buah berwarna hijau ini juga dapat meningkatkan sensitivitas insulin. Cara penyajiannya pun bervariasi, dikonsumsi setelah dipotong atau dijadikan jus tanpa gula tambahan tentunya.

5. Mangga
Salah satu buah terfavorit di seluruh dunia karena kandungan vitamin A dan C yang berlimpah, mangga, masuk ke dalam daftar buah yang baik bagi penderita diabetes. Selain itu, mangga juga mengandung mangiferin yang dapat membantu mengurangi kadar gula pada tubuh. Cara mengonsumsinya pun bervariasi, mulai dari potongan buah mangga yang segar hingga jus mangga.

Untuk mengimbangi Anda bisa juga mengkonsumsi Beras Diabetes. Bisa di beli di www.ekafarm.com atau langsung klik link ini.

Beras Untuk Diabetes

Beras Untuk Diabetes

Beras untuk diabetes– Menderita diabetes membuat Anda harus lebih memperhatikan makanan yang Anda konsumsi. Hal ini dilakukan untuk memastikan kadar gula darah Anda selalu terkontrol, sehingga diabetes tidak bertambah buruk. Salah satu makanan yang mungkin Anda harus perhatikan asupannya adalah nasi.

Beberapa dari Anda yang punya diabetes mungkin juga sudah menghindari nasi. Tapi, mungkin hal ini tidak mudah bagi mereka yang terbiasa makan nasi. Nah, ternyata ada, loh, jenis beras paling sehat untuk diabetes, sehingga Anda tidak perlu menghindari nasi lagi.

Apa saja jenis beras paling sehat untuk diabetes?

Jenis beras ternyata sangat penting untuk diperhatikan saat Anda mempunyai diabetes. Beberapa jenis beras mempunyai indeks glikemik yang lebih rendah dibanding jenis beras lainnya. Hal ini membuat beras tersebut tidak banyak memengaruhi kadar gula darah Anda, sehingga Anda yang punya diabetes lebih akan mengonsumsinya.

Jenis beras dengan indeks glikemik yang cukup rendah dan aman dikonsumsi oleh diabetesi adalah:

Beras Untuk Diabetes- Beras basmati

Beras basmati merupakan salah satu jenis beras paling sehat untuk diabetes. Hal ini karena beras basmati memiliki indeks glikemik sekitar 43-60, yang termasuk dalam kategori indeks glikemik rendah sampai sedang. Sehingga, beras basmati lebih aman untuk kadar gula darah.

Sekitar 100 gram beras basmati putih yang sudah dimasak mengandung 150 kalori, 3 gram protein, dan 35 gram karbohidrat. Sedangkan, 100 gram beras basmati cokelat mengandung sekitar 162 kalori, 1.5 gram lemak, 3.8 gram protein, 33.8 gram karbohidrat, dan 3 gram serat. Adanya serat dalam makanan yang Anda makan dapat membuat kadar gula darah Anda lebih terkontrol.

Beras Untuk Diabetes- Beras merah

Dilansir dari Harvard Health Publishing, beras merah mengandung indeks glikemik sebesar 50, yang masuk dalam kategori rendah. Sehingga, beras ini aman dikonsumsi oleh orang dengan diabetes. Tak hanya indeks glikemiknya yang rendah, kandungan serat dalam beras merah pun cukup banyak dibandingkan beras putih. Hal ini membuat beras merah tidak banyak memengaruhi kadar gula darah karena serat dapat menghambat pelepasan glukosa (gula) ke dalam darah.

Dalam 100 gram beras merah mengandung 163.5 kalori, 34.5 gram karbohidrat, 3 gram serat, 1.5 gram lemak, dan 3.4 gram protein. Tak hanya itu, beras merah juga dilengkapi dengan vitamin dan mineral, seperti vitamin B, zat besi, kalsium, dan zink.

Tetap kontrol porsi makan Anda

Walaupun beras basmati dan beras merah bisa menjadi beras paling sehat untuk diabetes, namun sebaiknya tetap perhatikan ukuran porsi. Walau bagaimanapun, beras basmati dan beras merah adalah tetap karbohidrat yang dapat memengaruhi kadar gula darah, walaupun tidak seburuk beras putih.

Selain itu, perhatikan juga porsi makan makanan lain yang mengandung karbohidrat, seperti roti, kentang, mie, pasta, dan lainnya. Jika Anda sudah makan nasi, sebaiknya singkirkan makanan lain yang mengandung karbohidrat. Konsumsi nasi ditemani dengan banyak sayuran dan makanan sumber protein tanpa tepung, seperti ikan, ayam, tahu, tempe, atau daging.

Kurangi juga asupan gula tambahan dan makanan manis, Anda bisa memilih produk makanan bebas gula, dan mengganti gula Anda dengan pemanis khusus diabetes yang rendah kalori dan tak mengandung gula.

 

Sering stres memicu diabetes 

Sering stres memicu diabetes 

Sering stres memicu diabetes -Tahukah anda, sering stres, merokok dan kecanduan alkohol adalah pendorong terkuat penyakit diabetes ? Ini dia ulasannya.

 Sering stres

Penyebab diabetes melitus berikutnya adalah stres. Stres sama seperti banjir, harus dialirkan agar tidak terjadi banjir besar. Saat stres datang, tubuh akan meningkatkan produksi hormon epinephrine dan kortisol supaya gula darah naik dan ada cadangan energi untuk beraktivitas. Tubuh kita memang dirancang sedemikian rupa untuk maksud yang baik. Namun, kalau gula darah terus dipicu tinggi karena stres berkepanjangan tanpa jalan keluar, sama saja dengan bunuh diri pelan-pelan.

Solusi: Bicaralah pada orang yang dianggap bermasalah, atau ceritakan pada sahabat terdekat.

Kecanduan rokok

Sebuah penelitian di Amerika yang melibatkan 4.572 relawan pria dan wanita menemukan bahwa risiko perokok aktif terhadap diabetes naik sebesar 22 persen. Disebutkan pula bahwa naiknya penyebab penyakit diabetes melitus tidak cuma disebabkan oleh rokok, tetapi kombinasi berbagai gaya hidup tidak sehat, seperti pola makan dan olahraga.

Pengganti: Permen bebas gula. Cara yang lebih progresif adalah mengikuti hipnoterapi. Pilihlah ahli hipnoterapi yang sudah berpengalaman dan bersertifikat resmi.

Menggunakan pil kontrasepsi

Kebanyakan pil kontrasepsi terbuat dari kombinasi hormon estrogen dan progestin, atau progestin saja. Pil kombinasi sering menyebabkan perubahan kadar gula darah penyebab penyakit diabetes melitus. Menurut dr Dyah Purnamasari S, Sp PD, dari Divisi Metabolik Endokrinologi RSCM, kerja hormon pil kontrasepsi berlawanan dengan kerja insulin. Karena kerja insulin dilawan, pankreas dipaksa bekerja lebih keras untuk memproduksi insulin. Jika terlalu lama dibiarkan, pankreas menjadi letih dan tidak berfungsi dengan baik.

Solusi: Batasi waktu penggunaan pil-pil hormonal, jangan lebih dari 5 tahun.

Takut kulit jadi hitam

Menurut jurnal Diabetes Care, wanita dengan asupan tinggi vitamin D dan kalsium berisiko paling rendah terkena diabetes tipe 2. Selain dari makanan, sumber vitamin D terbaik ada di sinar matahari. Dua puluh menit paparan sinar matahari pagi sudah mencukupi kebutuhan vitamin D selama tiga hari. Beberapa penelitian terbaru, di antaranya yang diterbitkan oleh American Journal of Epidemiology, menyebutkan bahwa vitamin D juga membantu keteraturan metabolisme tubuh, termasuk gula darah.

Solusi: Gunakan krim tabir surya sebelum “berjemur” di bawah sinar matahari pagi selama 10-15 menit.

Keranjingan soda

Dari penelitian yang dilakukan oleh The Nurses’ Health Study II terhadap 51.603 wanita usia 22-44 tahun, ditemukan bahwa peningkatan konsumsi minuman bersoda membuat berat badan dan risiko diabetes melambung tinggi. Para peneliti mengatakan penyebab diabetes melitus ini terjadi karena kandungan pemanis yang ada dalam minuman bersoda. Selain itu, asupan kalori cair tidak membuat kita kenyang sehingga terdorong untuk minum lebih banyak.

Pengganti: Jus dingin tanpa gula.Risiko Diabetes Kehamilan

Hati-hati Diabetes juga kerap menyerang para ibu hamil. Terdapat sebagian wanita yang memiliki kadar glukosa dalam darah yang sangat tinggi selama masa kehamilan, sehingga tubuh mereka tidak dapat memproduksi cukup insulin untuk menyerapnya. Diabetes yang dikenal sebagai diabetes kehamilan ini dapat terjadi pada sekitar 15 hingga 18 orang di antara 100 wanita yang hamil.

Penderita diabetes tipe 1 yang hamil juga akan memiliki risiko tinggi karena dapat berdampak pada ibu serta janin. Sangatlah penting bagi penderita diabetes yang sedang hamil untuk menjaga keseimbangan kadar gula darahnya.

Ibu yang sedang hamil sebaiknya lebih cermat memantau kadar gula darah pada trimester kedua (minggu 14-26). Pada masa itulah diabetes kehamilan umumnya berkembang dan kemudian hilang setelah melahirkan. Meski demikian, risiko diabetes tipe 2 pada wanita yang pernah mengalami diabetes kehamilan adalah sekitar tiga kali lebih tinggi dibandingkan populasi pada umumnya.

Enam Penyebab Diabetes

Enam Penyebab Diabetes

Enam penyebab diabetes- Tetaplah hidup sehat, bergaya hidup sehat, dan jangan  lupa berolah raga. Karena sehat memang mahal lho! Jangan sampai diabetes menghampiri anda.

Diabetes adalah kondisi metabolisme tubuh yang abnormal sehingga kadar glukosa dalam darah dan urin meningkat yang diakibatkan oleh ketidakmampuan tubuh untuk menghasilkan hormon insulin. Berikut ini adalah penyebab diabetes melitus dari kebiasaan sehari-hari.

Penyebab Diabetes

Penyebab Diabetes Melitus – Teh manis

Penyebab diabetes melitus yang pertama adalah teh manis. Tingginya asupan gula menyebabkan kadar gula darah melonjak tinggi. Belum risiko kelebihan kalori. Segelas teh manis kira-kira mengandung 250-300 kalori (tergantung kepekatan). Kebutuhan kalori wanita dewasa rata-rata adalah 1.900 kalori per hari (tergantung aktivitas). Dari teh manis saja kita sudah dapat 1.000-1.200 kalori. Belum ditambah tiga kali makan nasi beserta lauk pauk. Patut diduga kalau setiap hari kita kelebihan kalori. Penyebab diabetes melitus dari teh manis juga dapat berakibat pada obesitas.

Pengganti: Air putih, teh tanpa gula, atau batasi konsumsi gula tidak lebih dari dua sendok teh sehari.

Penyebab Diabetes Melitus – Gorengan

Karena bentuknya kecil, satu gorengan tidak cukup buat kita. Padahal gorengan adalah salah satu faktor risiko tinggi pemicu penyakit degeneratif, seperti kardiovaskular, penyebab diabetes melitus, dan stroke. Penyebab utama penyakit kardiovaskular (PKV) adalah adanya penyumbatan pembuluh darah koroner, dengan salah satu faktor risiko utamanya adalah dislipidemia. Dislipidemia adalah kelainan metabolisme lipid yang ditandai dengan peningkatan kadar kolesterol total, LDL (kolesterol jahat) dan trigliserida, serta penurunan kadar HDL (kolesterol baik) dalam darah. Meningkatnya proporsi dislipidemia di masyarakat disebabkan kebiasaan mengonsumsi berbagai makanan rendah serat dan tinggi lemak, termasuk gorengan.

Pengganti: Kacang Jepang, atau pie buah.

Suka ngemil

Kita mengira dengan membatasi makan siang atau malam bisa menghindarkan diri dari obesitas dan penyebab penyakit diabetes melitus. Karena belum kenyang, perut diisi dengan sepotong atau dua potong camilan seperti biskuit dan keripik kentang. Padahal, biskuit, keripik kentang, dan kue-kue manis lainnya mengandung hidrat arang tinggi tanpa kandungan serta pangan yang memadai. Semua makanan itu digolongkan dalam makanan dengan glikemik indeks tinggi. Sementara itu, gula dan tepung yang terkandung di dalamnya mempunyai peranan dalam menaikkan kadar gula dalam darah, yang berujung pada penyakit diabetes melitus.

Pengganti: Buah potong segar.

Kurang tidur.

Jika kualitas tidur tidak didapat, metabolisme jadi terganggu. Hasil riset para ahli dari University of Chicago mengungkapkan, kurang tidur selama 3 hari mengakibatkan kemampuan tubuh memproses glukosa menurun drastis. Artinya, risiko diabetes meningkat. Kurang tidur juga dapat merangsang sejenis hormon dalam darah yang memicu nafsu makan. Didorong rasa lapar, penderita gangguan tidur terpicu menyantap makanan berkalori tinggi yang membuat kadar gula darah naik.

Solusi: Tidur tidak kurang dari 6 jam sehari, atau sebaiknya 8 jam sehari.

Malas beraktivitas fisik

Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, kasus diabetes di negara-negara Asia akan naik hingga 90 persen dalam 20 tahun ke depan. “Dalam 10 tahun belakangan, jumlah penderita diabetes di Hanoi, Vietnam, berlipat ganda. Sebabnya? Di kota ini, masyarakatnya lebih memilih naik motor dibanding bersepeda,” kata Dr Gauden Galea, Penasihat WHO untuk Penyakit Tidak Menular di Kawasan Pasifik Barat. Kesimpulannya, mereka yang sedikit aktivitas fisik memiliki risiko obesitas lebih tinggi dibanding mereka yang rajin bersepeda, jalan kaki, atau aktivitas lainnya.

Solusi: Bersepeda ke kantor.

 

Beras Merah Beras Coklat Beras Hitam Baik Untuk Diabetes

Beras Merah Beras Coklat Beras Hitam Baik Untuk Diabetes

Beras merah beras coklat beras hitam baik untuk diabetes- Sekilas Tentang Beras Hitam Untuk Diabetes

Beras hitam belum menjadi bahan pangan pokok seperti halnya beras putih, meskipun beras berwarna hitam ini mempunyai nilai gizi tinggi. Beras hitam menjadi bagian penting dalam pemeliharaan kesehatan karena kaya akan vitamin, mineral, dan antioksidan. Beras hitam merupakan varietas lokal yang mengandung pigmen paling baik, berbeda dengan beras putih atau beras warna lain.

Beras hitam memiliki rasa dan aroma yang baik dengan penampilan yang spesifik dan unik. Bila dimasak, nasi beras hitam warnanya menjadi pekat dengan rasa dan aroma yang menggugah selera makan. Dari kandungan kalori beras hitam lebih rendah, nilai kalori banyak di hasilkan dari tingginya karbohidrat. Nilai kalori beras hitam termasuk yang terendah di antara beras dan ketan. Hanya 362 kcl per 100 gr.

Nilai kalori erat kaitannya dengan indeks glikemik, karena berhubungan dengan kadar gula, sehingga dengan kalori rendah, beras hitam sangat cocok untuk diet serta aman untuk penderita diabetes maupun obesitas. Dan beras hitam membutuhkan waktu lebih lama untuk di cerna, karena memiliki efek perlindungan pada sistem pencernaan sekaligus mempertahankan angka gula darah tetap konstan, oleh karena itu makan beras hitam dalam diet juga membantu anda dalam mencegah resiko diabetes dan mengelola pra-diabetes, karena kandungan gulanya juga rendah.

Beras merah untuk diabetes

Di dalam tubuh, karbohidrat akan diubah menjadi glukosa (gula). Dulu, diabetesi (penderita diabetes) dilarang makan karbohidrat; diet hanya berupa lemak dan protein. “Memang gulanya turun, tapi terjadi komplikasi tertentu,” ujar Prof. Dr. dr. Sarwono, Sp.PD-KEMD dari FKUI/RSCM, Jakarta. Kini, penderita diabetes dianjurkan agar mengonsimsi karbohidrat 60% dari total kalori harian.

Karbohidrat terbagi menjadi karbohidrat kompleks dan sederhana. Karbohidrat kompleks penyerapannya lebih perlahan karena tinggi serat, membuat pengosongan lambung lebih lambat. “Sebaliknya, karbohidrat  sederhana cepat membuat gula darah naik dan cepat turun, sehingga orang cenderung lebih cepat lapar,” tutur dr. Dante Saksono Harbuwono, Sp.PD-KEMD dari FKUI/RSCM.

Apakah diabetes sebaiknya mengonsumsi beras merah (berwarna) yang mengandung karbohidrat kompleks? “Nasi putih boleh. Nasi merah boleh, tapi tidak harus,” ujar dr. Imam Subekti, Sp.PD-KEMD, dari Divisi Endokrinologi FKUI. Hanya saja, jika makan nasi merah porsinya bisa lebih banyak. Masalahnya, tidak semua orang suka rasanya. “Tidak bijaksana jika dipaksakan,” imbuhnya.

Warna-warni Beras

Secara umum, dikenal ada beras putih dan beras berwarna. Perbedaan warna ini disebabkan oleh pigmen tanaman. Pada beras merah, terkandung pigmen antosianin (pigmen sumber warna ungu atau merah), beras hitam mengandung antosianin sangat tinggi. Pigmen ini merupakan antioksidan yang sangat baik. Kandungan serat pada kedua beras ini tinggi, dan umumnya diolah secara sederhana sehingga kulit arinya masih ada.

Beras putih dan coklat berasal dari varietas yang sama; hanya pengolahannya yang berbeda. Setelah dipanen, beras ditumbuk dengan lesung atau digiling untuk mengupas sekam (kulit beras). Hasilnya, beras kecoklatan.

Berwarna demikian karena masih ada lapisan kulit ari pada biji beras. Kulit ari beras kaya akan berbagai nutrisi seperti vitamin E dan B kompleks serta mineral misalnya potasium. Kandungan seratnya amat tinggi; menjadikan beras coklat sebagai karbohidrat kompleks.

Beras putih yakni beras coklat yang diproses lagi untuk menghilangkan kulit arinya. Lebih indah dilihat, rasanya lebih enak, lembut dan pulen. Beras merah / hitam / coklat terasa kasar dan waktu memasaknya lebih lama.

Ketiga beras tersebut memang lebih sehat, hanya banyak yang tidak menyukai rasanya. “Silakan makan nasi yang enak, hanya porsinya dibatasi sesuai kebutuhan,” kata dr. Dante. Bagi yang menyukai dan sudah terbiasa mengonsumsi beras merah / hitam / coklat, tentu lebih baik.

Diabetes akan dialami seumur hidup; jangan menyiksa diri dengan mengharuskan makan nasi dengan rasa yang tidak disukai, serta menghitung dan menimbang kalori makanan. Dr. Dante menekankan, makanlah seperti biasa; diet sebisa mungkin, jangan sampai tersiksa.

Yang penting, perhatikan 3J: jadwal, jenis dan jumlah makanan. “Pengobatan dan lifestyle diabetes bukan artifisial (dibuat-buat). Harus bisa selaras dengan kehidupan sehari-hari; hanya butuh penyesuaian. Yang penting be wise dan enjoy dengan diabetes,” tuturnya

Diabet kok takut makan daging dan makan nasi…

Diabet kok takut makan daging dan makan nasi…

Diabet kok takut makan daging dan makan nasi…-Sering kali didengar konsumsi daging kambing bisa memicu gula darah tinggi . Padahal menurut dokter, yang sebenarnya terjadi bukanlah demikian. Bukan daging kambing yang memicu gula darah tinggi atau diabetes, akan tetapi karbohidrat yang disantap bersama daging tersebut.

Sebenarnya banyak faktor yang terjadi kenapa orang terkena penyakit gula darah tinggi (diabetes), salah satunya karena faktor makanan.

Diabet kok takut makan daging dan makan nasi- Kandungan lemak jenuh tidak menyebabkan gula darah tinggi

Menurut penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan, daging kambing mengandung lemak jenuh yang cukup tinggi. Perlu anda ketahui bahwa kandungan lemak jenuh dalam daging kambing masih kalah dengan jumlah lemak tak jenuhnya.

Dan satu lagi yang perlu menjadi catatan kita, yaitu kandungan lemak jenuh dalam daging kambing lebih sedikit dibanding kandungan lemak jenuh pada daging sapi dan daging domba.

Daging Kambing Bukan Pemicu Utama Penyakit Diabet

Tidak banyak yang mengetahui bahwa nasi itu bukan hanya sekadar karbohidrat saja, melainkan juga lemak. Maka dapat dikatakan bahwa yang sebenarnya menyebabkan gula darah naik itu adalah makanan dan minuman penyerta ketika mengonsumsi daging kambing itu. Makanan dan minuman yang dikonsumsi bersamaan yang banyak mengandung lemak seperti margarin, kecap ataupun nasi itu salah satu faktor seseorang terkena gula darah tinggi.

Tetapi nasi apa dulu? Nasi dari beras organik tentu tidak berbahaya bagi penderita gula darah. Justru bagi penderita gula darah, jika mau makan kenyang berkhasiat, buatlah nasi beras merah, beras coklat atau nasi putih beras organik.

Beda dengan beras putih non organik. Yang menimbun lemak berlebihan atau gula yang berlebihan.

Makanan berlemak menyebabkan seseorang mudah terkena obesitas. Orang yang terkena obesitas sangat rentan terkena penyakit gula.

Sebenarnya, ada bagian dari kambing yang dapat memicu sebuah penyakit jika kita mengkonsumsinya. Yaitu jeroan daging kambing. Karena mengandung purin dan lemak jahat yang sangat tinggi, jeroan kambing dapat membuat pembuluh darah kita menjadi tersumbat.

Inilah yang akan menjadi pemicu penyakit gula darah karena aliran darah ke seluruh tubuh tidak akan lancar dan terhalang oleh tumpukan lemak disepanjang pembuluh darah. Jadi, resiko ini lebih tinggi dibandingkan dengan resiko darah tinggi yang disebabkan oleh daging kambing.

Bagi anda yang masih takut untuk mengkonsumsi daging kambing karena takut menderita gula darah tinggi, anda dapat mengkonsumsinya dalam jumlah kecil dan juga memperhatikan cara pengolahannya.

 Bagaimana cara mengolah daging kambing yang benar agar tidak memicu diabetes?

Memakan daging kambing yang mengandung lemak jahat, mampu dinetralisir dengan melahap buah mentimun. Beberapa orang mengkonsumsi mentimun dengan cara di jus atau di buat minuma. Hal ini sudah terbukti sangat baik. Menurut Ari Parikesit, salah seorang Founder dan CEO Kelana Rasa Culinary mengatakan bahwa, bahaya daging kambing memiliki unsur panas, sehingga sebaiknya di seimbangkan dengan yang dingin. Timun salah satu rekomendasinya, apalagi yang dibuat dengan es.

  • Pengolahan dengan Sup

Mengolah daging kambing dengan pas dan tepat mampu mengurangi resiko terkena penyakit GERD. Salah satunya dengan cara memasak sup. Sebab kolesterol yang terkandung dalam daging mampu dikurangi. Jika anda memasaknya dengan di sate, kolesterol, lemak jahat, dan LDL akan naik. Apalagi dalam pemasakan sate, sifat karsinogenik dari PHA dan HCA juga sangat beresiko gula darah pada diri kita.

  • Konsumsi jus jeruk

Mengkonsumsi jus jeruk setelah memakan daging kambing berguna sebagai penetral lemak di dalam tubuh. Ia juga berguna sebagai pembersih kerongkongan dari sisa lemak yang biasanya menempel di mulut anda. Sebaiknya menghindari minuman yang mengandung kafein. Misalnya pada teh dan kopi.

  • Kurangi makanan manis

Makanan manis merupakan makanan yang mengandung kalori. Jika anda tetap mengkonsumsi bersama daging kambing yang kaya akan lemak dan kalori, yang terjadi adalah tubuh anda malah menimbunya. Hasil dari timbunan kalori tersebut yang meningkatkan resiko obesitas. Dan resiko terburuk dari obesitas adalah penyakit kardiovaskular. Orang yang terkena obesitas sangat rentan terserang diabetes.

 

Beras Coklat untuk Diabetes

Beras Coklat untuk Diabetes

Beras coklat untuk diabetes– Sebagai penderita penyakit diabetes, tentu memiliki banyak sekali aturan supaya penyakit tersebut bisa disembuhkan, salah satu aturannya yaitu dengan mengkonsumsi jenis makanan yang tepat. Kemudian teman-teman pasti akan bertanya, jenis makanan seperti apa yang tepat? Jenis makanan yang baik dan tepat untuk dikonsumsi penderita diabetes yang pasti adalah makanan yang tidak akan menyebabkan semakin naiknya kadar gula dalam darah secara drastis atau signifikan.

Bagi masyarakat Indonesia, tentu sangat susah menghindari makanan yang memiliki kadar gula. Dimana salah satu kadar gula tersebut didapatkan oleh bahan makanan yang tinggi karbohidrat seperti beras putih.

Beras putih menjadi makanan wajib masyarakat Indonesia, sehingga upaya menghindari bahan makanan yang memiliki kadar gula rendah cukup susah. Padahal sebenarnya nasi yang berasal dari beras putih merupakan bahan makanan yang memiliki kadar indeks glikemik yang tinggi, dimana hal tersebut mengindikasikan bahwa beras putih mampu memicu terjadinya resiko penyakit diabetes.

Namun kebiasaan mengkonsumsi beras putih tersebut bisa disiasati demi untuk tetap mendapatkan asupan karbohidrat tanpa harus takut memperparah penyakit diabetes yang sedang anda derita. Sebuah penilitian yang dilakukan oleh rice research institute and CSIRO’s food future, mengemukakan pernyataan bahwa terdapat beberapa jenis beras yang memiliki kadar indeks glikemiks rendah yang tidak membuat terjadi kenaikan gula darah dalam tubuh setelah mengkonsuminya. Salah satu jenis beras tersebut adalah Beras Coklat Organik.

Beras Coklat Untuk Diabetes

Beras coklat organik merupakan salah satu jenis beras yang memiliki kadar indeks glikemik sangat rendah, sehingga bagus sekali dikonsumsi penderita diabetes. Dengan mengkonsumsi beras coklat organik sebagai pengganti beras putih, mampu menurunkan resiko terjadinya penyakit diabetes tipe dua hingga 16%. Selain beras coklat organik, ada beberapa varian beras lainnya yang jga memiliki indeks glikemik rendah diantaranya beras merah dan beras hitam. Beras coklat untuk diabetes.

Jika dibandingan dengan beras putih, tentu saja beras coklat organik memiliki banyak keunggulan untuk menjaga kesehatan tubuh dari berbagai macam penyakit seperti penyakit kanker. Keunggulan dari beras coklat didapatkan dari banyaknya nutrisi yang terkandung didalamnya, seperti kandungan serat, fitokimia, vitamin, mineral, indeks glikemik rendah dan masih banyak lagi yang lainnya. Beras coklat untuk diabetes.

Beras coklat organik sendiri merupakan beras yang dalam proses budidaya nya tidak menggunakan campur tangan bahan kimia melainkan murni secara organik. Sehingga kualitasnya benar-benar terjaga. Beras coklat untuk diabetes.

Jika anda penderita diabetes, maka ada baiknya jika untuk tidak mengkonsumsi beras putih untuk mencukupi asupan karbohidrat dalam tubuh tapi gunakanlah beras coklat organik. Beras coklat untuk diabetes.

 

Khasiat Tepung Garut untuk Penderita Down Syndrom

Khasiat Tepung Garut untuk Penderita Down Syndrom

Khasiat tepung garut untuk penderita Down Syndrome. Down syndrome merupakan syndrome yang menyerang manusia sejak lahir. Penyebabnya adalah karena terjadinya kelainan genetik yang membuat ketidakseimbangan atau ketidakmerataan jumlah kromosom nomor 21, ketidakmeratan tersebut terjadi karena adanya kesalahan didalam proses pembelahan sel tubuh. Pada orang normal hanya memiliki kromosom 21 berjumlah 2 buah, sedangkan pada penderita down syndrome terdapat 3 buah.

Ketika seorang bayi menderita down syndrome, maka secara fisik maupun fungsi tubuh akan mengalami kelainan. Secara fisik, kita bisa mengenali seseorang mengalami down syndrome dari wajahnya yang mirip dengan ras mongol, leher yang besar dan jari tangan pendek. Ketika bayi, penderita down syndrome akan sangat sulit menelan ASI. Hal tersebut disebabkan karena rongga hidung yang kecil serta lidah yang terlalu besar.

Gangguan dalam metobolisme seperti saluran pencernaan, membuat penderita down syndrome harus lebih berhati-hati dalam memilih jenis makanan yang akan dikonsumsi. Pasalnya berbagai macam produk instan seperti bubur susu yang terbuat dari gandung juga tidak bisa dikonsumsi. Banyak terjadi, bahwa mengkonsumsi produk instan malah akan menyebabkan diare. 

Khasiat Tepung Garut Untuk Down Syndrome

Khasiat tepung garut Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh tim dari LIPI, terdapat bahan makanan yang sangat cocok dikonsumsi penderita down syndrome salah satunya adalah tepung garut. Karena mudahnya tepung garut di cerna oleh tubuh, menjadi alasan kenapa tepung bisa dikonsumsi bagi penderita down syndrome. Menurut seorang Ir. Achmad Subagja dari LIPI menyebutkan bahwa tepung garut memiliki kualitas sebagai tepung komersial.

Khasiat tepung garut berdasarkan Komposisi gizi yang terdapat tepung garut sangatlah seimbang yaitu dalam 100 gr tepung garut, terdapat kalori sebanyak 355 kalori, 85.2 gr karbohidrat, 0.7 gr protein, 0.2 gr lemak serta  8 gr zat kapur. Tidak hanya itu saja, kandungan gizi lainnya seperti fosfor, thiamin, zat besi dan air juga terdapat pada tepung garut. Dengan gizi yang begitu banyak, tentu LIPI merekomendasikan tepung pati garut sebagai sumber makanan bagi seorang bayi yang memiliki gangguan sistem pencernaan seperti penderita down syndrome.

 

Tips Mengonsumsi Keju Mozarella Kareem Cheese

Tips Mengonsumsi Keju Mozarella Kareem Cheese

Keju Mozarella – Siapa yang tidak menyukai sesuatu bernama keju? Tentu sebagian besar orang sangat menyukai keju karena rasanya yang gurih dan lezat. Keju yang ada di dunia ini pun banyak sekali macamnya.

Berbicara mengenai keju, terdapat cerita yang mengatakan bahwa keju pertama kali secara tidak sengaja dibuat oleh saudagar Arab. Pada waktu itu, saudagar Arab membawa susu yang ditempatkan dalam kantong berbahan perut hewan. Saat saudagar tersebut berkelana, rennet (enzim) dalam kantong yang terbuat dari perut hewan mengalami pemanasan sinar matahari. Tanpa disadari saudagar itu, susu yang dia bawa sudah terpisah menjadi dadih dan air dadih. Saudagar itu menggunakan dadih untuk dimakan dan air dadih diminum ketika dirinya haus. Cara pembuatan keju oleh saudagar tersebut akhirnya dibawa ke benua Eropa.

Memang ada beberapa jenis keju di dunia, namun ada jenis keju yang mempunyai banyak penggemar, terutama bagi Anda penggemar pizza. Apa lagi kalau bukan mozarella cheese? Mozarella cheese diminati oleh beberapa kalangan usia karena mempunyai lelehan yang sempurna. Selain itu, keju mozarella memberikan sensasi rasa yang menggigit. Namun, terkadang masih banyak orang yang belum tahu secara detail tentang mozarella Cheese.

Proses Pembuatan Keju Mozarella

Proses pembuatan keju mozarella menggunakan bahan baku utama berupa susu, baik susu kerbau, susu sapi, susu kambing maupun kombinasi dari ketiga susu tersebut. Sementara susu yang biasa digunakan ada yang berupa susu murni, susu skim dan susu semi skim.

Susu tersebut selanjutnya diberi tambahan enzim rennet atau asam. Pengaruh pemberian rennet atau asam kepada susu ialah susu akan terpisah menjadi dadih dan air dadih. Bagian dadih kemudian dipanaskan dan ditarik-tarik hingga menjadi keju yang berwarna putih atau sedikit kuning. Proses pembulatan dan penarikan keju akan diulang-ulang hingga keju mozarella mempunyai tekstur yang lembut. Setelah semua proses selesai, mozarella Cheese segar sudah terbentuk.

Untuk mendapatkan mozarella cheese, sekarang tidak susah lagi karena banyak mozzarella cheese yang dijual di pasaran. Hanya saja orang masih mengalami kesulitan mengenai caramengonsumsi mozarella cheese yang baik dan benar.

Mozarella cheese yang dijual pun ada yang berbentuk potongan balok, parutan, stik hingga bola. Biasanya mozzarella cheese akan mudah ditemui di pusat perbelanjaan seperti supermarket.

Tips Membeli Keju Mozarella

Untuk Anda yang sering membeli mozzarella cheese di supermarket, Anda perlu mengetahui hal- hal berikut yaitu:

  1. Jika Anda menyukai sesuatu yang praktis bisa membeli mozzarella cheese dalam bentuk parutan.
  2. Jika kalian hanya mempunyai waktu yang terbatas, namun ingin membuat masakan berbahan mozzarella cheese Anda tinggal menaburkannya saja. Umumnya mozarella cheese yang dijual dalam bentuk parutan ditaburi dengan bahan anti lengket seperti tepung kanji, kalsium karbonat atau selulosa. Fungsi pemberian bahan tersebut untuk mencegah parutan-parutan mozzarella cheese saling melekat. Tentu bahan-bahan tambahan tersebut tidak Anda inginkan, sehingga mozarella cheese yang berbentuk balok atau bola bisa menjadi pilihan. Anda hanya membutuhkan sedikit usaha dengan memarutnya ketika akan menggunakan mozarella cheese tersebut.

Mengapa mozarella cheese lebih banyak digunakan dalam beberapa masakan?

Masakan yang Anda konsumsi baik itu kue, pasta, burger, pizza menggunakan mozzarella cheese karena sifat mozarella cheese yang mudah meleleh. Ya, mozarella cheese memang meleleh dengan baik ketika terkena suhu panas. Atas dasar itu, sudah hal yang umum mozarella cheese dijadikan bahan wajib sebagai topping maupun isian pada masakan.  Lanjutkan membaca →

Beras Hitam Organik, Bahan Pangan nan Lezat dengan Sejuta Manfaat Tersembunyi

Beras Hitam Organik, Bahan Pangan nan Lezat dengan Sejuta Manfaat Tersembunyi

BERAS HITAM ORGANIK—Mungkin Anda sedikit bingung dengan beras yang satu ini. Meski warnanya sama-sama hitam, beras hitam dan ketan hitam ternyata berbeda lho. Pun demikian dengan kandungan nutrisinya. Dibanding ketan hitam, beras hitam memiliki tekstur yang lebih mirip dengan beras putih biasa.

Membedakannya juga mudah kok. Jika dipotong secara melintang, ketan hitam akan terlihat warna putih susu dan akan lengket seperti ketan saat dimasak. Sedangkan beras hitam akan terlihat jernih, pun jika dimasak akan sedikit pera (tidak pulen) dibandingkan beras biasa. Apakah beras hitam juga memiliki manfaat kesehatan seperti yang ditemukan pada beras jenis lain? Tentu saja.

Berikut manfaat beras hitam organik bagi kesehatan.

Mencegah Kanker

Pakar kesehatan menemukan fakta bahwa beras hitam mengandung zat antosianin yang cukup tinggi. Antosianin merupakan jenis antioksidan aktif yang sangat diperlukan tubuh dalam menangkal radikal bebas penyebab utama timbulnya penyakit kanker.

 “Setidaknya ada setiap tahun ada 13.000 orang meninggal di seluruh dunia karena kanker yang sebenarnya bisa dicegah sejak dini.”

Baca Juga : Yuk obati kanker dengan beras hitam

Mencegah Diabetes

Dibandingkan dengan beras jenis lain, manfaat beras hitam lainnya adalah memiliki kandungan kalori terendah, yakni sekira 362 kkal per 100 gram. Kandungan kalori ini berbanding lurus dengan indeks glikemik.

Indeks glikemik adalah angka yang menujukkan seberapa besar suatu makanan bisa meningkatkan kadar gula dalam darah setelah dikonsumsi. Nah, semakin tinggi indeks glikemik, maka semakin potensial-lah suatu makanan untuk memicu kenaikan gula darah.  Jadi, beras hitam merupakan pilihan yang tepat bagi Anda yang memiliki riwayat keluarga diabetes.

Mencegah Penyakit Jantung

Rasa pera (tidak pulen) pada beras hitam ketika dimakan merupakan hasil dari tingginya serat yang terkandung dalam beras ini. Kadar serat yang tinggi inilah yang sangat bermanfaat dalam menjaga kesehatan jantung sebagai organ tubuh paling vital.

Mengatasi Anemia

Anda yang sering merasa lemas karena kurang darah (anemia) sepertinya harus mulai mengonsumsi beras hitam organik. Beras hitam sendiri diketahui mengandung zat besi yang cukup tinggi. Zat besi inilah yang berperan dalam pembentukan sel darah merah (hemoglobin) dalam tubuh.

Selain 4 manfaat beras hitam di atas, beras hitam masih menyimpan segudang manfaat yang sangat baik buat kesehatan. Karenanya, jangan ragu untuk menggeser menu di meja makan Anda dengan beras hitam. Jika berminat, beras hitam juga bisa diperoleh di reseller kami yang tersebar di banyak kota  lho. Selamat menerapkan pola hidup sehat!

Baca juga : Mengatasi anemia pada ibu hamil